Resmi Berganti Polres Bombana Dipimpin AKBP Roni Syahendra

Bombana, SultraNET. | Polres Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara resmi berganti pucuk pimpinan dari sebelumnya dijabat AKBP Tedy Arief S, S.H.,S.I.K.,M.H, saat ini dipercaya sebagai Kasubbagdisiiivent Bagkermaadalugri Rojianstra Slog Mabes Polri dan penggantinya Kapolres baru AKBP Roni Syahendra, S.H.,S.I.K.,M.Si, yang sebelumnya menjabat Kasubdit Regident Ditlantas Polda Sultra. Kamis (13/7/2023).

Kapolres lama AKBP Tedy Arief S saat memberikan sambutan pada apel bersama pisah sambut Kapolres mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh jajaran Polres Bombana yang telah bekerjasama dan bahu membahu dalam mengupayakan ketertiban masyarakat Bombana selama ia memimpin Polres Bombana.

” Terimakasih telah di terima sebagai keluarga, saya meminta maaf kalau ada kebijakan dan kata kata yang salah selama bertugas,” ujar Tedy Arief S.

Ia berharap agar seluruh anggota Polres Bombana dapat mendukung kebijakan Kapolres yang baru, sebab kebijakan yang akan diberikan bertujuan untuk kebaikan.

” Saya menitip pesan kepada seluruh anggota Polres Bombana untuk selalu berbuat baik dan meniatkan apa yang kita laksanakan untuk ibadah kepada Allah dan jangan lupa kenang kami sebagai keluarga,” harap Abiturien Akademi Kepolisian Tahun 2002 ini.

Ditempat yang sama, AKBP Roni Syahendra, S.H.,S.I.K.,M.Si selaku Kapolres Bombana yang baru menyampaikan ucapan terima kasih kepada AKBP Tedy Arief yang telah memimpin polres Bombana selama kurang lebih dua tahun.

“Kami Akan melanjutkan program prioritas abang (AKBP Tedy.red), agar polres Bombana lebih di kenal prestasinya yang positif ,” ujar Mantan Waka Polres Inhu tersebut.

Lebih lanjut AKBP Roni Syahendra mengungkapkan langkah pertama yang akan ia lakukan adalah segera beradaptasi agar kehadirannya di terima di keluarga besar Polres Bombana dan segenap masyarakat Bombana tanpa terkecuali.

” Saya berharap dapat terjalin kerjasama, sinergitas dan soliditas seluruh personil dalam menjalankan tugas pokok kepolisian. Jika di umpamakan, Polres Bombana ibarat anggota tubuh yang mempunyai fungsi dan peranan masing masing untuk itu mari bekerjasama dalam mendukung program Polri saat ini, Polri yang Presisi.” Pungkas Mantan Kasubbid Penmas Polda Sultra ini. (IS)




Pj. Bupati Burhanuddin Komitmen Turunkan Angka Stunting di Bombana

Bombana, SultraNET. | Komitmen Pj. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si untuk mewujudkan penurunan stunting di Kabupaten Bombana tidak main main hal tersebut di buktikan dengan membuka dengan resmi kegiatan Rembuk Stunting Aksi 3 yang Bertempat di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana, Kamis (13/7/2023).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Kab. Bombana, Para Kepala OPD, Para Camat, Kepala Desa/Lurah, Instansi Vertikal, Kepala Puskesmas Se-kabupaten Bombana, Ketua TP PKK Kecamatan Se-kabupaten Bombana dan Petugas Gizi Se-kabupaten Bombana.

Sebelum kegiatan Aksi 3 ini dilakukan, Pemkab Bombana dalam hal ini Tim Percepatan Penurunan Stunting telah melakukan beberapa kegiatan yang merupakan bagian dari tahapan aksi konvergensi yaitu, Pelaksanaan Aksi 1 (Analisis Situasi) pada tanggal. 14 Maret 2023 dengan output 45 Lokasi Fokus (LOKUS) dan Pelaksana Aksi 2 (Pemetaan Matriks Program dan Kegiatan) pada tanggal 16 Juni 2023, dengan output Matriks Program dan Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting.

Seperti yang kita ketahui, stunting menjadi isu nasional yang harus dituntaskan dengan target penurunan hingga 14% diakhir tahun 2023 sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tentang Percepatan Penurunan Stunting, dan output kegiatan Rembuk Stunting menjadi dasar dalam pelaksanaan Gerakan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting

Pj. Bupati Bombana, Ir.H. Burhanuddin dalam sambutan nya mengatakan masalah stunting dan kekurangan gizi saat ini menjadi salah satu fokus pemerintah daerah, serta memerlukan komitmen yang kuat, tidak hanya dari pusat tetapi komitmen pemerintah daerah harus betul-betul dilaksanakan dan kolaborasi antar pihak juga menjadi kunci utama untuk memastikan konvergensi antar program hingga ke tingkat desa dan kelurahan untuk menurunkan stunting.

“Komitmen pemerintah tidak pernah kendur, untuk itu saya ingin menekankan bahwa pemerintah sangat serius mengupayakan percepatan penurunan stunting” ungkap H. Burhanuddin.

Selain itu, Pj. Bupati juga mengatakan saat ini cakupan kunjungan masyarakat ke posyandu hanya mencapai 59,9%.

“Saya menghimbau kepada para camat, kepala puskesmas, desa dan lurah untuk mendorong peningkatan partisipasi masyarakat untuk berkunjung ke posyandu atau fasilitas kesehatan lainnya.” Pungkas nya.

Nampak Diakhir kegiatan Aksi 3 Rembuk Stunting, Pj. Bupati Bombana melakukan Pengukuhan Bapak Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) Kabupaten Bombana Tahun 2023 yang terdiri dari Para Kepala OPD Lingkup Kabupaten Bombana. (*)




Putaran Dua Bupati Bombana Cup I 2023 Resmi di Gelar

Bombana, SultraNET. | Putaran 2 Turnamen Sepakbola Bupati Cup I Tahun 2023 yang dilaksanakan atas kerjasama Pemerintah Daerah Kab. Bombana, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bombana, dan Asosiasi Kabupaten PSSI Bombana resmi di buka oleh PJ Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si.Kamis (13/07/2023).

Sebelumnya turnamen ini terbagi antara tiga zona yaitu Zona Rumbia, Zona Poleang, dan Zona Kabaena serta masing-masing zona sudah memberikan perwakilan tim terbaiknya untuk bermain di putaran 2.

Dalam sambutannya H. Burhanuddin mengatakan, atas nama pemerintah Kabupaten Bombana, beliau memberikan apresiasi yang setinggi tingginya kepada ketua dan segenap pengurus KONI, ketua dan segenap pengurus Asosiasi Kabupaten PSSI dan seluruh jajaran panitia pelaksana maupun pihak pihak lainnya yang telah turut membantu mempersiapkan penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola Bupati Cup I Tahun 2023 ini.

“Terima kasih atas kerja keras dan kerja berkualitasnya, saya meyakini bahwa pencapaian sampai pada tahap ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi yang diorientasikan olahraga Bombana. Dalam rangka pembangunan daerah, khususnya persepakbolaan” ungkap H. Burhanuddin.

Di akhir sambutannya H. Burhanuddin menghimbau kepada seluruh masyarakat Bombana, untuk selalu menjaga persaudaraan dan persatuan sebagai manifestasi solidaritas serta komitmen kita merawat kemakmuran daerah.

Untuk di ketahui Pelaksanaan putaran ke 2 Turnamen Bupati Cup I Tahun 2023 akan dihelat di Stadion Bombana Kel. Lampopala dan dibagi dalam 2 pool dalam 10 pertandingan, yang akan dimulai pada tanggal 14 Juli 2023 dan partai final pada tanggal 22 Juli 2023 mendatang.

Adapun jumlah peserta pada putaran 2 ini, untuk perwakilan Zona Rumbia yaitu Spotivo De Lora FC dan Pultam FC, untuk Zona Poleang Buneyya FC dan Bukari FC, serta untuk Zona Kabaena Saromase FC dan Batuawu FC. (Kominfo)




Jalan Sehat Bersama Ketua DPW PPP Sultra, Bakal Hadirkan Artis Ibukota hingga Doorprize Mobil Dan Umroh

Kendari, SultraNET. – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang kini dipimpin oleh Andi Sumangerukka akan mengadakan kegiatan jalan sehat pada Minggu (16/07/2023) mendatang.

Kegiatan tersebut, bakal dilaksanakan di pelataran Tugu Religi Sultra atau Tugu Eks MTQ, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Provinsi Sultra.

“Jalan sehat ini akan kita laksanakan pada Minggu, 16 Juli 2023 mendatang dan kita buka untuk umum, jadi semua kalangan diberi kesempatan untuk melakukan pendaftaran” kata Ketua Panitia Kegiatan, Abdul Razak.

Abdul Razak menambahkan kegiatan jalan santai tersebut merupakan inisisasi ketua DPW PPP Sultra Andi Sumangerukka bersama pengurus dan juga melibatkan seluruh pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP 17 kabupaten/kota se-Provinsi Sulawesi Tenggara.

Untuk diketahui, Andi Sumangerukka merupakan purnawirawan Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia (Mayjen TNI) yang pernah menjabat sebagai Panglima Kodam atau Pangdam XIV/Hasanuddin dan kini telah diamanatkan sebagai ketua DPW PPP berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sultra, pada 3 Juli 2023 lalu.

PLT Ketua Umum PPP H. Muhamad Mardiono beserta ketua Bappilu DPP PPP Sandiaga Salahuddin Uno juga dijadwalkan untuk turut menghadiri kegiatan jalan sehat tersebut.

“InsyaAllah kegiatan yang telah dipersiapkan jauh hari ini, akan sangat meriah sebab kita akan menghadirkan artis ibukota untuk menghibur masyarakat Sulawesi Tenggara” ujar Abdul Razak

Selain itu, penyelenggara juga menyiapkan hadiah doorprize utama di antaranya 1 unit mobil, 5 paket umroh, serta berbagai hadiah menarik lainnya, bagi peserta jalan santai ini.

Abdul Razak juga berharap agar penyebaran informasi jalan sehat tersebut bisa sampai pada seluruh lapisan masyarakat,

“Harapannya semoga kabar baik ini dapat tersebar keseluruh elemen masyarakat, sebab ini merupakan kegiatan kita Bersama dan untuk info jalan sehat silakan menghubungi salah satu tim kami 0858-2466-7460 (Rajes),” pungkasnya. (*)




Pengumuman Penetapan Penerima Beasiswa Bombana Pintar Tahap 1 Tahun 2023

Keputusan Bupati Bombana Nomor 968 Tahun 2023,

Tanggal, 12 Juli 2023,

Tentang Penetapan Penerima Beasiswa Bombana Pintar Tahap 1 tahun 2023.

Download Daftar Penerima Beasiswa Bombana Pintar Tahap 1 tahun 2023.

KLIK LINK DOWNLOAD DIBAWAH INI

PENGUMUMAN BEASISWA BOMBANA PINTAR TAHAP I TAHUN 2023-1 

 

 




Tingkatan Branding Wisata, Bombana Pilih Duta Wisata

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) memilih Duta Wisata sebagai bagian dari upaya meningkatkan Branding Wisata daerah yang terkenal penghasil emas itu. Kamis, (06/07/2023)

Kepala Dispora Bombana, Anisa Sri Prihatin mengatakan ajang pemilihan duta wisata Bombana diikuti 21 peserta dari sebelas Kecamatan se-Kabupaten Bombana yang melahirkan dua duta wisata terdiri dari satu putri dan satu putra.

Dua duta wisata yang terpilih adalah Erwin untuk Putra dan Bella Kategori Putri, keduanya berhasil menunjukkan penampilan terbaik mereka dalam berbagai aspek penilaian, seperti wawasan kebangsaan, bahasa asing (bahasa Inggris) dan performance.

“Duta wisata yang terpilih mampu meningkatkan branding wisata yang ada di kabupaten Bombana,” ujar Anisa.

Hal tersebut tidak lain bertujuan meningkatkan rasa bangga dan cinta daerah sendiri. Selain dari pada itu, duta wisata yang terpilih dituntut pula untuk mampu mempromosikan, mengedukasi, dan menginspirasi masyarakat terhadap destinasi wisata yang ada di kabupaten Bombana.

“Saya berharap duta wisata ini mampu menjadi motivator untuk membangun animo masyarakat khususnya pada generasi muda dalam menggali, mengenali, dan memahami nilai-nilai budaya tradisi daerah yang sarat dengan kearifan dan tata nilai budaya yang khas, serta mampu membangkitkan ekonomi masyarakat melalui kreativitas dalam mempromosikan destinasi wisata yang ada di kabupaten Bombana,” tandasnya

Salah satu duta wisata yang terpilih, Erwin mengaku senang dan bangga bisa mewakili kabupaten Bombana di tingkat provinsi. Ia berjanji akan berusaha sebaik mungkin untuk memperkenalkan potensi wisata Bombana kepada masyarakat luas.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa terpilih sebagai duta wisata Bombana. Ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi saya untuk mengabdi kepada daerah saya. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk memperkenalkan potensi wisata Bombana kepada masyarakat luas. Saya juga ingin mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan menjaga kelestarian alam dan budaya kita,” ujar Erwin.

Sementara itu, duta wisata lainnya, Bella mengatakan bahwa ia siap menghadapi tantangan yang akan datang di tingkat provinsi. Ia berharap bisa mendapatkan dukungan dan doa dari masyarakat Bombana agar bisa meraih prestasi yang membanggakan.

“Saya siap menghadapi tantangan yang akan datang di tingkat provinsi. Saya berharap bisa mendapatkan dukungan dan doa dari masyarakat Bombana agar bisa meraih prestasi yang membanggakan. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Dispora Bombana yang telah memberikan kesempatan dan pembinaan kepada kami selama ini,” ujar Bella.

Duta wisata yang terpilih akan mewakili kabupaten Bombana pada ajang pemilihan duta wisata provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2023 yang akan diselenggarakan pada 22 Juli 2023 mendatang di kabupaten Kolaka. Mereka akan bersaing dengan duta wisata dari 16 kabupaten/kota lainnya di provinsi Sulawesi Tenggara. (Adv)




Turunkan Angka Stunting, Pemkab Bombana Rapat Diseminasi Tahap I

Bombana, SultraNET. | Stunting menjadi isu nasional yang harus dituntaskan dengan target penurunan hingga 14 % diakhir tahun 2024, sehingga kegiatan diseminasi audit kasus stunting ini penting dilaksanakan untuk penyampaian rekomendasi oleh tim pakar, selanjutnya dapat di tindak lanjut dalam perbaikan, dan disinergikan pada lini terdepan dengan kerja bersama pihak-pihak terkait tahapan dalam audit stunting.

Untuk menurunkan prevelensi stunting, harus ada tahapan audit kasus stunting sehingga dapat memperoleh faktor- faktor penyebab yang beresiko, yang nantinya bisa dibuatkan rencana tindak lanjut. Menurut data hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) kondisi stunting di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara 27,7%, sementara itu presentase Kabupaten Bombana 35,3%, dan target untuk kasus stunting secara Nasional di tahun 2024 14%.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Pemkab Bombana menggelar rapat “Diseminasi Audit Kasus Stunting Dan Rencana Tindak Lanjut dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Bombana Tahun 2023, yang dipimpin langsung oleh Sekda Bombana Drs. Man Arfa, M.Si bertempat di Aula Rapat Kantor BAPPEDA Kab. Bombana.Kamis (06/07/2023)

Sekda Bombana Drs.Man Arfa,M.Si dalam sambutan nya mengatakan audit kasus stunting merupakan kegiatan prioritas pada rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting. Untuk itu pencegahan harus dilakukan secara berkesinambungan,agar pencegahan dapat segera dilakukan sehingga kasusnya tidak semakin memburuk dan tidak berulang lagi di satu wilayah,

“Penurunan prevelensi stunting harus dilaksanakan oleh semua pihak, tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak saja untuk melaksanakan ini. Semua pihak harus terlibat baik dari tingkat pusat maupun sampai ke tingkat desa. Tanpa kerja sama dan partisipasi dari semua pihak, tanpa komitmen yang jelas program ini pasti tidak akan tercapai” ungkap Man Arfa.

Selain itu Man Arfah juga menjelaskan Kabupaten Bombana sendiri sudah bergerak secara terintegrasi dan konvergen dalam penanganan stunting. Diantaranya melalui pembentukan tim audit kasus stunting, serta hadirnya Peraturan Bupati nomor 46 tahun 2022 tentang Peran Desa Dalam Percepatan Penurunan Stunting dan Surat Keputusan Bupati No 406 Tahun 2022 Tentang Penetapan 25 Desa Lokus Stunting Tahun 2022.

“Tim Percepatan Penurunan Stunting telah melaksanakan rapat kerja dan aksi penanganan stunting yang dilaksanakan melalui 8 aksi konvergensi dan melibatkan semua OPD maupun sektor-sektor terkait” Jelas Mantan Kadis PU Bombana tersebut.

Di akhir sambutannya, Sekda Bombana juga tidak lupa mengajak dan menghimbau sebagai warga masyarakat hendaknya mampu menjalankan peranan yang semestinya dilakukan.

“Saya berharap masyarakat dan semua pihak terkait benar-benar memiliki komitmen yang tinggi sebagai pelaku semua gerak pembangunan di daerah, agar kegiatan- kegiatan pembinaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan dapat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.” Pungkas Jenderal ASN Di Kabupaten Bombana ini. (Kominfo)




Cinta Segitiga Berujung Pembunuhan Sadis di Bombana

Bombana, SultraNET. | Pembunuhan sadis kembali terjadi di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, kali ini pemicunya adalah hubungan cinta segitiga yang menyebabkan suami sah tewas ditangan selingkuhan sang istri.

Kejadian sadis itu terjadi tepatnya di Desa Lawatu Ea, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana.

Kasat Reskrim Polres Bombana AKP Muh.Nur Sultan, Jumat (30/6/2023) menjelaskan Korban bernama Sabir tewas ditangan Abd Latif yang diketahui merupakan selingkuhan istrinya Raja Ema.

Bahkan jasad korban ditemukan sekitar 8 hari usai di eksekusi dirumahnya sendiri saat korban sedang menunaikan ibadah sholat subuh.

Muh. Nur Sultan menjelaskan, kronologi pengungkapan kasus ini bermula pada hari kamis tanggal 22 Juni 2023 Sekitar Jam 17.00 wita salah satu tetangga korban Ihsan pergi ke rumah korban untuk memeriksa karena tidak melihat korban selama beberapa hari terakhir.

Ia sempat memanggil-manggil nama korban namun tidak ada yang menjawab, setelah itu ia mengintip di pintu samping rumah korban dan mencium bau busuk yang menyengat.

Diapun memutuskan untuk membuka pintu dan masuk ke dalam rumah pada saat di dalam rumah ia membuka horden kamar dan melihat ada kasur yang tergulung dan di ikat rapih.

Ia pun kaget dan langsung pergi memanggil saksi lainnya Faika dan kembali masuk ke dalam rumah tersebut lalu memeriksa ujung kasur yang tergulung.

“Ternyata saudara Ihsan memegang jari kaki korban dan ia pun panik lalu pergi mencari keluarga dekat Korban,” ujar Muh. Nur Sultan

Setelah mengecek kembali yang ada dalam gulungan kasur tersebut dan  memastikan bahwa yang di dalam gulungan kasur adalah manusia, lalu mereka menghubungi Polsek terdekat untuk melaporkan penemuan mayat tersebut.

Pihak Polsek Poleang Timur setelah menerima laporan informasi tentang penemuan mayat langsung meneruskan laporan tersebut kepada Kasat reskrim Polres Bombana.

Kasat Reskrim Polres Bombana bersama anggota Sat Reskrim dan Sat Intelkam berangkat menuju Ke TKP tempat penemuan mayat.

Sesampainya di TKP tim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim melakukan Olah TKP sambil mencari saksi-saksi yang ada di sekitar TKP, setelah dilakukan olah TKP selesai mayat dibawa di Rumah Sakit Umum Daerah Bombana.

Pada hari Jumat tanggal 23 Juni 2023 sekitar jam 02.00 wita Tim Sat Reskrim dan Sat Intelkam melakukan Gelar Perkara Awal yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bombana peserta gelar sepakat bahwa kasus tersebut adalah kasus Pembunuhan berdasarkan hasil olah TKP dan klarifikasi saksi-saksi.

“Kami kemudian melanjutkan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan intensif terhadap istri korban,” bebernya.

Istri korban Raja Ema kemudian dilakukan pemeriksaan dan memeriksa jejak digital HP miliknya maupun jejak rekening BANK miliknya.

Dari jejak digital dan rekening Bank milik istri korban ditemukanlah fakta bahwa istri korban intens berhubungan melalui chat WA maupun telepon dan bahkan sering mengirim uang lewat transfer ke rekening pelaku Abdul Latif

Tim dari Sat Reskrim dan Sat Intelkam yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Bombana kembali ke TKP dan mencari barang bukti yang ada disekitar TKP maupun saksi-saksi yang mengetahui kehidupan sehari-hari istri korban.

“Sehingga tim menyimpulkan bahwa fokus penyelidikan dialihkan ke saudara Abdul Latif,” tegasnya.

Pada hari Sabtu tanggal 24 Juni 2023 tim melakukan penangkapan terhadap pelaku dari hasil Introgasi fakta terungkap bahwa benar pada awal bulan Juni 2023 Istri Korban menyuruhnya melalui chat WA untuk membunuh suaminya, namun awalnya pelaku menolaknya.

Pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2023 sekitar jam 04.00 wita saudara pelaku menemui Istri Korban dirumah orang tua istri korban,  pada saat itu hanya ada istri korban dan anak-anaknya.

Pada saat itu istri korban berkata Tidak beranikah bunuh Bedu (nama yang mereka sematkan pada korban) lalu pelaku menjawab bukan saya tidak berani tapi waktu saya kesana dia sudah bangun, setelah itu Pelaku pulang mengarah ke Kasipute.

Pada saat di perjalanan istri korban mengirimkan chat WA ke pelaku dengan mengatakan Pas kopulang keluar dari rumah ada Bedu (korban) dibawah pohon kelapa dia lihat kau sambil video.

Pelaku membalas chat tersebut, jelaskah mukaku di video, istri korban menjawab iya. Lalu pelaku tetap melanjutkan perjalanannya ke Kasipute dan menginap di Basecamp PT. Anoa Multi Energi.

Pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2023 sekitar jam 19.00 pelaku meminjam motor REVO warna hitam milik orang kemudian pada pukul 23.00 wita ia berangkat menuju ke Desa Lawatu Ea Kecamatan Poleang Utara.

Sekitar jam 01.00 wita (rabu dini hari) pelaku tiba di desa Lawatu Ea Kecamatan Poleang Utara dan memarkir motor di kebun coklat depan pabrik milik saudara wahid.

Ia kemudian berjalan kaki menuju rumah kebun milik saudara Andi Somming (kakek pelaku) dengan tujuan mencari parang untuk digunakan membunuh korban, namun yang didapat hanya KAPAK sehingga ia mengambil KAPAK tersebut dan berjalan kaki menuju ke rumah korban.

Saat tiba di belakang rumah korban sekitar jam 02.00 wita (rabu dini hari) pelaku memantau situasi dalam rumah korban dengan mengintip melalui celah pintu belakang dan pintu samping.

Sekitar pukul 05.00 wita pelaku mengintip lagi melalui pintu belakang dan melihat korban menuju ke kamar mandi sehingga pelaku mempersiapkan diri dan pada saat korban keluar dari kamar mandi kembali menuju ke kamar tidur pelakupun langsung masuk melalui pintu belakang dan menuju kamar Korban.

Saat itu korban dalam posisi membelakangi pelaku, sehingga pelaku langsung menebas korban pada kepala bagian belakang dengan menggunakan kapak, bersamaan dengan itu korban hendak membalikkan badan namun pelaku menendangnya sehingga korban terjatuh dengan tersungkur.

Lalu pelaku kembali menebas korban pada bagian punggung dengan menggunakan kapak tersebut, tetapi korban masih bergerak sehingga pelaku kembali memukul muka korban menggunakan belakang kapak.

“Setelah itu pelaku mengambil parang yang berada di depan TV milik korban lalu kembali menggorok leher korban pada bagian sebelah kanan,” urainya.

Setelah memastikan korban meninggal pelaku menelpon istri korban namun tidak di angkat kemudian pelaku menchat melalui WA dengan mengatakan Angkat dulu teleponmu dan tetap tidak di balas.

Tidak lama kemudian istri korban menelpon kembali pelaku dengan mengatakan Kenapa pelaku Kesinimi Sudahmi Sa Kerjakan Bedu Istri korban menjawab ha masa, sa tidak percaya Setelah telpon mati sekitar jam 06.30 Wita istri korban tiba di TKP lalu istri korban bertanya MANA MAYATNYA Pelaku ADA DI KAMAR JANGAN KO MASUK NANTI KO MUNTAH BANYAK DARAH lalu pelaku meminta karung kepada istri korban untuk membungkus mayat korban.

Setelah ada karung yang diberikan istri korban pelaku kemudian masuk ke kamar korban untuk membersihkan darah dengan cara melap menggunakan kain yang ada dalam korban kamar korban, setelah darah tersebut di bersihkan kain yang digunakan dikumpul di samping mayat lalu mayat dan kain tersebut di bungkus dengan tikar, kemudian pelaku meletakkan korban di atas kasur kapuk lalu menggulung kasur tersebut yang dimana korban ada didalamnya.

Setelah itu istri korban pulang kerumah orang tuanya dan pelaku mengambil sarung yang berada di lemari korban untuk membungkus kapak dengan parang yang digunakan membunuh korban, Pelaku pun keluar melalui pintu belakang dan membuang kapak dengan parang tersebut di saluran belakang pabrik dan keluar melalui samping pabrik menuju motor dan langsung pulang ke kasipute.

Pada hari rabu tanggal 14 Juni 2023 sekitar pukul 22.00 wita pelaku kembali ke Desa Lawatu Ea, tiba di Desa Lawatu Ea sekitar jam 01.30 wita (kamis dini hari) lalu masuk kerumah korban dan membuka gulungan kasur yang korban ada didalamnya lalu pelaku membungkusnya kembali dengan menggunakan sprei serta mengikat menggunakan kain jilbab milik istri korban yang sudah di robek kecil agar bisa menjadi tali.

Pelaku menambah pengikat dengan menggunakan sarung yang disambung 2 (dua) sebagai pegangan untuk mengangkat dan membuang mayat korban namun pelaku tidak bisa mengangkatnya sehingga pelaku meninggalkan korban.

Perbuatan pelaku disangkakan dalam Pasal 340 Subs Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 56 ayat (1) KUHPidana.

Pewarta : Idris Hayang




Sukses Bimtek SISWASKEUDES, Langkah Maju Inspektorat Bombana Tingkatkan Pengawasan Keuangan Desa

Bombana, SultraNET. | Seluruh ASN Jabatan Fungsional Auditor di Inspektorat Kabupaten Bombana sukses merampungkan dua hari penuh kegiatan Bimbingan Teknis SISWASKEUDES yang diakhiri dengan penutupan resmi. Acara ini diselenggarakan di bawah pimpinan Muslihin, SP, Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, yang memimpin dengan penuh semangat. Kamis (15/06/2023)

Dalam sambutannya, Muslihin menekankan peranan penting Bimtek SISWASKEUDES dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) untuk menjalankan tugas pengawasan keuangan desa dengan lebih efektif.

“Aplikasi SISWASKEUDES bukan hanya sekadar alat, tetapi merupakan representasi nyata untuk meningkatkan kualitas pengawasan keuangan desa di Kabupaten Bombana ke depan,” ucapnya penuh keyakinan.

Muslihin juga menyoroti fakta bahwa aplikasi ini mampu menghasilkan laporan hasil pemeriksaan sesuai dengan ketentuan Permendagri Nomor 73 Tahun 2020 tentang Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa. Hal ini menjadi dasar kuat untuk mengintegrasikan aplikasi tersebut sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pengawasan keuangan desa di wilayah tersebut.

“Ini bukan hanya sebuah pilihan, melainkan suatu kebutuhan yang mendesak untuk memastikan kepatuhan dan keteraturan dalam pengelolaan keuangan desa,” bebernya, menegaskan urgensi penggunaan aplikasi SISWASKEUDES.

Dengan penutupan Bimtek ini, Inspektorat Bombana menandai langkah maju mereka dalam menghadirkan inovasi dan teknologi dalam pengawasan keuangan desa. Semangat Muslihin dan komitmen seluruh ASN Jabatan Fungsional Auditor menjadi pilar utama menuju pengawasan keuangan desa yang lebih efisien dan transparan di masa yang akan datang. (Adv)




Tanaman Warga Poea Bombana Kerap Dirusak Sapi, Berpotensi Timbulkan Konflik

Bombana, SULTRA NET. | Tanaman hortikultura petani di Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara kerap dirusak oleh hewan ternak sapi sehingga dinilai berpotensi menimbulkan konflik antara pemilik ternak dan petani.

Bahkan sudah sering kali pula ditemukan hewan sapi yang tewas setelah memasuki kebun warga karena diduga setelah memakan tanaman, sapi yang tewas itu meminum sisa cairan pupuk yang telah di cairkan petani di wadah ember yang disimpan di dalam kebun.

Terbaru pada tanggal 12 Juni 2023  ditemukan se ekor sapi yang tewas di dalam areal perkebunan hortikultura warga dimana hingga saat ini, Kamis (15/6/2023) belum ada pemilik ternak yang mengakui kepemilikan hewan yang mati tersebut.

Salah satu petani muda di Kelurahan Poea, Andi Amirwan mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini memang seringkali terlihat rombongan sapi yang dibiarkan berkeliaran baik di siang maupun di malam hari, kawanan sapi tidak hanya kerap memasuki areal perkebunan dan merusak tanaman warga tetapi juga berkeliaran di jalan jalan umum.

“Karena ternak sapi ini di biarkan berkeliaran bukan cuma tanaman yang dirusak bahkan sudah banyak kecelakaan lalu lintas di Poea ini yang terjadi karena menghindari atau menabrak sapi,” ujar Andi Amirwan.

Ia menjelaskan dengan dibiarkannya hewan ternak sapi berkeliaran secara bebas, sudah sangat meresahkan petani karena mereka harus begadang untuk menjaga rombongan sapi tersebut agar tidak masuk ke areal perkebunan mereka lalu merusak dan menghabiskan tanaman yang ada.

“Disisi lain para petani sebenarnya merasa tidak sampai hati untuk mencederai apalagi sampai membunuh sapi-sapi yang masuk ke areal perkebunan mereka, karena yang namanya hewan tau apa, seharusnya pemilik hewan lah yang harusnya juga punya pengertian,” bebernya.

Insiden sapi merusak tanaman warga dan sapi mati di dalam kebun sudah sering terjadi sehingga menurut petani yang juga bakal calon Anggota DPRD Bombana dari Dapil 1 Bombana itu, telah menjadi problem sosial yang cukup besar dan berpotensi menimbulkan konflik antara petani dan pemilik ternak.

“Kejadian seperti ini sangat merugikan karena dapat menimbulkan fitnah dan merenggangkan hubungan silaturahmi sesama warga. karena jika sudah ada sapi yang mati sudah biasa saling mencurigai antara pemilik tanaman dan pemilik ternak,” bebernya

Untuk itu ia berharap perlunya dibangun kesadaran bersama masing-masing pihak, sehingga terjadi kerjasama antara petani dan peternak sapi, yang kemudian dapat terus menumbuhkan hubungan yang semakin harmonis bagi sesama warga.

“Sebenarnya jika terbangun ke kompakan maka petani dan peternak bisa saling bekerja sama untuk kesejahteraan, misalnya limbah atau sisa tanaman hortikultura dapat menjadi pakan sehat untuk sapi dan sebaliknya limbah atau kotoran sapi dapat dijadikan pupuk untuk tanaman,” urainya

Ia menambahkan bahwa sebenarnya telah ada Peraturan Daerah yang mengatur tentang ternak sapi ini, hanya saja ia menilai aspek penegakan perda yang belum maksimal dan peternak yang membiarkan hewannya berkeliaran mencari makan sendiri.

“Kita berharap penegakan Perda oleh Pemerintah Daerah lebih ditingkatkan lagi. Sehingga tercipta kesadaran kolektif pemilik ternak agar tidak ada lagi hewan ternak yang berkeliaran bebas. Jika sudah seperti ini maka hubungan yang semakin harmonis antara para peternak sapi dan para petani pasti akan tercipta.” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasatpol-PP Bombana melalui Sekretaris Dinas, Retno HS Noy Putra menjelaskan terkait masih banyaknya hewan ternak yang berkeliaran di wilayah Ibu Kota Bombana yaitu Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah merupakan tugas bersama seluruh stakeholder untuk bersama sama menciptakan kesadaran kepada para pemilik ternak untuk tidak melepaskan ternaknya secara bebas berkeliaran untuk mencari makan.

“Terlebih Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah merupakan zona merah wilayah makan ternak sapi,” ujar Retno HS Noy Putra.

Ia menegaskan Satpol-PP Bombana secara rutin melakukan edukasi kepada warga agar tidak melepaskan hewan ternaknya berkeliaran karena sangat berpotensi merusak tanaman dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Edukasi dan penindakan terus dilakukan anggota kami, namun memang faktanya masih selalu saja ada pemilik ternak yang melepaskan ternaknya,” bebernya.

Untuk itu, untuk memaksimalkan penegakan Perda nomor 4 tahun 2017 tentang Penertiban Ternak sudah sangat perlu dan mendesak agar Satuan Tugas (Satgas) Ternak di tingkatan Kelurahan sebagaimana amanat Perda untuk segera dibentuk dan di maksimalkan kerjanya untuk memeperkecil resiko yang di khawatirkan.

“Kewenangan dan keberadaan Satgas di Kelurahan ini yang perlu untuk pemerintah kelurahan dan desa segera bentuk karena ini sebagai ujung tombak penegakan Perda penertiban ternak, dan Satpol-PP sifatnya adalah pengawasan,” tegasnya

Kasatpol-PP Bombana. Rusman [Kanan] dan Sekretaris Dinas. Retno HS Noy Putra [Kiri]
Kasatpol-PP Bombana. Rusman [Kanan] dan Sekretaris Dinas. Retno HS Noy Putra [Kiri]

Ia menambahkan Dinas Satpol-PP pada prinsipnya terus melakukan patroli dan penindakan di semua wilayah khususnya di Ibu Kota Bombana dan terus melakukan edukasi baik secara langsung kepada pemilik ternak, pekebun dan masyarakat umum dan juga memanfaatkan media sosial dan website Dinas Satpol-PP Bombana.

“Terakhir Pak Pj. Bupati sudah keluarkan kebijakan untuk penguatan Perda bahwa Satgas Desa dan Kelurahan harus segera dibentuk dan dilaksanakan.” tandasnya. (J.Salam)