Silaturahmi dan Syukuran di Rumah Jabatan Ketua DPRD Bombana, Warga Diajak Bersatu Bangun Daerah

BOMBANA, sultranet.com – Ratusan warga memadati Rumah Jabatan Ketua DPRD Bombana di Desa Watukalangkari, Kecamatan Rarowatu, pada Kamis malam (16/2/2025) dalam acara silaturahmi dan syukuran bertema “Bangun Bombana dalam Keberagaman”. Kegiatan ini menjadi ajang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyongsong masa depan Bombana yang lebih maju dan sejahtera.

Acara ini juga menjadi momen penting bagi Ketua DPRD Bombana, Iskandar, yang secara resmi mulai menempati rumah jabatan setelah sebelumnya tinggal di kediaman pribadinya. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa rumah dinas ini merupakan fasilitas negara yang diperuntukkan menunjang kinerja Ketua DPRD dalam melayani masyarakat.

“Rumah ini adalah amanah dari rakyat. Selama saya menjabat, rumah ini akan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi tentang kemajuan daerah,” ujar Iskandar.

Ia juga mengajak seluruh warga Bombana untuk bersatu mengawal pemerintahan yang baru demi kemajuan dan kesejahteraan daerah. “Perbedaan pilihan politik sudah berlalu, saatnya kita bersatu, saling mendukung, dan memastikan bahwa pemerintahan berjalan dengan baik demi kepentingan bersama,” tambahnya.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, di antaranya unsur FORKOPIMDA, Kepala OPD, Wakil Ketua DPRD, anggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, serta ketua-ketua paguyuban dari berbagai latar belakang yang ada di Bombana. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk membangun Bombana yang lebih baik.

Bupati Terpilih Bombana, Ir. H. Burhanuddin, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyampaikan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersatu tanpa lagi memandang perbedaan politik.

“Tidak ada lagi nomor urut, yang ada sekarang adalah semangat kebersamaan untuk membangun Bombana yang lebih baik. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan semua pihak untuk bersatu padu. Mari kita satukan langkah, pikiran, dan tenaga untuk mewujudkan Bombana yang maju, unggul, dan berdaya saing,” kata Burhanuddin.

Sebagai pemimpin yang terpilih dalam Pilkada 27 November 2024 lalu, Burhanuddin juga menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan masyarakat. “Kemenangan ini bukan kemenangan saya pribadi, tetapi kemenangan kita semua. Saya tidak akan bekerja sendiri, tetapi bersama-sama dengan seluruh masyarakat Bombana,” tambahnya.

Silaturahmi dan syukuran ini tidak hanya diisi dengan sambutan dan diskusi tentang pembangunan daerah, tetapi juga dimeriahkan dengan berbagai hiburan yang memperkaya kebersamaan. Penampilan musik tradisional Gambus mengiringi jalannya acara, menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban di antara para tamu yang hadir.

Selain itu, acara juga diakhiri dengan tarian Lulo bersama, tarian khas Sulawesi Tenggara yang menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan. Semua yang hadir, mulai dari pejabat hingga masyarakat umum, turut serta dalam tarian ini, menandakan eratnya hubungan antara pemerintah dan rakyat.

Silaturahmi dan syukuran ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat di tengah masyarakat Bombana. Dengan dukungan dari berbagai pihak, acara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.

Dengan tema “Bangun Bombana dalam Keberagaman”, kegiatan ini menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dimanfaatkan untuk mewujudkan Bombana yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Ir. H. Burhanuddin dan Ahmad Yani serta dukungan dari DPRD Bombana, masyarakat berharap berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik dan membawa perubahan positif bagi kemajuan daerah. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang terlihat dalam acara ini menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan dan mewujudkan Bombana yang lebih sejahtera di masa depan.




Event Bombana Berlari Sukses Digelar, Tingkatkan Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Bombana, sultranet.com – Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, kembali mencatatkan sukses dengan penyelenggaraan event olahraga tahunan, Bombana Berlari 2025, yang berlangsung meriah pada Minggu (16/02/2025). Ajang lari ini tidak hanya menjadi sarana olahraga dan hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebanyak 729 peserta dari berbagai daerah mengikuti kompetisi ini dalam kategori umum. Atmosfer semangat dan antusiasme tampak jelas sepanjang jalannya acara, yang semakin meriah dengan kehadiran artis ibu kota serta penampilan seniman lokal. Bombana Berlari 2025 pun mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, DPRD, dan komunitas olahraga.

Penjabat Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, mengungkapkan kebanggaannya terhadap pelaksanaan kegiatan ini. “Acara ini membuktikan bahwa Bombana memiliki potensi besar sebagai pusat olahraga dan wisata. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan seperti ini agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.

Dukungan serupa datang dari Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP, yang menilai Bombana Berlari 2025 sebagai momentum penting dalam membangun sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor usaha. “Kegiatan ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga membangun kebersamaan, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Annisa Sri Prihatin, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap event ini. Menurutnya, Bombana Berlari tidak hanya menjadi ajang promosi olahraga, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menarik wisatawan. “Event ini sangat berdampak bagi sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaatnya melalui peningkatan omzet selama acara berlangsung,” jelasnya.

Selain partisipasi individu, sejumlah komunitas lari juga turut ambil bagian dalam Bombana Berlari 2025, di antaranya Antam Runners (32 peserta), Indorunners Kendari (32 peserta), Hiburun Bau-Bau (28 peserta), Rock Konawe Runners (26 peserta), dan Sini Sana Running Club (12 peserta). Mereka memuji jalur lari yang telah disiapkan, yang menawarkan pengalaman berlari dengan pemandangan alam yang memukau.

Salah satu peserta, Ahmad (31) dari Kendari, mengungkapkan kekagumannya terhadap event ini. “Rutenya sangat menantang dan menyenangkan. Saya berharap acara ini bisa terus diadakan setiap tahun dengan skala yang lebih besar,” katanya. Sementara itu, Nuraini, seorang pedagang kuliner khas Bombana, mengaku omzet dagangannya meningkat selama acara berlangsung. “Banyak peserta dan pengunjung yang membeli makanan kami. Event seperti ini benar-benar membantu UMKM lokal,” ungkapnya.

Kesuksesan Bombana Berlari 2025 menjadi pijakan bagi rencana besar selanjutnya, yakni Festival Olahraga 2025. Festival ini dirancang untuk melibatkan lebih banyak cabang olahraga serta mempererat hubungan antar daerah. Drs. Edy Suharmanto optimistis bahwa festival ini dapat menjadi ajang prestasi bagi atlet lokal. “Kami ingin menjadikan Bombana sebagai pusat kegiatan olahraga di Sulawesi Tenggara, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah ini,” ujarnya.

Ketua DPRD Iskandar menambahkan bahwa festival olahraga ini juga bertujuan untuk memperkuat identitas Bombana sebagai daerah yang mengedepankan pembangunan sumber daya manusia melalui olahraga. “Kami ingin olahraga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sekaligus alat untuk mempromosikan Bombana ke kancah yang lebih luas,” katanya.

Dengan berbagai keberhasilan yang telah diraih, tantangan berikutnya adalah memastikan agar momentum ini terus berlanjut. Dibutuhkan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengembangkan infrastruktur olahraga, mendukung UMKM, serta menjadikan Bombana sebagai destinasi wisata olahraga berkelas.

Melalui Bombana Berlari 2025 dan rencana ambisius Festival Olahraga 2025, Kabupaten Bombana menunjukkan bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar. Dengan visi dan komitmen yang jelas, Bombana siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah, satu langkah demi satu langkah.




Kejari Bombana Beri Penerangan Hukum bagi Pejabat BAPPEDA

Bombana, sultranet.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana menggelar kegiatan Penerangan Hukum bagi pejabat dan staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Bombana. Acara yang berlangsung di Aula Kantor BAPPEDA ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum bagi aparatur pemerintah guna mencegah potensi pelanggaran dalam pelaksanaan tugas. Kamis (16/1/2025)

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Kepala BAPPEDA Bombana, Husrifnah Rahim, ST., M.Si, yang menekankan pentingnya pemahaman hukum bagi aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Harapannya, melalui penerangan hukum ini, seluruh pejabat dan staf BAPPEDA dapat lebih memahami ketentuan yang berlaku dan terhindar dari potensi kesalahan yang bisa menimbulkan permasalahan hukum,” ujar Husrifnah.

Sebagai narasumber utama, Kepala Seksi Intelijen Kejari Bombana, Horas Erwin Siregar, S.H., memberikan materi mengenai berbagai isu hukum yang kerap dihadapi instansi pemerintah. Beberapa di antaranya mencakup penyalahgunaan wewenang, pengelolaan anggaran, serta pengadaan barang dan jasa.

Dalam pemaparannya, Horas menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengambilan kebijakan dan penggunaan anggaran negara. Ia juga menjelaskan prosedur hukum yang benar dalam pelaksanaan tugas pemerintahan agar tidak terjadi penyimpangan yang dapat berdampak hukum.

“Setiap kebijakan yang diambil harus berlandaskan aturan yang berlaku. Transparansi dan akuntabilitas adalah kunci untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab,” jelas Horas.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang cukup dinamis. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait implementasi hukum dalam pemerintahan. Kejaksaan menegaskan bahwa pemahaman hukum yang baik dapat membantu aparatur pemerintah dalam bekerja lebih profesional dan terhindar dari permasalahan hukum.

Selain meningkatkan pemahaman hukum, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara instansi pemerintah dan lembaga penegak hukum. Kejari Bombana berharap melalui penerangan hukum ini, tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bombana semakin baik, transparan, dan bebas dari pelanggaran hukum yang dapat merugikan negara maupun masyarakat.




Sekda Sultra Resmikan Program Go Green Kemenag dan Deklarasi Madrasah Aman

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengapresiasi peluncuran program “Go Green Kemenag Sultra Action” yang digagas Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sultra. Program ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, yang mewakili Pj. Gubernur Sultra. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan deklarasi Madrasah dan Pondok Pesantren Aman, Nyaman, dan Menyenangkan, yang bebas dari kekerasan, pelecehan seksual, dan perundungan. (16/2)

Dalam sambutannya, Asrun Lio menegaskan pentingnya menjaga lingkungan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung program ini. Go Green Kemenag Sultra Action adalah bentuk nyata kepedulian kita terhadap lingkungan serta dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang hijau, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan hijau, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis di kalangan generasi muda agar menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian alam. “Aksi ini harus menjadi awal dari gerakan yang lebih besar dalam mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan,” kata Asrun.

Terkait deklarasi Madrasah Aman, Asrun menyoroti maraknya kasus kekerasan, pelecehan seksual, dan perundungan di Indonesia yang menambah kekhawatiran bagi para orang tua. “Deklarasi ini adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk kekerasan. Madrasah dan pondok pesantren harus menjadi tempat yang aman bagi peserta didik untuk belajar, berkembang, dan menggapai cita-citanya,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menciptakan suasana pendidikan yang kondusif. “Dua program yang kita luncurkan hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan. Dengan kerja sama dan komitmen semua pihak, Sulawesi Tenggara dapat menjadi pelopor dalam pendidikan berbasis lingkungan dan nilai-nilai moral yang kuat,” tandasnya.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh jajaran Kanwil Kemenag Sultra, Ketua DPRD Sultra, Bupati Konawe Selatan, Ketua DPRD Konawe Selatan, rektor universitas se-Sultra, serta tokoh masyarakat, agama, wanita, dan pemuda.




Sekda Sultra Tepis Tudingan Rekayasa Hasil CAT TPHD dan Penyalahgunaan APBD

Kendari, sultranet.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, menanggapi tudingan terkait dugaan rekayasa hasil seleksi Computer Assisted Test (CAT) Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) serta penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD untuk kepentingan pribadi. Asrun Lio justru mengapresiasi keberanian mahasiswa yang menyuarakan isu tersebut sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Minggu (16/2/2025)

“Saya berterima kasih kepada pihak yang menyampaikan hal ini, khususnya mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa mereka berani menjalankan peran sebagai agen perubahan dan kontrol sosial,” ujar Asrun.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam proses seleksi TPHD, karena tugas panitia seleksi (Pansel) yang diketuai oleh pejabat dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) hanya sebatas verifikasi dokumen pelamar. Sementara tahapan seleksi dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Setelah seleksi selesai dan hasil diumumkan, barulah kami diundang karena TPHD menggunakan APBD. Jika ada rekayasa, seharusnya yang lolos adalah orang-orang dekat saya. Namun, seleksi ini transparan dan berdasarkan perangkingan,” jelasnya.

Terkait dugaan penggunaan APBD untuk kepentingan pribadi, Asrun menegaskan bahwa mekanisme penggunaan keuangan negara memiliki aturan ketat. Ia menolak anggapan bahwa dana BTT bisa digunakan untuk membiayai ibadah haji seseorang.

“BTT hanya digunakan untuk kondisi darurat atau kebutuhan mendesak yang belum dianggarkan sebelumnya. Tidak mungkin digunakan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Asrun juga menyatakan telah mempersilakan Inspektorat melakukan pemeriksaan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam seleksi TPHD dan penggunaan anggaran daerah.




Pj Bupati Bombana Resmikan Labkesda BSL-2 dan Luncurkan Integrasi Layanan Kesehatan

Bombana, sultranet.com – Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, meresmikan Gedung Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Bio Safety Level 2 (BSL-2) dan meluncurkan Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Sabtu (15/2/2025).

Kegiatan ini juga menandai dimulainya program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Acara tersebut dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bombana, Plh. Sekretaris Daerah, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kepala Puskesmas, serta tenaga kesehatan se-Kabupaten Bombana.

Gedung Labkesda BSL-2 dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023 sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan di Bombana. Laboratorium ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas diagnostik dan penanganan penyakit menular, sehingga pelayanan kesehatan di daerah ini lebih optimal.

“Dengan adanya laboratorium ini, tenaga kesehatan dapat memberikan layanan berbasis bukti, meningkatkan efisiensi pengobatan, dan mencegah penyebaran penyakit. Kami berharap Labkesda BSL-2 ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan dapat bersaing dengan laboratorium lainnya di Sulawesi Tenggara,” ujar Pj Bupati Bombana dalam sambutannya.

Selain meresmikan laboratorium, Pj Bupati Bombana juga meluncurkan program Integrasi Layanan Kesehatan Primer (ILP). Program ini menghubungkan layanan kesehatan di Puskesmas, Pustu, dan Posyandu untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan secara terpadu dan efisien. Integrasi ini juga mendukung program deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan rutin dan edukasi kesehatan.

“ILP ini akan mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang lebih terstruktur. Dengan sistem ini, data kesehatan masyarakat dapat lebih terpantau dan tindakan medis bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati juga mengumumkan dimulainya program pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bombana. Program ini merupakan implementasi kebijakan nasional yang telah diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025, yang memberikan hak bagi setiap warga Indonesia untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis pada hari ulang tahunnya.

Layanan kesehatan gratis ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, risiko penyakit jantung dan stroke, tes mata, hingga evaluasi kesehatan mental. Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka dan melakukan deteksi dini penyakit secara mandiri.

“Pemerintah Kabupaten Bombana sangat mendukung kebijakan ini. Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa terkendala biaya. Saya mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan program ini sebagai langkah awal menjaga kesehatan diri dan keluarga,” tambah Pj Bupati.

Acara ini menjadi tonggak baru dalam peningkatan layanan kesehatan di Kabupaten Bombana. Dengan hadirnya laboratorium modern, sistem layanan kesehatan yang terintegrasi, serta program pemeriksaan kesehatan gratis, diharapkan kualitas hidup masyarakat Bombana semakin meningkat dan kesejahteraan kesehatan dapat terwujud secara merata.




Posyandu ILP Diluncurkan di Bombana, Dorong Layanan Kesehatan Masyarakat

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan resmi meluncurkan Inovasi Layanan Posyandu (ILP) di Desa Lantowonua, Kecamatan Rumbia, pada Sabtu pagi, 15 Februari 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat desa, terutama bagi ibu dan anak.

Peluncuran Posyandu ILP dihadiri oleh Pj Bupati Bombana, yang memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer, serta perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk memajukan sektor kesehatan di Bombana.

“Posyandu ILP ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama dalam pemantauan kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita. Kami berharap para kader posyandu terus berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Pj Bupati.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap para kader posyandu, Pj Bupati secara simbolis menyerahkan piagam penghargaan dan memasangkan pin kepada mereka. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi mereka dalam menggerakkan pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Selain seremoni peluncuran, acara ini juga diisi dengan edukasi tentang pentingnya pemantauan kesehatan ibu dan anak, vaksinasi, serta gizi seimbang. Para peserta mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang upaya menjaga kesehatan keluarga secara optimal melalui layanan posyandu.

Program Posyandu ILP di Desa Lantowonua diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Bombana. Dengan adanya inovasi ini, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan posyandu dan memiliki kesadaran lebih tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen terus mendukung pengembangan layanan kesehatan berbasis komunitas. Dengan penguatan program posyandu, diharapkan angka kesehatan ibu dan anak semakin meningkat, serta derajat kesehatan masyarakat Bombana menjadi lebih baik.




Pj Gubernur Sultra: Delapan Isu Strategis Tuntas, Butuh Keberlanjutan

Kendari, sultranet.com – Menjelang akhir masa tugasnya pada 20 Februari 2025, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto, merefleksikan capaian strategis selama kepemimpinannya. Dalam pemaparannya di ruang kerja, Jumat (14/2/2025), ia menegaskan bahwa delapan isu utama yang menjadi prioritas sejak awal masa jabatan telah dituntaskan.

“Saat mulai bertugas pada 5 September 2023, saya memetakan delapan isu strategis yang perlu segera ditangani. Alhamdulillah, saat ini semuanya telah tuntas. Namun, program-program ini tetap membutuhkan keberlanjutan agar manfaatnya lebih maksimal,” ujar Andap.

Delapan isu tersebut meliputi pengendalian harga dan ketersediaan pangan, penurunan angka kemiskinan dan stunting, pemberdayaan UMKM berbasis digital, percepatan proyek strategis nasional, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hilirisasi nikel dan aspal ramah lingkungan, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, serta penyelenggaraan Pemilu yang aman dan damai.

Salah satu pencapaian signifikan adalah pengendalian inflasi. Pada September 2023, Sultra berada di posisi kedua inflasi tertinggi nasional. Namun, kebijakan strategis yang diterapkan berhasil menekan inflasi hingga -0,39% pada Januari 2025, menjadikan Sultra provinsi dengan inflasi terendah ketiga di Indonesia. “Bahkan, pada 2024, Sultra meraih TPID Award dari Presiden untuk kategori provinsi berkinerja terbaik dalam pengendalian inflasi di kawasan Sulawesi,” jelas Andap.

Dalam penanganan stunting, Sultra mencatat penurunan menjadi 10,2%, lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 14%. Tingkat kemiskinan pun turun menjadi 10,63%. “Angka ini masih di atas rata-rata nasional, tapi progresnya cukup baik. Kita harus terus bekerja keras,” tambahnya.

Pemberdayaan UMKM juga menjadi perhatian, dengan fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) berbasis digital yang diluncurkan pada 28 Oktober 2023. Di sektor infrastruktur, percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) diwujudkan dengan peresmian Bendungan Ameroro yang tak hanya menyediakan air bersih, tetapi juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Sektor pariwisata Sultra turut mendapat pengakuan nasional. “Sultra dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik di sektor pariwisata. Pulau Labengki bahkan meraih juara pertama dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 untuk kategori Desa Wisata Berkembang,” ungkap Andap.

Hilirisasi sumber daya alam, khususnya nikel dan aspal, juga menjadi prioritas. Salah satu pencapaian penting adalah masuknya Aspal Buton dalam katalog elektronik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) setelah lebih dari satu abad produksi.

Di bidang pendidikan dan kesehatan, Pemprov Sultra memberikan beasiswa kepada siswa kurang mampu dan berprestasi, serta meluncurkan seragam karya SMK/SLB se-Sultra. “Cakupan perlindungan kesehatan sudah 100%, dan kami telah membangun 963 unit rumah layak huni,” lanjutnya. Selain itu, kerja sama dengan berbagai pihak menghasilkan 22 kesepakatan layanan kesehatan, termasuk keberhasilan Rumah Sakit Jantung Oputa Yi Koo Sultra dalam melakukan bedah pintas arteri koroner pertama kali.

Dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada serentak, Sultra berhasil menjaga stabilitas keamanan. “Pilkada serentak adalah pengalaman pertama bagi kita. Alhamdulillah, pelaksanaannya berjalan aman dan damai tanpa konflik,” ujarnya.

Andap menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja sama semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. “Sultra telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kebersamaan, kita bisa mencapai banyak hal. Namun, tantangan ke depan masih ada, dan kita harus terus melangkah maju,” pungkasnya.

Turut hadir dalam refleksi akhir tugas ini Sekretaris Daerah Pemprov Sultra, para asisten Sekda, staf ahli gubernur, serta kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Sultra.




Pj. Gubernur Sultra Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok Jelang Ramadan

Kendari, sultranet.com – Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara, Komjen Pol (Purn) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sultra, turun langsung ke pasar tradisional dan gudang distributor di Kota Kendari, Kamis, 13 Februari 2025. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap stabil menjelang bulan Ramadan.

Dalam pemantauan tersebut, Pj. Gubernur didampingi Danrem 143 Halu Oleo Brigjen TNI R. Wahyu Sugiarto, Kepala Perwakilan BI Sultra, Kepala BPS Sultra, Kepala Bulog Sultra, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan instansi terkait. Sebelum turun ke lapangan, rombongan menggelar rapat koordinasi di Makorem 143/Halu Oleo guna membahas strategi pengendalian inflasi menjelang Ramadan.

Harga Bahan Pokok Masih Stabil

Saat mengunjungi Pasar Korem Kendari, Pj. Gubernur berdialog dengan para pedagang untuk mengetahui perkembangan harga dan pasokan bahan pokok. Hasil pemantauan menunjukkan stok pangan dalam kondisi aman dan harga relatif stabil. Beberapa harga komoditas yang tercatat di pasar antara lain:

  • Cabai rawit: Rp55 ribu/kg
  • Cabai merah: Rp40 ribu/kg
  • Telur ayam: Rp55 ribu/rak
  • Bawang merah: Rp40 ribu – Rp45 ribu/kg
  • Daging sapi: Rp140 ribu/kg

Sementara itu, harga beras mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 per kilogram, tetapi masih dalam batas wajar. Beras premium super kini dijual seharga Rp16 ribu/kg, beras super Rp14 ribu/kg, dan beras medium Rp13.500/kg.

Stok Beras di Bulog Cukup untuk Tiga Bulan

Usai dari pasar tradisional, Pj. Gubernur dan TPID Sultra melanjutkan pemantauan ke Gudang Bulog. Berdasarkan pengecekan lapangan, stok beras di Sultra mencapai 83.277,51 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga bulan ke depan. Bulog juga mencatat ketersediaan 297 ton gula dan 324.139 liter minyak goreng.

“Stok kita cukup aman. Masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan bahan pokok. Pemerintah akan terus memastikan ketersediaan dan harga tetap terkendali,” kata Pj. Gubernur Andap Budhi Revianto.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta daerah memaksimalkan penggunaan beras lokal sebanyak 17 ribu ton untuk menjaga stabilitas pangan.

Distribusi Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Pj. Gubernur dan TPID Sultra juga meninjau PT. Cinta Damai Insan Persada, salah satu distributor bahan pokok utama di Kendari, serta Indogrosir Kendari. Kunjungan ini bertujuan memastikan distribusi berjalan lancar dan stok tetap terjaga.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan. Pemerintah terus bekerja memastikan pasokan mencukupi hingga Ramadan dan Idulfitri,” ujar Pj. Gubernur.

Hingga saat ini, Sulawesi Tenggara mengalami deflasi, menandakan keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah tersebut.




Gedung OK RS Pratama Kabaena Resmi Beroperasi, Pj. Bupati Bombana: Wujud Komitmen Pelayanan Kesehatan

Bombana, sultranet.com – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, meresmikan Gedung Kamar Operasi (Gedung OK) Rumah Sakit Pratama Tipe D Kepulauan Kabaena, Kamis (13/2/2025). Peresmian ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Acara peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Plh. Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli, kepala OPD Kabupaten Bombana, camat se-Kepulauan Kabaena, Danramil, para kepala puskesmas, kepala desa, lurah, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Bombana menegaskan bahwa pembangunan Gedung OK ini merupakan program prioritas pada tahun 2024 yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan di Kepulauan Kabaena.

“Kehadiran Gedung Kamar Operasi ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat. Dengan fasilitas ini, pasien yang membutuhkan tindakan operasi tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di luar Kabaena,” ujar Edy Suharmanto.

Ia menambahkan bahwa rumah sakit ini akan dilengkapi dengan peralatan medis modern serta tenaga kesehatan yang kompeten agar dapat menangani berbagai kasus bedah yang sebelumnya hanya bisa ditangani di rumah sakit rujukan di daratan.

Pj. Bupati juga berpesan kepada OPD terkait agar pembangunan rumah sakit ini tidak berhenti di sini. Ia menekankan pentingnya pemenuhan fasilitas pendukung, alat kesehatan, serta tenaga medis yang memadai untuk menunjang operasional rumah sakit secara optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin, SE, menyampaikan apresiasinya atas realisasi pembangunan Gedung OK ini. Menurutnya, fasilitas tersebut akan sangat membantu tenaga medis dalam memberikan pelayanan yang lebih cepat dan optimal bagi masyarakat.

“Kami bersyukur Gedung OK ini akhirnya dapat dioperasikan. Ini akan sangat membantu dalam penanganan pasien di wilayah kepulauan. Dengan layanan yang semakin baik, kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan efisien,” ungkap Darwin.

Ia juga menegaskan bahwa Dinas Kesehatan Bombana berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas tenaga medis melalui berbagai pelatihan serta melengkapi rumah sakit dengan fasilitas penunjang lainnya. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas ini agar tetap terjaga kualitasnya dalam jangka panjang.

Setelah prosesi peresmian, Pj. Bupati Bombana beserta rombongan melakukan peninjauan langsung ke dalam Gedung OK. Dalam kesempatan itu, ia berdiskusi dengan tenaga medis mengenai kesiapan operasional dan pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat.

Peresmian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kabaena dan sekitarnya, sekaligus memperkuat sistem layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas di Kabupaten Bombana.