Pj. Gubernur Sultra Ajak Wujudkan Indonesia Emas dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2024

Kendari, sultranet.com – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2024 di Sulawesi Tenggara berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sultra, Selasa (1/10/2024). Upacara dipimpin langsung oleh Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara, Komjen Pol. (P) Dr. (H.C) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., dengan mengusung tema “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas”.

Hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, serta pejabat eselon III dan IV di lingkup Pemprov Sultra. Selain itu, turut hadir anggota TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, ASN, serta siswa-siswi dari berbagai sekolah di Kendari.

Upacara dimulai dengan penghormatan kebesaran kepada inspektur upacara, yang diikuti dengan mengheningkan cipta untuk mengenang jasa pahlawan Kusuma Bangsa yang telah gugur demi kemerdekaan dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momentumnya semakin khidmat dengan pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Abdurrahman Shaleh.

Dalam ikrar tersebut, H. Abdurrahman Shaleh mengingatkan bahwa sejak Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia telah menghadapi berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. “Ancaman tersebut dimungkinkan oleh kelengahan bangsa Indonesia terhadap usaha-usaha yang bertujuan menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara,” ujarnya. Ia juga menegaskan komitmen bangsa Indonesia untuk mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai kekuatan untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan NKRI.

Setelah upacara, Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara menyampaikan pentingnya momen ini sebagai pengingat perjuangan para pahlawan. “Hari Kesaktian Pancasila adalah waktu yang tepat untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan kita dan mendoakan mereka agar diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Pj. Gubernur.

Lebih lanjut, Pj. Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk meneguhkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai luhur Pancasila. “Mari dengan semangat Pancasila, kita wujudkan Indonesia Emas pada 2045,” tambahnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momen refleksi bagi seluruh bangsa Indonesia untuk memperkuat komitmen terhadap Pancasila sebagai ideologi negara. Dalam sejarahnya, Pancasila pernah dihadapkan pada rongrongan dari berbagai pihak, termasuk upaya yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) pada masa lalu. Namun, dengan semangat Pancasila, bangsa Indonesia berhasil menjaga keutuhan negara dan terus melangkah maju menghadapi tantangan global.




Pj. Bupati Bombana Hadiri Pelantikan Anggota DPRD Periode 2024-2029, Ajak Kolaborasi untuk Pembangunan Daerah

Bombana, 1 Oktober 2024 – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bombana yang berlangsung di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Selasa (1/10/2024). Rapat paripurna ini diselenggarakan untuk meresmikan, mengangkat, dan mengucapkan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten Bombana yang baru untuk periode 2024-2029.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua DPRD Kabupaten Bombana Periode 2019-2024, Arsyad, S.Pd., SH., MH, yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya proses pemilihan legislatif serta pelaksanaan kegiatan tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 25 anggota DPRD yang baru oleh Sekretaris DPRD, Kalvarios Syamruth, SH., MH., CGCAE.

Dalam kesempatan itu, Pj. Bupati Edy Suharmanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota DPRD yang telah dilantik. Ia mengucapkan selamat dan berharap para legislator yang baru dilantik dapat menjalankan tugas dan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya. Pj. Bupati juga berharap para anggota DPRD yang baru dapat berkolaborasi dengan pihak eksekutif untuk kemajuan Kabupaten Bombana.

“Selamat kepada para anggota DPRD yang baru dilantik. Saya berharap Anda semua dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan komitmen yang tinggi. Sebagai lembaga legislatif, peran DPRD sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam hal pengawasan anggaran dan kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat. Kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif sangat diperlukan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Edy Suharmanto.

Acara pelantikan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan, termasuk pejabat daerah, tokoh agama, serta perwakilan dari organisasi kepemudaan dan masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut menjadi tanda dukungan dan harapan besar terhadap kinerja anggota DPRD yang baru.

Setelah pengangkatan dan pembacaan SK, acara dilanjutkan dengan pengucapan sumpah/janji anggota DPRD yang baru. Mereka mengucapkan janji untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan kepentingan rakyat, serta menjaga integritas dan etika dalam setiap langkah kerja mereka. Pengucapan sumpah ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bombana.

Diharapkan dengan pelantikan anggota DPRD periode 2024-2029, Kabupaten Bombana akan mengalami peningkatan yang signifikan dalam hal pelayanan publik, pengawasan anggaran, serta partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. Pj. Bupati berharap semangat baru yang dibawa oleh para anggota DPRD yang baru ini dapat menjadi momentum penting untuk membawa Kabupaten Bombana menuju arah yang lebih baik dan lebih berkelanjutan.

“Dengan dilantiknya anggota DPRD yang baru, saya yakin akan ada peningkatan kualitas pelayanan publik dan efektivitas dalam pengambilan keputusan. Semangat baru ini akan memperkuat kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat demi tercapainya tujuan bersama, yaitu kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bombana,” kata Pj. Bupati.

Pj. Bupati juga mengingatkan kepada seluruh anggota DPRD yang baru dilantik untuk selalu mendengarkan aspirasi masyarakat. Ia menekankan pentingnya kehadiran DPRD dalam memperjuangkan hak-hak rakyat serta mengawasi pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah, agar setiap keputusan yang diambil benar-benar berdampak positif bagi masyarakat.

Dengan adanya anggota DPRD yang baru, diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan kebijakan yang pro-rakyat dan mengoptimalkan berbagai potensi daerah demi kemajuan Bombana. Pelantikan ini menjadi titik awal bagi langkah besar dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebagai penutup, Pj. Bupati berharap agar anggota DPRD yang baru dapat menjaga hubungan yang harmonis dengan semua pihak, baik dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga lainnya, demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan. “Mari bersama-sama membangun Kabupaten Bombana yang lebih baik, berdaya saing, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya,” tutup Edy Suharmanto.

Dengan pelantikan anggota DPRD yang baru ini, masyarakat Kabupaten Bombana berharap akan semakin terwujudnya pembangunan yang merata, pelayanan publik yang lebih baik, dan pemerintahan yang semakin responsif terhadap kebutuhan rakyat.




Pj. Bupati Bombana Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Pancasila

Bombana, 1 Oktober 2024 – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Bombana, Selasa (1/10/2024). Upacara tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini menjadi momen penting untuk kembali mengingatkan seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup bermasyarakat. Dalam sambutannya, Edy Suharmanto mengungkapkan betapa pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sebagai dasar negara, Pancasila bukan hanya sekedar simbol, tetapi sebuah pedoman yang harus kita amalkan dalam setiap aspek kehidupan. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila adalah sumber kekuatan bangsa Indonesia, yang harus terus kita jaga dan terapkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Edy Suharmanto dengan tegas.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, seluruh peserta upacara mengheningkan cipta dan melakukan penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Pembacaan teks Pancasila pun dilaksanakan dengan penuh khidmat, diikuti oleh pengibaran bendera merah putih yang menjadi simbol kebesaran negara Indonesia.

Edy Suharmanto juga menyampaikan harapannya agar peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi seremonial belaka, tetapi dapat menjadi refleksi bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mendalami makna dan tujuan dari Pancasila. Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kelangsungan nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks.

“Melalui peringatan ini, saya berharap generasi muda semakin memahami dan menghayati makna dari Pancasila. Jangan hanya mengenalnya sebagai teori, tetapi terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat,” tambahnya.

Di akhir amanatnya, Pj. Bupati mengingatkan bahwa Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya sebagai peringatan tahunan semata, tetapi sebagai momentum untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah terimplementasi dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, mengamalkan Pancasila berarti turut serta dalam membangun Indonesia yang lebih baik, adil, dan makmur.

“Sebagai warga negara, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan menumbuhkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah hidup kita. Hari Kesaktian Pancasila adalah waktu yang tepat untuk memulai itu semua,” tegasnya.

Upacara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa Indonesia. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini menjadi momen penting untuk menegaskan kembali komitmen bersama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara, serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan tema yang mengangkat semangat kebersamaan dan persatuan, peringatan ini diharapkan dapat memberi energi positif bagi seluruh elemen masyarakat, terutama dalam menjaga semangat kebangsaan yang selama ini telah menyatukan bangsa Indonesia.

Pj. Bupati Bombana, Edy Suharmanto, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengimplementasikan nilai Pancasila, memperkokoh persatuan, dan membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia.




Pj. Gubernur Sultra Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW

Kendari, sultranet.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H yang digelar di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen masyarakat dalam mengamalkan ajaran Islam. Pj. Gubernur Sultra, Komjen Pol (P) Dr. (H.C) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi harus lebih dari sekadar seremoni, namun menjadi momentum refleksi untuk mengimplementasikan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. (30/9)

Acara yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Penguatan Implementasi Pengamalan Ajaran Islam yang Rahmatan Lil’alamin” ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sultra, para pejabat eselon II lingkup Pemprov Sultra beserta istri, penceramah, serta pejabat administrator, pengawas, dan ASN di lingkungan Pemprov Sultra. Suasana semakin khusyuk dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan kasidah yang dibawakan oleh Dharma Wanita.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur menekankan pentingnya tidak hanya mendengarkan ajaran agama, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. “Peringatan seperti Maulid Nabi dan Isra Mi’raj memiliki makna yang dalam. Kita harus memahaminya dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Pj. Gubernur mengajak seluruh peserta untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW, bukan hanya sebagai bentuk penghormatan semata, tetapi sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. “Jika hanya mendengar, kita mungkin mengingat sebagian, tetapi jika kita melihat dan mempraktikkan, maka pemahaman kita akan lebih mendalam,” tambahnya.

Selain itu, Pj. Gubernur juga memberikan perhatian khusus pada hiasan bunga male yang digunakan dalam acara tersebut. Bunga male, yang dihadirkan dalam dekorasi, mengandung filosofi perjuangan hidup dan kebajikan, dengan telur yang dihias sebagai simbol kesucian dan ketabahan Nabi Muhammad SAW. Filosofi ini mengingatkan pada perjalanan hidup Rasulullah yang penuh cobaan sejak kecil, namun tetap mampu menjadi teladan bagi umat manusia.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya panitia, Kepala Biro Kesra, Ketua Dharma Wanita Provinsi Sultra, serta seluruh jajaran yang telah bekerja keras menyukseskan acara ini,” ujar Pj. Gubernur, menutup sambutannya.

Pj. Gubernur berharap agar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H ini dapat memperkuat rasa kebersamaan di antara masyarakat Sultra dan mendorong mereka untuk terus meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. “Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H. Semoga kita semua dapat meneladani kebaikan Rasulullah dan menjadi insan yang bermanfaat bagi sesama,” tutupnya.




Pemprov Sultra Gelar Rakor Penatausahaan IUP Mineral Bukan Logam dan Batuan

KENDARI, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penatausahaan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral Bukan Logam dan Batuan, yang digelar pada Senin (30/9/2024) di Kendari. Rapat ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dalam pengelolaan sumber daya alam, khususnya terkait pertambangan mineral bukan logam dan batuan, demi mendukung penanaman modal dalam negeri di Sultra.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio., M.Hum., Ph.D, yang mewakili Pj. Gubernur Sultra, Komjen Pol. (P) Dr. (H.C) Andap Budhi Revianto, membuka secara resmi rapat ini. Dalam sambutannya, Sekda Sultra menjelaskan pentingnya sektor pertambangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baik di tingkat provinsi maupun nasional. Ia juga menyampaikan bahwa Sultra, dengan kekayaan alam yang melimpah, memiliki potensi besar dalam pengelolaan sumber daya mineral dan energi.

“Sebagai provinsi yang terletak di kawasan pertemuan lempeng tektonik, Sultra memiliki potensi besar dalam sektor energi dan mineral. Salah satu komoditas unggulan Sultra adalah nikel, yang menjadikan provinsi ini sebagai penghasil nikel terbesar di Indonesia,” ujar Sekda.

Menurut data Badan Geologi, Sultra memiliki sumber daya nikel terukur sebanyak 1.293.123.244 ton dan cadangan terbukti sekitar 444.201.390 ton, menjadikannya pemimpin di Indonesia dalam hal cadangan nikel. Selain nikel, Sultra juga kaya akan aspal, dengan potensi cadangan lebih dari 600 juta ton yang terkandung di Pulau Buton.

Namun, dalam rangka pengelolaan sumber daya alam ini, Sekda menegaskan bahwa dengan diterbitkannya UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan UU Nomor 4 Tahun 2009, kewenangan dalam pengelolaan pertambangan telah sepenuhnya beralih ke pemerintah pusat. Meskipun demikian, pemerintah provinsi tetap memiliki peran penting dalam pengelolaan izin usaha pertambangan mineral bukan logam dan batuan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2022.

Perpres ini mendelegasikan sebagian kewenangan terkait izin usaha pertambangan kepada pemerintah provinsi, khususnya untuk mineral bukan logam, mineral jenis tertentu, dan batuan. Dengan demikian, pemerintah provinsi berperan dalam pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP), Surat Izin Penambangan Batuan (SIPB), Izin Pertambangan Rakyat (IPR), serta izin pengangkutan dan penjualan mineral non-logam.

Sekda juga mengungkapkan bahwa sektor pertambangan, khususnya mineral bukan logam dan batuan, memiliki cadangan yang sangat besar di Sultra, termasuk batu gamping dengan sumber daya terukur mencapai 2,5 miliar ton dan pasir kuarsa/silika dengan sumber daya sekitar 153 juta ton. Potensi besar ini harus dikelola dengan baik untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan perekonomian daerah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sultra juga berkomitmen untuk menjalankan penatausahaan IUP ini dengan baik, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota di Sultra untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dari sektor pertambangan, khususnya Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Hal ini diharapkan dapat memperkuat pengelolaan keuangan daerah dan mendukung pembangunan yang lebih berkualitas.

“Melalui koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, kami berharap pajak dari sektor pertambangan ini dapat menjadi sumber penerimaan baru yang akan memperkuat fungsi penerbitan izin serta pengawasan kegiatan pertambangan di daerah,” ungkap Sekda.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kepala Dinas ESDM Sultra, pejabat pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Sultra, pemegang IUP mineral bukan logam dan batuan, serta media massa. Rapat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen bersama dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Sultra.




Pj. Gubernur Sultra Tekankan Pentingnya Persatuan dan Peningkatan Kinerja Menjelang Pilkada

Kendari, sultranet.com – Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen Pol (P) Dr. (H.C) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., memimpin Apel Gabungan yang dilaksanakan setiap hari Senin di Kantor Gubernur Sultra. Apel tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh pejabat struktural dan fungsional Pemprov Sultra, juga diikuti oleh seluruh pegawai di jajaran Pemprov Sultra.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Gubernur memberikan arahan penting terkait pelaksanaan tugas pemerintahan, perkembangan daerah, dan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan datang. Pj. Gubernur mengungkapkan bahwa masa jabatan beliau telah diperpanjang hingga 5 September tahun depan berdasarkan Peraturan Presiden (Pepres) No. 98. Menyambut Pilkada yang tinggal 57 hari lagi, beliau mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan untuk menghindari perpecahan yang bisa memicu konflik dan kerusuhan.

Pj. Gubernur juga menyampaikan bahwa kondisi fiskal Sultra masih bergantung pada dana transfer pusat, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya mencakup sekitar 36% dari total anggaran. Oleh karena itu, Pemprov Sultra akan terus berupaya meningkatkan PAD guna mengurangi ketergantungan pada dana pusat. Dalam arahannya, Pj. Gubernur menekankan perlunya perbaikan dalam pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan, dengan fokus pada peningkatan fasilitas dan layanan di Kota Kendari sebagai ibu kota provinsi. Pemprov Sultra diharapkan bisa memberikan layanan yang lebih baik untuk masyarakat.

Selain itu, Pj. Gubernur mengingatkan tantangan yang dihadapi pada tahun lalu terkait perubahan iklim seperti El Nino dan La Nina. Meski begitu, beliau bersyukur karena Sultra berhasil mengatasi tantangan tersebut. Pj. Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas inflasi yang saat ini berada pada angka 1,6%. Kenaikan inflasi yang signifikan dapat mempengaruhi harga kebutuhan pokok, yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial menjelang Pilkada.

Menjelang Pilkada serentak, Pj. Gubernur menegaskan bahwa Pilkada harus berlangsung dalam suasana aman, damai, dan kondusif. Beliau mengingatkan seluruh pihak untuk menjaga keharmonisan di tengah perbedaan politik agar tidak memicu perpecahan yang bisa berujung pada kerusuhan atau kerusakan fasilitas umum. Pj. Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kerja sama selama masa jabatannya. Beliau memberikan apresiasi kepada rumah sakit jantung yang telah meningkatkan pelayanan kesehatan di Sultra dan menekankan pentingnya kerja sama serta disiplin dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di daerah.

Pada akhir sambutannya, Pj. Gubernur mengajak seluruh pegawai untuk terus bekerja dengan baik dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. “Semoga Sultra terus maju dan berkembang dalam suasana yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Pj. Gubernur. Beliau berharap seluruh aparatur Pemprov Sultra dapat melaksanakan tugas mereka dengan penuh semangat dan memberikan kontribusi maksimal untuk kemajuan daerah. “Selamat beraktivitas, semoga kita semua diberi kelancaran dalam melaksanakan tugas,” tutupnya.




KPU Bombana Umumkan Hasil Penerimaan Laporan Awal Dana Kampanye Pilkada 2024

Bombana, sultranet.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bombana secara resmi mengumumkan hasil penerimaan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana dalam Pilkada 2024. Berdasarkan berita acara dan tanda terima yang diterima oleh KPU, tiga pasangan calon telah menyampaikan laporan dana kampanye mereka tepat waktu.

Pasangan pertama, Ir. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, melaporkan saldo awal rekening dana kampanye sebesar Rp0,00, tanpa ada penerimaan maupun pengeluaran dana pada tahap awal. Hal yang sama juga dilaporkan oleh pasangan Hasrat Haji Nabi, SH dan Ir. H. M. Rifai Gunawas, M.Si, yang juga memiliki saldo awal Rp0,00 tanpa penerimaan atau pengeluaran dana kampanye.

Sementara itu, pasangan Hj. Andi Nirwana S., SP., MM dan Heryanto, SKM melaporkan saldo awal sebesar Rp4.725.000,00. Dana tersebut juga dilaporkan sebagai penerimaan dan telah digunakan sepenuhnya, dengan saldo akhir kampanye mereka tetap berada pada Rp4.725.000,00.

Ketua KPU Bombana, Hasdin Nompo, menyatakan bahwa semua pasangan calon telah memenuhi kewajiban mereka untuk menyampaikan LADK tepat waktu. “Penyampaian laporan dana kampanye ini merupakan salah satu langkah penting dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pada Pilkada 2024. Kami memastikan bahwa setiap pasangan calon mengikuti prosedur yang ditetapkan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Hasdin.

KPU Bombana menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi setiap tahapan kampanye, termasuk penerimaan dan penggunaan dana kampanye oleh pasangan calon. Dengan pengawasan yang ketat, diharapkan proses kampanye berjalan sesuai prinsip-prinsip transparansi, sehingga masyarakat dapat memilih pemimpin yang tidak hanya kompeten tetapi juga berintegritas.

Dengan diumumkannya hasil LADK ini, KPU Bombana mengajak masyarakat untuk tetap berperan aktif dalam proses demokrasi, serta mengawasi jalannya kampanye hingga hari pemilihan tiba. (ADV)

 

Download Pengumuman Lengkapnya Dibawah Ini

Pengumuman LADK Pilkada Bombana 

 

 




Sultra Kirim Kontingen Siap Berlaga di Peparnas XVII Solo

Kendari, sultranet.com – Provinsi Sulawesi Tenggara resmi melepas kontingennya untuk berlaga di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII yang akan digelar di Solo, Jawa Tengah. Pelepasan ini dilakukan pada Jumat, 27 September 2024, di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, dengan diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Sulawesi Tenggara, Sukanto Toding. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulawesi Tenggara, Ketua National Paralympic Committee (NPC) Sultra, pelatih, official, serta para atlet disabilitas yang akan bertanding.

Dalam sambutannya, Sukanto Toding mengingatkan seluruh kontingen untuk menjaga nama baik Sulawesi Tenggara dan membawa kebanggaan daerah. Ia menegaskan pentingnya disiplin dan tepat waktu selama ajang berlangsung. “Setiap kali kita bertanding, kita tidak hanya mewakili diri sendiri, tetapi juga membawa kehormatan daerah. Tunjukkan sikap disiplin, sportivitas, dan rasa kesatuan dalam setiap pertandingan,” katanya. Sukanto juga menekankan tiga nilai utama yang harus dipegang oleh para atlet dan pelatih, yaitu “3S”: Syukur, Sportivitas, dan Satu Kesatuan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi landasan bagi atlet dalam menghadapi tantangan dan meraih hasil terbaik.

Selain itu, Kadispora Sultra, La Ode Hidayat, mengingatkan para atlet dan pelatih bahwa kekompakan tim menjadi kunci utama kesuksesan. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tim Sultra sangat bergantung pada latihan yang telah dilakukan selama sebulan terakhir. “Insya Allah, hasil terbaik dari latihan akan terlihat di arena pertandingan. Tunjukkan kemampuan maksimal kalian di setiap cabang olahraga,” pesan La Ode Hidayat kepada kontingen Sultra. Ia juga mengajak seluruh atlet untuk menjaga kedisiplinan, kebersamaan, dan semangat dalam membawa Sulawesi Tenggara menuju prestasi gemilang.

Ketua NPC Sulawesi Tenggara, Dr. Kafarudin, dalam laporan persiapan kontingen, mengungkapkan rasa bangga atas semangat yang ditunjukkan oleh atlet disabilitas Sultra. Meski memiliki keterbatasan, para atlet telah menunjukkan motivasi luar biasa untuk mengharumkan nama daerah. Kontingen Sulawesi Tenggara yang akan berlaga di Peparnas XVII terdiri dari 55 orang, dengan 27 atlet, 10 pelatih, dan 18 pendukung kontingen. Mereka akan berpartisipasi dalam 9 cabang olahraga, antara lain atletik, tenis meja, catur, bulu tangkis, renang, panahan, taekwondo, tenpin bowling, dan angkat berat.

Dengan keberagaman jenis disabilitas, tim Sultra terdiri dari 23 atlet daksa dan 4 atlet netra. Para atlet diharapkan dapat memberikan yang terbaik di arena Peparnas dan mengharumkan nama Sulawesi Tenggara. Pada akhir acara, Asisten III Setda Sultra, Sukanto Toding, menyerahkan bendera kontingen kepada Ketua Tim Kontingen Provinsi Sulawesi Tenggara, sebagai tanda pelepasan resmi untuk bertanding di Peparnas XVII Solo.

Dengan semangat sportivitas dan kekompakan, kontingen Sultra siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka di ajang Peparnas yang prestisius ini. Semoga perjuangan mereka dapat membuahkan hasil yang membanggakan bagi Sulawesi Tenggara.




Sekda Sultra Hadiri Rapat Koordinasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di Gorontalo

Gorontalo, sultranet.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, yang juga menjabat Ketua Harian Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sultra, mewakili Pj. Gubernur Sultra dalam Rapat Koordinasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) yang digelar pada Kamis, 26 September 2024, di Ballroom Saronde, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.

Rapat koordinasi ini diadakan sebagai bentuk upaya berkelanjutan untuk menjaga koordinasi yang baik antar daerah dalam pengendalian inflasi pangan, dengan tujuan utama menjaga kestabilan harga pangan serta ketahanan pangan di wilayah Sulampua. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Sultra menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan inisiatif dari Koordinator Wilayah Bank Indonesia Sulampua untuk memperkuat implementasi kebijakan pengendalian inflasi yang telah memberikan capaian positif dalam beberapa waktu terakhir.

“Rapat ini menjadi momentum penting bagi kita untuk bersama-sama menjaga laju inflasi pangan dan memastikan ketahanan pangan yang stabil. Kami di Sultra turut berkomitmen untuk mengambil bagian aktif dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan ini,” ujar Sekda Sultra.

Lebih lanjut, Sekda Sultra menjelaskan bahwa dalam rapat tersebut dibahas berbagai kebijakan pengendalian inflasi, termasuk ketahanan pangan terkini serta isu-isu yang relevan. Forum ini juga menjadi wadah diskusi antara pengambil kebijakan di tingkat nasional dan daerah untuk merumuskan kebijakan ke depan, serta menyusun rencana tindak lanjut yang dapat diimplementasikan di masing-masing daerah.

Sekda Sultra mengungkapkan bahwa komitmen Provinsi Sultra dalam gerakan ini adalah untuk memastikan laju inflasi tetap terkendali dan terciptanya stabilitas pangan, sejalan dengan apa yang kerap digaungkan oleh Pj. Gubernur Sultra. “Kami berharap gerakan ini dapat memberikan dampak positif bagi stabilitas harga pangan, tidak hanya di Sultra tetapi juga di wilayah lainnya,” tambahnya.

Rapat koordinasi ini diawali dengan sambutan dari Pj. Gubernur Gorontalo yang sekaligus memberikan Welcome Greeting, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) dan Deputi I Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Setelah pembukaan, dilakukan pemaparan kebijakan pengendalian inflasi dan ketahanan pangan oleh berbagai kementerian dan lembaga, antara lain Kemendagri, Kementan, serta Bank Indonesia.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga disampaikan concern daerah terkait produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, khususnya mengenai komoditas beras dan hortikultura oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi se-Sulampua. Seluruh pihak terkait juga memberikan tanggapan dan respons terhadap isu-isu yang diangkat, termasuk dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kemendagri, Kementan, Bapanas, Bulog, Kemendag, dan Bank Indonesia.

Sebagai puncak acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan dan rencana tindak lanjut serta pemaparan Program GNPIP Sulampua yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian. Kegiatan ini diakhiri dengan seremoni penyerahan bantuan untuk peningkatan produktivitas pertanian dan penandatanganan komitmen bersama dalam rangka mendukung pengendalian inflasi pangan di wilayah Sulampua.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat dalam mengatasi tantangan inflasi pangan, serta meningkatkan ketahanan pangan yang lebih baik dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.




Pj. Gubernur Sultra dan DPRD Sepakati Ranperda Perubahan APBD 2024 dan Bahas KUA-PPAS 2025

Kendari, sultranet.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto, menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sultra secara virtual pada Rabu, 25 September 2024. Rapat ini membahas dua agenda penting: persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sultra Tahun Anggaran 2024 serta penyampaian pidato pengantar mengenai Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Sultra Tahun Anggaran 2025.

Rapat dimulai dengan pembukaan oleh Ketua DPRD Provinsi Sultra, Abdurrahman Saleh, yang menyatakan bahwa rapat ini telah memenuhi kuorum, sesuai dengan ketentuan tata tertib DPRD. Dalam rapat tersebut, Juru Bicara DPRD Sultra, Supratman, menyampaikan laporan hasil pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sultra mengenai Ranperda Perubahan APBD 2024. Supratman menyebutkan beberapa masukan penting untuk program dan kegiatan Pemerintah Provinsi Sultra, yang disertai dengan rekomendasi menyetujui KUA-PPAS 2024.

Setelah penyampaian laporan, Ketua DPRD mengetuk palu sebagai tanda persetujuan atas Ranperda Perubahan APBD 2024, yang dilanjutkan dengan penandatanganan naskah persetujuan bersama antara Pj. Gubernur dan Pimpinan DPRD Sultra.

Agenda berikutnya adalah penyampaian pidato pengantar oleh Pj. Gubernur Sultra mengenai KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam pengantarnya, Andap Budhi Revianto memaparkan bahwa penyusunan KUA-PPAS 2025 berdasarkan capaian indikator makro pembangunan Provinsi Sultra pada 2024, dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tumbuh positif sebesar 5,54%. Selain itu, inflasi mengalami penurunan, tingkat kemiskinan berkurang, dan pendapatan daerah meningkat sebesar 12,09%, mencapai Rp 5,318 triliun.

Andap juga menjelaskan tema pembangunan Provinsi Sultra untuk tahun 2025, yakni “Mewujudkan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Fokus utama pembangunan akan diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan dasar di bidang kesehatan, pendidikan, serta pembangunan infrastruktur dan konektivitas antar wilayah. Berdasarkan tema ini, empat prioritas pembangunan ditetapkan, yakni:

  1. Pengembangan sumber daya manusia yang unggul,
  2. Peningkatan kesejahteraan masyarakat,
  3. Pertumbuhan ekonomi berkualitas, dan
  4. Tata kelola pemerintahan yang baik.

Selain itu, Andap juga mengungkapkan kebijakan terkait pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah untuk mewujudkan prioritas pembangunan tersebut. “Pendapatan Daerah pada tahun 2025 direncanakan sebesar Rp 3,870 triliun, belum termasuk komponen Dana Alokasi Khusus (DAK) yang akan dicantumkan dalam APBD setelah terbit Peraturan Menteri Keuangan (PMK),” jelas Andap.

Pj. Gubernur juga mengajak Pimpinan dan Anggota DPRD Sultra, bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta Kepala Perangkat Daerah, untuk melanjutkan pendalaman dan pembahasan materi perencanaan dan penganggaran untuk tahun 2025, sesuai dengan agenda yang telah disepakati.

Rapat Paripurna ini dihadiri oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sultra, anggota DPRD, Forkopimda Tingkat I Sultra, serta Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra. Pertemuan ini menunjukkan komitmen bersama antara eksekutif dan legislatif untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi Provinsi Sultra.