Dua Wanita Diamankan Usai Video Pengeroyokannya Beredar di Medsos

SultraNet, Kendari – Dua wanita diamankan oleh Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari atas dugaan pengeroyokan dalam video yang beredar di media sosial pada Senin, (27/6/22).

Kedua wanita itu di amankan di salah satus Rumah Kost di Kelurahan Rahandauna Kecamatan Poasia Kota Kendari.

Penangkapan NA (16) tahun dan MZ (16) tahun berdasarkan laporan pp No.430 tanggal 27 Juni 2022.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman yang memimpin penangkapan tersebut menjelaskan, pada awalnya Korban memiliki Hutang kepada N namun Korban tidak mau membayar sehingga N jengkel dan melakukan penganiayaan kepada Korban.

“Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kedua tersangka, sehingga mengakibatkan luka lebam pada beberapa bagian tubuh Korban,” Ungkapnya.

Setelah video pengeroyokan viral, Buser 77 melakukan identifikasi dan penyelidikan tentang identitas korban dan para tersangka.

“Setelah mengidentifikasi salah satu orang dalam video, tim langsung mencari orang tersebut dan menemukan di salah satu Kost di Kelurahan Rahandauna Kecamatan Poasia,” Katanya.

Saat menemukan korban, para tersangka juga berada di Kost tersebut dan langsung dilakukan penangkapan.

Kedua Tersangka ditangkap berdasarkan bukti permulaan yang cukup, diduga telah melakukan TP. Pengeroyokan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan.

Reporter : Sul




Anak Terseret Arus Laut Batugong Ditemukan Meninggal Dunia

SultraNet, Kendari – Satu anak yang dinyatakan hilang terseret arus laut Pantai Batugong di Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (27/6/22).

Korban ditemukan sekitar 90 meter dari lokasi kejadian dengan kondisi cuaca berawan, Tinggi gelombang 0 – 0,5 meter, Kecepatan angin 7 – 14 knot dengan Arah angin tenggara – barat.

“Pada pukul 10.23 wita Tim SAR gabungan menemukan Korban Atas nama Aisyah dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa menuju ke RS Bhayangkara Kendari,” Kata humas Basarnas Wahyudi.

Pada pencarian digunakan Rescue Car 1 Unit, Ambulance 1 Unit, Rubber Boat 2 Unit serta Peralatan pendukung keselamatan lainnya.

“Unsur yang terlibat dalam pencarian korban tenggelam antara lain Rescuer KPP Kendari 6 orang, Brimob Polda Sultra 16 orang, Polairud 7 orang, Polsek Lalonggasumeeto 4 orang, SAR UHO 10 orang, Masyarakat dan keluarga korban,” Terang Wahyudi

Sebelumnya, tiga anak diketahui tenggelam saat asik berenang di pantai batugong dengan kondisi dua dalam keadaan selamat atas nama  Dewa dan Cahya (12) tahun dan Aisyah (11) tahun warga Kelurahan Tobuuha Kota Kendari.

Reporter : Sul




Pantai Batu Gong Memakan Korban, 3 Anak Tenggelam Satu dalam Pencarian

SultraNet, Kendari – Tiga anak terseret arus dan tenggelam di pantai Batugong, Kecamatan Lalonggasumeeto Kabupaten Konawe pada, Minggu (26/6/22).

Comm Centre KPP Kendari menerima informasi dari Aswandi anggota Polsek Lalonggasumeeto yang melaporkan bahwa pada pukul 15.10 wita telah terjadi kondisi membahayakan manusia tiga orang anak tenggelam.

Kejadian ini terjadi saat ketiga anak tersebut sedang asik berenang di Pantai kurang lebih 50 meter dari bibir pantai dan tertarik arus, sadar ketiganya terseret gelombang air laut warga berusaha menolong ketiganya.

“Warga berusaha menolong dan berhasil menyelamatkan 2 orang korban,” Kata Humas Basarnas Wahyudi.

Dari tiga anak yang terbawa arus laut, dua terselamatkan dan satu masih dalam proses pencarian. Salah satu dari yang selamat sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat.

“Dua yang selamat atas nama Dewa (12) dan Cahya (12) tahun, satu anak belum diketemukan dan masih terus dilakukan pencarian hingga informasi ini diterima,” jelas Wahyudi.

Lebih lanjut, Yudi sapaan akrabnya menyampaikan, ketiga korban ini berasal dari warga Tobuha kecamatan Puwatu.

Alat yang digunakan Rescue Car 1 Unit, Ambulance 1 Unit, Rubber Boat 1 Unit Peralatan pendukung keselamatan lainnya.

“Ketiga korban tersebut, dua jenis kelamin perempuan dan satu jenis kelamin laki-laki, hingga saat ini kami masih melakukan pencarian pada satu korban wanita tenggelam,” Tutupnya.

Reporter : Sul




Peringati Hari Bhayangkara Ke 76, Polres Bombana Gelar Bakti Religi

Rumbia, SultraNET. – Berbagai bentuk program Polres Bombana terus dilakukan untuk mendekatkan diri dihati masyarakat sebagai Polisi Pengayom Rakyat apalagi dimomentum peringatan Hari Bhayangkara ke 76 tahun 2022.

Kali ini, Senin (20 Juni 2022) Polres Bombana menggelar Bakti Religi di mesjid Raya Kasipute dan Gereja Tondowatu Kasipute.

Giat Baksos Religi dipimpin oleh Kapolres Bombana AKBP Tedy Arief Soelistiyo, S.I.K,.M.H yang dihadiri juga oleh Wakapolres Bombana KOMPOL Urva Lomansyah, S.Si,.S.I.K.,M.H, Kabag Ops Polres Bombana KOMPOL Basri, S.H, Kabag Sdm polres Bombana KOMPOL Haeruddin, S.Sos, Kabag Ren Polres Bombana KOMPOL. Hasruddin, S.E,.M.E, Kabag Log Polres Bombana KOMPOL Kerik Patodingan, S.S,. Kasat Reskrim Polres Bombana AKP Muh. Nur Sultan, S.H, Kasat Narkoba Polres Bombana AKP Silfanus Solo S.H., M.H, Kasat Intelkam Polres Bombana IPTU Su Ismail K, S.Si, Kasat Binmas Polres Bombana IPTU Abdul Kadir, Kasat Samapta Polres Bombana AKP Laode Arsangka, Kasat Lantas Polres Bombana AKP Muh. Arifin Fajar, Ka SPKT Polres Bombana IPTU Kamaruddin Dona, Kasi Propam Res Bombana IPDA Abd.Hakim, Kasat Tahti Polres Bombana Iptu Rasyid Tindri dan Para perwira serta personil Polres Bombana sebanyak 50 orang

Rangkaian peringatan hari ulang tahun Bhayangkara ke-76, Polres Bombana yang telah dilaksanakan adalah Bakti Kesehatan dengan membuka garai vaksinasi covid-19, Pengobatan massal dan khitanan dilaksanakan dibeberapa titik dan donor darah secarab cuma-cuma yang diikuti oleh pulahan Personel Polres Bombana.

Kapolres Bombana berharap, Pelaksanaan Bakti kesehatan secara gratis oleh Polri dapat bermanfaat bagi masyarakat Bombana apalagi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir.

Masyarakat diminta tetap memperhatikan protokol kesehatan selama beraktivitas yakni jaga kebersihan, gunakan masker, rajin cuci tangan




Isu Bibit Kopi di Bombana Terlantar, Kelompok Tani ini Tersinggung dan Sebut Itu Fitnah

Sultranet.com, Bombana – Isu yang tersebar di media sosial tentang adanya bibit kopi yang terlantar akibat tidak ada petani dan tidak tersedia lahan untuk ditanami membuat sejumlah Kelompok Tani di Kabupaten Bombana tersinggung, pasalnya hal tersebut bertentangan dengan fakta lapangan sebenarnya.

Kepada awak media ini, Jum’at (17/6/2022) Alwi selaku Ketua Kelompok Tani Samaturu, Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, mengaku sangat menyayangkan tindakan oknum yang sampai hati menyebarkan isu yang menjurus ke arah fitnah dan berpotensi mengganggu kelancaran program yang menjadi tumpuan harapan petani saat ini dalam upaya mengganti tanaman yang sudah tidak produktif atau mengisi lahan kosongnya.

“Bibit datang dan di turunkan pada titik yang di anggap paling strategis untuk kemudian di salurkan ke masing masing petani, butuh hitungan minggu hingga bibit itu bisa tertanam, jadi tidak ada penelantaran bibit disitu,” ujar Alwi.

Bahkan untuk membuktikan itu, ia mengajak pihak yang merasa ragu untuk datang dan melihat langsung hasil tanamannya agar tidak ada lagi informasi yang dapat menyesatkan.

“Ini salah satu anggota saya yang lahan kebunnya sejauh 4 km dari titik bongkar paling dekat dan harus melewati jembatan darurat, jadi memang membutukan waktu,” tegas Alwi

Ditemui terpisah, Kelompok Tani Perintis, Nundang. S,  menanggapi isu penelantaran bibit kopi dengan lebih bijak, ia menerangkan bahwa foto dalam unggahan media sosial pada isu itu adalah bibit dari kelompoknya yang ditanamnya di belakang rumahnya.

“Itu yang sudah kami tanam dan ini adalah bibit yang belum di tanam, tetapi kami masih dalm proses menggali tanah untuk menanam,” jelasnya sambil menujukan pada awak media bibit bibit tersebut.

Nundang Merasa sangat bersyukur karena dapat bantuan bibit kopi dari Pemerintah Bombana yang dengan itu dia dapat memanfaatkan lahan belakang rumahnya dengan baik.

Menurut Nundang, kelompoknya memerlukan waktu 2 minggu lagi untuk merampungkan semua penanamannya, ketika di konfirmasi ketersediaan lahan, ia mengatakan bahwa bahkan jika semua bibit kopi tertanam masih tersisa beberapa hektar lagi yang kosong.

“Jadi inilah kenyataannya, tidak seperti yang beredar di media sosial, tidak benar itu,” tegas pria yang akrab dengan panggilan Bapak Eko itu.

Sementara itu, salah satu warga Desa La’ea, Ambo Saka mengemukakan kekesalannya, dengan menunjuk beberapa batang bibit yang belum sempat di tanamnya sambil berkata bahwa butuh waktu untuk menyelesaikan proses penanaman, sehingga isu isu yang menyebut dilakukan penelantaran bibit sangat menyakiti hati petani.

“Kami masih dalam proses penanaman ini dan jangan bicara sembarangan, coba datang disini itu yang bilang supaya saya ikat di bawah pohon kelapa” kesal Ambo Saka.

Saat dikonfirmasi terpisah, salah satu penyuluh pertanian Bombana yang enggan di sebut namanya mengatakan bahwa isu isu tersebut tidak berdasar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Bahkan hal tersebut dapat mengganggu kinerja dan mencoreng nama baik petugas lapangan yang selama ini melakukan verifikasi aktual, penyuluhan dan pendampingan.

“Kami telah meningkatkan intensitas pendampingan penanaman dan penyaluran, jam kerja kami di lapangan meningkat, kami berusaha se-profesional mungkin akan tetapi sangat disayangkan ada oknum tertentu tidak menghargai kami, membuat kesimpulan padahal tahapan proses belum selesai, jelas kami tersinggung,” Singkatnya. (Hr).




Nilai Gagal mengurus SI, Ketua PW SEMMI Sultra minta Ketum DPP SI Hamdan Zoelva Pecat Pengurus SI Sultra

Kendari, sultranet.com – Kepengurusan Syarikat Islam (SI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2016-2021 mendapatkan sorotan dari Ketua Umum Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW-SEMMI) Sultra.

Ketua Umum PW SEMMI Sultra, Asbar Pranandi meminta Ketua Umum DPP/Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva Hamdan Zoelva  untuk segera memecat pengurus SI Provinsi Sulawesi Tenggara karena dianggap gagal mengurus organisasi.

“Saya tadi berkomunikasi ke Pengurus Besar SEMMI terkait beberapa persoalan SI dan SEMMI di Sultra, saya bilang ke sekjend PB SEMMI untuk sampaikan ke bang Hamdan Zoelva sebegai Ketum DPP untuk pecat saja pengurus SI (Syarikat Islam.red) sultra,” ujar Asbar. Rabu (15/6/2022).

Asbar menilai jabatan strategis para pengurus seharusnya mampu mengerakkan organisasi di daerah.

“Mereka ini pengurus punya jabatan strategis dan mengurus SI sejak 2016-2021, ada Bupati, ada Wakil Bupati dan Ketua DPRD tapi hanya persoalan menghadirkan sekretariat dan pembentukan pengurus cabang SI di 17 kabupaten/kota saja susahnya,” beber Asbar

Ia menyebut dalam waktu dekat Pengurus PW SEMMI Sulawesi Tenggara akan menyurat secara resmi ke DPP Syarikat Islam/Laznah Tanfidziyah di Jakarta untuk merekomendasikan penganti Pengurus Syarikat Islam Sulawesi Tenggara.

“Dalam waktu dekat kami akan mengirim surat ke DPP SI untuk merekomendasikan nama penganti pengurus SI Provinsi Sulawesi Tenggara biar lebih bisa mengerakkan roda organisasi,” Pungkasnya.

Pewarta : Sul




Teror Penyakit PMK Pada Sapi Kurban, RPH Kendari Siapkan Solusinya

SultraNet, Kendari – Hitungan Minggu, Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah sebentar lagi akan tiba, dibalik sebelum hari raya itu tiba, Indonesia saat ini tengah di teror penyakit Mulut dan Kuku yang menyerang hewan Ternak seperti sapi, kerbau, domba atau kambing dan tergolong penyakit akut yang penyebarannya melalui infeksi virus serta mudah menular.

Mencegah Teror penyakit PMK ini meluas, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Kendari menyarankan agar masyarakat melakukan penyembelihan hewan kurban di RPH untuk memastikan kesehatan ternak yang akan disembelih.

“Dari pemerintah kota sendiri sudah menyarankan untuk melakukan pemotongan kurban di RPH, dan kami siap melayani itu,” Kata Kepala UPTD RPH Kota Kendari Raden Muhammad Romy Yulianto pada awak media.

Raden melanjutkan, warga yang ingin melakukan pemotongan di RPH wajib menyertakan surat keterangan kesehatan dan surat jual beli hewan ternak.

“Syaratnya sertakan surat keterangan kesehatan hewan dan surat jual beli hewan ternak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan sebelum melakukan penyembelihan, hewan ternak akan diperiksa terlebih dahulu oleh dokter Hewan RPH.

“Hewan ternak yang masuk dan akan dipotong terlebih dulu menjalani pemeriksaan fisik (antemortem), jika memenuhi syarat maka penyembelihan dapat dilakukan,” Katanya.

“Setelah itu pemotongan, dilakukan pemeriksaan pasca pemotongan (postmortem) yaitu pemeriksaan organ dalamnya,” Tambahnya.

Jika dari hasil pemeriksaan menyatakan memenuhi syarat, maka daging hewan ternak yang telah disembelih layak untuk dikonsumsi dan dipasarkan oleh masyarakat.

Olehnya itu, Romy menegaskan, agar keamanan hewan kurban terjamin kesehatannya dan layak untuk dikonsumsi, maka sebaiknya masyarakat melakukan kurban atu pemotongannya di RPH Kendari.

“Sesuai amanat Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan, daging-daging yang di pasarkan harusnya melalui RPH, pemotongan diluar dari RPH tidak dijamin apakah sapinya berpenyakit, ilegal atau tidak,” Tegasnya.

Ditempat yang berbeda, sehari sebelumnya awak media menemui pihak Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara (sultra).

Kepala Bidang dan Kesehatan Hewan Distannak, Jabar menegaskan untuk menangkal penyakit PMK hewan ternak harus memiliki surat Kesehatan Hewan (SKH).

” Surat Kesehatan Hewan  (SKH) adalah salah satu syarat utama pendistribusian hewan ternak baik itu yang akan masuk di daerah Sultra maupun yang akan keluar nantinya,” Ungkapnya.

“Jika tidak memiliki SKH dari dokter hewan atau karantina yang menerangkan hewan ternak sehat maka ternak tersebut tidak dapat masuk ke Sultra begitupun sebaliknya,” ungkapnya.

Jabar menyampaikan bahwa belum ada laporan untuk sementara ini, tentang penyakit PMK yang menjangkit Hewan Ternak di Kota Kendari ataupun kabupaten lainnya di Sultra.

“Kami sudah melakukan pengecekan, dan untuk saat ini belum ada laporan yang kami terima tentang Ternak yang terjangkit PMK,” Tutupnya.

Reporter : Sul

 

 

 




DPPKB Bombana Gelar Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor

Bombana, HarapanSultra.COM | Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29, tahun 2022, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana,  menggelar kegiatan pelayanan KB sejuta akseptor di seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Bombana, Rabu (15/06/2022).

Saat ditemui Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana Drs. H. Abdul Azis, M.Si, mengatakan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, DPPKB terus meningkatkan akses pelayanan KB yang berkualitas bagi pasangan usia subur dan pengendalian angka kelahiran dalam satu keluarga akan berdampak kepada penurunan prevalensi stunting, kegiatan KB ini merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan serentak diseluruh indonesia.

“ini kegiatan nasional dan dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia dalam rangka harganas atau hari keluarga nasional ke 29, tahun 2022, selain itu manfaat dari kegiatan ini penting karena dapat mengatur jarak kelahiran anak. Karena dengan bisa mengatur jarak kelahiran anak dapat mencegah terjadinya stunting,” urainya.

Untuk itu saat ini, BKBBN menjadi Koordinator pelaksanaan percepatan penurunan angka stunting, karena resiko stunting diakibatkan dari  jaraknya kelahiran terlalu dekat. Melalui kegiatan  ini diharapkan Jika ingin keluarga berkualitas gunakan KB untuk bisa mengatur jarak lahir sehingga melahirkan anak yang sehat.

“Hari ini kita turun langsung kelapangan bersama seluruh Pejabat eselon III dan IV lingkup Dinas PP dan KB dan Petugas UPT Puskesmas sebagai petugas pelayanan KB Serentak untuk memastikan semua berjalan dengan baik, kemudian memberikan motivasi serta meyakinkan bahwa keterpaduan kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dalam semua sektor,” jelas H. Abdul Azis.

Untuk diketahui, target Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor Kabupaten Bombana sebanyak 876 Akseptor dan dapat tercapai 2.536 Akseptor atau 289,50%, hal ini tentunya berkat kerjasama Dinas Kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bombana, Penyuluh KB, Kader dan Pihak Puskesmas se-kabupaten Bombana.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua mitra kerja baik Kepala Dinas Kesehatan, Ketua Ikatan Bidan Indonesia, UPT Puskemas, Bidan Desa, PKB/PLKB dan Kader yang telah menyukseskan kegiatan ini” tutupnya.

Kepala Bidang Keluarga Berencana Herlina, SKM., M.Kes menjelaskan Pelayanan KB diadakan tidak hanya di rumah sakit, puskesmas, klinik, klinik dokter, dan tempat praktik mandiri bidan. Metode pelayanan KB yang diadakan meliputi pelayanan KB ulangan, pelayanan ganti cara (metode), pelayanan KB pascapersalinan, serta pelayanan KB baru.

Lebih jauh Herlina menyebut kekurangan gizi pada anak (stunting) terkait erat dengan jarak kehamilan dan kelahiran. “Terlalu dekat jarak kelahiran, terlalu banyak, serta terlalu tua atau muda usia ibu melahirkan menjadi faktor tingginya angka kematian ibu dan bayi tentunya juga menjadi faktor terjadinya stunting,” kata Herlina.

Menurutnya, pembangunan keluarga yang sehat harus direncanakan melalui KB, oleh karenanya dengan adanya program ini dapat dimanfaatkan oleh warga, untuk bisa memiliki keluarga yang sehat, keluarga yang terencana dan bahagia.

Karena itu Herlina berharap antusiasme masyarakat menjadi akseptor KB guna merencanakan kehamilan dan kelahiran dan mewujudkan keluarga yang berkualitas. (Rls)




30 Peserta Pesparawi Wanita Bombana Wakili Sultra di Ajang Nasional

Rumbia, SultraNET.  |  Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana Man Arfa melepas sebanyak 30 peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Wanita dan 3 pelatih kontingen Pesparawi Bombana yang akan bergabung dengan kontingen Pesparawi Provinsi Sulawesi Tenggara, untuk mengikuti event Pesparawi tingkat Nasional ke-13 yang akan di selenggarakan di Yogyakarta pada tanggal 19 – 26 Juni 2022 mendatang, bertempat di Lantai 1 gedung Kantor Bupati Bombana. Senin (13/6/2022).

Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) Nasional adalah suatu ajang Pesta Paduan Suara gerejawi yang dilaksanakan Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN).

Bupati Bombana yang di wakili oleh Sekda Man Arfa dalam arahannya berharap, kontingen paduan suara wanita asal Kabupaten Bombana dapat memberikan penampilan yang maksimal pada event pesparawi nasional ke-13 di Yogyakarta.

Man Arfah mengaku sangat bangga. Sebab, ada 30 perwakilan dari Kabupaten Bombana yang telah melewati seleksi yang berat, sehingga bisa bergabung dengan kontingen Provinsi Sulawesi tenggara

“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas terpilihnya LPPD Bombana yang mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara di kategori paduan suara wanita di Pesparawi Nasional ke di Jogjakarta,” Ucap Man Arfa.

Lebih lanjut Jenderal ASN di Bombana itu menitipkan pesan kepada seluruh peserta dan official yang akan berangkat nanti untuk menjaga nama baik Daerah.

” Jadikan juga Ajang nasional ini untuk bisa memperkenalkan dan promosi budaya daerah sehingga bisa terkenal di nasional hingga mancanegara,” pesannya

Sementara itu, Ketua Rombongan Pesparawi Kabupaten Bombana, Semuel Kadmaerubun mengatakan para peserta yang berjumlah 30 orang ini sudah melakukan latihan sejak 7 Bulan yang lalu dengan di dampingi 3 orang pelatih sekaligus official.

” Target utama kami adalah bagaimana bisa memberikan yang terbaik buat daerah ini agar bisa mengharumkan nama Bombana dan Sulawesi Tenggara di kancah Nasional,” Ujar Semuel pada awak media di sela sela latihan pemantapan.

Semuel juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemkab Bombana yang telah membantu dengan maksimal mulai dari awal hingga keberangkatan nanti.

” Mohon doa dan restunya dari seluruh warga Bombana agar kami bisa memberikan yang terbaik, selain itu ini juga akan jadi kado perpisahan buat Bupati Bombana Bapak H.Tafdil di akhir periode Jabatan nya.” Pungkas Salah satu Kabid di Dinas PU Kabupaten Bombana itu.

Untuk di ketahui 30 peserta asal Kabupaten Bombana ini, akan bertolak ke Yogyakarta pada tanggal 20 Juni 2022 dan berlomba pada tanggal 24 Juni mendatang.

 




Update Kericuhan Depan UHO, 4 Pelaku Diamankan

SultraNet, Kendari – Tim Satreskrim dan Tim Sat Narkoba Polresta Kendari berhasil mengamankan Empat pelaku penganiayaan di depan Kampus UHO pada, Senin (13/6/22).

Keempat pelaku tersebut antaralain inisial MH (21) tahun, inisial K (24) tahun, inisial F (24) tahun dan saudara Z (24) tahun.

Melalui siaran persnya, Kapolresta Kendari Kombes Pol Muhammad Eka Fathurrahman menerangkan setelah memiliki bukti permulaan yang cukup patut diduga tersangka telah melakukan Tindak pidana Pengeroyokan.

“Tersangka berhasil ditangkap di Asrama Hocimin Lr. Salangga Kel. Lalolara Kec. Kambu Kota Kendari,” Ungkapnya.

Selanjutnya, dari penangkapan tersebut, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata tajam berupa parang sebanyak dua bilah beserta sarungnya, satu buah samurai beserta sarungnya, satu bilah badik beserta sarungnya dan satu buah sarung parang.

“Para tersangka dan barang bukti yang disita di bawa ke Mako Polresta Kendari guna proses Sidik lebih lanjut,” Jelasnya.

“Pelaku dijerat Pasal 170 KUHP tentang Tindak pidana Pengeroyokoan dilakukan dengan cara Pelaku melakukan Penganiayaan secara bersama-sama,” Pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, sebelumnya salah satu pelaku pelaku pengeroyokan dengan inisial Y (30) tahun telah diamankan lebih awal semalam, kini pelaku berjumlah lima orang dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pantauan awak media, kondisi depan kampus UHO relatif membaik.

Reporter : Sul