Pemkab Bombana Imbau Masyarakat Manfaatkan Pekan Vaksinasi Covid-19 Yang Hadir di Seluruh Kecamatan

Rumbia,  SultraNET. | Sebagai upaya menanggulangi penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menghimbau agar masyarakat di daerah itu memanfaatkan Pekan Vaksinasi Covid-19 yang tidak hanya diperuntukkan bagi sektor pelayanan publik namun juga terbuka bagi masyarakat secara umum.

Kepada awak media, Minggu (20/6/2021) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bombana, Sofian Baco menguraikan pelaksanaan Pekan Vaksinasi Covid-19 bakal dilaksanakan secara serentak di 22 Kecamatan se Kabupaten Bombana dengan target dosis 14.665  dari warga yang tersebar di 144 Desa dan Kelurahan serentak dimulai tanggal, 19 juni hingga 26 juni 2021 mulai pukul 09:00 WITA hingga 15:00 WITA.

“Kegiatan Vaksinasi ini berlangsung selama seminggu, jadi ini diperuntukan untuk semua masyarakat umum yang ada di Bombana,“ ujar Sofian Baco

Mantan Ketua BLP Bombana itu mengharapkan agar seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat daerah yang ada di daerah itu, agar menghimbau jajaran dan Stafnya untuk mengikuti vaksin tersebut.

Kadis Kominfo Bombana, Sofian Baco
Kadis Kominfo Bombana, Sofian Baco

“Baik di Kecamatan, Desa dan Kelurahan agar menghimbau seluruh warganya untuk mengikuti Vaksinasi ini.“ harapnya.

Ia menambahkan, saat ini Seluruh Fasilitas dan Petugas Pelayanan Kesehatan telah dikerahkan untuk melaksankan Vaksin secara massal dengan masing-masing user atau fasilitas kesehatan yang ada diwilayah kerjanya masing masing.

“Tujuannya vaksinasi ini adalah untuk melindungi diri dan keluarga dari covid-19, maka marilah kita melakukan Vaksinasi karena Vaksin ini Aman dan Halal,“ tutupnya. (ADS-Kominfo Bombana)




Pekan Vaksin, Pemkab Bombana Target 14.504 Warga

Rumbia, SultraNET – Berdasarkan surat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana tanggal 11 Juni 2021 untuk memutuskan mata rantai penularan covid-19 maka akan dilaksanakan Vaksinasi secara massal untuk semua sasaran pelayanan Publik dan Masyarakat.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bombana, Sofian Baco menjelaskan bahwa pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 secara massal ini akan digelar selama sepekan yang di mulai pada tanggal, 19 hingga 26 juni 2021.

“Kegiatan Vaksinasi ini berlangsung selama seminggu, jadi ini diperuntukan untuk semua Masyarakat Umum yang ada di Bombana,“ ujar Sofian Baco, Minggu, (20/6/2021).

Mantan Ketua BLP Bombana itu mengharapkan agar seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat daerah yang ada di daerah itu, agar menghimbau jajaran dan Stafnya untuk mengikuti vaksin tersebut.

“Baik di Kecamatan, Desa dan Kelurahan agar menghimbau seluruh warganya untuk mengikuti Vaksinasi ini.“ harapnya.

Seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan sudah ditugaskan untuk melaksankan Vaksin secara massal dengan masing-masing user atau fasilitas kesehatan yang ada diwilayah kerjanya.

“Target dosis Vaksinasi itu sejumlah 14.504 orang, jadi tujuannya adalah untuk melindungi diri dan keluarga dari covid-19, maka marilah kita melakukan Vaksinasi karena Vaksin ini Aman dan Halal,“ tutupnya. (ADS-Kominfo Bombana)




PB HMI Bela Pernyataan Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad terkait Penyelenggaraan Ibadah Haji

Jakarta, SultraNET. | Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) mendukung peryataan Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta pihak Arab Saudi jangan lagi  memberikan harapan kepada masyarakat Indonesia terkait penyelengaraan Ibadah Haji tahun 2021 ini.

Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Bidang Pemberdayaan Ummat PB-HMI, Yahya Bugis menyusul adanya surat yang dikirimkan oleh  kedutaan besar Arab Saudi kepada Ketua DPR RI, Puan Maharani pada kamis (03/06/2021).

Surat itu menjelaskan keberatan atas pernyataan pimpinan DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Ace Hasan Syadzily yang menyatakan bahwa Indonesia tidak mendapat kuota haji tahun ini.

Surat itu pun dinilai oleh Dasco dengan meminta pihak dubes Arab Saudi untuk tidak berlebihan menanggapi hal itu agar tidak menjadi perdebatan liar di masyarakat.

“Sekarang sudah terbukti bahwa Indonesia tidak mendapat kuota haji, hal ini kemudian membenarkan pernyataan Dasco sebelumnya bahwa Indonesia tidak mendapat kuota haji tahun ini,” ujar Yahya Bugis, Rabu (16/6/2021).

Ia menilai surat dari Kedubes Arab Saudi sekarang tidak bernilai apa-apa lagi karena hari ini Indonesia telah jelas tidak mendapatkan kuota haji.

Yahya berharap kepada pihak Arab Saudi, melalui Dubesnya agar jangan lagi memberikan informasi yang tidak pasti kepada masyarakat.

“Masyarakat yang sudah mendaftar haji ini tentu sangat mengharapkan kepastian terkait keberangkatan mereka ke tanah suci mekkah untuk melakukan ibadah haji dan masyarakat sudah menanti sangat lama,” Jelasnya.

Menurutnya pernyataan Dubes Arab Saudi yang keberatan atas pernyataan Dasco dapat memberikan harapan kepada masyarakat untuk berangkat haji tahun ini namun pada akhirnya tetap saja Indonesia tidak mendapatkan kuota haji dan mereka harus menunggu untuk tahun selanjutnya.

“Hal ini tidak boleh terjadi lagi, harusnya pihak Arab Saudi melalui dubesnya di Indonesia dapat berkordinasi dengan Pemerintah Indonesia dan memberikan kejelasan yang pasti agar calon jamaah haji ini tidak di PHP (Pemberian Harapan Palsu.red),” Pungkas Yahya.

Pewarta  : Zul

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Korban Tewas Kecelakaan Maut di Bombana Bertambah

Bombana, SultraNET. | Korban meningga dunia akibat kecelakaan maut Mobil Toyota Avanza warna hitam DT 1536 TE yang terjadi di Jalan Poros Tompobatu, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (7/6/2021) yang sebelumnya 5 orang bertambah 1 orang hingga saat ini menjadi total 6 orang.

1 tambahan korban meninggal dunia atas nama DEDE MARWAN (20) Pekerjaan Mahasiswa, Alamat Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan.

Dede Marwan meninggal dunia pada Selasa, (8/6/2021) saat dalam perjalan di rujuk ke RS Bahteramas sekitar pukul 03:00 WITA.

Kronologi Kecelakaan Maut

Kasat lantas Polres Bomban AKP M.A Fajar SM Senin, (07/06/2021) mengatakan waktu kejadian sekitar pukul 15.45 Wita dimana kendaraan yang ditumpangi para korban mengalami pecah ban kiri belakang kemudian lepas kendali dan keluar jalur ke bahu jalan sebelah kanan dan menabrak pohon yang berada di bahu jalan tersebut.

“Sebelum kecelakaan tunggal tersebut terjadi mobil yang bergerak dari arah Tinanggea menuju arah Kasipute dengan kecepatan tinggi tiba-tiba mengalami pecah ban belakang sebelah kiri sehingga mobil tersebut lepas kendali dan coba menghindari sepeda motor yang berada di depannya ke arah kanan jalan selanjutnya mobil menabrak pohon yang berada di bahu jalan sebelah kanan sehingga terjadi kecelakaan,” jelasnya

Adapun identitas 6 korban meninggal dunia yaitu.

DEDE MARWAN (20) Pekerjaan Mahasiswa, Alamat Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan.

OLAF CAHYADI (19) Pekerjaan Mahasiswa, Alamat Desa Saraleka, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara.

SAWALUDIN (19) Pekerjaan Mahasiswa Alamat Desa Kafoofoo, Kecamatan Kontukawuna, Kabupaten Muna.

RISKI ADRIANUS (20) Pekerjaan Mahasiswa Alamat Desa Watulansi, Kecamatan Wakorumba Utara.

INDRA TAUFIK (20) Pekerjaan Mahasiswa, Alamat Desa Laiba, kecamatan Parigi, Kabupaten Muna.

ARSYAD ARIFUDIN (23) Pekerjaan Mahasiswa, Alamat Desa Lede, Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabo, Prov. Maluku Utara.

Adapun Korban yang masih dalam perawatan yaitu 

RIVAL KAHFI GAMA (21) Pekerjaan Mahasiswa, Alamat Desa Lampeapi Baru Kecamatan Wawonii Tengah Kabupaten Konawe Kepulauan yang bertindak selaku sopir mengalami Luka dan keluar darah dari hidung.

NIRWAN PALIKI, (21) Pekerjaan Mahasiswa Alamat Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Wua-wua Kota Kendari mengalami luka robek bibir bawah.

ZAKARIA RAMADHAN (20)Pekerjaan Mahasiswa, Alamat Desa Lindo, Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat mengalami luka dan mengalami keseleo pada leher dan bahu serta lecet kaki kiri.

Berdasarkan informasi yang kami himpun para korban ke Bombana dalam rangka tugas praktek di Pabrik Gula PT. PAG Bombana. (IS)




Miris, Remaja Puteri di Bombana Digilir 8 Pemuda

Bombana, Harapan Sultra.COM | Sebut saja Bunga (13) remaja yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana harus mengalami nasib memilukan, ia digilir 8 orang pemuda.

Dikonfirmasi awak media ini, Rabu (2/6/2021) Kasat Reskrim Polres Bombana AKP Asrun membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebutkan berdasarkan laporan sementara yang ia terima, kejadian memilukan tersebut terjadi pada hari Kamis 29 Mei 2021, Pukul 15.00 Wita.

Awalnya Korban di jemput oleh 2 (dua) orang di salah satu desa di Kecamatan  Poleang Utara dan dibawa ke Kecamatan Poleang Tenggara.

Korban kemudian dibawa ke pinggir laut dan ditempat tersebutlah terjadi dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh dua orang pelaku tersebut.

AKP Asrun, S.Si, Kasat Reskrim Polres Bombana.
AKP Asrun, S.Si, Kasat Reskrim Polres Bombana.

Pukul 20.00 wita Korban dibawa lagi ke Desa Lemo dalam pasar dan terjadi lagi dugaan pemerkosaan oleh salah seorang pelaku.

Selanjutnya Korban dibawa kembali ke pinggir laut di Desa Larete dan kembali disetubuhi oleh dua pelaku.

Korban diantar pulang pada pagi harinya, Jumat, 30 Mei 2021, Pukul 03.00 wita namun diantar tidak sampai dirumanya.

“Sebagian pelaku juga masih dibawah umur, namun untuk lebih jelasnya nanti kami sampaikan setelah di lakukan pemeriksaan,” singkatnya.

Hingga saat ini, satu orang pelaku masih dilakukan pencarian (Is).




Warga Terseret Banjir di Bombana Ditemukan Meninggal Dunia

Bombana, SultraNET. | Areson (35) Warga Desa Mambo Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana yang sebelumnya dilaporkan terseret arus saat berupaya menyeberangi sungai di Desa tersebut yang sedang banjir pada hari Jumat (7/5/2021) lalu, akhirnya dapat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (9/5/2021) sekitar pukul 08:30 wita.

Dikonfirmasi awak media ini, Kapolsek Poleang Timur, IPTU Su Ismail mengatakan, setelah melakukan pencarian tanpa henti selama 2 hari, Tim Pencari yang terdiri dari masyarakat setempat, Aparat Kepolisian dan TNI serta Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bombana menemukan korban dengan kondisi tertimbun pasir di Sungai Mambo.

“Korban sudah ditemukan dengan kondisi meninggal dunia,” singkat IPTU Su Ismail.

Sebagaimana diketahui pada hari Jumat (7/5/2021) sekitar jam 17.00. Wita, korban yang saat itu dari kebunnya yang terletak diseberang sungai Desa Mambo bersama dengan 4 orang temannya hendak kembali kerumah masing masing namun mendapati sungai sedang banjir.

Setelah beberapa lama menunggu, air kali yang sementara banjir tidak kunjung surut sementara saat berbuka puasa sudah dekat sehingga salah seorang dari mereka yaitu Baba (27) mencoba untuk menyeberang kali dan berhasil sampai kesebelah.

Korban kemudian mengikuti untuk menyeberang kali dan saat berada di tengah kali korban tiba tiba berteriak meminta tolong karena sudah terseret arus.

Melihat kejadian tersebut, teman teman korban berusaha untuk menolong namun karena arus yang kuat sehingga tidak berhasil. (IS)




PT. Jhonlin Gelar Buka Puasa Bersama di Panti Asuhan Muslim Muhammadiyah Bombana

Bombana, SultraNET. | PT. Jhonlin Batu Mandiri (JBM) gelar Buka Puasa Bersama karyawan dan Santri di Panti Asuhan sekaligus Pondok Pesantren Muslim Muhammadiyah Bombana, Sabtu (8/5/2021).

Kepada awak media ini, Direktur PT. JBM, H. Kusdi Sastro Kidjan mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur manajemen perusahan atas limpahan rezeki dari Allah SWT sekaligus kesyukuran bahwa perusahaan yang bergerak di Bidang perkebunan tebu dan pabrik gula tersebut sudah mampu beroperasi dengan baik di wilayah Kabupaten Bombana.

“Kegiatan ini bentuk rasa syukur kami, terlebih di bulan suci ramadhan ini merupakan momentum yang baik untuk terus berbagi kepada sesama,” ujarnya.

Ia menjelaskan kegiatan sosial serupa juga telah dilakukan kepada warga sekitar perusahaan dengan melakukan pembagian gula hasil produksi di PT. JBM.

“Baru baru ini kita telah membagikan paket gula kepada masyarakat sekitar perusahaan,” ungkapnya.

Untuk itu ia berharap agar kehadiran PT. JBM di Kabupaten Bombana dapat membawa manfaat yang besar bagi masyarakat. (IS)




PT. JBM Dorong Santri Ponpes Muslim Muhammadiyah Bombana Bisa Mandiri

Bombana, SultraNET. | PT. Jhonlin Batu Mandiri (JBM) Perusahaan perkebunan tebu dan pabrik gula yang beroperasi di Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara mendorong agar santri yang tinggal dan belajar di Panti Asuhan sekaligus Pondok Pesantren Muslim Muhammadiyah Bombana dapat di didik agar mampu mandiri dengan mengajarkan tidak hanya ilmu agama dan akhirat saja namun juga dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan di era modern saat ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur PT. JBM, H. Kusdi Sastro Kidjan disela sela acara Buka Puasa Bersama karyawan PT. JBM dan Santri di Panti Asuhan dan Ponpes Muslim Muhammadiyah Bombana, Sabtu (8/5/2021).

Ia menjelaskan dengan potensi Kabupaten Bombana yang memiliki lahan kosong yang masih sangat luas dapat menjadi peluang besar bagi Pondok Pesantren untuk bermitra dengan perusahaan dalam hal penanaman tebu dengan potensi keuntungan bisnis yang besar.

“Jika ada lahan milik Pondok Pesantren itu bisa di plasmakan dengan Jhonlin, kami dengan senang hati siap membina,” ujar H. Kusdi Sastro Kidjan.

 

Pada kegiatan yang mengangkat tema Berbagi kebahagiaan hadirkan senyum, menggapai keberkahan itu, ia memotivasi para santri untuk tidak minder dan berkecil hati dengan terus giat belajar karena peluang mereka meraih kesuksesan dimasa mendatang sangat besar.

“Anak anak panti disini kalian jangan berkecil hati, dengan terus belajar, kedepan kalian juga bisa menjadi manager, general manajer atau bahkan Direktur dari perusahaan besar,” tegasnya.

Kusdi menambahkan dengan kehadiran PT. Jhonlin di Bombana, ia berharap dapat menjadi stimulus mendorong sosial ekonomi di sekitarnya.

“Kita berharap perusahaan dapat mendorong peningkatan ekonomi warga sekitar secara khusus dan warga Kabupaten Bombana secara umum,” tutupnya.

Pantauan awak media ini, pada kegiatan tersebut PT. JBM turut menyalurkan bantuan Gula Pasir Gulata, sejumlah bingkisan dan berbagi langsung kepada anak anak panti asuhan. (IS).




Pastikan Keamanan Pangan, BPOM Periksa Sampel Takjil di Wilayah Ibu Kota Bombana

Bombana, SultraNET. | Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perindagkop Bombana melakukan pemeriksaan terhadap 31 sampel makanan menu berbuka puasa (takjil) yang dijajakan pedagang di seputaran Ibu Kota Kabupaten Bombana yang meliputi wilayah Pasar Sore RTH, dan di sekitar Masjid Raya Kasipute, Jumat (7/5/2021).

Kepala BPOM Kendari, Drs. Yoseph Nahak Kiau, Apt., M.Kes, mengatakan pegujian tersebut dilakukan untuk memastikan takjil yang dijajakan bebas dari zat formalin, boraks, rhodamin B, dan metalin yellow, pasalnya empat bahan berbahaya ini kerap disalah gunakan dalam proses pengolahan makanan.

“Untuk proses pengujian, sampel takjil yang telah ditentukan ini dilakukan pengujian langsung oleh petugas di mobil pemeriksaan sampel,” ujar Yoseph.

Dari hasil pemeriksaan terhadap terhadap 31 sampel takjil, BPOM Kendari memastikan seluruhnya negatif sehingga ia menilai pangan yang beredar di Bombana ini aman dari kandungan bahan yang membahayakan kesehatan.

“Artinya pelaku usaha dan masyarakat yang telah dilakukan penyuluhan dan pembinaan oleh Dinas Kesehatan atau BPOM mereka sudah taat dengan ketentuan, sehingga masyarakat bisa lebih tenang mengkonsumsi makanan ini,” terangnya

Yoseph menambahkan, terkait pengawasan pangan takjil, Bombana merupakan Kabupaten ke 4 yang di datangi BPOM dan hasilnya tidak menemukan bahan-bahan yang berbahaya pada makan yang didagangkan.

“Bila ada temuan tentunya petugas tahu siapa yang menjual saat sampling, namun sejauh ini di Sulawesi Tenggara belum ditemukan bahan berbahaya,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, dr. Sunandar, M.MKes yang juga mewakili Pemerintah Daerah mendukung sepenuhnya kegiatan yang di lakukan oleh BPOM Kendari untuk memastikan takjil yang dijajakan pedagang bebas dari kandungan zat berbahaya.

” Alhamdulillah bahan pangan yang di konsumsi itu aman semua berdasarkan hasil uji dari BPOM, olehnya itu kita berharap semua masyarakat Bombana bisa terus menjaga keamanan pangan secara terus menerus,” Singkat Sunandar.

Pewarta : Muh. Adnan




Hendak Menyeberang Sungai, Seorang Warga di Bombana Terseret Banjir

Bombana, SultraNET. | Areson (35) Warga Desa Mambo Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana dilaporkan terseret arus saat berupaya menyeberangi sungai di Desa tersebut yang sedang banjir, Jumat (7/5/2021).

Dikonfirmasi awak media ini, Kapolsek Poleang Timur, IPTU Su Ismail membenarkan kejadian tersebut, ia menceritakan sekitar jam 17.00. Wita, korban yang saat itu dari kebunnya yang terletak diseberang sungai Desa Mambo bersama dengan 4 orang temannya hendak kembali kerumah masing masing namun mendapati sungai sedang banjir.

Setelah beberapa lama menunggu, air kali yang sementara banjir tidak kunjung surut sementara saat berbuka puasa sudah dekat sehingga salah seorang dari mereka yaitu Baba (27) mencoba untuk menyeberang kali dan berhasil sampai kesebelah.

“Korban kemudian mengikuti untuk menyeberang kali dan saat berada di tengah kali korban tiba tiba berteriak meminta tolong karena sudah terseret arus,” ujar IPTU Su Ismail.

Melihat kejadian tersebut, teman teman korban berusaha untuk menolong namun karena arus yang kuat sehingga tidak berhasil.

“Saksi lainnya kemudian menghubungi masyarakat sekitar tempat kejadian untuk membantu mencari korban dikarenakan hari sudah gelap dengan peralatan seadanya,” ungkapnya.

Hingga pukul 21:30 wita, korban belum juga ditemukan dan proses pencarian masih terus dilakukan.

“Kemungkinan besok akan dilanjutkan pencarian hingga ke laut karena di prediksi jika tidak tersangkut kemungkinan korban sudah berada di laut,” jelasnya

Ia menambahkan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terkait kelanjutan pencarian korban.

“Kami sudah berkordinasi dengan BPBD dan mereka sudah menurunkan personilnya untuk membantu proses pencarian,” tutupnya.

Pewarta : Idris Hayang