Bombana Dapat Jatah 300 Hektare Pengembangan Sawit di 2025

Bombana, Sultranet.com – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi daerah ketiga terbesar di Pulau Sulawesi dalam hal perkebunan kelapa sawit dengan luas sekitar 59 ribu hektare pada tahun 2023, menurut data Dinas Perkebunan Sultra. Areal perkebunan ini tersebar di tujuh kabupaten, termasuk Konawe, Kolaka, Muna, Konawe Utara, Muna Barat, Bombana, dan Kolaka Timur.

Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sabaruddin, mengungkapkan bahwa pertumbuhan perkebunan sawit di Sultra terus meningkat, didukung oleh ketersediaan lahan yang luas dan keinginan kuat dari petani untuk menjadikan kelapa sawit sebagai komoditas utama.

“Pertumbuhan ini juga didorong oleh berdirinya pabrik kelapa sawit yang membuka pasar bagi petani di Sultra,” ujarnya saat Workshop SPKS di Same Hotel, Kendari, Jumat (30/8/2024).

Saat ini, delapan pabrik kelapa sawit telah beroperasi di Sultra, termasuk PT Darma Jaya Lestari (DJL), PT Sultra Prima Lestari (SPL), dan PT Merbaujaya Indah Raya. Namun, meskipun sektor ini berkembang, Sabaruddin menyoroti tantangan yang dihadapi petani sawit skala kecil, seperti permasalahan legalitas lahan, kualitas bibit, akses pasar, serta keterbatasan sarana dan prasarana.

“Kemitraan antara petani dan perusahaan sangat dibutuhkan untuk memastikan kesejahteraan petani sawit dan keberlanjutan pengelolaan kelapa sawit di Sultra,” tegas Sabaruddin.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan penerapan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO) yang bertujuan meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.

Di sisi lain, Kabupaten Bombana mendapatkan perhatian khusus dalam program pengembangan perkebunan kelapa sawit. Kabid Perkebunan Bombana, M. Arwin, S.Hut., M.PWK, mengungkapkan bahwa daerahnya akan menerima alokasi pengembangan kelapa sawit seluas 300 hektare pada tahun 2025.

“Ini merupakan kesempatan besar bagi petani di Bombana untuk semakin memaksimalkan potensi perkebunan sawit,” kata Arwin saat ditemui di ruang kerjanya usai kegiatan workshop.

Kebijakan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit yang diterapkan oleh Kementerian Keuangan melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91 Tahun 2023 juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi daerah-daerah penghasil sawit, termasuk Sulawesi Tenggara.

CEO elFATA Institute, Abdul Rahman Farisi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan pentingnya pola kemitraan antara pemerintah dan perusahaan untuk memastikan kesejahteraan petani sawit. “Bibit berkualitas harus disiapkan untuk petani agar produksi mereka meningkat dan sejahtera,” jelas Rahman.




Diduga Terlibat Politik Praktis, ASN Berinisial A Dilaporkan ke Bawaslu Muna

MUNA, sultranet.com – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial A di Kabupaten Muna dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muna pada Kamis, 29 Agustus 2024.

ASN tersebut diduga terlibat dalam politik praktis dengan mengantar pasangan calon Bupati Muna, Bachrun-Asrafil (Bahtera).

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Muna, Mustar, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari beberapa masyarakat terkait dugaan keterlibatan ASN dalam kegiatan politik praktis.

“Pada Kamis sore, 29 Agustus 2024, saat kami sedang melakukan pengawasan pendaftaran calon, staf kami di kantor mengabarkan bahwa ada beberapa warga yang datang untuk melaporkan seorang ASN ke Bawaslu Muna,” ujar Mustar saat dikonfirmasi oleh sejumlah media di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna, Kamis (29/8/2024)

Menurut Mustar, warga melaporkan bahwa ASN tersebut terlihat berada dalam iring-iringan atau di suatu tempat bersama dengan masyarakat yang mengantar bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna.

“Saya telah menginstruksikan kepada staf Bawaslu untuk menerima laporan tersebut. Namun, pelapor belum membawa dokumen-dokumen yang lengkap, sehingga mereka meminta waktu hingga Jumat, 30 Agustus 2024, untuk melengkapi berkas laporan,” tambahnya.

Bawaslu Muna saat ini masih menunggu kedatangan pelapor untuk melanjutkan proses investigasi terkait dugaan pelanggaran tersebut.

 

Pewarta: Borju




Pj Bupati Kolut: Jaga Silaturahmi, Orientasi ASN BerAKHLAK

Lasusua, SultraNET.com – Masjid Al Ikhlas Kementerian Agama Kolaka Utara (Kolut) dipenuhi oleh jamaah yang melaksanakan salat berjamaah dan mengikuti kuliah tujuh menit (kultum). Jum’at (30/8/2024)

Kultum kali ini disampaikan oleh Sadaruddin, S.Pd., Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolut, yang mengangkat tema “Menjaga Silaturahmi.”

Sadaruddin, S.Pd., Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolut
Sadaruddin, S.Pd., Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kolut

Sadaruddin dalam kultumnya menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai ajaran utama dalam Islam, mengutip Surah An-Nisa yang mengajarkan umat untuk selalu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.

“Menjaga silaturahmi bukan hanya mendatangkan rezeki dan memperpanjang umur, tetapi juga mempererat persaudaraan dan mendapatkan ridho Allah,” ujarnya.

Jama'ah saat mendengarkan Kultum
Jama’ah saat mendengarkan Kultum

Pj Bupati Kolaka Utara, Sukanto Toding yang turut hadir dalam acara tersebut juga memberikan arahan dan menyampaikan pesan penting terkait tema kultum.

Dalam pengarahannya, Pj Bupati menegaskan bahwa sikap ikhlas dan sabar dalam menjaga silaturahmi sangat relevan dalam pelayanan publik, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Sikap ini merupakan bagian dari orientasi pelayanan yang harus dijunjung tinggi oleh ASN dalam program ASN BerAKHLAK,” kata Pj Bupati.

Sebagai penutup, Pj Bupati juga meresume poin-poin penting dari kultum yang disampaikan oleh Sadaruddin.

Ia menekankan bahwa silaturahmi harus diwujudkan dalam setiap aspek pelayanan publik, ia mencontohkan bidang kesehatan, di mana para tenaga medis di Kolut diharapkan tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi juga mendidik masyarakat untuk hidup sehat.

Acara ini diakhiri dengan doa bersama, di mana Pj Bupati berharap agar nilai-nilai silaturahmi dapat diimplementasikan oleh seluruh ASN dalam menjalankan tugas mereka, sesuai dengan semangat ASN BerAKHLAK.

Sumber: Kominfo Kolut




Sah! Pilkada Wakatobi Kembali Head to Head

Wakatobi, Sultranet.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, kembali menjadi sorotan setelah proses pendaftaran pasangan calon resmi ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa, 29 Agustus 2024.

Seperti Pilkada lima tahun lalu, kali ini kompetisi politik kembali mempertemukan dua pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Dua pasangan calon yang resmi mendaftar di KPU adalah pasangan Hamirudin-Muhamad Ali yang mengusung akronim HARUM, dan pasangan Haliana-Safia Wualo dengan akronim BERHASIL.

Menariknya, meski terjadi pergantian wajah calon, kedua kubu memiliki keterkaitan yang sama dengan Pilkada sebelumnya, terutama dalam keterlibatan kader partai Golkar.

Pasangan HARUM, Hamirudin yang diketahui merupakan seorang kader Golkar, didukung oleh koalisi beberapa partai, termasuk Golkar dengan 5 kursi di DPRD Wakatobi, Nasdem dan Gerindra masing-masing 2 kursi, serta PKS dan PKB yang masing-masing menyumbang 1 kursi. Beberapa partai non-sit juga turut mendukung pasangan ini.

Di sisi lain, pasangan BERHASIL yang dipimpin oleh calon petahana, Haliana, menggandeng Safia Wualo sebagai wakilnya, yang juga kader Golkar.

Pasangan ini didukung oleh PDIP dengan 8 kursi di DPRD, bersama Hanura, PAN, dan Demokrat yang masing-masing memiliki 1 kursi, ditambah dukungan dari partai non-sit lainnya.

Kompetisi ini mengulang skenario Pilkada 2019, di mana Haliana yang kala itu berpasangan dengan Ilmiati Daud, berhasil mengalahkan pasangan Arhawi-Hardin La Omo.

Meski kali ini Haliana hadir dengan wakil baru, Safia Wualo, kompetisi tetap menjadi head to head.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Wakatobi, La Deni, kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati akan menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Rumah Sakit Bahteramas, Kendari, sebagai bagian dari tahapan Pilkada.

“Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk memastikan bahwa kedua pasangan calon memenuhi syarat secara fisik dan mental untuk memimpin Kabupaten Wakatobi,” ujar La Deni, Kamis (29/08/2024).

Dengan hanya dua pasangan calon yang bertarung, Pilkada Wakatobi 2024 diprediksi akan berlangsung ketat, menciptakan kembali rivalitas politik yang kuat di wilayah itu.

Pewarta: Idin




Ketua DPC Gerindra Wakatobi Absen di Pendaftaran HARUM

Wakatobi, Sultranet.com – Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Wakatobi, Hamirudin-Muhammad Ali, yang berakronim HARUM, menjadi pasangan pertama yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wakatobi pada Rabu, 29 Agustus 2024, pukul 09.30 WITA.

Pendaftaran pasangan HARUM dihadiri oleh sejumlah tokoh partai pengusung, termasuk Ketua DPD Golkar Arhawi, Ketua OKK Nasdem Sulawesi Tenggara La Ode Suriono (Bang Jhon), Ketua DPD Nasdem Jumran, Ketua DPD PKS Ilmin Yuntafau, Ketua DPC PKB La Ode Risto, dan perwakilan DPC Partai Gerindra. Namun, absennya Ketua DPC Partai Gerindra, Erniwati, menarik perhatian.

Ketua KPU Wakatobi, La Deni, dalam proses pendaftaran, meminta konfirmasi langsung kepada Erniwati melalui sambungan video call terkait mandat yang diberikan kepada perwakilannya, Ahmad Murdiono dan Ali Ma’ruf.

La Deni menanyakan keabsahan surat mandat tersebut, yang ditandatangani oleh Ketua DPC Gerindra.

“Saya selaku Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Wakatobi dalam hal proses pendaftaran Paslon Hamirudin-Ali Tembo memberikan mandat penuh untuk memberikan tanda tangan saya dan secara video call ini saya memberikan mandat secara langsung pada saudara Murdiono dan Ali Ma’ruf,” jawab Erniwati.

Dengan konfirmasi tersebut, pihak KPU menyatakan bahwa proses pendaftaran pasangan HARUM telah memenuhi syarat, meski Ketua DPC Gerindra tidak hadir secara langsung.

Setelah pendaftaran, Ketua KPU mengumumkan bahwa pasangan bakal calon akan melanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Bahteramas, Kendari.

Pemeriksaan kesehatan ini dijadwalkan berlangsung hingga 2 September 2024.

“Kami mengimbau bakal pasangan calon untuk berpuasa sehari sebelum pemeriksaan kesehatan dilakukan. LO (Liaison Officer) dari pasangan calon diharapkan berkoordinasi dengan LO KPU dan LO rumah sakit untuk kelancaran proses pemeriksaan,” ujar Ketua KPU.

Mantan Bupati Wakatobi periode 2016-2021, Arhawi, yang juga Ketua DPD Partai Golkar, turut mendampingi pendaftaran pasangan HARUM bersama sejumlah pimpinan partai pengusung lainnya.

Kehadiran para tokoh partai ini menegaskan soliditas dukungan terhadap pasangan calon tersebut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wakatobi 2024.

Dengan selesainya proses pendaftaran dan konfirmasi mandat, pasangan HARUM bersiap menjalani tahapan selanjutnya dalam Pilkada Wakatobi, yang diharapkan berjalan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU.

Pewarta: Idin




RahmaT-Nya Muna, Jalani Pemeriksaan Kesehatan

MUNA, Sultranet.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Muna, LM Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, yang dikenal dengan sebutan RahmaT-Nya Muna, menjadi pasangan pertama yang menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bahteramas, Kota Kendari, pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Pemeriksaan kesehatan ini merupakan salah satu tahapan wajib bagi bakal pasangan calon (Bapaslon) yang maju dalam Pilkada serentak 2024.

Koordinator Liaison Officer (LO) RahmaT-Nya Muna, Muhammad Taufan, mengungkapkan bahwa proses pemeriksaan dimulai sejak pukul 09.00 WITA dan berakhir sekitar pukul 17.45 WITA.

“Alhamdulillah, pemeriksaan kesehatan RahmaT-Nya Muna telah berjalan dengan lancar. Hasil pemeriksaan ini nantinya akan diserahkan ke KPU Muna dan akan dibacakan saat pleno penetapan calon,” ujar Taufan melalui sambungan telepon, Kamis, 29 Agustus 2024.

Selain pemeriksaan kesehatan, seluruh Bapaslon juga diwajibkan untuk mengikuti tes psikologi (psikotes) yang dijadwalkan pada 1 September 2024.

Tes ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua calon memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang memadai untuk mengikuti kontestasi Pilkada.

“Pemeriksaan kesehatan dan psikotes ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh semua Bapaslon setelah dokumen persyaratan dinyatakan lengkap oleh KPU,” jelas Taufan, yang juga merupakan mantan Komisioner KPU Kabupaten Muna Barat.

Dokumen persyaratan pasangan RahmaT-Nya Muna telah dinyatakan lengkap oleh KPU Muna pada 27 Agustus 2024.

Sementara itu, empat pasangan rival mereka, yakni Bachrun-Asrafil, Ringa Jhon-Syarifuddin Udu, La Ode Kardini-Noor Dhani, dan Abdul Rahman-Awal Jaya Bolombo, baru mendaftar di KPU Muna pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting bagi RahmaT-Nya Muna untuk memastikan kesiapan mereka dalam mengikuti tahapan selanjutnya di Pilkada serentak 2024.

Seluruh proses ini diharapkan dapat memastikan bahwa semua calon memiliki kondisi fisik dan mental yang prima untuk mengemban tugas kepemimpinan di Kabupaten Muna.

Pewarta: Borju

 




Puluhan Ribu Warga Muna Barat Hadiri Deklarasi Paslon Tunggal Bupati La Ode Darwin-Ali Basa

MUNA BARAT, Sultranet.Com-Puluhan ribu masyarakat Kabupaten Muna Barat (Mubar) memadati lapangan sepak bola di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, pada Kamis, 29 Agustus 2024, untuk menghadiri deklarasi pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mubar, La Ode Darwin-Ali Basa.

Pasangan ini dipastikan menjadi calon tunggal pada Pilkada Muna Barat 2024, setelah berhasil mengamankan dukungan dari seluruh partai politik di daerah tersebut.

Deklarasi ini berlangsung meriah dengan kehadiran warga yang datang dari tiga wilayah besar di Bumi Laworo. Mereka tampak antusias, menggunakan berbagai jenis kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, untuk menyaksikan secara langsung momen bersejarah ini.

Usai deklarasi, pasangan La Ode Darwin-Ali Basa langsung mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna Barat.

Mereka didampingi oleh 11 partai koalisi, yaitu PDIP, Golkar, Demokrat, PKB, Nasdem, Gerindra, PPP, PBB, PAN, PKS, dan PSI. Tidak hanya itu, sejumlah tokoh adat dan masyarakat turut hadir memberikan dukungan.

Dalam sambutannya, La Ode Darwin menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh partai pengusung serta masyarakat Muna Barat yang telah memberikan dukungan.

Ia berjanji akan menghadirkan kesejukan di Muna Barat jika terpilih sebagai Bupati bersama Ali Basa.

“InsyaAllah, jika Saya bersama Bapak Ali Basa diamanahkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati, kita hadirkan kesejukan di Muna Barat,” ungkap La Ode Darwin di hadapan ribuan pendukungnya.

Lebih lanjut, La Ode Darwin menegaskan bahwa dirinya adalah calon Bupati pertama yang mendapatkan dukungan penuh dari seluruh partai politik di Sulawesi Tenggara.

Di sisi lain, masyarakat Muna Barat menunjukkan antusiasme mereka terhadap pasangan La Ode Darwin-Ali Basa. Adi, salah satu warga yang hadir, menyatakan bahwa kehadirannya adalah untuk memberikan dukungan penuh kepada pasangan tersebut.

“Kami datang untuk membuktikan dukungan dan sekaligus mengantar Darwin dan Ali Basa menjadi Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat,” ujar Adi.

Pendapat serupa disampaikan oleh Wa Ani, seorang warga Mubar yang merasa optimis dengan kehadiran calon tunggal ini. Menurutnya, hal ini bisa meminimalisir konflik sosial selama perhelatan Pilkada serentak di Muna Barat.

“Bagus juga kalau hanya satu calon biar tidak ada yang bertengkar hanya karena beda pilihan. Dan kami pilih La Ode Darwin dan pak Ali Basa,” ungkap Wa Ani.

Untuk diketahui, pasangan Darwin-Ali Basa dipastikan akan melawan kotak kosong dalam Pilkada Muna Barat 2024 setelah berhasil meraih dukungan dari seluruh partai politik pemilik 20 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna Barat pada Pemilu Legislatif 14 Februari 2024 lalu.

Pewarta: Borju

 




Burhanuddin dan Ahmad Yani Daftar di KPU Bombana

Bombana, SultraNET. – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana, Burhanuddin dan Ahmad Yani, resmi mendaftarkan diri sebagai peserta Pilkada 2024 di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bombana pada Kamis (29/8/2024).

Keduanya didampingi oleh sembilan partai pengusung dalam proses pendaftaran tersebut.

Pasangan ini menarik perhatian dengan kedatangannya ke KPUD Bombana menggunakan kendaraan modifikasi tradisional, yaitu bentor (becak motor).

Langkah ini dianggap sebagai simbol komitmen mereka untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan menunjukkan kreativitas dalam kampanye.

Dengan menggunakan kendaraan yang sehari-hari digunakan oleh masyarakat Bombana, Burhanuddin dan Ahmad Yani ingin menegaskan bahwa mereka hadir di tengah-tengah rakyat untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Dalam konferensi pers yang digelar di KPUD Bombana, Burhanuddin, mantan Bupati definitif Kabupaten Bombana, menyatakan kesiapan untuk kembali melayani masyarakat Bombana.

Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka dengan bentor mencerminkan niat mereka untuk terus berbaur dengan rakyat dan siap mendengarkan serta menyelesaikan masalah yang ada.

“Kami ingin menyampaikan bahwa kami ini adalah pelayan rakyat. Jadi, kendaraan yang kami gunakan adalah kendaraan sehari-hari yang digunakan oleh rakyat. Hal ini mencerminkan bahwa kami akan hadir bersama-sama rakyat, di tengah masyarakat, dan siap memberikan solusi,” ujar Burhanuddin.

Ahmad Yani, yang dikenal sebagai tokoh pemekaran Kabupaten Bombana dan kini menjadi calon Wakil Bupati, menambahkan bahwa keputusan mereka untuk maju dalam Pilkada ini bukan atas kemauan pribadi, tetapi berdasarkan kondisi nyata yang terjadi di masyarakat.

Menurutnya, mereka tergerak oleh semangat awal yang melatarbelakangi pembentukan Kabupaten Bombana.

“Pada dasarnya, kami tahu bahwa untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bombana ini bukan hanya berdasarkan kemauan, tetapi kami maju karena melihat kondisi riil yang terjadi di Kabupaten Bombana dan mengingat kembali niat awal terbentuknya kabupaten ini,” ungkap Ahmad Yani.

Dengan dukungan dari sembilan partai pengusung, pasangan ini optimis dapat membawa perubahan dan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Bombana.

Proses pendaftaran ini menjadi langkah awal dalam perjuangan mereka menuju Pilkada 2024.

Pewarta: Azuli




Ada Dugaan Para RT di Muna ‘Dipaksa’ Antar Paslon Daftar di KPU

MUNA, Sultranet.Com – Diduga para Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kabupaten Muna terancam dipecat jika menolak untuk mengantar pasangan calon (paslon) tertentu ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muna.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa para Ketua RT diinstruksikan untuk mengumpulkan massa guna mendukung pendaftaran salah satu pasangan calon di KPU Muna pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Dugaan ini mencuat setelah adanya laporan dari beberapa RT di Kecamatan Katobu yang menyebutkan bahwa Camat Wiraman Almia mengarahkan mereka untuk mengumpulkan massa mengantar salah satu calon mendaftar di KPU di sertai ancaman pemecatan jika tidak dilakukan.

Para Ketua RT diundang ke kantor kecamatan dan diberi arahan untuk mendukung kegiatan pendaftaran paslon tersebut.

“Memang ada arahan dari camat mengenai kegiatan pendaftaran paslon di KPU. Kami harus mengumpulkan massa dan mengantar paslon tersebut,” kata salah satu lurah yang meminta identitasnya dirahasiakan. Rabu (28/8/2024)

Seorang Ketua RT di Muna juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait ancaman pemecatan jika tidak mengikuti arahan tersebut.

“Kami terancam dipecat jika tidak mendukung pendaftaran ini,” ujar Ketua RT yang juga meminta namanya dirahasiakan.

Namun, Camat Katobu, Wiraman Almia, menanggapi tuduhan tersebut dengan menepis isu tersebut. Saat di konfirmasi via WhatsApp, Wiraman membantah mengarahkan para RT untuk mengantar salah satu Paslon ke KPU untuk mendaftar sekaligus menepis isi adanya ancaman pemecatan bagi para RT.

“Tidak ada kune kanda,” singkatnya.

Pewarta: Borju




Berani-TO Resmi Daftar di KPU Bombana

Bombana, SultraNET.com – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Andi Nirwana Sebbu dan Heriyanto secara resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bombana untuk periode 2024-2029. Rabu (28/8/2024)

Acara pendaftaran yang berlangsung di kantor KPU Kabupaten Bombana ini dihadiri oleh ribuan pendukung dari berbagai kecamatan di daerah tersebut.

Dalam konferensi pers usai pendaftaran, Andi Nirwana Sebbu dan Heriyanto menyampaikan harapan mereka agar seluruh proses pemilihan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Andi Nirwana Sebbu menegaskan komitmennya untuk melengkapi berkas-berkas yang diperlukan dan menganggap pendaftaran ini sebagai langkah awal yang krusial dalam usaha mereka untuk memenangi pilkada.

“Kami sangat percaya bahwa hari ini adalah langkah awal kami untuk memimpin Kabupaten Bombana. Dengan izin Allah, kami yakin dapat meraih kemenangan dalam pilkada dan memimpin Bombana pada periode 2024-2029,” ujar Andi Nirwana Sebbu.

Calon wakil bupati Heriyanto juga menyampaikan harapan serupa untuk menyajikan gagasan dan visi yang dapat memajukan daerah.

Ia menekankan pentingnya menjaga suasana yang kondusif dan terhindar dari penyebaran hoaks selama masa kampanye.

“Kami berharap agar suasana tetap kondusif dan bebas dari isu-isu hoaks. Kami mengajak semua pihak, termasuk media, untuk bersama-sama berfokus pada gagasan dan visi yang konstruktif demi kemajuan Kabupaten Bombana,” tambah Heriyanto.

Pasangan yang dikenal dengan akronim BERANI TO ini juga meminta dukungan dari masyarakat dan media untuk menciptakan iklim positif selama proses kampanye.

Mereka optimis bahwa dengan dukungan publik, mereka dapat mewujudkan visi mereka dan membawa perubahan positif bagi Kabupaten Bombana.

Dengan pendaftaran ini, Andi Nirwana Sebbu dan Heriyanto memulai langkah mereka dalam kontestasi pilkada 2024, berkomitmen untuk terus berinteraksi dengan masyarakat dan memperkenalkan program-program unggulan mereka.

Pewarta: Azuli