Ramadhan Berbagi : Kejari Muna Bagi Sembako Ke TPA dan Periksa Kesehatan Anak Panti 

MUNA, Sultranet. Com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), bekerja sama dengan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, menggelar kegiatan bakti sosial dalam bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pada hari Rabu (11/3/2026), korps Adhyaksa membagikan paket sembako kepada karyawan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang bertugas di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Motewe. Kegiatan ini dilakukan dengan didampingi Kepala DLH Muna, LM Yakob.

Kepala Kejaksaan Negeri Muna, Indra Thimoty, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bentuk kepedulian antar sesama.

“Kami memilih TPA dan panti asuhan sebagai sasaran agar bantuan tepat guna. Saya berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menjadi agenda rutin kejaksaan. Selamat menunaikan ibadah puasa dan semoga paket yang diberikan bisa bermanfaat,” ujarnya.

Setelah dari TPA, pihak kejari melanjutkan kegiatan ke Panti Asuhan Baitur Rahman yang berada di Kelurahan Laiworu, Kecamatan Batalaiworu. Selain pembagian sembako, juga didatangkan dokter kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para anak-anak di panti.

Kepala panti mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Alhamdulillah, bantuan yang diberikan sudah sangat cukup. Semoga menjadi berkah,” ucapnya.

Penulis : Borju




Wabup Bombana Tekankan Prioritas Pembangunan 2027 dalam Forum Perangkat Daerah

Bombana, sultranet.com. – Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., secara resmi membuka Forum Perangkat Daerah/Forum Lintas Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bombana Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam menyelaraskan program pembangunan lintas sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yang berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Bombana, Selasa (10/3/2026).

Forum yang difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bombana tersebut dihadiri para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, bersama pejabat yang menangani perencanaan, termasuk Kasubag Perencanaan dan Keuangan di masing-masing instansi.

Dalam sambutannya, Ahmad Yani menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Bombana pada tahun 2027 harus difokuskan pada sektor-sektor prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai, penguatan struktur ekonomi berbasis potensi unggulan wilayah menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah.

“Pembangunan ke depan harus berfokus pada sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan kelautan, karena sektor ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi kerakyatan melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kreatif. Menurutnya, sektor ini mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia turut menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ahmad Yani menyebut, perbaikan layanan pendidikan dan kesehatan harus terus dilakukan agar masyarakat memiliki daya saing yang lebih baik.

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas wilayah juga dinilai penting untuk memperlancar aktivitas ekonomi. Ia menegaskan, aksesibilitas antarwilayah harus menjadi prioritas agar distribusi barang dan jasa dapat berjalan lebih efisien.

“Seluruh perangkat daerah juga perlu terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.

Ia menambahkan, dalam penyusunan program pembangunan, setiap perangkat daerah wajib mengedepankan perencanaan berbasis kinerja dan hasil. Dengan demikian, setiap program yang dirancang memiliki indikator yang jelas, target yang terukur, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui forum ini, pemerintah daerah berharap terwujud sinkronisasi dan harmonisasi program antarperangkat daerah secara lebih komprehensif. Hal ini penting untuk menghindari tumpang tindih program serta memastikan seluruh kegiatan benar-benar menjadi prioritas pembangunan.

Forum Perangkat Daerah juga menjadi ruang strategis untuk membahas dan mempertajam usulan program pembangunan yang berasal dari Musrenbang kecamatan, pokok-pokok pikiran DPRD, serta berbagai aspirasi masyarakat. Seluruh masukan tersebut diharapkan dapat dirumuskan menjadi program yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan daerah.




Pemkab Bombana Apresiasi Program Ramadhan Berbagi BPR Bahteramas

Bombana, sultranet.com, – Pemerintah Kabupaten Bombana yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K., menghadiri kegiatan Ramadhan Berbagi Berkah yang diselenggarakan oleh PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bahteramas Bombana (Perseroda). Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial perusahaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan selama bulan suci Ramadhan, sekaligus mempererat hubungan antara lembaga keuangan daerah dengan masyarakat, yang digelar di Gedung PT BPR Bahteramas Bombana, Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Komisaris Utama Dr. Sofyan, S.E., M.M., Direktur Utama Yusrianti Mansur, Direktur Operasional I Made S. Widiantara, serta masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kantor BPR Bahteramas Bombana.

Dalam kegiatan Ramadhan Berbagi Berkah, BPR Bahteramas Bombana menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di momen penuh berkah seperti bulan Ramadhan.

Penjabat Sekretaris Daerah Bombana, Syahrun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif sosial yang dilakukan oleh BPR Bahteramas Bombana. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang perlu terus dijaga.

“Bulan Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Apa yang dilakukan oleh BPR Bahteramas Bombana hari ini tentu menjadi contoh yang baik dalam menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha sangat penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang lebih luas.

Sementara itu, Komisaris Utama BPR Bahteramas Bombana, Sofyan, menyampaikan bahwa program Ramadhan Berbagi Berkah merupakan wujud rasa syukur perusahaan sekaligus bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan serta mempererat hubungan antara BPR Bahteramas Bombana dengan masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa BPR Bahteramas Bombana tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan yang menjadi momen untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan.




PT Almharig Tempuh Jalur Musyawarah, Siap Selesaikan Persoalan Lahan Warga Langkema Melalui Kesepakatan Bersama

Bombana, sultranet.com – PT Almharig menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan lahan yang dipersoalkan oleh masyarakat Desa Langkema, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana melalui jalur musyawarah dan kesepakatan bersama. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang difasilitasi DPRD Kabupaten Bombana dan dipimpin langsung Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP, dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta pihak perusahaan, Senin (9/3/2026).

Dalam forum tersebut, PT Almharig menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembayaran kepada masyarakat pengadu terkait penggunaan lahan yang diduga menjadi jalur hauling perusahaan. Pembayaran akan dilakukan berdasarkan hasil perhitungan yang disepakati bersama oleh kedua belah pihak sebagai bagian dari upaya penyelesaian persoalan secara damai dan bermartabat.

Direktur PT Almharig, Basmala Septian Jaya, menegaskan bahwa perusahaan selalu mengedepankan komunikasi terbuka dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Kami tetap mengutamakan dialog dan komunikasi yang baik dengan masyarakat. Prinsip kami adalah mencari solusi terbaik yang dapat diterima semua pihak sehingga hubungan yang telah terjalin selama ini tetap terjaga dengan baik,” ujarnya dalam forum RDPU.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi salah satu poin penting dalam kesimpulan rapat yang dibacakan di akhir pertemuan. Dalam hasil rapat disebutkan bahwa PT Almharig bersedia melakukan pembayaran kepada masyarakat pengadu berdasarkan kemampuan perusahaan serta melalui mekanisme perhitungan yang disepakati bersama.

Kesediaan perusahaan tersebut dinilai sebagai bentuk itikad baik dalam menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekaligus memastikan aktivitas operasional perusahaan dapat berjalan dengan tetap menghormati hak-hak warga di sekitar area kegiatan usaha.

Ketua DPRD Bombana, Iskandar, yang memimpin jalannya rapat, memberikan ruang kepada seluruh pihak untuk menyampaikan pandangan dan aspirasinya. Melalui forum tersebut, berbagai masukan dan informasi terkait persoalan yang terjadi dapat disampaikan secara terbuka sehingga menghasilkan kesepahaman bersama mengenai langkah-langkah penyelesaian yang akan ditempuh.

Selain membahas persoalan penggunaan lahan, rapat juga menghasilkan kesepakatan bahwa pemerintah kecamatan, Kapolsek, dan Kepala Desa Langkema akan memfasilitasi komunikasi lanjutan antara masyarakat dan perusahaan. Langkah tersebut dilakukan guna mempercepat proses penyelesaian dan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai kesepakatan.

Sebagai tindak lanjut, para pihak akan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung kondisi lahan yang menjadi objek permasalahan. Peninjauan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi faktual di lapangan sehingga proses perhitungan maupun penyelesaian dapat dilakukan secara objektif.

Hasil kunjungan lapangan nantinya akan dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Asisten I Bidang Pemerintahan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Bagi PT Almharig, proses mediasi yang difasilitasi DPRD Bombana merupakan ruang yang konstruktif dalam menyelesaikan persoalan secara terbuka. Perusahaan menilai keterlibatan berbagai pihak dalam forum dialog menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman yang dapat berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

“Musyawarah adalah jalan terbaik untuk menemukan solusi. Kami menghargai semua pihak yang telah terlibat dan membantu proses komunikasi ini berjalan dengan baik,” kata Basmala.

Dalam pembahasan rapat juga muncul persoalan terkait batas administrasi antara Desa Langkema dan Desa Batu Awu. Sejumlah peserta rapat menilai kejelasan tapal batas kedua desa perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut melalui pembahasan dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Kejelasan batas wilayah tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian administrasi dan mencegah munculnya persoalan serupa di masa mendatang, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan dan aktivitas usaha di wilayah perbatasan desa.

Sementara itu, dalam kesepakatan rapat juga disebutkan bahwa setelah proses pembayaran kepada masyarakat pengadu diselesaikan sesuai hasil kesepakatan bersama, pihak pengadu akan mencabut laporan yang sebelumnya diajukan ke Polres Bombana.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya penyelesaian menyeluruh yang mengedepankan pendekatan dialogis, kekeluargaan, dan saling menghormati hak serta kepentingan masing-masing pihak.

Rapat dengar pendapat yang berlangsung sejak pagi hari itu akhirnya ditutup pada pukul 12.45 WITA setelah seluruh peserta menyepakati langkah-langkah penyelesaian yang akan dilakukan ke depan.

Melalui proses musyawarah tersebut, PT Almharig berharap persoalan yang terjadi dapat segera menemukan titik terang dan terselesaikan secara baik. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan kegiatan operasional secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan hak-hak masyarakat, menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar, serta mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Bombana.

Sumber: Kibar News




Cahaya Kebersamaan di Puskesmas Ladianta, Kunci Pelayanan Optimal Menuju Wawonii Timur Laut Sehat dan Wawonii Emas Berkelanjutan

Wawonii Timur Laut, sultranet.com – Saat azan maghrib berkumandang di langit Kecamatan Wawonii Timur Laut, suasana di Puskesmas Ladianta tidak hanya dipenuhi dengan suara doa dan syukur setelah seharian berpuasa, tetapi juga dengan tawa hangat dan interaksi akrab antara petugas dan staf.

Bulan suci Ramadhan tahun ini membawa nuansa istimewa bagi seluruh jajaran puskesmas Ladianta, di mana kebersamaan bukan sekadar kata-kata, melainkan terwujud dalam setiap langkah pelayanan.

Dibawah Kepemimpinan  Kepala Puskesmas (Kapus) Ladianta, Endang Fitriyani Malaiji, S.ST., M.KM, momentum Ramadhan menjadi landasan kuat untuk mewujudkan visi “Wawonii Timur Laut yang Sehat” menuju “Wawonii Emas dan Berkelanjutan” Senin (09/03/2026)

Bulan suci ini adalah momen emas untuk mempererat tali silaturahmi antar staf, yang pada akhirnya berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan. “Ramadhan mengajarkan bagi para jajaran Pegawai Puskesmas Ladianta tentang keikhlasa dalam ruang pengabdian.

Di Puskesmas Ladianta, tidak memandang jabatan atau peran masing-masing. Dokter, perawat, tenaga farmasi, staf administrasi, dan lainya swemua adalah  tim yang berjuang bersama untuk kesehatan masyarakat Wawonii Timur Laut.

“Ketika kita saling mendukung, beban kerja terasa lebih ringan, dan semangat untuk melayani pun semakin membara,” ujar Endang  melalui telepon selulernya.

Sebagai Nahkoda, Kehadiran Endang tidak hanya bisa  memberikan arahan, tetapi juga menjadi teladan nyata. Ia selalu hadir  memastikan setiap detail pelayanan berjalan lancar.

Tidak hanya dalam hal interaksi sosial, di bawah kepemimpinannya, kebersamaan juga menjadi pendorong utama dalam peningkatan kualitas layanan medis.

Ia selalu menekankan pentingnya sinergi antar divisi, sehingga seluruh tim bekerja sama dengan luar biasa untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan terbaik.

Tim medis berkoordinasi erat dengan tim administrasi untuk mempercepat proses pendaftaran dan registrasi pasien, sehingga pasien tidak perlu menunggu lama.

Tim farmasi pun bekerja ekstra keras atas arahannya untuk memastikan ketersediaan obat-obatan, terutama yang sering dibutuhkan.

Selain pelayanan rutin, di bawah kepemimpinan Endang Fitriyani Malaiji, Puskesmas Ladianta juga kerap menggelar  kegiatan edukasi kesehatan terhadap masyarakat.

Ia menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Ladianta tidak terlepas dari visi besar pembangunan daerah.

“Kesehatan adalah fondasi utama pembangunan. Jika masyarakat Wawonii Timur Laut sehat, maka produktivitas mereka akan meningkat, dan ini akan menjadi modal berharga untuk mencapai Wawonii Emas yang Berkelanjutan. Ramadhan tahun ini menjadi bukti bahwa dengan kebersamaan dan kerja sama yang kuat, kita bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Endang dengan tegas.

Dengan semangat kebersamaan yang semakin membara di bawah kepemimpinan Endang Fitriyani Malaiji, S.ST., M.KM, Puskesmas Ladianta berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Mereka berharap, momentum Ramadhan ini tidak hanya menjadi momen sesaat, tetapi juga menjadi awal dari terjalinnya kerja sama dan solidaritas yang abadi di antara seluruh jajaran, serta menjadi langkah nyata menuju visi Wawonii Timur Laut Sehat dan Wawonii Emas yang Berkelanjutan.

“Kami ingin Puskesmas Ladianta menjadi tempat yang nyaman dan terpercaya bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kebersamaan yang kita bangun  adalah harta yang paling berharga dan kunci untuk mencapai kemajuan daerah,” tutup Endang Fitriyani Malaiji dengan penuh harap.

Pewarta: Aldi Darmawan




Pendamping PKH Lakukan Verifikasi Komitmen Pendidikan KPM di Sekolah, Pastikan Anak Tetap Aktif Belajar

Bombana, sultranet.com — Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melakukan kunjungan ke sejumlah satuan pendidikan untuk memverifikasi komitmen pendidikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Langkah ini dilakukan guna memastikan anak-anak dari keluarga penerima bantuan sosial tersebut benar-benar terdaftar di sekolah serta aktif mengikuti proses pembelajaran sebagai bagian dari kewajiban dalam program PKH, di sejumlah sekolah di Kecamatan Kabaena Utara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Senin (10/3/2026).

Kegiatan verifikasi ini merupakan bagian dari mekanisme pengawasan dan evaluasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan, khususnya pada komponen pendidikan. Pemerintah melalui pendamping PKH berupaya memastikan bahwa bantuan sosial yang diberikan kepada keluarga kurang mampu benar-benar berkontribusi pada peningkatan akses dan keberlanjutan pendidikan anak-anak mereka.

Dalam pelaksanaannya, para pendamping PKH mendatangi langsung pihak sekolah untuk berkoordinasi dengan guru serta petugas administrasi sekolah. Melalui koordinasi tersebut, dilakukan pencocokan data antara daftar penerima manfaat dengan data kehadiran serta status pendidikan siswa yang berasal dari keluarga penerima PKH.

Proses ini penting untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga penerima bantuan tidak hanya terdaftar secara administratif, tetapi juga aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pendamping PKH Kecamatan Kabaena Utara, Masrudin, menjelaskan bahwa verifikasi komitmen pendidikan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan secara berkala guna memastikan program bantuan sosial tersebut berjalan sesuai tujuan.

“Melalui kunjungan langsung ke satuan pendidikan, kami memastikan anak-anak dari KPM PKH tetap aktif bersekolah. Ini juga menjadi bagian dari upaya kami memastikan komitmen pendidikan yang menjadi syarat dalam program PKH dapat dipenuhi dengan baik,” ujar Masrudin.

Ia menjelaskan bahwa dalam program PKH, terdapat sejumlah kewajiban yang harus dipenuhi oleh keluarga penerima manfaat, salah satunya adalah memastikan anak-anak mereka mengikuti pendidikan sesuai dengan jenjang yang berlaku.

Oleh karena itu, verifikasi langsung ke sekolah menjadi langkah penting untuk memastikan komitmen tersebut benar-benar dijalankan.

Selain melakukan verifikasi data, pendamping PKH juga memberikan penguatan kepada keluarga penerima manfaat agar terus mendorong anak-anak mereka untuk disiplin hadir di sekolah serta menyelesaikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Menurut Masrudin, pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui pendidikan yang baik, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

“Pendamping PKH tidak hanya melakukan verifikasi data, tetapi juga memberikan motivasi kepada keluarga agar tetap mendukung pendidikan anak-anak mereka. Kami ingin memastikan bahwa bantuan sosial yang diberikan pemerintah benar-benar memberikan dampak positif bagi masa depan anak-anak,” katanya.

Masrudin juga menekankan pentingnya kerja sama antara pendamping PKH, pihak sekolah, serta keluarga penerima manfaat dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Ia menilai bahwa kolaborasi yang baik antara ketiga pihak tersebut akan membantu memastikan anak-anak dari keluarga penerima manfaat tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkelanjutan.

“Kerja sama antara pendamping PKH, pihak sekolah, dan keluarga penerima manfaat sangat penting. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat bersama-sama memastikan anak-anak tetap bersekolah dan memperoleh pendidikan yang mereka butuhkan,” tambahnya.

Program Keluarga Harapan sendiri merupakan salah satu program bantuan sosial pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan keluarga kurang mampu melalui dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Dalam komponen pendidikan, keluarga penerima manfaat diwajibkan memastikan anak-anak mereka tetap mengikuti pendidikan formal sesuai dengan jenjang usia sekolah. Apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, maka bantuan yang diterima dapat dievaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui kegiatan verifikasi komitmen pendidikan ini, pemerintah berharap bantuan sosial PKH dapat benar-benar mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pendamping PKH di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Kabaena Utara, terus berupaya memastikan bahwa setiap keluarga penerima manfaat memahami kewajiban yang harus dipenuhi serta memanfaatkan bantuan yang diberikan pemerintah secara optimal.

Dengan adanya pengawasan dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan program PKH dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan akses pendidikan, mengurangi angka putus sekolah, serta membantu menciptakan generasi muda yang lebih berdaya saing di masa depan.




Pemkab Bombana Terima 610 Mahasiswa KKN UHO 2026, Fokus Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan

Bombana, sultranet.com — Pemerintah Kabupaten Bombana secara resmi menerima 610 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch 1 Tahun 2026 dari Universitas Halu Oleo (UHO) untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di berbagai wilayah daerah tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat. Kegiatan penerimaan berlangsung di Aula Kantor Bupati Bombana, Senin (2/2/2026).

Acara penerimaan tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana, pimpinan Universitas Halu Oleo, para dosen pembimbing lapangan, serta ratusan mahasiswa yang akan melaksanakan program KKN di sejumlah desa dan kecamatan di wilayah Bombana.

Program KKN Reguler Berdampak ini merupakan bagian dari agenda pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Halu Oleo sebagai salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Ir. Syahrun, M.P.W.K., yang mewakili Bupati Bombana dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa kehadiran para mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung program pembangunan daerah.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang dapat membawa gagasan baru serta inovasi dalam mendukung berbagai sektor pembangunan di daerah.

“Kami berharap program KKN Reguler Berdampak Universitas Halu Oleo ini dapat selaras dengan peningkatan kualitas pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong sektor pertanian, perikanan, pendidikan, kesehatan masyarakat, serta peningkatan kapasitas masyarakat pesisir,” ujar Syahrun.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan mampu menghadirkan pendekatan baru dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif dan inovatif.

“Dengan semangat menumbuhkan keterampilan inovatif mahasiswa, baik melalui edukasi, pendampingan, penerapan teknologi tepat guna, penguatan literasi, maupun pemberdayaan masyarakat, kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Bombana,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Rektor Universitas Halu Oleo Dr. Herman, S.H., LL.M., menjelaskan bahwa KKN Reguler Berdampak Batch 1 Tahun 2026 mengangkat tema “Keberdayaan Masyarakat dan Keberlanjutan Lingkungan.”

Tema tersebut dipilih karena sejalan dengan arah pembangunan global yang berfokus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami mengupayakan agar program KKN ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam aspek keberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Isu ini juga menjadi perhatian utama Universitas Halu Oleo dan sejalan dengan 17 tujuan SDGs,” jelas Herman.

Ia menambahkan bahwa program KKN tidak hanya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat.

Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kebutuhan riil masyarakat sehingga program yang dilaksanakan benar-benar relevan dan bermanfaat.

“Mahasiswa KKN reguler kali ini akan mencoba mengimplementasikan ilmu yang dimiliki sekaligus menunjukkan kontribusi nyata bagi keberdayaan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Selanjutnya, kami akan melakukan pemantauan untuk melihat dampak yang dapat dihasilkan dari program tersebut,” ujarnya.

Selama masa pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, mulai dari edukasi kesehatan, penguatan literasi pendidikan, pengembangan sektor pertanian dan perikanan, hingga program yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan.

Program-program tersebut diharapkan mampu membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong pengembangan potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah.

Pemerintah Kabupaten Bombana menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Universitas Halu Oleo karena dinilai dapat memberikan dukungan tambahan bagi berbagai program pembangunan daerah yang sedang berjalan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah juga dipandang sebagai salah satu strategi penting dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Melalui pelaksanaan KKN Reguler Berdampak ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Universitas Halu Oleo dan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung dalam pembangunan daerah sekaligus memperkaya pengalaman sosial dan profesional mereka di tengah masyarakat.




Safari Ramadan di Bombana, Wagub Sultra dan Wabup Ahmad Yani Buka Puasa Bersama

Bombana, sultranet.com – Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani menyambut kunjungan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua dalam rangka Safari Ramadan yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama di Pendopo Rumah Jabatan Wakil Bupati Bombana. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kabupaten Bombana di bulan suci Ramadan, Rabu (04/03/2026).

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, serta tokoh masyarakat Kabupaten Bombana. Suasana kebersamaan tampak terasa ketika para undangan berkumpul untuk memperkuat silaturahmi sekaligus berbagi keberkahan di bulan Ramadan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan yang tengah dihadapi rakyat Palestina. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penggalangan donasi yang dihadiri langsung oleh seorang syekh dari Palestina.

Menurut Ahmad Yani, kehadiran perwakilan dari Palestina tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada pihak yang dipercaya dalam menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kalau biasanya kita menyumbang melalui media sosial atau di jalan, hari ini orangnya langsung hadir bersama kita. Mari kita berbagi untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Ahmad Yani.

Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak harus dalam jumlah besar. Menurutnya, kepedulian kecil yang dilakukan secara bersama-sama dapat memberikan dampak besar bagi mereka yang membutuhkan.

“Kalau ada lima ribu atau sepuluh ribu rupiah saja, jika dikumpulkan dari banyak orang tentu akan menjadi bantuan yang besar. Yang penting niat kita untuk membantu,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan Kabupaten Bombana yang dinilai menunjukkan kemajuan positif dalam berbagai sektor pembangunan.

Ia juga menilai kondisi sosial masyarakat di daerah tersebut terlihat harmonis dan penuh semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Saya melihat Bombana ini luar biasa perkembangannya. Situasi masyarakatnya juga terlihat ceria dan aktivitas berjalan dengan aman serta lancar,” ujar Hugua.

Menurutnya, stabilitas sosial dan kebersamaan masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan demi kemajuan Kabupaten Bombana ke depan.

Kegiatan buka puasa bersama berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Para tamu undangan tampak menikmati momen berbagi di bulan Ramadan sambil memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Usai berbuka puasa, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara bersama Wakil Bupati Bombana, jajaran Forkopimda, serta para tamu undangan melaksanakan salat Maghrib berjamaah.

Safari Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kepedulian sosial serta solidaritas kemanusiaan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat berbagi dan kebersamaan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama dalam momentum bulan suci Ramadan yang penuh berkah.




Safari Ramadan Pemprov Sultra, Wagub Hugua dan Wabup Bombana Salat Tarawih Bersama Warga

Bombana, sultranet.com – Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua melaksanakan salat Isya dan tarawih berjamaah bersama masyarakat di Masjid Nurul Iman, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, Rabu (04/03/2026).

Kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara disambut hangat oleh masyarakat yang memenuhi masjid untuk melaksanakan ibadah bersama. Safari Ramadan ini menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai spiritual serta kebersamaan di bulan suci.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Suasana khidmat terlihat ketika para jamaah melaksanakan ibadah bersama sebagai wujud syukur dan penguatan iman di bulan Ramadan.

Usai salat Isya, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua menyampaikan sambutan kepada para jamaah yang hadir. Dalam pesannya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dalam bulan Ramadan ini kita diingatkan untuk tidak bersikap sombong terhadap harta maupun jabatan yang kita miliki. Mari kita bersama-sama menjaga negeri ini agar tetap aman dan damai serta saling mendoakan agar para pemimpin diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Hugua.

Menurutnya, bulan suci Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan mempererat hubungan antara sesama manusia serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat diharapkan dapat terus mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas sosial yang kondusif.

Sementara itu, Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani menyambut baik kehadiran rombongan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Bombana. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat komunikasi dan silaturahmi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta masyarakat.

Melalui kegiatan Safari Ramadan, pemerintah daerah juga dapat mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan emosional antara pemimpin dan warga.

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah yang berlangsung khidmat. Para jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan hingga akhir kegiatan.

Safari Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ini menjadi salah satu agenda rutin yang bertujuan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Selain sebagai kegiatan ibadah bersama, safari ini juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin harmonis, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah menuju kesejahteraan yang lebih baik.




Bombana Matangkan Regulasi Layanan Darurat 112

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus mematangkan kesiapan penyelenggaraan layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 melalui proses harmonisasi Rancangan Peraturan Bupati (Raperbup). Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Kabupaten Bombana, Ir. Muhammad Siarah, M.Si, bersama jajaran terkait di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara, Rabu (25/2/2026).

Harmonisasi Raperbup ini merupakan bagian penting dalam proses pembentukan produk hukum daerah agar regulasi yang disusun memiliki dasar hukum yang kuat serta selaras dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, regulasi ini juga diharapkan dapat menjadi landasan operasional bagi penyelenggaraan layanan panggilan darurat 112 di Kabupaten Bombana.

Dalam forum tersebut, tim perancang peraturan perundang-undangan dari Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara bersama perangkat daerah terkait melakukan pembahasan secara komprehensif terhadap substansi Raperbup. Berbagai aspek teknis dibahas secara mendalam, mulai dari pengaturan kelembagaan penyelenggara layanan 112, mekanisme operasional, hingga pola koordinasi lintas instansi yang akan terlibat dalam penanganan keadaan darurat.

Pembahasan juga menyoroti standar pelayanan yang harus dipenuhi agar layanan 112 dapat berjalan efektif, cepat, dan responsif dalam menangani berbagai situasi kegawatdaruratan yang dihadapi masyarakat. Standar tersebut mencakup kesiapan sumber daya manusia, sistem pusat panggilan, hingga integrasi komunikasi antarinstansi.

Kepala Diskominfos Kabupaten Bombana, Muhammad Siarah, menegaskan bahwa layanan 112 merupakan bagian penting dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam penanganan kondisi darurat yang membutuhkan respon cepat.

“Layanan 112 nantinya akan menjadi pusat koordinasi bagi berbagai instansi yang menangani keadaan darurat. Dengan sistem yang terintegrasi, masyarakat dapat memperoleh bantuan secara lebih cepat dan tepat ketika menghadapi situasi darurat,” kata Siarah.

Ia menambahkan bahwa Diskominfos memiliki peran strategis dalam mendukung implementasi layanan tersebut, terutama dalam pengelolaan sistem informasi, pengoperasian pusat panggilan darurat, serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan layanan 112.

Menurut Siarah, keberadaan layanan ini tidak hanya berkaitan dengan teknologi komunikasi, tetapi juga menuntut sinergi yang kuat antara berbagai perangkat daerah dan lembaga terkait, termasuk unsur keamanan, kesehatan, dan penanggulangan bencana.

“Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci utama agar layanan ini benar-benar mampu memberikan respon cepat dan terkoordinasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Selain Kepala Diskominfos, kegiatan harmonisasi ini juga dihadiri Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Bombana serta Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfos Kabupaten Bombana. Kehadiran berbagai perangkat daerah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan regulasi yang komprehensif dan implementatif.

Melalui proses harmonisasi ini, pemerintah daerah berharap Raperbup tentang Penyelenggaraan Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 dapat segera disempurnakan dan ditetapkan menjadi peraturan resmi. Dengan demikian, implementasi layanan darurat terpadu tersebut dapat segera dijalankan secara optimal di Kabupaten Bombana.

Pemerintah Kabupaten Bombana menilai kehadiran layanan 112 akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem perlindungan masyarakat, sekaligus meningkatkan rasa aman warga dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Ke depan, pemerintah daerah juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar layanan ini dapat dimanfaatkan secara tepat dan efektif ketika terjadi situasi yang membutuhkan penanganan segera.