Moto “Terus Bersemi” Jadi Kunci Sukses Ni Ketut Mendri Pimpin Puskesmas Waworope

Konkep, sultranet.com – Komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas menjadi fokus utama Kepala Puskesmas Waworope, Ni Ketut Mendri, S.KM., M.KM., dalam memimpin fasilitas kesehatan di Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Melalui moto “Terus Bersemi”, Ni Ketut Mendri menginternalisasikan nilai-nilai pelayanan ke dalam sistem kerja dan budaya organisasi di lingkungan puskesmas yang dipimpinnya.

Ia menjelaskan, kata “Terus” dimaknai sebagai komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial maupun kondisi geografis.

Sementara itu, “Bersemi” merupakan akronim dari nilai-nilai inti pelayanan, yakni Bersih, Empati, Responsif, Smart, Edukatif, Muhasabah, dan Integritas.

“Bersih berarti pelayanan bebas dari pungutan liar. Empati diwujudkan melalui etika pelayanan seperti senyum, salam, sapa, sopan, santun, dan sabar. Responsif berarti sigap, tepat waktu, dan komprehensif dalam memberikan layanan,” jelasnya, Selasa (17/03/2026).

Ia menambahkan, “Smart” mengandung makna pelayanan yang cerdas, berkualitas, dan bermutu. “Edukatif” berarti kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Sementara “Muhasabah” adalah sikap introspeksi diri secara berkelanjutan, dan “Integritas” mencerminkan kejujuran, tanggung jawab, serta komitmen dalam bekerja sama.

Menurutnya, penerapan moto tersebut bertujuan menjadikan Puskesmas Waworope tidak sekadar sebagai tempat pengobatan, tetapi juga pusat pembinaan kesehatan masyarakat.

“Kita ingin puskesmas ini tumbuh bersama masyarakat, menjadi pusat layanan sekaligus edukasi kesehatan,” ujarnya.

Sejak penerapan moto “Terus Bersemi”, Puskesmas Waworope menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi jumlah kunjungan pasien maupun tingkat kepuasan pelayanan.

Sejumlah program unggulan turut mendukung capaian tersebut, di antaranya posyandu berbasis teknologi, penyuluhan kesehatan keliling, serta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

Laporan: Aldi Dermawan




Karang Taruna Rakadua Gelar Pawai Obor, Semarakkan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H

Bombana, sultranet.com — Ratusan warga Desa Rakadua, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, tumpah ruah mengikuti pawai obor yang digelar Karang Taruna setempat dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Kegiatan ini menjadi simbol suka cita dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh, Jum’at malam (20/3/2026).

Pawai obor yang melibatkan sekitar 300 peserta ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta, didominasi anak muda dan remaja, berjalan beriringan sambil membawa obor berbahan bambu yang menyala, menciptakan suasana hangat dan religius di sepanjang rute yang dilalui.

Kegiatan takbiran keliling ini tidak hanya menjadi ajang tradisi tahunan, tetapi juga ruang mempererat kebersamaan antarwarga. Suara takbir yang dikumandangkan sepanjang perjalanan menambah kekhidmatan suasana, sekaligus menghidupkan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat desa.

Pawai obor tersebut melintasi empat dusun di Desa Rakadua, yakni Dusun Uttange, Dusun Ewolangka, Dusun Gambere, dan Dusun Pusuute. Sepanjang rute, warga yang tidak ikut serta tampak turut menyaksikan dan memberikan dukungan, menambah semarak kegiatan malam itu.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, jajaran Polsek Poleang Barat turut hadir melakukan pengamanan sekaligus memberikan arahan kepada para peserta. Petugas mengimbau agar seluruh peserta mengutamakan keselamatan selama pawai berlangsung, mengingat penggunaan api terbuka dari obor yang dibawa.

Kebersamaan pemuda Karang Taruna Desa Rakadua usai pawai obor menyambut Idul Fitri 1447 H, mencerminkan semangat solidaritas dan kebahagiaan dalam merayakan malam kemenangan.
Kebersamaan pemuda Karang Taruna Desa Rakadua usai pawai obor menyambut Idul Fitri 1447 H, mencerminkan semangat solidaritas dan kebahagiaan dalam merayakan malam kemenangan.

Salah satu penggagas kegiatan, Wiranto, mengungkapkan apresiasinya terhadap partisipasi aktif para pemuda Desa Rakadua dalam kegiatan tersebut. Ia menilai semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kegiatan positif masih terjaga dengan baik di kalangan generasi muda.

“Saya mewakili rekan-rekan Karang Taruna sangat mengapresiasi para anak-anak muda Desa Rakadua yang masih respect dengan kegiatan-kegiatan positif. Harapan saya terhadap anak-anak muda, termasuk mahasiswa, mari bersama-sama menanamkan pemikiran yang positif,” ujar Wiranto.

Ia juga berharap pawai obor dapat terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda di desa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa tradisi lokal yang sarat nilai religius dan sosial masih hidup dan terus dilestarikan oleh masyarakat. Di tengah perkembangan zaman, semangat gotong royong dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam pawai obor ini menjadi cerminan kuatnya identitas sosial masyarakat Desa Rakadua.

Dengan suasana yang penuh kehangatan dan kekeluargaan, pawai obor Karang Taruna Desa Rakadua berhasil menghadirkan malam takbiran yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna bagi seluruh warga yang terlibat.

Pewarta: ZULL




Jelang Lebaran, Tiket Muna Barat–Makassar Ludes, Subsidi Kursi Masih Berlaku

MUNA BARAT, sultranet.com – Lonjakan arus mudik menjelang Lebaran membuat penerbangan rute Muna Barat–Makassar pada 10 hingga 17 Maret 2026 terisi penuh. Tingkat keterisian penumpang di Bandara Sugimanuru bahkan mencapai 100 persen dari total 120 kursi yang tersedia.

Kepala UPBU Sugimanuru, Mohamad Khusnudin, mengungkapkan bahwa tingginya permintaan tiket tidak dapat diimbangi dengan penambahan jadwal penerbangan akibat keterbatasan armada.

“Untuk periode tersebut, seluruh kursi telah terjual habis. Sementara usulan penambahan flight belum dapat direalisasikan karena keterbatasan pesawat,” ujarnya. Jumat (20/3)

Meski demikian, Khusnudin memastikan bahwa program subsidi kursi dari Pemerintah Daerah Muna Barat masih tetap berlaku pada rute tersebut, sehingga masyarakat tetap dapat menikmati harga tiket yang lebih terjangkau.

Ia berharap masyarakat di Pulau Muna terus memanfaatkan layanan penerbangan di Bandara Sugimanuru agar tingkat keterisian penumpang dapat stabil.

“Kami berharap okupansi penumpang harian bisa bertahan di angka 90 hingga 100 persen. Jika kondisi itu tercapai secara konsisten, maka ke depan subsidi bisa dihentikan,” jelasnya.

Sebelumnya, pada periode Januari hingga Februari 2026, tingkat keterisian penumpang sempat berada di kisaran 60 hingga 70 persen. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya permintaan perjalanan yang berdampak pada sejumlah pembatalan penerbangan.

“Periode awal tahun biasanya low season. Namun kami optimistis pada April nanti akan terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan,” tambah Khusnudin.

Selain itu, masyarakat juga mendapat keringanan harga tiket pesawat selama periode mudik. Untuk keberangkatan 14 hingga 29 Maret 2026, harga tiket kelas ekonomi tercatat mengalami penurunan rata-rata sebesar 17 hingga 18 persen.

Penurunan harga ini merupakan hasil dari sejumlah stimulus yang diberikan pemerintah dan pemangku kepentingan sektor penerbangan, di antaranya diskon 50 persen untuk PJP2U dan PJP4U, penyesuaian fuel surcharge sebesar 2 persen untuk pesawat jet dan 20 persen untuk pesawat propeller, pemberian PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 11 persen, serta potongan harga avtur hingga 10 persen di 37 bandara.

Pihak bandara juga mengimbau para calon penumpang untuk datang lebih awal, minimal dua jam sebelum jadwal keberangkatan, menjaga kondisi kesehatan, serta tidak membawa bagasi berlebih guna memastikan kelancaran proses perjalanan.

Penulis: Borju




Transformasi Puskesmas Lansilowo di Wawonii Utara Hadirkan Layanan 24 Jam dan Jemput Pasien Gratis

Konawe Kepulauan, sultranet.com – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lansilowo di Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara, kini tampil dengan wajah baru setelah menjalani transformasi layanan kesehatan yang signifikan. Perubahan ini tidak hanya menyentuh aspek fasilitas, tetapi juga menghadirkan inovasi layanan yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.

Transformasi yang dilakukan menjadi angin segar bagi warga di lima desa di Kecamatan Wawonii Utara yang selama ini menghadapi tantangan geografis cukup berat untuk mengakses layanan kesehatan. Kondisi jalan yang terjal, terutama saat musim hujan, sebelumnya membuat sebagian warga harus menempuh jarak lebih dari 7 kilometer untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

Situasi tersebut berdampak pada rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan. Banyak warga yang berprofesi sebagai nelayan dan petani kecil terpaksa menunda pemeriksaan kesehatan, sehingga memicu meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi serta gangguan pernapasan akibat faktor lingkungan.

Kepala Puskesmas Lansilowo, Irma Nura, mengatakan bahwa transformasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.

“Kami tidak ingin ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan hanya karena kendala jarak dan akses. Kesehatan adalah hak dasar yang harus dijangkau oleh semua,” ujarnya. (17/2)

Di bawah kepemimpinannya, Puskesmas Lansilowo kini menghadirkan layanan siaga 24 jam yang memungkinkan pasien mendapatkan penanganan kapan saja. Kehadiran layanan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan respons terhadap kondisi darurat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan lanjutan.

Selain itu, inovasi lain yang dihadirkan adalah layanan jemput pasien untuk kasus-kasus tertentu, seperti pasien dengan kondisi darurat maupun ibu hamil yang akan melahirkan. Tidak hanya itu, pasien yang telah mendapatkan perawatan juga difasilitasi untuk diantar kembali ke rumah secara gratis.

Program ini dinilai sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan ekonomi.

Tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif, Puskesmas Lansilowo juga memperkuat upaya promotif dan preventif melalui berbagai program edukasi kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan bersama kader posyandu dengan materi yang disesuaikan dengan kondisi lokal masyarakat pesisir.

Beberapa topik yang menjadi fokus antara lain kesehatan reproduksi bagi perempuan nelayan, pencegahan penyakit akibat polusi air, serta pengelolaan sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Dari sisi fasilitas, Puskesmas Lansilowo juga mengalami peningkatan yang signifikan. Ruang pemeriksaan kini lebih nyaman, sementara ruang rawat inap telah disiapkan dengan lebih memadai guna menunjang pelayanan yang optimal bagi pasien.

Irma menegaskan bahwa transformasi tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Kepulauan, serta peran aktif tenaga kesehatan dan masyarakat.

“Transformasi ini adalah hasil kerja bersama. Dukungan semua pihak menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, setiap upaya peningkatan layanan kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

“Setiap langkah kecil untuk meningkatkan kesehatan masyarakat adalah investasi besar bagi masa depan daerah,” ujarnya.

Dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan, Puskesmas Lansilowo kini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Wawonii Utara secara berkelanjutan.

Pewarta: Aldi Dermawan




Pemkab Bombana Tuntaskan Penyaluran THR dan TPP ASN-PPPK Jelang Idulfitri 1447 H

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menuntaskan penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sebagai langkah memastikan kesejahteraan pegawai dan menjaga stabilitas ekonomi daerah, (17/3/2026).

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak-hak pegawai terpenuhi tepat waktu, sekaligus memberikan rasa tenang bagi ASN dan PPPK dalam menyambut hari besar keagamaan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bombana, Darwin Ismail, menyampaikan bahwa proses pencairan THR dan TPP telah dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan seluruh tahapan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Alhamdulillah, penyaluran Tunjangan Hari Raya dan TPP telah kami laksanakan dengan lancar dan tepat waktu. Kami berharap ini dapat membantu meringankan kebutuhan para ASN dan PPPK dalam menyambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebahagiaan,” ujar Darwin Ismail.

Menurutnya, keberhasilan penyaluran tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antar perangkat daerah. Mulai dari proses penganggaran, verifikasi data pegawai, hingga tahap pencairan dana, seluruhnya dilakukan secara terkoordinasi dan efektif.

Ia menjelaskan, ketepatan waktu dalam penyaluran menjadi prioritas utama agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para penerima. Hal ini juga mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada aparatur sipil.

Lebih lanjut, Darwin menilai pencairan THR dan TPP tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu ASN dan PPPK, tetapi juga memiliki efek yang lebih luas terhadap perekonomian daerah. Menjelang Idulfitri, meningkatnya daya beli masyarakat diharapkan mampu menggerakkan sektor perdagangan dan jasa di Kabupaten Bombana.

“Dengan adanya THR dan TPP ini, kami berharap roda perekonomian masyarakat ikut bergerak. Perputaran uang di daerah meningkat, sehingga pelaku usaha lokal juga merasakan manfaatnya,” tambahnya.

Momentum penyaluran ini juga dinilai penting dalam menjaga stabilitas sosial menjelang hari besar keagamaan. Dengan terpenuhinya kebutuhan finansial, ASN dan PPPK diharapkan dapat menjalankan ibadah serta merayakan Idulfitri dengan lebih khidmat dan penuh rasa syukur bersama keluarga.

Pemerintah Kabupaten Bombana melalui BKD menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan pegawai sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Selain itu, Idulfitri 1447 Hijriah diharapkan menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat semangat pengabdian para ASN dan PPPK dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.




Hari Raya Jadi Harapan Baru! 161 WBP di Muna Dapat Potongan Masa Pidana

MUNA, sultranet.com – Sebanyak 161 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Raha berkesempatan untuk merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026 dengan status yang lebih ringan, setelah mendapatkan hak pengurangan masa pidana melalui program remisi lebaran. (15/3)

Meskipun jumlahnya cukup signifikan, tidak satu pun di antara mereka yang masuk dalam kategori bebas lapangan. Semua penerima remisi hanya akan mendapatkan potongan masa pidana sesuai dengan ketentuan, atau dikenal sebagai kategori bebas murni.

Informasi ini disampaikan oleh Iwan, pejabat Bidang Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Raha, yang mewakili Kepala Rutan Asril Yasin A. Tahyas saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu.

“Kami ingin menjelaskan secara jelas bahwa dari total 161 WBP yang menerima remisi tahun ini, tidak ada yang diberikan keleluasaan bebas lapangan. Semua hanya mendapatkan pengurangan masa pidana sesuai dengan jenis kasus masing-masing,” jelas Iwan.

Dari perincian kasusnya, penerima remisi terdiri dari 20 WBP dengan kasus terkait narkoba, 3 kasus korupsi, dan sisanya sebanyak 138 kasus termasuk dalam kategori pidana lainnya.

Acara pembacaan keputusan resmi remisi akan dilaksanakan setelah pelaksanaan salat Idul Fitri. Pada kesempatan yang sama, Kepala Rutan juga akan membacakan pidato resmi dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

“Kami harap momen ini dapat menjadi bagian dari proses pemulihan dan memberikan harapan baru bagi mereka untuk dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat dengan lebih baik,” tutup Iwan.

Penulis : Borju




Safari Ramadhan Gubernur Sultra ke Muna: Bantu Masyarakat, Siapkan 400 Unit Rumah

MUNA, Sultranet.com – Bulan Suci Ramadhan 1447 H menjadi momen bagi Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka untuk melakukan Safari Ramadhan ke seluruh wilayah kabupaten di provinsinya. Pada hari Jum’at, 14 Maret 2026, giliran Kabupaten Muna yang menerima kunjungan dari pemimpin daerah tersebut.

Tiba di Pelabuhan Nusantara Raha sekitar pukul 08.40 WITA dengan menggunakan speedboat, Gubernur beserta rombongannya tidak langsung melaksanakan acara utama. Mereka lebih dulu melakukan tinjauan lapangan terhadap pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Kelurahan Wamponiki, kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi Beda Rumah.

Titik temu utama acara berada di Gedung Galampano Kantolalo, di mana dilakukan penyerahan bantuan dari pemerintah provinsi. Beberapa jenis bantuan yang disalurkan antara lain bibit tanaman kelapa dalam dan jambu mente, fasilitas pasang baru listrik, serta beasiswa pendidikan bagi masyarakat berhak.

Bupati Muna Drs. H. Bachrun yang menyambut kedatangan Gubernur mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus harapan akan kerja sama yang lebih erat.

“Kami sangat menyambut baik kunjungan ini. Semoga ada banyak program pembangunan yang bisa kita kerjasamakan antara Pemda Muna dan provinsi, serta Bapak Gubernur selalu diberikan kesehatan untuk melayani masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kedatangan Gubernur diharapkan dapat mempercepat laju pembangunan di Kabupaten Muna.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka yang juga merupakan Punawan TNI Bintang Tiga  menjelaskan tujuan utama kunjungannya.

“Safari Ramadhan ini kami lakukan untuk berada dekat dengan masyarakat, terutama di saat mereka menghadapi berbagai tantangan. Meskipun kita sedang menjalankan kebijakan efisiensi, pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan tanaman akan diberikan untuk areal seluas 1.500 hektar bagi kelapa dalam dan 1.000 hektar untuk jambu mente, khususnya bagi kelompok tani.

Selain itu, pemerintah provinsi juga menyiapkan 400 unit rumah tinggal tahun ini dengan nilai Rp50 juta per unit tanpa potongan apapun, yang akan dinaikkan menjadi 1.000 unit pada tahun depan.

“Kami fokus pada pembangunan yang bermanfaat langsung bagi rakyat, bukan hanya proyek monumental. Tahun ini juga akan dibangun jalan sepanjang 4 KM dan satu SMA di setiap kecamatan, termasuk di Kecamatan Towea sesuai permintaan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Borju




Gubernur Sultra Tinjau Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih di Wakatobi

Wakatobi, Sultranet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), meninjau langsung progres pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Patuno, Kabupaten Wakatobi, Kamis (12/03/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program strategis nasional di wilayah Sulawesi Tenggara berjalan sesuai rencana serta tidak mengalami kendala dalam proses pembangunannya.

Berdasarkan laporan di lapangan, hingga saat ini progres pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Patuno telah mencapai 6,1 persen, yang meliputi pekerjaan tahap awal konstruksi serta persiapan struktur bangunan.

Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam upaya memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan koperasi sebagai pusat distribusi barang, layanan usaha, dan penggerak ekonomi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sultra disambut oleh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi, Dinas Koperasi, pendamping koperasi, hingga pengurus Koperasi Desa Merah Putih setempat.

ASR sapaan akrab Andi Sumangerukka menjelaskan bahwa pembangunan gedung koperasi ini dikerjakan oleh PT Agrinas dengan melibatkan unsur TNI serta masyarakat dalam pengawasan proses pembangunan.

Ia berharap seluruh masyarakat Desa Patuno dapat menjadi anggota koperasi agar dapat memanfaatkan berbagai fasilitas ekonomi yang disediakan.

“Jadi nanti masyarakat bukan hanya mendapatkan akses barang dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga berbagai kebutuhan lainnya. Termasuk program SPPG yang seharusnya mengambil bahan baku dari koperasi, sementara koperasi membelinya dari nelayan maupun petani setempat,” ujarnya.

Menurutnya, sistem tersebut akan menciptakan rantai ekonomi desa yang lebih kuat, karena hasil produksi masyarakat dapat langsung terserap melalui koperasi.

Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, serta kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Gerai KDMP di Desa Patuno menjadi salah satu pembangunan awal yang terealisasi di Kabupaten Wakatobi dan diharapkan dapat menjadi percontohan pengembangan koperasi desa di Sulawesi Tenggara.

Untuk diketahui, pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih dapat dilaksanakan apabila tersedia lahan yang memenuhi spesifikasi ukuran serta memiliki legalitas yang jelas sesuai ketentuan program pemerintah.

Pewarta: Samidin

 




Jelang Idul Fitri, Bulog Raha Pastikan Stok Beras Aman dan Cukup hingga 3 Bulan ke Depan

MUNA, Sultranet.com – Kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Raha memastikan ketersediaan stok beras tercukupi menjelang perayaan Idul Fitri mendatang.

Kepala Bulog Raha, Muthain, menyampaikan hal tersebut saat di temui  sejumlah awak media di kantornya, pada Jumat (13/03/2026).

“Terkait stok beras jelang Idul Fitri, alhamdulillah kondisinya aman dan cukup untuk kebutuhan 3 bulan ke depan dengan jumlah sebanyak 656 ton 445 kilogram,” ujarnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak perlu merasa khawatir terkait ketersediaan beras. Selain stok yang sudah tersedia, tambahan stok juga sedang dalam perjalanan ke Raha.

“Stok beras yang dalam perjalanan saat ini sebanyak 500 ton, sehingga total stok yang akan tersedia menjadi 1.156 ton 445 kilogram,” pungkas Muthain.

Penulis : Borju




Pemkab Bombana Buka Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, PNS Se-Sultra Dipersilakan Mendaftar

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana secara resmi membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana. Pembukaan seleksi ini diumumkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengisi jabatan strategis di lingkungan birokrasi secara transparan, profesional, dan sesuai dengan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara, Rabu (11/3/2026).

Pengumuman seleksi terbuka tersebut memberikan kesempatan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti proses seleksi dan berkompetisi secara sehat dalam rangka mengisi jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana. Proses penjaringan ini tidak hanya diperuntukkan bagi PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana, tetapi juga terbuka bagi PNS dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara serta pemerintah kabupaten dan kota lainnya di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dalam pengumuman Panitia Seleksi disebutkan bahwa jabatan yang dibuka adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana yang merupakan jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II.a. Posisi ini memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah karena bertanggung jawab dalam mengoordinasikan jalannya birokrasi, mengintegrasikan pelaksanaan program pembangunan, serta memastikan kebijakan pemerintah daerah berjalan efektif dan terarah.

Pembukaan seleksi terbuka ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menerapkan prinsip transparansi, objektivitas, serta profesionalisme dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi. Melalui mekanisme seleksi terbuka, diharapkan dapat terpilih figur birokrat yang memiliki kompetensi, integritas, serta kapasitas kepemimpinan yang mampu mendorong peningkatan kinerja pemerintahan daerah.

Berdasarkan pengumuman Panitia Seleksi yang ditanda tangani Ketua Tim Drs. Asrun Lio, M.Hum., P.Hd menjelaskan, proses seleksi akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang dirancang untuk menilai kemampuan dan kualitas peserta secara menyeluruh. Tahap awal dimulai dengan seleksi administrasi guna memastikan kelengkapan dokumen dan kesesuaian persyaratan peserta.

Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat administrasi selanjutnya akan mengikuti tahapan penilaian kompetensi atau assessment untuk mengukur kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta kapasitas strategis dalam memimpin organisasi pemerintahan.

Selain itu, peserta juga akan mengikuti tahapan penulisan makalah yang berisi gagasan dan strategi terkait penguatan tata kelola pemerintahan daerah. Makalah tersebut kemudian dipresentasikan di hadapan panitia seleksi dan dilanjutkan dengan sesi wawancara untuk menggali lebih dalam visi, komitmen, serta integritas calon pejabat pimpinan tinggi.

Panitia Seleksi menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi akan dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam manajemen aparatur sipil negara.

Dalam pengumuman tersebut juga dijelaskan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta. Di antaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil, memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1) atau diploma IV, serta memiliki pangkat paling rendah Pembina Tingkat I atau golongan ruang IV/b.

Selain itu, peserta juga harus memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang relevan paling singkat lima tahun serta pernah menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama atau jabatan administrator maupun jabatan fungsional ahli madya sesuai ketentuan yang berlaku. Peserta juga harus memiliki rekam jejak jabatan, integritas, serta moralitas yang baik dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara.

Persyaratan lainnya mencakup penilaian kinerja yang baik dalam dua tahun terakhir serta memenuhi batas usia yang telah ditetapkan dalam ketentuan seleksi jabatan pimpinan tinggi.

Panitia Seleksi juga menyebutkan bahwa proses seleksi terbuka ini dilaksanakan dengan berpedoman pada regulasi yang mengatur manajemen aparatur sipil negara serta pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka dan kompetitif.

Melalui seleksi ini, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh figur Sekretaris Daerah yang tidak hanya memiliki kapasitas manajerial yang kuat, tetapi juga mampu memperkuat koordinasi birokrasi, meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, serta mendorong percepatan pembangunan daerah di Kabupaten Bombana.

Pengumuman resmi Panitia Seleksi juga memuat informasi lengkap mengenai jadwal tahapan seleksi, persyaratan administrasi, serta tata cara pendaftaran bagi para calon peserta.

Pemerintah Kabupaten Bombana mengajak para Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengikuti proses seleksi secara terbuka dan kompetitif.

Melalui proses seleksi yang objektif dan transparan ini, diharapkan dapat terpilih sosok Sekretaris Daerah yang memiliki integritas, kapasitas, dan komitmen kuat dalam mendukung peningkatan kinerja pemerintahan serta pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Bombana.

Link lengkap pengumuman dibawah ini:

PENGUMUMAN JPTP (1)

 

Sumber: ppid diskominfo bombana