Proyek APBN di Kelurahan Sidodadi Muna Dinilai Tidak Transparan

Muna, SultraNET – Sebanyak 26 kelurahan di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) menerima alokasi anggaran sebesar Rp5,2 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2024. Setiap kelurahan menerima Rp200 juta untuk pembangunan sarana dan prasarana serta pemberdayaan masyarakat.

Proses pembangunan ini telah dimulai di berbagai kelurahan di Bumi Sowite, termasuk di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Batalaiworu. Namun, pembangunan ini mendapat sorotan dari warga setempat karena dianggap kurang transparan.

Di Kelurahan Sidodadi, tidak ada papan informasi terkait program pembangunan yang sedang dikerjakan.

Hal ini menjadi pemicu kritikan dari warga yang menilai pemerintah kelurahan tidak transparan. Amran, seorang warga Sidodadi, memposting keluhan ini di laman Facebook-nya.

“Apakah papan kegiatan dana kelurahan tidak wajib dipasang di lokasi kerja???” tulis Amran, disertai beberapa foto lokasi kegiatan drainase yang memang tidak terlihat adanya papan informasi.

Amran yang dihubungi via WhatsApp mengonfirmasi hal tersebut. Ia mengatakan, foto tersebut diambil pada Jumat sore, 2 Agustus 2024.

“Tadi sore saya ambil gambarnya di lokasi kegiatan, memang tidak ada papan informasinya. Setahu saya, sebagai bentuk transparansi publik, semua kegiatan yang menggunakan uang negara harus disertai papan informasi agar kita masyarakat tahu kegiatan apa itu, dananya dari mana, dan berapa besar anggarannya,” ujarnya.

Amran juga mengungkapkan bahwa kegiatan di Kelurahan Sidodadi dengan total anggaran Rp200 juta tersebut diduga dilakukan tanpa musyawarah sebelumnya dengan masyarakat.

“Saya kurang tahu apakah itu atas aspirasi masyarakat atau tidak karena setahu saya tidak pernah ada rapat atau musyawarah di kelurahan soal kegiatan ini,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Lurah Sidodadi Nanang Lesmana mengatakan bahwa papan informasi kegiatan sudah ada, hanya saja belum sempat dipasang.

“Adami papan informasinya, memang kita belum sempat pasang saja karena sebenarnya pekerjaan ini belum mau dikerja, tapi besok saya suruh pasang,” ucap Nanang yang dihubungi via WhatsApp pada Jumat malam, 2 Agustus 2024.

Nanang menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan usulan masyarakat melalui ketua RK di lingkungan masing-masing. Pihaknya kemudian mengevaluasi usulan tersebut untuk menentukan mana yang menjadi prioritas.

“Kita cermati usulan itu yang mana yang prioritas, kemudian kita tindaklanjuti dan tentunya kita juga berdasarkan anggaran yang ada. Jadi semua itu berdasarkan apa yang dibutuhkan masing-masing lingkungan,” pungkasnya.

Pewarta : Borju




Proyek Stadion di Muna Belum Selesai Justru Ambruk

MUNA, SultraNET – Stadion sepak bola yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna di Kawasan Motewe tahun 2022 mengalami keruntuhan pada bagian atas depan bangunan, Sabtu (2/8) sekitar pukul 05.00 Wita.

Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 16,8 miliar dari pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta tambahan Rp 19 miliar dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Muna tahun 2023 tersebut tak kunjung tuntas meski sudah diperiksa oleh lembaga auditor negara justru ambruk.

Ketua Komisi III DPRD Muna, Awal Jaya Balombo (AJB), mengungkapkan kegeramannya terhadap insiden ini. Ia menyesalkan proyek dengan anggaran puluhan miliar tersebut yang hasilnya justru mengecewakan. AJB menyatakan akan segera menyurati semua pihak terkait yang bertanggung jawab atas pembangunan stadion Motewe.

“Ini parah, bangunan yang dikerjakan dengan pinjaman dan PEN masa hasilnya begini. Kita akan surati mereka. Hari Senin kita akan panggil pihak-pihak terkait masalah ini,” ujarnya.

AJB juga menyoroti kelalaian kontraktor serta konsultan yang dianggap tidak memikirkan kualitas pekerjaan. Padahal, stadion yang akan menjadi ikon kota baru Motewe tersebut belum sama sekali difungsikan namun kondisinya sudah roboh.

“Untung saja tidak memakan korban jiwa. Padahal kemarin stadion ini baru saja digunakan untuk festival layang-layang oleh masyarakat Muna,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadis Pora) Muna, Rustam, belum bisa dikonfirmasi karena pesan WhatsApp-nya belum aktif. Media juga masih mencari informasi mengenai kontraktor pembangunan Gedung Stadion Motewe.

Pewarta : Borju




LKPD Kutuk Pernyataan Adimarno “Kota Mekah Kota Menyesatkan”

Bombana, SultraNET. – Pernyataan kontroversial yang diunggah oleh Adimarno di akun Facebook-nya, Adimarno Suku Tokotua, pada Jumat, 2 Agustus 2024, telah menuai kecaman dari berbagai kalangan.

Dalam postingannya yang telah dibagikan sebanyak 86 kali dan ditanggapi 450 komentar netizen saat berita ini dirilis, Adimarno menyebut Kota Mekah lebih tepat disebut sebagai “kota yang menyesatkan” dan bukan “kota suci”.

Menurut Adimarno, Kota Mekah menyesatkan pengunjungnya karena banyak yang tersesat saat berkunjung dan terpisah dari kelompoknya.

Ia juga menyebut bahwa banyak terjadi kejahatan di kota tersebut, seperti perjudian, pencurian, dan adanya perempuan penghibur, yang menurutnya tidak mencerminkan kesucian kota tersebut.

Menanggapi pernyataan tersebut, Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) melalui direktur LKPD, Muh. Arham, dengan tegas mengutuk pernyataan Adimarno dan meminta agar ia segera meminta maaf kepada publik.

“Pernyataan Adimarno ini adalah statemen yang tidak didasari oleh pengetahuan yang memadai sehingga kami meminta dia segera mencabut pernyataannya dan mulai belajar agar memiliki referensi yang cukup sebelum berbicara,” tegas Arham, Sabtu (3/8/2024).

Arham menambahkan bahwa Mekah dan Madinah dijuluki haramain, yang jika diterjemahkan secara harfiah bermakna dua kota suci.

“Mekah adalah kota suci bagi Islam. Pernyataan Adimarno di sosial media soal Mekah sangat menyakitkan umat. Sehingga kami meminta dia segera minta maaf. Apabila tidak, kami akan melaporkan soal dugaan pelanggaran UU ITE,” tegasnya.

LKPD memberikan waktu 2 x 24 jam kepada Adimarno untuk meminta maaf kepada publik, khususnya umat Muslim yang merasa tersakiti atas pernyataannya.

“Kami juga meminta Adimarno untuk lebih banyak membaca buku soal Mekah. Jangan karena ingin populer di sosial media sehingga bicara yang menyesatkan dan asal-asalan,” tambah Arham.

Selain itu, Arham juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam bersosial media.

“Hindarilah pernyataan yang bisa berpotensi merusak hubungan kemasyarakatan dan menyakiti publik karena bisa berujung pada pidana. Mari bersosial-media dengan baik dan mengutamakan edukasi,” pungkasnya.

Pernyataan Adimarno yang kontroversial ini memicu diskusi hangat di kalangan netizen dan menimbulkan berbagai reaksi, baik yang mendukung maupun yang menentang. Namun, mayoritas netizen mengecam keras pernyataan tersebut dan meminta agar Adimarno segera menarik ucapannya. (IS)




PJ. Bupati Sukanto Toding Programkan Jumat Berjamaah di Kolut

Kolaka Utara, SultraNET – Untuk meningkatkan spiritualitas dan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN), Penjabat (Pj) Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP. MA, sejak awal bertugas memprogramkan kegiatan Jumat Berjamaah ASN BerAkhlak.

Pada Jumat, 2 Agustus 2024, Masjid Syuhada di Desa Ponggiha menjadi tuan rumah bagi acara ini, yang dihadiri oleh para ASN dan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini dimulai dengan salat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kolaka Utara, Risal Natsir, S.Ag., M.Si.

Dalam kultum yang bertemakan “Ihsan”, Risal menjelaskan bahwa ihsan adalah salah satu dari tiga ajaran utama dalam Islam.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kolaka Utara, Risal Natsir, S.Ag., M.Si. saat menyampaikan Kultum
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kolaka Utara, Risal Natsir, S.Ag., M.Si. saat menyampaikan Kultum

Menurut Rasulullah SAW, Islam terdiri dari tiga pilar utama: iman, Islam, dan ihsan. Ihsan, lanjutnya, berarti beribadah dengan kesadaran seolah-olah kita melihat Allah, dan jika tidak melihat-Nya, kita harus yakin bahwa Allah selalu melihat kita.

Risal Natsir menekankan bahwa nilai ihsan harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam pelayanan publik.

“Sebagai ASN, sangat penting untuk mengedepankan prinsip ihsan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dengan selalu merasa diawasi oleh Allah dan berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap tindakan,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen ASN untuk menerapkan nilai-nilai ihsan dalam tugas sehari-hari sebagai pelayan masyarakat.

Selain itu, program Jumat Berjamaah ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara ASN dan masyarakat.

PJ Bupati Sukanto Toding menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membentuk ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki akhlak mulia.

“Dengan melibatkan ASN dalam kegiatan keagamaan seperti ini, kami berharap mereka dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat dan dapat menjalankan tugas dengan integritas serta rasa tanggung jawab yang tinggi,” ungkapnya.

Selain kegiatan salat Subuh berjamaah, program ini juga akan mencakup berbagai aktivitas keagamaan lainnya seperti kajian Islam, shalat Jumat berjamaah, dan kegiatan sosial.

“Semua ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter ASN di Kolaka Utara,” tegas Sukanto

Melalui program Jumat Berjamaah ASN BerAkhlak, diharapkan ASN Kolaka Utara dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengedepankan prinsip-prinsip keislaman yang rahmatan lil alamin.

Sumber : Kominfo Kolut




Pengedar Narkoba di Bombana Ditangkap

Bombana, SultraNET. – Kepolisian Resor (Polres) Bombana berhasil menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu di Desa Tahi Ite, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana. Penangkapan ini dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Bombana pada Selasa (30/7) sekitar pukul 03.30 WITA.

Kasat Resnarkoba Polres Bombana, Muh. Arman, S.H., M.M., mengatakan bahwa penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan seorang pria yang sering mengedarkan narkotika jenis sabu di wilayah Desa Tahi Ite. Berdasarkan informasi tersebut, personil Sat Resnarkoba segera melakukan penyelidikan.

“Kami menerima laporan masyarakat tentang adanya seorang pria yang diduga sering mengedarkan narkotika jenis sabu di Desa Tahi Ite. Setelah melakukan penyelidikan, kami berhasil mengidentifikasi dan menangkap tersangka di rumahnya,” ujar Kasat Resnarkoba.

Tersangka yang ditangkap diketahui bernama Rondong bin Marhuni (38), seorang petani yang tinggal di Desa Tahi Ite. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan empat paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,66 gram yang disembunyikan di dalam dompet coklat di lantai dapur rumah tersangka.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, antara lain tiga lembar sachet plastik bening ukuran sedang, satu pak klip plastik bening ukuran kecil, satu buah timbangan digital merek Sonic warna hitam, uang tunai sebesar Rp1.200.000, serta dua unit handphone merek OPPO.

Dalam interogasi awal, Rondong mengakui bahwa narkotika jenis sabu tersebut adalah miliknya dan ia berniat mengedarkannya di wilayah Desa Tahi Ite. Saat ini, tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres Bombana untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Bombana, AKBP Roni Syahendra, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tebang pilih dalam menangani kasus-kasus narkotika.

“Kami akan terus berupaya mengungkap dan memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Bombana tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Tersangka Rondong bin Marhuni kini dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) subsider Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang mengatur tentang sanksi pidana bagi pelaku tindak pidana narkotika.

Polres Bombana juga akan melakukan sejumlah langkah lanjutan dalam penyidikan kasus ini, termasuk pemeriksaan saksi dan tersangka, gelar perkara awal, pengambilan sampel urine, serta pengiriman barang bukti sabu ke laboratorium forensik.

Dengan penangkapan ini, diharapkan peredaran narkotika di wilayah Bombana dapat ditekan dan memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya.

Polres Bombana juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka. (IS)




Pj. Bupati Bombana Luncurkan Program Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL)

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi meluncurkan program Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL) dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Badan Pangan Nasional. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., di Kecamatan Lantari Jaya pada Senin (29/7/2024). Peluncuran ini mengusung tema “Sinergi Bersama Menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan serta Menjaga Inflasi Tetap Rendah dan Stabil.” Turut hadir Forkopimda Kabupaten Bombana, pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Lantari Jaya, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto menegaskan bahwa program GAUL merupakan langkah strategis untuk meningkatkan akses pangan dengan harga terjangkau bagi masyarakat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh pasar konvensional. “Kami berharap GAUL dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga mereka dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih murah dan stabil,” ujar Edy Suharmanto.

Program GAUL ini juga merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan inflasi dan harga pangan yang terus berfluktuasi. Pj. Bupati Bombana menambahkan bahwa meskipun beberapa komoditas pangan, seperti beras, mengalami kenaikan harga, kondisi ini masih relatif stabil berkat masuknya musim tanam periode April hingga September.

Berdasarkan laporan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bombana, stok beras di wilayah tersebut masih aman, termasuk persediaan di gudang Bulog. Selain itu, Indeks Perkembangan Harga (IPH) menunjukkan nilai positif, menandakan bahwa upaya pengendalian inflasi daerah berjalan dengan baik. Komoditas utama yang mempengaruhi IPH antara lain daging sapi, cabai merah, dan udang basah.

Kegiatan Launching program Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL)
Kegiatan Launching program Gerakan Pangan Murah Keliling (GAUL)

Selain meluncurkan program GAUL, Pj. Bupati Bombana juga menyerahkan bantuan alat pertanian berupa hand traktor dan mesin pompa air kepada kelompok tani setempat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para petani meningkatkan produktivitas mereka dan mendukung ketahanan pangan daerah. “Bantuan ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami kepada para petani, agar mereka bisa terus berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan,” kata Edy Suharmanto.

Di akhir sambutannya, Pj. Bupati mengimbau agar ibu rumah tangga yang berbelanja di GAUL menggunakan bahan pangan yang dibeli untuk kebutuhan keluarga, bukan untuk dijual kembali. Ia berharap program ini dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pangan murah.

Program GAUL ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Kecamatan Lantari Jaya. Banyak warga yang merasa terbantu dengan adanya program ini, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi. “Dengan program seperti ini, kami bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Terima kasih kepada pemerintah yang selalu peduli dengan kami,” ungkap salah satu warga.

Peluncuran GAUL ini menandai komitmen pemerintah Kabupaten Bombana dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam pengendalian inflasi dan kestabilan harga pangan di tingkat lokal. Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta masyarakat, diharapkan program ini dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Bombana, khususnya di wilayah-wilayah yang lebih terpencil.




Pj. Bupati Bombana Luncurkan Aplikasi SRIKANDI Versi 3 untuk Tingkatkan Kearsipan Digital

Bombana, sultranet.com – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., secara resmi meluncurkan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) versi 3, sekaligus menggelar bimbingan teknis (Bimtek) terkait aplikasi tersebut, pada Senin (29/7/2024) di Aula Kantor Dinas Perpustakaan Kabupaten Bombana. Acara ini dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan dari berbagai instansi pemerintah.

Peluncuran aplikasi SRIKANDI versi 3 ini merupakan langkah penting dalam upaya meningkatkan tata kelola kearsipan yang berbasis digital, sejalan dengan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Bombana. Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto menegaskan bahwa aplikasi ini diharapkan dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Saya harap setelah launching ini, aplikasi SRIKANDI segera diimplementasikan oleh seluruh perangkat daerah. Ini akan menjadi lompatan besar dalam pengelolaan kearsipan yang lebih baik di Kabupaten Bombana,” ujar Edy.

Edy Suharmanto juga menyampaikan optimisme bahwa aplikasi SRIKANDI akan meningkatkan hasil pengawasan kearsipan dan evaluasi reformasi birokrasi di Bombana, yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan arsip sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang lebih modern dan efisien.

Suasana Pembukaan Kegiatan Bimtek
Suasana Pembukaan Kegiatan Bimtek

Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Bombana, Alfian, SH., MAP, dalam laporannya menyampaikan bahwa Bombana adalah satu-satunya kabupaten di Sulawesi Tenggara yang telah melaksanakan pengawasan kearsipan internal terhadap seluruh OPD. Penerapan aplikasi SRIKANDI diyakini akan mendongkrak nilai evaluasi SPBE dan Pengawasan Kearsipan Internal.

Peluncuran aplikasi SRIKANDI versi 3 ini juga diiringi dengan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang diikuti oleh 199 peserta, yang terdiri dari 137 peserta Bimtek SRIKANDI dan 62 peserta Bimtek Pengelolaan Arsip Dinamis. Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para peserta terkait fitur-fitur terbaru dari aplikasi, cara penggunaannya, serta solusi terhadap kendala teknis yang mungkin timbul.

Selama sesi Bimtek, para peserta diberikan pelatihan praktis mengenai cara pengelolaan dokumen secara digital melalui aplikasi SRIKANDI. Dengan pelatihan ini, diharapkan instansi pemerintah di Bombana dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi dalam kegiatan sehari-hari, yang pada akhirnya akan mendukung pengelolaan arsip yang lebih efisien, profesional, dan sesuai dengan standar nasional.

Di akhir acara, Edy Suharmanto menegaskan bahwa pengelolaan arsip yang baik bukan hanya sekadar kewajiban administratif, tetapi juga sebagai bagian penting dari pelayanan publik yang berkualitas. Dengan penerapan SRIKANDI, pemerintah Kabupaten Bombana diharapkan dapat memberikan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Acara peluncuran dan bimbingan teknis ini mendapatkan apresiasi dari para peserta yang hadir. Mereka menganggap inisiatif ini sebagai langkah maju dalam modernisasi pemerintahan di Bombana. Dengan pengelolaan arsip yang lebih terintegrasi dan efisien, diharapkan akan tercipta pelayanan publik yang lebih baik di masa mendatang.

Penerapan SRIKANDI ini juga merupakan bagian dari upaya Kabupaten Bombana dalam mendukung program digitalisasi nasional, yang tidak hanya meningkatkan kinerja pemerintahan, tetapi juga mendukung terwujudnya reformasi birokrasi yang lebih efektif dan efisien.




WON Berani Calon Gubernur Sultra

Bombana, SultraNET. – Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Tenggara, Wa Ode Nurhayati (WON), menegaskan dirinya siap maju sebagai calon Gubernur Sulawesi Tenggara pada Pilkada 2024. Pernyataan ini disampaikan WON pada Rapimda I, DPD Partai Hanura Sultra, Minggu (28/7/2024)

Dihadapan pengurus Partai Hanura se Sultra, WON mengungkapkan bahwa kendatipun Hanura di DPRD Sultra hanya memiliki satu kursi, namun dirinya tetap optimis mampu melengkapi untuk bisa maju sebagai calon gubernur sultra.

“Insya Allah kita siap untuk maju sebagai calon gubernur sultra,” ucapnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Sebagai ketua DPD Hanura Sultra ia menegaskan bahwa dalam proses pencalonan Pilkada serentak ini, tidak ada praktik uang dan kekuasaan yang mempengaruhi pengurusan rekomendasi baik untuk calon gubernur maupun calon bupati dan walikota.

“Ketua umum DPP Partai Hanura adalah pribadi terbaik yang selalu menjunjung tinggi kehormatan pimpinan partai di bawahnya. Beliau berprinsip bahwa menghormati pimpinan di bawahnya adalah sama dengan menghormati dirinya sendiri,” ungkap WON.

Lebih lanjut, WON menyatakan bahwa ia memperlakukan seluruh ketua DPC di Sulawesi Tenggara dengan cara yang sama seperti bagaimana ia diperlakukan oleh ketua umum.

“Aspirasi mereka saya tampung, saya dengarkan, saya simulasikan, dan saya rumuskan sebelum mengambil kesimpulan,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, WON juga menekankan pentingnya menjaga harkat dan martabat Partai Hanura di Sulawesi Tenggara.

“Kita berjuang demi masa depan Sulawesi Tenggara, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Kendati demikian, WON menyadari bahwa proses perebutan pintu di Pilkada 2024 tidaklah mudah dan pasti akan ada goncangan.

“Kami berani menyatakan diri untuk maju sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara, calon Bupati, calon Walikota, dan calon Wakil Bupati. Semua keputusan ini kami diskusikan dan pertimbangkan bersama DPP,” jelas WON.

WON mengakhiri pernyataannya dengan pesan dari ketua umum DPP Partai Hanura yang selalu ia pegang teguh dalam berpolitik:

“Dalam politik kalau berani jangan takut-takut, kalau takut jangan berani-berani.” tandasnya. (IS)

 




119717321722063731

119717321722063731




Pj. Bupati Bombana Lantik Pejabat Baru: Dorong Efisiensi dan Profesionalisme ASN

Bombana, sultranet.com – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, secara resmi melantik dan mengukuhkan Pejabat Administrator, Pengawas, Fungsional, dan Kepala Sekolah di lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, pada Jumat (26/7/2024). Acara yang digelar di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana ini, dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Para Kepala OPD, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Pelantikan tersebut melibatkan 112 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengalami mutasi, promosi, atau pengukuhan jabatan. Sebanyak 22 ASN kembali ke jabatan sebelumnya, sementara 17 ASN dikukuhkan pada jabatan yang sama. Selain itu, 73 ASN menduduki posisi baru di jajaran pejabat eselon III dan IV, dengan beberapa di antaranya menempati posisi strategis seperti Camat, Sekretaris Dinas, dan Kepala Bagian (Kabag).

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi ASN merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjaga dinamika organisasi pemerintah daerah. “Proses ini adalah siklus alamiah dalam sebuah ekosistem organisasi. Hal ini penting dalam evaluasi dan peningkatan kinerja, sekaligus regenerasi sumber daya manusia,” ujar Edy.

Lebih lanjut, Edy menjelaskan bahwa penataan ini telah melalui berbagai tahapan prosedural yang ketat dan hati-hati, termasuk mendapatkan izin tertulis dari Menteri Dalam Negeri. “Mutasi dan promosi ini sudah sesuai ketentuan. Saya meminta agar pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan tugas pokok dan fungsi yang diamanatkan untuk meningkatkan efisiensi kinerja,” tambahnya.

Foto bersama usai pelaksanaan pelantikan
Foto bersama usai pelaksanaan pelantikan

Edy Suharmanto juga menekankan pentingnya ASN yang dilantik untuk selalu menjunjung tinggi integritas, profesionalitas, dan menjaga marwah Pemerintah Kabupaten Bombana. Ia berharap, melalui pelantikan ini, kualitas birokrasi di Bombana dapat semakin baik dan mampu memenuhi harapan masyarakat. “Saya berharap agar pejabat yang dilantik hari ini dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, sehingga Bombana bisa terus berkembang, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga untuk masa depan,” tegasnya.

Pelantikan pejabat ini, menurut Pj. Bupati, adalah langkah strategis dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik di Kabupaten Bombana. Dengan menempatkan ASN yang memiliki kompetensi sesuai dengan jabatan yang diemban, diharapkan setiap sektor pemerintahan dapat beroperasi lebih optimal.

Selain itu, rotasi dan mutasi ini juga bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan regenerasi di tingkat manajerial pemerintahan. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa struktur organisasi pemerintah daerah tetap dinamis dan adaptif terhadap perkembangan dan tantangan yang dihadapi.

Sejumlah pejabat yang baru dilantik menyatakan kesiapan mereka untuk segera beradaptasi dan melaksanakan tugas yang telah diamanatkan. Salah satu pejabat yang dilantik sebagai Camat, mengungkapkan rasa syukur dan berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan publik di wilayahnya. “Amanah ini adalah tanggung jawab besar, dan saya akan berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Acara pelantikan berlangsung dengan khidmat dan lancar. Setelah prosesi pelantikan, para pejabat yang baru dilantik berfoto bersama dengan Pj. Bupati dan pejabat lainnya sebagai simbol solidaritas dan komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Bombana.

Dengan pelantikan ini, diharapkan roda pemerintahan Kabupaten Bombana semakin solid dan mampu bergerak cepat dalam mewujudkan program-program strategis yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Pj. Bupati juga berharap agar seluruh pejabat yang dilantik dapat bekerja sama dengan baik, saling mendukung dalam membangun Kabupaten Bombana menjadi lebih maju, transparan, dan akuntabel.