Hendak Ikut Vaksin, Sejumlah Pelajar MTSN 1 Bombana Tak Lolos Skrining
Rumbia, SultraNET. | Vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pelajar usia 12 hingga 17 tahun di Kabupaten Bombana terus di genjot dalam pekan vaksinasi tahap ke Empat ini.
Salah satunya di MTSN 1 Bombana yang terletak di Kecamatan Kabaena, Rabu (15/09/2021).
PLT Kepala Puskesmas Kabaena, Husmin, SKM menjelaskan bahwa di hari ketiga pelaksanaan pekan Vaksinasi tahap ke Empat ini di fokuskan untuk para pelajar.
” Dari 111 jumlah siswa yang ada di sekolah ini, yang tervaksin ada 50 siswa dari 70 siswa yang mendapat persetujuan dari orang tua murid” jelas Husmin
Mantan Kapus Matausu ini juga menambahkan bahwa Setelah melalui proses skrining akhirnya ada 20 siswa yang tidak lolos skrining dengan berbagai alasan
“Alasan tidak lolos skrining di antaranya ada yang dalam keadaan sakit, batuk, sesak dan juga ada yg belum cukup umur masih berusia 11 tahun,” ucapnya
Husmin juga berharap kedepannya agar para orang tua siswa bisa lebih pro aktif dalam memberikan penjelasan tentang pentingnya vaksinasi ini.
” Insyaa Allah target usia 12 sampai 17 tahun bisa tercapai di Pekan vaksinasi kali ini.” harap Husmin.
Sukseskan Pekan Vaksin, Puskesmas Rumbia Tengah Bentuk Tim
Rumbia, SultraNET. | Untuk mensukseskan Pekan Vaksinasi tahap ke Empat yang telah berlangsung sejak beberapa hari yang lalu, Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Rumbia Tengah sebagai salah Puskesmas yang di tunjuk untuk melaksanakan vaksinasi menurunkan dua Tim.
Nurhaya S.Kep yang di percaya selaku Kepala Puskesmas Rumbia Tengah membagi dua tim dengan target 594 dosis dengan waktu pelaksanaan Senin 13 September 2021 sampai dengan Jumat 17 September 2021
” Masing masing Tim ada 8 orang,” ujar Nurhaya. Rabu (15/09/2021)
Tim yang diturunkan terdiri dari dokter pemeriksa, PJ Vaksinasi, PJ petugas pemantauan pasca vaksinasi, PJ data Pcare vaksinasi, Nakes pendamping screaning, PJ Verifikasi data vaksinasi, PJ Limbah Media dan bendahara.
Wanita berhijab ini menambahkan bahwa dengan dua Tim yang dia bentuk bersama sama dengan rekannya di PKM Rumbia Tengah, target yang di berikan kepada mereka akan tercapai
“Insyaa Allah masyarakat yang ada di Kecamatan Rumbia Tengah ini punya kesadaran tinggi untuk melakukan vaksinasi Tanpa harus di panggil lagi,” pungkasnya.
Rumbia, SultraNET. | Perusahaan Pertambangan Emas PT. Panca Logam Makmur (PLM) yang beroperasi di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana mendorong seluruh karyawannya turut melaksanakan vaksinasi covid-19.
Kepada awak media SultraNET., Selasa (14/09/2021) Pelaksana Direktur PT. PLM, Haslinda mengatakan kebijakan perusahaan yang dipimpinnya itu sebagai bentuk dukungan terhadap program pekan vaksinasi covid-19 yang merupakan sebuah inovasi Pemkab Bombana dalam upaya percepatan pencapaian target vaksin.
“Kita sadar bahwa untuk mencapai tujuan Pemerintah Kabupaten Bombana agar tercapai herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus covid-19 ini, maka kebijakan pekan vaksin ini wajib di dukung oleh semua pihak termasuk kami pihak perusahaan,” ujar Haslinda.
Hingga saat ini lanjut Haslinda, karyawan yang telah di vaksin telah melebihi angka 50 persen dan bakal terus digalakkan hingga mencapai 100 persen.
“Termasuk pekan vaksin ini kita manfaatkan betul untuk menuntaskan vaksin seluruh karyawan,” tegasnya.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Rarowatu Utara, Satar, S.KM mengapresiasi kebijakan yang diambil PT. Panca Logam Mamur yang dinilainnya turut berkontribusi terhadap percepatan pemenuhan target vaksin di daerah itu.
Kepala PKM Rarowatu Utara, Satar, S.KM (Paling Kanan) saat memantau pendataan peserta vaksinasi
“Dengan adanya kebijakan perusahaan mendorong karyawannya untuk di vaksin kami sambut baik dan kami siap melayani terutama dalam rangka pekan vaksin ini,” jelas Ketua PPNI Bomban itu.
Pantauan awak media ini, pada pelaksanaan pekan vaksin di Desa Hukaea, Kecamatan Rarowatu Utara tercatat 9 orang peserta merupakan karyawan PT. Panca Logam Makmur.
Laporan : Idris Hayang
Percepat Terbentuknya ‘Herd Immunity’, Puskesmas Mataoleo Gelar Vaksinasi di Desa Laloa
Rumbia, SultraNET. | Sebanyak 44 orang Warga Desa Laloa, Kecamatan Mataoleo mengikuti kegiatan pekan vaksin tahap ke empat yang diadakan di balai desa setempat, Selasa (14/09/2021).
Pekan Vaksinasi tahap ke Empat merupakan inovasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan sebagi upaya percepatan pemerataan target vaksinasi covid-19.
Kepala PKM Mataoleo, Ihram, S.KM mengatakan tujuan percepatan vaksinasi melalui pekan vaksin bertujuan agar target herd immunity atau kekebalan kelompok yang ditargetkan pemerintah kabupaten segera terwujud.
“Jika herd immunity sudah dicapai atau sebagian besar masyarakat sudah di vaksin maka kegiatan umum masyarakat akan semakin dilonggarkan lagi oleh Pemerintah termasuk pembelajaran tatap muka disekolah,” ujar Ihram
Ihram merinci untuk pelaksanaan vaksin di Desa Laloa untuk masyarakat umum sukses di vaksin 12 orang untuk dosis pertama dan 26 orang untuk dosis kedua serta dua orang dilakukan penundaan.
“Untuk pelayan publik divaksin 5 orang yaitu, untuk dosis pertama 2 orang dan dosis kedua 3 orang serta ada satu lansi,” rincinya
Sementara untuk sasaran umur 12 hingga 17 tahun menurut Ihram akan mulai di laksanakan pada hari berikutnya.
“Semoga di pekan vaksinasi ini target untuk usia remaja bisa tercapai,” harap Ihram.
Pelajar Rentan Terpengaruh Informasi Hoax tentang Vaksin
Rumbia, SultraNET. | Dihari kedua Pelaksanaan Pekan Vaksinasi tahap ke Empat di Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana dengan target pelajar usia 12 hingga 17 tahun masih sepi, pasalnya dengan persyaratan harus mengantongi izin orang tua dan banyaknya informasi Hoax bahaya vaksin diduga menjadi faktor banyak pelajar memilih tidak bersedia divaksin.
Hal tersebut juga terlihat saat dilakukan vaksinasi di SMPN 27 Rarowatu Utara yang terletak di Desa Watumentade, Selasa (14/9/2021). dari 92 orang jumlah siswa yang ada di sekolah itu, hanya 16 orang siswa yang bersedia mengikuti pekan vaksinasi.
Kepala Puskesmas Rarowatu Utara Satar, S.KM mengungkapkan minimnya partisipan siswa untuk ikut vaksinasi dikarenakan tidak ada restu orang tua wali yang saat ini menjadi salah satu syarat untuk divaksin bagi pelajar .
“Mereka pada prinsipnya masih mempercayai hoax dan isu isu yang beredar di media sosial dan masyarakat luas,” ujar Satar.
Ia menyebut berdasarkan edaran Bupati Bombana tentang percepatan vaksiansi dengan sasaran anak usia sekolah 12 sampai 17 tahun yang bertujuan agar tercapai herd imunity siswa dengan target sebanyak 75 sampai 80 persen siswa telah divaksin, sehingga proses belajar tatap muka dapat dilaksanakan dan belajar dirumah dapat di tiadakan lagi.
“Dan yang terpenting adalah kekebalan tubuh anak sangat prioritas.” Imbau Ketua PPNI Bombana ini.
Satar Juga berharap agar semua stakeholder yang ada bisa berkerjasama untuk menyukseskan vaksin dengan sasaran usia remaja ini
“Semoga lintas sektor terutama dinas Pendidikan dapat bersinergi dengan seluruh komponen untuk mengampanyekan vaksinasi ini,” harapnya.
.
Pekan Vaksinasi di SMA 12 Bombana Dikawal Polsek Lantari Jaya
Rumbia, SultraNET. | Percepatan vaksinasi pada Bulan September 2021 untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona terus meningkat, terlebih sasaran pelajar usia 12 hingga 18 tahun juga terus digenjot seiring dengan telah berlangsungnya pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Bombana.
Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Setyabudi Satrianto, SH mengatakan, bahwa vaksinasi pelajar tersebut bertujuan untuk menciptakan kekebalan kelompok terhadap para pelajar yang saat ini sudah mulai melakukan aktivitas belajar di sekolah.
“Hari ini vaksinasi kita laksanakan di SMA 12 Bombana . Sasarannya adalah para siswa yang ada di sekolah ini,” ucap Setyabudi saat wawancara di Mako Polsek Lantari Jaya, Senin (13/09/2021).
Dirinya menegaskan, bahwa vaksinasi tersebut dapat terealisasi berkat sinergitas unsur Muspika dan Puskesmas Lantari Jaya yang terus berupaya memaksimalkan percepatan vasinasi di wilayahnya sebagai bentuk upaya penanganan pandemi Covid-19.
“Kita bersinergi bersama dengan Pemerintah Kecamatan Lantari Jaya, Polsek Lantari Jaya dan Puskesmas Lantari Jaya, serta dibantu oleh Pemerintah. Dosis vaksin juga melalui dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana,” katanya
Setyabudi menambahkan, vaksinasi bagi pelajar masif dilakukan, sasaran terhadap pelajar jauh lebih besar karena ketersediaan jenis vaksin serta sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Sasaran terhadap anak usia 12 hingga 18 tahun memang harus massif kita lakukan, besar harapan kami agar semua kembali normal seperti biasa dengan penerapan protokol kesehatan yang tepat,” Pungkas Kapolsek yang punya sapaan akrab Om Bud ini.
Menurut Laporan yang ada Jumlah siswa yang vaksin hari ini sebanyak 96 siswa dari 364 jumlah total siswa yang ada di SMA 12 Bombana.
Perdekat Layanan Vaksinasi, PKM Matausu Sasar Desa Morengke
Rumbia, SultraNET. | Desa Morengke yang terletak di Kecamatan Matausu menjadi tempat pertama pelaksanaan Vaksinasi pada pekan Vaksinasi tahap ke Empat yang menjadi salah satu program Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan untuk memutus mata rantai peredaran virus covid-19.
Kepala Puskesmas Matausu. Muh Syarif Arifin mengatakan pekan Vaksinasi tahap ke empat ini PKM Matausu akan melaksanakan selama 6 hari sesuai jadwal yang telah di tentukan oleh pihak Dinas Kesehatan.
” Pelaksanaannya dimulai Senin 13 September hingga Sabtu 18 September dengan Faskes pelaksana sebanyak Satu Tim dan akan gelar bergiliran di semua Desa yang ada di Kecamatan Matausu,” ujar Muh Syarif, Senin (13/09/2021).
Ia mengaku pihaknya diberi target perhari sebanyak 30 orang dan target utama pada saat akhir pekan vaksinasi sebanyak 158 orang.
“Untuk Desa Morengke hari ini jumlah warga yang ikut vaksinasi sebanyak 22 orang, rinciannya 21 Masyarakat umum dan 1 Lansia,” Tutup Muh. Syarif Arifin.
Aleg Bombana Hujan Hujanan Demi Terima Aspirasi Warga
Bombana, SultraNET. | Anggota Legislatif (Aleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana rela berhujan hujanan demi menerima aspirasi warganya, Kamis (02/09/2021).
Pemandangan yang patut mendapat pujian itu terlihat saat lebih dari seratus warga Kecamatan Mataoleo melakukan aksi unjuk rasa menuntut perbaikan jalan poros Mataoleo – Rumbia.
Melihat jumlah peserta aksi yang tidak memungkinkan diterima di aula rapat DPRD Bombana, atas permintaan peserta aksi Aspirasi warga diterima di halaman Kantor DPRD dengan cara duduk bersama.
Anggota DPRD saat menerima aspirasi warga di halaman Kantor DPRD
Aksi yang berlangsung sejak pukul 13:30 WITA berlangsung tertib dengan pengawalan ketat anggota Kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja setempat.
Peserta aksi menyampaikan aspirasinya dan dijawab silih berganti oleh 4 Aleg dapil Rumbia dan pemekarannya yang hadir yaitu Zalman Aleg Partai Nasdem, Andi Wawan Aleg Partai Gerindra, Hasan Hanani Aleg PPP dan Herlin Aleg PDIP sedangkan satu lagi Aleg di dapil itu yaitu Abdul Rauf tidak nampak pada kegiatan itu.
Hingga menjelang waktu sholat Ashar belum ditemukan titik temu antara Peserta aksi dan anggota DPRD dimana salah satu poin tuntutan peserta aksi adalah DPRD menghadirkan Bupati Bombana untuk didengarkan komitmen dan kebijakannya terkait perbaikan jalan Mataoleo.
Salah satu Kordinator Aksi. Asri Grandong mengingatkan DPRD terkait tiga fungsi maha penting yang dimiliki yaitu Fungsi Legislasi, Anggaran dan Pengawasan.
Ia menilai DPRD lemah dalam fungsi pengawasan sehingga anggaran yang telah dikucurkan untuk Mataoleo sebesar puluhan milyar rupiah belum mampu menjadikan jalan yang hanya berjarak 20 kilo meter dari ibu Kota Bombana itu menjadi layak.
“Jika DPRD menjalankan fungsi pengawasannya dengan baik, maka saya yakin tidak terjadi seperti ini, harusnya jalan Mataoleo itu sudah tuntas,” ujar Asri.
Sekitar pukul 16:00 dua anggota DPRD kembali hadir untuk bersama sama mendengarkan aspirasi warga.
Kedua Aleg tersebut yaitu Andi Firman, Aleg dua periode dari Partai Amanat Nasional dan Rumiyanto juga Aleg dua periode dari Partai Demokrat.
Saat diberikan kesempatan Andi Firman menjawab beberapa persoalan yang disampaikan peserta aksi salah satunya dengan menelpon langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum.
“Kita panggil saja langsung kesini untuk kita dengarkan bersama sama,” ucap Andi Firman.
Usai berbica melalui sambungan telpon, Andi Firman meyakinkan peserta aksi bahwa jangka pendek ini, Pemerintah telah menurunkan 4 alat berat untuk mengatasi ruas jalan terparah.
“Sekarang disana sudah ada 4 alat berat yaitu Doser, Greder, Vibro dan Excapator. itu untuk jangka pendek sedangkan untuk jangka panjang yaitu pengaspalan atau beton memiliki mekanisme dan kami akan terus perjuangkan Aspira teman teman,” jelas Andi Firman.
Menjelang pukul 17:00 WITA hujan mulai mengguyur namun hal itu tidak menyurutkan semangat para demonstran yang terdiri pemuda dan masyarakat Mataoleo yang memilih bertahan menunggu komitmen DPRD untuk memenuhi tuntutan mereka.
Meski diguyur hujan, Peserta Aksi dan Aleg tetap bertahan di lapangan
Tidak kalah, salah satu Aleg Andi Firman juga nampak bertahan meski diguyur hujan demi terus mendengarkan aspirasi warga.
Ditemui usai menerima peserta aksi, Andi Firman mengatakan ia memahami betul apa yang dirasakan warga Mataoleo.
Menurutnya warga telah berkali kali datang ke kantor itu dengan tuntutan yang sama.
Untuk itu ia rela meski berhujan hujanan demi mendengarkan aspirasi mereka.
“Dan Insya Allah tuntutan mereka akan kita perjuangkan maksimal agar jalan Mataoleo di tuntaskan,” bebernya.
Menjelang Adzan Magrib peserta aksi beristirahat sebagai penghormatan bagi peserta aksi atau Aleg yang akan melaksanakan ibadah sholat magrib.
Sebagai kesimpulan jalannya aksi, dibuat berita acara yang berisi komitmen 7 aleg yang hadir saat itu untuk memperjuangkan perbaikan jalan Mataoleo.
Belum puas dengan itu, hingga malam hari pukul 21:00 sebagian peserta aksi memilih bertahan di kantor DPRD menunggu hingga ada jawaban yang dapat diterima dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana. (IS)
Polsek Lantari Jaya Bantu Warga Terdampak Covid-19
Bombana, SultraNET. | Kepolisian Sektor (Polsek) Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada warga terdampak wabah Covid-19.
Kepada awak media ini, Kapolsek Lantari Jaya Ipda Setyabudi Satrianto, SH mengatakan pemberian paket sembako tersebut merupakan wujud kepedulian pihak kepolisian terhadap warga yang membutuhkan.
Ia menyebut akibat pandemi Covid-19 yang saat ini masih mewabah, tidak sedikit warga yang mengalami kesusahan ekonomi.
“Kita berharap dengan pembagian paket sembako ini, dapat sedikit meringankan beban masyarakat terdampak Covid-19.
Pembagian sembako juga dimanfaatkan untuk mensosialisasikan himbauan pemerintah untuk meminimalisir resiko penyebaran pandemi Covid-19.
“Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan menyampaikan himbauan pemerintah agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan yaitu menerapkan 6M dalam kehidupan sehari – hari,” jelasnya.
Disamping itu disampaikan pula himbauan agar masyarakat menjaga situasi dilingkungan masing-masing agar tetap kondusif.
“Kami juga menghimbau apabila ada suatu permasalahan di tengah masyarakat agar segera melaporkan ke Bhabinkamtibmas,” Tegas Setyabudi Satrianto. (IS)
Demo Jalan Rusak, Warga Mataoleo Bawa Kado Lumpur dan Uang Sumbangan ke DPRD
Bombana, SultraNET. | Ratusan Warga Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana membawa Kado yang berisi sekantong lumpur dan Kotak berisi uang receh hasil sumbangan warga ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana.
Kotak kado dan sumbangan warga merupakan bentuk protes rusaknya akses jalan penghubung Rumbia Ibu Kota Bombana ke Mataoleo yang saat ini susah dilalui kendaraan.
Salah satu orator Aksi. Asri, mengatakan kado tersebut sebagai bukti kepada DPRD yang dinilai tidak mengetahui persis keadaan di Mataoleo.
“Silahkan anggota DPRD terima kado warga itu jangan sampai kalian tidak percaya bahwa jalan kami penuh lumpur,” ujar Asri.
Sedangkan uang yang diserahkan lanjut Asri, merupakan hasil sumbangan masyarakat agar DPRD mengetahui bahwa jalan di Mataoleo butuh perhatian anggaran yang kongkrit.
“Itu dana sumbangan warga yang melihat aksi kami mereka meminta DPRD Menambahkan untuk alokasi anggaran perbaikan jalan kami,” tegas Asri.
Sementara itu salah satu Anggota DPRD, Herlin saat menerima massa aksi mengatakan bahwa Aspirasi warga Mataoleo dalam bentuk aspirasi setiap tahun disuarakan DPRD kepada eksekutif.
“Setiap tahun aspirasi kita sampaikan bukan cuma jalan namun berbagai sektor lain seperti pasar dan lain-lain namun terkadang tidak semua terealisasi apakah pemerintah belum menganggap itu sebagai prioritas,” ujar Herlin.
Politisi Partai PDIP itu menjelaskan dengan kehadiran anggota DPRD menerima peserta aksi sebagai bentuk kepedulian dan siap memperjuangkan aspirasi itu.
Hingga berita ini dirilis massa aksi masih di kantor DPRD Bombana dan mendesak DPRD menghadirkan Bupati Bombana ke. Kantor tersebut untuk menjelaskan kebijakan pemerintah terkait jalan Mataoleo. (IS)