Bupati Tafdil Ancam Ganti Camat dan Kapus di Bulan November

Bombana, SultraNET. | Bupati Bombana, H. Tafdil mengeluarkan pernyataan keras bakal mengganti para Camat dan Kepala Puskesmas (Kapus) di Bulan November 2021 mendatang jika dinilai tidak serius mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Bombana mencapai target vaksinasi covid-19.

Kepada awak media, Selasa (26/10/2021) orang nomor satu di Wonua Bombana itu mengatakan Pemerintah Kabupaten saat ini fokus melaksanakan instruksi presiden tentang pencapaian target vaksinasi warga hingga dapat mencapai angka 70 Persen pada bulan desember 2021 mendatang dengan memberikan target capaian kepada masing-masing Kecamatan.

“Tadi beberapa Camat sudah saya berikan warning, pertama untuk bagaimana memperbaiki target, jika November tidak bisa, nanti kita cari Camat dan Kapus Baru yang bisa mencapai target hingga akhir desember,” tegas Tafdil.

Bupati dua periode itu menjelaskan dengan karakteristik masyarakat di wilayah Bombana yang tidak jauh berbeda, seharusnya target capaian per kecamatan juga tidak jauh berbeda namun faktanya ada beberapa kecamatan yang masih jauh dari angka yang di harapkan sedangkan kecamatan lain mampu bahkan melampaui target.

“Saya tidak mau kehilangan target, sampai desember kita ditarget oleh Presiden sebanyak 70 persen dan sekarang vaksin kita sudah lengkap, 19 ribu sudah ada dan akan ada lagi 19 ribu dosis yang akan datang, jadi tidak ada lagi alasan bahwa stok vaksin tidak ada,” jelasnya

Ia berharap para Camat dan Kepala Puskesmas berkolaborasi untuk melaksanakan seluruh kegiatan dan mengambil langkah langkah taktis untuk mencapai target sekaligus membangun sinergitas dengan TNI dan Polri serta instansi vertikal lain di wilayah masing-masing.

” Untuk bulan november kita target tercapai dulu 60 persen, nanti desember target ditambah lagi 10 persen hingga mencapai 70 persen, kekurangan dari target hingga bulan oktober ini akan ditutupi di bulan November jadi sekarang tergantung kreatifitas kepala wilayah masing-masing, mau door to door silahkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui hingga 25 oktober 2021, capaian vaksinasi covid-19 se Kabupaten Bombana, Kecamatan Rumbia Tengah menjadi yang tertinggi dengan mencatatkan angka 156 % atau melebihi target menyusul Kecamatan Matausu 97 %, Kabaena Utara 94 %, Lantari Jaya, 94 %, Kabaena 89 %, Rarowatu Utara 85 %, Kabaena Selatan 80 %.

Menyusul Kabaena Tengah, 78 %, Kabaena Timur 73 %, Poleang Tenggara 73 %, Kabaena Barat 72 %, Rumbia 69 %, Poleang Timur 68 %, Rarowatu 63 %, Mataoleo 61 %, Poleang Utara 60 %, Poleang 57 %, Poleang Tengah 51 %, Poleang Barat 50 %, Tontonunu 49 % dan terendah Poleang Selatan 45%.

Pewarta : Idris hayang

 

 

 

 

 

 

.




Jalin Kerjasama, Pemkab Muna Bakal Beli Gabah Petani Bombana

Rumbia, Sultranet.com –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) akan melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Muna dalam hal penjualan gabah petani di wilayah kerjanya.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Bombana Muhammad Siarah menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kadis Pertanian Muna. Rencananya Distan Muna bakal membeli gabah petani di wilayah Bombana sesuai dengan harga yang telah di tetapkan oleh Pemerintah

“Harga gabah yang telah ditentukan perkilo dibanderol Rp 4.200 jika diterima di penggilingan. Kalau diterima di lahan petani sebesar Rp 4.000 perkilogram dengan pertimbangan transportasi dan upah angkut,” jelas Siarah saat di temui awak media di ruang kerjanya, Selasa (26/10/2021)

Distan Bombana Lakukan Pemantauan di Sejumlah Pabrik Gabah

Menurut mantan Sekretaris Dinas Pertanian Bombana ini kerja sama tersebut akan sangat membantu menstabilkan harga gabah di Bombana.

Sebab, pada masa awal panen para petani harga gabah di Bombana itu masih stabil dengan harga 4.000 perkilo. Namun, di pertengahan masa panen harga gabah selalu mengalami penurunan harga, karena banyaknya produksi gabah petani atau over produksi

“Kerja sama ini kita lakukan dengan komunikasi secara intensif. Dalam waktu dekat mudah mudahan mereka akan ke Bombana dan kita bisa membuat Momerandum of Understanding (MOU) atau Nota kesepahaman,” Pungkas nya. (Adv)




Jelang Liga III Sultra, PS. Wonua Bombana, Optimis Pertahankan Gelar Juara

Bombana, SultraNET.com | Jelang pertandingan sepakbola Liga III Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang akan dimulai pada tanggal 30 Oktober 2021 mendatang, klub PS. Wonua Bombana  optimis mampu  mempertahankan gelar juara yang diraih dua kali berturut-turut pada musim lalu.

Ketua Asosiasi Sepakbola Kabupaten, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) Kabupaten Bombana, Arsyad, S.Pd., MH mengatakan berbagai persiapan terus dilakukan Tim PS. Wonua Bombana jelang pertandingan bergengsi tersebut.

“Untuk memastikan kesiapan pemain, selama sebulan ini sudah kita lakukan karantina dan pemusatan latihan di Ibu Kota Bombana ” ujar Arsyad, Kamis (21/10/2021).

Ketua DPRD Bombana itu menjelaskan untuk memastikan stamina dan gizi para pemain tetap terjaga, proses karantina dan pemusatan latihan mendapat pendampingan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan dan RSUD setempat.

“Segala upaya persiapan terbaik telah kita lakukan, baik oleh pelatih maupun seluruh Tim, kita berharap usaha kita membuahkan hasil yang maksimal pula,” jelasnya.

Untuk memastikan keberlanjutan pembinaan sepakbola Bombana, Ketua DPD Partai Nasdem Bombana itu membeberkan, sebagian besar materi pemain yang direkrut berasal dari wilayah Kecamatan di Wilayah Poleang, Rumbia – Rarowatu dan Kabaena.

“Dari 25 orang pemain yang akan kita bawa, 15 orang merupakan pemain lokal Bombana, yang dari luar itu kita ambil untuk menutupi kekurangan-kekurangan pemain lokal saja,” bebernya.

Ia menambahkan yang menarik dari putaran Liga III tahun ini, jika lolos sebagai juara liga III Sultra secara otomatis masuk liga III Nasional di musim berikutnya.

“Tidak seperti yang lalu dimana juara diputar lagi dengan juara regional Sulawesi, sehingga peluang ini harus di maksimalkan,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut aleg dua periode di DPRD Bombana itu juga menyampaikan terimakasih atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam hal support anggaran sehingga proses persiapan pertandingan tidak mendapatkan kendala berarti.

“Pemerintah Kabupaten sanggat mendukung terbukti dengan support anggaran yang diberikan,” Tutupnya.

Untuk diketahui putaran Liga III Sultra dilaksanakan di Dua zona yaitu di Kabupaten Kolaka untuk zona daratan dan di Buton Utara untuk zona kepulauan. (IS).

 

 

 

 

 

 

 

 

.




Vaksinasi Dosis Dua di SMP SATAP Pomontoro Diikuti Puluhan Siswa

Bombana, SultraNET. | Percepatan Program Vaksinasi Tahap (VII) Pemerintah Kabupaten Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menuai hasil yang baik, Selasa 19 Oktober 2021.

Pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan Puskesmas (PKM) Mataoleo di Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Satu Atap (Satap) Desa Pomontoro Kecamatan Mataole Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara terfokus pemberian dosis ke dua kepada para siswa.

Kepala Puskesmas (Kapus) Mataole Ihram Mengatakan bahwa pelaksanaan disekolah tersebut difokuskan ke pemberian dosis kedua, namum apa bila ada masyarakat yang belum sama sekali divaksin juga diberikan pelayanan.

“Dari tiga puluh enam yang di vaksin semuanya itu dosis yang kedua tapi apabila ada masyarakat yang belum vaksin sama sekali kami juga melayani,” ujarnya

Ke tiga puluh enam (36) yang divaksin dosis kedua itu terdiri dari dua puluh sembilan (29) pelajar SMP Satap Pomontoro dan enam (6) masyarakat umum serta satu (1) pelayan publik.

“Iya kami tidak hanya terfokus terhadap masyarakat dan pelajar serta pelayan publik yang sudah diberikan dosis kedua namun kami justru berharap kepada masyarakat yang belum sama sekali di vaksin,” bebernya

Sebagai penutup ia mengaku tim PKM Mataoleo selalu semangat menjalankan tugas serta komitmen dalam menyukseskan program vaksinasi tahap (VII).

“Sudah menjadi komitmen kami sebagai tenaga kesehatan dalam menyukseskan kegiatan vaksinasi ini dan pelayanan kesehatan lainnya,” tutupnya. (IS)




Aksi ke 3 Tolak Reklamasi Pulau Basa, Bupati Bombana Tak Kujung Temui Pendemo

Bombana, SultraNET. | Aksi massa warga pesisir Kecamatan Poleang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pesisir yang ketiga kalinya di Depan Kantor Bupati Bombana dengan tuntutan meminta Pemerintah Kabupaten Bombana tidak mengeluarkan rekomendasi serta upaya memuluskan rencana Reklamasi Pulau Basa tak kunjung di temui Bupati H. Tafdil, Selasa (19/10/2021).

Koordinator Aksi Irfan Mappa mengatakan reklamasi pulau basa jika tetap dipaksakan bakal merusak tatanan ekonomi dan sosial masyarakat setempat yang selama ini menggantungkan hidupnya dengan menangkap ikan disekitar areal pulau tersebut.

“Kami dengan tegas menolak rencana reklamasi pulau basa karena sejak awal ini tidak dilakukan secara transparan bahkan cenderung ada permainan didalamnya, padahal perlu diketahui bahwa jika pulau itu direklamasi nelayan setempat mau cari ikan dimana lagi,” ujar Irfan Mappa.

Aktivis muda Poleang ini menyampaikan kekecewaanya karena dengan aksi yang telah ketiga kalinya itu Bupati Bombana tak kunjung menemui mereka untuk didengarkan aspirasinya.

“Kami hanya ingin ditemui Bupati kami, kami ingin menyampaikan aspirasi kami langsung kepada beliau dan ingin mendengar langsung pula tentang rencana reklamasi pulau basa yang informasinya simpang siur,” keluhnya

Ia berharap agar pemerintah sudi mendengarkan aspirasi masyarakat pesisir karena menurutnya pulau basa lebih membawa manfaat kesejahteraan bagi masyarakat nelayan pesisir jika tidak dirubah fungsikan.

“Kami tegas menolak karena jika direklamasi tidak ada ceritanya akan mensejahterakan masyarakat yang ada justru sebaliknya,” tandasnya.

Di akhir orasinya massa aksi menyegel pintu depan Kantor Bupati Bombana dengan menggunakan jaring ikan sebagai simbol ketidak berpihakan pemerintah terhadap masyarakat pesisir poleang.

Massa Aksi menyegel Kantor Bupati Bombana dengan menggunakan Jaring Ikan
Massa Aksi menyegel Kantor Bupati Bombana dengan menggunakan Jaring Ikan

Asisten III Setda Bombana temani Massa Aksi hingga Bubar

Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Bombana, Ridwan, S.Sos yang didaulat menerima massa aksi mengaku siap dan telah menunggu sejak pagi hari sebelum massa aksi tiba, namun karena massa hanya mau jika diterima oleh Bupati Bombana ia mengaku hanya bisa menemani serta mendengarkan keluhan para demonstran melalui orasinya.

“Mereka tidak mau kalau yang terima selain Pak Bupati padahal jika mereka mau tentu keluhan mereka akan disampaikan juga ke Pimpinan,” ujar Mantan Ketua KNPI Bombana itu.

Asisten III Setda Bombana saat berdialog dengan Peserta Aksi
Asisten III Setda Bombana saat berdialog dengan Peserta Aksi

Ia berharap dalam pelaksanaan penyampaian pendapat dimuka umum oleh masyarakat pesisir poleang itu dapat berjalan tertib dan lancar.

“Kita berharap kegiatan adik adik berjalan lancar dan tertib,” pungkasnya

Pantauan awak media ini Asisten III Setda Bombana mendampingi pelaksanaan unjuk rasa hingga massa diminta bubar oleh aparat kepolisian pada pukul 20:00 wita. (IS)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.




PKM Kabaena Barat Optimis Capai Target Pekan Vaksin VII

Bombana, SultraNET. | Pekan vaksinasi tahap tujuh (VII) belum usai namun Puskesmas (PKM) Kabaena Barat telah mencapai angka 98% (492) yang berhasil di Vakasin dari target 503 dosis, Selasa 19 Oktober 2021.

Kepala Puskesmas Kabaena Barat Daeng Masiar, mengatakan capaian 98% atau 492 remaja umur 12-17 tahun dan masyarakat serta pelayan publik merupakan hasil dari lima hari pelaksanaan vaksinasi yakni Rabu 13 hingga senin 18 Oktober 2021 kemarin.

“Sebelas orang lagi maka target akan tercapai, tapi pelaksanaan masih dua hari lagi, masih ada peluang dan kami optimis untuk mecapai target.” ujar Daeng Masiar

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi tahap (VII) yang digelar serentak di di Kabulaten Bombana khususnya di Kecamatan Kabaena Barat mendapat respon baik dari masyarakat.

“Respon masyarakat sangat luar biasa dalam menyukseskan program pemerintah sehingga kami dari tenaga kesehatan mendapat kemudahan dalam menjalankan tugas,” ucapnya.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Kecamatan Kabena Barat untuk terus menjaga kesehatan dan tetap patuh mejalankan Protokol Kesehatan.

“Saya juga berharap semoga masyarakat selalu menjaga dan mejalankan protokol kesehatan meskipun sudah diberikan dosis vaksin,” pungkasnya. (IS)




Belum Capai Target Pekan Vaksin, PKM Kabaena Maksimalkan Kinerja

Bombana, SultraNET. | Dari 286 dosis target yang diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), hingga Selasa 19 Oktober 2021 Puskesmas (PKM) Kabaena belum mencapai target.

Berdasarkan laporan pelaksanaan vaksin, di PKM Kabaena terhitung mulai hari Rabu 13 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2021 masih diangka 198 orang yang berhasil di Vaksin.

Kepala Puskesmas (Kapus) Kabaena Husmin Mengatakan meskipun belum mencapai target pihaknya selaku tenaga kesehatan akan terus bekerja keras hingga pelaksanaan pekan vaksinasi tahap tujuh (VII) usai.

“Masih berlangsung selama tiga hari kedepan, jadi kami akan terus memaksimalkan kinerja agar target yang diberikan bisa tercapai,” beber Husmin,

Menurutnya pihaknya sudah memaksimalkan kinerja selaku tenaga kesehata (Nakes) dalam menyukseskan pekan vaksinasi tahap tujuh ini.

“Kami terus berupaya agar pelaksanaan vaksinasi ini bisa sukses dan berjalan dengan mulus tanpa kendala,” pungkasnya (IS)




Antusias Warga Desa Lora Ikuti ‘Pekan Vaksin VII’ Cukup Tinggi

Bombana, SultraNET. | Pelaksanaan Vaksinasi covid-19  di Desa Lora Kecamatan Mataoleo oleh Tim Puskesmas (PKM) setempat diikuti secara antusias oleh warga, terbukti dalam pelaksanaannya, Selasa 19 Oktober 2021 berhasil melampaui target harian.

Berdasarkan data target harian, untuk PKM Mataole Sebanyak sebanyak 41 orang yang harus di berikan dosis Vaksin  dari 322  untuk target pekan vaksinasi tahap tujuh (VII).

Kepala Puskesmas (Kapus) Mataoleo Ihram mengatakan pelaksanaan vaksinasi di Desa Lora kali ini patut di berikan apresiasi karena melebihi target harian.

“Alhamdulillah pelaksanaan hari ini capai target harian bahkan melebihi target harian,” ucapnya

Untuk diketahui data vaksin di Desa Lora Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana yang terbagi atas masyarakat umum Dosis 1 Moderna tujuh belas (17) orang, Dosis 2 (dua) dua puluh tujuh (27) orang serta remaja umur 12-17 tahun, dosis 1 dua (2) orang
Dosis 2 dua (2) orang

Lansia, Dosis 2 satu (1) orang, Tenaga Kesehatan Dosis 1 moderna satu (1) orang, Dosis 3 delapan (8) orang

“Jadi total yang berhasil secara Keseluruhan di Desa Lora Sebanyak enam puluh lima (65) orang,” Pungkasnya

Pekan Vaksinasi VII diadakan serentak di 22 Kecamatan se Kabupaten Bombana, mulai hari Rabu tanggal 13 hingga Kamis 21 Oktober 2021 mendatang (IS).

 

 




BADKO HMI Sultra minta Tudingan PT. Tiran Grup Lakukan ‘Illegal Mining’ tak Bawa nama Organisasi

Kendari, SultraNET.com | Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Provinsi Sulawesi Tenggara meminta seluruh kader HMI agar tidak membawa nama organisasi saat melakukan tugas sosial control kepada perusahaan yang sedang melakukan investasi di Sultra jika tidak berdasarkan analisa dan data yang konkret.

Ketua Badko HMI Sultra, Chandra Arga, Senin (18/10/2021) menghawatirkan jika nama organisasi HMI dibawa-bawa pada persoalan yang melibatkan korporasi dan tidak didasari pengkajian maka dapat membuat citra negatif dan merusak marwah organisasi di masyarakat.

“Sekelas organisasi tertua di Indonesia ini, tentu punya analisa dan telaah atau kajian yang akurat, sehingga tidak terkesan membawa kepentingan pribadi dengan mengatasnamakan organisasi tercinta,” ujar Chandra Arga

Hal tersebut lanjut Chandra Arga perlu ia sampaikan menyusul pernyataan yang membawa nama HMI pada persoalan dugaan illegal mining PT. Tiran Grup sebuah perusahaan pertambangan biji nikel yang beroperasi di Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Saat memberikan pernyataan, oknum yang membawa nama HMI diduga tidak menyajikan data yang akurat dan ini dapat merusak citra organisasi.

“Bagi kami aktivitas yang dilakukan oleh PT.Tiran Grup di Konawe Utara sudah berdasarkan aturan yang berlaku bahkan sudah dinyatakan lengkap dan benar oleh instansi yang memang punya kewenangan yaitu dinas ESDM Provinsi Sultra,” tegas Chandra Arga.

Aktivis muda Sulawesi Tenggara itu memahami betul bahwa kritikan dan control sosial merupakan hal yang sah dilakukan namun jika itu membawa nama organsasi harus dilakukan secara cermat dan terbuka oleh semua kader agar meminimalisir dampak kritikan tersebut tidak salah alamat terlebih jika tidak dapat dipertanggung jawabkan yang pada akhirnya dapat merusak citra dan merugikan perusahaan dimana diketahui ratusan jiwa manusia menggantungkan hidup di perusahaan tersebut.

“Dengan adanya keterangan yang disampaikan oleh pihak Dinas ESDM Provinsi Sultra menjadi acuan bahwa terkait Aktivitas PT. Tiran Grup sudah benar dan sesuai hukum yang berlaku,” bebernya.

Ia menyarankan agar sebelum melakukan kritik terkait persoalan dunia pertambangan, terlebih dahulu mengkonfirmasi kepada istansi yang punya kewenangan dan kapasitas untuk menjawab dugaan yang ada agar tidak salah langkah yang nantikan akan berujung pada proses hukum.

“Karena jika tuduhan tersebut tidak terbukti maka pihak perusahaan tentu akan melakukan langkah hukum karena apa yang dilakukan ini yang seolah-olah menggiring opini publik bahwa Aktivitas PT.Tiran Grup Ilegal,” sebut Chanra Arga.

Selain pernyataan pihak EDSM terkait Aktivitas PT.Tiran Grup tambah Chandra, pihak Dinas Kehutanan juga telah memberikan keterangan terkait Aktivitas yang di lakukan oleh PT.Tiran bahwa aktivitas tersebut tidak menyalahi aturan.

“Jadi bagi kami bahwa komentar atau tuduhan yang dilakukan oleh oleh teman-teman tentu dapat menimbulkan fitnah dan pencemaran nama baik kepada perusahaan,” jelasnya.

Ia menambahkan terkait dugaan illegal mining statemen Wakapolda Sultra, ESDM dan Kadishut Sultra cukup akurat dan detail bahwa tidak ada ilegal mining yang dilakukan oleh PT.Tiran Group di Konawe Utara.

“Itu disampaikan kepublik oleh orang nomor dua di Institusi Kepolisian Sulawesi Tenggara sehingga kami sangat menyayangkan ketika nama organisasi sebesar HMI itu di gunakan untuk menyudutkan salah satu perusahaan,” tandasnya.

Pewarta : Idris Hayang




PKM Rarowatu Utara, Keluhkan Minimnya Peserta Pekan Vaksin di Desa Tembe

Bombana, SultraNET. | Puskesmas Rarowatu Utara melaksanakan Vaksinasi Di dua lokasi yaitu Desa Wumbubangka dan Desa Tembe, Senin 18 Oktober 2021.

Pelaksanaan di Desa Wumbubangka mulai pukul 09:00 wita sampai dengan 11:00 wita sedangkan di Desa Tembe dimulai pukul 11:00 wita sampai selesai.

Kepala Puskesmas Rarowatu Utara, Satar, S.Km mengeluhkan peserta yang sangat minum di Desa Tembe yang hanya mencapai 7 (tujuh) orang saja.

“Ini tidak sesuai dengak ekspektasi saya karena jumlah yang tujuh orang itu sangat sedikit,” keluh Satar.

Sementara di Desa Wumbubangka peserta vaksinasi mencapai angka 64 (enam puluh empat orang) yang terdiri dari Remaja Usia 12-17 tahun, masyarakat umum, serta pelayan publik.

“Saya hanya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa program vaksinasi ini bukan musibah dan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat agar tetap terjaga dari penyebaran Virus Covid-19” jelas Ketua DPD PPNI Bombana itu.

Ia juga berharap kepada masyarakat yang sudah diberikan dosis vaksin untuk memberikan pemaham terhadap sesama terkait pentingnya vaksinasi ini.

“Pesan saya kepada masyarakat, ayo sama sama kita pahamkan teman teman serta keluarga bahwa vaksin itu tidak berbahaya dan semata mata hanya untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita,” tutupnya. (IS)