Bombana Siapkan 5 Siswa Hadapi Seleksi Paskibraka Provinsi

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memfasilitasi latihan intensif bagi lima siswa-siswi terbaik untuk menghadapi Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2025. Persiapan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM Kes, yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Bombana. (29/4)

Kelima peserta terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai SMA dan SMK di Bombana, yakni Rayn Samudera (SMAN 14 Bombana), Muh. Reza Aris (SMAN 03 Bombana), Muh. Dewa (SMKN 05 Bombana), Farel (SMKN 03 Bombana), dan satu-satunya peserta putri, Reski Aulia (SMAN 09 Bombana).

Awalnya, panitia seleksi merencanakan pengiriman dua putra dan dua putri. Namun, tiga peserta putri harus dikembalikan ke tingkat kabupaten karena belum memenuhi syarat usia minimal 16 tahun. Hal ini mendorong panitia untuk melakukan evaluasi ulang dan akhirnya memutuskan memberangkatkan empat putra dan satu putri ke tingkat provinsi, dengan satu di antaranya disiapkan sebagai cadangan.

“Anak-anak ini adalah putra-putri terbaik yang telah lolos seleksi kabupaten. Kami siapkan mereka semaksimal mungkin agar bisa bersaing di provinsi, bahkan jika mungkin, tembus ke tingkat nasional,” ujar dr. Sunandar.

Latihan digelar selama sepekan, dari 21 hingga 28 April 2025, dengan melibatkan tim pelatih berpengalaman. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan fisik, kedisiplinan, serta mental peserta. Pelatihan meliputi peraturan baris-berbaris (PBB), lari, push-up, sit-up, back-up, hingga pembinaan karakter dan motivasi.

Menurut panitia pelatih, latihan ini tidak hanya ditujukan untuk menguji kemampuan fisik para peserta, tetapi juga untuk membentuk jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi. Seluruh aspek pembinaan disesuaikan dengan standar seleksi Paskibraka di tingkat provinsi dan nasional.

“Kami tidak hanya melatih gerakan mereka, tapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, dan semangat juang yang tinggi. Ini penting agar mereka tampil optimal di hadapan tim seleksi provinsi nanti,” ujar salah satu pelatih.

Pemkab Bombana memberikan perhatian penuh terhadap kegiatan ini. Selain dukungan moral dan fasilitas latihan, para peserta juga mendapat dukungan dari pihak sekolah dan orang tua. Kolaborasi ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menumbuhkan motivasi peserta.

Latihan yang berlangsung di Rumbia ini berjalan dengan intens dan penuh semangat. Para siswa terlihat antusias dan bersungguh-sungguh mengikuti setiap sesi latihan. Mereka menyadari bahwa kesempatan ini sangat berharga dan bisa menjadi awal dari perjalanan prestasi mereka di level yang lebih tinggi.

Harapan besar disematkan pada lima peserta ini agar mampu membawa nama Kabupaten Bombana bersinar di ajang seleksi tingkat provinsi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika mereka lolos ke tingkat nasional dan menjadi bagian dari Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera di Istana Negara.

“Doakan kami, semoga salah satu dari kami bisa mengangkat nama Bombana di tingkat nasional,” ujar Rayn Samudera penuh harap.

Dengan semangat dan persiapan yang matang, Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda berprestasi dan berkarakter. Melalui seleksi Paskibraka ini, nilai-nilai nasionalisme dan kepemimpinan ditanamkan sejak dini, demi mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh dan membanggakan.




Bupati Cup III Resmi Dibuka, Bombana Siap Cetak Atlet Berprestasi

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan olahraga daerah melalui pembukaan Open Turnamen Bola Voli Bupati Cup III yang digelar di Sarana Olahraga Rumbia (SOR), Selasa 29 April 2025.

Turnamen tahunan yang telah memasuki edisi ketiga ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda, Ketua PBVSI Bombana Iskandar, S.P., Ketua KONI Bombana, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan sportif. Ia juga menegaskan kesiapan Bombana menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026.

“Turnamen ini bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persatuan, membangun mental juara, dan membina potensi atlet daerah. Kami berharap dari sini lahir atlet-atlet berbakat yang mampu bersaing pada Porprov nanti, yang insyaallah kita akan menjadi tuan rumah,” kata Burhanuddin di hadapan peserta dan penonton.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, dirinya berkomitmen mendukung kegiatan olahraga dari berbagai cabang, dengan harapan bisa melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat lokal, tetapi juga nasional.

Turnamen Bupati Cup III diikuti oleh 13 tim voli, terdiri dari 7 tim putra dan 6 tim putri yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bombana, serta tim-tim tamu dari luar daerah. Pertandingan dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 29 April hingga 5 Mei 2025, setiap pukul 15.00 hingga 22.00 WITA.

Ketua PBVSI Bombana, Iskandar, mengungkapkan bahwa kualitas turnamen tahun ini meningkat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari kehadiran peserta dari berbagai klub nasional, termasuk dari Bank Jawa Barat, klub-klub di Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, hingga Sulawesi Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah daerah dan sponsor lokal. Komitmen kami adalah menjaga kualitas kompetisi ini dengan menjunjung tinggi fair play. Seluruh wasit yang bertugas adalah wasit bersertifikat dari PBVSI,” jelas Iskandar.

Ia juga menambahkan bahwa Bupati Cup pertama kali digelar pada tahun 2023 saat Ir. Burhanuddin masih menjabat sebagai Pj. Bupati. Turnamen berlanjut pada tahun 2024 di masa kepemimpinan Pj. Bupati Edy Suharmanto, dan kembali digelar tahun ini di bawah kepemimpinan definitif Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si.

Acara pembukaan berlangsung semarak. Selain parade peserta dan sambutan para pejabat, penonton juga disuguhkan dengan penampilan tari tradisional khas Bombana. Pertandingan ekshibisi antara tim voli Putri Utama Bombana dan tim voli Dua La Ode menjadi penutup yang menghibur, disambut antusias dan sorakan penonton yang memadati area pertandingan.

Bupati Cup III menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bombana untuk mendorong generasi muda agar aktif dalam kegiatan positif, menjauhi hal-hal negatif, dan terus mengembangkan potensi diri melalui olahraga. Pemerintah berharap, dari ajang seperti ini akan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Turnamen ini sekaligus menjadi cerminan bahwa olahraga bukan sekadar ajang meraih medali, tetapi juga media pembangunan karakter, wadah menjalin persaudaraan, serta sarana membangun rasa cinta terhadap daerah. Pemerintah daerah pun optimistis, dengan dukungan penuh masyarakat dan stakeholder, cita-cita menjadikan Bombana sebagai pusat olahraga prestasi di Sulawesi Tenggara dapat terwujud.




Sultra Dorong Transformasi Digital Lewat E-Katalog 6.0

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat komitmennya dalam reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan bersih dengan mendorong transformasi digital pengadaan barang dan jasa melalui peluncuran E-Katalog versi 6.0. Kegiatan sosialisasi sistem digital ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Ling., di Hotel Claro Kendari, Selasa, 29 April 2025.

Acara dihadiri oleh perwakilan Direktur Pasar Digital Pengadaan LKPP, Business Development Manager BenQ Indonesia, jajaran PT Datascrip, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Wagub Hugua menekankan bahwa E-Katalog versi 6.0 merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden yang termuat dalam Asta Cita, khususnya pada poin ketujuh tentang reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, dan penguatan sistem pemerintahan yang akuntabel.

“Transformasi dari versi 5 ke versi 6 ini bukan sekadar pembaruan teknis, tapi merupakan lompatan besar dalam upaya kita membangun pemerintahan yang bersih, transparan, dan efisien,” ujar Hugua.

Ia menyampaikan bahwa sistem terbaru ini menghadirkan mekanisme baru yang lebih ketat dan transparan, karena pembayaran hanya dilakukan setelah barang benar-benar diterima, bukan hanya berdasarkan dokumen administratif.

“Digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, tapi komitmen moral kita. Ini cara kita menutup ruang penyimpangan dan memastikan anggaran daerah digunakan tepat sasaran,” tegasnya.

Wagub juga mengajak seluruh OPD agar menjalankan tugas dengan integritas dan hati yang bersih. Ia menekankan bahwa sebesar apa pun sistem diperbaiki, tidak akan berdampak jika tidak ditopang oleh niat baik dan moralitas aparatur.

“APBD itu bukan untuk elite, tapi untuk masyarakat kecil. Jika niat di hati para kepala OPD salah, maka tujuan pembangunan pun akan meleset,” katanya.

Lebih jauh, Hugua mengingatkan pentingnya pemahaman terhadap regulasi seperti Undang-Undang Nomor 23 dan 20 Tahun 2023. Menurutnya, pemahaman tersebut menjadi kunci bagi ASN dalam mengelola tiga elemen utama sistem bernegara: rakyat, wilayah, dan sumber daya.

“Kita ini ditugaskan negara untuk mengelola kekayaan bangsa, baik hayati maupun non-hayati, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Maka dari itu, ASN harus cakap, efisien, dan tahu tanggung jawab,” ujarnya.

Ia pun menegaskan tiga nilai utama yang harus dipegang oleh OPD agar mampu beradaptasi dengan perubahan sistem pengadaan digital, yakni:

Disiplin dalam menjalankan tugas dan anggaran,
Integritas yang tercermin dalam transparansi dan akuntabilitas,
Adaptif terhadap teknologi dan perubahan regulasi.

“Pemerintah tidak butuh orang paling pintar, tapi orang yang bisa bekerja sama, jujur, dan mampu menjaga integritas. Tugas saya sebagai Wakil Gubernur adalah memastikan sistem ini dijalankan dengan hati yang bersih,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Hugua mengingatkan bahwa Gubernur adalah representasi pemerintah pusat di daerah yang bertanggung jawab atas kontrol, fasilitasi, dan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan. Karena itu, para OPD diminta menjadi cerminan tata kelola yang baik agar reputasi pemerintah pusat tidak tercoreng.

“Digitalisasi ini bukan sekadar proyek pengadaan, tapi misi besar dalam memberantas korupsi dan mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik. Mari kita tunaikan amanat ini dengan sepenuh hati,” pungkasnya.




Gub Sultra ASR Raih Penghargaan TOP Pembina BUMD 2025

Jakarta, Sultranet.com– Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), menerima penghargaan TOP Pembina BUMD 2025 dalam ajang bergengsi nasional TOP BUMD Awards yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Senin, 28 April 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam membina dan mendorong kemajuan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah Sulawesi Tenggara.

Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness bekerja sama dengan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), serta sejumlah konsultan independen ini menjadi barometer prestasi dan tata kelola terbaik bagi BUMD se-Indonesia.

“Penghargaan ini adalah buah dari kerja kolektif dan komitmen semua pihak di Sulawesi Tenggara untuk membangun ekonomi daerah melalui BUMD yang sehat, profesional, dan adaptif,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka usai menerima penghargaan.

Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan keberhasilan Pemprov Sultra dalam membina lima BPR Bahteramas yang tahun ini meraih kategori prestisius dalam TOP BUMD Awards 2025. BPR Bahteramas Konawe bahkan kembali mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih TOP BUMD Bintang 5, penghargaan tertinggi yang diberikan hanya kepada BUMD dengan performa luar biasa secara berkelanjutan dalam aspek keuangan, tata kelola, pelayanan publik, inovasi, dan daya saing.

Empat BPR Bahteramas lainnya — dari Kabupaten Kolaka, Konawe Selatan, Bombana, dan Kota Kendari — turut mengukir prestasi dengan mendapatkan predikat TOP BUMD Bintang 4. Kenaikan signifikan juga ditunjukkan oleh BPR Bahteramas Kolaka, yang pada 2024 hanya meraih Bintang 3, dan kini berhasil naik ke Bintang 4 berkat peningkatan nyata dalam manajemen dan operasional.

Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa TOP Pembina BUMD diberikan kepada kepala daerah yang mampu menunjukkan komitmen tinggi dalam mendorong BUMD di wilayahnya menjadi institusi yang sehat, efisien, dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

“TOP Pembina BUMD bukan hanya soal simbol, tetapi mencerminkan peran nyata kepala daerah dalam membimbing dan memastikan BUMD-nya berfungsi optimal sebagai penggerak ekonomi,” ujar Ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards, M. Lutfi Handayani.

Selain Gubernur Sultra, penghargaan Pembina BUMD juga diberikan kepada kepala daerah lainnya, termasuk Bupati Konawe, Bupati Kolaka, Bupati Konawe Selatan, Bupati Bombana, dan Wali Kota Kendari. Daerah-daerah ini terbukti konsisten dalam mendukung pengembangan BPR Bahteramas masing-masing hingga mampu tampil dan bersaing di level nasional.

TOP BUMD Awards sendiri dikenal sebagai salah satu ajang penghargaan paling kredibel di bidang tata kelola perusahaan milik daerah. Penilaian dilakukan secara objektif oleh tim juri independen yang berasal dari kalangan pakar keuangan, hukum, pelayanan publik, dan pengembangan bisnis.

Sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Sultra, pemerintah kabupaten/kota, serta pengelola BUMD menjadi kunci keberhasilan Sultra dalam menciptakan ekosistem BUMD yang sehat dan kompetitif. Prestasi lima BPR Bahteramas ini juga menunjukkan bahwa model pembinaan dan tata kelola yang diterapkan di Sultra layak menjadi contoh bagi daerah lain.

“Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus mendorong BUMD agar menjadi lokomotif pembangunan ekonomi daerah, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada rakyat,” tutup Gubernur.

Dengan capaian ini, Sulawesi Tenggara semakin memperkuat posisinya sebagai provinsi yang tidak hanya unggul dalam sumber daya alam, tetapi juga dalam pengelolaan ekonomi lokal yang berbasis pada institusi daerah yang profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat.




Bupati Bombana Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2025

Bombana, sultranet.com – Kabupaten Bombana kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Top BUMD Awards 2025 yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin, 28 April 2025, Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., dinobatkan sebagai Top Pembina BUMD 2025. Penghargaan ini diterima langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, dr. H. Sunandar Rahim, M.M.Kes, yang mewakili Bupati karena berhalangan hadir. (29/4)

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata dari dedikasi Bupati Burhanuddin dalam membina dan mengembangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bombana secara konsisten dan berkelanjutan sejak awal masa jabatannya.

“Penghargaan ini bukan hanya sebuah pengakuan, tapi menjadi cerminan nyata dari kerja-kerja serius Bapak Bupati dalam memperkuat peran BUMD sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” ujar dr. Sunandar Rahim usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan bahwa komitmen Bupati dalam penguatan BUMD tidak hanya pada aspek manajerial, namun juga menyentuh tata kelola, transparansi, hingga inovasi pelayanan publik. “Bupati terus mendorong BUMD Bombana agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman, kompetitif dalam persaingan, dan tetap mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ungkapnya.

Top BUMD Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada kepala daerah dan BUMD terbaik di Indonesia. Penilaian dilakukan oleh dewan juri independen dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan profesional, akademisi, serta praktisi pemerintahan dan keuangan.

Penghargaan ini diberikan atas dasar evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD, inovasi layanan, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta keberhasilan kepala daerah dalam membina dan mendorong BUMD agar lebih berdaya saing.

Atas capaian tersebut, Kabupaten Bombana dinilai berhasil menunjukkan tata kelola BUMD yang sehat dan produktif. Dalam beberapa tahun terakhir, BUMD Bombana semakin menunjukkan kinerja positif dengan berbagai terobosan yang mampu meningkatkan layanan publik dan mendukung penguatan ekonomi lokal.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, dr. H. Sunandar Rahim, M.M.Kes
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, dr. H. Sunandar Rahim, M.M.Kes

Bupati Burhanuddin sendiri selama ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif mendorong kolaborasi antar-perangkat daerah dan stakeholder dalam memperkuat posisi BUMD sebagai ujung tombak pembangunan daerah.

“Semoga prestasi ini bisa menjadi pelecut semangat seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan BUMD Bombana agar terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tutup dr. Sunandar dengan penuh harapan.

Keberhasilan ini juga diharapkan mampu menginspirasi daerah lain dalam memperkuat peran strategis BUMD, tidak hanya sebagai penyumbang PAD, tetapi juga sebagai lokomotif kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan bisnis yang sehat dan bertanggung jawab.

Bombana tak hanya menunjukkan kemajuan dalam pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dalam pengelolaan ekonomi daerah berbasis institusi lokal yang kuat. Komitmen kepemimpinan yang ditunjukkan Bupati Burhanuddin menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi positif tersebut.

Konsistensi Pemerintah Kabupaten Bombana dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal melalui BUMD yang transparan, profesional, dan berdampak luas menjadi pondasi yang terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.




DWP Sultra gelar  Peringatan Hari Kartini 2025 Secara Virtual

Kendari, Sultranet.com – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Hj. Wa Ode Munanah Asrun Lio, bersama jajaran pengurus DWP Sultra mengikuti secara virtual acara Halal Bihalal Idulfitri 1446 Hijriah dan Peringatan Hari Kartini 2025 yang diselenggarakan oleh DWP Pusat. Kegiatan ini diikuti dari Aula Mepokoaso, Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, melalui Zoom Meeting, Selasa, 29 April 2025.

Acara nasional tersebut mengangkat tema “Satu Hati dengan Semangat Kartini” dan tagar #DWPSehatBerdaya, dengan konsep hybrid yang menggabungkan partisipasi daring dan luring. Lebih dari 1.000 peserta dari seluruh Indonesia turut hadir secara daring, sementara perwakilan pengurus pusat dan tokoh nasional mengikuti secara luring di lokasi utama.

Ketua Panitia DWP Pusat, Sri Hartanti Azhar, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ajang mempererat tali silaturahmi setelah Idulfitri, sekaligus mengenang dan menghidupkan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam konteks perempuan masa kini.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, dan mengingatkan kembali esensi perjuangan perempuan dalam membangun bangsa,” ujar Sri Hartanti.

Sejumlah agenda penting turut mewarnai acara, di antaranya tausiah inspiratif dari Ustaz Hilman Fauzi Nugraha yang hadir langsung, peluncuran ID Card anggota DWP sebagai langkah pembaruan data keanggotaan, serta peluncuran Batik DWP dan motif hijab terbaru bertajuk “Sarupa” hasil kolaborasi dengan label mode Ikat Indonesia.

Ketua Umum DWP Pusat, Ida Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri dan permohonan maaf lahir batin kepada seluruh anggota DWP se-Indonesia. Dalam sambutannya, Ida mengangkat keteladanan R.A. Kartini sebagai sosok yang menggali kedamaian melalui pemahaman Islam yang mendalam.

 

“Perjuangan perempuan bukan untuk menentang kodrat, melainkan untuk menegaskan bahwa ajaran agama adalah sumber nilai dan keadilan, yang memperkuat posisi perempuan dalam kehidupan,” ujar Ida.

Ia juga menekankan bahwa DWP masa kini harus menjadi organisasi yang bukan hanya berperan sosial, tetapi juga relevan dalam konteks pembangunan bangsa melalui peran strategis perempuan di berbagai sektor.

Dalam rangka membangun identitas organisasi yang kuat dan modern, DWP Pusat memperkenalkan desain baru seragam Batik DWP karya perancang busana Astrid. Batik tersebut diperagakan langsung oleh para pengurus pusat sebagai simbol semangat baru organisasi yang tetap berakar pada nilai budaya bangsa.

Salah satu sesi menarik dalam acara adalah “Brand and Behaviour Kartini DWP Challenge”, sebuah tantangan yang diberikan kepada lima peserta terpilih untuk menyampaikan aspirasi dan inspirasi mereka tentang peran DWP dalam waktu dua menit. Hasilnya akan dijadikan referensi pengembangan program kerja ke depan.

Ketua DWP Sultra, Hj. Wa Ode Munanah Asrun Lio, menyambut baik kegiatan ini dan menyatakan komitmennya untuk terus mendorong DWP Sultra menjadi organisasi perempuan yang adaptif dan inspiratif.

“Kegiatan ini menyegarkan kembali semangat kami sebagai bagian dari perjuangan perempuan Indonesia. DWP bukan hanya tempat berkumpul, tetapi tempat membentuk dampak,” ujarnya.

Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi bukti nyata bahwa DWP terus berkembang menjadi organisasi yang sehat, berdaya, dan berdampak. Kolaborasi lintas wilayah dan sektor menjadi modal penting dalam menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat kontribusi nyata perempuan Indonesia.




RSUD Bombana Lepas dr. Septian Yudo

Bombana, sultranet.com – Suasana haru mewarnai RSUD Kabupaten Bombana pada Senin, 28 April 2025. Salah satu dokter terbaik rumah sakit tersebut, dr. Septian Yudo Pradana, Sp.JP, FIHA, resmi dilepas setelah mengabdi memberikan layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Bombana.

Pelepasan ini menjadi momen penuh emosi, bukan hanya karena perpisahan, tetapi karena besarnya kesan dan kontribusi yang telah ditinggalkan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah itu selama bertugas di Bombana.

Direktur BLU RSUD Kabupaten Bombana, drg. Riswanto, M.KM, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan profesionalisme dr. Septian selama ini. Ia menyebut kehadiran dr. Septian membawa banyak perubahan positif, baik dalam pelayanan medis maupun suasana kerja di lingkungan rumah sakit.

“Selama bertugas di RSUD ini, dr. Septian telah memberikan kontribusi luar biasa. Tidak hanya dalam pelayanan medis, tetapi juga dalam membangun semangat profesionalisme, kerja sama, dan kekeluargaan di lingkungan rumah sakit kita tercinta,” ujar drg. Riswanto.

Menurutnya, banyak pasien yang merasa terbantu, bahkan sembuh, berkat tangan dingin dan ketulusan dr. Septian dalam merawat mereka. Ia pun mengakui bahwa perpisahan ini bukan hal yang mudah, mengingat hubungan yang telah terjalin erat antara dr. Septian dengan seluruh civitas RSUD Bombana.

“Banyak keluarga yang kembali tersenyum karena beliau. Ini bukan perpisahan biasa. Ini pelepasan dengan rasa bangga atas dedikasi luar biasa dari seorang dokter yang benar-benar hadir untuk pasien dan rumah sakit,” ucapnya.

Dalam momen perpisahan itu, seluruh keluarga besar RSUD menyampaikan ucapan terima kasih, doa, dan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama bekerja bersama. Mereka berharap dr. Septian selalu mendapatkan kesuksesan dan keberkahan di tempat tugas yang baru.

“Mohon maaf atas segala kekhilafan, baik dalam tutur kata maupun perbuatan. Doa terbaik kami menyertai dr. Septian. Semoga selalu diberikan kesuksesan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah,” ungkap drg. Riswanto mewakili jajaran manajemen dan staf RSUD Bombana.

dr. Septian Yudo Pradana, Sp.JP, FIHA sendiri dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan memiliki kepedulian besar terhadap pasien. Selama bertugas di RSUD Bombana, ia tak hanya fokus pada tugas klinis, tetapi juga turut mendorong peningkatan mutu pelayanan jantung dan menjadi inspirasi bagi tenaga medis lainnya.

Kepergian dr. Septian dari RSUD Bombana tentu meninggalkan ruang yang tak mudah untuk diisi. Namun, jejak kebaikan dan dedikasinya akan tetap hidup dalam semangat kerja para tenaga medis di Bombana, serta menjadi teladan dalam memberikan pelayanan yang humanis dan berkualitas bagi masyarakat.

RSUD Bombana pun berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang kardiologi, serta meneruskan semangat yang telah diwariskan oleh dr. Septian.

Momen perpisahan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian yang tulus akan selalu membekas, dan sosok seperti dr. Septian akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan penting pelayanan kesehatan di Bombana.




Pemprov Sultra Ikuti Rakor Inflasi Nasional

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI). Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Sultra, Senin, 28 April 2025.

Rakor yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dari Kantor Pusat Kemendagri di Jakarta, bertujuan menguatkan sinergi antarinstansi dalam mengendalikan inflasi di daerah. Hadir sebagai narasumber pejabat lintas kementerian seperti Deputi BPS Puji Ismartini, Deputi III KSP Edy Priyono, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, serta perwakilan dari Kemendag dan Perum Bulog.

Sejumlah perwakilan instansi di Sultra turut serta dalam rakor ini, termasuk dari BPS, Bank Indonesia, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, dan dinas teknis lainnya. Fokus utama rakor adalah menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika harga komoditas yang fluktuatif.

“Pemerintah daerah harus turun langsung ke lapangan, pantau harga-harga di pasar, lakukan koordinasi intensif, operasi pasar, hingga pemberian subsidi transportasi jika diperlukan,” tegas Tomsi Tohir dalam arahannya.

Ia menekankan pentingnya pemetaan komoditas unggulan penyumbang inflasi di tiap daerah. Menurutnya, inflasi nasional memang sudah terkendali, namun kewaspadaan di tingkat lokal tetap krusial.

“Kita tidak boleh lengah, karena inflasi di daerah bisa berdampak pada daya beli masyarakat. Jaga harga, utamakan aksi konkret, bukan sekadar laporan,” imbuhnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Puji Ismartini, dalam paparannya menyampaikan bahwa pada minggu keempat April 2025, terdapat 18 provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), sementara 20 lainnya mengalami penurunan. Komoditas seperti bawang merah dan cabai merah menjadi penyumbang utama lonjakan harga di berbagai daerah.

“Rata-rata harga bawang merah tercatat naik 8,09 persen secara nasional dibandingkan Maret, dan sudah melampaui Harga Acuan Penjualan,” ungkap Puji.

Harga cabai merah juga naik 5,04 persen, sementara bawang putih mengalami kenaikan sebesar 1,39 persen. Di sisi lain, harga cabai rawit turun 8,10 persen dan Minyakita menurun tipis sebesar 0,37 persen, meski tetap berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Dalam konteks Sultra, Kabupaten Wakatobi menjadi salah satu daerah dengan lonjakan IPH tertinggi secara nasional di luar Jawa dan Sumatera, mencapai 4,52 persen. Bawang merah, cabai merah, dan beras menjadi komoditas utama penyumbang kenaikan harga di wilayah tersebut.

Rakor ini menjadi forum penting untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat respons daerah terhadap gejolak harga yang bisa berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan lebih proaktif dan responsif dalam menerapkan strategi pengendalian inflasi.

Langkah-langkah seperti intervensi pasar, penguatan distribusi pangan, serta sinergi lintas sektor menjadi kunci untuk mengamankan harga bahan pokok, terlebih menjelang musim paceklik dan hari besar keagamaan.

Pemprov Sultra bersama TPID menegaskan komitmennya untuk terus memantau kondisi harga di pasar, mengambil langkah antisipatif, serta bekerja sama erat dengan stakeholder terkait agar daya beli masyarakat tetap terjaga.




Sekda Sultra: Kematangan Usia Provinsi Harus Tercermin dalam Pelayanan Publik

Kendari – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, memimpin apel gabungan lingkup Pemerintah Provinsi Sultra yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin pagi, 28 April 2025. Apel rutin ini diikuti oleh seluruh pimpinan dan pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai wujud kesiapan kerja dan penguatan disiplin aparatur sipil negara.

Dalam amanatnya, Sekda mengawali sambutan dengan menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Kabupaten Kolaka. Ia menyebutkan bahwa seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan meriah, mulai dari pembukaan hingga penutupan pada malam sebelumnya.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran, terutama kepala OPD, pejabat eselon III dan IV, serta pegawai lainnya yang tetap melaksanakan tugas hingga larut malam dan kembali hadir pagi ini. Ini adalah bentuk nyata komitmen kita sebagai pelayan publik,” ujar Asrun Lio dalam amanat apel.

Ia menekankan bahwa usia 61 tahun bagi Provinsi Sultra mencerminkan kematangan, yang seharusnya juga tercermin dalam peningkatan kualitas kinerja birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kematangan usia daerah harus menjadi pijakan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, responsif, dan akuntabel.

“Kalau seorang ASN di usia 60 tahun sudah pensiun, maka provinsi kita yang kini berusia 61 tahun harus benar-benar matang dalam bekerja dan melayani,” lanjutnya.

Selain refleksi usia, Sekda juga menyinggung agenda kerja yang semakin padat menjelang akhir bulan April. Ia mengingatkan pentingnya perencanaan yang cermat, pelaksanaan yang disiplin, dan evaluasi yang objektif untuk setiap program dan kegiatan di lingkungan Pemprov Sultra.

“Evaluasi itu penting. Dari situlah kita tahu di mana letak kekurangan dan bagaimana memperbaikinya. Setiap siklus harus kita lalui dengan pembelajaran agar ke depan kita bisa bekerja lebih efektif dan efisien,” tegasnya.

Apel gabungan yang digelar setiap Senin ini dinilai sebagai forum penyegaran semangat kerja dan penyampaian informasi strategis, sekaligus sarana memperkuat koordinasi antarunit kerja di lingkungan pemerintah provinsi. Suasana apel berlangsung tertib dan penuh antusiasme, meski sebagian peserta baru menyelesaikan tugas berat pada akhir pekan sebelumnya.

Usai apel, para peserta kembali ke dinas dan biro masing-masing untuk melanjutkan tugas rutin dan menjalankan program kerja yang telah direncanakan. Kehadiran penuh para pegawai ini menjadi cerminan semangat kerja kolektif yang terus dijaga oleh Pemprov Sultra.

Kegiatan apel gabungan ini juga menjadi bagian dari upaya pembinaan disiplin, semangat pelayanan publik, serta peningkatan kinerja aparatur negara dalam melayani masyarakat secara optimal. Dalam setiap momen reflektif seperti ini, Pemprov Sultra berupaya memperkuat nilai-nilai pengabdian dan profesionalitas.

Dengan semangat kolaborasi dan evaluasi berkelanjutan, jajaran Pemprov Sultra terus menegaskan komitmen mereka untuk menjadikan birokrasi yang adaptif, transparan, dan mampu menjawab tantangan zaman, seiring dengan pertambahan usia provinsi yang semakin matang.




Busana Adat Moronene Warnai Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Bombana di HUT ke-61 Sultra

KOLAKA, sultranet.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi momentum istimewa bagi seluruh kepala daerah se-Sultra. Dalam upacara yang digelar di Alun-alun 19 November Kolaka, Minggu 27 April 2025, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si tampil memukau dalam balutan busana adat Moronene yang khas dan sarat makna budaya.

Didampingi istri masing-masing, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos dan Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM, keduanya menunjukkan kekompakan dan kebanggaan terhadap identitas lokal Bombana. Kehadiran mereka mencuri perhatian, bukan hanya karena keanggunan busana yang dikenakan, tetapi juga karena semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan melalui simbol-simbol adat.

Busana adat Moronene yang mereka kenakan memadukan warna khas dan motif tradisional yang menggambarkan keunikan suku asli Bombana. Tampil berwibawa dan percaya diri, Burhanuddin dan Ahmad Yani menjadi representasi daerah yang tidak melupakan akar budaya di tengah arus modernisasi.

“Peringatan HUT Sultra ke-61 ini adalah momentum untuk bersyukur dan memperkuat komitmen kita dalam membangun daerah. Tapi kita juga tidak boleh melupakan identitas kita sebagai masyarakat Bombana yang kaya akan budaya,” ujar Bupati Burhanuddin kepada awak media usai upacara.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur, dan menjadikan budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkarakter.

“Adat dan budaya bukan hanya warisan, tetapi juga kekuatan yang harus kita jaga dan perkuat. Ini juga menjadi bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tambahnya.

Upacara HUT Sultra ke-61 kali ini berlangsung semarak dengan menampilkan parade budaya dari seluruh kabupaten dan kota se-Sultra. Atraksi seni, pertunjukan tari tradisional, hingga pameran produk lokal turut memeriahkan suasana, memperlihatkan kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Ribuan masyarakat memadati lokasi upacara sejak pagi hari, ikut menyaksikan langsung prosesi yang dihadiri oleh Gubernur Sultra, para kepala daerah, pejabat Forkopimda, tokoh adat, dan pelajar. Acara juga menjadi ajang silaturahmi antara para pemimpin daerah dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Kehadiran para kepala daerah dalam balutan busana adat dari masing-masing daerah menjadi simbol keberagaman yang harmonis di Bumi Anoa. Tidak terkecuali penampilan Bupati dan Wakil Bupati Bombana yang menegaskan pentingnya menjunjung tinggi identitas daerah di ruang-ruang publik yang strategis.

Busana adat Moronene yang dikenakan Burhanuddin dan Ahmad Yani juga menjadi cerminan bahwa pemerintah daerah Bombana memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian budaya lokal. Sebagai suku asli Bombana, Moronene memiliki kekayaan adat dan tradisi yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.

Melalui partisipasi dalam kegiatan budaya tingkat provinsi seperti HUT Sultra ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap dapat terus mendorong semangat masyarakat dalam mencintai dan melestarikan budaya sendiri, sekaligus menunjukkan pada dunia bahwa Sulawesi Tenggara memiliki keragaman budaya yang luar biasa.

Peringatan HUT ke-61 Sultra menjadi bukti bahwa budaya tetap menjadi ruh dari setiap pembangunan yang dilakukan. Dengan semangat kebersamaan, Sultra diharapkan terus tumbuh menjadi provinsi yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada kearifan lokal.