Festival Ranokomea 2023, Wisata Alam Jadi Andalan

Bombana, SultraNET. – Pelaksanaan Festival Ranokomea 2023 di Desa Ranokomea, Kecamatan Poleang Barat, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menawarkan sejumlah objek wisata andalan yang menarik untuk dikunjungi wisatawan. Sabtu (15/12/2023)

Ada empat objek wisata andalan di Desa ranokomea, keempat objek wisata yang layak dikunjungi sebagai pihan destinasi wisata yaitu Pulau Kondo: Pulau kecil dengan pasir putih dan air laut yang jernih. Pengunjung dapat menikmati keindahan bawah laut melalui kegiatan snorkeling atau diving.

Pulau Kondo
Pulau Kondo

Karang Empat: Kawasan karang yang menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan dan biota laut. Karang ini terdiri dari empat jenis, yaitu karang lunak, karang keras, karang api, dan karang bunga, menciptakan keindahan alam bawah laut yang memukau.

Danau Laponu-Ponu: Danau yang terletak di tengah hutan, menampilkan keanekaragaman flora dan fauna. Pengunjung dapat melihat burung, monyet, dan bahkan buaya di sekitar danau. Sumber air panas di sekitar danau juga dipercaya memiliki khasiat penyembuhan.

Dnau Laponu Ponu
Dnau Laponu Ponu

Taman Teknologi Pertanian: Menampilkan inovasi dan teknologi pertanian modern seperti hidroponik, aeroponik, dan vertikultur. Pengunjung dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan petani dan praktisi pertanian, memberikan pengalaman edukatif yang berbeda.

Saat membuka Festival Ranokomea sebagai bagian dari rangkaian Kegiatan HUT Bombana ke-20, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Man Arfa, menyatakan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mengembangkan dan mengelola potensi wisata alam Ranokomea.

“Efek positif dari pengembangan destinasi wisata di Bombana akan menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, bahkan investor sekalipun,” ujarnya.

Man Arfa juga mengajak pemerintah desa dan kecamatan untuk bersama-sama membangun destinasi wisata di Ranokomea. “Sekarang ini belum terlalu maju, saya kira ke depan kita berkomitmen secara bersama-sama membangun daerah ini menjadi destinasi wisata yang terkemuka,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin, menegaskan bahwa Desa Ranokomea bukan hanya menjadi potensi wisata lokal, namun juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. “Desa Ranokomea masuk dalam daftar 10 besar desa wisata terbaik di Provinsi Sulawesi Tenggara dan 100 besar di tingkat nasional,” ungkap Annisa.

Pembukaan Festival Ranokomea
Pembukaan Festival Ranokomea

Dalam upaya mempromosikan dan mengembangkan destinasi wisata ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Bombana menggelar Festival Ranokomea. Festival ini, yang pertama kali diselenggarakan pada tahun ini, mengangkat tema “Harmonis Dalam Keberagaman,” menunjukkan bahwa Ranokomea tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga kaya akan tradisi dan budaya.

Melalui festival ini, pengunjung dapat menikmati kegiatan lomba kuliner, pemilihan Putra Putri Maritim untuk mewakili Kabupaten Bombana di tingkat provinsi, serta penyerahan piagam penghargaan kepada para pemenang Duta Wisata Kabupaten Bombana.

“Meskipun fasilitas belum maksimal pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas agar Ranokomea menjadi destinasi wisata yang dapat memukau hati para pengunjung di masa depan,” tandasnya. (Adv)




Ratusan Orang Warga Suku Moronene Demo DPRD Bombana

Bombana, SultraNET. | Ratusan orang warga suku Moronene yang tergabung dalam Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Moronene (HIPPAMOR), menggelar aksi demonstrasi di DPRD Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Teggara. Kamis (14/12/2023)

Para demonstran menyoroti masalah Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Bombana tentang Pelestarian Seni dan Budaya yang dinilai ambigu karena tidak spesifik mengidentifikasi seni dan budaya mana yang akan dilestarikan.

Heryanto A Nompa salah satu tokoh masyarakat suku moronene yang turut bersama massa aksi mengaku menyesalkan sikap para wakil rakyat di DPRD Bombana yang terkesan alergi dengan seni dan budaya suku moronene.

Padahal menurutnya sebagai suku tertua di jazirah bumi anoa sulawesi tenggara, suku moronene yang secara turun temurun telah mendiami wilayah kabupaten bombana sejak ratusan tahun silam telah mewariskan seni dan budaya yang tidak ternilai yang patut dilestarikan dan dijaga.

“Raperda ini ambigu, sehingga pertanyaannya kalau bukan seni dan budaya moronene yang akan dilestarikan disini (Bombana), terus tunjukkan tempat dimana seni dan budaya moronene akan kami lestarikan,” ujar Heryanto

Massa Aksi dan DPRD Bombana saat membacakan Poin Kesepakatan
Massa Aksi dan DPRD Bombana saat membacakan Poin Kesepakatan

Mantan Anggota DPRD Bombana Periode 2014-2019 itu menegaskan masyarakat moronene terkenal dengan sikap persaudaraan yang tinggi dimana secara history menerima kedatangan semua suku tanpa membeda-bedakan untuk bersama sama hidup di bombana.

“Jadi tolong lestarikan seni dan budaya kami sebagai ciri khas daerah ini,” tegas Heryanto yang juga ketua PPNI Sultra itu.

Hal senada disampaikan Ketua HIPPAMOR Hamdan Triandardinata, ia menekankan bahwa polemik terjadi di kalangan suku Moronene karena Raperda tidak secara spesifik menyebutkan seni dan budaya Moronene yang akan dilestarikan.

“Dimana Bumi di Pijak disitu Langit dijunjung, seharusnya Raperda ini berpihak pada Moronene selaku penduduk pribumi kabupaten Bombana,” tegasnya.

Menyikapi tuntutan para demonstran, Ketua DPRD Bombana, Arsyad, memastikan akan mengakomodir tuntutan massa aksi dengan menambahkan kata ‘Moronene’, sehingga Raperda tentang Pelestarian Seni dan Budaya akan menjadi Raperda Pelestarian seni dan budaya Moronene.

Ia menjelaskan tujuan DPRD mengajukan inisiatif rancangan perda ini sebagai bukti serius bahwa DPRD komitmen memperhatikan persoalan pelestarian adat dan budaya di Bombana.

“Malah ini kita rancang agar mengakomodir semua seni dan budaya yang ada di Bombana, tetapi tidak ada salahnya jika teman teman suku moronene ingin lebih dipertegas raperdanya apalagi inikan masih rancangan, masih panjang perjalanannya untuk mejadi Perda” bebernya.

Ditempat yang sama Ketua Bapemperda DPRD Bombana, Rumiyanto menjelaskan bahwa proses Raperda ini masih dalam tahap rancangan yang melibatkan berbagai pihak.

“Dengan adanya aspirasi ini, kita akan akomodir tentu dengan mencarikan formulasi agar pelestarian seni dan budaya lain yang ada di Bombana ini bisa pula diakomodir.” jelas Rumiyanto

Politisi Partai Demokrat itu membantah adanya informasi yang beredar bahwa Raperda ini merupakan produk hukum yang akan diselesaikan dalam satu minggu kedepan atau dibuat secara terburu buru.

“Paling cepat 6 bulan kedepan Raperda ini bisa selesai, jadi tidak benar itu kalau ini bisa menjadi Perda dalam tahun ini, karena prosesnya masih panjang,” jelasnya

Pada kesempatan tersebut Anggota DPRD dua periode itu meminta keluarga suku moronene untuk tidak terhasut dan meragukan komitmen DPRD Bombana dalam upaya pelestarian seni dan budaya di Bombana khususnya seni dan budaya suku moronene.

“Sejak Bombana mekar menjadi sebuah kabupaten nanti di periode DPRD sekarang inisiatif pelestarian seni dan budaya ini di ajukan. Artinya komitmen kita untuk memajukan itu tidak usah diragukan,” tegasnya

Wakil Ketua Bapemperda, Andi Firman menambahkan jika Raperda ini lahir sebagai Perda, akan terbuka banyak program terkait pelestarian adat dan budaya, termasuk pembuatan museum untuk menyimpan koleksi dan tempat memperkenalkan adat dan seni Moronene kepada masyarakat luas.

Mantan Ketua DPRD Bombana periode 2014-2019 menyebut banyak yang menafsirkan keliru terkait Raperda ini, bahwa dengan tidak adanya frasa Moronene seolah olah ada upaya mengkaburkan atau menghilangkan eksistensi seni dan budaya moronene.

“Perda ini dibikin di Bombana dan kita semua tahu bahwa bombana ini wilayah kerajaan moronene dulunya, sehingga apapun itu yang akan dilestarikan pasti adalah seni dan budaya moronene,” bebernya

Ia menjelaskan, pihak terkait yang dipanggil untuk menghadiri seminar awal dan seminar akhir naskah akademik Raperda ini hanya tokoh dan yang paham adat suku moronene dan tidak ada tokoh dari suku lain.

“Biarpun tidak memuat frasa moronene tetapi itu secara otomatis jika berbicara seni dan budaya bombana maka itu pasti Moronene. Tetapi dengan adanya aksi ini tentu akan lakukan review lagi agar dalam judul dan isi Raperda nantinya tegas bahwa yang akan dilestarikan adalah seni dan budaya moronene.”tandasnya.

Adapun hasil kesepakatan Hippamor dan DPRD Bombana terdiri dari tiga poin, Pertama Raperda tentang Pelestarian seni dan budaya diubah menjadi Raperda tentang Pelestarian seni dan budaya Moronene. Yang Kedua, dalam penyusunan Naskah akademik melibatkan Lembaga Adat Moronene, Rukun Keluarga Moronene, dan tokoh-tokoh yang paham dengan kebudayaan moronene.

Poin terakhir dalam waktu 1x 24 jam DPRD Bombana segera membentuk tim khusus yang melibatkan Lembaga Adat Moronene, Rukun Keluarga Moronene, dan tokoh-tokoh yang paham dengan kebudayaan moronene.

Pantauan awak media ini, aksi yang sempat membuat macet jalan ibu Kota Bombana itu turut dihadiri Tokoh suku moronene asal Kabaena Sahrun Gaus, Awaluddin, Sono dan Andri Ananta dan dari Poleang, nampak Mantan Anggota DPRD Bombana Syukur, Akademisi Achmad Baco dan Yanas Bandu sedangkan dari Rumbia nampak pula Mantan Wakil Bupati Johan Salim, Heryanto A Nompa, Gufran Kapita, Refli dan sederet tokoh moronene  lainnya yang nampak berbaur dengan massa aksi. (IS)




Mahasiswa Informatika Unisan Kunjungi PT. Crossnet Indonesia

MAKASSAR, SultraNET. – Sejumlah mahasiswa Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Ichsan Sidenreng Rappang (Unisan), kunjungan studi lapangan yang bernilai edukatif ke PT. Cross Network Indonesia (Crossnet). Selasa, 11 Desember 2023.

Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Unisan, Baharuddin menjelaskan selain mendapatkan sambutan hangat, para mahasiswa juga memperoleh pemahaman mendalam tentang Jaringan dan Internet.

“Pengetahuan terkait jaringan internet tidak hanya bisa diperoleh di bangku kuliah, namun harus dilengkapi dengan pengalaman lapangan,” ujar Baharudin.

Baharuddin, Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNISAN (Kiri) Muhammad Khairun, Pre Sales Manager area Sulampua (Kanan)
Baharuddin, Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNISAN (Kiri) Muhammad Khairun, Pre Sales Manager area Sulampua (Kanan)

Selaku Dosen pengampu, ia juga menekankan bahwa kunjungan ini tidak hanya menjadi pengenalan, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung pengaplikasian ilmu yang diperoleh dibangku perkuliahan.

“Mahasiswa tidak hanya melihat, tetapi juga langsung mempelajari perangkat jaringan komputer yang tidak tersedia di kampus dalam skala besar,” bebernya.

Kunjungan lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa Unisan ini memberikan wawasan yang tak ternilai tentang dunia nyata jaringan dan internet. Dengan pendekatan praktis, mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari di dalam kelas ke dalam situasi yang sebenarnya.

“Ini adalah kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam memperluas pengetahuan dan keterampilan mahasiswa,” tandasnya.

Rektor Universitas Teknologi Akba Makassar Dr. Muhammad Arafah, S.Kom. MT. (kiri) dan Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNISAN, Baharuddin (Kanan)
Rektor Universitas Teknologi Akba Makassar Dr. Muhammad Arafah, S.Kom. MT. (kiri) dan Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNISAN, Baharuddin (Kanan)

Usai melakukan kunjungn di PT. Cross Network Indonesia (Crossnet), Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer melakukan kunjungan ke Universitas Teknologi Akba Makassar yang diterima langsung Rektor Dr. Muhammad Arafah, S.Kom. MT. (IS)




Jelang Natal dan Tahun baru 2024 ini Imbauan Penting dari Satlantas Polres Bombana

Bombana, SultraNET. | Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024, Kepala Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Bombana, AKP. Raden Muliadi, SH, memberikan imbauan penting kepada para pengguna jalan, terutama bagi pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat. Senin (11/12/2023)

Dalam imbauannya, AKP. Raden Muliadi, SH, menekankan pentingnya memastikan kelengkapan dokumen kendaraan dan kondisinya sesuai dengan standar. Kendaraan bermotor harus tetap mempertahankan spesifikasi awal dari dealer dan tidak boleh dimodifikasi sembarangan.

“Dengan volume kendaraan yang meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, kami mengimbau agar pengendara lebih hati-hati di jalan. Selalu periksa kondisi kendaraan sebelum memulai perjalanan, termasuk memeriksa keadaan ban serta mematuhi rambu dan marka jalan yang ada,” ujar AKP. Raden Muliadi.

Mantan PJR Polda Sultra itu juga menyampaikan imbauan terkait parkir kendaraan besar di tepi jalan. Ia mengingatkan untuk selalu memastikan kendaraan yang parkir tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Kami mencatat banyak kecelakaan terjadi di Bombana karena kendaraan yang parkir di bahu jalan. Oleh karena itu, parkirlah kendaraan dengan benar, agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tegas Mantan Kapolsek Poleang itu.

AKP. Raden Muliadi juga menginformasikan adanya agenda operasi lilin atau operasi kemanusiaan yang akan dilaksanakan. Operasi ini bertujuan untuk melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas yang fatal. Namun, bagi pelanggar yang tidak termasuk dalam kategori fatal, akan diberikan pembinaan terlebih dahulu.

“Pastikan juga membawa kelengkapan dokumen kendaran dan surat izin mengemudi saat bepergian,” tandasnya.

Imbauan dan persiapan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan para pengguna jalan saat merayakan momen Natal dan Tahun Baru. Hal ini menjadi bagian dari upaya Satlantas Polres Bombana dalam menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib selama periode perayaan. (IS)




Wajib Pajak di Konut di Imbau Bayar Tepat Waktu

Unaaha, Sultranet.comWakil Bupati Konawe Utara, H. Abuhaera, S. Sos., M. Si., turut serta memberikan sambutan dalam acara Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Konawe Utara di Aula Kejaksaan Negeri Unaaha pada Senin, 11 Desember 2023.

Dalam sambutannya, Wabup Abuhaera menekankan bahwa kegiatan ini dilaksanakan guna memaksimalkan potensi pendapatan asli daerah, yang merupakan kewenangan kabupaten sesuai dengan UU nomor 1 tahun 2022 tentang hubungan keuangan pemerintah pusat dan daerah. Langkah ini juga diimplementasikan melalui Perda tentang Pajak dan Retribusi daerah.

“Saya menghimbau para OPD yang bertanggung jawab terhadap PAD agar senantiasa memprioritaskan pelayanan yang prima, efektif, dan akuntabel,” ungkap Wabup.

Peserta Sosialisasi Optimasi PAD
Peserta Sosialisasi Optimasi PAD

Lebih lanjut, Abuhaera mendorong sinergi di antara kepala OPD terkait dengan PAD untuk mempercepat ekstensifikasi dan intensifikasi pendapatan asli daerah. “Mari kita gali potensi PAD yang belum dimanfaatkan dan lakukan pendataan wajib pajak serta retribusi agar pembayaran dapat dilakukan tepat waktu,” tegasnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Unaaha, Dr. Musafir, SH., MH., Kepala OPD yang terkait dengan pengelolaan pendapatan asli daerah, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Konawe Utara. (Kominfo)




Pj. Bupati Kolaka Utara Ajak ASN Prioritaskan Netralitas

 




Usung Kemandirian Pangan, Pj Bupati Sukanto Toding Pimpin Penanaman Bawang

Lasusua, SultraNET. | Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, memimpin kegiatan penanaman bawang di Desa Tinuna, Kecamatan Purehu. Minggu (10/12/2023)

Langkah konkret ini diambil untuk meningkatkan kemandirian pangan, menjadi bagian strategis dalam upaya mempertahankan ketersediaan bahan pangan lokal.

Dalam acara tersebut, Dr. Ir. Sukanto Toding menyoroti pentingnya penanaman bawang merah sebagai bagian integral dalam menjaga stabilitas harga pangan lokal.

Pj Bupati Sukanto Toding saat berdialog dengan petani bawang
Pj Bupati Sukanto Toding saat berdialog dengan petani bawang

Ia menggarisbawahi bahwa bawang merah memiliki peran vital dalam mengendalikan inflasi, terutama mengingat fluktuasi harga yang sering terjadi pada kebutuhan ini.

“Saya yakin penanaman bawang ini akan membawa dampak positif, tidak hanya dalam menjaga ketersediaan pangan lokal tetapi juga dalam mengontrol inflasi,” ujar Sukanto Toding.

Menurutnya, bawang memiliki peran penting dalam stabilitas harga, dan dengan langkah ini, ia berharap dapat mencegah dampak negatif inflasi serta memberikan dorongan bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Selain menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan, kegiatan penanaman bawang ini juga diharapkan mampu memotivasi masyarakat setempat untuk meningkatkan pendapatan ekonomi melalui sektor pertanian.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD, Buhari, S.Kel.,M.Si., forkopimda, Kepala OPD, serta undangan lainnya, menandakan dukungan yang luas terhadap upaya meningkatkan stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan lokal.

Sumber dan gambar (Kominfo Kolut) di Edit oleh Redaksi SultraNET.




Aksi Nyata Sukanto Toding Percepat Penurunan Stunting di Kolaka Utara

Kolaka Utara, SultraNET. | Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, memimpin Rapat Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) di Desa Lawata, Kecamatan Pakue Utara pada Minggu (10/12/2023).
Dalam rapat tersebut, perhatian besar diberikan pada urgensi pemenuhan gizi pada 100 hari pertama kelahiran sebagai langkah penting dalam mencegah stunting.

Pada kesempatan itu Sukanto Toding menegaskan bahwa perlindungan anak-anak dan pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, baik dari pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.

Aksi nyata berupa distribusi bantuan juga dilakukan kepada Bapak/Bunda Asuh Stunting (BAS) dengan pemberian makanan tambahan seperti beras, telur, daging, susu, dan snack sehat sebagai upaya nyata dalam menangani stunting.

Ia menyoroti bahwa salah satu penyebab stunting adalah pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mendorong konsumsi makanan bergizi sambil mengurangi asupan makanan instan, sebagai langkah preventif untuk mengurangi stunting.

“Fokus utama kita pada edukasi gizi sejak dini sebagai langkah preventif yang krusial. Melalui kerjasama antara berbagai pihak, diharapkan masalah stunting di Kolaka Utara dapat segera diatasi,” tegas Sukanto Toding.

Peran negara dalam memberikan perlindungan bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi sorotan utama.

Sukanto Toding menekankan bahwa peran aktif semua pihak, baik pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat luas sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah stunting ini.

Rapat evaluasi ini menjadi momen untuk mempertegas pentingnya pemahaman akan dampak stunting serta langkah-langkah konkret yang harus diambil untuk mencegahnya.

Foto bersama usai pelaksanaan kegiatan
Foto bersama usai pelaksanaan kegiatan

Ditempat yang sama, Hj. Hasrayani, Kepala BKKBN Kolaka Utara menjelaskan bahwa Edukasi kepada Bapak/Bunda Asuh Stunting (BAS) tentang pentingnya asupan gizi pada 100 hari pertama kelahiran anak menjadi salah satu strategi utama yang diambil dalam rapat tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam menyelesaikan masalah stunting.

“Kita Fokus memberikan pemahaman akan pentingnya gizi sejak dini diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus stunting di daerah,” ujarnya

Kegiatan distribusi bantuan makanan tambahan ini menjadi langkah konkrit yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menangani stunting.

Hal ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya nutrisi dalam pertumbuhan anak-anak.

Dalam rapat tersebut, tidak hanya ditekankan pentingnya pemberian makanan bergizi, namun juga perlunya mengurangi konsumsi makanan instan yang cenderung kurang bergizi.

“Inisiatif ini dilakukan sebagai upaya preventif dalam menangani masalah stunting di Kolaka Utara,” jelasnya

 

(Sumber dan Foto : Kominfo Kolut).            Editor : Redaksi SultraNET.




Bupati Ruksamin Sambangi Mahasiswa Asal Konut di Jogjakarta

Jogyakarta, SultraNET. | Bupati Konawe Utara H. Ruksamin membuat gebrakan yang luar biasa dengan mengunjungi mahasiswa asal daerahnya yang sedang menempuh pendidikan di sejumlah kampus di Yogyakarta.

Momen bersejarah ini terjadi dalam pertemuan yang penuh keakraban di Gedung Tarumartani Jogjakarta pada Sabtu malam, 09 Desember 2023.

Dalam suasana santai, bupati tidak hanya hadir sebagai pemimpin, tetapi turut aktif dalam dialog bermakna dengan duduk melantai bersama mahasiswa.

Tindakan ini tidak hanya menciptakan atmosfer yang akrab, tetapi juga memperlihatkan kesediaan bupati untuk mendengarkan langsung aspirasi dan pandangan dari para mahasiswa.

Tidak hanya sekadar memberikan kehadiran, bupati Konawe Utara juga memberikan motivasi secara langsung kepada mahasiswa.

Melalui kata-kata yang penuh semangat, bupati memberikan dorongan agar para mahasiswa terus mempertahankan semangat juang dan meraih cita-cita mereka.

Bupati Ruksamin bersama Mahasiswa Asal Konut di Jogjakarta
Bupati Ruksamin bersama Mahasiswa Asal Konut di Jogjakarta

Selain itu, tak hanya sebatas memotivasi, Bupati juga menyampaikan kebijakan positif dengan memastikan bahwa SPP mahasiswa dari Konawe Utara telah dibayarkan oleh pemerintah daerah.

“Ini diharapkan dapat meringankan beban keuangan mahasiswa dan mendukung kelancaran proses pembelajaran mereka,” ujar Bupati Ruksamin

Hal ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan finansial bagi para mahasiswa, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

Dengan kehadiran Bupati Konawe Utara dan Kepala Dinas Pendidikan dalam pertemuan ini, diharapkan dapat membuka jalan bagi sinergi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan.

Langkah-langkah proaktif ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif bagi perkembangan pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa asal Konawe Utara di Yogyakarta.

Diketahui, dalam kunjungan itu bupati juga didampingi Kabag Kerja Sama, Kabag Tata Pemerintahan, Kabag Protokol, dan Kabag Umum Sekretariat DPRD Konut. (Sumber dan Gambar : Kominfo).




Festival Konasara 2024 Dipersiapkan Jadi Panggung Terobosan, Inovasi dan Visi Jauh Kedepan