Status PPKM di Bombana Turun ke Level 2

Bombana, SultraNET. – Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara  turun level terkait status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jika Sebelumnya berada di level tiga, kini turun jadi level dua.

Untuk wilayah Sulawesi Tenggara, baru satu Kabupaten yang mampu menyandang level satu yakni Kabupaten Konawe Utara. Sementara 12 Kabupaten dan dua Kota lainnya berada di level dua, sedangkan di level tiga masih dua Kabupaten.

Kabupaten Bombana masuk kategori level dua PPKM. Bombana bersama Kabupaten Muna, Buton, Konawe, Wakatobi, Buton Utara, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Kolaka Utara, Kota Baubau, dan Kota Kendari, sedangkan level tiga yakni Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin Ismail mengatakan penurunan status tersebut berkat adanya tambahan warga yang mau vaksin dari hari ke hari serta angka covid-19 yang telah mencapai anka 0 (nol).

Ia menjelaskan jika Bombana tidak terhalang rendahnya jumlah prosentase warganya yang telah di vaksinasi saat ini, maka dipastikan telah masuk kategori level satu PPKM.

“Sejak 1 Oktober 2021 sampai sekarang, Alhamdulilah tidak ada lagi warga kita yang terkonfirmasi atau terpapar covid-19,” paparnya usai mengikuti rapat bersama jajaran camat dan TNI/ POLRI di Rujab Bupati Bombana, Kamis (11/11/2021).

Hanya saja, akibat rendahnya warga Bombana yang vaksin kata Darwin, telah berdampak pada naiknya levelitas PPKM secara standar nasional

“Naiknya levelitas kita di PPKM Itu, akibat capaian vaksinasi kita rendah. Hingga 8 November 2021 kita belum capai 40 persen sebagaimana ditargetkan secara nasional. kita masih berkutat ditataran 39 persenan. Akibatnya, level PPKM kita saat itu, naik ke level tiga,” ulasnya.

Namun saat ini lanjutnya, jumlah vaksinasi  telah menyentuh angka 44 ribuan lebih. Atau telah mencapai 40 persen lebih dari target, sehingga level kita sudah turun ke level dua,” tambahnya.

Mantan Kepala BKD Bombana itu menargetkan hingga akhir November 2021 kedepan, persentase yang hendak dicapai di kisaran 60 persen dari target.

“Untuk saat ini, kita butuh sekitar 19 persenan lebih untuk gapai target 60 persen tersebut. Sementara satu persen itu, butuh kisaran 1.200 dosis yang mesti tervaksin. Makanya, hari ini kita undang camat dan unsur TNI Polri untuk bahu membahu tangani bersama terkait rendahnya vaksinasi kita ini,” ujanya.

“Kedepan, identifikasi warga yang vaksin dan yang belum, akan digunakan metode by name by adres. Lewat scraning kartu keluarga atau KK,” Pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

.




TPP ASN Bombana yang Belum Lakukan Vaksinasi Bakal Ditahan Sementara

Bombana, SultraNET. | Target Herd Immunity di akhir bulan Desember 2021 menjadi hal yang harus direalisasikan di semua daerah yang ada di Indonesia termasuk Kabupaten Bombana, karena merupakan Instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa menjelaskan jika Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Bombana yang belum melakukan vaksinasi, maka Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nya akan ditahan sementara hingga ASN tersebut melakukan vaksinasi.

“Ya itu tanggung jawab saya. Kalau ada PNS di Lingkup Pemda Bombana yang belum atau tidak mau di vaksin akan ditahan sementara TPP nya sampai selesai divaksin baru diberikan,” Jelas Man Arfa saat di wawancarai usai Rapat dengan seluruh Camat se Kabupaten Bombana di Aula Paviliun Rujab Bupati Bombana, Kamis (11/11/2021).

Mantan Kadis PU Kabupaten Bombana ini juga menegaskan kembali apa yang menjadi Arahan Bupati Bombana pada saat Rapat koordinasi tadi, bukan hanya itu, jika dalam pelaksanaan vaksinasi bersama para Camat tidak mencapai target hingga 70 persen, pihaknya juga bakal mengambil langkah tegas.

“Saya akan panggil dulu, kalau memang tidak bisa bekerja maksimal kita ganti, ini program dari pusat bukan dari program daerah, makanya jangan main-main program ini,” Tegas Jenderal ASN di Kabupaten Bombana itu.

 

 

 

 

 

 

.




Pekan Vaksin Tahap 9 di Bombana, Dosis Pertama jadi Prioritas

Bomban, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana (Pemkab), Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar pekan Vaksinasi yang sekarang telah memasuki tahap ke sembilan dengan prioritas dosis pertama.

Sekertaris Daerah (Sekda) Bombana, Man Arfa, mengatakan untuk mencapai 70 persen dosis pertama, bakal diperuntukan bagi semua kelompok.

“Ini sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat untuk mencapai 70 persen dosis pertama di seluruh Indonesia khususnya Bombana,” ungkap Man Arfa di ruang kerjanya, Jumat, (05/11/2021).

Mantan Inspektur Inspektorat Bombana itu menjelaskan dalam pelaksanaan vaksinasi yang akan dilaksanakan mulai hari ini  tanggal 5 hingga 12 November 2021 mendatang, akan digelar di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana.

“Peran Camat, Kepala Puskesmas, Lurah, Kepala Desa, dan Kepala Sekolah sangat dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan ini,” tegas Jenderal ASN di Kabupaten Bombana itu.

Untuk diketahui target vaksinasi Kabupaten Bombana tahap sembilan yakni, Dosis pertama Pfizer bagi 15 ribu orang, Dosis pertama Moderna bagi 1.232 orang serta Dosis kedua Sinovac bagi 3.504 orang dan total keseluruhan 19.736 orang.




Penerima Bansos di Kecamatan Rumbia Tengah Disyaratkan Telah Vaksinasi

Bombana, SultraNET –  Masyarakat Kecamtan Rumbia Tengah,  Kabupaten Bombana yang hendak menerima Bantuan Sosial Sembako PPKM Tahun 2021 di Kantor Kecamatan setempat, diwajibkan melakukan vaksinasi terlebih dahulu, Jumat (05/11/2021).

Penyerahan Bantuan Sosial di Kantor Kecamatan tersebut bersamaan dengan diadakannya pekan vaksinasi tahap sembilan yang di Gelar oleh Pemkab Bombana melalui Puskesmas Rumbia Tengah sebagai pelaksana.

Sekretaris Kecamatan Rumbia Tengah, Muhammad Amin Mudeing menjelaskan, persyaratan tersebut dilakukan karena masih banyak warganya yang belum melaksanakan vaksinasi salah satunya para penerima bansos ini.

“Jika memenuhi syarat akan di vaksin, setelah itu dapat menerima Bansos, akan tetapi kalau ada penyakit bawaan harus menunjukkan surat keterangan dari Dokter agar bisa diberikan, Adapun warga yang sudah divaksin dapat langsung menerima bantuan tersebut,” Jelas Amin Mudeing

Meski demikian menurut Amin Mudeing pihaknya juga tidak melakukan pemaksaan kepada warga penerima Bansos untuk mengikuti program apalagi pelaksanaan Vaksinasi pada para penerima Bansos tersebut dan tetap dilakukan sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) vaksinasi covid 19, dalam hal ini melalui tahapan scrining.

“Kami Hanya tanya Kalau sudah vaksin, kalau mereka jawab belum maka kami minta Vaksin dulu” Tutupnya.

 

 

 

 

 

 

.




Target 70 Persen Warga Bombana Tervaksin, Dinkes Siapkan 38.000 Dosis

Bombana, SultraNET. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus bekerja untuk menyukseskan vaksinasi di daerahnya, kali ini disiapkan 38 ribu vaksinasi untuk mencapai target 70 persen pada Desember 2021 mendatang.

Percepatan vaksinasi untuk mencapai herd immunity menjadi keharusan disetiap daerah minimal mencapai angka 70 persen, sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan stok vaksin yang tersedia saat ini 19 ribu dosis,  dan bakal ada 19 ribu tambahan yang masih dalam proses pengiriman.

“Untuk mencapai 70 persen di bulan Desember sudah aman, sekarang tinggal pelaksanaannya,” kata Darwin, Jumat (05/11/2021).

Seluruh kelompok seperti Lansia, masyarakat umum, pelayan publik, pendidik, tenaga kesehatan, remaja usia 12 -17 tahun serta tenaga kesehatan akan dilayani, dari dosis pertama sampai dengan dosis ketiga.

“Semuanya kelompok sasaran akan dilayani, juga untuk dosisnya baik dosis pertama, kedua maupun dosis ketiga bagi tenaga kesehatan,” pungkas Mantan Kepala BKD ini.

 

 

 

 

.




Jalin Kerjasama, Pemkab Muna Bakal Beli Gabah Petani Bombana

Rumbia, Sultranet.com –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Muna dalam hal penjualan gabah petani di wilayah kerjanya.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Bombana Muhammad Siarah menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kadis Pertanian Muna. Rencananya Distan Muna bakal membeli gabah petani di wilayah Bombana sesuai dengan harga yang telah di tetapkan oleh Pemerintah

“Harga gabah yang telah ditentukan perkilo dibanderol Rp 4.200 jika diterima di penggilingan. Kalau diterima di lahan petani sebesar Rp 4.000 perkilogram dengan pertimbangan transportasi dan upah angkut,” jelas Siarah saat di temui awak media di ruang kerjanya, Selasa (26/10/2021)

Distan Bombana Lakukan Pemantauan di Sejumlah Pabrik Gabah

Menurut mantan Sekretaris Dinas Pertanian Bombana ini kerja sama tersebut akan sangat membantu menstabilkan harga gabah di Bombana.

Sebab, pada masa awal panen para petani harga gabah di Bombana itu masih stabil dengan harga 4.000 perkilo. Namun, di pertengahan masa panen harga gabah selalu mengalami penurunan harga, karena banyaknya produksi gabah petani atau over produksi

“Kerja sama ini kita lakukan dengan komunikasi secara intensif. Dalam waktu dekat mudah mudahan mereka akan ke Bombana dan kita bisa membuat Momerandum of Understanding (MOU) atau Nota kesepahaman,” Pungkas nya. (Adv)




Resmikan MPP, Kemenpan-RB harap Kabupaten/Kota di Sultra Belajar ke Bombana

Bombana, SultraNET. | Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) berharap Kabupaten dan Kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dapat belajar dari Kabupaten Bombana terkait pembentukan Mall Pelayanan Publik (MPP).

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB, Prof. Dr. Diah Natalisa, MBA saat berkunjung dan meresmikan MPP Bombana sebagai MPP yang ke 45 di Indonesia serta menjadi yang pertama di Sultra, Kamis (14/10/2021).

Ia menyebut pasca terbitnya Perpres Nomor 89 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Mall Pelayanan Publik, bagi daerah Kabupaten ataupun Kota yang belum menyelenggarakan MPP agar segera mempersiapkan diri menyelenggarakan MPP di wilayahnya masing-masing.

“Kami berharap MPP Kabupaten Bombana dapat membantu sharing knowledge kepada Kabupaten atau Kota lainnya di Sulawesi Tenggara serta memberikan pelayanan konsisten dan berkelanjutan, memelihara fasilitas sarana dan prasarana yang sudah tersedia serta meningkatkan koordinasi dengan lintas instansi sehingga lebih banyak jenis layanan yang dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Diah Natalisa.

Ia mengapresiasi komitmen dan kerja keras Bupati beserta Wakil Bupati Bombana beserta seluruh instansi yang telah bergabung di MPP Bombana karena menurutnya apa yang telah dikerjakan itu dapat menjadi titik balik pemulihan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.

“Dengan hadirnya MPP, kini masyarakat dan pelaku usaha dapat lebih dimaksimalkan terkait pengurusan izin serta hal hal terkait pelayanan publik lainnya,” jelasnya.

Peresmian MPP ke 45 di Bombana merupakan wujud nyata keseriusan pemerintah daerah dalam melakukan kolaborasi dengan pemerintah pusat sebagai upaya terciptanya pelayanan publik yang terintegrasi sebagai wujud cita cita reformasi birokrasi, kolaborasi ini juga merupakan upaya mewujudkan Indonesia Maju.

“Pemulihan Ekonomi harus dikejar pasca musibah covid-19, kita harus menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang kuat, dengan potensi sumberdaya alam, hasil bumi dan pariwisata di Bombana harus mampu dikelola dengan baik sehingga menghasilkan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat,” pungkasnya.

Bupati bombana H. Tafdil (Kiri) saat menerima Piagam dari Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB, Diah Natalisa (Kanan)
Bupati bombana H. Tafdil (Kiri) saat menerima Piagam dari Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB, Diah Natalisa (Kanan)

Ditempat yang sama Bupati Bombana, H. Tafdil, SE., MM mengatakan bahwa hingga saat ini sudah ada beberapa Kabupaten di Sultra yang telah melakukan study tiru di MPP Bombana yaitu Kabupaten Konawe Kepulauan, Muna Barat dan Kabupaten Buton Utara.

“Kabupaten Buton juga sudah menyatakan mau belajar di Bombana, saya sampaikan mau belajar disini atau pinjam Pak Jawa (Kadis DPMPTP.red) boleh, pekerjaannya sudah digitalisasi semua,” ungkap Ketua DPD PAN Bombana itu.

Ia menyebut MPP selama ini dan akan terus melayani semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, kendatipun awalnya sebagian masyarakat salah paham terkait MPP, dalam pikiran masyarakat akan dibangun mall seperti yang ada di Kota Kendari, namun lambat laun masyarakat paham dengan hadirnya MPP dapat memperpendek waktu pengurusan serta menghemat biaya karena layanan di 14 Kantor bisa diselesaikan di satu tempat.

Ia merinci di MPP ada 14 loket yang disiapkan untuk pelayanan dan 15 Instansi dengan rincian 5 Instansi Vertikal, 1 Instansi Provinsi, 7 Instansi Kabupaten, 1 BUMN dan 1 BUMD total keseluruhan melayani sebanyak 147 item layanan.

“Jadi segala tugas pemerintah yang paling penting adalah memberikan pelayanan yang baik, berintegritas serta mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat,” Pungkas Bupati dua periode itu. (IS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.




Distan Bombana Rutin Periksa Kesehatan Hewan dan Inseminasi Buatan

Rumbia, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana dalam hal ini Bidang Peternakan melaksanakan rutin kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan dan Inseminasi Buatan (IB)kegiatan tersebut di laksanakan di Kelurahan Lameroro dan sekitarnya Kec. Rumbia Kab.Bombana (12/10/21). Dalam kegiatan tersebut melibatkan petugas peternakan dan dibantu kelompok ternak yang ada diwilayah tersebut.

Kabid Peternakan Surianto Wedda, SPt, Untuk mengetahui apa Itu Inseminasi Buatan, manfaat serta tujuan Berikut penjelasannya:

Inseminasi Buatan (IB) adalah Proses memasukkan semen beku (Spermatozoa) yang telah dicairkan yang berasal dari ternak jantan unggul ke-dalam saluran alat reproduksi betina, Sehingga mampu meningkatkan mutu genetik hewan ternak dalam waktu singkat dan menghasilkan anakkan berkualitas dalam jumlah banyak menggunakan bantuan manusia dan alat khusus yang disebut ‘insemination gun‘.

Petugas Melakukan Penyuntikkan pada Hewan Sapi
Petugas Melakukan Penyuntikkan pada Hewan Sapi

“Tingkat keberhasilan inseminasi Buatan sendiri ditentukan oleh beberapa faktor seperti : Kualitas Semen, Ketepatan waktu IB, Inseminator dan lingkungan betina,” Singkat Anto

Manfaat Inseminasi Buatan Pada Hewan

Untuk peternak teknologi IB sangat bermanfaat baik dari segi ekonomis, Selengkapnya manfaat IB antara lain:

1.   Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan.

2.   Dapat mengatur jarak kelahiran antar ternak dengan baik.

3.   Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding).

4.   dapat di simpan dalam jangka waktu yang lama, dengan memanfaatkan teknologi dan alat yang tepat.

5.   Semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati.

6.   Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar.

7.   Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.

Tujuan Inseminasi Buatan Pada Hewan

Berikut beberapa tujuan melakukan Inseminasi Buatan

1.   Memperbaiki mutu genetika pada hewan ternak

2.   Tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya

3.   Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama

4.   Mengurangi gangguan Fisik pada sapi betina saat waktu kawin.

5.   Meningkatkan populasi angka kelahiran ternak secara cepat dan teratur

6.   Mencegah penyebaran / penularan penyakit kelamin akibat penyakit alami.

(ADV)




Wujudkan Data Terintegrasi, Distan Bombana Gelar Sosialisasi E-Reporting Poligon

Rumbia, Sultranet.com – E-Reporting Poligon merupakan sistem digitasi peta poligon melalui foto open camera, juga memuat perhitungan dan pelaporan luas lahan pertanian. Aplikasi e-Reporting terintegrasi dengan Simluhtan, artinya dalam melakukan pemetaan luas wilayah pertanian dengan data kelompok tani di Simluhtan. Data aplikasi berbasis spasial atau poligon ini akan termonitor secara online.

Sosialisasi Digitasi Poligon menggunakan Aplikasi e-Reporting, dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bombana. Kegiataan pemetaan luas lahan pertanian tersebut diadakan di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Kamis, (7/10/21).

Kegiatan Sosialisasi E-Reporting Poligon
Kegiatan Sosialisasi E-Reporting Poligon

Sosialisasi dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah.M.Si,  Adapun pemateri dalam pertemuan tersebut adalah dari Kementerian Pertanian RI Ditjen Tanaman Pangan dan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain itu, Kegiatan ini dihadiri Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura dan seksi serta staf, Kepala Bidang Penyuluhan dan KUPTD Dinas Pertanian Kabupaten Bombana. Dihadiri juga oleh seluruh Kepala Pertanian Kecamatan (KPK) sebanyak 22 orang.

Dalam Sambutan Kepala Dinas Pertanian Kab.Bombana aplikasi ini sangat penting dalam pelaksanaan di lapangan.

“Semua kelompok tani yang terdaftar di aplikasi Sistem Penyuluhan Pertanian (SIMLUHTAN) harus di poligon seluruhnya,” ujar Muhammad Siarah saat membuka kegiatan.

Hal ini disampaikan pula oleh Kamal sebagai staf Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI. ia menjelaskan mengenai aplikasi yang di gunakan yaitu E-Reporting yang di install melalui Play store pada handphone masing-masing penyuluh. Setelah melakukan Login akan langsung di arahkan pada halaman laporan.

Ketika E-Reporting sudah integrasi dengan BAST Online terdapat menu Poktan dan Gapoktan, mereferensi kepada Aplikasi Simluhtan.

Tahapan di E-Reporting diantaranya : Memilih Kelompok Tani, Upload Foto, Digitasi Poligon kemudian simpan. Pada aplikasi ini tidak perlu memasukkan alamat lengkap lahan karena sudah terintegrasi dengan Simluhtan. Hanya perlu mempersiapkan foto open camera, mengetahui lokasi lahan dan melakukan digitasi titik poligon.

Pada tahapan menggunakan Aplikasi Open Kamera, dimana ukurannya tidak boleh lebih dari 2 MB. Cara mengirim foto Open Camera melalui fitur dokumen di whatsapp hal ini dilakukan agar originalitas dan Koordinat foto tetap terjaga.

 “Setelah mempelajari cara menggunakan Aplikasi e-Reporting, semoga penyuluh pertanian  Kabupaten Bombana bisa membuat peta poligon sesuai luas lahan pertanian di wilayahnya masing-masing. Kami harapkan juga ilmu menjalankan aplikasi ini bisa disampaikan kepada teman-teman penyuluh lainnya.” tutupnya. (adv)




Muhammad Siarah Resmi Dilantik Sebagai Kadis Pertanian Bombana

sultranet.com, Rumbia – Setelah sekian lama dijabat oleh Pelaksana Tugas (PLT) akhirnya jabatan Kursi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana kembali bertuan, hal tersebut terjadi setelah adanya pejabat yang resmi dilantik sebagai Kepala Dinas definitif, Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana. Rabu (06/10/2021)

Pejabat yang menggantikan Almarhumah Andi Nur Alam tersebut adalah Ir. Muhammad Siarah., M.Si sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana setelah beberapa waktu mengemban tugas sebagai pelaksana Tugas ( PLT) Di dinas tersebut dan sebelumnya mengikuti serangkaian seleksi tes (tes penilaian) pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana.

“Ini yang terbaik. Kita mau naikkan orang kan harus dites dulu. Ini bentuk kaderisasi juga. Begitu juga dengan sekretaris yang akan masuk, harus disiapkan. Jadi ketika naik suatu waktu, mereka sudah siap, dalam menjalankan tugas saling kordinasi dengan pimpinan” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Drs.Manarfa,.M.Si, saat memberikan arahan

Berikut profil Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana.

Nama: Ir. Muhammad Siarah, M.Si, Tempat dan Tanggal Lahir : Kolaka, 1 Januari 1968, Alamat : Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, No Hp : 081241967539, Pekerjaan : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana.

Jenjang pendidikan, SD : SDN 1 Kolaka, tamat Tahun 1981, SMP : SMPN 2 Kolaka, tamat tahun 1984, SMA  : SMAN 1 Kolaka, tamat tahun 1987, S1 : Budidaya Perikanan, Unhas, tamat tahun 1992, S2: Ilmu Perairan/nutrisi, IPB, tamat tahun 2002

Jenjang kepemimpinan, Ajun peneliti muda, BPTP sultra, Balitbang pertanian, 1995 – 2005, Kasubid Sosbud Bappeda Kolaka, 2006 – 2007, Kasubid Ekonomi Bappeda Kolaka, 2007 – 2008, Kasubag Perencanaan Bappeda Kolaka, 2008 – 2012

Kabid Budidaya, Dinas Perikanan Kelautan, 2012 – 2013, Kabid Kelembagaan dan Penyusunan Program BP4K Bombana, 2014 – 2015, Kabid Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian Bombana, 2015 – 2016, Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Bombana, 2016 – 2017, Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, 2017 – 2018

Sekretaris Dinas Pertanian, 2018 – 2019, Plt. Kepala Dinas Pertanian, 2019-2021, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana 6 Oktober 2021-sampai sekarang. (adv)