Pengorbanan Vaksinator di Bombana, Sukseskan Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Ditunjuk sebagai vaksinator dalam pelaksanaan vaksinasi massal, tentunya memiliki tantangan tersendiri bagi para Tenaga Kerja (Nakes) yang ada di Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Bombana yang saat tengah giat melakukan vaksinasi Covid-19 melalui program pekan vaksinasi.

Petugas vaksinator yang ditemui awak media ini, Besse Darna, A.MD.KEB (BIKOR) dan Panti Susianti, AMK (Perawat) mengatakan Pentingnya menjaga konsentrasi dan daya tahan tubuh dalam melaksanakan tugas.

Menurutnya hal itu wajib untuk selalu diperhatikan oleh tenaga vaksinator, terutama apabila kegiatan vaksinasi memiliki target hingga ratusan masyarakat.

Hal ini sendiri juga menjadi perhatian khusus dari Besse Darna dan Panti Susianti, yang di percaya untuk menjadi tenaga Vaksinator di Puskesmas Rarowatu Utara.

“Yang penting menerapkan protokol kesehatan, kemudian saat pulang ke rumah kita jaga-jaga juga dengan menyemprotkan disinfektan. Lalu istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi dan juga minum vitamin,” ujar Besse ditemui di sela-sela pelaksanaan vaksinasi, Rabu (16/09/2021).

Dengan istirahat dan vitamin yang cukup, diakuinya hingga saat ini sangat membantu dirinya tetap fokus dan konsentrasi guna menghindari salah pemberian dosis dan jenis vaksin kepada masyarakat yang datang.

Kemudian pentingnya pengetatan protokol kesehatan, juga diakuinya sangat berpengaruh, guna menjaga kesehatannya sendiri, serta keluarga yang menunggu di rumah.

“Menjadi vaksinator bukan masalah tinggal suntik saja . Kita harus tahu dosis yang akan kita berikan ke masyarakat. Jangan sampai salah, terutama kalau ada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan. Makanya konsentrasi penuh diperlukan sekali,” jelasnya.

Sementara itu Panti Susanti membeberkan ia tidak menampik bahwa selama program vaksinasi masal ini berlangsung, dirinya selalu merasa kelelahan, sehingga hal ini sempat berdampak terhadap waktu bersama buah hatinya.

“Beberapa hari ini saya selalu tepar mas apabila sudah sampai rumah. Biasa kalau seperti itu, saya bahkan tidak sempat main sama anak karena terlalu letih,” Beber Panti.

Tidak hanya kelelahan, berhadapan dengan banyaknya masyarakat setiap pelaksanaan vaksinasi, juga diakuinya membuat dirinya merasakan kecemasan jika terpapar Covid-19.

Namun, keteguhan hati, niat dan disertai dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, diakuinya membuatnya  tetap semangat melaksanakan tugas tersebut.

“Sampai sampai suami kamipun harus menerima resiko nya, di cuekin dulu lah demi tugas negara.” pungkas Panti Susianti yang di iyakan oleh Besse Darna sambil tersenyum. (IS)




Mudahkan Pelayanan, Polsek Lantari Jaya Antar Jemput Warga untuk Divaksin

Rumbia, SultraNET. | Dalam rangka menyukseskan program vaksinasi yang ada di Kecamatan Lantari Jaya, Kepolisian Sektor (Polsek) Lantari Jaya menggunakan mobil patroli  Jemput Warga untuk Ikut Vaksinasi Covid-19.

Upaya ini dilakuan pihak Kepolisian sektor (Polsek) Lantari jaya, untuk memobilisasi masyarakat yang ada di wilayah hukum Lantari Jaya agar bisa mengikuti vaksinasi covid-19.

Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Setyabudi Satrianto SH mengatakan demi kelancaran vaksinasi ia menjadikan mobil patroli Polsek untuk mengantar warga menuju tempat Vaksinasi.

Upaya  tersebut dilakukan untuk mendukung program pemerintah terkait vaksinasi masyarakat

“Walaupun kondisi mobil patroli tersebut agak kurang bagus tapi demi kelancaran untuk mendukung agar vaksin dapat berjalan lancar dan target vaksin terselesaikan, kami usahakan semaksimal mungkin agar kendaraan itu bisa di gunakan,” ujar Om Bud sapaan akrab nya, Kamis, (16/09/2021)

Pria yang belum genap setahun menjabat sebagai Kapolsek Lantari Jaya itu mengungkapkan Tujuan lainnya adalah untuk mendukung program pekan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat umum, khususnya di Kecamatan Lantari Jaya yang tidak terjangkau.

“Dalam proses penjemputan warga dimaksud, petugas dan warga tetap mentaati protokol kesehatan atau prokes. Mereka mengenakan masker dan duduk jaga jarak,”ungkap nya

Untuk di ketahui Wilayah hukum Polsek Lantari Jaya terdiri dari dua Kecamatan (Kecamatan Lantari Jaya dan Kecamatan Rarowatu Utara) dan dua puskesmas (Puskesmas Rarowatu Utara dan Puskesmas Lombakasih).




SMA Negeri 12 Bombana Usung Slogan ‘Vaksin Kok Takut’

Rumbia, SultraNET. | Sebagai salah satu garda terdepan dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di masyarakat khususnya di  lingkungan sekolah, SMA Negeri 12 Bombana yang terletak di Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya berkomitmen untuk menyukseskan program Vaksinasi Massal untuk mempercepat tercapainya Herd imunity.

Salah satu cara yang dilakukan pihak sekolah dengan sosialisasi yang intens secara persuasif kepada warga sekolah dalam hal ini siswa dan orang tua wali murid dengan mengusung slogan “VAKSIN KOK TAKUT” menuai hasil yang maksimal.

Kepada awak media Kepala Sekolah SMAN 12 Bombana, Amal Sulaeman, S.Pd menjelaskan dengan 2 kali pelaksanaan vaksin di sekolahnya yang pertama Senin (13/09/2021) dan yang kedua Kamis (16/09/2021) tercatat dari jumlah 364 siswa keseluruhan sudah 259 yang telah divaksin.

“Insya Allah ini akan terus bertambah karena ketersediaan vaksin masih terbatas sehingga sekitar 105 siswa dimasukkan dalam daftar tunggu vaksinasi oleh pihak Puskesmas Lombakasih,” beber Amal Suleman, S.Pd. Kamis (16/09/2021).

Pria Lulusan Universitas Haluoleo ini juga menambahkan bahwa SMAN 12 Bombana yang merupakan satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara ini sejak awal 2019 memang telah menerapkan standar operasional penanganan (SOP) penyebaran virus Covid – 19.

SOP dilakukan secara optimal dengan memberikan bantuan masker, hand sanitizer, tandon air untuk cuci tangan,  serta menerapkan proses belajar mengajar yang berdasarkan pada zona aktual daerah dimana sekolah tersebut berada dengan pembelajaran Daring (dalam jaringan)

“Jika wilayah sekolah telah berada pada zona hijau, sudah dapat dilakukan pembelajaran secara normal tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Amal

Ia berharap pihak – pihak terkait yang menangani pendistribusian Vaksin bagi masyarakat untuk segera menindaklanjuti agar kebutuhan dapat terpenuhi.

Hal tersebut dikarenakan siswa atau siswi SMA Negeri 12 Bombana sangat antusias dalam mengikuti Pekan Vaksinasi ini.

“Meskipun ada beberapa orang tua siswa yang sempat menolak anaknya divaksin dengan alasan yang tidak berdasar, namun setelah dijelaskan merekapun akhirnya paham dan mengijinkan anak mereka untuk divaksin.” Pungkasnya (IS)




Anak Usia 12 hingga 17 Tahun Ikut Vaksin, Wajib Penuhi Sejumlah Syarat

Rumbia, SultraNET. | Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan kembali  melaksanakan pekan Vaksinasi tahap ke Empat yang di mulai Senin 13 September 2021 hingga 20 September 2021 dan menyasar anak usia 12 hingga 17 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana , Darwin Ismail. SE mengatakan dalam pelaksanaan vaksinasi untuk anak ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi agar anak bisa lakukan vaksinasi Covid-19.

“Vaksinasi Covid-19 anak usia 12 sampai 17 tahun akan dilakukan di berbagai sekolah yang ada di Bombana,” ujar Darwin

Adapun syarat vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang harus dipenuhi yaitu harus membawa Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), atau dokumen lain yang mencantumkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) anak.

Selanjutnya si anak harus mengikuti dan lolos skrining atau observasi kesehatan yang dilakukan sama seperti vaksinasi pada usia di atas 18 tahun.

“Namun yang tidak kalah pentingnya adalah calon penerima vaksin COVID-19 juga harus mendapat izin dari para orang tua dan itu semua tertuang dalam surat pernyataan bersedia di vaksinasi yang di tandatangani orang tua siswa,” ungkap Darwin

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, serta Dinas Komunikasi dan Informatika dalam mendata anak-anak yang akan ikut vaksinasi COVID-19 untuk usia 12-17 tahun.

“Anak-anak yang mau divaksin,  Dinkes Bombana melalui Puskesmas yang ada di di 22 Kecamatan buat penjadwalan di sekolah-sekolah sesuai dengan kapasitas sumber daya yang kami punya,” ujar Darwin saat dikonfirmasi lewat telepon, Rabu (15/09/2021)

Mantan Kepala BKD Bombana ini juga  menegaskan bahwa ketentuan yang dibuat itu telah sesuai Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap 3 Bagi Masyarakat Rentan Serta Masyarakat Umum Lainnya dan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Bagi Anak Usia 12-17 Tahun. (IS)




Hendak Ikut Vaksin, Sejumlah Pelajar MTSN 1 Bombana Tak Lolos Skrining

Rumbia, SultraNET. | Vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pelajar usia 12 hingga 17 tahun di Kabupaten Bombana terus di genjot dalam pekan vaksinasi tahap ke Empat ini.

Salah satunya di MTSN 1 Bombana yang terletak di Kecamatan Kabaena, Rabu (15/09/2021).

PLT Kepala Puskesmas Kabaena, Husmin, SKM menjelaskan bahwa di hari ketiga pelaksanaan pekan Vaksinasi tahap ke Empat ini di fokuskan untuk para pelajar.

” Dari 111 jumlah siswa yang ada di sekolah ini, yang  tervaksin ada 50 siswa dari 70 siswa yang mendapat persetujuan dari orang tua murid” jelas Husmin

Mantan Kapus Matausu ini juga menambahkan bahwa Setelah melalui proses skrining akhirnya ada 20 siswa yang tidak lolos skrining dengan berbagai alasan

“Alasan tidak lolos skrining di antaranya ada yang dalam keadaan sakit, batuk, sesak dan juga ada yg belum cukup umur masih berusia 11 tahun,” ucapnya

Husmin juga berharap kedepannya agar para orang tua siswa bisa lebih pro aktif dalam memberikan penjelasan tentang pentingnya vaksinasi ini.

” Insyaa Allah target usia 12 sampai 17 tahun bisa tercapai di Pekan vaksinasi kali ini.” harap Husmin.




Percepat Terbentuknya ‘Herd Immunity’, Puskesmas Mataoleo Gelar Vaksinasi di Desa Laloa

Rumbia, SultraNET. | Sebanyak 44 orang Warga Desa Laloa, Kecamatan Mataoleo mengikuti kegiatan pekan vaksin tahap ke empat yang diadakan di balai desa setempat, Selasa (14/09/2021).

Pekan Vaksinasi tahap ke Empat merupakan inovasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan sebagi upaya percepatan pemerataan target vaksinasi covid-19.

Kepala PKM Mataoleo, Ihram, S.KM mengatakan tujuan percepatan vaksinasi melalui pekan vaksin bertujuan agar target herd immunity atau kekebalan kelompok yang ditargetkan pemerintah kabupaten segera terwujud.

“Jika herd immunity sudah dicapai atau sebagian besar masyarakat sudah di vaksin maka kegiatan umum masyarakat akan semakin dilonggarkan lagi oleh Pemerintah termasuk pembelajaran tatap muka disekolah,” ujar Ihram

Ihram merinci untuk pelaksanaan vaksin di Desa Laloa untuk masyarakat umum sukses di vaksin 12 orang untuk dosis pertama dan 26 orang untuk dosis kedua serta dua orang dilakukan penundaan.

“Untuk pelayan publik divaksin 5 orang yaitu, untuk dosis pertama 2 orang dan dosis kedua 3 orang serta ada satu lansi,” rincinya

Sementara untuk sasaran umur 12 hingga 17 tahun menurut Ihram akan mulai di laksanakan pada hari berikutnya.

“Semoga di pekan vaksinasi ini target untuk usia remaja bisa tercapai,” harap Ihram.




Pelajar Rentan Terpengaruh Informasi Hoax tentang Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Dihari kedua Pelaksanaan Pekan Vaksinasi tahap ke Empat di Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana dengan target pelajar usia 12 hingga 17 tahun masih sepi, pasalnya dengan persyaratan harus mengantongi izin orang tua dan banyaknya informasi Hoax bahaya vaksin diduga menjadi faktor banyak pelajar memilih tidak bersedia divaksin.

Hal tersebut juga terlihat saat dilakukan vaksinasi di SMPN 27 Rarowatu Utara yang terletak di Desa Watumentade, Selasa (14/9/2021). dari 92 orang jumlah siswa yang ada di sekolah itu, hanya 16 orang siswa yang bersedia mengikuti pekan vaksinasi.

Kepala Puskesmas Rarowatu Utara Satar, S.KM mengungkapkan minimnya partisipan siswa untuk ikut vaksinasi dikarenakan tidak ada restu orang tua wali yang saat ini menjadi salah satu syarat untuk divaksin bagi pelajar .

“Mereka pada prinsipnya masih mempercayai hoax dan isu isu yang beredar di media sosial dan masyarakat luas,” ujar Satar.

Ia menyebut berdasarkan edaran Bupati Bombana tentang percepatan vaksiansi dengan sasaran anak usia sekolah 12 sampai 17 tahun yang bertujuan agar tercapai herd imunity siswa dengan target sebanyak 75 sampai 80 persen siswa telah divaksin,  sehingga proses belajar tatap muka dapat dilaksanakan dan belajar dirumah dapat di tiadakan lagi.

“Dan yang terpenting adalah kekebalan tubuh anak sangat prioritas.” Imbau Ketua PPNI Bombana ini.

Satar Juga berharap agar semua stakeholder yang ada bisa berkerjasama untuk menyukseskan vaksin dengan sasaran usia remaja ini

“Semoga lintas sektor terutama dinas Pendidikan dapat bersinergi dengan seluruh komponen untuk mengampanyekan vaksinasi ini,” harapnya.

.




Pekan Vaksinasi di SMA 12 Bombana Dikawal Polsek Lantari Jaya

Rumbia, SultraNET. | Percepatan vaksinasi pada Bulan September 2021 untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona terus meningkat, terlebih sasaran pelajar usia 12 hingga 18 tahun juga terus digenjot seiring dengan telah berlangsungnya pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Bombana.

Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Setyabudi Satrianto, SH mengatakan, bahwa vaksinasi pelajar tersebut bertujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok terhadap para pelajar yang saat ini sudah mulai melakukan aktivitas belajar di sekolah.

“Hari ini vaksinasi kita laksanakan di SMA 12 Bombana . Sasarannya adalah para siswa yang ada di sekolah ini,” ucap Setyabudi saat wawancara di Mako Polsek Lantari Jaya, Senin (13/09/2021).

Dirinya menegaskan, bahwa vaksinasi tersebut dapat terealisasi berkat sinergitas unsur Muspika dan Puskesmas Lantari Jaya yang terus berupaya memaksimalkan percepatan vasinasi di wilayahnya sebagai bentuk upaya penanganan pandemi Covid-19.

“Kita bersinergi bersama dengan Pemerintah Kecamatan Lantari Jaya, Polsek Lantari Jaya dan Puskesmas Lantari Jaya, serta dibantu oleh Pemerintah. Dosis vaksin juga melalui dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana,” katanya

Setyabudi menambahkan, vaksinasi bagi pelajar masif dilakukan, sasaran terhadap pelajar jauh lebih besar karena ketersediaan jenis vaksin serta sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Sasaran terhadap anak usia 12 hingga 18 tahun memang harus massif kita lakukan, besar harapan kami agar semua kembali normal seperti biasa dengan penerapan protokol kesehatan yang tepat,” Pungkas Kapolsek yang punya sapaan akrab Om Bud ini.

Menurut Laporan yang ada Jumlah siswa yang vaksin hari ini sebanyak 96 siswa dari 364 jumlah total siswa yang ada di SMA 12 Bombana.




Perdekat Layanan Vaksinasi, PKM Matausu Sasar Desa Morengke

Rumbia, SultraNET. | Desa Morengke yang terletak di Kecamatan Matausu menjadi tempat pertama pelaksanaan Vaksinasi pada pekan Vaksinasi tahap ke Empat yang menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan untuk memutus mata rantai peredaran virus covid-19.

Kepala Puskesmas Matausu. Muh Syarif Arifin mengatakan pekan Vaksinasi tahap ke empat ini PKM Matausu akan melaksanakan selama 6 hari sesuai jadwal yang telah di tentukan oleh pihak Dinas Kesehatan.

” Pelaksanaannya dimulai Senin 13 September hingga Sabtu 18 September dengan Faskes pelaksana sebanyak Satu Tim dan akan gelar bergiliran di semua Desa yang ada di Kecamatan Matausu,” ujar Muh Syarif, Senin (13/09/2021).

Ia mengaku pihaknya diberi target perhari sebanyak 30 orang dan target utama pada saat akhir pekan vaksinasi sebanyak 158 orang.

“Untuk Desa Morengke hari ini jumlah warga yang ikut vaksinasi sebanyak 22 orang, rinciannya 21 Masyarakat umum dan 1 Lansia,” Tutup Muh. Syarif Arifin.




Ketua DPRD Bombana Puji Komitmen PT. Panca Logam Makmur

Bombana, SultraNET. | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara memuji pihak PT.Panca Logam Makmur (PLM) sebuah Perusahaan Pertambangan Emas yang beroperasi di Wilayah Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara  yang telah menujukkan Komitmen dan langkah serius untuk melaksanakan kewajibannya dalam upaya Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Pujian tersebut disampaikan Arsyad, S.Pd., MH saat ditemuai di Kantornya, Kamis (26/8/2021). Menurut Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu, pihak perusahaan telah menggelar konsultasi publik, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di areal kerja pertambangan PT . PLM dengan melibatkan seluruh stakeholder dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, DPRD, NGO dan Tokoh masyarakat sekitar areal pertambangan pada hari Rabu (25/08/2021).

“Andaikan semua perusahaan melakukan kewajibannya ini, maka akan sangat membantu daerah, karena Pemerintah dan Perusahaan dapat melihat pemberdayaan apa yang dapat dilakukan selama Izin Usaha Pertambangan mereka masih berjalan,” Ujar Politisi yang digadang gadang sebagai bakal Calon Bupati Bombana itu.

Aleg yang telah dua periode di DPRD Bombana itu menjelaskan kehadiran dirinya pada kegiatan itu untuk melihat dan memberi masukan untuk menghindari timpang tindih program, agar program yang akan dilakukan perusahaan tidak lagi di programkan oleh pemerintah daerah.

“Program PPM ini manfaatnya untuk daerah terutama bagi daerah yang terdampak pertama sangat besar untuk itu saya secara kelembagaan akan mendorong perusahaan perusahaan lainya yang masih eksis di Bombana untuk melakukan juga kewajibannya ini,” Tegas Ketua PSSI Bombana itu.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Operasional sekaligus Kuasa Direktur PT.PLM. Haslinda mengatakan tujuan konsultasi publik tersebut adalah sebagai salah satu syarat rencana induk PPM sebelum disahkan .

“Kita harus melaksanakan konsultasi publik dulu ke masyarakat dan stakeholder Pemerintah Daerah, tujuannya mengevaluasi bahwa PPM tersebut akan tersalurkan kepada masyarakat,” ujar Linda

Hasil masukan dari masyarakat, lanjut Linda bakal di evaluasi dan diperbaiki kembali, pasalnya untuk PPM sudah diatur dalam blueprint PPM yang meliputi 8 aspek, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, infrastruktur dan lainnya.

Haslinda menegaskan, program PPM tersebut tidak boleh tumpang tindih dengan program yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bombana.

“Misalnya Pemerintah mencanangkan untuk pembuatan jalan, kita mau pembuatan jalan juga tidak boleh, kita harus yang lain, jadi saling mengisi untuk yang belum,” jelasnya.

Program PPM disusun hingga akhir masa tambang, pihaknya berharap masyarakat bisa mandiri dan tidak bergantung lagi pada perusahaan.

“Tanggapan mereka lebih senang, karena tersalurkan langsung oleh perusahaan. Apabila dari dana tersebut dalam setahun ini masih tersisa, dana sisa tersebut masih bisa terakumulasikan untuk angaran tahun berikutnya,” pungkas wanita berjilbab ini

PT. PLM dalam menyusun dokumen Rencana Induk PPM mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 41 Tahun 2016 tentang Pengembangan dan Pembedaan Masyarakat Pada Kegiatan Usaha Pertambangan dan Batubara, Peraturan Menteri ESDM No. 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara, dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1824 K 30 MEM 2018 tentang Pedoman Pelakasanaan Pengembangan dan Pembedayaan Masyarakat.

Pewarta : Idris Hayang

 

 

 

 

 

 

 

.