Bupati Ruksamin : Perbedaan Pilihan Jangan Ganggu Kebersamaan di Masyarakat
Konawe Utara, SultraNET. | Bupati Konawe Utara, H. Ruksamin, dan Wakilnya, H. Abuhaera, memimpin Apel kesiapsiagaan penyelenggara pemilu guna menyongsong Pemilihan Umum 2024 di Kabupaten tersebut. Selasa (26/12/2023)
Acara yang berlangsung di lapangan Desa Taipa, Kecamatan Lembo, dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Komisioner KPU Sultra, Forkopimda Kanut, serta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kabupaten Konawe Utara.
Dalam sambutannya, Bupati Ruksamin menekankan pentingnya kerjasama antara lembaga terkait dan masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu.
“Perbedaan pilihan tidak boleh mengganggu kebersamaan kita di Konawe Utara,” ungkap Bupati Ruksamin.
Apel Kesiap Siagaan Penyelenggara Pemilu di Konut
Selain itu, Bupati Ruksamin juga menyoroti esensi profesionalisme dan kejujuran bagi penyelenggara pemilu, dengan harapan agar pesta demokrasi tersebut berlangsung tanpa hambatan yang signifikan.
“Sebagai penjaga marwah demokrasi, memiliki kewajiban untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa KPU mampu dan terpercaya dalam menyelenggarakan demokrasi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Konawe Utara,” tuturnya.
Bupati juga mengingatkan tentang tingginya dinamika kontestasi yang akan terjadi dalam 49 hari ke depan, di mana setiap kontestan pemilu berkomitmen untuk menyampaikan gagasan, visi-misi, program, dan janji politik kepada masyarakat.
“Kerjasama yang kuat antara KPU, Bawaslu, stakeholder, dan masyarakat adalah pondasi kokoh dalam mewujudkan pemilu yang damai, aman, dan berintegritas,” tegas Bupati Konut.
Menandai kesiapan penyelenggaraan pemilu 2024, Bupati Ruksamin bersama rombongan melepas balon dengan semangat tinggi, mencerminkan komitmen untuk menyelenggarakan pemilu yang damai, aman, dan berintegritas di Konawe Utara. (S)
Jelang Perayaan Natal PJ. Bupati Edy Suharmanto Pantau Persiapan Gereja
Bombana, Sultranet.com – Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., melaksanakan kunjungan penting ke sejumlah gereja yang terletak di Kecamatan Rumbia dan Rarowatu Utara. Minggu (24/12/2023).
Tujuan kunjungannya adalah untuk memantau persiapan gereja serta memastikan keamanan dan kenyamanan jemaat yang akan mengikuti ibadah perayaan Natal.
Bersama unsur Forkopimda, Pj. Bupati Edy Suharmanto dengan tegas menyatakan komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran perayaan Natal di wilayah Bombana.
“Kami hadir untuk memastikan agar perayaan Natal khususnya di wilayah kami berjalan aman dan lancar,” ujar Pj. Bupati.
Selama kunjungannya, Edy Suharmanto juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas keterlibatan aktif mereka dalam mempersiapkan perayaan Natal dan Tahun Baru dengan aman serta tertib.
“Kerjasama yang terjalin dengan baik antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menyambut perayaan ini dengan lancar,” tambahnya.
Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana menegaskan komitmennya dalam menjaga kebersamaan dan keamanan masyarakat di tengah merayakan Natal dan menyambut tahun yang baru.
“Kita berharap perayaan Natal akan berlangsung dengan damai, penuh kebersamaan, dan memberikan sukacita,” tandasnya. (Kominfo).
Pj Bupati dan Kapolres Bombana Cek Kesiapan Pos Terpadu Natal dan Tahun Baru
Bombana, SultraNET. | Penjabat (PJ) Bupati Bombana, Edy Suharmanto, bersama Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bombana, AKBP Rony Syahendra, melakukan pengecekan langsung di Pos Terpadu Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Kecamatan Rumbia dan Kecamatan Lantari Jaya. Sabtu (23/12/2023)
Pj. Bupati Bombana, Edy Suharmanto, menyampaikan bahwa kunjungan mereka di pos pengamanan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan dan kelancaran pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan merayakan hari raya Natal dan Tahun Baru.
“Kami ingin memastikan segala persiapan telah dilaksanakan dengan baik,” ujar Edy Suharmanto
Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri itu berharap Pos Terpadu Natal dan Tahun Baru di Kecamatan Rumbia dan Kecamatan Lantari Jaya menjadi pusat pengamanan yang efektif dalam menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Terlebih Pos Terpadu Rumbia yang merupakan pusat kota Bombana,” tandasnya. (IS)
Mega Proyek 208 M Tak Berfungsi, PT. Antam Pomalaa Dilaporkan di Kejagung RI
Jakarta, SultraNET. | Proyek pembangunan Conveyor Belt sebagai salah satu bagian dari Mega Proyek Modernisasi dan Optimasi Pabrik Feronikel Pomalaa dan Pembangunan Coal Fired Power Plant (MOP-PP) PT. Antam, Tbk Pomalaa kembali dilaporkan di Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), Kamis (21/12/2023)
Pelapornya adalah Dewan Pimpinan Daerah Laskar Anti Korupsi Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara (DPD LAKI Sultra) dan Himpunan Pemuda Pergerakan Mahasiswa Indonesia Sultra (HIPPMI Sultra)
Proyek ambisius yang menelan biaya sebesar US$13,5 juta yang jika dirupiahkan dengan kurs saat ini senilai 208 milyar lebih dimana pengerjaannya oleh pemenang tender PT Wijaya Karya Tbk yang dikerjakan pada tahun 2012 hingga 2013 lalu itu dilaporkan karena mangkrak yang diduga kuat akibat gagal konstruksi.
Ketua DPD LAKI Sultra Mardin Fahrun menjelaskan kehadiran mereka di Korps Adhyaksa itu untuk melakukan aksi demonstrasi sekaligus memasukkan laporan resmi lantaran PT. Antam Tbk dinilai tidak tersentuh penegakan hukum kendatipun telah dilaporkan oleh beberpa NGO (Non Government aorganization) lokal sebelumnya.
“Conveyor Belt PT. Antam, Tbk di Pomalaa ini terkesan mangkrak dan gagal kontruksi sehingga tidak digunakan,” ujar Mardin Fahrun
DPD LAKI Sultra dan HIPPMI Sultr saat Aksi di Kejagung RI
Ditempat yang sama Ketua Umum HIPPMI Sultra, Ismail menilai Pembangunan Mega Proyek Conveyor Belt yang menelan anggaran ratusan milyar hanya sebatas pajangan tanpa ada asas manfaatnya.
“Conveyor Belt PT. Antam Tbk itu hanya pernah digunakan beberapa waktu saja. Selebihnya hanya pajangan bagaikan monumen bangunan tua,” tegas Ismail.
Untuk itu, ia mendesak Kejaksaan Agung Republik Indonesia agar segera melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan kasus yang menelan anggaran ratusan milyar rupiah itu.
“Kami akan terus mengawal laporan yang telah kami masukkan ini dan sejauh mana penanganannya, kasus Conveyor Belt harus diungkap secara terang benderang,” tandasnya. (IS)
20 Tahun Terpisah, Pria di Samarinda ini Cari Informasi Orangtuanya di Bombana
Bombana, SultraNET. | Setelah lebih dari 20 tahun lamanya meninggalkan Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) saat berusia 15 tahun, Rusman (35) seorang pria suku Bugis Bone yang saat ini berada di Samarinda Kalimantan Timur meminta bantuan warga net bombana menemukan informasi keberadaan orang tua dan saudara saudanya yang telah hilang kontak darinya sejak lama.
Kepada awak media ini, Ratna yang diketahui merupakan istri dari sahabat Rusman meminta bantuan agar mencarikan informasi tetang keluarga dari sahabat suaminya itu.
“Tolong pak dibantu carikan keluarga teman suami saya ini di Bombana, sudah 20 tahun tidak ada kabar keluarganya,” ujarnya via pesan massanger.
Ia berharap agar melalui berita ini, pembaca dapat membantu menyampaikan informasi ini kepada keluarganya yang mungkin masih berada di Bombana atau sekitarnya. Ia memiliki kenangan bahwa orang tuanya, Andi Napi (ayah) dan Siti Darwiah (ibu), tinggal di Bombana di area Pasar Senggol Kasipute yang berdekatan dengan Pelabuhan.
Menurut ingatan Rusman, saat itu mereka bertetangga dengan Ambo Baco, seorang pengusaha ikan dan udang. Ia memiliki saudara bernama Suryani dan Darmawati. Kepergian Rusman dari Bombana terjadi sekitar 20 tahun lalu, dan selama ini, ia kehilangan kontak dengan keluarganya.
“Ia sangat merindukan keluarganya dan ingin bisa bertemu kembali. Jika ada yang tahu atau mengenal mereka, tolong sampaikan,” ujarnya
Apabila ada informasi atau kontak yang dapat membantu Rusman untuk mendapatkan kabar keluarganya, mohon hubungi nomor telepon Ratna : +62 852-4900-2325 atau Kontak media ini : 0853 5995 4884. Setiap bantuan dan informasi sangat dihargai demi menyatukan kembali keluarga yang terpisah selama dua dekade ini.
Pewarta : Idris Hayang
Peringati Hari Ibu, Polres Bombana Dorong Kolaborasi Pemberdayaan Perempuan
Bombana, SultraNET. – Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang ke-95, Polres Bombana menggelar upacara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dan anggota Polres Bombana, termasuk Wakapolres Bombana Kompol Reda Irfanda, S.H., S.I.K., M.H. yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, bertempat di Lapangan Apel Polres Bombana. Jumat, 22 Desember 2023, pukul 08.05 Wita.
Pada kegiatan yang mengusung tema “Mengenang dan Menghargai Perjuangan Perempuan Indonesia,” itu, Wakapolres Bombana mengingatkan bahwa peringatan ini tidak hanya sekadar sebagai “Mothers Day,” tetapi memiliki sejarah panjang dalam perjuangan perempuan Indonesia.
“Pada tanggal 22 Desember 1928, Kongres Perempuan Pertama di Yogyakarta menjadi tonggak bersejarah dalam pergerakan perempuan Indonesia. Ini adalah titik penting yang menandai bangkitnya gerakan perempuan untuk berorganisasi secara demokratis tanpa membedakan agama, etnis, dan kelas sosial,” ungkap Wakapolres.
Suasana khidmat Upacara Hari Ibu
Momen ini kemudian diresmikan sebagai Hari Ibu oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur. Wakapolres menyampaikan pentingnya mengenang dan menghargai perjuangan perempuan dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.
“Saya ingin mengajak seluruh pihak yang hadir untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memberdayakan perempuan di berbagai bidang. Bersama perempuan, kita wujudkan Indonesia Emas 2045. Perempuan berdaya, Indonesia maju,” tegasnya.
Foto Bersama usai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Ibu
Dalam kegiatan ini, turut hadir PJU Polres Bombana, para Kapolsek jajaran, personel Polres Bombana, serta Wakil Ketua Bhayangkari cabang Bombana, Ny. Astry Damayanti Reda, beserta pengurus cabang Bhayangkari Bombana. Keberadaan Bhayangkari sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan dukungan dan komitmen untuk terlibat dalam upaya pemberdayaan perempuan.
“Ini adalah momentum untuk menguatkan upaya bersama dalam mewujudkan peran perempuan yang semakin berdaya dan berarti dalam pembangunan Indonesia,” tandasnya. (ResBom)
Operasi Lilin Segera Dimulai, Polres Bombana Cek Kesiapan Personil
Bombana, SultraNET. | Polres Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara lakukan Apel Gelar Pasukan untuk mengecek kesiapan akhir personel maupun sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan operasi lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Kamis (21/12/2024)
Dalam rangka pengamanan Nataru, Polri didukung TNI, K/L, Pemda, Mitra Kamtibmas dan stakeholder dengan sandi “Operasi Lilin 2023” selama 12 hari, mulai tanggal 22 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024.
Wakapolres Bombana Kompol Reda Irfanda, S.H, S.I.K, M.H saat memimpin Apel menjelaskan pengamanan Nataru merupakan tugas rutin yang harus dipastikan berjalan dengan aman, nyaman dan lancar.
“Natal dan tahun baru ini rutinitas tetapi apapun tetap harus direncanakan, harus dipersiapkan, utamanya yang berkaitan dengan transportasi, pasokan dan distribusi bahan pokok” jelas Wakapolres Bombana Kompol Reda Irfanda, S.H, S.I.K, M.H membacakan sambutan Kapolri
Foto bersama stakeholder terkait
Ia menekankan hal tersebut penting karena momentum Nataru telah menjadi bagian tradisi masyarakat Indonesia yang berimplikasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat.
Berdasarkan survei Kemenhub RI, potensi pergerakan masyarakat pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 diperkirakan mencapai 107,63 juta orang, meningkat sebesar 143.65% atau 63,46 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Selain itu, perayaan Nataru tahun ini juga bertepatan dengan masa kampanye Pemilu 2024 sehingga memiliki potensi kerawanan yang lebih tinggi,” bebernya.
Operasi ini melibatkan 129.923 personel di seluruh Indonesia yang terdiri dari TNI-Polri serta stakeholder terkait lainnya yang ditempatkan pada 1.668 pos pengamanan, 670 pos pelayanan, dan 113 pos terpadu untuk menjamin keamanan 49.676 objek pengamanan.
Pada Nataru tahun ini, Polri dan stakeholder terkait telah memetakan permasalahan kamseltibcar lantas dan kamtibmas yang harus diwaspadai. Pada sisi kamseltibcar lantas, Polri bersama stakeholder terkait telah menerbitkan SKB yang memuat tentang pembatasan operasional angkutan barang, penerapan rekayasa lalu lintas, pengendalian arus lalu lintas penyeberangan laut dan penundaan perjalanan.
Dalam rangka mengantisipasi kepadatan penumpang pada titik pelayanan moda transportasi umum, bakal dilakukan pengaturan jadwal keberangkatan, mendorong pembelian tiket secara online, dan pengaturan arus keluar masuk bersama dengan stakeholder terkait.
“Akan dilaksanakan patroli rutin untuk mencegah terjadinya kejahatan,” tegasnya.
Selanjutnya pada sisi kamtibmas, untuk menjamin pelaksanaan ibadah Natal berlangsung dengan aman dan khidmat, bakal dipastikan setiap lokasi ibadah sudah disterilisasi dengan melibatkan ormas-ormas keagamaan dalam kegiatan pengamanan sebagai wujud toleransi beragama.
“Kita pastikan kehadiran negara pada setiap kegiatan ibadah masyarakat,” imbuhnya.
Wakapolres Bombana Kompol Reda Irfanda, S.H, S.I.K, M.H saat membacakan sambutan Kapolri
Ancaman terorisme juga menjadi tantangan yang serius. Untuk itu, kedepankan deteksi dini dan preventive strike untuk mencegah pelaku teror melancarkan aksinya, bakal dilakukan penjagaan ketat pada pusat keramaian maupun tempat ibadah dapat memastikan tidak ada letupan sekecil apapun dalam pelaksanaan ibadah Natal ataupun malam pergantian tahun.
Pada pengamanan perayaan malam tahun baru, bakal dilakukan pengamanan pada setiap giat keramaian dengan maksimal, terutama yang melibatkan massa dalam jumlah besar. Selain itu, dilakukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan pada lokasi kegiatan secara humanis.
“Bakal kita tingkatkan pengawasan distribusi handak komersial maupun petasan agar kegiatan berjalan dengan aman,” bebernya.
Untuk mengantisipasi kejahatan konvensional, bakal dilakukan patroli rutin pada objek vital, pusat ekonomi dan wisata, daerah rawan kejahatan serta pemukiman. Sosialisasikan kepada masyarakat yang akan bepergian dalam waktu lama agar melapor kepada petugas setempat dan disediakan layanan penitipan kendaraan pada kantor-kantor kepolisian.
Terkait bencana alam, bakal disiapkan tim tanggap bencana, rehabilitasi dan sarpras pendukung pada jalur rawan longsor, pelabuhan serta lokasi wisata alam. Bakal ditingkatkan juga edukasi kepada masyarakat dan koordinasi dengan BMKG untuk melakukan sosialisasi informasi cuaca, sehingga kita mampu memberikan quick response guna memitigasi dampak bencana.
“Yang tak kalah penting adalah dilakukan monitoring ketersediaan pasokan dan fluktuasi harga Bapokting, pelaku usaha diimbau agar tidak melakukan penimbunan stok. Apabila diperlukan, akan dilakukan gakkum secara prosedural,” tandasnya. (ResBom)
Desa Laramo, Desa Inovasi Pertama di Konawe Utara dan Sulawesi Tenggara
Konut, sultranet.com – Desa Laramo, yang terletak di Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara, resmi menjadi Desa Inovasi pertama di Kabupaten Konawe Utara dan Sulawesi Tenggara. Pemilihan ini merupakan bagian dari Program Desa Inovasi yang digagas oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Pusat Riset Politik (PRP) BRIN dan Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Rabu (20/12/2023)
BRIN bersama Pemda Konawe Utara meluncurkan program Desa Inovasi secara resmi di Desa Laramo. Program ini dirancang untuk mendorong kualitas pelayanan publik pemerintah desa berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat desa.
Bupati Kabupaten Konawe Utara, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPU., ASEAN. Eng, berharap bahwa terobosan inovasi desa di Konut akan menjadi panutan untuk pembangunan di Sulawesi Tenggara. Ruksamin menekankan pentingnya menguatkan kelima klaster atau pilar utama, yaitu Smart People, Smart Governance, Smart Economy, Smart Living/Environment, dan Smart Heritage, yang saling melengkapi dan menjadi satu kesatuan yang utuh.
“Pola pikir masyarakat harus berkembang dengan berbagai pengembangan teknologi. Inovasi desa akan memberikan perubahan fisik, infrastruktur, dan semangat kinerja masyarakat,” kata Bupati Ruksamin.
Peneliti Utama Politik BRIN dan peneliti senior LIPI, Profesor Dr. R. Siti Zohro, menyoroti peran teknologi dalam membangun sumber daya ekonomi desa, khususnya dalam peningkatan pendapatan sektor pertanian. Ia mengajak masyarakat pedesaan untuk memanfaatkan sarana informasi, internet, dan media sosial guna mengikuti perkembangan teknologi pertanian terkini.
Peluncuran Desa Inovasi dihadiri oleh Wakil Bupati Konut H. Abu Haera, S.Sos., M.Si, Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Konut Safrudin, S.Pd., M.Pd, unsur Forkopimda, Polres Konut, Kodim, Camat, Kepala Desa, dan tokoh masyarakat. Diharapkan Desa Laramo dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sulawesi Tenggara dalam memanfaatkan inovasi untuk kemajuan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. (R)
Pj Bupati Sukanto Toding Dorong Pelayanan Kesehatan Optimal di Kolaka Utara
Kolaka Utara, SultraNET. | Penjabat Bupati Kolaka Utara (Kolut), Dr. Ir. Sukanto Toding mendorong penguatan peran strategis Puskesmas sebagai pusat kesehatan masyarakat yang efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat Kabupaten Kolaka Utara. Senin (18/12/2023)
Pj. Bupati Kolaka Utara, Sukanto Toding saat menghadiri kegiatan Re-Akreditasi UPTD Puskesmas Lapai oleh Lembaga Penyelenggara Akreditasi Fasyankes Seluruh Indonesia di Kecamatan Ngapa menyampaikan harapannya agar Puskesmas khususnya Puskesmas Lapai dapat menjadi teladan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.
Ia menekankan perlunya Puskesmas menyediakan data yang komprehensif, sebuah langkah penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan memudahkan akses informasi bagi masyarakat.
“Proses Re-Akreditasi ini merupakan evaluasi ketat, tujuannya untuk memastikan bahwa Puskesmas memenuhi standar pelayanan optimal yang ditetapkan oleh pemerintah,” tegas Sukanto Toding
Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding bersama Rombongan saat tiba di Puskesmas Lapai
Ia menjelaskan, evaluasi mencakup berbagai aspek, mulai dari kepemimpinan, layanan klinik, kesehatan masyarakat, hingga laboratorium kesehatan dan tempat praktek Mandiri dokter dan dokter gigi yang sesuai regulasi kesehatan.
“Ini tidak hanya sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah,” tegas Sukanto Toding
Dari total 16 Puskesmas di Kabupaten Kolaka Utara, sebanyak 10 di antaranya berpartisipasi dalam proses Re-Akreditasi, mencerminkan komitmen nyata Pemerintah Kabupaten untuk menjaga standar layanan kesehatan yang optimal.
“Kita berharap proses Re-Akreditasi ini akan memberikan dorongan positif bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Kolaka Utara,” tandasnya
(Sumber : Kominfo Kolut)
Upaya Cegah Banjir, Koramil Kabaena, Polsek, dan Pemerintah Kecamatan Kababena Selatan Lakukan Penanaman Pohon
Bombana, SultraNET. | Desa Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, menjadi tempat pelaksanaan aksi nyata dalam upaya pencegahan banjir. Personel Koramil 1431-02/Kabaena, Polsek Kabaena, Muspika, Persit Ranting 3 Kabaena, dan masyarakat setempat bersatu dalam karya bakti penanaman pohon. Rabu, 20 Desember 2023
Selain personil Koramil, kegiatanitu juga dihadiri Kapolsek Kabaena yang diwakili Aipda Rahmat, dan perwakilan dari Guru SMKN 06 Bombana, ibu Adriani, S.Pd, beserta siswa. Sebanyak 100 pohon, seperti Jati, Jengkol, Petai, dan Trembesi, ditanam sebagai langkah preventif menghadapi risiko banjir yang seringkali muncul akibat curah hujan tinggi.
Personil TNI bersama warga bersama lakukan penanaman Pohon
Bati Tuud Koramil 1431-02/Kabaena Peltu Muh. Haris, menjelaskan Aksi karya bakti ini bukan hanya mitigasi bencana, tetapi juga mencerminkan kesatuan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat. Semangat gotong royong untuk menciptakan lingkungan berkelanjutan dan aman diwujudkan melalui partisipasi bersama.
“Pohon-pohon yang ditanam bukan hanya sebagai langkah preventif menghadapi risiko banjir yang seringkali muncul akibat curah hujan tinggi, tetapi juga sebagai wujud konkret kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Peltu Muh. Haris.
Partisipasi masyarakat menunjukkan kesadaran tinggi terhadap pelestarian lingkungan, memberikan inspirasi bagi desa-desa sekitar untuk ikut serta aktif dalam upaya pelestarian alam. Guru SMKN 06 Bombana, ibu Adriani, dan siswanya, memperkuat peran sekolah dalam mendukung kegiatan lingkungan, menjadi contoh bagi institusi pendidikan lainnya.
Personel Koramil 1431-02/Kabaena bersama warga bersiap melakukan penanaman pohon
Meskipun langkah preventif ini diapresiasi, tantangan untuk menjadikan Desa Batuawu bebas banjir masih panjang. Harapan besar terletak pada kesatuan seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu, berkarya, dan menjaga keberlanjutan upaya pencegahan bencana.
Dengan penanaman 100 pohon sebagai tonggak awal, Desa Batuawu diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Langkah konkret ini menandai awal dari perubahan positif dan mewujudkan cita-cita menuju desa yang aman, hijau, dan bebas banjir. (SBU)