Pj. Bupati Bombana Luncurkan Program Gemarikan untuk Cegah Stunting

BOMBANA, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana, melalui Dinas Perikanan, meluncurkan kegiatan Gerakan Gemar Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang diadakan di Desa Lakomea, Kecamatan Rarowatu, pada Kamis (22/8/2024). Acara tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, bersama dengan Forkopimda Kabupaten Bombana, Sekretaris Daerah, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Camat Rarowatu, Kepala Desa se-Kecamatan Rarowatu, serta masyarakat setempat.

Kegiatan Gemarikan bertujuan untuk mengajak masyarakat memerangi stunting dengan meningkatkan konsumsi ikan segar, yang dikenal kaya akan nutrisi penting bagi pertumbuhan anak. Dalam acara tersebut, bantuan ikan segar sebanyak 1.337 kg disalurkan kepada 1.079 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Bombana, terutama untuk desa-desa yang memiliki keluarga berisiko stunting. Pendistribusian ikan putih ini merupakan langkah awal untuk mendorong masyarakat mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola makan sehat.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto menekankan bahwa penurunan angka stunting memerlukan strategi dan program yang melibatkan berbagai sektor. “Masalah percepatan penurunan stunting telah menjadi program prioritas pemerintah daerah. Kita tidak bisa bekerja sendiri; diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mencapai tujuan ini,” ujarnya.

Kedatangan Pj. Bupati Edy Suharmanto disambuta tarian penyambutan
Kedatangan Pj. Bupati Edy Suharmanto disambuta tarian penyambutan

Edy Suharmanto juga menjelaskan bahwa konsumsi ikan memiliki peranan penting dalam mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak-anak. Ia menggarisbawahi bahwa ikan mengandung asam lemak omega-3, protein, serta vitamin yang esensial bagi perkembangan otak dan fisik anak. “Konsumsi ikan harus dijadikan kebiasaan, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam fase tumbuh kembang,” tambahnya.

Pj. Bupati memberikan apresiasi kepada Dinas Perikanan yang telah menginisiasi program Gemarikan ini dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan ke desa-desa lain di Bombana. Ia mengajak semua stakeholder, termasuk masyarakat, untuk berperan aktif dalam menyukseskan program ini. “Kita harus bersatu padu dalam upaya menurunkan angka stunting. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.

Selain penyaluran ikan, program Gemarikan juga mencakup edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang. Dinas Perikanan berencana untuk mengadakan pelatihan dan seminar yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat ikan bagi kesehatan.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat yang menyambut baik inisiatif pemerintah dalam memerangi stunting. Salah seorang warga, Rani (35), menyatakan, “Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Ikan adalah sumber protein yang baik untuk anak-anak kami. Dengan program ini, semoga kami bisa lebih sadar akan pentingnya konsumsi ikan.”

Edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya konsumsi ikan juga akan dilakukan melalui berbagai platform, termasuk media sosial dan pertemuan komunitas. Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat tidak hanya menerima bantuan ikan, tetapi juga memahami manfaat jangka panjang dari konsumsi ikan yang teratur.

Sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah, Pj. Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Dinas Perikanan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana untuk bersama-sama menanggulangi stunting. Kerjasama ini diharapkan dapat menghadirkan solusi yang komprehensif dan efektif dalam memperbaiki gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

Dengan langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap dapat menurunkan angka stunting secara signifikan, menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas, serta mewujudkan visi pembangunan daerah yang berkelanjutan. “Mari kita bergandeng tangan untuk memastikan generasi mendatang tumbuh dengan baik, sehat, dan berdaya saing,” tutup Edy Suharmanto.




Bombana Menuju Kabupaten Layak Anak: Pj. Bupati Kukuhkan Forum Anak Daerah

BOMBANA, sultranet.com – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, menghadiri acara Deklarasi Bombana Menuju Kabupaten Layak Anak dan mengukuhkan Forum Anak Daerah Kabupaten Bombana. Acara yang berlangsung di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana ini menandai langkah penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan anak di wilayah Kabupaten Bombana. Selasa (20/8/2024)

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan dari organisasi non-pemerintah, tokoh masyarakat, dan anak-anak, yang menunjukkan dukungan luas terhadap inisiatif ini. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pemerintah daerah telah melakukan evaluasi mandiri Kabupaten Layak Anak Tahun 2024. Dengan hasil evaluasi ini, diharapkan dapat mewujudkan 22 kecamatan menjadi kecamatan ramah anak, 144 desa/kelurahan sebagai desa/kelurahan ramah anak, 331 sekolah sebagai sekolah ramah anak, serta 22 puskesmas menjadi puskesmas ramah anak.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto menekankan pentingnya koordinasi seluruh stakeholder untuk memenuhi hak-hak anak secara berkesinambungan. “Pemenuhan hak-hak anak adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah daerah berkewajiban untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang perlindungan anak melalui pengembangan Kabupaten Layak Anak,” ujarnya.

Edy menjelaskan bahwa terdapat lima klaster penting yang harus dipenuhi untuk menciptakan Kabupaten Layak Anak. Klaster tersebut meliputi: klaster identitas anak yang mencakup pemenuhan hak sipil dan kebebasan; klaster lingkungan pengasuhan alternatif; klaster kesehatan dan kesejahteraan dasar; klaster pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya; serta klaster perlindungan khusus. “Dengan adanya klaster ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak di Bombana,” tambahnya.

Peserta acara Deklarasi Bombana Menuju Kabupaten Layak Anak
Peserta acara Deklarasi Bombana Menuju Kabupaten Layak Anak

Acara ini juga diisi dengan pengukuhan Forum Anak Daerah Kabupaten Bombana. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyuarakan hak dan aspirasi mereka, serta berperan aktif dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan yang ramah anak. “Kami ingin anak-anak di Bombana memiliki suara dan dapat berkontribusi dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak pada masa depan mereka,” jelas Edy Suharmanto.

Partisipasi aktif berbagai pihak dalam acara ini menunjukkan tekad bersama untuk mewujudkan Bombana sebagai Kabupaten Layak Anak. Dukungan dari orang tua, pendidik, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya ini, sehingga target yang diharapkan dapat terealisasi dengan baik.

Edy Suharmanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam mewujudkan visi ini. “Sinergitas dan kolaborasi seluruh stakeholder sangat diperlukan agar target yang diharapkan dapat dicapai. Mari kita dukung anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang sehat dan aman,” tutupnya.

Dengan adanya langkah-langkah strategis ini, Pemerintah Kabupaten Bombana optimis dapat menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mewujudkan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Harapan besar tertuju pada generasi mendatang untuk menjadi pribadi yang berkualitas, sehat, dan berdaya saing. Dengan dukungan dan kerjasama yang kuat, diharapkan Bombana dapat menjadi teladan bagi daerah lain dalam upaya menciptakan Kabupaten Layak Anak.




Inspektorat Bombana Ikuti Harmonisasi Raperbup Bombana Tentang Kebijakan Anti Fraud Terintegrasi

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana mengikuti rapat harmonisasi mengenai Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup) tentang Kebijakan Anti-Fraud Terintegrasi yang diadakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara pada Selasa, 20 Agustus 2024.

Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana diwakili oleh Perwakilan dari Sekretariat Daerah, Staf Ahli, dan Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana.

Rapat harmonisasi ini bertujuan untuk menyelaraskan dan merumuskan kebijakan yang akan diterapkan dalam pengendalian kecurangan atau fraud di Pemerintahan Kabupaten Bombana.

Kecurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dapat muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari penyalahgunaan wewenang hingga tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, perancangan kebijakan anti-fraud ini diharapkan dapat mengurangi risiko tersebut, menciptakan pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan bersih.

Kepala Bidang Hukum Kemenkumham Sulawesi Tenggara, Linda Fatmawati Saleh, menjelaskan bahwa rapat harmonisasi ini sangat penting agar Raperbup yang dirancang dapat sesuai dengan regulasi yang ada, serta memenuhi kebutuhan daerah dalam mencegah dan mengendalikan potensi kecurangan.

“Tujuan dari harmonisasi ini adalah untuk memastikan bahwa kebijakan yang akan diterapkan di Bombana dapat memperkuat sistem pengendalian internal dan meningkatkan akuntabilitas pemerintahan,” jelas Linda.

Linda juga mengungkapkan bahwa pengendalian kecurangan di pemerintahan daerah memerlukan pendekatan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai pihak, baik dari instansi pemerintah maupun masyarakat.

“Kami berharap kebijakan anti-fraud ini tidak hanya berbentuk aturan, tetapi juga menjadi budaya di pemerintahan, yang menciptakan kesadaran untuk menghindari penyimpangan dalam setiap kegiatan pemerintah,” tambahnya.

Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana juga terlibat aktif dalam rapat ini. Perwakilan dari Inspektorat menyatakan komitmennya untuk mendukung pelaksanaan Raperbup tentang kebijakan anti-fraud.

Inspektorat Kabupaten Bombana turut memberikan masukan mengenai teknik pengawasan dan pengendalian yang sesuai dengan kondisi daerah. “Kami siap bekerja sama dengan pihak Kemenkumham dan instansi terkait lainnya untuk memastikan bahwa kebijakan ini diterapkan secara efektif di Kabupaten Bombana,” ungkap Inspektur Inspektorat Bombana, Ridwan, S.Sos., M.P.W.

Raperbup yang sedang disusun mencakup beberapa aspek penting, termasuk strategi pengendalian kecurangan, pembentukan lingkungan pengendalian yang kondusif, dan pembinaan terhadap aparatur pemerintahan agar terhindar dari perilaku kecurangan.

Selain itu, Raperbup ini juga akan mengatur pembentukan satuan tugas pengendalian kecurangan yang akan bertugas secara khusus untuk memantau dan memastikan penerapan kebijakan anti-fraud di seluruh jajaran pemerintahan.

Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas, Raperbup ini juga akan mengatur tentang pengawasan yang lebih ketat terhadap pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan celah yang dapat dimanfaatkan untuk penyimpangan.

“Dengan adanya Raperbup ini, kami berharap Kabupaten Bombana dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mengendalikan dan mencegah tindak kecurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan,” kata Ridwan

Selain itu, pembinaan dan pengawasan terhadap aparatur juga menjadi bagian dari materi muatan Raperbup ini. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan oleh pemerintah daerah sesuai dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan.

“Kami berkomitmen untuk melibatkan seluruh aparatur dalam implementasi kebijakan ini, agar dapat menciptakan pemerintahan yang tidak hanya efisien, tetapi juga bersih dari penyalahgunaan kekuasaan,” tegasnya

Pentingnya kebijakan anti-fraud yang terintegrasi juga menjadi fokus utama dalam rapat ini. Kebijakan yang disebut beleidsregel ini dirancang berdasarkan kewenangan administrasi negara yang diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Melalui kebijakan ini, diharapkan terjadi perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan bebas dari praktik-praktik kecurangan.

Secara keseluruhan, rapat harmonisasi ini diharapkan dapat menghasilkan Raperbup yang tidak hanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tetapi juga dapat diimplementasikan dengan efektif dan memberi dampak positif terhadap tata kelola pemerintahan Kabupaten Bombana.

Pemerintah daerah, bersama dengan Kemenkumham, berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam menciptakan sistem pengendalian kecurangan yang lebih baik, agar pelayanan publik di Kabupaten Bombana semakin terpercaya dan berkualitas. (Adv)




Pj. Bupati Bombana Sampaikan Pidato Pengantar Rancangan KUA/PPAS APBD 2024 dan 2025 di Rapat Paripurna DPRD

BOMBANA, sultranet.com –  Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Penyampaian Pidato Pengantar Bupati Bombana mengenai Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2024, serta Rancangan KUA/PPAS APBD Tahun Anggaran 2025. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bombana dan dihadiri oleh berbagai stakeholder terkait. Senin (19/8/2024).

Pj. Bupati Edy Suharmanto menjelaskan bahwa perubahan KUA-PPAS tahun 2024 merupakan tindak lanjut dari evaluasi pelaksanaan APBD tahun anggaran yang telah berjalan selama semester pertama. Perubahan ini didasarkan pada dinamika pembangunan dan perubahan kondisi ekonomi, baik di tingkat nasional maupun lokal Kabupaten Bombana. Selain itu, perubahan KUA-PPAS tahun anggaran 2024 juga dipicu oleh perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi dasar KUA dan PPAS yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dalam pidatonya, Edy Suharmanto menyampaikan bahwa kebijakan perubahan pendapatan daerah dalam rancangan KUA-PPAS mencakup penyesuaian pendapatan asli daerah. Ini diakibatkan oleh penyesuaian besaran nilai dividen dari penyertaan modal pada Bank Sultra dan perubahan pendapatan transfer akibat tambahan penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2023. Transfer ke kas daerah dilakukan melalui fasilitas Treasury Deposit Facility (TDF) pada tahun anggaran 2021.

Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD
Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD

Sejalan dengan penyesuaian pendapatan, belanja daerah juga mengalami perubahan untuk memenuhi standar pelayanan minimal dan meningkatkan belanja operasional. Penyesuaian ini termasuk penyesuaian besaran Tunjangan Penghasilan PNS (TPP) serta tambahan belanja prioritas guna mendukung program-program nasional, seperti pengendalian inflasi dan penyelesaian tunggakan Surat Perintah Membayar (SPM) tahun 2023.

Lebih lanjut, Pj. Bupati juga menjelaskan mengenai Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2025. Rancangan ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi daerah yang memerlukan perhatian serius dan penanganan segera untuk memastikan kelancaran kegiatan pemerintahan, pelayanan publik, dan pelaksanaan pembangunan. Semua ini dilakukan dengan tetap mengacu pada pencapaian sasaran dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023-2026.

Dalam arah kebijakan belanja daerah tahun anggaran 2025, Pj. Bupati menegaskan bahwa prioritas utama adalah pemenuhan kewajiban daerah yang diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk gaji dan tunjangan, pemenuhan standar pelayanan minimal, serta alokasi belanja untuk pengendalian inflasi. “Pencapaian tujuan pembangunan daerah harus menjadi fokus kita semua, agar RPD Kabupaten Bombana dapat berjalan sesuai harapan,” tambahnya.

Di akhir pidatonya, Pj. Bupati Edy Suharmanto berharap bahwa rancangan perubahan KUA-PPAS tahun anggaran 2024 ini dapat memberikan landasan yang lebih kuat untuk pelaksanaan APBD tahun anggaran 2024. “Semoga seluruh program dan kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bombana,” tutupnya.




Upacara HUT RI ke-79 di Bombana Berlangsung Khidmat

BOMBANA, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana sukses menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 pada Sabtu (17/8/2024), di Pelataran Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eks MTQ, Rumbia Tengah. Dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momen bersejarah bagi seluruh masyarakat yang hadir.

Upacara dimulai pukul 08.00 WITA, dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, perwakilan TNI dan Polri, Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, lurah, kepala desa, serta berbagai elemen masyarakat. Pj. Bupati Bombana dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas semangat kemerdekaan yang terus berkobar di tengah masyarakat Bombana.

“Peringatan hari kemerdekaan ini bukan sekedar ritual tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan dan mengingatkan kita semua tentang pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Edy Suharmanto. Ia menekankan bahwa menjaga nilai-nilai perjuangan dan nasionalisme harus terus menjadi fokus utama masyarakat dalam memajukan daerah dan bangsa.

Pengibaran Bendera Merah Putih
Pengibaran Bendera Merah Putih

Upacara tersebut semakin sakral dengan pembacaan teks Proklamasi yang dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bombana, serta pengibaran bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bombana. Seluruh peserta upacara terlihat khusyuk dan penuh perhatian sepanjang jalannya acara, menambah kekhidmatan suasana peringatan detik-detik Proklamasi.

Selain upacara, berbagai penghargaan dan apresiasi juga diserahkan. Pj. Bupati Edy Suharmanto memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya 10, 20, dan 30 tahun kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang telah setia mengabdi pada bangsa melalui Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka selama bertahun-tahun dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

Tidak hanya itu, penghargaan Government Award juga diberikan kepada camat yang berprestasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat di lingkup kecamatan. Prestasi ini diakui sebagai bagian dari upaya peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik di Bombana.

Dalam momen tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana juga menyerahkan 3 unit sepeda motor kepada personel Patroli Jalan Raya (PJR) Dinas Perhubungan Kabupaten Bombana, guna meningkatkan layanan dan keamanan lalu lintas di wilayah tersebut. Selain itu, bantuan mesin pompa air diberikan kepada Badan Penyuluh Pertanian Kabupaten Bombana sebagai dukungan terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Bombana.

Kemeriahan upacara HUT RI ke-79 ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan masyarakat setempat. Momen kebersamaan yang dirasakan di tengah-tengah perayaan ini diharapkan dapat terus menjaga semangat nasionalisme dan memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Dengan suksesnya pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi, Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan semangat kebangsaan serta pembangunan di wilayahnya. Kegiatan tersebut menjadi simbol penting dalam mengingatkan masyarakat akan makna perjuangan dan tanggung jawab bersama dalam menjaga kemerdekaan.




Bombana Gelar Seminar Akhir RAD Penerapan SPM 2024-2028: Dorong Pelayanan Publik yang Prima

BOMBANA, sultranet.com – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, didampingi Sekretaris Daerah Drs. Man Arfa, M.Si, secara resmi membuka Seminar Akhir Rencana Aksi Daerah (RAD) Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kabupaten Bombana untuk periode 2024-2028. Acara yang diadakan di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Bombana pada Jum’at (16/8/2024) ini menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam sambutannya, Drs. Edy Suharmanto menekankan pentingnya percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan yang optimal. “Pemerintahan daerah harus mampu meningkatkan pelayanan, pemberdayaan, dan daya saing dengan tetap memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, dan keadilan. Salah satu instrumen utamanya adalah penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM),” ujarnya.

Pj. Bupati menambahkan bahwa RAD ini menjadi panduan penting dalam melaksanakan urusan wajib pemerintah daerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2021 yang mengatur jenis pelayanan dasar dan standar kualitas yang harus dipenuhi oleh setiap daerah.

“Penyusunan Rencana Aksi Daerah ini berperan sebagai peta jalan (roadmap) dalam implementasi SPM. Dokumen ini tidak hanya berfungsi sebagai pedoman dalam perencanaan dan penganggaran, tapi juga sebagai alat untuk monitoring, evaluasi, serta pelaporan pencapaian SPM secara berkala,” jelas Edy Suharmanto.

Suasana saat kegiatan berlangsung
Suasana saat kegiatan berlangsung

Seminar yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan ini juga menghadirkan narasumber dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Haluoleo (LPPM-UHO), yang memberikan masukan strategis bagi penyempurnaan RAD. Berbagai instansi pemerintah daerah, lembaga terkait, serta para akademisi turut ambil bagian dalam diskusi yang diadakan untuk merumuskan langkah-langkah konkrit dalam implementasi SPM di Bombana.

Acara tersebut memberikan ruang bagi para peserta untuk berdiskusi dan memberikan masukan mengenai strategi yang tepat dalam penerapan standar pelayanan minimal. Berbagai pengalaman dan pengetahuan dibagikan, dengan tujuan menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien dan merata. Peserta juga diajak untuk berbagi pandangan tentang tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan SPM di daerah masing-masing, serta solusi yang bisa diterapkan.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan RAD SPM Bombana 2024-2028 dapat diterapkan secara efektif untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pj. Bupati juga mengapresiasi peran aktif seluruh pihak yang terlibat, khususnya dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Acara ditutup dengan kesimpulan bahwa perbaikan pelayanan publik di Bombana tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, tetapi juga mempercepat proses pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan, khususnya di bidang-bidang yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan pelaksanaan seminar ini, RAD SPM Bombana diharapkan mampu menjadi pedoman untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih baik dan merata, demi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bombana selama periode 2024-2028.




Pj. Bupati Bombana Buka Porseni HUT RI Ke-79, Ajang Sportivitas dan Kebersamaan

Bombana, sultranet.com – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79. Acara pembukaan berlangsung meriah di Alun-Alun Masjid Raya Kasipute, Kabupaten Bombana, dengan dihadiri Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan masyarakat yang antusias menyaksikan seremonial pembukaan. Rabu (14/8/2024)

Pj. Bupati Bombana didampingi Pj. Ketua TP PKK Kab. Bombana, Aeni Mutmainnah, S.Pd., MM, secara langsung menyaksikan devile peserta yang diikuti oleh berbagai perwakilan OPD, Forkopimda, serta sekolah-sekolah dari wilayah Kota Rumbia. Devile tersebut menjadi bagian dari kemeriahan pembukaan Porseni, yang mengusung semangat sportivitas dan kebersamaan dalam memaknai kemerdekaan Indonesia.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme masyarakat dan peserta yang turut serta dalam devile dan Porseni. Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai bentuk perayaan, melainkan juga penghargaan terhadap kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia.

“Porseni ini adalah salah satu wujud syukur kita terhadap kemerdekaan, sekaligus ajang untuk mempererat persatuan dan kesatuan melalui olahraga dan seni,” ungkap Edy Suharmanto. Ia juga menambahkan bahwa olahraga dan seni memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

Pembukaan Porseni ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Pj. Bupati Bombana di hadapan seluruh peserta. Suara gong yang menggaung seolah menjadi simbol dimulainya perhelatan akbar yang diharapkan dapat berjalan sukses dan lancar. Antusiasme peserta devile pun tampak jelas, dengan raut semangat dari setiap barisan yang ikut berpartisipasi.

Pj. Bupati Edy Suharmanto saat membuka Porseni
Pj. Bupati Edy Suharmanto saat membuka Porseni

Porseni yang digelar kali ini menyajikan berbagai cabang olahraga dan seni. Di antara cabang olahraga yang dipertandingkan adalah futsal tingkat OPD, sementara dari cabang seni terdapat lomba MC, lomba menyanyi antar OPD, serta gerak jalan indah antar sekolah di wilayah Kota Rumbia. Pj. Bupati Edy berharap ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi yang sehat, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk menggali potensi lokal di bidang olahraga dan seni.

Selain itu, acara ini diharapkan menjadi ajang pemersatu masyarakat Bombana. Melalui kompetisi yang sehat dan sportivitas, kebersamaan yang terjalin di antara seluruh elemen masyarakat akan semakin kuat. Edy Suharmanto juga berharap bahwa Porseni ini dapat menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat Kabupaten Bombana.

“Saya yakin bahwa melalui Porseni ini, kita dapat terus mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang harus kita jaga dan pupuk, sebagai wujud nyata dari nilai-nilai kemerdekaan,” tutup Edy Suharmanto.

Acara pembukaan Porseni berlangsung dengan lancar, diiringi sorak sorai dan tepuk tangan dari masyarakat yang turut hadir. Porseni HUT RI ke-79 di Kabupaten Bombana ini diharapkan dapat terus membawa dampak positif bagi seluruh peserta dan penonton. Dengan antusiasme yang tinggi dari berbagai pihak, acara ini diproyeksikan akan menjadi momen berharga yang akan dikenang, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk memajukan Kabupaten Bombana.

Melalui Porseni, Kabupaten Bombana tidak hanya merayakan kemerdekaan, tetapi juga mempertegas semangat sportivitas, persatuan, dan kebersamaan yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan pembangunan daerah.




Inspektorat Bombana Meriahkan Peringatan Kemerdekaan dengan Defile dan Porseni OPD

Bombana, sultranet.com – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bombana. Salah satu kegiatan utama yang diikuti adalah pembukaan Defile dan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang digelar pada 14 Agustus 2024. Kegiatan Defile dimulai dari SMAN 03 Bombana dan berakhir di alun-alun Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kabupaten Bombana.

Sebagai wujud solidaritas, Inspektorat Daerah menurunkan 55 personil yang terdiri dari pejabat Eselon III, pejabat fungsional, staf, dan PHTT untuk turut serta dalam kegiatan tersebut. Para peserta dalam kegiatan Defile mengenakan seragam khas dan membawa atribut yang mencerminkan semangat perjuangan dan identitas masing-masing OPD. Dalam barisan Inspektorat Daerah, tema yang diusung adalah “Lebih Baik Mencegah daripada Menindak,” yang tercermin dari kekompakan dan semangat para peserta.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Inspektorat Daerah dalam memperingati kemerdekaan. Ini juga menjadi momentum untuk merenungi perjuangan para pahlawan, serta memperkuat tekad dalam menjalankan tugas kita sebagai abdi negara,” ujar Ridwan, S.Sos., M.P.W., Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, menanggapi partisipasi pihaknya dalam kegiatan tersebut.

Setelah Defile, kegiatan dilanjutkan dengan Porseni, yang memperlombakan berbagai cabang olahraga dan seni. Inspektorat Daerah mengirimkan perwakilannya untuk berkompetisi dalam beberapa cabang, di antaranya futsal dan lomba seni seperti menyanyi, yang turut diikuti oleh seluruh Kepala OPD. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi antar pegawai di lingkup OPD, sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan dan kekompakan dalam bekerja.

Perwakilan Inspektorat Daerah tampil penuh semangat dalam setiap pertandingan, baik olahraga maupun seni. Hal ini menunjukkan komitmen yang tinggi dalam berpartisipasi aktif pada setiap kegiatan yang ada di lingkungan pemerintahan. Selain sebagai ajang olahraga dan seni, Porseni juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa kinerja pegawai pemerintah tidak hanya dapat diukur melalui tugas dan kewajiban administrasi, tetapi juga dalam berkontribusi secara aktif di berbagai kegiatan sosial dan budaya.

Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, yang membuka acara ini, bersama dengan Forkopimda, mengapresiasi antusiasme semua OPD dalam memeriahkan peringatan HUT RI ke-79. Di tengah pandemi yang belum sepenuhnya usai, semangat kebersamaan dan kekompakan tetap terlihat jelas dari semua peserta, baik dalam Defile maupun Porseni. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap agar kegiatan ini dapat menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk terus berkolaborasi dan bekerja dengan penuh semangat demi kemajuan daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pesan yang lebih luas, yaitu untuk senantiasa menjaga semangat nasionalisme dan mengingatkan pentingnya persatuan dalam mencapai tujuan bersama. Melalui kegiatan yang melibatkan seluruh OPD ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap negara dan daerah, serta memperkuat rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas pemerintahan dengan lebih baik lagi.

Dengan adanya partisipasi aktif Inspektorat Daerah dalam perayaan tersebut, diharapkan semangat kemerdekaan yang lebih menyeluruh dapat terus dirasakan oleh seluruh pegawai di Kabupaten Bombana, serta menjadi momentum untuk mendorong pelayanan publik yang lebih baik, transparan, dan akuntabel. (adv)




Pemkab Bombana Gelar Apel Besar Hari Pramuka Ke-63

Bombana, sultranet.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa, M.Si, mewakili Pj. Bupati Bombana, memimpin Apel Besar peringatan Hari Pramuka ke-63 yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Bombana, Rabu (14/8/2024). Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta peserta upacara dari berbagai tingkatan Pramuka, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega.

Dalam apel tersebut, tema “Pramuka Berjiwa Pancasila Menjaga NKRI” menjadi sorotan utama. Gerakan Pramuka, menurut Man Arfa, memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk menjadi penjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan nilai-nilai Pancasila yang kokoh.

Saat membacakan amanat Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Drs. Man Arfa menekankan bahwa di era yang penuh tantangan ini, Pramuka harus menjadi garda terdepan dalam melawan berbagai permasalahan sosial yang tengah dihadapi bangsa. Mulai dari maraknya judi online, kasus bullying, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif dari globalisasi yang mengikis nilai-nilai gotong royong dan nasionalisme di kalangan generasi muda.

“Perkembangan teknologi dan komunikasi saat ini telah menghapus batas antar negara, membawa budaya asing yang berpotensi melemahkan semangat kebangsaan kita. Oleh karena itu, Gerakan Pramuka harus mampu menyesuaikan diri dan menjadi benteng pertahanan dalam menjaga karakter bangsa,” ujar Man Arfa.

Ia menambahkan, Gerakan Pramuka tidak hanya sekadar membentuk kepribadian dan karakter anggota, tetapi juga menjadi wadah bagi pendidikan keterampilan hidup (life skills) yang meliputi soft skill, hard skill, serta kecerdasan SESOSIF (Spiritual, Emosional, Sosial, Intelektual, dan Fisik). Hal ini menjadi kunci utama dalam membentuk postur ideal seorang pramuka sebagai agen perubahan yang siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Sebagai organisasi pendidikan nonformal, Pramuka juga berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat, turut serta mendukung pemerintah dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang siap menghadapi tantangan global. Drs. Man Arfa menjelaskan bahwa pendidikan Pramuka yang didasari oleh Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka adalah modal dasar dalam menciptakan generasi emas Indonesia di tahun 2045.

“Gerakan Pramuka telah berkomitmen untuk menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya berjiwa Pancasila, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dan siap membawa Indonesia menuju Indonesia Emas di tahun 2045,” lanjutnya.

Sekda Bombana juga menekankan pentingnya sinergi antara seluruh komponen masyarakat dan stakeholder dalam mendukung berbagai program Pramuka. Menurutnya, kolaborasi dan komitmen dari seluruh pihak akan memperkuat posisi Pramuka sebagai pilar kekuatan negara.

“Untuk mencapai visi Indonesia Emas, kita harus membangun sinergitas, kolaborasi, dan komitmen dari semua elemen masyarakat, termasuk para pembina dan kakak-kakak pramuka. Konsistensi dalam pengamalan nilai-nilai Pramuka akan membawa kita menuju cita-cita tersebut,” ungkap Man Arfa.

Apel Besar Hari Pramuka ini juga diwarnai dengan penghargaan kepada sejumlah anggota pramuka yang telah menunjukkan prestasi dan dedikasi tinggi dalam kegiatan kepramukaan di Kabupaten Bombana. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota pramuka untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Melalui Apel Besar ini, Gerakan Pramuka Kabupaten Bombana kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keutuhan NKRI, serta mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing di tingkat global dengan tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila. Dengan dukungan dari seluruh pihak, Gerakan Pramuka optimis dapat terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.




Bombana Raih Penghargaan UHC, Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan Dapat Apresiasi Nasional

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana kembali menorehkan prestasi dengan menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Kategori Madya dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC). Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr (HC) K.H. Ma’ruf Amin, dan diterima langsung oleh Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., dalam sebuah acara di Karakatau Ballroom, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Kamis (8/8/2024).

Pencapaian ini merupakan bagian dari upaya nasional yang bertujuan mewujudkan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam acara yang bertema “Satu Dekade Program JKN-KIS Untuk Negeri”, penghargaan diberikan kepada pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendaftarkan seluruh penduduk pada program tersebut. Dari 460 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Bombana berhasil masuk dalam 364 kabupaten yang mencapai UHC dengan cakupan kepesertaan JKN lebih dari 95 persen dari total penduduk.

Kategori Madya yang diterima oleh Kabupaten Bombana menunjukkan pencapaian signifikan dalam memastikan seluruh masyarakat memiliki akses yang merata terhadap jaminan kesehatan berkualitas. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah yang terus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakatnya.

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi target UHC yang sudah terealisasi di atas 98% dari total penduduk Indonesia, di mana lebih dari 275 juta jiwa telah terdaftar dalam Program JKN-KIS. Namun, beliau juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan program ini, terutama di daerah terpencil.

“Saya berharap permasalahan dalam penyediaan fasilitas kesehatan tidak akan menghambat komitmen kita untuk memberikan layanan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah terpencil,” ujar Ma’ruf Amin.

Pj. Bupati Bombana, Edy Suharmanto saat menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC)
Pj. Bupati Bombana, Edy Suharmanto saat menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC)

Sementara itu, Menko PMK Muhadjir Effendy juga menyampaikan apresiasinya terhadap capaian UHC di Indonesia, yang mencapai 98%. Prestasi ini dinilai sebagai langkah luar biasa dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan. Ia berharap penghargaan yang diberikan dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah lainnya untuk terus memperluas akses layanan kesehatan.

Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, dalam pernyataannya mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan ini. “Penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi juga milik seluruh masyarakat Kabupaten Bombana yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam program ini. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan akses layanan kesehatan demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Edy Suharmanto menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bombana akan terus berupaya memperbaiki dan memperluas jangkauan layanan kesehatan, termasuk di wilayah pedesaan yang seringkali menghadapi kendala akses. “Kami akan memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil, dapat merasakan manfaat dari layanan kesehatan yang lebih baik dan merata,” tambahnya.

Dengan pencapaian ini, Kabupaten Bombana tidak hanya berhasil mencapai target nasional UHC, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang berkomitmen kuat dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sektor kesehatan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk lebih aktif dalam melaksanakan program kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Keberhasilan dalam mencapai UHC ini juga menjadi landasan penting bagi Kabupaten Bombana untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih responsif dan tepat sasaran. Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor kesehatan, diharapkan Bombana dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Sehat.

Dengan penghargaan yang telah diraih, Kabupaten Bombana menunjukkan kemajuan signifikan di sektor kesehatan dan menjadi teladan bagi daerah lain dalam pelaksanaan program JKN yang inklusif dan berkelanjutan.