Wajib Diketahui, 7 Efek Samping Vaksin Covid-19 Menurut WHO

SultraNET. | VAKSIN COVID-19 merupakan cara yang aman untuk mencegah infeksi virus corona.

Seperti halnya vaksin atau obat-obatan lain, vaksin Covid-19 dapat menimbulkan efek samping.

Efek samping vaksin Covid-19 adalah hal yang wajar dan dapat diatasi.

WHO menyatakan studi menunjukkan efek samping vaksin Covid-19 sebagian besar ringan hingga sedang dan berlangsung singkat.

Efek samping ini umumnya hilang dengan sendirinya dalam beberapa.

Efek samping yang lebih serius atau bertahan lama sangat jarang ditemukan.

  • Berikut 7 efek samping vaksin Covid-19 menurut WHO:
  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit Kepala
  • Nyeri otot
  • Kedinginan
  • Diare
  • Nyeri di tempat suntikan.

WHO menyatakan efek samping ini dapat muncul berbeda-beda pada setiap orang.

Saat melakukan vaksinasi, petugas juga akan memantau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

selama 30 menit setelah divaksin. Petugas juga akan memberi tahu efek samping yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya.

WHO juga memberikan panduan cara mengatasi efek samping vaksin Covid-19.

Berikut cara mengatasi efek samping vaksin Covid-19:

  1. Istirahat yang cukup
  2. Banyak minum air putih
  3. Konsumsi parasetamol jika demam

Jika nyeri di area suntikan meningkat atau muncul gejala lain, hubungi fasilitas layanan terdekat.

Itulah efek samping vaksin Covid-19 dan cara mengatasinya. (NKRIpost)




Rarowatu Utara Lampaui Target Vaksin, Poleang Tengah Terendah

Rumbia, SultraNET. | Hasil Vaksinasi  Pekan ke-III  yang dilaksanakan sejak tanggal 16 Agustus 2021 hingga 21 Agustus 2021, Kecamatan Rarowatu Utara menjadi Kecamatan yang mampu melampaui Target dosis vaksin atau yang tertinggi sedangkan Kecamatan Poleang Tengah menjadi yang terendah dari Kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Bombana.

Pekan Vaksin merupakan program andalan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam rangka percepatan pencapaian target nasional vaksinasi covid-19.

Dari target 5.010 orang pada pekan vaksinasi Tahap Ketiga ini, tercatat 4804 (96.72 persen) orang ikut vaksinasi yang tersebar di 22 Kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail, SE menjelaskan pada pekan kali ini Kecamatan Rarowatu Utara yang tertinggi ikut vaksinasi dan Kecamatan Poleang Tengah yang terendah

“Menurut data yang kami terima Kecamatan Rarowatu Utara yang ikut vaksinasi sebanyak 304 orang atau capaian persentase 132.17 persen dari target 230 orang, sedang kan Kecamatan Poleang Tengah dari 210 orang target yang ikut vaksinasi cuman 61 orang atau capaian persentase 29.05 persen,” jelas Darwin

Ia membeberkan pada pekan vaksinasi tahap ketiga selain untuk Nakes pelayanan publik juga menyasar para Lansia, Remaja 12 hingga 17 tahun, pelayanan publik, dan masyarakat umum

” 4.804 orang yang tervaksin kali ini dengan rincian Masyarakat Umum (4.323 orang), Remaja 12 hingga 17 tahun (67 orang), pelayanan publik (245), Lansia (147 orang), tenaga kesehatan (22 orang),” beber Darwin

Mantan kepala BKD Kabupaten Bombana ini juga menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu vaksin berikut nya dengan jumlah yang lebih besar.

” Ketika Vaksin ini datang, kami akan menggerakkan seluruh stakeholder untuk turun langsung ke lapangan seperti pada pekan vaksinasi tahap pertama yang lalu.” tutupnya. (IS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.




Ini Jumlah Lansia Ikut Vaksin Pekan 3 di Bombana

Rumbia, SultraNET. | Dari 5.010 orang yang menjadi target pada pekan vaksinasi ketiga yang di buka untuk masyarakat umum di Kabupaten Bombana, tercatat sebanyak 145 orang Masyarakat Lanjut usia ( Lansia) mengikuti vaksinasi massal yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dalam rangka mempercepat Vaksinasi covid-19.

Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Bombana, Tarsan , SKM., M.Sc. Lansia termasuk salah satu kelompok yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi Covid-19 tahap ketiga yang sudah sedang berjalan, selain dari kelompok yang lainnya.

“Dari 145 orang lansia yang menerima vaksinasi pada tahap ketiga ini, Kecamatan Kabaena Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah 18 orang kemudian di susul Kecamatan Lantari Jaya sejumlah 15 orang di susul Kecamatan Rarowatu Utara sebanyak 13 orang,” beber Tarzan, Sabtu, (21/08/2021).

Ia menyebut masih ada Kecamatan yang tidak ada sama sekali orang lanjut usia yang ikut vaksinasi pada pekan vaksinasi kali ini.

“Kecamatan Rarowatu dan Kecamatan Poleang Tenggara dari data yang kami terima dari setiap Kapus di PKM tidak ada sama sekali Lansia yang ikut vaksinasi kali ini,” ucap Tarzan

Kedepannya lanjut Tarzan, ia mengharapkan makin banyak lagi jumlah Lansia yang ikut dalam program pekan Vaksinasi ini

“Insya Allah vaksinasi ini aman buat orang Lanjut usia, sudah sewajarnya kalau pada pekan Pekan berikutnya angka Orang Lansia yang ikut vaksinasi lebih besar lagi,” Tutupnya.




Marak Informasi Hoaks Pengaruhi Animo Masyarakat Ikuti Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Pelaksanaan pekan vaksinasi Tahap Ketiga ini mengalami penurunan animo dari masyarakat Kabupaten Bombana, hal itu diduga diakibatkan masih maraknya informasi hoax yang beredar di media sosial.

Kepada awak media ini, Brigadir Patriyono Cornelius anggota Polsek Rumbia yang juga Bhabinkamtibmas Kelurahan Lameroro, mengatakan informasi serta pro dan kontra terkait vaksinasi yang tersebar di media sosial menjadi salah satu penyebab masyarakat takut untuk melakukan vaksin Covid-19.

“Dampaknya, sebagian masyarakat mendukung program tersebut namun tidak sedikit yang meragukan efektifitas dan keampuhan vaksinasi,” ujar Patriyono saat melakukan pengamanan pekan vaksinasi di Kantor Camat Rumbia, Kamis (19/08/2021)

Brigadir Patriyono Cornelius anggota Polsek Rumbia
Brigadir Patriyono Cornelius anggota Polsek Rumbia

Sebagai institusi yang mendukung program vaksinasi ini, Patriyono juga mengatakan bahwa pimpinannya di Kepolisian selalu mengingatkan kepada semua jajaran dan bawahannya untuk selalu menjadi garda terdepan dalam penanganan virus corona.

“Terkadang masyarakat membutuhkan bantuan untuk antar jemput, kami selaku Bhabinkamtibmas harus selalu siap untuk melaksanakan tugas tersebut ini semua demi suksesnya pekan vaksinasi,” ucap Bhabinkamtibmas yang di tugaskan untuk mendampingi dan pengamanan di Puskesmas Rumbia selama pekan vaksinasi ini berlangsung

Dia menambahkan, selama menjalankan tugas di Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana sebagai relawan Covid-19 dari vaksinasi tahap pertama hingga tahap kegita belum ada insiden besar yang dihadapi.

“Sampai sekarang belum ada insiden besar dan mudah-mudahan selanjutnya juga seperti ini.” Tutup pria peramah ini.




Golkar Bombana Komitmen Dukung Sukseskan Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bombana mengajak masyarakat dan khususnya kader partai berlambang beringin itu untuk membantu pemerintah mensukseskan Pelaksanaan pekan Vaksinasi Covid-19 tahap ketiga yang dilakukan serentak selama sepekan sejak hari ini di 22 Kecamatan, se-Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Saat di temui di Kantor Golkar Kabupaten Bombana yang terletak Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Lauru Kecamatan Rumbia Tengah, Senin (16/08/2021), Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bombana Bidang BAPPILU, Basmin, menjelaskan pentingnya dilakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan penularan virus yang telah mengguncang dunia dua tahun terakhir ini.

“Ayo jangan takut di vaksin, ini semua demi keselamatan anda, keluarga dan kita semua dan para kader juga wajib vaksin untuk memberikan contoh kepada warga sekitar,” ujar Pria jebolan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Pada kesempatan itu, Basmin juga meminta kepada para kader Golkar di Kabupaten Bombana untuk segera menjalani vaksinasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang manfaat vaksin.

Basmin secara khusus juga menyatakan keprihatinannya dengan lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini yang hampir merata di Seluruh Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Bombana.

“Mudah-mudahan semua anak-anak sekolah bisa divaksin, jika semua mayoritas warga negara ini juga sudah divaksin, maka adik-adik sekalian nanti akan bisa kembali sekolah bertatap muka seperti biasa,” katanya.

Selain itu, pria yang akrab di sapa dengan panggilan PISA ini juga mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan yakni, mengenakan masker, mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi.




Tak Perlu Takut, Lansia Sebelum Vaksin Dipastikan Sejumlah Hal ini !

Rumbia, SultraNET. | Orang Lanjut Usia (Lansia) termasuk salah satu kelompok yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi Covid-19 pada pekan vaksinasi yang di selenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana.

Vaksinasi Covid-19 untuk lansia tercantum dalam surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok sasaran lansia, komorbid, penyintas Covid-19, dan sasaran tunda.

Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana , Tarzan,SKM .,M.Sc mengatakan, secara umum tidak ada syarat kondisi khusus bagi lansia yang akan divaksin.

Ia menyebutkan, syaratnya sama dengan kelompok lainnya, meski demikian, ada sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada lansia calon penerima vaksin Covid-19.

“Ada tambahan pertanyaan untuk menilai apakah usia lebih dari 60 tahun dapat menerima vaksin,” ujar Tarzan saat dihubungi via telepon oleh awak media, Sabtu (21/08/2021)

Daftar pertanyaan tambahan itu adalah

1.Apakah mengalami kesulitan menaiki 10 anak tangga?

2.Apakah punya 5 penyakit dari 11 penyakit kronik dan komorbid?

3.Apakah mudah merasa kelelahan?

4.Apakah mengalami penurunan berat badan secara signifikan?

5.Apakah sulit berjalan sejauh 100-200 meter?

Jika ada 3 jawaban “Ya” atau lebih dari 5 pertanyaan di atas, maka vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan.

Mengenai batasan maksimal usia lansia yang bisa divaksin, Tarzan menyatakan, tidak ada batas maksimal.

“Tidak ada batas maksimal (usia lansia),” ujar dia.

Sebelumnya, menurut Tarzan Kementerian Kesehatan juga memperbarui kondisi orang yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Berikut rincian mereka yang tidak boleh menerima vaksin virus corona:

1.Orang dengan tekanan darah 180/110 atau lebih.

2.Penyintas Covid-19 kurang dari 3 bulan

3.Sedang hamil

4.Mengalami gejala ISPA, seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir

5.Ada anggota keluarga yang kontak erat/suspek/terkonfirmasi sedang dalam perawatan karena Covid-19

6.Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi kedua)

7.Orang yang sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah

8.Menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis) akut

9.Menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis akut

11.Menderita penyakit saluran pencernaan kronis

12.Menderita penyakit hiperteroid atau hiperteroid karena autoimun

13.Menderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui

Tarzan menambahkan ada pula dua kondisi lain yang menyebabkan pemberian vaksin dapat ditunda. Kondisi itu yakni :

1.Jika berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam 37,5 derajat celcius ke atas, penundaan dilakukan sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19. Selain itu, dilakukan screening ulang pada saat kunjungan berikutnya.

2.Jika memiliki salah satu penyakit paru, seperti asma, PPOK, dan TBC.

“Jika memiliki kondisi-kondisi di atas, maka vaksin baru bisa dilakukan hingga kondisi pasien terkontrol baik.” Tutupnya




Hari Ke Tiga Pekan Vaksin, PKM Rarowatu Capai Setengah Dari Target

Rumbia, SultraNET. | Hari Ketiga pelaksanaan Vaksinasi massal pada program pekan vaksinasi ke tiga di Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, mencapai 50 persen dari target 220 orang.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rarowatu, Hasniwati, SKM mengatakan, meski kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin pada pekan vaksinasi tahap ketiga berkurang jika di bandingkan dengan tahap pertama, dirinya masih berkeyakinan kalau target yang di berikan masih bisa tercapai.

“Sudah tiga hari berjalan tahap tiga, kunjungan masih agak kurang. Namun pas rangkain 17 Agustus 2021 kemarin, kita berhasil vaksin 66 orang,” kata Hasniwati saat wawancara dengan awak media di lokasi vaksinasi, Lakomea (18/08/2021).

Pada Rabu 18 Agustus 2021 kata dia, Tim dari PKM Rarowatu berhasil malakukan vaksin sebanyak 33 warga Desa Lakomea Kecamatan Rarowatu.

“Untuk hari ini, sebanyak 33 orang yang divaksin. Sementara jumlah target kita pada pekan vaksinasi tahap tiga ini hanya 220 orang, 16 fial vaksin. Nanti hari terakhir baru kita bisa persentase capaian nya,” jelas wanita berjilbab ini.

Hasniwati juga membeberkan bahwa di setiap pelaksanaan Posyandu, tim dari PKM Rarowatu selalu melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya vaksinasi untuk kekebalan tubuh

“Tetapi kita kembalikan lagi kepada masyarakat, ada yang kesadarannya tinggi ada juga yang tidak,” bebernya.

Meski demikian, ia terus mengajak semua masyarakat di wilayah kerjanya itu untuk aktif dalam memberikan pemahaman kepada warga lainnya pentingnya vaksinasi Covid-19

“Kita harus aktif dan mau melakukan vaksinasi Covid- 19,” pungkasnya

Pewarta : Muh. Adnan




Sempat Tertunda 3 Kali, Warga Desa Ini Akhirnya Divaksin Dosis Pertama

Rumbia, SultraNET. | Selama pelaksanaan Pekan vaksinasi yang sudah memasuki tahap ketiga ini, Desa Tunas Baru yang menjadi salah satu wilayah kerja dari PKM Rarowatu Utara yang selama ini mengalami penundaan vaksinasi akhirnya melaksanakan vaksinasi untuk dosis pertama, Senin (16/08/2021).

Vaksin tersebut dikhususkan untuk Kepala Desa dan Perangkat Desa Tunas Baru, Kecamatan Raraowatu Utara, Kabupaten Bombana yang baru menjalani vaksinasi tahap satu, bertempat di Kantor Desa Tunas Baru.

Proses penyuntikan vaksin Sinovac dilakukan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat Rarowatu Utara yang dimulai  dengan memberikan kepada Kepala Desa Tunas Baru, Baharuddin Tola.

Kepada awak media, Baharuddin Tola mengatakan, proses vaksinasi massal sudah berulang kali dijadwalkan di desa tersebut.

Namun bersamaan dengan itu ada warganya yang terkonfirmasi positif covid-19 yang mengakibatkan proses vaksinasi mengalami penundaan.

“Sudah tiga kali ditunda, batal terus karna ada yang positif  setiap jadwal vaksin makanya ditunda terus,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa yang ikut vaksinasi hari ini sebanyak 11 orang termasuk dirinya yang semuanya perangkat.

“Insya Allah saya dan semua perangkat desa akan mengikuti vaksin dosis pertama ini.” tutupnya




Bupati H.Tafdil Ingatkan Warga Bombana Pentingnya Vaksinasi

Rumbia, SultraNET. | Sebagai upaya serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mensukseskan Program pekan vaksinasi yang di inisiasi oleh Pemkab Bombana yang saat ini terus dilakukan sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19 kepada warga, Bupati Bombana H.Tafdil mengingatkankan warganya tentang pentingnya melakukan vaksin sebagai upaya meningkatkan imunitas daya tahan tubuh.

Kepada awak media H.Tafdil menjelaskan, pemberian vaksin bagi masyarakat merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.

“Penting bagi kita melakukan vaksinasi, walaupun vaksin ini tidak menjamin bahwa kita terhindar dari Covid-19, setidaknya jika terpapar gejalanya tidak seberat sebelum di vaksin,” jelas H. Tafdil Selasa (17/8/2021).

Menurutnya, dari data jumlah pasien Covid-19 rata-rata penderitanya 90 persien belum melakukan vaksinasi, sementara pasien yang sudah melakukan vaksin tidak mengalami gejala yang berarti.

“Untuk mengatasi pandemi Covid-19 di wilayah Bombana yang sangat perlu dilakukan saat ini hanya ada dua cara yaitu menaati prokes dan ikut melakukan vaksinasi” ungkap Bupati 2 periode tersebut.

Ketua DPD PAN Bombana ini juga menambahkan bahwa orang yang sudah tervaksin bukan hanya bisa melindungi diri sendiri, tetapi akan melindungi orang-orang di sekitarnya terutama lansia, sebab, orang yang sudah tervaksin kemungkinan menularkan virus sangatlah kecil.

“Jadi mari beramai ramai kita mengikuti vaksinasi,ini juga buat kesehatan kita bersama” pungkas suami ANS ini.




Bupati Tafdil Maknai Hari Kemerdekaan Sebagai Kekuatan Hadapi Pandemi

Rumbia, SultraNET. | Dengan menggunakan pakai adat  berwarna hitam khas Suku Moronene, Bupati Bombana H.Tafdil menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76, yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bombana, Selasa (17/8/2021) pagi.

Bupati Bombana H.Tafdil ditemui usai upacara menyampaikan bahwa upacara peringatan HUT RI ke-76 tahun ini memiliki makna yang luar biasa bagi bangsa Indonesia, untuk mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.

“Untuk mewujudkan Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh butuh kebersamaan dari kita semua,” kata Tafdil

Bupati juga menyebutkan bahwa upacara yang digelar hari ini terlihat warna-warni yang menunjukkan keberagaman masyarakat Bombana.

“Dan itu memberikan semangat kuat dan kebersamaan itu menjadi dasar penting untuk membangun daerah kita secara khusus dan untuk Indonesia secara umum,” terangnya.

Ditahun ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi bencana Covid-19. Oleh karenanya, butuh kebersamaan dan kekuatan bersama dari rakyat bersama pemerintah dalam menghadapi bencana ini.

“Bapak Presiden telah banyak mengintruksikan kepada kita untuk melakukan hal yang terbaik untuk pemulihan ekonomi dan memastikan manusianya diselamatkan,” ungkap Bupati 2 periode ini

Tafdil juga mengajak masyarakatnya untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar pandemi virus corona segera berakhir.

Nampak Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Bombana, Johan Salim, Kapolres Bombana AKBP  Teddy Arief Soelistiyo Sekda Bombana Drs. Man Arfa, M.Si,  dan pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), sejumlah pimpinan instansi vertikal dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana.

Meski sempat diguyur hujan di akhir-akhir upacara, peserta upacara yang terdiri dari unsur TNI/Polri,  dan beberapa SKPD terkait terlihat tetap di tempat, hujan tersebut tidak menjadi penghalang atau menyurutkan semangat mereka dalam mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-76 tersebut.