64 Persen Pelayan Publik di Bombana Belum Divaksin Covid-19

Bombana, SultraNET. COM | Sebanyak 64,19 Persen sasaran vaksinasi covid-19 untuk kategori pelayan Publik di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara belum melakukan vaksin, Jum’at (12/11/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan dari Total sebanyak 17,067 petugas publik, yang telah melakukan vaksin baru sekitar 6.111 orang atau dalam capaian persentase sekitar 35,81 persen.

“Jadi masih ada sekitar 10,958 petugas publik yang belum tervaksin,” Ungkap Darwin Ismail

Mantan Kepala Badan Keuangan Daerah Bombana itu mengaku heran dengan minimnya jumlah Petugas Publik yang telah di vaksin, ia mengaku seharusnya para petugas publiklah yang lebih dominan karena mereka yang lebih paham tentang program vaksinasi ini.

Untuk itu ia mengingatkan kepada para ASN dan pelayan publik lainnya yang belum di vaksin agar segera melakukan Vaksin sebelum akhir Desember nanti.

“PERPRES NO 14 itu memang tegas mengatur semua Pelayanan administrasi bisa kita gunakan untuk percepatan administrasi itu dan terutama untuk ASN, Bapak Bupati melalui Sekda sudah menyiapkan sanksi khusus buat mereka, jadi kita tidak boleh main main dengan program vaksinasi ini,” tegas Darwin.




Kosgoro Bombana Dorong Kader Bantu Pemkab Sukseskan Pekan Vaksin

Bombana, SultraNET. – Ketua Kosgoro Kabupaten Bombana, Sri Nur Eva memastikan, seluruh elemen Partai Golkar solid mendukung program vaksinasi Covid-19 dari Pemerintah Kabupaten Bombana dalam rangka mencapai Herd Immunity. Sebagai bukti kesungguhannya, para kader Perempuan Partai Golkar diwajibkan mensosialisasikan kebijakan ini.

“Saya mengharapkan pada kader perempuan Golkar di seluruh Bombana, agar dapat menyukseskan pekan Vaksinasi yang di laksanakan oleh Pemkab dengan cara mensosialisaikan pentingnya vaksinasi,” Kata Nur Eva saat di Hubungi via telepon, Jumat (12/11/2021).

Sri Nur Eva menjelaskan, dasar melakukan vaksinasi di Indonesia sudah clear. termasuk penggunaan vaksin asal China, Sinovac, Politisi wanita asal Pulau Kabaena ini berharap masyarakat dapat tenang dan meyakini vaksin ini aman. Pasalnya, vaksin Covid-19 sudah mendapatkan fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Karena dua lembaga ini sudah memberikan lampu hijau, saya mengharapkan kepada seluruh kader perempuan Golkar untuk mensosialisasikannya,” ujarnya.

Nur Eva menjamin, pengetahuan kader Beringin soal vaksin sudah tuntas. Jadi, saat ini tinggal menyampaikan informasinya dengan benar, agar bangsa ini terbebas dari pandemi Covid-19.

“Arahan sudah diberikan kepada kader Golkar sampai tingkat paling bawah, untuk menyukseskan program vaksinasi pemerintah,” pungkas wanita yang juga wakil bendahara di DPD II GOLKAR Kabupaten Bombana itu.

 




Bupati Tafdil Bakal Evaluasi 5 Camat dan Kapus Peraih Target Vaksinasi Terendah

Bombana, SultraNET. – Bupati Bombana H. Tafdil memastikan bakal melakukan evaluasi terhadap 5 Camat dan Kepala Puskesmas (Kapus) yang wilayahnya masuk 5 terendah perolehan pekan Vaksinasi pada Desember mendatang, Kamis (11 /11/2021).

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan pekan Vaksinasi di Kabupaten Bombana telah memasuki tahap sembilan, akan tetapi realisasi vaksinasi COVID-19 hingga November 2021 ini baru mencapai kisaran 40 persen.

Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan realisasi vaksinasi COVID-19 didaerah tersebut harus mencapai 70 persen atau Herd Immunity pada Desember 2021 mendatang.

Bupati Bombana, H Tafdil mengatakan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di wilayah yang dipimpinnya itu masih jauh dari target, padahal menurutnya jika merujuk pada target yang di berikan oleh Pemerintah Pusat, seharusnya sudah berada diatas 50 persen.

“Ini masih sangat jauh dari target yang telah ditetapkan pemerintah pusat,” ungkapnya.

Bupati dua periode ini, bergerak cepat mengambil langkah strategis dengan memanggil seluruh Camat untuk melakukan rapat percepatan vaksinasi yang bertampat di Paviliun Rujab Bupati Bombana yang turut serta dihadiri dari berbagai unsur Forkopimda.

“Seharusnya pada bulan November ini capaian vaksin sudah berada dikisaran 50 persen lebih, sementara sampai pada bulan Desember, Pemda ditarget harus mencapai angka 70 persen,” paparnya.

“Ingat, 5 Kecamatan dengan capaian terendah siap siap untuk menerima konsekuensi nya.” tegas Ketua DPD PAN Kabupaten Bombana ini.

 

 

 

 

 

.




DLH Bombana, Konsultasi Publik KLHS Revisi RTRW 2020-3030

Bombana, SultraNET. | Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Revisi Tata Ruang Wilayah (RTRW) Tahun 2020-2030, Kamis (11/11/2021).

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Bombana, Man Arfa mengatakan untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan, dokumen KLHS merupakan prasyarat mutlak yang harus dipenuhi.

“Seluruh dokumen pembangunan harus dibarengi dengan KLHS, itu adalah dokumen wajib dalam pembangunan berkelanjutan,” ujar Man Arfa.

Hal tersebut lanjut Man Arfa sebagai bentuk kepatuhan terhadap lingkungan hidup, untuk itu ia mengharapkan adanya saran dan masukan atas materi yang telah disusun oleh Kelompok Kerja penyusunan KLHS RTRW.

“Masukan dari peserta ini kemudian  yang akan dilakukan validasi kembali oleh Pokja Provinsi,” Jelas Man Arfa.

Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu Hotel di Bombana itu menghadirkan Pemateri Akademisi Universitas Haluoleo, unsur Pemerintah Daerah, Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat, unsur Media dan pemerhati masalah lingkungan. (IS)

 

Konsultasi Publik KLHS Revisi RTRW
Konsultasi Publik KLHS Revisi RTRW

 

 

 

 

 

 




Status PPKM di Bombana Turun ke Level 2

Bombana, SultraNET. – Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara  turun level terkait status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jika Sebelumnya berada di level tiga, kini turun jadi level dua.

Untuk wilayah Sulawesi Tenggara, baru satu Kabupaten yang mampu menyandang level satu yakni Kabupaten Konawe Utara. Sementara 12 Kabupaten dan dua Kota lainnya berada di level dua, sedangkan di level tiga masih dua Kabupaten.

Kabupaten Bombana masuk kategori level dua PPKM. Bombana bersama Kabupaten Muna, Buton, Konawe, Wakatobi, Buton Utara, Kolaka Timur, Konawe Kepulauan, Muna Barat, Buton Tengah, Buton Selatan, Kolaka Utara, Kota Baubau, dan Kota Kendari, sedangkan level tiga yakni Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Selatan.

Kepala Dinas Kesehatan Bombana, Darwin Ismail mengatakan penurunan status tersebut berkat adanya tambahan warga yang mau vaksin dari hari ke hari serta angka covid-19 yang telah mencapai anka 0 (nol).

Ia menjelaskan jika Bombana tidak terhalang rendahnya jumlah prosentase warganya yang telah di vaksinasi saat ini, maka dipastikan telah masuk kategori level satu PPKM.

“Sejak 1 Oktober 2021 sampai sekarang, Alhamdulilah tidak ada lagi warga kita yang terkonfirmasi atau terpapar covid-19,” paparnya usai mengikuti rapat bersama jajaran camat dan TNI/ POLRI di Rujab Bupati Bombana, Kamis (11/11/2021).

Hanya saja, akibat rendahnya warga Bombana yang vaksin kata Darwin, telah berdampak pada naiknya levelitas PPKM secara standar nasional

“Naiknya levelitas kita di PPKM Itu, akibat capaian vaksinasi kita rendah. Hingga 8 November 2021 kita belum capai 40 persen sebagaimana ditargetkan secara nasional. kita masih berkutat ditataran 39 persenan. Akibatnya, level PPKM kita saat itu, naik ke level tiga,” ulasnya.

Namun saat ini lanjutnya, jumlah vaksinasi  telah menyentuh angka 44 ribuan lebih. Atau telah mencapai 40 persen lebih dari target, sehingga level kita sudah turun ke level dua,” tambahnya.

Mantan Kepala BKD Bombana itu menargetkan hingga akhir November 2021 kedepan, persentase yang hendak dicapai di kisaran 60 persen dari target.

“Untuk saat ini, kita butuh sekitar 19 persenan lebih untuk gapai target 60 persen tersebut. Sementara satu persen itu, butuh kisaran 1.200 dosis yang mesti tervaksin. Makanya, hari ini kita undang camat dan unsur TNI Polri untuk bahu membahu tangani bersama terkait rendahnya vaksinasi kita ini,” ujanya.

“Kedepan, identifikasi warga yang vaksin dan yang belum, akan digunakan metode by name by adres. Lewat scraning kartu keluarga atau KK,” Pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

.




TPP ASN Bombana yang Belum Lakukan Vaksinasi Bakal Ditahan Sementara

Bombana, SultraNET. | Target Herd Immunity di akhir bulan Desember 2021 menjadi hal yang harus direalisasikan di semua daerah yang ada di Indonesia termasuk Kabupaten Bombana, karena merupakan Instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa menjelaskan jika Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Bombana yang belum melakukan vaksinasi, maka Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nya akan ditahan sementara hingga ASN tersebut melakukan vaksinasi.

“Ya itu tanggung jawab saya. Kalau ada PNS di Lingkup Pemda Bombana yang belum atau tidak mau di vaksin akan ditahan sementara TPP nya sampai selesai divaksin baru diberikan,” Jelas Man Arfa saat di wawancarai usai Rapat dengan seluruh Camat se Kabupaten Bombana di Aula Paviliun Rujab Bupati Bombana, Kamis (11/11/2021).

Mantan Kadis PU Kabupaten Bombana ini juga menegaskan kembali apa yang menjadi Arahan Bupati Bombana pada saat Rapat koordinasi tadi, bukan hanya itu, jika dalam pelaksanaan vaksinasi bersama para Camat tidak mencapai target hingga 70 persen, pihaknya juga bakal mengambil langkah tegas.

“Saya akan panggil dulu, kalau memang tidak bisa bekerja maksimal kita ganti, ini program dari pusat bukan dari program daerah, makanya jangan main-main program ini,” Tegas Jenderal ASN di Kabupaten Bombana itu.

 

 

 

 

 

 

.




Ketua MOI Sultra Sambangi Wagub Sultra Jelang Pelantikan, Ini Tujuannya

Kendari, SultraNET. – Dewan Pimpinan Wilayah Media Online Indonesia provinsi Sulawesi Tenggara (DPW MOI Sultra) silahturahim dengan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulawesi Tenggara Dr. H. Lukman Abunawas, SH. M.Si. MH, Selasa (9/11/2021).

Ketua MOI Sultra, Suhardi SP yang di dampingi wakil ketua III Usman, S.Pi menjelaskan, maksud pertemuan dengan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas adalah membahas pelantikan dan pengukuhan pengurus DPW Media Online Indonesia Sulawesi Tenggara,

Selain itu juga sebagai ajang silahturahim dan berdiskusi tentang kinerja jurnalis kedepan untuk bisa memberikan informasi akurat dan berimbang serta terkait berita- berita di kalangan masyarakat dan di pemerintahan yang independen dan profesional.

DPW MOI Sultra juga meminta secara resmi kesedian wakil gubernur Lukman Abunawas untuk menghadiri pelantikan dan pengukuhan serta rapat kerja DPW MOI Provinsi Sulawesi Tenggara serta sekaligus bersedia menjadi Dewan Pembina dan Dewan Penasehat dalam organisasi Asosiasi DPW MOI Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Ini merupakan keseriusan seluruh pengurus DPW MOI Sultra, agar dapat berkolaborasi dengan pemerintah dan pengurus DPP demi kemajuan organisasi. Insya Allah tanggal 30 November pengurus MOI Sultra akan dilaksanakan pelantikan dan pengukuhan di hotel Claro Kendari,” ucapnya.

Dalam pelantikan nanti kata Suhardi, dijadwalkan kehadiran Ketua DPP MOI Pusat Rudi Sembiring Meliala, dan Sekjen DPP MOI Drs. HM. Yusuf Rizal, SH. SE. M.Si serta Gubernur Sultra H. Ali Mazi dan wakil gubernur Lukman Abunawas serta pejabat lainya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas mengaku siap menghadiri kegiatan pelantikan dan pengukuhan DPW MOI Sultra nantinya.

Wagub berpesan kepada DPW MOI Sultra untuk tetap berkordinasi dengan Dinas Kominfo provinsi Sulawesi Tenggara sebagai mitra dan perpanjangan tangan pemerintah dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.

“Saya berharap semoga kerja- kerja jurnalis dapat bermanfaat bagi masyarakat di Sulawesi Tenggara, dan selalu bersinergi dengan pemerintah untuk memberikan informasi terbaik bagi daerah,” pungkasnya. (Rls)

 

 

 




Bupati H. Tafdil Warning ASN yang Belum Lakukan Vaksinasi

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan di Lapangan Kantor Bupati Bombana, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Rabu (10/11/2021).

Bupati Bombana, H. Tafdil dalam Pidatonya mengatakan bahwa pencapaian vaksinasi di Kabupaten Bombana masih jauh dari apa yang diharapkan, apalagi untuk pelayan publik seperti ASN data yang masuk masih di angka persentase 39,67 %  untuk dosis pertama.

” Ini menjadi satu hal yang harus kita perhatikan bersama sama, bagaimana target Herd Immunity pada Bulan Desember nanti akan bisa tercapai, kalau kita saja yang seharusnya menjadi contoh kepada masyarakat masih banyak yang belum melaksanakan vaksin padahal sangat jelas ini adalah program pemerintah,” Ungkap H.Tafdil

Bupati Bombana dua periode ini juga langsung menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah untuk mengumpulkan Kartu Keluarga seluruh ASN yang ada di Kabupaten Bombana.

“KK ini kita akan screening, jadi bisa ketahuan yang mana ASN sudah mengikuti vaksinasi dan yang mana belum mengikuti vaksinasi, sanksi akan saya siapkan sesuai dengan aturan yang ada,” Tegas Suami Andi Nirwana Sebbu itu.

Untuk diketahui, beberapa waktu yang Lalu H. Tafdil juga sempat memberikan Warning kepada para Camat dan Kapus yang tidak mencapai target sampai pada bulan Desember nanti akan ada sanksi yang di berikan kepada mereka.

 

 

 

 

 

 

.




Fraksi PPP-Hanura Apresiasi Program Pekan Vaksin Dinkes Bombana

Bombana, SultraNET. – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana mengapresiasi inovasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bombana guna percepatan target vaksinasi melalui Program Pekan Vaksin yang telah diadakan sebanyak sembilan kali hingga saat ini.

Apresiasi tersebut disampaikan Fraksi yang berakronim PERAN ITU Pada pandangan umum fraksi terhadap pidato Bupati Bombana tentang pengajuan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Bombana tentang anggaran dan pendapatan dan belanja daerah Tahun 2022, Senin (08/11/2021).

Ketua Fraksi PPP-Hanura, Amiadin, SH menjelaskan keseriusan Pemkab Bombana dalam mendukung program ini terlihat dari Belanja Prioritas untuk Mendukung Penanganan Pendemi Covid-19 yang meliputi Dukungan Program Pemulihan ekonomi, Perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, dukungan pelaksanaan vaksinasi covid-19, dukungan Kelurahan dalam penanganan Pendemi Covid-19 dan Insentif Tenaga Kesehatan dalam rangka untuk penanganan Pendemi Covid-19.

“Memberikan apresiasi yang mana salah satunya tentang keseriusan Pemkab Bombana dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk mencapai Herd Immunity atau kekebalan kelompok di akhir Bulan Desember 2021,” ujar Amiadin.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bombana tersebut menambahkan kebijakan Dinas Kesehatan patut mendapat dukungan semua pihak terlebih dampak Pendemi yang menggerogoti sendi kehidupan akibat Pandemi tentu memberi beban berat kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Aleg 4 Periode di DPRD Bombana itu mengapresiasi komitmen serius Dinas Kesehatan dalam upaya percepatan vaksinasi covid-19 untuk mencapai target sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia.

“Kami percaya di tangan dingin Kepala Dinas Kesehatan Bapak Darwin Ismail dan seluruh pihak terkait, target Herd Immunity atau kekebalan kelompok di akhir bulan Desember 2021 ini dapat tercapai sehingga masyarakat kita dapat melaksanakan kegiatan secara normal kembali,” tutupnya (IS).

 

 

 

 

 

 

.




Pekan Vaksin Tahap 9 di Bombana, Dosis Pertama jadi Prioritas

Bomban, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana (Pemkab), Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kesehatan kembali menggelar pekan Vaksinasi yang sekarang telah memasuki tahap ke sembilan dengan prioritas dosis pertama.

Sekertaris Daerah (Sekda) Bombana, Man Arfa, mengatakan untuk mencapai 70 persen dosis pertama, bakal diperuntukan bagi semua kelompok.

“Ini sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat untuk mencapai 70 persen dosis pertama di seluruh Indonesia khususnya Bombana,” ungkap Man Arfa di ruang kerjanya, Jumat, (05/11/2021).

Mantan Inspektur Inspektorat Bombana itu menjelaskan dalam pelaksanaan vaksinasi yang akan dilaksanakan mulai hari ini  tanggal 5 hingga 12 November 2021 mendatang, akan digelar di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Bombana.

“Peran Camat, Kepala Puskesmas, Lurah, Kepala Desa, dan Kepala Sekolah sangat dibutuhkan untuk menyukseskan kegiatan ini,” tegas Jenderal ASN di Kabupaten Bombana itu.

Untuk diketahui target vaksinasi Kabupaten Bombana tahap sembilan yakni, Dosis pertama Pfizer bagi 15 ribu orang, Dosis pertama Moderna bagi 1.232 orang serta Dosis kedua Sinovac bagi 3.504 orang dan total keseluruhan 19.736 orang.