Pekan Vaksinasi di SMA 12 Bombana Dikawal Polsek Lantari Jaya

Rumbia, SultraNET. | Percepatan vaksinasi pada Bulan September 2021 untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona terus meningkat, terlebih sasaran pelajar usia 12 hingga 18 tahun juga terus digenjot seiring dengan telah berlangsungnya pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Bombana.

Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Setyabudi Satrianto, SH mengatakan, bahwa vaksinasi pelajar tersebut bertujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok terhadap para pelajar yang saat ini sudah mulai melakukan aktivitas belajar di sekolah.

“Hari ini vaksinasi kita laksanakan di SMA 12 Bombana . Sasarannya adalah para siswa yang ada di sekolah ini,” ucap Setyabudi saat wawancara di Mako Polsek Lantari Jaya, Senin (13/09/2021).

Dirinya menegaskan, bahwa vaksinasi tersebut dapat terealisasi berkat sinergitas unsur Muspika dan Puskesmas Lantari Jaya yang terus berupaya memaksimalkan percepatan vasinasi di wilayahnya sebagai bentuk upaya penanganan pandemi Covid-19.

“Kita bersinergi bersama dengan Pemerintah Kecamatan Lantari Jaya, Polsek Lantari Jaya dan Puskesmas Lantari Jaya, serta dibantu oleh Pemerintah. Dosis vaksin juga melalui dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana,” katanya

Setyabudi menambahkan, vaksinasi bagi pelajar masif dilakukan, sasaran terhadap pelajar jauh lebih besar karena ketersediaan jenis vaksin serta sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Sasaran terhadap anak usia 12 hingga 18 tahun memang harus massif kita lakukan, besar harapan kami agar semua kembali normal seperti biasa dengan penerapan protokol kesehatan yang tepat,” Pungkas Kapolsek yang punya sapaan akrab Om Bud ini.

Menurut Laporan yang ada Jumlah siswa yang vaksin hari ini sebanyak 96 siswa dari 364 jumlah total siswa yang ada di SMA 12 Bombana.




Perdekat Layanan Vaksinasi, PKM Matausu Sasar Desa Morengke

Rumbia, SultraNET. | Desa Morengke yang terletak di Kecamatan Matausu menjadi tempat pertama pelaksanaan Vaksinasi pada pekan Vaksinasi tahap ke Empat yang menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan untuk memutus mata rantai peredaran virus covid-19.

Kepala Puskesmas Matausu. Muh Syarif Arifin mengatakan pekan Vaksinasi tahap ke empat ini PKM Matausu akan melaksanakan selama 6 hari sesuai jadwal yang telah di tentukan oleh pihak Dinas Kesehatan.

” Pelaksanaannya dimulai Senin 13 September hingga Sabtu 18 September dengan Faskes pelaksana sebanyak Satu Tim dan akan gelar bergiliran di semua Desa yang ada di Kecamatan Matausu,” ujar Muh Syarif, Senin (13/09/2021).

Ia mengaku pihaknya diberi target perhari sebanyak 30 orang dan target utama pada saat akhir pekan vaksinasi sebanyak 158 orang.

“Untuk Desa Morengke hari ini jumlah warga yang ikut vaksinasi sebanyak 22 orang, rinciannya 21 Masyarakat umum dan 1 Lansia,” Tutup Muh. Syarif Arifin.




Ketua DPRD Bombana Puji Komitmen PT. Panca Logam Makmur

Bombana, SultraNET. | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara memuji pihak PT.Panca Logam Makmur (PLM) sebuah Perusahaan Pertambangan Emas yang beroperasi di Wilayah Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara  yang telah menujukkan Komitmen dan langkah serius untuk melaksanakan kewajibannya dalam upaya Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.

Pujian tersebut disampaikan Arsyad, S.Pd., MH saat ditemuai di Kantornya, Kamis (26/8/2021). Menurut Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu, pihak perusahaan telah menggelar konsultasi publik, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di areal kerja pertambangan PT . PLM dengan melibatkan seluruh stakeholder dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, DPRD, NGO dan Tokoh masyarakat sekitar areal pertambangan pada hari Rabu (25/08/2021).

“Andaikan semua perusahaan melakukan kewajibannya ini, maka akan sangat membantu daerah, karena Pemerintah dan Perusahaan dapat melihat pemberdayaan apa yang dapat dilakukan selama Izin Usaha Pertambangan mereka masih berjalan,” Ujar Politisi yang digadang gadang sebagai bakal Calon Bupati Bombana itu.

Aleg yang telah dua periode di DPRD Bombana itu menjelaskan kehadiran dirinya pada kegiatan itu untuk melihat dan memberi masukan untuk menghindari timpang tindih program, agar program yang akan dilakukan perusahaan tidak lagi di programkan oleh pemerintah daerah.

“Program PPM ini manfaatnya untuk daerah terutama bagi daerah yang terdampak pertama sangat besar untuk itu saya secara kelembagaan akan mendorong perusahaan perusahaan lainya yang masih eksis di Bombana untuk melakukan juga kewajibannya ini,” Tegas Ketua PSSI Bombana itu.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor Operasional sekaligus Kuasa Direktur PT.PLM. Haslinda mengatakan tujuan konsultasi publik tersebut adalah sebagai salah satu syarat rencana induk PPM sebelum disahkan .

“Kita harus melaksanakan konsultasi publik dulu ke masyarakat dan stakeholder Pemerintah Daerah, tujuannya mengevaluasi bahwa PPM tersebut akan tersalurkan kepada masyarakat,” ujar Linda

Hasil masukan dari masyarakat, lanjut Linda bakal di evaluasi dan diperbaiki kembali, pasalnya untuk PPM sudah diatur dalam blueprint PPM yang meliputi 8 aspek, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya, infrastruktur dan lainnya.

Haslinda menegaskan, program PPM tersebut tidak boleh tumpang tindih dengan program yang direncanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bombana.

“Misalnya Pemerintah mencanangkan untuk pembuatan jalan, kita mau pembuatan jalan juga tidak boleh, kita harus yang lain, jadi saling mengisi untuk yang belum,” jelasnya.

Program PPM disusun hingga akhir masa tambang, pihaknya berharap masyarakat bisa mandiri dan tidak bergantung lagi pada perusahaan.

“Tanggapan mereka lebih senang, karena tersalurkan langsung oleh perusahaan. Apabila dari dana tersebut dalam setahun ini masih tersisa, dana sisa tersebut masih bisa terakumulasikan untuk angaran tahun berikutnya,” pungkas wanita berjilbab ini

PT. PLM dalam menyusun dokumen Rencana Induk PPM mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 41 Tahun 2016 tentang Pengembangan dan Pembedaan Masyarakat Pada Kegiatan Usaha Pertambangan dan Batubara, Peraturan Menteri ESDM No. 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan Mineral dan Batubara, dan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1824 K 30 MEM 2018 tentang Pedoman Pelakasanaan Pengembangan dan Pembedayaan Masyarakat.

Pewarta : Idris Hayang

 

 

 

 

 

 

 

.




Wajib Diketahui, 7 Efek Samping Vaksin Covid-19 Menurut WHO

SultraNET. | VAKSIN COVID-19 merupakan cara yang aman untuk mencegah infeksi virus corona.

Seperti halnya vaksin atau obat-obatan lain, vaksin Covid-19 dapat menimbulkan efek samping.

Efek samping vaksin Covid-19 adalah hal yang wajar dan dapat diatasi.

WHO menyatakan studi menunjukkan efek samping vaksin Covid-19 sebagian besar ringan hingga sedang dan berlangsung singkat.

Efek samping ini umumnya hilang dengan sendirinya dalam beberapa.

Efek samping yang lebih serius atau bertahan lama sangat jarang ditemukan.

  • Berikut 7 efek samping vaksin Covid-19 menurut WHO:
  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit Kepala
  • Nyeri otot
  • Kedinginan
  • Diare
  • Nyeri di tempat suntikan.

WHO menyatakan efek samping ini dapat muncul berbeda-beda pada setiap orang.

Saat melakukan vaksinasi, petugas juga akan memantau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)

selama 30 menit setelah divaksin. Petugas juga akan memberi tahu efek samping yang mungkin terjadi dan cara mengatasinya.

WHO juga memberikan panduan cara mengatasi efek samping vaksin Covid-19.

Berikut cara mengatasi efek samping vaksin Covid-19:

  1. Istirahat yang cukup
  2. Banyak minum air putih
  3. Konsumsi parasetamol jika demam

Jika nyeri di area suntikan meningkat atau muncul gejala lain, hubungi fasilitas layanan terdekat.

Itulah efek samping vaksin Covid-19 dan cara mengatasinya. (NKRIpost)




Rarowatu Utara Lampaui Target Vaksin, Poleang Tengah Terendah

Rumbia, SultraNET. | Hasil Vaksinasi  Pekan ke-III  yang dilaksanakan sejak tanggal 16 Agustus 2021 hingga 21 Agustus 2021, Kecamatan Rarowatu Utara menjadi Kecamatan yang mampu melampaui Target dosis vaksin atau yang tertinggi sedangkan Kecamatan Poleang Tengah menjadi yang terendah dari Kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Bombana.

Pekan Vaksin merupakan program andalan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam rangka percepatan pencapaian target nasional vaksinasi covid-19.

Dari target 5.010 orang pada pekan vaksinasi Tahap Ketiga ini, tercatat 4804 (96.72 persen) orang ikut vaksinasi yang tersebar di 22 Kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail, SE menjelaskan pada pekan kali ini Kecamatan Rarowatu Utara yang tertinggi ikut vaksinasi dan Kecamatan Poleang Tengah yang terendah

“Menurut data yang kami terima Kecamatan Rarowatu Utara yang ikut vaksinasi sebanyak 304 orang atau capaian persentase 132.17 persen dari target 230 orang, sedang kan Kecamatan Poleang Tengah dari 210 orang target yang ikut vaksinasi cuman 61 orang atau capaian persentase 29.05 persen,” jelas Darwin

Ia membeberkan pada pekan vaksinasi tahap ketiga selain untuk Nakes pelayanan publik juga menyasar para Lansia, Remaja 12 hingga 17 tahun, pelayanan publik, dan masyarakat umum

” 4.804 orang yang tervaksin kali ini dengan rincian Masyarakat Umum (4.323 orang), Remaja 12 hingga 17 tahun (67 orang), pelayanan publik (245), Lansia (147 orang), tenaga kesehatan (22 orang),” beber Darwin

Mantan kepala BKD Kabupaten Bombana ini juga menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu vaksin berikut nya dengan jumlah yang lebih besar.

” Ketika Vaksin ini datang, kami akan menggerakkan seluruh stakeholder untuk turun langsung ke lapangan seperti pada pekan vaksinasi tahap pertama yang lalu.” tutupnya. (IS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.




Ini Jumlah Lansia Ikut Vaksin Pekan 3 di Bombana

Rumbia, SultraNET. | Dari 5.010 orang yang menjadi target pada pekan vaksinasi ketiga yang di buka untuk masyarakat umum di Kabupaten Bombana, tercatat sebanyak 145 orang Masyarakat Lanjut usia ( Lansia) mengikuti vaksinasi massal yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana dalam rangka mempercepat Vaksinasi covid-19.

Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Bombana, Tarsan , SKM., M.Sc. Lansia termasuk salah satu kelompok yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi Covid-19 tahap ketiga yang sudah sedang berjalan, selain dari kelompok yang lainnya.

“Dari 145 orang lansia yang menerima vaksinasi pada tahap ketiga ini, Kecamatan Kabaena Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan jumlah 18 orang kemudian di susul Kecamatan Lantari Jaya sejumlah 15 orang di susul Kecamatan Rarowatu Utara sebanyak 13 orang,” beber Tarzan, Sabtu, (21/08/2021).

Ia menyebut masih ada Kecamatan yang tidak ada sama sekali orang lanjut usia yang ikut vaksinasi pada pekan vaksinasi kali ini.

“Kecamatan Rarowatu dan Kecamatan Poleang Tenggara dari data yang kami terima dari setiap Kapus di PKM tidak ada sama sekali Lansia yang ikut vaksinasi kali ini,” ucap Tarzan

Kedepannya lanjut Tarzan, ia mengharapkan makin banyak lagi jumlah Lansia yang ikut dalam program pekan Vaksinasi ini

“Insya Allah vaksinasi ini aman buat orang Lanjut usia, sudah sewajarnya kalau pada pekan Pekan berikutnya angka Orang Lansia yang ikut vaksinasi lebih besar lagi,” Tutupnya.




Marak Informasi Hoaks Pengaruhi Animo Masyarakat Ikuti Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Pelaksanaan pekan vaksinasi Tahap Ketiga ini mengalami penurunan animo dari masyarakat Kabupaten Bombana, hal itu diduga diakibatkan masih maraknya informasi hoax yang beredar di media sosial.

Kepada awak media ini, Brigadir Patriyono Cornelius anggota Polsek Rumbia yang juga Bhabinkamtibmas Kelurahan Lameroro, mengatakan informasi serta pro dan kontra terkait vaksinasi yang tersebar di media sosial menjadi salah satu penyebab masyarakat takut untuk melakukan vaksin Covid-19.

“Dampaknya, sebagian masyarakat mendukung program tersebut namun tidak sedikit yang meragukan efektifitas dan keampuhan vaksinasi,” ujar Patriyono saat melakukan pengamanan pekan vaksinasi di Kantor Camat Rumbia, Kamis (19/08/2021)

Brigadir Patriyono Cornelius anggota Polsek Rumbia
Brigadir Patriyono Cornelius anggota Polsek Rumbia

Sebagai institusi yang mendukung program vaksinasi ini, Patriyono juga mengatakan bahwa pimpinannya di Kepolisian selalu mengingatkan kepada semua jajaran dan bawahannya untuk selalu menjadi garda terdepan dalam penanganan virus corona.

“Terkadang masyarakat membutuhkan bantuan untuk antar jemput, kami selaku Bhabinkamtibmas harus selalu siap untuk melaksanakan tugas tersebut ini semua demi suksesnya pekan vaksinasi,” ucap Bhabinkamtibmas yang di tugaskan untuk mendampingi dan pengamanan di Puskesmas Rumbia selama pekan vaksinasi ini berlangsung

Dia menambahkan, selama menjalankan tugas di Kecamatan Rumbia Kabupaten Bombana sebagai relawan Covid-19 dari vaksinasi tahap pertama hingga tahap kegita belum ada insiden besar yang dihadapi.

“Sampai sekarang belum ada insiden besar dan mudah-mudahan selanjutnya juga seperti ini.” Tutup pria peramah ini.




Golkar Bombana Komitmen Dukung Sukseskan Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bombana mengajak masyarakat dan khususnya kader partai berlambang beringin itu untuk membantu pemerintah mensukseskan Pelaksanaan pekan Vaksinasi Covid-19 tahap ketiga yang dilakukan serentak selama sepekan sejak hari ini di 22 Kecamatan, se-Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Saat di temui di Kantor Golkar Kabupaten Bombana yang terletak Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Lauru Kecamatan Rumbia Tengah, Senin (16/08/2021), Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bombana Bidang BAPPILU, Basmin, menjelaskan pentingnya dilakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan penularan virus yang telah mengguncang dunia dua tahun terakhir ini.

“Ayo jangan takut di vaksin, ini semua demi keselamatan anda, keluarga dan kita semua dan para kader juga wajib vaksin untuk memberikan contoh kepada warga sekitar,” ujar Pria jebolan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Pada kesempatan itu, Basmin juga meminta kepada para kader Golkar di Kabupaten Bombana untuk segera menjalani vaksinasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang manfaat vaksin.

Basmin secara khusus juga menyatakan keprihatinannya dengan lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini yang hampir merata di Seluruh Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Bombana.

“Mudah-mudahan semua anak-anak sekolah bisa divaksin, jika semua mayoritas warga negara ini juga sudah divaksin, maka adik-adik sekalian nanti akan bisa kembali sekolah bertatap muka seperti biasa,” katanya.

Selain itu, pria yang akrab di sapa dengan panggilan PISA ini juga mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan yakni, mengenakan masker, mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi.




Tak Perlu Takut, Lansia Sebelum Vaksin Dipastikan Sejumlah Hal ini !

Rumbia, SultraNET. | Orang Lanjut Usia (Lansia) termasuk salah satu kelompok yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi Covid-19 pada pekan vaksinasi yang di selenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana.

Vaksinasi Covid-19 untuk lansia tercantum dalam surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok sasaran lansia, komorbid, penyintas Covid-19, dan sasaran tunda.

Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana , Tarzan,SKM .,M.Sc mengatakan, secara umum tidak ada syarat kondisi khusus bagi lansia yang akan divaksin.

Ia menyebutkan, syaratnya sama dengan kelompok lainnya, meski demikian, ada sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada lansia calon penerima vaksin Covid-19.

“Ada tambahan pertanyaan untuk menilai apakah usia lebih dari 60 tahun dapat menerima vaksin,” ujar Tarzan saat dihubungi via telepon oleh awak media, Sabtu (21/08/2021)

Daftar pertanyaan tambahan itu adalah

1.Apakah mengalami kesulitan menaiki 10 anak tangga?

2.Apakah punya 5 penyakit dari 11 penyakit kronik dan komorbid?

3.Apakah mudah merasa kelelahan?

4.Apakah mengalami penurunan berat badan secara signifikan?

5.Apakah sulit berjalan sejauh 100-200 meter?

Jika ada 3 jawaban “Ya” atau lebih dari 5 pertanyaan di atas, maka vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan.

Mengenai batasan maksimal usia lansia yang bisa divaksin, Tarzan menyatakan, tidak ada batas maksimal.

“Tidak ada batas maksimal (usia lansia),” ujar dia.

Sebelumnya, menurut Tarzan Kementerian Kesehatan juga memperbarui kondisi orang yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Berikut rincian mereka yang tidak boleh menerima vaksin virus corona:

1.Orang dengan tekanan darah 180/110 atau lebih.

2.Penyintas Covid-19 kurang dari 3 bulan

3.Sedang hamil

4.Mengalami gejala ISPA, seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir

5.Ada anggota keluarga yang kontak erat/suspek/terkonfirmasi sedang dalam perawatan karena Covid-19

6.Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi kedua)

7.Orang yang sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah

8.Menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis) akut

9.Menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis akut

11.Menderita penyakit saluran pencernaan kronis

12.Menderita penyakit hiperteroid atau hiperteroid karena autoimun

13.Menderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui

Tarzan menambahkan ada pula dua kondisi lain yang menyebabkan pemberian vaksin dapat ditunda. Kondisi itu yakni :

1.Jika berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam 37,5 derajat celcius ke atas, penundaan dilakukan sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19. Selain itu, dilakukan screening ulang pada saat kunjungan berikutnya.

2.Jika memiliki salah satu penyakit paru, seperti asma, PPOK, dan TBC.

“Jika memiliki kondisi-kondisi di atas, maka vaksin baru bisa dilakukan hingga kondisi pasien terkontrol baik.” Tutupnya




Hari Ke Tiga Pekan Vaksin, PKM Rarowatu Capai Setengah Dari Target

Rumbia, SultraNET. | Hari Ketiga pelaksanaan Vaksinasi massal pada program pekan vaksinasi ke tiga di Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, mencapai 50 persen dari target 220 orang.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rarowatu, Hasniwati, SKM mengatakan, meski kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin pada pekan vaksinasi tahap ketiga berkurang jika di bandingkan dengan tahap pertama, dirinya masih berkeyakinan kalau target yang di berikan masih bisa tercapai.

“Sudah tiga hari berjalan tahap tiga, kunjungan masih agak kurang. Namun pas rangkain 17 Agustus 2021 kemarin, kita berhasil vaksin 66 orang,” kata Hasniwati saat wawancara dengan awak media di lokasi vaksinasi, Lakomea (18/08/2021).

Pada Rabu 18 Agustus 2021 kata dia, Tim dari PKM Rarowatu berhasil malakukan vaksin sebanyak 33 warga Desa Lakomea Kecamatan Rarowatu.

“Untuk hari ini, sebanyak 33 orang yang divaksin. Sementara jumlah target kita pada pekan vaksinasi tahap tiga ini hanya 220 orang, 16 fial vaksin. Nanti hari terakhir baru kita bisa persentase capaian nya,” jelas wanita berjilbab ini.

Hasniwati juga membeberkan bahwa di setiap pelaksanaan Posyandu, tim dari PKM Rarowatu selalu melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya vaksinasi untuk kekebalan tubuh

“Tetapi kita kembalikan lagi kepada masyarakat, ada yang kesadarannya tinggi ada juga yang tidak,” bebernya.

Meski demikian, ia terus mengajak semua masyarakat di wilayah kerjanya itu untuk aktif dalam memberikan pemahaman kepada warga lainnya pentingnya vaksinasi Covid-19

“Kita harus aktif dan mau melakukan vaksinasi Covid- 19,” pungkasnya

Pewarta : Muh. Adnan