Golkar Bombana Komitmen Dukung Sukseskan Pekan Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Bombana mengajak masyarakat dan khususnya kader partai berlambang beringin itu untuk membantu pemerintah mensukseskan Pelaksanaan pekan Vaksinasi Covid-19 tahap ketiga yang dilakukan serentak selama sepekan sejak hari ini di 22 Kecamatan, se-Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Saat di temui di Kantor Golkar Kabupaten Bombana yang terletak Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Lauru Kecamatan Rumbia Tengah, Senin (16/08/2021), Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bombana Bidang BAPPILU, Basmin, menjelaskan pentingnya dilakukan vaksinasi sebagai upaya pencegahan penularan virus yang telah mengguncang dunia dua tahun terakhir ini.

“Ayo jangan takut di vaksin, ini semua demi keselamatan anda, keluarga dan kita semua dan para kader juga wajib vaksin untuk memberikan contoh kepada warga sekitar,” ujar Pria jebolan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Pada kesempatan itu, Basmin juga meminta kepada para kader Golkar di Kabupaten Bombana untuk segera menjalani vaksinasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang manfaat vaksin.

Basmin secara khusus juga menyatakan keprihatinannya dengan lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini yang hampir merata di Seluruh Indonesia tidak terkecuali di Kabupaten Bombana.

“Mudah-mudahan semua anak-anak sekolah bisa divaksin, jika semua mayoritas warga negara ini juga sudah divaksin, maka adik-adik sekalian nanti akan bisa kembali sekolah bertatap muka seperti biasa,” katanya.

Selain itu, pria yang akrab di sapa dengan panggilan PISA ini juga mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan yakni, mengenakan masker, mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi.




Tak Perlu Takut, Lansia Sebelum Vaksin Dipastikan Sejumlah Hal ini !

Rumbia, SultraNET. | Orang Lanjut Usia (Lansia) termasuk salah satu kelompok yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi Covid-19 pada pekan vaksinasi yang di selenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana.

Vaksinasi Covid-19 untuk lansia tercantum dalam surat edaran (SE) nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok sasaran lansia, komorbid, penyintas Covid-19, dan sasaran tunda.

Kepala Bidang Pelayanan dan SDK Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana , Tarzan,SKM .,M.Sc mengatakan, secara umum tidak ada syarat kondisi khusus bagi lansia yang akan divaksin.

Ia menyebutkan, syaratnya sama dengan kelompok lainnya, meski demikian, ada sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada lansia calon penerima vaksin Covid-19.

“Ada tambahan pertanyaan untuk menilai apakah usia lebih dari 60 tahun dapat menerima vaksin,” ujar Tarzan saat dihubungi via telepon oleh awak media, Sabtu (21/08/2021)

Daftar pertanyaan tambahan itu adalah

1.Apakah mengalami kesulitan menaiki 10 anak tangga?

2.Apakah punya 5 penyakit dari 11 penyakit kronik dan komorbid?

3.Apakah mudah merasa kelelahan?

4.Apakah mengalami penurunan berat badan secara signifikan?

5.Apakah sulit berjalan sejauh 100-200 meter?

Jika ada 3 jawaban “Ya” atau lebih dari 5 pertanyaan di atas, maka vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan.

Mengenai batasan maksimal usia lansia yang bisa divaksin, Tarzan menyatakan, tidak ada batas maksimal.

“Tidak ada batas maksimal (usia lansia),” ujar dia.

Sebelumnya, menurut Tarzan Kementerian Kesehatan juga memperbarui kondisi orang yang tidak bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Berikut rincian mereka yang tidak boleh menerima vaksin virus corona:

1.Orang dengan tekanan darah 180/110 atau lebih.

2.Penyintas Covid-19 kurang dari 3 bulan

3.Sedang hamil

4.Mengalami gejala ISPA, seperti batuk/pilek/sesak napas dalam 7 hari terakhir

5.Ada anggota keluarga yang kontak erat/suspek/terkonfirmasi sedang dalam perawatan karena Covid-19

6.Memiliki riwayat alergi berat atau mengalami gejala sesak napas, bengkak, dan kemerahan setelah divaksinasi Covid-19 sebelumnya (untuk vaksinasi kedua)

7.Orang yang sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah

8.Menderita penyakit Autoimun Sistemik (SLE/Lupus, Sjogren, vaskulitis) akut

9.Menderita penyakit Reumatik Autoimun atau Rhematoid Arthritis akut

11.Menderita penyakit saluran pencernaan kronis

12.Menderita penyakit hiperteroid atau hiperteroid karena autoimun

13.Menderita HIV dengan angka CD4 kurang dari 200 atau tidak diketahui

Tarzan menambahkan ada pula dua kondisi lain yang menyebabkan pemberian vaksin dapat ditunda. Kondisi itu yakni :

1.Jika berdasarkan pengukuran suhu tubuh calon penerima vaksin sedang demam 37,5 derajat celcius ke atas, penundaan dilakukan sampai pasien sembuh dan terbukti bukan menderita Covid-19. Selain itu, dilakukan screening ulang pada saat kunjungan berikutnya.

2.Jika memiliki salah satu penyakit paru, seperti asma, PPOK, dan TBC.

“Jika memiliki kondisi-kondisi di atas, maka vaksin baru bisa dilakukan hingga kondisi pasien terkontrol baik.” Tutupnya




Hari Ke Tiga Pekan Vaksin, PKM Rarowatu Capai Setengah Dari Target

Rumbia, SultraNET. | Hari Ketiga pelaksanaan Vaksinasi massal pada program pekan vaksinasi ke tiga di Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, mencapai 50 persen dari target 220 orang.

Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rarowatu, Hasniwati, SKM mengatakan, meski kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksin pada pekan vaksinasi tahap ketiga berkurang jika di bandingkan dengan tahap pertama, dirinya masih berkeyakinan kalau target yang di berikan masih bisa tercapai.

“Sudah tiga hari berjalan tahap tiga, kunjungan masih agak kurang. Namun pas rangkain 17 Agustus 2021 kemarin, kita berhasil vaksin 66 orang,” kata Hasniwati saat wawancara dengan awak media di lokasi vaksinasi, Lakomea (18/08/2021).

Pada Rabu 18 Agustus 2021 kata dia, Tim dari PKM Rarowatu berhasil malakukan vaksin sebanyak 33 warga Desa Lakomea Kecamatan Rarowatu.

“Untuk hari ini, sebanyak 33 orang yang divaksin. Sementara jumlah target kita pada pekan vaksinasi tahap tiga ini hanya 220 orang, 16 fial vaksin. Nanti hari terakhir baru kita bisa persentase capaian nya,” jelas wanita berjilbab ini.

Hasniwati juga membeberkan bahwa di setiap pelaksanaan Posyandu, tim dari PKM Rarowatu selalu melakukan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya vaksinasi untuk kekebalan tubuh

“Tetapi kita kembalikan lagi kepada masyarakat, ada yang kesadarannya tinggi ada juga yang tidak,” bebernya.

Meski demikian, ia terus mengajak semua masyarakat di wilayah kerjanya itu untuk aktif dalam memberikan pemahaman kepada warga lainnya pentingnya vaksinasi Covid-19

“Kita harus aktif dan mau melakukan vaksinasi Covid- 19,” pungkasnya

Pewarta : Muh. Adnan




Sempat Tertunda 3 Kali, Warga Desa Ini Akhirnya Divaksin Dosis Pertama

Rumbia, SultraNET. | Selama pelaksanaan Pekan vaksinasi yang sudah memasuki tahap ketiga ini, Desa Tunas Baru yang menjadi salah satu wilayah kerja dari PKM Rarowatu Utara yang selama ini mengalami penundaan vaksinasi akhirnya melaksanakan vaksinasi untuk dosis pertama, Senin (16/08/2021).

Vaksin tersebut dikhususkan untuk Kepala Desa dan Perangkat Desa Tunas Baru, Kecamatan Raraowatu Utara, Kabupaten Bombana yang baru menjalani vaksinasi tahap satu, bertempat di Kantor Desa Tunas Baru.

Proses penyuntikan vaksin Sinovac dilakukan petugas Pusat Kesehatan Masyarakat Rarowatu Utara yang dimulai  dengan memberikan kepada Kepala Desa Tunas Baru, Baharuddin Tola.

Kepada awak media, Baharuddin Tola mengatakan, proses vaksinasi massal sudah berulang kali dijadwalkan di desa tersebut.

Namun bersamaan dengan itu ada warganya yang terkonfirmasi positif covid-19 yang mengakibatkan proses vaksinasi mengalami penundaan.

“Sudah tiga kali ditunda, batal terus karna ada yang positif  setiap jadwal vaksin makanya ditunda terus,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa yang ikut vaksinasi hari ini sebanyak 11 orang termasuk dirinya yang semuanya perangkat.

“Insya Allah saya dan semua perangkat desa akan mengikuti vaksin dosis pertama ini.” tutupnya




Bupati H.Tafdil Ingatkan Warga Bombana Pentingnya Vaksinasi

Rumbia, SultraNET. | Sebagai upaya serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mensukseskan Program pekan vaksinasi yang di inisiasi oleh Pemkab Bombana yang saat ini terus dilakukan sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19 kepada warga, Bupati Bombana H.Tafdil mengingatkankan warganya tentang pentingnya melakukan vaksin sebagai upaya meningkatkan imunitas daya tahan tubuh.

Kepada awak media H.Tafdil menjelaskan, pemberian vaksin bagi masyarakat merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif mengatasi pandemi Covid-19 yang masih terus berlangsung.

“Penting bagi kita melakukan vaksinasi, walaupun vaksin ini tidak menjamin bahwa kita terhindar dari Covid-19, setidaknya jika terpapar gejalanya tidak seberat sebelum di vaksin,” jelas H. Tafdil Selasa (17/8/2021).

Menurutnya, dari data jumlah pasien Covid-19 rata-rata penderitanya 90 persien belum melakukan vaksinasi, sementara pasien yang sudah melakukan vaksin tidak mengalami gejala yang berarti.

“Untuk mengatasi pandemi Covid-19 di wilayah Bombana yang sangat perlu dilakukan saat ini hanya ada dua cara yaitu menaati prokes dan ikut melakukan vaksinasi” ungkap Bupati 2 periode tersebut.

Ketua DPD PAN Bombana ini juga menambahkan bahwa orang yang sudah tervaksin bukan hanya bisa melindungi diri sendiri, tetapi akan melindungi orang-orang di sekitarnya terutama lansia, sebab, orang yang sudah tervaksin kemungkinan menularkan virus sangatlah kecil.

“Jadi mari beramai ramai kita mengikuti vaksinasi,ini juga buat kesehatan kita bersama” pungkas suami ANS ini.




Bupati Tafdil Maknai Hari Kemerdekaan Sebagai Kekuatan Hadapi Pandemi

Rumbia, SultraNET. | Dengan menggunakan pakai adat  berwarna hitam khas Suku Moronene, Bupati Bombana H.Tafdil menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-76, yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Bombana, Selasa (17/8/2021) pagi.

Bupati Bombana H.Tafdil ditemui usai upacara menyampaikan bahwa upacara peringatan HUT RI ke-76 tahun ini memiliki makna yang luar biasa bagi bangsa Indonesia, untuk mewujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh.

“Untuk mewujudkan Indonesia tangguh dan Indonesia tumbuh butuh kebersamaan dari kita semua,” kata Tafdil

Bupati juga menyebutkan bahwa upacara yang digelar hari ini terlihat warna-warni yang menunjukkan keberagaman masyarakat Bombana.

“Dan itu memberikan semangat kuat dan kebersamaan itu menjadi dasar penting untuk membangun daerah kita secara khusus dan untuk Indonesia secara umum,” terangnya.

Ditahun ini, bangsa Indonesia sedang menghadapi bencana Covid-19. Oleh karenanya, butuh kebersamaan dan kekuatan bersama dari rakyat bersama pemerintah dalam menghadapi bencana ini.

“Bapak Presiden telah banyak mengintruksikan kepada kita untuk melakukan hal yang terbaik untuk pemulihan ekonomi dan memastikan manusianya diselamatkan,” ungkap Bupati 2 periode ini

Tafdil juga mengajak masyarakatnya untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan agar pandemi virus corona segera berakhir.

Nampak Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati Bombana, Johan Salim, Kapolres Bombana AKBP  Teddy Arief Soelistiyo Sekda Bombana Drs. Man Arfa, M.Si,  dan pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), sejumlah pimpinan instansi vertikal dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana.

Meski sempat diguyur hujan di akhir-akhir upacara, peserta upacara yang terdiri dari unsur TNI/Polri,  dan beberapa SKPD terkait terlihat tetap di tempat, hujan tersebut tidak menjadi penghalang atau menyurutkan semangat mereka dalam mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-76 tersebut.




Senator ANS Ajak Warga Bombana Untuk Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Senator perempuan asal Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Nirwana Sebbu (ANS) mengajak masyarakat Bombana, untuk melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah diri dari serangan wabah virus Corona atau yang dikenal Covid-19

“Vaksinasi itu penting kita lakukan, karena dengan vaksinasi kita bisa mencapai herd Immunity (kekebalan kelompok ),” ujar Andi Nirwana Sebbu

Hal itu di katakan sesaat setelah mengikuti Upacara HUT RI ke 76 di halaman Kantor Bupati Bombana, Selasa (17/08/2021)

Anggota Komite 3 DPD RI ini mengungkapkan, dirinya tidak bisa mengatakan vaksin itu wajib, namun untuk mencapai herd immunity vaksin adalah sebuah keharusan dilakukan

“Mari kita ramai-ramai vaksinasi untuk kesehatan bersama, kesehatan diri, keluarga dan lingkungan tempat tinggal,” jelas Istri Bupati Bombana tersebut.

Tidak lupa mantan anggota DPRD Kabupaten Bombana periode 2014-2019 ini mengingatkan kepada masyarakat yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 untuk tetap mematuhi prokes dan pola hidup yang sehat

” Lebih baik mencegah daripada mengobati.” pungkas wanita yang punya sapaan akrab ANS itu.




Warga Desa Tunas Baru Pilih Sembunyi Hindari Petugas Vaksin

Rumbia, SultraNET. | Pekan vaksinasi massal tahap tiga, dengan dosis pertama di Desa Tunas Baru, Kecamatan Rarowatu Utara yang dilaksanakan di Kantor Desa Tunas Baru, Senin (16/08/2021) sepi pengunjung, pasalnya dari target 33 orang yang akan di vaksinasi hanya 11 orang yang hadir.

Kepala Puskesmas Rarowatu Utara, Satar SKM mengungkapkan, rendahnya kemauan warga  di desa Tunas Baru untuk  melakukan vaksinasi, disinyalir kerena sering mendengar informasi yang salah tentang vaksin covid-19.

“Sudah seminggu yang lalu kami bersurat ke pihak Desa bahkan Kepala Desa juga sudah mengumumkan hari ini ada pelayanan vaksin. Hampir sebagian besar lari sembunyi. Mungkin ada informasi yang didengar. Kan banyak sekali hoaks soal vaksin,” kata Satar

Petugas Kesehatan Melakukan Screening Sebelum Vaksin
Petugas Kesehatan Melakukan Screening Sebelum Vaksin

Dikatakan, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rarowatu Utara menargetkan, sebanyak 33 orang di Desanya yang akan disuntik vaksin dosis pertama. Namun hanya 10 orang yang berhasil di vaksin.

“Ada 11 orang semua yang datang. 10 yang di vaksin.  Satu orang di tunda setelah di screening. Itu semua Perangkat Desa termasuk dengan perawatnya. ” bebernya.

Satar menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat untuk penjadwalan ulang vaksinasi dosis satu  di desa tersebut.

“Saya akan koordinasi dulu dengan Kepala Desa, bagaimana teknisnya agar vaksinasi di Desa Tunas Baru bisa efektif,” jelas Ketua PPNI Bombana ini.

Ia juga berharap, agar di jadwal berikut nya semakin banyak masyarakat Desa itu yang mau mengikuti vaksinasi, sebab menurutnya, vaksin ini sangat bermanfaat untuk kesehatan dalam masa pandemi Covid-19.

“Mungkin masyarakat belum tau fungsinya vaksin, makanya menghindar. Yang sudah tau mungkin tanpa dipanggil akan datang  sendiri,” tandasnya.




Pulau Basa di Bombana Bakal Dikembangkan Menjadi Objek Wisata

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut. Salah satu kawasan yang saat ini tengah didorong pengembanganya oleh Pemerintah setempat yakni Pulau Basa.

Pulau tak berpenghuni itu menyajikan keindahan air laut yang jernih, rencananya bakal dikembangkan menjadi pusat industri wisata unggulan dan perikanan serta kelautan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, Drs Man Arfah mengungkapkan, Pulau Basa ini akan menjadi salah satu kawasan pusat industri wisata yang berkelas. Sebab, Pulau tersebut nantinya bakal dilengkapi beberapa resor, restoran, hingga kolam berenang serta fasilitas wisata lainya.

“Pulau Basa ini nantinya akan menyerupai Gili Trawangan yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat,” Ungkap Nya kepada Awak media, Senin (12/07/2021)

Lanjut dia, Pulau Basa yang terletak di Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana tersebut, memiliki luas kurng lebih 5 Hektar. Namun, untuk menunjang pulau tersebut menjadi kawasan industri wisata unggulan, maka kawasan tersebut bakal dikembangkan hingga 100 Hektar, dengan cara reklamasi oleh pihak ketiga.

“Rekomendasi perizinan administrasinya sudah saya tandatangani. Sehingga, proses pengembanganya bakal segera berjalan,” katanya.

Diakuinya, sebelum mengeluarkan rekomendasi kelanjutan perizinan pengelolaan tersebut, Pemkab Bombana telah melakukan beberapa kajian. Khususnya, terkait kesesuaian tata ruang.

Sekda Bombana, Drs. Man Arfa., M.Si
Sekda Bombana, Drs. Man Arfa., M.Si

“Dalam kajian yng kita lakukan tidak ada masalah. Sehingga, rekomendasi untuk kelanjutan perizinan administrasi tersebut sudah disetujui,” tuturnya.

Mantan Kepala Inspektorat Bombana tersebut mengatakan, bahwa Pulau Basa merupakan pulau yang belum dimanfaatkan potensinya. Pulau kecil nan indah tersebut selama ini hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan nelayan setempat.

Untuk itu, melalui pengembangan Pulau Basa yang bakal dijadikan sebagai pusat industri wisata unggulan dan perikanan dan kelautan, tentu bakal memiliki banyak manfaat, mulai pemberdayaan, penyerapan tenaga kerja, menambah PAD untuk pembangunan daerah, hingga meningkatkan kunjungan turis yang pastinya bakal bermuara pada penggerakan ekonomi lokal.

“Pemkab Bombana senantiasa terus membuka krang investasi, guna menggerakkan ekonomi daerah dengan lebih maksimal,” pungkas Mantan Kadis PU ini.




Pemkab Bombana Imbau Masyarakat Manfaatkan Pekan Vaksinasi Covid-19 Yang Hadir di Seluruh Kecamatan

Rumbia,  SultraNET. | Sebagai upaya menanggulangi penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menghimbau agar masyarakat di daerah itu memanfaatkan Pekan Vaksinasi Covid-19 yang tidak hanya diperuntukkan bagi sektor pelayanan publik namun juga terbuka bagi masyarakat secara umum.

Kepada awak media, Minggu (20/6/2021) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bombana, Sofian Baco menguraikan pelaksanaan Pekan Vaksinasi Covid-19 bakal dilaksanakan secara serentak di 22 Kecamatan se Kabupaten Bombana dengan target dosis 14.665  dari warga yang tersebar di 144 Desa dan Kelurahan serentak dimulai tanggal, 19 juni hingga 26 juni 2021 mulai pukul 09:00 WITA hingga 15:00 WITA.

“Kegiatan Vaksinasi ini berlangsung selama seminggu, jadi ini diperuntukan untuk semua masyarakat umum yang ada di Bombana,“ ujar Sofian Baco

Mantan Ketua BLP Bombana itu mengharapkan agar seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat daerah yang ada di daerah itu, agar menghimbau jajaran dan Stafnya untuk mengikuti vaksin tersebut.

Kadis Kominfo Bombana, Sofian Baco
Kadis Kominfo Bombana, Sofian Baco

“Baik di Kecamatan, Desa dan Kelurahan agar menghimbau seluruh warganya untuk mengikuti Vaksinasi ini.“ harapnya.

Ia menambahkan, saat ini Seluruh Fasilitas dan Petugas Pelayanan Kesehatan telah dikerahkan untuk melaksankan Vaksin secara massal dengan masing-masing user atau fasilitas kesehatan yang ada diwilayah kerjanya masing masing.

“Tujuannya vaksinasi ini adalah untuk melindungi diri dan keluarga dari covid-19, maka marilah kita melakukan Vaksinasi karena Vaksin ini Aman dan Halal,“ tutupnya. (ADS-Kominfo Bombana)