Sempat Tertunda 3 Kali, Warga Desa Ini Akhirnya Divaksin Dosis Pertama

Rumbia, SultraNET. | Selama pelaksanaan Pekan vaksinasi yang sudah memasuki tahap ketiga ini, Desa Tunas Baru yang menjadi salah satu wilayah kerja dari PKM Rarowatu Utara yang selama ini mengalami penundaan vaksinasi akhirnya melaksanakan vaksinasi untuk dosis pertama, Senin (16/08/2021).

Vaksin tersebut dikhususkan untuk Kepala Desa dan Perangkat Desa Tunas Baru, Kecamatan Raraowatu Utara, Kabupaten Bombana yang baru menjalani vaksinasi tahap satu, bertempat di Kantor Desa Tunas Baru.

Proses penyuntikan vaksin Sinovac dilakukan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat Rarowatu Utara yang dimulai  dengan memberikan kepada Kepala Desa Tunas Baru, Baharuddin Tola.

Kepada awak media, Baharuddin Tola mengatakan, proses vaksinasi massal sudah berulang kali dijadwalkan di desa tersebut.

Namun bersamaan dengan itu ada warganya yang terkonfirmasi positif covid-19 yang mengakibatkan proses vaksinasi mengalami penundaan.

“Sudah tiga kali ditunda, batal terus karna ada yang positif  setiap jadwal vaksin makanya ditunda terus,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa yang ikut vaksinasi hari ini sebanyak 11 orang termasuk dirinya yang semuanya perangkat.

“Insya Allah saya dan semua perangkat desa akan mengikuti vaksin dosis pertama ini.” tutupnya




Bupati H.Tafdil Ingatkan Warga Bombana Pentingnya Vaksinasi

Rumbia, SultraNET. | Sebagai upaya serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mensukseskan Program pekan vaksinasi yang di inisiasi oleh Pemkab Bombana yang saat ini terus dilakukan sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19 kepada warga, Bupati Bombana H.Tafdil mengingatkankan warganya tentang pentingnya melakukan vaksin sebagai upaya meningkatkan imunitas daya tahan tubuh.

Kepada awak media H.Tafdil menjelaskan, pemberian vaksin bagi masyarakat merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.

“Penting bagi kita melakukan vaksinasi, walaupun vaksin ini tidak menjamin bahwa kita terhindar dari Covid-19, setidaknya jika terpapar gejalanya tidak seberat sebelum di vaksin,” jelas H. Tafdil Selasa (17/8/2021).

Menurutnya, dari data jumlah pasien Covid-19 rata-rata penderitanya 90 persien belum melakukan vaksinasi, sementara pasien yang sudah melakukan vaksin tidak mengalami gejala yang berarti.

“Untuk mengatasi pandemi Covid-19 di wilayah Bombana yang sangat perlu dilakukan saat ini hanya ada dua cara yaitu menaati prokes dan ikut melakukan vaksinasi” ungkap Bupati 2 periode tersebut.

Ketua DPD PAN Bombana ini juga menambahkan bahwa orang yang sudah tervaksin bukan hanya bisa melindungi diri sendiri, tetapi akan melindungi orang-orang di sekitarnya terutama lansia, sebab, orang yang sudah tervaksin kemungkinan menularkan virus sangatlah kecil.

“Jadi mari beramai ramai kita mengikuti vaksinasi,ini juga buat kesehatan kita bersama” pungkas suami ANS ini.




Bupati Tafdil Maknai Hari Kemerdekaan Sebagai Kekuatan Hadapi Pandemi

Rumbia, SultraNET. | Dengan menggunakan pakai adat  berwarna hitam khas Suku Moronene, Bupati Bombana H.Tafdil menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76, yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bombana, Selasa (17/8/2021) pagi.

Bupati Bombana H.Tafdil ditemui usai upacara menyampaikan bahwa upacara peringatan HUT RI ke-76 tahun ini memiliki makna yang luar biasa bagi bangsa Indonesia, untuk mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.

“Untuk mewujudkan Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh butuh kebersamaan dari kita semua,” kata Tafdil

Bupati juga menyebutkan bahwa upacara yang digelar hari ini terlihat warna-warni yang menunjukkan keberagaman masyarakat Bombana.

“Dan itu memberikan semangat kuat dan kebersamaan itu menjadi dasar penting untuk membangun daerah kita secara khusus dan untuk Indonesia secara umum,” terangnya.

Ditahun ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi bencana Covid-19. Oleh karenanya, butuh kebersamaan dan kekuatan bersama dari rakyat bersama pemerintah dalam menghadapi bencana ini.

“Bapak Presiden telah banyak mengintruksikan kepada kita untuk melakukan hal yang terbaik untuk pemulihan ekonomi dan memastikan manusianya diselamatkan,” ungkap Bupati 2 periode ini

Tafdil juga mengajak masyarakatnya untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar pandemi virus corona segera berakhir.

Nampak Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Bombana, Johan Salim, Kapolres Bombana AKBP  Teddy Arief Soelistiyo Sekda Bombana Drs. Man Arfa, M.Si,  dan pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), sejumlah pimpinan instansi vertikal dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana.

Meski sempat diguyur hujan di akhir-akhir upacara, peserta upacara yang terdiri dari unsur TNI/Polri,  dan beberapa SKPD terkait terlihat tetap di tempat, hujan tersebut tidak menjadi penghalang atau menyurutkan semangat mereka dalam mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-76 tersebut.




Senator ANS Ajak Warga Bombana Untuk Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Senator perempuan asal Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Nirwana Sebbu (ANS) mengajak masyarakat Bombana, untuk melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah diri dari serangan wabah virus Corona atau yang dikenal Covid-19

“Vaksinasi itu penting kita lakukan, karena dengan vaksinasi kita bisa mencapai herd Immunity (kekebalan kelompok ),” ujar Andi Nirwana Sebbu

Hal itu di katakan sesaat setelah mengikuti Upacara HUT RI ke 76 di halaman Kantor Bupati Bombana, Selasa (17/08/2021)

Anggota Komite 3 DPD RI ini mengungkapkan, dirinya tidak bisa mengatakan vaksin itu wajib, namun untuk mencapai herd immunity vaksin adalah sebuah keharusan dilakukan

“Mari kita ramai-ramai vaksinasi untuk kesehatan bersama, kesehatan diri, keluarga dan lingkungan tempat tinggal,” jelas Istri Bupati Bombana tersebut.

Tidak lupa mantan anggota DPRD Kabupaten Bombana periode 2014-2019 ini mengingatkan kepada masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 untuk tetap mematuhi prokes dan pola hidup yang sehat

” Lebih baik mencegah daripada mengobati.” pungkas wanita yang punya sapaan akrab ANS itu.




Warga Desa Tunas Baru Pilih Sembunyi Hindari Petugas Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Pekan vaksinasi massal tahap tiga, dengan dosis pertama di Desa Tunas Baru, Kecamatan Rarowatu Utara yang dilaksanakan di Kantor Desa Tunas Baru, Senin (16/08/2021) sepi pengunjung, pasalnya dari target 33 orang yang akan di vaksinasi hanya 11 orang yang hadir.

Kepala Puskesmas Rarowatu Utara, Satar SKM mengungkapkan, rendahnya kemauan warga  di desa Tunas Baru untuk  melakukan vaksinasi, disinyalir kerena sering mendengar informasi yang salah tentang vaksin covid-19.

“Sudah seminggu yang lalu kami bersurat ke pihak Desa bahkan Kepala Desa juga sudah mengumumkan hari ini ada pelayanan vaksin. Hampir sebagian besar lari sembunyi. Mungkin ada informasi yang didengar. Kan banyak sekali hoaks soal vaksin,” kata Satar

Petugas Kesehatan Melakukan Screening Sebelum Vaksin
Petugas Kesehatan Melakukan Screening Sebelum Vaksin

Dikatakan, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rarowatu Utara menargetkan, sebanyak 33 orang di Desanya yang akan disuntik vaksin dosis pertama. Namun hanya 10 orang yang berhasil di vaksin.

“Ada 11 orang semua yang datang. 10 yang di vaksin.  Satu orang di tunda setelah di screening. Itu semua Perangkat Desa termasuk dengan perawatnya. ” bebernya.

Satar menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat untuk penjadwalan ulang vaksinasi dosis satu  di desa tersebut.

“Saya akan koordinasi dulu dengan Kepala Desa, bagaimana teknisnya agar vaksinasi di Desa Tunas Baru bisa efektif,” jelas Ketua PPNI Bombana ini.

Ia juga berharap, agar di jadwal berikut nya semakin banyak masyarakat Desa itu yang mau mengikuti vaksinasi, sebab menurutnya, vaksin ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dalam masa pandemi Covid-19.

“Mungkin masyarakat belum tau fungsinya vaksin, makanya menghindar. Yang sudah tau mungkin tanpa dipanggil akan datang  sendiri,” tandasnya.




Pulau Basa di Bombana Bakal Dikembangkan Menjadi Objek Wisata

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut. Salah satu kawasan yang saat ini tengah didorong pengembanganya oleh Pemerintah setempat yakni Pulau Basa.

Pulau tak berpenghuni itu menyajikan keindahan air laut yang jernih, rencananya bakal dikembangkan menjadi pusat industri wisata unggulan dan perikanan serta kelautan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, Drs Man Arfah mengungkapkan, Pulau Basa ini akan menjadi salah satu kawasan pusat industri wisata yang berkelas. Sebab, Pulau tersebut nantinya bakal dilengkapi beberapa resor, restoran, hingga kolam berenang serta fasilitas wisata lainya.

“Pulau Basa ini nantinya akan menyerupai Gili Trawangan yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat,” Ungkap Nya kepada Awak media, Senin (12/07/2021)

Lanjut dia, Pulau Basa yang terletak di Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana tersebut, memiliki luas kurng lebih 5 Hektar. Namun, untuk menunjang pulau tersebut menjadi kawasan industri wisata unggulan, maka kawasan tersebut bakal dikembangkan hingga 100 Hektar, dengan cara reklamasi oleh pihak ketiga.

“Rekomendasi perizinan administrasinya sudah saya tandatangani. Sehingga, proses pengembanganya bakal segera berjalan,” katanya.

Diakuinya, sebelum mengeluarkan rekomendasi kelanjutan perizinan pengelolaan tersebut, Pemkab Bombana telah melakukan beberapa kajian. Khususnya, terkait kesesuaian tata ruang.

Sekda Bombana, Drs. Man Arfa., M.Si
Sekda Bombana, Drs. Man Arfa., M.Si

“Dalam kajian yng kita lakukan tidak ada masalah. Sehingga, rekomendasi untuk kelanjutan perizinan administrasi tersebut sudah disetujui,” tuturnya.

Mantan Kepala Inspektorat Bombana tersebut mengatakan, bahwa Pulau Basa merupakan pulau yang belum dimanfaatkan potensinya. Pulau kecil nan indah tersebut selama ini hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan nelayan setempat.

Untuk itu, melalui pengembangan Pulau Basa yang bakal dijadikan sebagai pusat industri wisata unggulan dan perikanan dan kelautan, tentu bakal memiliki banyak manfaat, mulai pemberdayaan, penyerapan tenaga kerja, menambah PAD untuk pembangunan daerah, hingga meningkatkan kunjungan turis yang pastinya bakal bermuara pada penggerakan ekonomi lokal.

“Pemkab Bombana senantiasa terus membuka krang investasi, guna menggerakkan ekonomi daerah dengan lebih maksimal,” pungkas Mantan Kadis PU ini.




Pemkab Bombana Imbau Masyarakat Manfaatkan Pekan Vaksinasi Covid-19 Yang Hadir di Seluruh Kecamatan

Rumbia,  SultraNET. | Sebagai upaya menanggulangi penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menghimbau agar masyarakat di daerah itu memanfaatkan Pekan Vaksinasi Covid-19 yang tidak hanya diperuntukkan bagi sektor pelayanan publik namun juga terbuka bagi masyarakat secara umum.

Kepada awak media, Minggu (20/6/2021) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bombana, Sofian Baco menguraikan pelaksanaan Pekan Vaksinasi Covid-19 bakal dilaksanakan secara serentak di 22 Kecamatan se Kabupaten Bombana dengan target dosis 14.665  dari warga yang tersebar di 144 Desa dan Kelurahan serentak dimulai tanggal, 19 juni hingga 26 juni 2021 mulai pukul 09:00 WITA hingga 15:00 WITA.

“Kegiatan Vaksinasi ini berlangsung selama seminggu, jadi ini diperuntukan untuk semua masyarakat umum yang ada di Bombana,“ ujar Sofian Baco

Mantan Ketua BLP Bombana itu mengharapkan agar seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat daerah yang ada di daerah itu, agar menghimbau jajaran dan Stafnya untuk mengikuti vaksin tersebut.

Kadis Kominfo Bombana, Sofian Baco
Kadis Kominfo Bombana, Sofian Baco

“Baik di Kecamatan, Desa dan Kelurahan agar menghimbau seluruh warganya untuk mengikuti Vaksinasi ini.“ harapnya.

Ia menambahkan, saat ini Seluruh Fasilitas dan Petugas Pelayanan Kesehatan telah dikerahkan untuk melaksankan Vaksin secara massal dengan masing-masing user atau fasilitas kesehatan yang ada diwilayah kerjanya masing masing.

“Tujuannya vaksinasi ini adalah untuk melindungi diri dan keluarga dari covid-19, maka marilah kita melakukan Vaksinasi karena Vaksin ini Aman dan Halal,“ tutupnya. (ADS-Kominfo Bombana)




Minimalisir Gabah Dijual Keluar Daerah, Distan Bombana Siapkan Opsi

Rumbia, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bakal berkoordinasi dengan pihak Bulog dan penggiling gabah lokal untuk meningkatkan daya beli terhadap gabah petani lokal. Peningkatan daya tampung Bulog dan pembeli lokal guna meminimalisir pembeli gabah dari luar daerah.

Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah, Selasa (27/04/2021) mengatakan saat ini pihak Dinas Pertanian sedang berkoordinasi dengan pihak Bulog dan pabrik penggilingan padi lokal untuk meningkatkan daya beli, agar gabah hasil pertanian kita tidak keluar.

Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah saat melakukan kunjungan di Pabrik Pengolahan Gabah
Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah saat melakukan kunjungan di Pabrik Pengolahan Gabah

“Kita tahu bersama bahwa hasil pertanian padi di Bombana meningkat, sedangkan daya serap Bulog terbatas sama hal dengan pihak-pihak pabrik lokal modal untuk beli gabah juga terbatas,” ujarnya.

Dirinya mengukapkan bahwa hasil produksi gabah sekali panen itu kurang lebih 70 ribu ton, sedangkan daya tampung Bulog berkisaran 9 ribu ton bahkan sampai 20 ribu ton, ditambah pembeli lokal hanya bisa menampung 20 ribu ton.

“Jadi total hanya bisa di tampung 40 ton dan sisahnya yang beli dari luar,” rincinya.

Dinas Pertanian bombana memberikan dua alternatif dalam meningkatkan daya beli gabah, yang pertama meminta kepada pihak Bulog untuk meningkatkan lagi daya serap beli gabah kepada petani, yang kedua akan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan untuk mempermudah memberikan modal kepada pemilik pabrik lokal, supaya daya beli mereka juga meningkat, pihaknya telah melakukan diskusi dengan pemilik penggilingan gabah, hal yang paling menjadi kendala adalah sumber permodalan.

Salah satu gudang penampungan gabah
Salah satu gudang penampungan gabah

“Kami sudah melakukan monitoring di lapangan yang masih aktif pabrik itu kurang lebih 19 pabrik penggilingan, untuk itu kami minta kepada pihak perbankan untuk membantu para pemilik pabrik, agar memberikan modal. Karena dengan mempermudah pengurusan modal dari perbankan mereka bisa membeli diatas 20 ribu ton, karena selama ini terkendala dengan modal,” pungkasnya. (Adv)




Cegah Penularan, Distan Bombana Deteksi Penyakit Pada Ternak Sapi

Rumbia, Sultranet – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana dalam hal ini tim yang dipimpin bidang Peternakan Surianto Wedda, S.Pt bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros Melaksanakan Kegiatan Surveilans yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat tanggal 8 – 9 April 2021 di Kec. Rumbia, Rumbia Tengah, Lantari Jaya dan Rarowatu Utara, untuk Cegah Penularan Penyakit Ternak Sapi pada Manusia.

drh. Gustav dari Balai Besar Veteriner (BBVet Maros) mengatakan, sebaiknya surveilans tetap dilakukan secara rutin dengan cakupan wilayah yang luas atau menyeluruh jika memungkinkan, untuk itu Bidang Peternakan dan BBVet Maros melakukan pengambilan sampel darah dan pengumpulan data sampel darah diambil sebanyak 200 ekor sapi. Hal ini disampaikan drh. Gustav saat dikonfirmasi di tempat kegiatan, Jumat, (9/4/2021)

Terkait soal Komunikasi informasi dan edukasi tentang brucellosis di Kab. Bombana kata drh. Gustav, sudah cukup bagus dan terbukti dari beberapa peternak cukup memahami yang dilakukan oleh bidang peternakan terkait penanganan penyakit brucellosis.

Hal sama disampaikan pula Kasie Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran IING FADLI, S.Pt : Infeksi Brucella abortus dapat menyebabkan kerugian pada peternakan sapi potong. Kerugian yang disebabkan karena kematian ternak serta penurunan produksi dan produktivitas akibat infertilitas serta gangguan reproduksi.

Menurut iing Fadli, Program surveilance brucellosis merupakan program pemerintah sebagai upaya pembebasan brucellosis. Sementara data populasi sapi di kabupaten Bombana Tahun 2020 berjumlah 48.830 ekor.

“Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk mendeteksi penyakit dan proporsi penyakit di daerah khususnya di Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. “Ungkap Iing saat dimintai keterangannya.

Pengujian Rose Bengal Test (RBT) berfungsi sebagai uji skrining awal. Reaktor positif RBT selanjutnya akan dites kembali dengan Complemen Fixation Test ( CFT ) sebagai uji yang menentukan brucellosis. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengukur tingkat kejadian brucellosis pada ternak sapi berdasarkan uji serologis (seroprevalensi) serta mengetahui hubungan antara kejadian brucellosis dengan gangguan reproduksi pada ternak sehingga bisa dideteksi sedini mungkin penyebaran pada manusia.

Sementara itu salah satu peternak Tri Suyatno bahwa peternak sangat membutuhkan pelayanan seperti ini sehingga kami harap kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahun agar ternak kami dapat terhindar dari penyakit (ADV)




177 Pegawai Distan Bombana Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Rumbia, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana melaksanakan vaksinasi Covid-19 sinovac, tahap pertama kepada seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non ASN yang dilaksanakan di aula Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Senin, 5 April 2021.
Kegiatan vaksinasi Covid-19 dilaksnakan pada pukul 09.00 wita dan untuk hari pertama dengan target 59 ASN dan non ASN lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Kecamamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara dengah jumlah Nakes 7 orang.
Saat dihubungi di ruang kerja Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah.M.Si menjelaskan bahwa untuk hari ini yang akan divaksin berjumlah 59 orang baik ASN maupun non ASN . Pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan selama tiga hari, untuk tahap kedua dan ketiga dilaksanakan selasa hingga Rabu ( 6-7 April 2021) bertempat di Aula pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana.

Petugas melakukan pemeriksaan sebelum pelaksanaan vaksin
Petugas melakukan pemeriksaan sebelum pelaksanaan vaksin

Siarah panggilan akrab berpesan kepada ASN dan Non ASN Dinas Pertanian Kabupaten Bombana agar jangan gampang termakan oleh berita yang kurang benar/hoax yang beredar kepada masyarakat dan mengajak untuk ikut program pemerintah meberantas Covid-19 semoga cepat berlalu.
“Dari target 59 orang hari ini yang tervaksin berjumlah 44 orang sementara sisanya yang tertunda berjumlah 15 orang dimana 3 bumil, 2 hipertensi, 1 flu filek 2 orang mau konsul dokter spesialis, dan 8 orang Dinas luar,” Ujar Siarah.
Salah satu peserta vaksin, Rimbu, SP (41) mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan merupakan dosis pertama.

Rimbu, SP saat disuntikkan vaksin covid-19
Rimbu, SP saat disuntikkan vaksin covid-19

“Jadi saya vaksin dosis pertama, tidak ada saya rasa dan saya berpesan jangan termakan informasi hoax di masyarakat” ungkapnya. (Adv).

(Adv)