Senator ANS Ajak Warga Bombana Untuk Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Senator perempuan asal Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Nirwana Sebbu (ANS) mengajak masyarakat Bombana, untuk melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah diri dari serangan wabah virus Corona atau yang dikenal Covid-19

“Vaksinasi itu penting kita lakukan, karena dengan vaksinasi kita bisa mencapai herd Immunity (kekebalan kelompok ),” ujar Andi Nirwana Sebbu

Hal itu di katakan sesaat setelah mengikuti Upacara HUT RI ke 76 di halaman Kantor Bupati Bombana, Selasa (17/08/2021)

Anggota Komite 3 DPD RI ini mengungkapkan, dirinya tidak bisa mengatakan vaksin itu wajib, namun untuk mencapai herd immunity vaksin adalah sebuah keharusan dilakukan

“Mari kita ramai-ramai vaksinasi untuk kesehatan bersama, kesehatan diri, keluarga dan lingkungan tempat tinggal,” jelas Istri Bupati Bombana tersebut.

Tidak lupa mantan anggota DPRD Kabupaten Bombana periode 2014-2019 ini mengingatkan kepada masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 untuk tetap mematuhi prokes dan pola hidup yang sehat

” Lebih baik mencegah daripada mengobati.” pungkas wanita yang punya sapaan akrab ANS itu.




Warga Desa Tunas Baru Pilih Sembunyi Hindari Petugas Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Pekan vaksinasi massal tahap tiga, dengan dosis pertama di Desa Tunas Baru, Kecamatan Rarowatu Utara yang dilaksanakan di Kantor Desa Tunas Baru, Senin (16/08/2021) sepi pengunjung, pasalnya dari target 33 orang yang akan di vaksinasi hanya 11 orang yang hadir.

Kepala Puskesmas Rarowatu Utara, Satar SKM mengungkapkan, rendahnya kemauan warga  di desa Tunas Baru untuk  melakukan vaksinasi, disinyalir kerena sering mendengar informasi yang salah tentang vaksin covid-19.

“Sudah seminggu yang lalu kami bersurat ke pihak Desa bahkan Kepala Desa juga sudah mengumumkan hari ini ada pelayanan vaksin. Hampir sebagian besar lari sembunyi. Mungkin ada informasi yang didengar. Kan banyak sekali hoaks soal vaksin,” kata Satar

Petugas Kesehatan Melakukan Screening Sebelum Vaksin
Petugas Kesehatan Melakukan Screening Sebelum Vaksin

Dikatakan, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rarowatu Utara menargetkan, sebanyak 33 orang di Desanya yang akan disuntik vaksin dosis pertama. Namun hanya 10 orang yang berhasil di vaksin.

“Ada 11 orang semua yang datang. 10 yang di vaksin.  Satu orang di tunda setelah di screening. Itu semua Perangkat Desa termasuk dengan perawatnya. ” bebernya.

Satar menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat untuk penjadwalan ulang vaksinasi dosis satu  di desa tersebut.

“Saya akan koordinasi dulu dengan Kepala Desa, bagaimana teknisnya agar vaksinasi di Desa Tunas Baru bisa efektif,” jelas Ketua PPNI Bombana ini.

Ia juga berharap, agar di jadwal berikut nya semakin banyak masyarakat Desa itu yang mau mengikuti vaksinasi, sebab menurutnya, vaksin ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dalam masa pandemi Covid-19.

“Mungkin masyarakat belum tau fungsinya vaksin, makanya menghindar. Yang sudah tau mungkin tanpa dipanggil akan datang  sendiri,” tandasnya.




Pulau Basa di Bombana Bakal Dikembangkan Menjadi Objek Wisata

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut. Salah satu kawasan yang saat ini tengah didorong pengembanganya oleh Pemerintah setempat yakni Pulau Basa.

Pulau tak berpenghuni itu menyajikan keindahan air laut yang jernih, rencananya bakal dikembangkan menjadi pusat industri wisata unggulan dan perikanan serta kelautan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, Drs Man Arfah mengungkapkan, Pulau Basa ini akan menjadi salah satu kawasan pusat industri wisata yang berkelas. Sebab, Pulau tersebut nantinya bakal dilengkapi beberapa resor, restoran, hingga kolam berenang serta fasilitas wisata lainya.

“Pulau Basa ini nantinya akan menyerupai Gili Trawangan yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat,” Ungkap Nya kepada Awak media, Senin (12/07/2021)

Lanjut dia, Pulau Basa yang terletak di Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana tersebut, memiliki luas kurng lebih 5 Hektar. Namun, untuk menunjang pulau tersebut menjadi kawasan industri wisata unggulan, maka kawasan tersebut bakal dikembangkan hingga 100 Hektar, dengan cara reklamasi oleh pihak ketiga.

“Rekomendasi perizinan administrasinya sudah saya tandatangani. Sehingga, proses pengembanganya bakal segera berjalan,” katanya.

Diakuinya, sebelum mengeluarkan rekomendasi kelanjutan perizinan pengelolaan tersebut, Pemkab Bombana telah melakukan beberapa kajian. Khususnya, terkait kesesuaian tata ruang.

Sekda Bombana, Drs. Man Arfa., M.Si
Sekda Bombana, Drs. Man Arfa., M.Si

“Dalam kajian yng kita lakukan tidak ada masalah. Sehingga, rekomendasi untuk kelanjutan perizinan administrasi tersebut sudah disetujui,” tuturnya.

Mantan Kepala Inspektorat Bombana tersebut mengatakan, bahwa Pulau Basa merupakan pulau yang belum dimanfaatkan potensinya. Pulau kecil nan indah tersebut selama ini hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan nelayan setempat.

Untuk itu, melalui pengembangan Pulau Basa yang bakal dijadikan sebagai pusat industri wisata unggulan dan perikanan dan kelautan, tentu bakal memiliki banyak manfaat, mulai pemberdayaan, penyerapan tenaga kerja, menambah PAD untuk pembangunan daerah, hingga meningkatkan kunjungan turis yang pastinya bakal bermuara pada penggerakan ekonomi lokal.

“Pemkab Bombana senantiasa terus membuka krang investasi, guna menggerakkan ekonomi daerah dengan lebih maksimal,” pungkas Mantan Kadis PU ini.




Pemkab Bombana Imbau Masyarakat Manfaatkan Pekan Vaksinasi Covid-19 Yang Hadir di Seluruh Kecamatan

Rumbia,  SultraNET. | Sebagai upaya menanggulangi penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menghimbau agar masyarakat di daerah itu memanfaatkan Pekan Vaksinasi Covid-19 yang tidak hanya diperuntukkan bagi sektor pelayanan publik namun juga terbuka bagi masyarakat secara umum.

Kepada awak media, Minggu (20/6/2021) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bombana, Sofian Baco menguraikan pelaksanaan Pekan Vaksinasi Covid-19 bakal dilaksanakan secara serentak di 22 Kecamatan se Kabupaten Bombana dengan target dosis 14.665  dari warga yang tersebar di 144 Desa dan Kelurahan serentak dimulai tanggal, 19 juni hingga 26 juni 2021 mulai pukul 09:00 WITA hingga 15:00 WITA.

“Kegiatan Vaksinasi ini berlangsung selama seminggu, jadi ini diperuntukan untuk semua masyarakat umum yang ada di Bombana,“ ujar Sofian Baco

Mantan Ketua BLP Bombana itu mengharapkan agar seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat daerah yang ada di daerah itu, agar menghimbau jajaran dan Stafnya untuk mengikuti vaksin tersebut.

Kadis Kominfo Bombana, Sofian Baco
Kadis Kominfo Bombana, Sofian Baco

“Baik di Kecamatan, Desa dan Kelurahan agar menghimbau seluruh warganya untuk mengikuti Vaksinasi ini.“ harapnya.

Ia menambahkan, saat ini Seluruh Fasilitas dan Petugas Pelayanan Kesehatan telah dikerahkan untuk melaksankan Vaksin secara massal dengan masing-masing user atau fasilitas kesehatan yang ada diwilayah kerjanya masing masing.

“Tujuannya vaksinasi ini adalah untuk melindungi diri dan keluarga dari covid-19, maka marilah kita melakukan Vaksinasi karena Vaksin ini Aman dan Halal,“ tutupnya. (ADS-Kominfo Bombana)




Minimalisir Gabah Dijual Keluar Daerah, Distan Bombana Siapkan Opsi

Rumbia, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bakal berkoordinasi dengan pihak Bulog dan penggiling gabah lokal untuk meningkatkan daya beli terhadap gabah petani lokal. Peningkatan daya tampung Bulog dan pembeli lokal guna meminimalisir pembeli gabah dari luar daerah.

Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah, Selasa (27/04/2021) mengatakan saat ini pihak Dinas Pertanian sedang berkoordinasi dengan pihak Bulog dan pabrik penggilingan padi lokal untuk meningkatkan daya beli, agar gabah hasil pertanian kita tidak keluar.

Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah saat melakukan kunjungan di Pabrik Pengolahan Gabah
Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah saat melakukan kunjungan di Pabrik Pengolahan Gabah

“Kita tahu bersama bahwa hasil pertanian padi di Bombana meningkat, sedangkan daya serap Bulog terbatas sama hal dengan pihak-pihak pabrik lokal modal untuk beli gabah juga terbatas,” ujarnya.

Dirinya mengukapkan bahwa hasil produksi gabah sekali panen itu kurang lebih 70 ribu ton, sedangkan daya tampung Bulog berkisaran 9 ribu ton bahkan sampai 20 ribu ton, ditambah pembeli lokal hanya bisa menampung 20 ribu ton.

“Jadi total hanya bisa di tampung 40 ton dan sisahnya yang beli dari luar,” rincinya.

Dinas Pertanian bombana memberikan dua alternatif dalam meningkatkan daya beli gabah, yang pertama meminta kepada pihak Bulog untuk meningkatkan lagi daya serap beli gabah kepada petani, yang kedua akan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan untuk mempermudah memberikan modal kepada pemilik pabrik lokal, supaya daya beli mereka juga meningkat, pihaknya telah melakukan diskusi dengan pemilik penggilingan gabah, hal yang paling menjadi kendala adalah sumber permodalan.

Salah satu gudang penampungan gabah
Salah satu gudang penampungan gabah

“Kami sudah melakukan monitoring di lapangan yang masih aktif pabrik itu kurang lebih 19 pabrik penggilingan, untuk itu kami minta kepada pihak perbankan untuk membantu para pemilik pabrik, agar memberikan modal. Karena dengan mempermudah pengurusan modal dari perbankan mereka bisa membeli diatas 20 ribu ton, karena selama ini terkendala dengan modal,” pungkasnya. (Adv)




Cegah Penularan, Distan Bombana Deteksi Penyakit Pada Ternak Sapi

Rumbia, Sultranet – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana dalam hal ini tim yang dipimpin bidang Peternakan Surianto Wedda, S.Pt bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros Melaksanakan Kegiatan Surveilans yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat tanggal 8 – 9 April 2021 di Kec. Rumbia, Rumbia Tengah, Lantari Jaya dan Rarowatu Utara, untuk Cegah Penularan Penyakit Ternak Sapi pada Manusia.

drh. Gustav dari Balai Besar Veteriner (BBVet Maros) mengatakan, sebaiknya surveilans tetap dilakukan secara rutin dengan cakupan wilayah yang luas atau menyeluruh jika memungkinkan, untuk itu Bidang Peternakan dan BBVet Maros melakukan pengambilan sampel darah dan pengumpulan data sampel darah diambil sebanyak 200 ekor sapi. Hal ini disampaikan drh. Gustav saat dikonfirmasi di tempat kegiatan, Jumat, (9/4/2021)

Terkait soal Komunikasi informasi dan edukasi tentang brucellosis di Kab. Bombana kata drh. Gustav, sudah cukup bagus dan terbukti dari beberapa peternak cukup memahami yang dilakukan oleh bidang peternakan terkait penanganan penyakit brucellosis.

Hal sama disampaikan pula Kasie Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran IING FADLI, S.Pt : Infeksi Brucella abortus dapat menyebabkan kerugian pada peternakan sapi potong. Kerugian yang disebabkan karena kematian ternak serta penurunan produksi dan produktivitas akibat infertilitas serta gangguan reproduksi.

Menurut iing Fadli, Program surveilance brucellosis merupakan program pemerintah sebagai upaya pembebasan brucellosis. Sementara data populasi sapi di kabupaten Bombana Tahun 2020 berjumlah 48.830 ekor.

“Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk mendeteksi penyakit dan proporsi penyakit di daerah khususnya di Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. “Ungkap Iing saat dimintai keterangannya.

Pengujian Rose Bengal Test (RBT) berfungsi sebagai uji skrining awal. Reaktor positif RBT selanjutnya akan dites kembali dengan Complemen Fixation Test ( CFT ) sebagai uji yang menentukan brucellosis. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengukur tingkat kejadian brucellosis pada ternak sapi berdasarkan uji serologis (seroprevalensi) serta mengetahui hubungan antara kejadian brucellosis dengan gangguan reproduksi pada ternak sehingga bisa dideteksi sedini mungkin penyebaran pada manusia.

Sementara itu salah satu peternak Tri Suyatno bahwa peternak sangat membutuhkan pelayanan seperti ini sehingga kami harap kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahun agar ternak kami dapat terhindar dari penyakit (ADV)




177 Pegawai Distan Bombana Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Rumbia, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana melaksanakan vaksinasi Covid-19 sinovac, tahap pertama kepada seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non ASN yang dilaksanakan di aula Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Senin, 5 April 2021.
Kegiatan vaksinasi Covid-19 dilaksnakan pada pukul 09.00 wita dan untuk hari pertama dengan target 59 ASN dan non ASN lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Kecamamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara dengah jumlah Nakes 7 orang.
Saat dihubungi di ruang kerja Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah.M.Si menjelaskan bahwa untuk hari ini yang akan divaksin berjumlah 59 orang baik ASN maupun non ASN . Pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan selama tiga hari, untuk tahap kedua dan ketiga dilaksanakan selasa hingga Rabu ( 6-7 April 2021) bertempat di Aula pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana.

Petugas melakukan pemeriksaan sebelum pelaksanaan vaksin
Petugas melakukan pemeriksaan sebelum pelaksanaan vaksin

Siarah panggilan akrab berpesan kepada ASN dan Non ASN Dinas Pertanian Kabupaten Bombana agar jangan gampang termakan oleh berita yang kurang benar/hoax yang beredar kepada masyarakat dan mengajak untuk ikut program pemerintah meberantas Covid-19 semoga cepat berlalu.
“Dari target 59 orang hari ini yang tervaksin berjumlah 44 orang sementara sisanya yang tertunda berjumlah 15 orang dimana 3 bumil, 2 hipertensi, 1 flu filek 2 orang mau konsul dokter spesialis, dan 8 orang Dinas luar,” Ujar Siarah.
Salah satu peserta vaksin, Rimbu, SP (41) mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan merupakan dosis pertama.

Rimbu, SP saat disuntikkan vaksin covid-19
Rimbu, SP saat disuntikkan vaksin covid-19

“Jadi saya vaksin dosis pertama, tidak ada saya rasa dan saya berpesan jangan termakan informasi hoax di masyarakat” ungkapnya. (Adv).

(Adv)




Umumkan Hasil Seleksi, 29 Fasilitator Baruga Moico Dinyatakan Lolos

Bombana, SultraNET. | Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bombana mengumumkan Hasil Seleksi Koordinator Fasilitator (Korfas) dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Peningkatan Kualitas Rumah Baruga Moico Kecamatan Se Kabupaten Bombana Tahun 2021.

Pengumuman Bernomor : 003/PENGUMUMAN/PANSEL/III/ 2021 itu dikeluarkan Berdasarkan Berita Acara Seleksi Administrasi, Tes Komptensi, Tes  Praktek dan Tes Wawancara Nomor : 002/BA- SELEKSI/ PANSEL/III/ 2021 tanggal 30 Maret 2021.

Poin Pengumuman yang pertama, 29 Peserta yang dinyatakan LULUS Seleksi  Koordinator  Fasilitator  (Korfas) dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Peningkatan Kualitas Rumah Baruga Moico Kecamatan Se Kabupaten Bombana Tahun 2021.

Kedua Bagi Peserta yang dinyatakan LULUS, selanjutnya wajib mendaftar ulang untuk mengikuti Pembekalan yang akan dilaksanakan pada  tanggal 01 April 2021 bertempat di Dinas Perumahan, Kawaean Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bombana.

Ketiga Bagi Peserta yang dinyatakan LULUS,  selanjutnya  mengikuti Pembekalan yang akan dilaksanakan pada tanggal 02 April 2021 s/d  04 April 2021, dan peserta yang tidak mengikuti Pembekalan maka akan dianggap  mengundurkan  diri  dan  diganti  dengan  peringkat  selanjutnya di formasi yang dituju.

Berikut daftar nama peserta yang dinyatakan  LULUS.

NO. NAMA LAMARAN YANG DITUJU KET
1. M. ISHAK, S.SI Korfas LULUS
2. NURCHOLIS, S.Sos Korfas LULUS
3 ASIH PURWITASARI, S.Sos Korfas LULUS
4. ASDIANTO, S.Pd Korfas LULUS
5. BAHARUDIN, S.Kom Korfas LULUS
6. FANDI RIVALDI,A.Md.T Korfas LULUS
7. MUH. AIS SANDIMA. A.Md Korfas LULUS
8. NURSIA SINAGA, S.Sos TFL Rumbia LULUS
9. ASHAR, SP.SH TFL Rumbia Tengah LULUS
10. CHALIK NASUTION, SP TFL Mataoleo LULUS
1 1. HATTAMU DIN, SP TFL Masaloka Raya LULUS
12. HERDANI MASIRI, S.Kom TFL Rarowatu LULUS
13. ANDI HASMAN, SPd TFL Rarowatu Utara LULUS
14. ADI ARMAN, A.Md TFL Lantari Jaya LULUS
15. IKSAN, SE TFL Matausu LULUS
16. RICHART IRA M,S.Pd TFL Poleang Utara LULUS
17. HERMANSYAH, SP TFL Poleang Tenggara LULUS
18. FAISAL ALI, S.Pd TFL Poleang Timur LULUS
19. ADI ARNI, Amd TFL Poleang Selatan LULUS
20. AHMAD RIZAL ALAMSTAH, ST TFL Tontonunu LULUS
21. AMRAN,SH TFL Poleang Tengah LULUS
22. MUH. AS’AD, A.Md TFL Poleang LULUS
23. MUH. ARIS, ST ‘ TFL Poleang Barat LULUS
24. HARTONO, S.Sos TFL Kabaena Barat LULUS
25. AYUAGUSTINA, S.AB TFL Kabaena Utara LULUS
26. ADI WIRYANTO, A.Md.T TFL Kabaena Tengah LULUS
27. ARIF            YUDA            SAPUTRA, A Md TFL Kabaena Selatan LULUS
28. ANDRIFAI, S.Pd TFL Kabaena Timur LULUS
29. MULUS JUMADIL, A.Md TFL Kabaena LULUS

Pengumuman Selengkapnya Unduh Link dibawah Ini :

PENGUMUMAN KORFAS TFL PKBM 2021

 

 

 




Bupati Tafdil : Kedepan Bombana Menjadi Pusat Perkebunan Mete dan Kakao

Rumbia, Sultranet.com – Pemkab Bombana melalui Dinas pertanian menggelar Rapat Kordinasi Pemantauan Kebun Bibit/Nursery Tanaman Perkebunan yang dilaksanakan di Rujab Bupati pada Jum’at, (26/3/2021) yang dipimpin langsung oleh Bapak Bupati Bombana H.Tafdil.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Bombana didampingi oleh Sekda Bombana Drs. Man Arfa. Plt. Kadias Pertanian Kab Bombana Ir. Muhammad Siarah, serta kepala OPD terkait lainnya

Selain itu, dihadiri pula oleh Direktur Perbenihan Perkebunan Bapak Dr.Ir. M.Saleh mokhtar.,MP, Kepala Balai Besar Perbenihan dan proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP- Surabaya), Kemenko Bidang Perekonomian Ibu Dr.Ir. Ismariny,.M.Sc Asisten deputi Prasarana dan sarana pangan dan Agribisnis, Sekretariat Kabinet diwakili oleh Ibu Ida Dwi Nilasari, SH.,MH, Asisten Deputi Bidang pertanian, Ketahanan Pangan, Riset dan Teknologi.

Dalam sambutannya Bupati Bombana mengatakan bahwa pembangunan Kebun Bibit /Nursery di kabupaten Bombana perlu diapresiasi, karena tanaman jambu mete merupakan tanaman perkebunan yang dapat di kembangkan kedepannya di daerah Bombana ini.

Apalagi menurut H. TAFDIL, bahwa Tanaman Jambu Mete dan kakao sudah banyak yang tua dan tidak produktif lagi sehingga perlu dilakukan peremajaan dan sudah berbagai macam dilakukan termasuk pemupukan, sambung samping, sambung pucuk.

“Harus dikembangkan kembali tanaman tersebut dengan cara peremajaan, sehingga tanaman yang sudah tua bisa difungsikan lagi, tanaman ini harus dikembangkan, sehingga bombana bisa menjadi pusat perkebunan Jambu Mete dan kakao, “ujar Tafdil.

Hal senada disampaikan oleh Plt. Kadis Pertanian Kab. Bombana Ir. Muhammad Siarah bahwa data tanaman jambu mete di Kabupaten Bombana sangat luas yang membutuhkan penanganan khusus, sehingga bisa meningkat hasil produksinya kedepan.

Terkait arahan materi yang dibawakan oleh Dirktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian Ir.M.Saleh Mokhtar dihadapan temu kordinasi, bahwa perkebunan bibit/nursery yang terletak di Desa Wumbubangka Kec. Rarowatu Utara akan mendapatkan alokasi bibit jambu mete seedling.

“Untuk Alokasi bibit itu, sebanyak 19.000 batang dan kakao sebanyak 50.000 batang, semua bibit/nursery, “ucap Siarah

Selain itu Siarah menuturkan, Adapun capaian pekerjaan bangunan yang sudah terlaksana di tahun 2020 lalu yaitu pekerjaan rabat jalan di area nursery dengan volume pekerjaan 473 m2 dan telah dibuat drainase sepanjag 148 meter.

“Na ini berguna untuk mendukung mobilitas di dalam area nursery serta untuk  kebutuhan saluran pembuangan air disaat turun hujan sehingga area nursery tidak tergenang, “katanya.

Nurseri Bombana juga telah dilengkapi dengan sarana penerangan/lampu yang terdiri atas 28 titik penerangan yang tersebar di area pembesaran, terutama pada area masuk lokasi nursery/gapura dan tiap bangunan yang ada di lokasi nursery. Guna mendukung kelancaran pekerjaan utamanya di saat musim hujan dan juga sebagai estetika maka pada tahun 2020 ini dilaksanakan pemasangan paving beton di area nursery dengan area yang dipasang paving blok kurang lebih seluas 506,5 m2.

Selain itu, Bangunan dengan luasan total sekitar 54 m2 didesain berbagai cara, utamanya prasarana seperti persamaian benih, bukan hanya itu,  Bangunan ini memiliki kapasitas untuk penampungan dengan kapasitas 50.000 benih yang dapat disemai, “pungkas saleh dilokasi kunjungan




Dukung Program Padat Karya Pertanian, Distan Bombana Bimtek Diseminasi Inovasi Tanaman Tebu

Rumbia, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah penghasil tebu yang di nakohdai oleh Bupati Bombana H. Tafdil dan Wakil Bupati Bombana Johan Salim, melaksanakan Bimtek Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Tebu untuk Mendukung Program Padat Karya Pertanian di Bombana.

Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) untuk mendiseniminasi inovasi teknologi tanaman tebu dalam mendukung program padat karya pertanian yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Maret 2021 bertempat di Aula Pertemuan Desa Lantari Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana.

Dalam kegiatan tersebut difasilitasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus sebagai tim pemateri.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah,.M.Si  dan dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Rahmatia, SP.MP, Kordinator Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Kabuapten Bombana Matius Tandi.P,SP, Abdul Hafid, S.ST serta  peserta dari penyuluh pertanian Kecamatan Lantari Jaya, Penyuluh Pertanian Kecamatan Poleang Barat, Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu Utara dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu serta petani plasma tebu yang ada di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya Plt. Kadis Pertanian Kabuapten Bombana Ir.Muhammad Siarah menjelaskan, bahwa potensi pengembangan tanaman tebu kedepan sangat strategis yang didukung dengan ketersediaan lahan yang cukup dan memenuhi syarat teknis untuk pengembangan tanaman tebu, sehingga sangat diharapkan para petani sebagai pelaku utama memiliki ketrampilan yang baik untuk membudidayakan tanaman tebu yang baik.

“Kami harapkan para penyuluh pertanian yang ada dilapangan lebih profesional dalam mengawal dan mendampingi petani di lapangan, “kata Siarah saat menyampaikan materi di sela kegiatan.

Kegiatan bimtek tanaman tebu dilakukan dalam bentuk penyajian materi Budidaya Tebu yang disajikan oleh peneliti dari BPTP Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. Agus Salim, M.P. Awal dari pemaparan materi beliau menjelakan betapa besarnya kapasitas produksi gula yang dibutuhkan oleh masyarakat setiap harinya.

Kata Agus, Dimana kebutuhan gula semakin hari semakin meningkat sekalipun di Kabupaten Bombana sebagian telah disuplai dari pihak perusahan PT. JBM, “tuturnya.

Oleh karenanya budidaya tanaman tebu hampir sebagian besar petani di kabupaten Bombana belum pernah ada diantara mereka yang sudah mengusahakan tanaman tebu.

Lanjut, dalam budidaya tanaman tebu dimulai dari persiapan lahan, perencanaan waktu tanam dan masa tebang, cara memupuk, pemilihan varietas dan pemilihan bahan bibit tanam, pengenalan hama dan penyakit, pengairan dan pemeliharaan tanaman, hingga panen dan penanganan pasca panen.

Untuk itu kata Agus, diharapkann setelah selesai kegiatan ini diharapkan petani tebu dapat memiliki kemampuan untuk membudidayakan tanaman tebu yang lebih baik lagi, “pintanya.

Saat ditemui diruang kerjanya Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Rimbu, SP Lebih lanjut menilai berpijak pada capaian tersebut, dapat menunjukkan bahwa sektor pertanian terutama petani plasma tebu terdampak dengan pandemi yang sedang terjadi sehingga ke depan dalam menggerakkan ekonomi sektor perkebunan perlu mendapatkan dukungan secara serius.

“Saat ini upaya pemerintah dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian dilakukan melalui percepatan bantuan pemerintah dan mengarahkan beberapa kegiatan Kementan dengan pola padat karya sehingga diharapkan petani harus kreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan dan mendukung program pemerintah. “jelasnya.

“Kepada pelaksana kegiatan di lapangan, lakukan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku dan jangan lakukan kesalahan sekecil apapun. Terus dampingi petani dalam program dan kawal sampai selesai, ”pungkas Rimbu. (ADV)