Minimalisir Gabah Dijual Keluar Daerah, Distan Bombana Siapkan Opsi

Rumbia, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bakal berkoordinasi dengan pihak Bulog dan penggiling gabah lokal untuk meningkatkan daya beli terhadap gabah petani lokal. Peningkatan daya tampung Bulog dan pembeli lokal guna meminimalisir pembeli gabah dari luar daerah.

Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah, Selasa (27/04/2021) mengatakan saat ini pihak Dinas Pertanian sedang berkoordinasi dengan pihak Bulog dan pabrik penggilingan padi lokal untuk meningkatkan daya beli, agar gabah hasil pertanian kita tidak keluar.

Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah saat melakukan kunjungan di Pabrik Pengolahan Gabah
Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah saat melakukan kunjungan di Pabrik Pengolahan Gabah

“Kita tahu bersama bahwa hasil pertanian padi di Bombana meningkat, sedangkan daya serap Bulog terbatas sama hal dengan pihak-pihak pabrik lokal modal untuk beli gabah juga terbatas,” ujarnya.

Dirinya mengukapkan bahwa hasil produksi gabah sekali panen itu kurang lebih 70 ribu ton, sedangkan daya tampung Bulog berkisaran 9 ribu ton bahkan sampai 20 ribu ton, ditambah pembeli lokal hanya bisa menampung 20 ribu ton.

“Jadi total hanya bisa di tampung 40 ton dan sisahnya yang beli dari luar,” rincinya.

Dinas Pertanian bombana memberikan dua alternatif dalam meningkatkan daya beli gabah, yang pertama meminta kepada pihak Bulog untuk meningkatkan lagi daya serap beli gabah kepada petani, yang kedua akan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan untuk mempermudah memberikan modal kepada pemilik pabrik lokal, supaya daya beli mereka juga meningkat, pihaknya telah melakukan diskusi dengan pemilik penggilingan gabah, hal yang paling menjadi kendala adalah sumber permodalan.

Salah satu gudang penampungan gabah
Salah satu gudang penampungan gabah

“Kami sudah melakukan monitoring di lapangan yang masih aktif pabrik itu kurang lebih 19 pabrik penggilingan, untuk itu kami minta kepada pihak perbankan untuk membantu para pemilik pabrik, agar memberikan modal. Karena dengan mempermudah pengurusan modal dari perbankan mereka bisa membeli diatas 20 ribu ton, karena selama ini terkendala dengan modal,” pungkasnya. (Adv)




Cegah Penularan, Distan Bombana Deteksi Penyakit Pada Ternak Sapi

Rumbia, Sultranet – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana dalam hal ini tim yang dipimpin bidang Peternakan Surianto Wedda, S.Pt bekerja sama dengan Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros Melaksanakan Kegiatan Surveilans yang dilaksanakan pada hari Kamis dan Jumat tanggal 8 – 9 April 2021 di Kec. Rumbia, Rumbia Tengah, Lantari Jaya dan Rarowatu Utara, untuk Cegah Penularan Penyakit Ternak Sapi pada Manusia.

drh. Gustav dari Balai Besar Veteriner (BBVet Maros) mengatakan, sebaiknya surveilans tetap dilakukan secara rutin dengan cakupan wilayah yang luas atau menyeluruh jika memungkinkan, untuk itu Bidang Peternakan dan BBVet Maros melakukan pengambilan sampel darah dan pengumpulan data sampel darah diambil sebanyak 200 ekor sapi. Hal ini disampaikan drh. Gustav saat dikonfirmasi di tempat kegiatan, Jumat, (9/4/2021)

Terkait soal Komunikasi informasi dan edukasi tentang brucellosis di Kab. Bombana kata drh. Gustav, sudah cukup bagus dan terbukti dari beberapa peternak cukup memahami yang dilakukan oleh bidang peternakan terkait penanganan penyakit brucellosis.

Hal sama disampaikan pula Kasie Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran IING FADLI, S.Pt : Infeksi Brucella abortus dapat menyebabkan kerugian pada peternakan sapi potong. Kerugian yang disebabkan karena kematian ternak serta penurunan produksi dan produktivitas akibat infertilitas serta gangguan reproduksi.

Menurut iing Fadli, Program surveilance brucellosis merupakan program pemerintah sebagai upaya pembebasan brucellosis. Sementara data populasi sapi di kabupaten Bombana Tahun 2020 berjumlah 48.830 ekor.

“Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk mendeteksi penyakit dan proporsi penyakit di daerah khususnya di Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. “Ungkap Iing saat dimintai keterangannya.

Pengujian Rose Bengal Test (RBT) berfungsi sebagai uji skrining awal. Reaktor positif RBT selanjutnya akan dites kembali dengan Complemen Fixation Test ( CFT ) sebagai uji yang menentukan brucellosis. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengukur tingkat kejadian brucellosis pada ternak sapi berdasarkan uji serologis (seroprevalensi) serta mengetahui hubungan antara kejadian brucellosis dengan gangguan reproduksi pada ternak sehingga bisa dideteksi sedini mungkin penyebaran pada manusia.

Sementara itu salah satu peternak Tri Suyatno bahwa peternak sangat membutuhkan pelayanan seperti ini sehingga kami harap kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahun agar ternak kami dapat terhindar dari penyakit (ADV)




177 Pegawai Distan Bombana Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Rumbia, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana melaksanakan vaksinasi Covid-19 sinovac, tahap pertama kepada seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non ASN yang dilaksanakan di aula Pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Senin, 5 April 2021.
Kegiatan vaksinasi Covid-19 dilaksnakan pada pukul 09.00 wita dan untuk hari pertama dengan target 59 ASN dan non ASN lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Kecamamatan Rumbia Tengah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara dengah jumlah Nakes 7 orang.
Saat dihubungi di ruang kerja Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah.M.Si menjelaskan bahwa untuk hari ini yang akan divaksin berjumlah 59 orang baik ASN maupun non ASN . Pelaksanaan vaksinasi akan dilaksanakan selama tiga hari, untuk tahap kedua dan ketiga dilaksanakan selasa hingga Rabu ( 6-7 April 2021) bertempat di Aula pertemuan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana.

Petugas melakukan pemeriksaan sebelum pelaksanaan vaksin
Petugas melakukan pemeriksaan sebelum pelaksanaan vaksin

Siarah panggilan akrab berpesan kepada ASN dan Non ASN Dinas Pertanian Kabupaten Bombana agar jangan gampang termakan oleh berita yang kurang benar/hoax yang beredar kepada masyarakat dan mengajak untuk ikut program pemerintah meberantas Covid-19 semoga cepat berlalu.
“Dari target 59 orang hari ini yang tervaksin berjumlah 44 orang sementara sisanya yang tertunda berjumlah 15 orang dimana 3 bumil, 2 hipertensi, 1 flu filek 2 orang mau konsul dokter spesialis, dan 8 orang Dinas luar,” Ujar Siarah.
Salah satu peserta vaksin, Rimbu, SP (41) mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan merupakan dosis pertama.

Rimbu, SP saat disuntikkan vaksin covid-19
Rimbu, SP saat disuntikkan vaksin covid-19

“Jadi saya vaksin dosis pertama, tidak ada saya rasa dan saya berpesan jangan termakan informasi hoax di masyarakat” ungkapnya. (Adv).

(Adv)




Umumkan Hasil Seleksi, 29 Fasilitator Baruga Moico Dinyatakan Lolos

Bombana, SultraNET. | Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bombana mengumumkan Hasil Seleksi Koordinator Fasilitator (Korfas) dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Peningkatan Kualitas Rumah Baruga Moico Kecamatan Se Kabupaten Bombana Tahun 2021.

Pengumuman Bernomor : 003/PENGUMUMAN/PANSEL/III/ 2021 itu dikeluarkan Berdasarkan Berita Acara Seleksi Administrasi, Tes Komptensi, Tes  Praktek dan Tes Wawancara Nomor : 002/BA- SELEKSI/ PANSEL/III/ 2021 tanggal 30 Maret 2021.

Poin Pengumuman yang pertama, 29 Peserta yang dinyatakan LULUS Seleksi  Koordinator  Fasilitator  (Korfas) dan Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program Peningkatan Kualitas Rumah Baruga Moico Kecamatan Se Kabupaten Bombana Tahun 2021.

Kedua Bagi Peserta yang dinyatakan LULUS, selanjutnya wajib mendaftar ulang untuk mengikuti Pembekalan yang akan dilaksanakan pada  tanggal 01 April 2021 bertempat di Dinas Perumahan, Kawaean Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bombana.

Ketiga Bagi Peserta yang dinyatakan LULUS,  selanjutnya  mengikuti Pembekalan yang akan dilaksanakan pada tanggal 02 April 2021 s/d  04 April 2021, dan peserta yang tidak mengikuti Pembekalan maka akan dianggap  mengundurkan  diri  dan  diganti  dengan  peringkat  selanjutnya di formasi yang dituju.

Berikut daftar nama peserta yang dinyatakan  LULUS.

NO. NAMA LAMARAN YANG DITUJU KET
1. M. ISHAK, S.SI Korfas LULUS
2. NURCHOLIS, S.Sos Korfas LULUS
3 ASIH PURWITASARI, S.Sos Korfas LULUS
4. ASDIANTO, S.Pd Korfas LULUS
5. BAHARUDIN, S.Kom Korfas LULUS
6. FANDI RIVALDI,A.Md.T Korfas LULUS
7. MUH. AIS SANDIMA. A.Md Korfas LULUS
8. NURSIA SINAGA, S.Sos TFL Rumbia LULUS
9. ASHAR, SP.SH TFL Rumbia Tengah LULUS
10. CHALIK NASUTION, SP TFL Mataoleo LULUS
1 1. HATTAMU DIN, SP TFL Masaloka Raya LULUS
12. HERDANI MASIRI, S.Kom TFL Rarowatu LULUS
13. ANDI HASMAN, SPd TFL Rarowatu Utara LULUS
14. ADI ARMAN, A.Md TFL Lantari Jaya LULUS
15. IKSAN, SE TFL Matausu LULUS
16. RICHART IRA M,S.Pd TFL Poleang Utara LULUS
17. HERMANSYAH, SP TFL Poleang Tenggara LULUS
18. FAISAL ALI, S.Pd TFL Poleang Timur LULUS
19. ADI ARNI, Amd TFL Poleang Selatan LULUS
20. AHMAD RIZAL ALAMSTAH, ST TFL Tontonunu LULUS
21. AMRAN,SH TFL Poleang Tengah LULUS
22. MUH. AS’AD, A.Md TFL Poleang LULUS
23. MUH. ARIS, ST ‘ TFL Poleang Barat LULUS
24. HARTONO, S.Sos TFL Kabaena Barat LULUS
25. AYUAGUSTINA, S.AB TFL Kabaena Utara LULUS
26. ADI WIRYANTO, A.Md.T TFL Kabaena Tengah LULUS
27. ARIF            YUDA            SAPUTRA, A Md TFL Kabaena Selatan LULUS
28. ANDRIFAI, S.Pd TFL Kabaena Timur LULUS
29. MULUS JUMADIL, A.Md TFL Kabaena LULUS

Pengumuman Selengkapnya Unduh Link dibawah Ini :

PENGUMUMAN KORFAS TFL PKBM 2021

 

 

 




Bupati Tafdil : Kedepan Bombana Menjadi Pusat Perkebunan Mete dan Kakao

Rumbia, Sultranet.com – Pemkab Bombana melalui Dinas pertanian menggelar Rapat Kordinasi Pemantauan Kebun Bibit/Nursery Tanaman Perkebunan yang dilaksanakan di Rujab Bupati pada Jum’at, (26/3/2021) yang dipimpin langsung oleh Bapak Bupati Bombana H.Tafdil.

Dalam pertemuan tersebut Bupati Bombana didampingi oleh Sekda Bombana Drs. Man Arfa. Plt. Kadias Pertanian Kab Bombana Ir. Muhammad Siarah, serta kepala OPD terkait lainnya

Selain itu, dihadiri pula oleh Direktur Perbenihan Perkebunan Bapak Dr.Ir. M.Saleh mokhtar.,MP, Kepala Balai Besar Perbenihan dan proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP- Surabaya), Kemenko Bidang Perekonomian Ibu Dr.Ir. Ismariny,.M.Sc Asisten deputi Prasarana dan sarana pangan dan Agribisnis, Sekretariat Kabinet diwakili oleh Ibu Ida Dwi Nilasari, SH.,MH, Asisten Deputi Bidang pertanian, Ketahanan Pangan, Riset dan Teknologi.

Dalam sambutannya Bupati Bombana mengatakan bahwa pembangunan Kebun Bibit /Nursery di kabupaten Bombana perlu diapresiasi, karena tanaman jambu mete merupakan tanaman perkebunan yang dapat di kembangkan kedepannya di daerah Bombana ini.

Apalagi menurut H. TAFDIL, bahwa Tanaman Jambu Mete dan kakao sudah banyak yang tua dan tidak produktif lagi sehingga perlu dilakukan peremajaan dan sudah berbagai macam dilakukan termasuk pemupukan, sambung samping, sambung pucuk.

“Harus dikembangkan kembali tanaman tersebut dengan cara peremajaan, sehingga tanaman yang sudah tua bisa difungsikan lagi, tanaman ini harus dikembangkan, sehingga bombana bisa menjadi pusat perkebunan Jambu Mete dan kakao, “ujar Tafdil.

Hal senada disampaikan oleh Plt. Kadis Pertanian Kab. Bombana Ir. Muhammad Siarah bahwa data tanaman jambu mete di Kabupaten Bombana sangat luas yang membutuhkan penanganan khusus, sehingga bisa meningkat hasil produksinya kedepan.

Terkait arahan materi yang dibawakan oleh Dirktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian Ir.M.Saleh Mokhtar dihadapan temu kordinasi, bahwa perkebunan bibit/nursery yang terletak di Desa Wumbubangka Kec. Rarowatu Utara akan mendapatkan alokasi bibit jambu mete seedling.

“Untuk Alokasi bibit itu, sebanyak 19.000 batang dan kakao sebanyak 50.000 batang, semua bibit/nursery, “ucap Siarah

Selain itu Siarah menuturkan, Adapun capaian pekerjaan bangunan yang sudah terlaksana di tahun 2020 lalu yaitu pekerjaan rabat jalan di area nursery dengan volume pekerjaan 473 m2 dan telah dibuat drainase sepanjag 148 meter.

“Na ini berguna untuk mendukung mobilitas di dalam area nursery serta untuk  kebutuhan saluran pembuangan air disaat turun hujan sehingga area nursery tidak tergenang, “katanya.

Nurseri Bombana juga telah dilengkapi dengan sarana penerangan/lampu yang terdiri atas 28 titik penerangan yang tersebar di area pembesaran, terutama pada area masuk lokasi nursery/gapura dan tiap bangunan yang ada di lokasi nursery. Guna mendukung kelancaran pekerjaan utamanya di saat musim hujan dan juga sebagai estetika maka pada tahun 2020 ini dilaksanakan pemasangan paving beton di area nursery dengan area yang dipasang paving blok kurang lebih seluas 506,5 m2.

Selain itu, Bangunan dengan luasan total sekitar 54 m2 didesain berbagai cara, utamanya prasarana seperti persamaian benih, bukan hanya itu,  Bangunan ini memiliki kapasitas untuk penampungan dengan kapasitas 50.000 benih yang dapat disemai, “pungkas saleh dilokasi kunjungan




Dukung Program Padat Karya Pertanian, Distan Bombana Bimtek Diseminasi Inovasi Tanaman Tebu

Rumbia, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah penghasil tebu yang di nakohdai oleh Bupati Bombana H. Tafdil dan Wakil Bupati Bombana Johan Salim, melaksanakan Bimtek Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Tebu untuk Mendukung Program Padat Karya Pertanian di Bombana.

Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) untuk mendiseniminasi inovasi teknologi tanaman tebu dalam mendukung program padat karya pertanian yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Maret 2021 bertempat di Aula Pertemuan Desa Lantari Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana.

Dalam kegiatan tersebut difasilitasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus sebagai tim pemateri.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah,.M.Si  dan dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Rahmatia, SP.MP, Kordinator Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Kabuapten Bombana Matius Tandi.P,SP, Abdul Hafid, S.ST serta  peserta dari penyuluh pertanian Kecamatan Lantari Jaya, Penyuluh Pertanian Kecamatan Poleang Barat, Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu Utara dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu serta petani plasma tebu yang ada di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya Plt. Kadis Pertanian Kabuapten Bombana Ir.Muhammad Siarah menjelaskan, bahwa potensi pengembangan tanaman tebu kedepan sangat strategis yang didukung dengan ketersediaan lahan yang cukup dan memenuhi syarat teknis untuk pengembangan tanaman tebu, sehingga sangat diharapkan para petani sebagai pelaku utama memiliki ketrampilan yang baik untuk membudidayakan tanaman tebu yang baik.

“Kami harapkan para penyuluh pertanian yang ada dilapangan lebih profesional dalam mengawal dan mendampingi petani di lapangan, “kata Siarah saat menyampaikan materi di sela kegiatan.

Kegiatan bimtek tanaman tebu dilakukan dalam bentuk penyajian materi Budidaya Tebu yang disajikan oleh peneliti dari BPTP Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. Agus Salim, M.P. Awal dari pemaparan materi beliau menjelakan betapa besarnya kapasitas produksi gula yang dibutuhkan oleh masyarakat setiap harinya.

Kata Agus, Dimana kebutuhan gula semakin hari semakin meningkat sekalipun di Kabupaten Bombana sebagian telah disuplai dari pihak perusahan PT. JBM, “tuturnya.

Oleh karenanya budidaya tanaman tebu hampir sebagian besar petani di kabupaten Bombana belum pernah ada diantara mereka yang sudah mengusahakan tanaman tebu.

Lanjut, dalam budidaya tanaman tebu dimulai dari persiapan lahan, perencanaan waktu tanam dan masa tebang, cara memupuk, pemilihan varietas dan pemilihan bahan bibit tanam, pengenalan hama dan penyakit, pengairan dan pemeliharaan tanaman, hingga panen dan penanganan pasca panen.

Untuk itu kata Agus, diharapkann setelah selesai kegiatan ini diharapkan petani tebu dapat memiliki kemampuan untuk membudidayakan tanaman tebu yang lebih baik lagi, “pintanya.

Saat ditemui diruang kerjanya Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Rimbu, SP Lebih lanjut menilai berpijak pada capaian tersebut, dapat menunjukkan bahwa sektor pertanian terutama petani plasma tebu terdampak dengan pandemi yang sedang terjadi sehingga ke depan dalam menggerakkan ekonomi sektor perkebunan perlu mendapatkan dukungan secara serius.

“Saat ini upaya pemerintah dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian dilakukan melalui percepatan bantuan pemerintah dan mengarahkan beberapa kegiatan Kementan dengan pola padat karya sehingga diharapkan petani harus kreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan dan mendukung program pemerintah. “jelasnya.

“Kepada pelaksana kegiatan di lapangan, lakukan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku dan jangan lakukan kesalahan sekecil apapun. Terus dampingi petani dalam program dan kawal sampai selesai, ”pungkas Rimbu. (ADV)




Atasi Stunting, Distan Bombana Tanam 15 Ha Padi Inpari IR Nutrizinc

Rumbia, Sultranet.com – Gaya hidup sehat yang terus berkembang mendorong kian tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan sehat. Berkembangnya ilmu dan teknologi, membuat fungsi nasi pun bergeser, bukan hanya sumber karbohidrat namun sekaligus fungsi kesehatan.

Melihat hal ini Kementerian Pertanian mulai melakukan inovasi baru, salah satunya denga melepas Varietas Padi Inpari IR Nutrizinc. Inpari IR Nutri Zinc mempunyai banyak kelebihan dibanding beberapa varietas lain dalam hal kandungan Zn.

Berdasarkan data deskripsi yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, bahwa potensi kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memeiliki kandungan 24.06 ppm. Varietas ini baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada dataran rendah-dataran menengah < 600 mdpl. Hal ini dijelaskan kadis Muhammad Siarah saat memberi sambutan di Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara, pada Selasa, (9/2/2021) kemarin

Areal Persawahan Bombana

PLT. Kadis Pertanian Kabupaten Bombana Ir.Muhammad Siarah,.M.Si menyebut penyiapan benih dasar padi Inpari Nutrizinc diproduksi oleh Balai Besar Penelitian Padi (BBPadi) Sukamandi sebagai pemulia benih dan dikembangkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi untuk kemudian ditanam sebagai benih sebar untuk kebutuhan beras konsumsi.

“Keunggulan kandungan Zn itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi Zinc dan meminimalisir stunting di kabupaten Bombana,” papar Muhammad Siarah

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting dan cocok dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak.

Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Karena budidaya Padi Inpari IR Nutrizinc hampir sama dengan budidaya, harga berasnya juga tidak jauh beda dengan beras konsumsi biasa.

Untuk diketahui, angka stunting di Indonesia (data Riset Kesehatan Dasar, Riskesdas 2019) mencapai 30,8 persen (tersebar di 100 kabupaten/kota prioritas dan 34 provinsi). Sementara target WHO, angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.

Sebagai langkah penyediaan pangan berkaitan dengan kesehatan, Sarwana Amir mengatakan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Bombana pada periode Okmar 2020 telah menanam padi inpari IR Nutrizinc seluas 15 ha di wilayah Desa Toburi Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana dimana setiap haktarnya mendapatkan benih 25 kg.

Bahkan, menurut Sarwana Amir, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana pada tahun 2020 periode Okmar, telah menanam 15 ha padi ini pada PB.Tani Subur Desa Toburi Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana Ini sebagai stimulan dan pengenalan jenis padi bagi petani dan selanjutnya petani secara swadaya akan menanam jenis padi secara masif.

Terpisah dalam kunker ke Kabupaten Bombana Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Djoji Faat menyebut bahwa perlu memperhatikan ketersediaan benih sumber, terlebih hingga saat ini baru ada satu varietas padi yang tersedia untuk mendukung penurunan angka stunting, yaitu varietas Inpari IR Nutri Zinc.

“Kabupaten Bombana salah satu Kabupaten yang mendapatkan alokasi di Provinsi Sulawesi Tenggara, ” singkatnya. (Adv)