Dipimpin Pj. Bupati Edy Suharmanto, Bombana Sukses Pertahankan Opini WTP ke-11

Bombana, Sultranet.com – Kabupaten Bombana,  kembali mencetak prestasi gemilang dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang kesebelas kalinya. Penghargaan ini diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia perwakilan Sulawesi Tenggara atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2023 yang transparan dan akuntabel. Rabu 22 Mei 2024

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, di kantor BPK RI perwakilan Sultra. Dalam sambutannya, Drs. Edy Suharmanto menyatakan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan bangga dapat mempertahankan opini WTP untuk yang kesebelas kalinya. Ini adalah hasil kerja keras dan komitmen seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Bombana dalam menerapkan tata kelola keuangan yang baik dan akuntabel,” ujar Edy Suharmanto.

Opini WTP ini menunjukkan bahwa laporan keuangan pemerintah Kabupaten Bombana telah sesuai dengan standar akuntansi pemerintah yang berlaku. Hal ini tidak hanya mencerminkan pengelolaan keuangan yang baik tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Kepala BPK RI perwakilan Sultra, Dadek Nandemar, berharap agar pencapaian ini bisa terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi daerah lain di Sulawesi Tenggara. “Dengan pencapaian opini WTP kesebelas ini, Kabupaten Bombana membuktikan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab. Semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus meningkatkan kualitas laporan keuangannya,” ujar Dadek Nandemar.

Pj Bupati Bombana menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja pemerintahan, khususnya dalam hal pengelolaan keuangan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk para pegawai di berbagai sektor pemerintahan dan masyarakat Bombana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa, M.Si, menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari tanggung jawab dan kedisiplinan dalam pengelolaan anggaran. “Sebagai Sekretaris Daerah dan tim pengelola anggaran, saya selalu meminta kepada semua pihak yang terlibat untuk mengikuti standar-standar yang sudah ditetapkan,” kata Man Arfa.

Penghargaan WTP ke sebelas ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Bombana mampu menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah secara konsisten. Dengan pencapaian ini, Kabupaten Bombana semakin optimis dalam menjalankan berbagai program pembangunan yang lebih baik di masa mendatang. (PPID Bombana)




Konsorsium Pemerhati Investasi Sulawesi Tenggara dan Aktivis Kolaka Gelar Demo di Kantor PT Vale Indonesia

Jakarta, Sultranet.com – Konsorsium Pemerhati Investasi Provinsi Sulawesi Tenggara, bersama dengan Pemuda dan Aktivis Kabupaten Kolaka, menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT Vale Indonesia Tbk di Sques Tower, Jl. Jendral Sudirman No. Kav 71, Senayan Kota, Jakarta Selatan. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap kurangnya progres pembangunan smelter oleh PT Vale Indonesia di site Pomalaa. Rabu (22/5/2024)

Mardin Fahrun, penanggung jawab aksi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mengawal investasi di Kabupaten Kolaka. “Kami telah beberapa kali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kolaka dan melakukan kunjungan ke site PT Vale Indonesia untuk memeriksa progres pembangunan smelter pasca groundbreaking pada tahun 2022 yang dihadiri oleh Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan,” ungkap Mardin.

Mardin menegaskan bahwa mereka bukan anti-investasi, tetapi membutuhkan kejelasan apakah PT Vale Indonesia serius berinvestasi di Kolaka atau hanya mengklaim lahan tanpa ada tindakan nyata. “Selama 56 tahun PT Vale Indonesia berada di Kolaka, mereka belum memiliki kantor permanen di daerah tersebut,” tambahnya.

Selain itu, Mardin juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap manajemen PT Vale Indonesia site Pomalaa yang diduga sengaja membenturkan demonstran dengan masyarakat setempat pada aksi yang direncanakan pada 22 April 2024 lalu. “Kami meminta manajemen PT Vale Indonesia untuk menjelaskan progres pembangunan smelter, tetapi aksi tersebut tidak berlangsung karena adanya benturan yang kami duga sengaja dilakukan,” keluh Mardin.

Ismail, Ketua Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia (HIPPMI) Kolaka, juga menyampaikan kekesalannya. “Aksi kami hari ini adalah buntut dari kondisi PT Vale Indonesia site Pomalaa yang tidak menunjukkan perkembangan apapun pasca groundbreaking pada April 2022. Kami menilai kehadiran PT Vale Indonesia di Kolaka site Pomalaa hanya menciptakan konflik antar sesama anak daerah, bukan menciptakan iklim investasi yang adaptif dengan kearifan lokal,” tegas Ismail.

Sugiarto, Ketua Lingkar Demokrasi Pemuda Indonesia (LDPI) Kolaka, menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal investasi di daerah mereka dan berencana melakukan aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar di kantor PT Vale Indonesia serta di kantor Menteri ESDM RI. “Kami akan tetap konsisten mengawal investasi yang masuk di daerah kami dan pastikan dalam waktu dekat akan melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar,” pungkasnya.

Dalam aksi ini, demonstran membawa beberapa tuntutan utama yaitu, Mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap seluruh aspek PT Vale Indonesia, apakah layak diperpanjang atau tidak, Mendesak pemerintah agar lahan PT Vale Indonesia site Pomalaa dikurangi atau dikembalikan kepada negara atau BUMD setempat, karena belum dikelola selama 55 tahun,

Mendesak Presiden PT Vale Indonesia Tbk untuk mengklarifikasi, mengevaluasi, dan memecat manajemen PT Vale Indonesia site Pomalaa yang diduga sengaja menciptakan konflik antar masyarakat setempat dan tidak mampu membangun komunikasi yang baik dengan kearifan lokal.

Hingga berita ini di rilis, belum ada penjelasan resmi dari PT. Vale Indonesia.

(Sumber : Rilis Pers Konsorsium Pemerhati Investasi Provinsi Sulawesi Tenggara)




Pj Bupati Bombana Hadiri Rakornas Pengawasan Intern 2024

Kendari, Sultranet.com – Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengawasan Intern Tahun 2024 yang digelar oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melalui platform Zoom Meeting di Hotel Plaza Inn, Kendari. Pj Bupati didampingi oleh Kepala Inspektorat Daerah Kab. Bombana, Muslihin, SP., Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos), Sofian Baco, ST., M.P.W., dan Kabid IKP, Fadlan, S.Si., MM. Rabu, 22 Mei 2024

Rakornas ini dibuka secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo, dan dihadiri oleh 15 perwakilan pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota. Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa peran BPKP bukanlah mencari kesalahan, melainkan mencegah penyimpangan dan memberikan arahan serta tuntunan. “Fokusnya bukan berapa banyak yang melakukan penyimpangan, tapi berapa banyak yang bisa dirasakan rakyat dari program pemerintah,” ujar Presiden Joko Widodo.

Kepala BPKP, Muhammad Yusuf Ateh, menyatakan bahwa Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah 2024 bertujuan untuk mengkoordinasikan langkah pengawasan demi mempercepat penyelesaian target pembangunan 2020-2024 yang masih tersisa. Ia menambahkan bahwa hasil pengawasan BPKP terhadap bidang pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan menemukan fenomena permasalahan yang serupa.

Fenomena tersebut mencakup isu koordinasi kelembagaan dan harmonisasi program antara instansi pusat dan daerah, serta isu kecukupan integrasi dan validasi data. Berdasarkan temuan ini, BPKP merekomendasikan pentingnya penyusunan kebijakan yang tepat, perencanaan yang baik dengan target kinerja terukur.

Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa upaya pembangunan jangka menengah dapat dituntaskan dengan baik untuk kesinambungan pembangunan di masa mendatang. (PPID Bombana)




Selaraskan Pembangunan, Pemkab Bombana Bahas RPJPD 2025-2045

Bombana, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045. Acara yang berlangsung di Auditorium Tanduale, Kantor Bupati Bombana, ini dibuka secara resmi oleh Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si. Selasa (21/5/2024)

Musrenbang RPJPD ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, termasuk Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara, J. Robert, ST., MT., Wakil Ketua DPRD Bombana, Forkopimda Bombana, Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, serta Camat, Lurah, dan Kepala Desa se-Kabupaten Bombana. Hadir pula instansi vertikal dan peserta Musrenbang lainnya.

Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si saat menyampaikan sambutannya
Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si saat menyampaikan sambutannya

Tujuan utama dari pelaksanaan Musrenbang RPJPD ini adalah untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan jangka panjang pusat dan daerah, dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045. Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto menekankan pentingnya partisipasi semua pihak dalam proses perencanaan pembangunan.

“Musrenbang RPJPD merupakan momentum untuk merumuskan visi bersama dan agenda pembangunan yang akan menjadi pedoman bagi pembangunan Kabupaten Bombana selama dua dekade ke depan,” ujarnya.

Kepala Bappeda Provinsi, J. Robert, ST., MT., yang juga menjadi pemateri dalam kegiatan ini, menguraikan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mencapai tujuan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.

“Dokumen hasil Musrenbang RPJPD harus mencerminkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Bombana,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rencana pembangunan yang menjadi panduan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berdaya guna. Musrenbang RPJPD Kabupaten Bombana diharapkan mampu menghadirkan solusi inovatif dan strategis untuk menghadapi tantangan pembangunan di masa depan, serta memperkuat koordinasi antar lembaga dan pemangku kepentingan.

Dengan adanya Musrenbang RPJPD ini, Kabupaten Bombana berharap dapat berkontribusi secara signifikan dalam pencapaian visi Indonesia Emas 2045, yang ditandai dengan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(PPID Bombana)




BKD Bombana Bersiap Susun APBDP 2024 dan APBD 2025

Bombana, Sultranet.com – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Bombana menggelar rapat persiapan penting untuk penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2024 dan APBD Induk tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Anggaran BKD Bombana ini dipandu langsung oleh Kabid Anggaran BKD Bombana, Achmad Said Effendy, ST, MM. Selasa (21/5/2024)

Achmad Said Effendy, dalam arahannya, menekankan pentingnya sinergi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun APBD yang responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat. “Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel adalah kunci untuk memastikan efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran publik,” ujar Effendy.

Puluhan perencana dari berbagai OPD turut serta dalam pembahasan yang mencakup berbagai aspek penyusunan APBD, termasuk timeline pelaksanaan penyusunan APBDP 2024 dan APBD Induk Tahun 2025. Para perencana OPD memberikan masukan dan usulan, menyoroti berbagai potensi dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di masing-masing bidang.

Diskusi yang intensif dan kolaboratif ini diharapkan dapat menghasilkan APBD yang lebih inklusif dan berpihak kepada kepentingan rakyat. “Kami berharap partisipasi aktif dari seluruh OPD untuk memastikan bahwa setiap program dan anggaran yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” kata Achmad Said Effendy.

Rapat ini menandai langkah awal dalam proses penyusunan anggaran tahunan yang akan melibatkan seluruh stakeholder. Tujuannya adalah memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Bombana.

Dalam rapat ini, Said juga menyoroti pentingnya penyelarasan antara program daerah dengan kebijakan nasional. “Keselarasan ini penting untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih luas dan memastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan dimulainya rapat persiapan ini, diharapkan Kabupaten Bombana dapat menyusun anggaran yang lebih baik, transparan, dan akuntabel, serta mampu mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat di tahun-tahun mendatang.

BKD Bombana berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah, dengan memprioritaskan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dalam setiap tahap penyusunan APBD.

(PPID Bombana)




Peringati Harkitnas ke-116, Sekda Kolut Sampaikan Amanat Menkominfo

Kolaka Utara, Sultranet.com  – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-116, bertempat di Lapangan Aspirasi Kompleks Perkantoran Bupati Kolaka Utara. Senin, 20 Mei 2024. Upacara ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara, Dr. Taufiq, SP.MM, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Pada kesempatan itu, Sekda Kolaka Utara menyampaikan terima kasih atas sinergisitas dan kerja sama dari TNI/Polri, instansi/lembaga, stakeholder, dan seluruh elemen masyarakat Kolaka Utara dalam menyambut kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Kolaka Utara beberapa hari lalu.

Saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Taufiq mengenang sejarah kebangkitan nasional yang ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Organisasi ini menjadi tempat belajar dan berdebat tentang pentingnya pendidikan bagi rakyat Hindia Belanda tanpa memandang status sosial.

“Embrio Indonesia lahir dari kemajuan modern dan pencerahan kaum muda berpendidikan yang tidak kehilangan identitas ke-Indonesiaannya, dari kaum muda terdidik inilah cita-cita kemerdekaan dan kebebasan dirumuskan dan diperjuangkan. Kebangkitan nasional adalah penanda lahirnya zaman baru serta pencetus cara berpikir baru.” ujar Taufiq.

Peserta Upacara
Peserta Upacara

Taufiq juga menyampaikan bahwa Indonesia kini berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama dengan menghadapi tantangan dan peluang baru yang ditandai oleh kemajuan teknologi.

“Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan bijaksana. Salah satu penopangnya adalah adopsi teknologi digital,” katanya.

Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79,5 persen dari total populasi, dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan mencapai 1 triliun USD pada tahun 2030.

Mengakhiri sambutannya, Taufiq menegaskan bahwa kebangkitan kedua merupakan momen penting bagi Indonesia untuk menatap masa depan dengan optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan.

“Kemajuan telah terpampang, momen ini harus diadopsi, agar masyarakat Indonesia langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Pada titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam, bonus demografi, dan potensi transformasi digital menjadi modal dasar menuju Indonesia Emas 2045,” tandasnya.

(Sumber Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut)




Bantu Perluasan Areal Tanam, Pemkab Bombana Salurkan Alsintan

Bombana, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pertanian menyerahkan alat dan mesin pertanian (Alsintan) berupa traktor roda 4 (TR-4) sebagai bagian dari Program Pompanisasi untuk mendukung Perluasan Areal Tanam (PAT) dan peningkatan produksi padi tahun anggaran 2024. Acara penyerahan berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bombana pada Senin (20/5/2024).

Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, dalam arahannya menyampaikan bahwa prioritas pembangunan nasional saat ini adalah bidang perekonomian. Pemerintah berusaha meningkatkan hasil produksi pertanian, dengan Kabupaten Bombana sebagai salah satu daerah yang memiliki areal pertanian luas dan sumber daya alam yang potensial.

“Kabupaten Bombana dapat kembali meraih masa kejayaannya sebagai lumbung pangan untuk kabupaten kota sekitarnya jika indeks pertanaman dapat ditingkatkan menjadi tiga kali per tahun,” ujar Edy. Penggunaan Alsintan diharapkan dapat membuat usaha tani lebih efektif dan efisien.

Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si saat menyerahkan bantuan
Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si saat menyerahkan bantuan

Bantuan Alsintan ini merupakan salah satu upaya pemerintah pusat dalam menjalankan program pompanisasi. Bantuan tersebut berasal dari anggaran dana APBN tahun 2024 melalui Kementerian Pertanian RI, Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana. Kabupaten Bombana menerima empat unit traktor roda empat yang akan disalurkan kepada beberapa kelompok tani di kecamatan berbeda.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Ir. Muhammad Siarah, M.Si, menyatakan bahwa program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung perluasan areal tanam dan peningkatan produksi padi. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Kabupaten Bombana, sejalan dengan visi misi menjadikan Kabupaten Bombana Bercahaya.

Tahun 2023/2024, luas tanam padi mengalami penurunan sebesar 18,71% secara nasional akibat dampak El Niño ekstrem, dengan Bombana mengalami penurunan sekitar 9.046 hektar dari 21.213 hektar pada tahun 2022 menjadi 12.167 hektar pada tahun 2023. Meskipun produksi menurun dari 17.713 ton gabah kering giling pada tahun 2022 menjadi 15.432 ton pada tahun 2023, dampaknya tidak terlalu signifikan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Ir. Muhammad Siarah, M.Si
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Ir. Muhammad Siarah, M.Si

Selain traktor, Bombana juga menerima bantuan Alsintan berupa 9 unit pompa air 3 inci dan 4 unit traktor roda 4 yang tersebar pada 13 kelompok tani di Kecamatan Rarowatu Utara, Rumbia, dan Poleang Utara.

“Kita berharap penerima bantuan untuk memanfaatkan alat tersebut demi kepentingan kelompok dan mendukung program pemerintah. Bantuan ini tidak untuk diperjualbelikan,” tegas Siarah.

Acara ini turut dihadiri oleh Forkompimda, Kepala OPD, Pimpinan DPRD, perwakilan dari Kementerian Pertanian RI, dan kelompok tani penerima bantuan. Kelompok tani penerima traktor roda 4 berasal dari Kecamatan Lantari Jaya, Rarowatu Utara, Rumbia, dan Poleang Utara.




Pj. Bupati Bombana Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional Ke-116

Bombana, Sultranet.com – Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 dengan tema “Bangkit Untuk Indonesia Emas” di halaman Kantor Bupati Bombana. Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, Senin (20/5/2024)

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto membacakan amanat dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menekankan bahwa saat ini Indonesia berada pada fase kebangkitan kedua. “Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner,” ujar Edy Suharmanto.

Edy menambahkan bahwa penguasaan teknologi merupakan peluang untuk mencapai “Indonesia Emas.” Indonesia memiliki potensi besar, terutama dengan bonus demografi yang menunjukkan 60% penduduk Indonesia dalam dua dekade ini berada pada usia produktif, siap mengembangkan inovasi-inovasi baru yang mendukung kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.

“Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Momen kebangkitan kedua ini harus kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Potensi sumber daya alam, bonus demografi, dan potensi transformasi digital kita adalah modal dasar menuju Indonesia Emas 2045,” lanjut Edy Suharmanto.

Kegiatan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116
Kegiatan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116

Upacara ini juga dimeriahkan dengan pengibaran bendera merah putih oleh Pasukan Pengibar Bendera, serta pembacaan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dengan semangat kebangkitan nasional, Bombana siap melangkah ke depan, berinovasi, dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional Ke-116 ini menggarisbawahi pentingnya semangat kebangkitan dan inovasi teknologi sebagai kunci untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045.




Polsek Lantari Jaya Tangkap Pencuri Sapi dan Pembobol Sejumlah Kios di Bombana

Bombana, Sultranet.com – Kepolisian Sektor Lantari Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian sapi yang meresahkan warga di Kecamatan Rarowatu Utara dan Rumbia, Kabupaten Bombana. Dua pelaku yang diketahui berinisial JN dan SB, yang juga merupakan paman dan keponakan, telah diamankan setelah melakukan serangkaian tindak kriminal.

Kepada awak media sultranet.com, Minggu 19 Mei 2024.  Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Prasetyo Nento, SH menjelaskan, kejadian bermula pada Kamis malam, 2 Mei 2024, ketika pelaku SB menemui JN di Kasipute. Mereka merencanakan pencurian sapi karena desakan kebutuhan ekonomi. Keesokan harinya, Jumat malam, sekitar pukul 23.00 WITA, SB menghubungi JN untuk menjemputnya guna melaksanakan rencana mereka.

Pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 02.30 WITA, keduanya tiba di Desa Hukaea, di mana sapi milik korban yang berinisial WH terikat di samping rumahnya. Dengan cara menarik dan mengusir sapi tersebut, mereka membawanya ke Desa Marga Jaya melalui jalan persawahan dan aspal.

“Seorang saksi sempat curiga saat melihat SB menarik sapi di waktu subuh, namun SB berhasil mengelabui saksi dengan mengaku bahwa sapi tersebut miliknya yang terlepas,” ujar Prasetyo Nento.

WH melaporkan kehilangan sapinya ke Polsek Lantari Jaya pada 6 Mei 2024. Setelah menerima laporan, kepolisian melakukan penyelidikan intensif. SB sempat menawarkan sapi curian tersebut kepada saksi AG, sebelum akhirnya berangkat ke Kolono, Kabupaten Konsel.

Pada 16 Mei 2024, pukul 22.00 WITA, pelaku SB berhasil diamankan di rumahnya. Dari hasil interogasi, diketahui bahwa SB beraksi bersama JN. Penyisiran lebih lanjut membawa petugas menemukan JN di Rumbia pada 17 Mei 2024. JN pun ditangkap setelah koordinasi antara unit Opsnal Polsek Lantari Jaya dan Sat Intelkam Polres Bombana.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengakui telah melakukan pencurian sebanyak 11 kali, bukan hanya ternak, tetapi juga pembongkaran kios-kios di sepanjang Rarowatu Utara hingga Rumbia, dengan barang curian berupa rokok, bensin, dan tabung gas.

Kedua pelaku kini ditahan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun berdasarkan pasal 363 ayat (1) ke-1 dan ke-4 Subsider pasal 362 KUHP tentang pencurian hewan ternak. Barang bukti berupa seekor sapi betina jenis peranakan limosin telah diamankan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama masyarakat yang membantu pengungkapan kasus ini. Untuk itu kami mengimbau para peternak untuk lebih waspada menjaga hewan ternaknya, terutama menjelang Hari Raya Qurban.” Tandasnya. (IH)




Wanita Paruh Baya di Bombana Diduga Dipekosa Keponakan Sendiri

Bombana, Sultranet.com – Seorang wanita paruh baya di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, S (52) diduga diperkosa oleh keponakannya sendiri pada 22 April 2024 lalu, saat ini kasus tersebut tengah ditangani Polsek Poleang.

Ditemui awak media sultranet.com, Kamis (16/5/2024) S menceritakan pada saat kejadian dirinya tengah tertidur di rumahnya di Kelurahan Boepinang Barat, Kecamatan Poleang. Sekira pukul 01.00 pelaku Ad (53) datang kerumahnya dan meminta masuk, karena mengenal pelaku, korban lalu membukakan pintu. Terduga Pelaku diketahui merupakan anak pertama dari saudara tertua korban.

Setelah masuk kerumah korban, pelaku kemudian langsung membekap mulut korban lalu menyeretnya masuk kekamar kemudian melakukan tindakan pemerkosaan.

“Tangan saya dipukul dan leher saya dia cekik. Saya tidak kuat melawan karena saya belum lama habis terkena penyakit stroke,” ujarnya

Setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku kemudian mengancam korban agar korban mengikuti semua arahan pelaku termasuk korban diharuskan ikut ke Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan jika tidak ingin melihat ada korban jiwa dikalangan keluarga terdekat korban.

“Kalau kamu tidak ikut saya besok kamu lihat darah disini, begitu dia bilang,” bebernya

Setelah itu Korban kemudian dipaksa untuk ikut ke Kabupaten Selayar subuh itu juga dengan menggunakan kapal milik pelaku. Di Selayar korban selama seminggu sebelum diantarkan pulang oleh keluarga lainnya ke Bombana.

Salah satu Keluarga Korban, Gunawan menceritakan, setelah anak korban mengetahui ibu mereka (Korban) dibawa ke Selayar, Keluarga Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Poleang namun oleh Pihak Polsek disampaikan bahwa laporan akan di proses jika korbannya sudah kembali di Bombana.

“Tanggal 1 itu Korban sudah diantar sama keluarganya kembali dan keluarga kembali menyampaikan laporan dugaan pemerkosaan ke Polsek, tiga hari berikutnya Pelaku juga kembali dan sempat diamankan di Polsek selama beberapa hari, namun sayangnya sempat dilepas lagi,” ujar Gunawan

Setelah dilepaskan oleh Polsek Poleang, Pelaku membuat ulah dengan menyombongkan diri bahwa dia sudah bebas dari tuduhan dugaan pemerkosaan dan sempat membuat ulah sehingga nyaris bentrok dengan warga.

“Rame warga ke Polsek mengadu lagi dan kemudian pelaku kemudian kembali di amankan,” bebernya

Gunawan berharap agar kasus ini di ambil alih oleh Polres Bombana agar prosesnya dapat lebih cepat karena di khawatirkan kasus ini berpotensi menimbulkan konflik di masyarakat sekitar.

“Keluarga meminta agar kasus ini Polres yang tangani, agar lebih profesional.” tandasnya

Ditemui terpisah, Jumat (17/5/2024) Kasat Reskrim Polres Bombana, IPTU Yudha Febri Widanarko, S.Tr.K, S.I.K membenarkan telah menerima laporan terkait dugaan pemerkosaan di Polsek Poleang. Ia memastikan pihaknya mengatensi kasus ini untuk ditangani secepatnya.

“Insya Allah besok kita gelar perkara disini (Polres), kami sudah rencanakan agar kasus ini ditangani disini,” jelasnya

Perwira yang sebelumnya bertugas di Jatanras Polda Sultra itu menghimbau agar pihak keluarga Korban dan masyarakat tetap menjaga Kamtibmas dan tidak terpancing untuk melakukan tindakan tindakan yang bertentangan dengan hukum.

“Percayakan kasus ini ke Kepolisian, besok kita sudah gelar perkara.” Tandasnya.

Pewarta : Idris Hayang