Pj Bupati Bombana Hadiri Rapat IV Majelis Sinode Gepsultra di Tondowatu

Bombana, sultranet.com – Pj Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., menghadiri Rapat IV Majelis Sinode Gereja Protestan Sulawesi Tenggara (Gepsultra) yang mengangkat tema “Aku Adalah Yang Awal dan Yang Akhir” di Gereja Tondowatu Kasipute, Kecamatan Rumbia, Rabu (8/1/2025).

Rapat IV Majelis Sinode Gepsultra menjadi momentum penting bagi perjalanan Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara. Acara ini dihadiri Ketua DPRD Bombana, unsur Forkopimda, pejabat eselon II, pimpinan gereja, tokoh agama serta perwakilan pemerintah daerah. Tahun ini, agenda pembahasan difokuskan pada subtema “Bersama Seluruh Warga Gepsultra Memperkokoh NKRI yang Demokratis, Adil dan Sejahtera Bagi Semua Ciptaan Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.”

Dalam sambutannya, Edy Suharmanto menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Bombana terhadap kontribusi gereja sebagai mitra strategis pembangunan sosial, ekonomi dan kerukunan umat beragama. “Gereja telah menunjukkan peran luar biasa dalam membangun masyarakat yang sejahtera, toleran, dan damai,” ujarnya di hadapan seluruh jemaat.

Ia menegaskan bahwa Rapat Majelis Sinode bukan sekadar forum pengambilan keputusan, tetapi juga ruang refleksi untuk menyelaraskan visi pelayanan gereja dengan kebutuhan warga jemaat di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, keharmonisan masyarakat Bombana yang multikultural adalah modal besar dalam pembangunan daerah.

“Pembangunan adalah tanggung jawab bersama. Kemajemukan agama, suku, dan budaya di Bombana justru menjadi kekuatan yang harus dijaga. Kondisi yang harmonis ini adalah anugerah besar bagi kita,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Bombana juga memberikan dukungan penuh terhadap program-program Gepsultra yang berorientasi pada penguatan spiritual dan sosial masyarakat. Edy berharap rangkaian kegiatan sinode dapat meningkatkan kesejahteraan umat serta memperkuat kolaborasi gereja dan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama Forkopimda dan pimpinan gereja, serta penyerahan bantuan pemerintah daerah berupa dana senilai Rp150 juta untuk pembangunan Gereja Jemaat Tondowatu Kasipute.

Rapat IV Majelis Sinode Gepsultra ditutup dengan komitmen bersama antara gereja dan pemerintah daerah dalam memperkuat peran pelayanan, kerukunan, dan pembangunan masyarakat di Bombana.




Kapolres Bombana Resmi Berganti, Pemkab Sampaikan Apresiasi dan Harapan Baru

Bombana, sultranet.com – Acara pisah sambut Kapolres Bombana digelar pada Rabu, 8 Januari 2025, di Aula Rumah Jabatan Bupati Bombana. Serah terima kepemimpinan tersebut berlangsung hangat dan penuh apresiasi, menandai berakhirnya masa tugas AKBP Roni Syahendra, SH., SIK., M.Si., dan dimulainya pengabdian Kapolres yang baru, AKBP Wahyu Hadi, SIK., MIK. Kegiatan ini turut dihadiri Penjabat Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, Kepala Badan Kesbangpol dr. Sunandar, MM.Kes, Sekretaris Badan Kesbangpol Drs. Budiman, MM, serta unsur Forkopimda Kabupaten Bombana. (Rabu, 8/1/2025)

Penjabat Bupati Bombana, Edy Suharmanto, dalam sambutannya memberikan penghargaan atas dedikasi dan kerja keras Kapolres Roni sepanjang bertugas di Bombana. “Kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi beliau dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Wonua Bombana. Kerja sama yang terbangun selama ini sangat berarti bagi pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia juga menyambut hangat kehadiran Kapolres baru, AKBP Wahyu Hadi. “Kami berharap Kapolres baru dapat melanjutkan sinergi yang telah terjalin dengan baik. Pemerintah Kabupaten Bombana membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya demi terciptanya keamanan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat,” tutur Edy.

Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, turut memberikan apresiasi. Ia menyoroti peran Polres Bombana dalam memastikan seluruh tahapan Pileg, Pilpres, dan Pilkada berlangsung aman dan damai. “Kami mengucapkan terima kasih atas pengamanan yang berjalan baik selama agenda demokrasi. Semoga kerja sama yang terbangun dapat terus terjaga dan bahkan ditingkatkan,” kata Sunandar.

Dalam kesempatan itu, Kapolres lama AKBP Roni Syahendra menyampaikan kesan mendalam atas kebersamaan yang terjalin selama masa tugasnya. “Saya bersyukur dapat bekerja dengan jajaran Forkopimda dalam menjaga stabilitas daerah. Pelaksanaan Pileg, Pilpres, dan Pilkada dapat berjalan kondusif berkat koordinasi yang kuat,” ungkap Roni.

Sementara itu, Kapolres baru AKBP Wahyu Hadi tak dapat menyembunyikan rasa harunya atas penyambutan yang ia terima. Kapolres Wahyu, yang merupakan junior sekaligus anak asuh AKBP Roni saat masa pendidikan kepolisian, mengaku sangat tersentuh dengan kekeluargaan yang ia rasakan pada momentum tersebut. “Pisah sambut ini berlangsung penuh hikmat dan sangat menghibur, terlebih dengan adanya penampilan dari Keluarga Besar Polres Bombana,” ucapnya.

Wahyu yang telah berkeluarga dan memiliki dua anak yang masih bersekolah di Jawa, menyampaikan komitmennya untuk bekerja keras menjaga keamanan Bombana. Ia berharap dukungan semua pihak tetap mengalir demi menciptakan wilayah yang aman, tertib, dan damai.

Serah terima kepemimpinan ini menjadi simbol kesinambungan pelayanan publik di bidang keamanan. Pemerintah daerah dan jajaran Forkopimda menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi bersama kepolisian dalam memastikan stabilitas di seluruh wilayah Bombana.




Pemeriksaan Kesehatan Calon Jamaah Haji Bombana Digelar di RSUD

Bombana, sultranet.com – Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bombana menjadi pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji tahun ini. Pemeriksaan ini merupakan syarat utama yang harus dipenuhi sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 7 Januari 2025 untuk zona Rumbia dan Kabaena serta 8 Januari 2025 untuk zona Poleang.

Sebanyak 134 calon jamaah haji mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang mencakup pemeriksaan fisik, kejiwaan, serta pemeriksaan medis lanjutan seperti tes paru, stroke, rekam jantung, dan rontgen dada. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan calon jamaah sebelum menunaikan ibadah haji, sehingga mereka dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar dan aman.

Direktur BLU RSUD Kabupaten Bombana, drg. Riswanto, M.KM, menekankan pentingnya pemeriksaan ini dalam memastikan kesiapan fisik dan mental calon jamaah haji. “Pemeriksaan kesehatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa para jamaah dalam kondisi sehat dan siap menjalani ibadah haji dengan lancar. Jika ditemukan kondisi medis tertentu, maka akan ada langkah tindak lanjut agar jamaah tetap dapat berangkat dengan aman,” ujarnya.

Lebih lanjut, drg. Riswanto menegaskan bahwa pemeriksaan ini tidak hanya sebagai formalitas, tetapi juga sebagai upaya pencegahan dan penanganan dini terhadap potensi gangguan kesehatan. “Harapan kami, dengan adanya pemeriksaan ini, para calon jamaah dapat memastikan kesehatan mereka dalam kondisi prima. Selain itu, kami juga ingin memastikan bahwa ibadah haji mereka nanti dapat terlaksana dengan lancar dan penuh berkah,” tutupnya.

Pemeriksaan kesehatan ini mendapat sambutan positif dari para calon jamaah haji, yang merasa terbantu dengan adanya layanan medis yang komprehensif sebelum keberangkatan. Dengan adanya pemeriksaan yang ketat, diharapkan calon jamaah haji dari Kabupaten Bombana dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan selamat.




RSUD Bombana Gelar Pemeriksaan Kesehatan bagi 134 Calon Jamaah Haji 2025

Bombana, sultranet.com – Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bombana menjadi pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji tahun 2025. Pemeriksaan ini merupakan syarat wajib sebelum keberangkatan ke Tanah Suci dan berlangsung selama dua hari, mencakup zona Rumbia, Kabaena, dan Poleang, pada 7–8 Januari 2025.

Sebanyak 134 calon jamaah haji mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan yang digelar RSUD Bombana. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi prima sebelum melaksanakan ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik dan mental.

Selama proses pemeriksaan, para jamaah menjalani serangkaian tes medis, mulai dari pemeriksaan fisik, kesehatan kejiwaan, hingga pemeriksaan lanjutan seperti tes paru, deteksi risiko stroke, rekam jantung, dan rontgen dada. Langkah ini menjadi bagian dari standar penilaian kesehatan haji untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang berpotensi mengganggu pelaksanaan ibadah.

Direktur BLU RSUD Bombana, drg. Riswanto, M.KM, menegaskan pentingnya tahapan ini dalam menjamin keselamatan jamaah. “Pemeriksaan kesehatan ini sangat penting untuk memastikan bahwa para jamaah haji dalam kondisi sehat dan siap menjalani ibadah haji dengan lancar dan aman. Melalui pemeriksaan ini, diharapkan dapat mengidentifikasi kondisi medis yang perlu mendapatkan perhatian khusus sebelum keberangkatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesiapan kesehatan adalah faktor utama yang menentukan kelancaran perjalanan jamaah selama menunaikan ibadah. “Harapan kami dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, para calon jamaah haji dapat memastikan kesehatan mereka dalam kondisi prima. Selain itu, diharapkan juga agar ibadah haji yang mereka jalani dapat terlaksana dengan lancar, aman dan penuh berkah,” tutup drg. Riswanto.

Pemeriksaan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jamaah haji, sejalan dengan standar nasional penyelenggaraan kesehatan haji yang menekankan deteksi dini dan penanganan risiko kesehatan.

Dengan selesainya rangkaian pemeriksaan ini, RSUD Bombana berharap seluruh jamaah dapat mempersiapkan diri secara optimal sebelum mengikuti tahapan selanjutnya dalam proses pemberangkatan haji 2025.




Bombana Targetkan PAD Rp64 Miliar di 2025, Teknologi Jadi Senjata Utama

Bombana, sultranet.com | Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp64 miliar pada tahun 2025. Target tersebut tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2025 yang telah disusun. Kepala Badan Keuangan Daerah Bombana, Doddi A. Muchlisi, menyampaikan bahwa target tersebut disusun berdasarkan potensi nyata dari berbagai sektor penerimaan daerah. Senin, 6 Januari 2025.

“Target Rp64 miliar bukan angka asal-asalan. Kami sudah menghitung berdasarkan potensi riil dari berbagai sektor, mulai dari pajak, retribusi, hingga pengelolaan kekayaan daerah,” kata Doddi.

Secara rinci, proyeksi PAD Bombana 2025 mencakup pajak daerah sebesar Rp13,3 miliar, retribusi daerah Rp8,8 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp13 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp26,8 miliar.

Pemerintah daerah memanfaatkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah sebagai acuan utama dalam ekstensifikasi sumber pendapatan. Selain memperkuat regulasi, pendekatan teknologi juga menjadi salah satu strategi utama untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerimaan.

“Kami terus berinovasi agar sistem pemungutan lebih transparan dan akuntabel, sekaligus meminimalkan potensi kebocoran,” ujar Doddi.

Sejumlah layanan digital telah diterapkan dalam dua tahun terakhir. Mulai dari penggunaan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS, virtual account dan ATM, hingga pemanfaatan platform e-commerce untuk memfasilitasi pembayaran online. Meski begitu, Doddi mengakui masih ada tantangan di lapangan, terutama dalam menyosialisasikan sistem kepada masyarakat dan meningkatkan kerja sama dengan pihak perbankan.

“Tantangan terbesar ada pada sosialisasi dan kesiapan teknis di lapangan. Tapi kami terus membenahi. Tahun ini kami juga sedang menyiapkan portal parkir elektronik untuk retribusi parkir, sebagai salah satu upaya peningkatan pendapatan sektor jasa,” ucapnya.

Menurut Doddi, kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah sangat dibutuhkan agar semua lini bisa bergerak selaras. Dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan strategi fiskal tersebut.

“Kami optimis bisa mencapai bahkan melampaui target ini. Tapi tentu tidak bisa hanya dari pemerintah saja. Keterlibatan masyarakat juga sangat penting. Mereka adalah mitra kami dalam membangun Bombana yang mandiri secara fiskal,” tegasnya.

Dengan target ambisius ini, Pemerintah Kabupaten Bombana ingin memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pengelolaan keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Tak sekadar mengejar angka, strategi ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memperluas ruang fiskal bagi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih baik.

Langkah ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki sistem keuangan daerah yang tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat. Dengan tata kelola yang lebih transparan dan berbasis digital, Bombana menegaskan komitmennya untuk menjadi daerah yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.




Pj. Bupati Bombana Pimpin Upacara Hari Amal Bakti Kemenag ke-79

Bombana, sultranet.com – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, memimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 Kementerian Agama Republik Indonesia yang berlangsung di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, Jumat (3/1/2025). Upacara ini dihadiri oleh pejabat daerah, aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Bombana, serta sejumlah tokoh agama.

Dalam amanatnya, Pj. Bupati Bombana membacakan sambutan Menteri Agama RI yang menegaskan bahwa peringatan HAB ke-79 mengusung tema “Umat Rukun Menuju Indonesia Emas.” Tema ini menjadi bagian dari misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang menekankan bahwa keberhasilan menuju Indonesia Emas hanya bisa terwujud jika umat hidup rukun dan harmonis.

“Kementerian Agama harus menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan kehidupan yang harmonis, tidak hanya dalam hubungan antarumat beragama, tetapi juga dalam relasi dengan lingkungan, alam, dan budaya. Ini sejalan dengan visi besar pemerintahan saat ini,” ujar Edy Suharmanto.

Ia juga menyoroti tantangan global yang dihadapi dunia akibat konflik berkepanjangan, yang membuat banyak negara merindukan kedamaian dan kerukunan. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kiblat kerukunan dunia dengan terus memperkuat toleransi dan keharmonisan dalam kehidupan beragama.

Lebih lanjut, Pj. Bupati Bombana menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan di semua jenjang pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas dan terjangkau adalah fondasi utama dalam mencetak generasi yang unggul dan berakhlak.

“Pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan adalah cita-cita yang terus diupayakan Kementerian Agama dari waktu ke waktu. Semua warga negara, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak, baik laki-laki maupun perempuan, kaya maupun kurang mampu,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Edy Suharmanto juga menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam reformasi birokrasi dan penguatan meritokrasi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional. Ia mengingatkan seluruh jajaran Kementerian Agama di Bombana agar menjadi teladan dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Kita harus memastikan bahwa integritas tetap menjadi nilai utama dalam setiap pelayanan kepada masyarakat. Reformasi birokrasi yang kita jalankan bukan sekadar formalitas, tetapi harus berdampak nyata bagi peningkatan kepercayaan publik,” tegasnya.

Peringatan Hari Amal Bakti ke-79 ini juga menjadi momen refleksi untuk semakin memperkuat kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Bombana. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan semakin kokoh, menjadikan Bombana sebagai daerah yang harmonis dalam keberagaman.




APBD Bombana 2025 Tembus Rp1,167 Triliun, Pendapatan dan Belanja Seimbang

Bombana, sultranet.com | Pemerintah Kabupaten Bombana menetapkan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 sebesar Rp1,167 triliun. Angka tersebut naik signifikan dibandingkan KUA-PPAS sebelumnya yang hanya Rp1,088 triliun. Kenaikan ini disebabkan tambahan alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa dari pemerintah pusat. Kamis, 2 Januari 2025.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bombana, Doddy A Muchlisi, menyampaikan bahwa peningkatan ini adalah peluang untuk mempercepat pembangunan sekaligus tantangan dalam mengelola anggaran dengan lebih efektif. “APBD 2025 Bombana terdiri dari rencana pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Kenaikan pendapatan ini bersumber dari bertambahnya alokasi dana transfer dari pemerintah pusat, termasuk dana desa, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” ujar Doddy.

Ia menjelaskan, dari total pendapatan Rp1,167 triliun, sebesar Rp64 miliar ditargetkan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara Rp1,093 triliun berasal dari Dana Transfer ke Daerah. PAD mencakup empat komponen utama: pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp26,8 miliar, pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp13 miliar, pajak daerah Rp13,3 miliar, dan retribusi daerah sebesar Rp8,8 miliar.

Sedangkan Dana Transfer ke Daerah terdiri atas pendapatan transfer pusat yang tidak ditentukan penggunaannya seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp615 miliar. Dana transfer yang penggunaannya telah ditentukan, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan non-fisik, DAU tambahan, dan Dana Desa mencapai Rp360 miliar. Kabupaten Bombana juga mendapat transfer dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar Rp39 miliar.

Tak hanya itu, pendapatan sah lainnya seperti dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) juga menyumbang sekitar Rp10 miliar dalam total pendapatan daerah.

Menyesuaikan dengan besarnya pendapatan, Pemkab Bombana menyusun belanja daerah 2025 dengan nilai yang sama, yaitu Rp1,167 triliun. Hal ini bertujuan menjaga keseimbangan fiskal antara penerimaan dan pengeluaran. “Belanja kami rancang setara dengan pendapatan agar tidak menimbulkan defisit. Ini bentuk kehati-hatian fiskal,” jelas Doddy.

Belanja daerah itu terdiri dari empat komponen utama. Pertama, belanja operasional sebesar Rp748 miliar yang meliputi belanja pegawai, pengadaan barang dan jasa, belanja hibah, dan bantuan sosial. Kedua, belanja modal dialokasikan Rp243 miliar yang ditujukan untuk pembangunan infrastruktur dan pengadaan aset daerah.

Selanjutnya, Pemkab menetapkan belanja tak terduga sebesar Rp8 miliar untuk kebutuhan mendesak yang tak bisa diprediksi. Terakhir, belanja transfer senilai Rp169 miliar ditujukan sebagai bantuan keuangan untuk desa, termasuk dana desa dan alokasi dana desa.

Doddy menekankan bahwa anggaran ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari rencana kerja pemerintah daerah dalam menyentuh kebutuhan publik. “Kita dorong agar setiap rupiah dari APBD 2025 bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Fokus kita pada pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” katanya.

Ia juga menyebut peran aktif masyarakat sangat diperlukan agar pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran berjalan baik. Transparansi dan akuntabilitas tetap menjadi prinsip utama dalam pengelolaan APBD tahun ini.

Dengan penambahan dana dari pusat dan optimalisasi PAD, APBD Bombana 2025 diharapkan menjadi instrumen kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata, terutama di wilayah perdesaan yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bombana optimistis, dengan perencanaan matang dan dukungan berbagai pihak, target-target pembangunan tahun 2025 bisa dicapai secara maksimal.




Pemkab Bombana Gelar Apel Akbar, Pj. Bupati Edy Suharmanto Tekankan Adaptasi dan Inovasi

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana mengawali tahun 2025 dengan melaksanakan Apel Akbar yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan daerah. Apel berlangsung di halaman Kantor Bupati Bombana pada Kamis (2/1/2025) dan dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si.

Dalam amanatnya, Edy Suharmanto menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi terhadap perubahan, terutama dalam menghadapi era digitalisasi yang semakin berkembang. Ia mengajak seluruh ASN untuk bekerja lebih baik dibanding tahun sebelumnya dan melakukan terobosan dalam sistem pemerintahan.

“Kita dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang semakin cepat. Karena pada prinsipnya, orang yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal dan terlindas oleh perubahan zaman,” ujar Edy Suharmanto.

Ia juga mengingatkan agar ASN di Bombana terus menjaga integritas dan disiplin dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kedisiplinan merupakan kunci dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Jika di tahun 2024 masih ada kekurangan dalam kinerja kita, mari di tahun ini kita buat perubahan nyata,” tegasnya.

Selain itu, Edy Suharmanto menyinggung soal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang menjadi perhatian ASN. Ia memastikan bahwa pembayaran TPP akan segera ditindaklanjuti sesuai regulasi yang berlaku dan akan diberikan berdasarkan evaluasi kinerja masing-masing pegawai.

“Kami akan segera membayarkan TPP sesuai ketentuan. Namun, pembayaran ini tetap mempertimbangkan kinerja pegawai agar lebih adil dan sesuai harapan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Bupati juga menyampaikan selamat kepada tenaga honorer yang telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tahun ini, sebanyak 902 tenaga honorer di Bombana resmi diangkat sebagai PPPK.

Apel Akbar ini dihadiri oleh seluruh pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemkab Bombana, serta ASN dan non-ASN dari berbagai instansi pemerintah daerah. Acara ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan motivasi dalam menjalankan tugas pemerintahan di tahun 2025.

Setelah apel, seluruh peserta melaksanakan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan semangat baru dalam mewujudkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Kabupaten Bombana.




Apel Akbar Awali Kinerja Pemkab Bombana di Tahun 2025

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar apel akbar sebagai penanda dimulainya aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di awal tahun, Kamis, 2 Januari 2025, di Lapangan Kantor Bupati Bombana.

Penjabat Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, memimpin langsung apel yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kabupaten Bombana, termasuk ASN Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang dipimpin dr. Sunandar, MM.Kes. Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kembali semangat kerja, mempererat sinergi antarlembaga, serta meneguhkan komitmen pelayanan kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Edy Suharmanto menegaskan pentingnya memulai tahun 2025 dengan energi baru dan fokus kerja yang lebih efektif. “Selamat tahun baru 2025. Mari kita bersama-sama menjaga semangat untuk bekerja lebih baik lagi, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta melaksanakan program-program unggulan yang telah direncanakan demi kemajuan Bombana yang lebih baik,” ujarnya di hadapan peserta apel.

Ia menekankan bahwa disiplin, integritas, dan profesionalisme harus menjadi landasan bagi setiap ASN dalam menjalankan tugas. Menurutnya, tantangan pembangunan daerah membutuhkan aparatur yang cekatan, responsif, dan mampu beradaptasi. Komitmen tersebut, katanya, menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan mendorong percepatan program strategis yang telah disusun pemerintah daerah.

Selain menyampaikan arahan internal, Penjabat Bupati juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam mendukung agenda pembangunan. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat akan mempercepat tercapainya Bombana yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. “Peran masyarakat sangat penting. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kita membangun Bombana dengan bersama-sama,” tambahnya.

ASN Kesbangpol Bombana yang hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat. Kebersamaan ini disebut menjadi momentum awal untuk memperbaiki kualitas kerja dan meningkatkan koordinasi lintas perangkat daerah sepanjang tahun 2025.

Apel akbar kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh langkah pemerintahan di tahun baru dapat membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat Bombana. Pemerintah berharap kegiatan ini menjadi penguat komitmen bersama dalam menjalankan amanah pelayanan publik sepanjang tahun berjalan.




KPU Bombana: Pengumuman Pemenang Pilkada Bombana Tunggu BPRK dari MK

Bombana, sultranet.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bombana memastikan akan menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih Pilkada Bombana 2024 setelah menerima Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BPRK) dari Mahkamah Konstitusi (MK). Penegasan ini disampaikan Ketua KPU Bombana, Hasdin Nompo, dalam keterangan resminya kepada media, Sabtu (21/12/2024).

Menurut Hasdin, tahapan ini merupakan bagian dari mekanisme hukum yang harus dipatuhi KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu. “Pasca KPU menerima BPRK dari MK, barulah KPU daerah yang hasil Pilkadanya tidak terdapat sengketa dapat menetapkan pasangan calon terpilih,” ujar Hasdin.

Berdasarkan Peraturan MK Nomor 14 Tahun 2024, BPRK dijadwalkan akan disampaikan kepada KPU pada 3 Januari 2025. Setelah itu, KPU memiliki waktu maksimal tiga hari untuk menetapkan pasangan calon terpilih bagi daerah yang tidak terdapat sengketa perselisihan hasil Pilkada di MK. “Untuk daerah yang tidak terdapat sengketa, penetapan dilakukan segera setelah kami menerima BPRK. Ini sesuai dengan ketentuan Pasal 57 Peraturan KPU Nomor 18 Tahun 2024 tentang Rekapitulasi Perolehan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan,” jelas Hasdin.

KPU RI sebelumnya telah menyampaikan bahwa sejumlah daerah di Indonesia tidak terdapat pengajuan sengketa hasil Pilkada di MK. Daerah-daerah tersebut di antaranya adalah Pilgub Banten, Pilgub Bali, serta sejumlah Pilbup dan Pilwalkot lainnya. Untuk daerah-daerah ini, penetapan pasangan calon dapat dilakukan sesegera mungkin setelah BPRK diterima.

Namun, di Bombana, Hasdin menegaskan bahwa Pilkada Bombana 2024 tidak memiliki gugatan di MK. Hal ini membuka jalan bagi KPU Bombana untuk segera menetapkan pasangan calon terpilih sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Dalam Pilkada Bombana 2024, terdapat tiga pasangan calon yang bersaing memperebutkan kursi Bupati dan Wakil Bupati. Pasangan calon nomor urut 1 adalah Ir. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, yang didukung oleh koalisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pasangan nomor urut 2, Hj. Andi Nirwana S., SP., MM. dan Heryanto, SKM, diusung oleh Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golongan Karya (Golkar), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sedangkan pasangan nomor urut 3, Hasrat Haji Nabi, SH. dan Ir. H. M. Rifai Gunawas, M.Si, diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Hasil rekapitulasi perolehan suara sah dari setiap kecamatan, berdasarkan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum (KPU), menunjukkan pasangan nomor urut satu, Burhanuddin dan Ahmad Yani, unggul dengan perolehan suara sebanyak 51.053 suara.

Pasangan ini mengalahkan dua pasangan calon lainnya. Pasangan Andi Nirwana dan Heryanto berada di posisi kedua dengan 37.711 suara, terpaut selisih 13.342 suara. Sementara itu, pasangan Hasrat Haji Nabi dan Rifai Gunawas menempati posisi ketiga dengan 5.900 suara.