DLH Bombana, Konsultasi Publik KLHS Revisi RTRW 2020-3030

Bombana, SultraNET. | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Revisi Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2020-2030, Kamis (11/11/2021).

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Bombana, Man Arfa mengatakan untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan, dokumen KLHS merupakan prasyarat mutlak yang harus dipenuhi.

“Seluruh dokumen pembangunan harus dibarengi dengan KLHS, itu adalah dokumen wajib dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Man Arfa.

Hal tersebut lanjut Man Arfa sebagai bentuk kepatuhan terhadap lingkungan hidup, untuk itu ia mengharapkan adanya saran dan masukan atas materi yang telah disusun oleh Kelompok Kerja penyusunan KLHS RTRW.

“Masukan dari peserta ini kemudian  yang akan dilakukan validasi kembali oleh Pokja Provinsi,” Jelas Man Arfa.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu Hotel di Bombana itu menghadirkan Pemateri Akademisi Universitas Haluoleo, unsur Pemerintah Daerah, Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat, unsur Media dan pemerhati masalah lingkungan. (IS)

 

Konsultasi Publik KLHS Revisi RTRW
Konsultasi Publik KLHS Revisi RTRW

 

 

 

 

 

 




Status PPKM di Bombana Turun ke Level 2

Bombana, SultraNET. – Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara  turun level terkait status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jika Sebelumnya berada di level tiga, kini turun jadi level dua.

Untuk wilayah Sulawesi Tenggara, baru satu Kabupaten yang mampu menyandang level satu yakni Kabupaten Konawe Utara. Sementara 12 Kabupaten dan dua Kota lainnya berada di level dua, sedangkan di level tiga masih dua Kabupaten.

Kabupaten Bombana masuk kategori level dua PPKM. Bombana bersama Kabupaten Muna, Buton, Konawe, Wakatobi, Buton Utara, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Kolaka Utara, Kota Baubau, dan Kota Kendari, sedangkan level tiga yakni Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin Ismail mengatakan penurunan status tersebut berkat adanya tambahan warga yang mau vaksin dari hari ke hari serta angka covid-19 yang telah mencapai anka 0 (nol).

Ia menjelaskan jika Bombana tidak terhalang rendahnya jumlah prosentase warganya yang telah di vaksinasi saat ini, maka dipastikan telah masuk kategori level satu PPKM.

“Sejak 1 Oktober 2021 sampai sekarang, Alhamdulilah tidak ada lagi warga kita yang terkonfirmasi atau terpapar covid-19,” paparnya usai mengikuti rapat bersama jajaran camat dan TNI/ POLRI di Rujab Bupati Bombana, Kamis (11/11/2021).

Hanya saja, akibat rendahnya warga Bombana yang vaksin kata Darwin, telah berdampak pada naiknya levelitas PPKM secara standar nasional

“Naiknya levelitas kita di PPKM Itu, akibat capaian vaksinasi kita rendah. Hingga 8 November 2021 kita belum capai 40 persen sebagaimana ditargetkan secara nasional. kita masih berkutat ditataran 39 persenan. Akibatnya, level PPKM kita saat itu, naik ke level tiga,” ulasnya.

Namun saat ini lanjutnya, jumlah vaksinasi  telah menyentuh angka 44 ribuan lebih. Atau telah mencapai 40 persen lebih dari target, sehingga level kita sudah turun ke level dua,” tambahnya.

Mantan Kepala BKD Bombana itu menargetkan hingga akhir November 2021 kedepan, persentase yang hendak dicapai di kisaran 60 persen dari target.

“Untuk saat ini, kita butuh sekitar 19 persenan lebih untuk gapai target 60 persen tersebut. Sementara satu persen itu, butuh kisaran 1.200 dosis yang mesti tervaksin. Makanya, hari ini kita undang camat dan unsur TNI Polri untuk bahu membahu tangani bersama terkait rendahnya vaksinasi kita ini,” ujanya.

“Kedepan, identifikasi warga yang vaksin dan yang belum, akan digunakan metode by name by adres. Lewat scraning kartu keluarga atau KK,” Pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

.




TPP ASN Bombana yang Belum Lakukan Vaksinasi Bakal Ditahan Sementara

Bombana, SultraNET. | Target Herd Immunity di akhir bulan Desember 2021 menjadi hal yang harus direalisasikan di semua daerah yang ada di Indonesia termasuk Kabupaten Bombana, karena merupakan Instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa menjelaskan jika Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Bombana yang belum melakukan vaksinasi, maka Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nya akan ditahan sementara hingga ASN tersebut melakukan vaksinasi.

“Ya itu tanggung jawab saya. Kalau ada PNS di Lingkup Pemda Bombana yang belum atau tidak mau di vaksin akan ditahan sementara TPP nya sampai selesai divaksin baru diberikan,” Jelas Man Arfa saat di wawancarai usai Rapat dengan seluruh Camat se Kabupaten Bombana di Aula Paviliun Rujab Bupati Bombana, Kamis (11/11/2021).

Mantan Kadis PU Kabupaten Bombana ini juga menegaskan kembali apa yang menjadi Arahan Bupati Bombana pada saat Rapat koordinasi tadi, bukan hanya itu, jika dalam pelaksanaan vaksinasi bersama para Camat tidak mencapai target hingga 70 persen, pihaknya juga bakal mengambil langkah tegas.

“Saya akan panggil dulu, kalau memang tidak bisa bekerja maksimal kita ganti, ini program dari pusat bukan dari program daerah, makanya jangan main-main program ini,” Tegas Jenderal ASN di Kabupaten Bombana itu.

 

 

 

 

 

 

.




Ketua MOI Sultra Sambangi Wagub Sultra Jelang Pelantikan, Ini Tujuannya

Kendari, SultraNET. – Dewan Pimpinan Wilayah Media Online Indonesia provinsi Sulawesi Tenggara (DPW MOI Sultra) silahturahim dengan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulawesi Tenggara Dr. H. Lukman Abunawas, SH. M.Si. MH, Selasa (9/11/2021).

Ketua MOI Sultra, Suhardi SP yang di dampingi wakil ketua III Usman, S.Pi menjelaskan, maksud pertemuan dengan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas adalah membahas pelantikan dan pengukuhan pengurus DPW Media Online Indonesia Sulawesi Tenggara,

Selain itu juga sebagai ajang silahturahim dan berdiskusi tentang kinerja jurnalis kedepan untuk bisa memberikan informasi akurat dan berimbang serta terkait berita- berita di kalangan masyarakat dan di pemerintahan yang independen dan profesional.

DPW MOI Sultra juga meminta secara resmi kesedian wakil gubernur Lukman Abunawas untuk menghadiri pelantikan dan pengukuhan serta rapat kerja DPW MOI Provinsi Sulawesi Tenggara serta sekaligus bersedia menjadi Dewan Pembina dan Dewan Penasehat dalam organisasi Asosiasi DPW MOI Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Ini merupakan keseriusan seluruh pengurus DPW MOI Sultra, agar dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan pengurus DPP demi kemajuan organisasi. Insya Allah tanggal 30 November pengurus MOI Sultra akan dilaksanakan pelantikan dan pengukuhan di hotel Claro Kendari,” ucapnya.

Dalam pelantikan nanti kata Suhardi, dijadwalkan kehadiran Ketua DPP MOI Pusat Rudi Sembiring Meliala, dan Sekjen DPP MOI Drs. HM. Yusuf Rizal, SH. SE. M.Si serta Gubernur Sultra H. Ali Mazi dan wakil gubernur Lukman Abunawas serta pejabat lainya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas mengaku siap menghadiri kegiatan pelantikan dan pengukuhan DPW MOI Sultra nantinya.

Wagub berpesan kepada DPW MOI Sultra untuk tetap berkordinasi dengan Dinas Kominfo provinsi Sulawesi Tenggara sebagai mitra dan perpanjangan tangan pemerintah dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.

“Saya berharap semoga kerja- kerja jurnalis dapat bermanfaat bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara, dan selalu bersinergi dengan pemerintah untuk memberikan informasi terbaik bagi daerah,” pungkasnya. (Rls)

 

 

 




Bupati H. Tafdil Warning ASN yang Belum Lakukan Vaksinasi

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Kantor Bupati Bombana, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Rabu (10/11/2021).

Bupati Bombana, H. Tafdil dalam Pidatonya mengatakan bahwa pencapaian vaksinasi di Kabupaten Bombana masih jauh dari apa yang diharapkan, apalagi untuk pelayan publik seperti ASN data yang masuk masih di angka persentase 39,67 %  untuk dosis pertama.

” Ini menjadi satu hal yang harus kita perhatikan bersama sama, bagaimana target Herd Immunity pada Bulan Desember nanti akan bisa tercapai, kalau kita saja yang seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat masih banyak yang belum melaksanakan vaksin padahal sangat jelas ini adalah program pemerintah,” Ungkap H.Tafdil

Bupati Bombana dua periode ini juga langsung menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah untuk mengumpulkan Kartu Keluarga seluruh ASN yang ada di Kabupaten Bombana.

“KK ini kita akan screening, jadi bisa ketahuan yang mana ASN sudah mengikuti vaksinasi dan yang mana belum mengikuti vaksinasi, sanksi akan saya siapkan sesuai dengan aturan yang ada,” Tegas Suami Andi Nirwana Sebbu itu.

Untuk diketahui, beberapa waktu yang Lalu H. Tafdil juga sempat memberikan Warning kepada para Camat dan Kapus yang tidak mencapai target sampai pada bulan Desember nanti akan ada sanksi yang di berikan kepada mereka.

 

 

 

 

 

 

.




Fraksi PPP-Hanura Apresiasi Program Pekan Vaksin Dinkes Bombana

Bombana, SultraNET. – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bombana guna percepatan target vaksinasi melalui Program Pekan Vaksin yang telah diadakan sebanyak sembilan kali hingga saat ini.

Apresiasi tersebut disampaikan Fraksi yang berakronim PERAN ITU Pada pandangan umum fraksi terhadap pidato Bupati Bombana tentang pengajuan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Bombana tentang anggaran dan pendapatan dan belanja daerah Tahun 2022, Senin (08/11/2021).

Ketua Fraksi PPP-Hanura, Amiadin, SH menjelaskan keseriusan Pemkab Bombana dalam mendukung program ini terlihat dari Belanja Prioritas untuk Mendukung Penanganan Pendemi Covid-19 yang meliputi Dukungan Program Pemulihan ekonomi, Perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dukungan pelaksanaan vaksinasi covid-19, dukungan Kelurahan dalam penanganan Pendemi Covid-19 dan Insentif Tenaga Kesehatan dalam rangka untuk penanganan Pendemi Covid-19.

“Memberikan apresiasi yang mana salah satunya tentang keseriusan Pemkab Bombana dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk mencapai Herd Immunity atau kekebalan kelompok di akhir Bulan Desember 2021,” ujar Amiadin.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bombana tersebut menambahkan kebijakan Dinas Kesehatan patut mendapat dukungan semua pihak terlebih dampak Pendemi yang menggerogoti sendi kehidupan akibat Pandemi tentu memberi beban berat kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Aleg 4 Periode di DPRD Bombana itu mengapresiasi komitmen serius Dinas Kesehatan dalam upaya percepatan vaksinasi covid-19 untuk mencapai target sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia.

“Kami percaya di tangan dingin Kepala Dinas Kesehatan Bapak Darwin Ismail dan seluruh pihak terkait, target Herd Immunity atau kekebalan kelompok di akhir bulan Desember 2021 ini dapat tercapai sehingga masyarakat kita dapat melaksanakan kegiatan secara normal kembali,” tutupnya (IS).

 

 

 

 

 

 

.




Pekan Vaksin Tahap 9 di Bombana, Dosis Pertama jadi Prioritas

Bomban, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana (Pemkab), Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar pekan Vaksinasi yang sekarang telah memasuki tahap ke sembilan dengan prioritas dosis pertama.

Sekertaris Daerah (Sekda) Bombana, Man Arfa, mengatakan untuk mencapai 70 persen dosis pertama, bakal diperuntukan bagi semua kelompok.

“Ini sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat untuk mencapai 70 persen dosis pertama di seluruh Indonesia khususnya Bombana,” ungkap Man Arfa di ruang kerjanya, Jumat, (05/11/2021).

Mantan Inspektur Inspektorat Bombana itu menjelaskan dalam pelaksanaan vaksinasi yang akan dilaksanakan mulai hari ini  tanggal 5 hingga 12 November 2021 mendatang, akan digelar di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana.

“Peran Camat, Kepala Puskesmas, Lurah, Kepala Desa, dan Kepala Sekolah sangat dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan ini,” tegas Jenderal ASN di Kabupaten Bombana itu.

Untuk diketahui target vaksinasi Kabupaten Bombana tahap sembilan yakni, Dosis pertama Pfizer bagi 15 ribu orang, Dosis pertama Moderna bagi 1.232 orang serta Dosis kedua Sinovac bagi 3.504 orang dan total keseluruhan 19.736 orang.




Penerima Bansos di Kecamatan Rumbia Tengah Disyaratkan Telah Vaksinasi

Bombana, SultraNET –  Masyarakat Kecamtan Rumbia Tengah,  Kabupaten Bombana yang hendak menerima Bantuan Sosial Sembako PPKM Tahun 2021 di Kantor Kecamatan setempat, diwajibkan melakukan vaksinasi terlebih dahulu, Jumat (05/11/2021).

Penyerahan Bantuan Sosial di Kantor Kecamatan tersebut bersamaan dengan diadakannya pekan vaksinasi tahap sembilan yang di Gelar oleh Pemkab Bombana melalui Puskesmas Rumbia Tengah sebagai pelaksana.

Sekretaris Kecamatan Rumbia Tengah, Muhammad Amin Mudeing menjelaskan, persyaratan tersebut dilakukan karena masih banyak warganya yang belum melaksanakan vaksinasi salah satunya para penerima bansos ini.

“Jika memenuhi syarat akan di vaksin, setelah itu dapat menerima Bansos, akan tetapi kalau ada penyakit bawaan harus menunjukkan surat keterangan dari Dokter agar bisa diberikan, Adapun warga yang sudah divaksin dapat langsung menerima bantuan tersebut,” Jelas Amin Mudeing

Meski demikian menurut Amin Mudeing pihaknya juga tidak melakukan pemaksaan kepada warga penerima Bansos untuk mengikuti program apalagi pelaksanaan Vaksinasi pada para penerima Bansos tersebut dan tetap dilakukan sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP) vaksinasi covid 19, dalam hal ini melalui tahapan scrining.

“Kami Hanya tanya Kalau sudah vaksin, kalau mereka jawab belum maka kami minta Vaksin dulu” Tutupnya.

 

 

 

 

 

 

.




Target 70 Persen Warga Bombana Tervaksin, Dinkes Siapkan 38.000 Dosis

Bombana, SultraNET. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus bekerja untuk menyukseskan vaksinasi di daerahnya, kali ini disiapkan 38 ribu vaksinasi untuk mencapai target 70 persen pada Desember 2021 mendatang.

Percepatan vaksinasi untuk mencapai herd immunity menjadi keharusan disetiap daerah minimal mencapai angka 70 persen, sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan stok vaksin yang tersedia saat ini 19 ribu dosis,  dan bakal ada 19 ribu tambahan yang masih dalam proses pengiriman.

“Untuk mencapai 70 persen di bulan Desember sudah aman, sekarang tinggal pelaksanaannya,” kata Darwin, Jumat (05/11/2021).

Seluruh kelompok seperti Lansia, masyarakat umum, pelayan publik, pendidik, tenaga kesehatan, remaja usia 12 -17 tahun serta tenaga kesehatan akan dilayani, dari dosis pertama sampai dengan dosis ketiga.

“Semuanya kelompok sasaran akan dilayani, juga untuk dosisnya baik dosis pertama, kedua maupun dosis ketiga bagi tenaga kesehatan,” pungkas Mantan Kepala BKD ini.

 

 

 

 

.




Stok Vaksin Covid-19 di Bombana Melimpah, Siap Layani Seluruh Kelompok Sasaran

Bombana, SultraNET. | Untuk mencapai target vaksinasi covid-19 di Bulan Desember 2021 dimana sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bahwa untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok setiap Daerah diharuskan mencapai target vaksinasi kepada warganya minimal 70 persen penduduknya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Selasa (2/11/2021) mengatakan untuk mencapai target dimaksud Pemerintah Kabupaten telah melakukan berbagai skenario salah satunya dengan melakukan inovasi Pekan Vaksinasi di Seluruh wilayah Kecamatan se Kabupaten Bombana yang saat ini telah memasuki pekan ke 9.

Mantan Kepala Badan Keuangan Daerah Bombana itu menguraikan kendala yang dihadapi selama ini yaitu ketersediaan stok vaksin yang terkadang menunggu pengiriman, saat ini sudah dapat teratasi dengan tersedianya sebanyak 19.000 dosis vaksin di Bombana serta ditambah yang sedang dalam pengiriman 19.000 dosis lagi.

“Dapat dipastikan stok vaksin untuk mencapai target 70  persen di Bulan Desember 2021 sudah aman, sekarang tinggal pelaksanaannya saja,” ujar Darwin Ismail

Ia menambahkan Pekan Vaksin yang bakal dimulai pada tanggal 5 hingga 12 November 2021 itu  bakal melayani seluruh kelompok sasaran vaksinasi yaitu Remaja atau pelajar usia 12 hingga 17 tahun, Masyarakat Umum, Pelayan Publik, Lansia dan Tenaga Kesehatan.

“Semuanya kelompok sasaran akan dilayani, juga untuk dosisnya baik dosis pertama, kedua maupun dosis ketiga bagi tenaga kesehatan,” tutupnya.

Untuk diketahui target pekan vaksin ke 9 di Bombana sebanyak 19736 dosis yang disebar di 22 Kecamatan. (IS)

 

 

 

 

 

 

 

.