Dukung Program Padat Karya Pertanian, Distan Bombana Bimtek Diseminasi Inovasi Tanaman Tebu

Rumbia, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah penghasil tebu yang di nakohdai oleh Bupati Bombana H. Tafdil dan Wakil Bupati Bombana Johan Salim, melaksanakan Bimtek Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Tebu untuk Mendukung Program Padat Karya Pertanian di Bombana.

Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) untuk mendiseniminasi inovasi teknologi tanaman tebu dalam mendukung program padat karya pertanian yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Maret 2021 bertempat di Aula Pertemuan Desa Lantari Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana.

Dalam kegiatan tersebut difasilitasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus sebagai tim pemateri.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah,.M.Si  dan dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Rahmatia, SP.MP, Kordinator Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Kabuapten Bombana Matius Tandi.P,SP, Abdul Hafid, S.ST serta  peserta dari penyuluh pertanian Kecamatan Lantari Jaya, Penyuluh Pertanian Kecamatan Poleang Barat, Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu Utara dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu serta petani plasma tebu yang ada di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya Plt. Kadis Pertanian Kabuapten Bombana Ir.Muhammad Siarah menjelaskan, bahwa potensi pengembangan tanaman tebu kedepan sangat strategis yang didukung dengan ketersediaan lahan yang cukup dan memenuhi syarat teknis untuk pengembangan tanaman tebu, sehingga sangat diharapkan para petani sebagai pelaku utama memiliki ketrampilan yang baik untuk membudidayakan tanaman tebu yang baik.

“Kami harapkan para penyuluh pertanian yang ada dilapangan lebih profesional dalam mengawal dan mendampingi petani di lapangan, “kata Siarah saat menyampaikan materi di sela kegiatan.

Kegiatan bimtek tanaman tebu dilakukan dalam bentuk penyajian materi Budidaya Tebu yang disajikan oleh peneliti dari BPTP Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. Agus Salim, M.P. Awal dari pemaparan materi beliau menjelakan betapa besarnya kapasitas produksi gula yang dibutuhkan oleh masyarakat setiap harinya.

Kata Agus, Dimana kebutuhan gula semakin hari semakin meningkat sekalipun di Kabupaten Bombana sebagian telah disuplai dari pihak perusahan PT. JBM, “tuturnya.

Oleh karenanya budidaya tanaman tebu hampir sebagian besar petani di kabupaten Bombana belum pernah ada diantara mereka yang sudah mengusahakan tanaman tebu.

Lanjut, dalam budidaya tanaman tebu dimulai dari persiapan lahan, perencanaan waktu tanam dan masa tebang, cara memupuk, pemilihan varietas dan pemilihan bahan bibit tanam, pengenalan hama dan penyakit, pengairan dan pemeliharaan tanaman, hingga panen dan penanganan pasca panen.

Untuk itu kata Agus, diharapkann setelah selesai kegiatan ini diharapkan petani tebu dapat memiliki kemampuan untuk membudidayakan tanaman tebu yang lebih baik lagi, “pintanya.

Saat ditemui diruang kerjanya Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Rimbu, SP Lebih lanjut menilai berpijak pada capaian tersebut, dapat menunjukkan bahwa sektor pertanian terutama petani plasma tebu terdampak dengan pandemi yang sedang terjadi sehingga ke depan dalam menggerakkan ekonomi sektor perkebunan perlu mendapatkan dukungan secara serius.

“Saat ini upaya pemerintah dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian dilakukan melalui percepatan bantuan pemerintah dan mengarahkan beberapa kegiatan Kementan dengan pola padat karya sehingga diharapkan petani harus kreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan dan mendukung program pemerintah. “jelasnya.

“Kepada pelaksana kegiatan di lapangan, lakukan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku dan jangan lakukan kesalahan sekecil apapun. Terus dampingi petani dalam program dan kawal sampai selesai, ”pungkas Rimbu. (ADV)




Atasi Stunting, Distan Bombana Tanam 15 Ha Padi Inpari IR Nutrizinc

Rumbia, Sultranet.com – Gaya hidup sehat yang terus berkembang mendorong kian tingginya kebutuhan masyarakat akan pangan sehat. Berkembangnya ilmu dan teknologi, membuat fungsi nasi pun bergeser, bukan hanya sumber karbohidrat namun sekaligus fungsi kesehatan.

Melihat hal ini Kementerian Pertanian mulai melakukan inovasi baru, salah satunya denga melepas Varietas Padi Inpari IR Nutrizinc. Inpari IR Nutri Zinc mempunyai banyak kelebihan dibanding beberapa varietas lain dalam hal kandungan Zn.

Berdasarkan data deskripsi yang dikeluarkan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian tahun 2019, bahwa potensi kandungan Zn pada varietas tersebut sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memeiliki kandungan 24.06 ppm. Varietas ini baik ditanam untuk lahan sawah irigasi pada dataran rendah-dataran menengah < 600 mdpl. Hal ini dijelaskan kadis Muhammad Siarah saat memberi sambutan di Desa Toburi, Kecamatan Poleang Utara, pada Selasa, (9/2/2021) kemarin

Areal Persawahan Bombana

PLT. Kadis Pertanian Kabupaten Bombana Ir.Muhammad Siarah,.M.Si menyebut penyiapan benih dasar padi Inpari Nutrizinc diproduksi oleh Balai Besar Penelitian Padi (BBPadi) Sukamandi sebagai pemulia benih dan dikembangkan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi untuk kemudian ditanam sebagai benih sebar untuk kebutuhan beras konsumsi.

“Keunggulan kandungan Zn itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi Zinc dan meminimalisir stunting di kabupaten Bombana,” papar Muhammad Siarah

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting dan cocok dikonsumsi oleh ibu hamil dan anak-anak.

Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Karena budidaya Padi Inpari IR Nutrizinc hampir sama dengan budidaya, harga berasnya juga tidak jauh beda dengan beras konsumsi biasa.

Untuk diketahui, angka stunting di Indonesia (data Riset Kesehatan Dasar, Riskesdas 2019) mencapai 30,8 persen (tersebar di 100 kabupaten/kota prioritas dan 34 provinsi). Sementara target WHO, angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen.

Sebagai langkah penyediaan pangan berkaitan dengan kesehatan, Sarwana Amir mengatakan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Bombana pada periode Okmar 2020 telah menanam padi inpari IR Nutrizinc seluas 15 ha di wilayah Desa Toburi Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana dimana setiap haktarnya mendapatkan benih 25 kg.

Bahkan, menurut Sarwana Amir, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana pada tahun 2020 periode Okmar, telah menanam 15 ha padi ini pada PB.Tani Subur Desa Toburi Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana Ini sebagai stimulan dan pengenalan jenis padi bagi petani dan selanjutnya petani secara swadaya akan menanam jenis padi secara masif.

Terpisah dalam kunker ke Kabupaten Bombana Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara Djoji Faat menyebut bahwa perlu memperhatikan ketersediaan benih sumber, terlebih hingga saat ini baru ada satu varietas padi yang tersedia untuk mendukung penurunan angka stunting, yaitu varietas Inpari IR Nutri Zinc.

“Kabupaten Bombana salah satu Kabupaten yang mendapatkan alokasi di Provinsi Sulawesi Tenggara, ” singkatnya. (Adv)