Dukung Program Padat Karya Pertanian, Distan Bombana Bimtek Diseminasi Inovasi Tanaman Tebu

Rumbia, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah penghasil tebu yang di nakohdai oleh Bupati Bombana H. Tafdil dan Wakil Bupati Bombana Johan Salim, melaksanakan Bimtek Diseminasi Inovasi Teknologi Tanaman Tebu untuk Mendukung Program Padat Karya Pertanian di Bombana.

Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis (bimtek) untuk mendiseniminasi inovasi teknologi tanaman tebu dalam mendukung program padat karya pertanian yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Maret 2021 bertempat di Aula Pertemuan Desa Lantari Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana.

Dalam kegiatan tersebut difasilitasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus sebagai tim pemateri.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Ir. Muhammad Siarah,.M.Si  dan dihadiri oleh Kepala Bidang Penyuluhan Rahmatia, SP.MP, Kordinator Jabatan Fungsional Dinas Pertanian Kabuapten Bombana Matius Tandi.P,SP, Abdul Hafid, S.ST serta  peserta dari penyuluh pertanian Kecamatan Lantari Jaya, Penyuluh Pertanian Kecamatan Poleang Barat, Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu Utara dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Rarowatu serta petani plasma tebu yang ada di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya Plt. Kadis Pertanian Kabuapten Bombana Ir.Muhammad Siarah menjelaskan, bahwa potensi pengembangan tanaman tebu kedepan sangat strategis yang didukung dengan ketersediaan lahan yang cukup dan memenuhi syarat teknis untuk pengembangan tanaman tebu, sehingga sangat diharapkan para petani sebagai pelaku utama memiliki ketrampilan yang baik untuk membudidayakan tanaman tebu yang baik.

“Kami harapkan para penyuluh pertanian yang ada dilapangan lebih profesional dalam mengawal dan mendampingi petani di lapangan, “kata Siarah saat menyampaikan materi di sela kegiatan.

Kegiatan bimtek tanaman tebu dilakukan dalam bentuk penyajian materi Budidaya Tebu yang disajikan oleh peneliti dari BPTP Provinsi Sulawesi Tenggara Ir. Agus Salim, M.P. Awal dari pemaparan materi beliau menjelakan betapa besarnya kapasitas produksi gula yang dibutuhkan oleh masyarakat setiap harinya.

Kata Agus, Dimana kebutuhan gula semakin hari semakin meningkat sekalipun di Kabupaten Bombana sebagian telah disuplai dari pihak perusahan PT. JBM, “tuturnya.

Oleh karenanya budidaya tanaman tebu hampir sebagian besar petani di kabupaten Bombana belum pernah ada diantara mereka yang sudah mengusahakan tanaman tebu.

Lanjut, dalam budidaya tanaman tebu dimulai dari persiapan lahan, perencanaan waktu tanam dan masa tebang, cara memupuk, pemilihan varietas dan pemilihan bahan bibit tanam, pengenalan hama dan penyakit, pengairan dan pemeliharaan tanaman, hingga panen dan penanganan pasca panen.

Untuk itu kata Agus, diharapkann setelah selesai kegiatan ini diharapkan petani tebu dapat memiliki kemampuan untuk membudidayakan tanaman tebu yang lebih baik lagi, “pintanya.

Saat ditemui diruang kerjanya Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Rimbu, SP Lebih lanjut menilai berpijak pada capaian tersebut, dapat menunjukkan bahwa sektor pertanian terutama petani plasma tebu terdampak dengan pandemi yang sedang terjadi sehingga ke depan dalam menggerakkan ekonomi sektor perkebunan perlu mendapatkan dukungan secara serius.

“Saat ini upaya pemerintah dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian dilakukan melalui percepatan bantuan pemerintah dan mengarahkan beberapa kegiatan Kementan dengan pola padat karya sehingga diharapkan petani harus kreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan dan mendukung program pemerintah. “jelasnya.

“Kepada pelaksana kegiatan di lapangan, lakukan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku dan jangan lakukan kesalahan sekecil apapun. Terus dampingi petani dalam program dan kawal sampai selesai, ”pungkas Rimbu. (ADV)




Dititip di Ponpes Sejak Usia 2 Tahun, Anak di Bombana 10 Tahun Tak Dikunjungi

Bombana, SultraNET. | Kunjungan Relawan Aku Sahabat Rakyat (ASR) dalam rangka Bakti Sosial dan penyerahan bantuan Sembako di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Kabupaten Bombana mendapati cerita pilu bocah laki laki bernama Najib (12) yang dititipkan sejak usia dua tahun yang hingga saat ini tidak pernah dikunjungi keluarga dan orang tuanya sudah tidak diketahui keberadaannya.

Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah Bombana, Ustadz Sulaiman menceritakan sepuluh tahun lalu ada sepasang suami istri yang singgah di Ponpes Hidayatullah menitip seorang anak laki laki yang masih berumur dua tahun, bukannya kembali menjemput anak tersebut, mereka justru pergi dan tak kembali hingga saat ini.

“Najib saat itu berumur baru 2 tahun, ia dititip disini dan yang bawa kami tidak mengenalnya sama sekali, ia hanya menitipkan anak ini lalu pergi, tidak pernah ada kabar dari kedua orang tuanya dan kami sudah bingung mencari,” cerita Ustadz Sulaiman, Kamis (4/2/2021).

Foto Bersama di Area Ponpes Hidayatullah
Foto Bersama Relawan ASR di Area Ponpes Hidayatullah

Selama 10 tahun itu, Najib menghabiskan waktunya dengan segala rutinitas layaknya santri pada umumnya hingga saat ini ia duduk di kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (Setara Sekolah Dasar) Ponpes Hidayatullah Bombana.

” Dia satu satunya anak yang tidak pernah ada kunjungan orang tua maupun keluarga,” ujar Ustadz Sulaiman

Melalui Koordinator Relawan ASR Bombana, Muh. Anis yang hadir di Ponpes tersebut, ia berharap bantuan dari berbagai pihak ikut membantu mencari keberadaan kedua orang tua anak tersebut.

“Saya berharap kerendahan hati kiranya Bapak Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka bisa menjadi bapak angkat atau menfasitasi agar anak ini bisa dipertemukan dengan kedua orang tuanya,” harap Ustadz Sulaiman.

Najib (12) kepada awak media SultraNET., bercerita kendati belum bertemu secara langsung dengan kedua orang tuanya, namun di Ponpes Hidayatullah ini, ia menaruh harapan dapat terus belajar dan meraih cita citanya sebagai orang yang sukses dan dapat membahagiakan orang disekitarnya.

“Disini kami terus belajar, mudah mudahan bisa menjadi orang yang berhasil,” ujar Najib yang terlihat masih sangat  polos itu.

Pewarta : Efendi




Opini : Pantaskah Wonua Bombana Menjadi Tourist Destination ?

Oleh : Asbar *

Potensi Pariwisata Bombana

Bila kita bertanya tentang Gunung Bromo, maka semua akan menjawab kawasan itu adalah destinasi wisata gunung yang berada di daerah Malang, Jawa Timur, disaat kita menyebut wisata laut, maka Pulau Hoga di Kabupaten Wakatobi akan menjadi topik pembahasan. Daerah yang terkenal dengan surga di bawah lautnya adalah ikon kepariwisataan dunia yang mampu menarik pengunjung dari seluruh dunia. Wakatobi telah membuktikan diri mampu menyerap bukan hanya wisatawan lokal namun juga wisatawan mancanegara. Lalu bagaimana dengan Bombana ? potensi pariwisata apa yang dimikinya?

Secara administratif Bombana berbatasan dengan Kabupaten Muna Barat dan Kabupaten Buton dibagian Timur, Kabupaten Konsel dibagian Utaranya dan Kabupaten Kolaka pada batas barat. Dari letak geografis Bombana merupakan sebuah daerah yang strategis karena menjadi gerbang pelayaran dari Kabupaten Muna Barat dan menuju Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. dari akses itu, Wonua Bombana menjadi daerah transit dari kedua daerah tersebut. Bombana juga dapat dikatakan sebagai  melting pot tempat berbaur berbagai suku bangsa dan budaya, sehingga tidaklah berlebihan bila kita memberi predikat bahwa bombana adalah “replika Sulawesi”. Letaknya yang sangat strategis menjadikan Bombana sangat mudah dan murah untuk dikunjungi, baik untuk kegiatan perekonomian dan pariwisata atau tujuan lainnya.

Untuk dapat dinyatakan sebagai suatu daerah tujuan wisata, Bombana haruslah merupakan Kawasan atau area yang dipilih untuk dijual kepada wisatawan (actual maupun potensial) dengan sejumlah karakteristik yang menunjang, diantaranya : (1)Merupakan pilihan yang menarik bagi calon konsumennya; (2) tersedia fasilitas dan atraksi; (3)Memiliki lokasi geografis dan kondisi iklim yang menarik/menyenangkan;(4) Terdapat jalur transportasi;(5) Situasi politik yang stabil; dan (6) Lingkungan yang sehat. Dari keseluruhan persyaratan diatas, Bombana dianggap mampu memenuhi persyaratan tersebut. Bombana menawarkan banyak pilihan wisata yang membentang dari timur hingga baratnya, dari pilihan wisata laut, sejarah, budaya, dan wisata panorama alamnya.

Sejumlah faktor yang bisa menguatkan keberadaan Bombana sebagai tujuan wisata :

  1. Wisata Alam, tempat – tempat yang dapat dijadikan destinasi bisa dengan mudah dijumpai dan dikunjungi antara lain ; Pantai Tabako, Pantai Widodo yang berada dekat dengan ibu kota Bombana hanya berjarak kurang lebih 7 – 15 kilo meter dengan menggunakan tansportasi darat. Air terjun Sangkona juga bisa memberi suasana nyaman bagi pengunjungnya. Destinasi air terjun ini terletak di Kel. Doule Kecamatan Rumbia. Pantai Pulau Kondo dan Danau Laponu-ponu yang terdapat di Desa Ranokomea Kecamatan Poleang Barat, dapat dijangkau dengan transportasi darat antara 1-1,5 jam dari bandara Sangia Nibandera Kab. Kolaka.

Salah satu destinasi wisata alam yang juga sangat populer di Bombana ini adalah keberadaan Desa Tangkeno di Pulau Kabaena, Oleh sebahagian besar wisatawan lokal yang pernah menyambangi daerah tersebut akan berdecak kagum dengan keberadaan tempat tersebut karena selain kondisi alamnya yang sejuk nan asri juga para wisatawan akan disuguhkan dengan fenomana alam “Sun Set” dari puncak desa Tangkeno. pada waktu-waktu tertentu wisatawan juga akan merasakan sensasi diselimuti kabut tebal sehingga setiap pengunjung seakan berada di atas awan. Masih di Pulau Kabaena wisata alam laut bisa dijumpai di pulau Sagori, kepada para pengunjung bisa memanjakan diri dengan kegiatan snorkling untuk melihat secara langsung keindahan alam bawah lautnya atau bisa juga melakukan kegiatan memancing disekitar perarannya.

  1. Situs atau Tempat Bersejarah, yang dapat merefleksikan Bombana sebagai daerah yang bersejarah adalah keberadaan Bunker dan gua buatan tantara Jepang masih terjaga dan terawat dengan baik yang terdapat di desa waemputtang Kecamatan Poleang Selatan. Daerah yang lebih akrab disebut pajjongang itu merupakan basis pertahanan tantara Jepang dalam menghadapi tantara sekutu di tahun 1942-1945. Situs sejarah lain terdapatnya Benteng- benteng pertahanan di pulau Kabaena, Tuntuntari dan Tawulagi adalah ikon peradaban dan warisan Sejarah bagi masyarakat di bombana. Benteng tersebut merupakan benteng pertahanan dari serangan Bajak Laut negeri timur dan juga pertahanan dari serangan tantara Portugis.

Benteng Tutuntari sebagai benteng pertahanan dibuktikan dengan dengan dilengkapi dengan struktur bastion pada struktur tembok benteng. Benteng ini merupakan benteng alam terbuka yang dibuat dari susunan batu-batu alam tanpa plester yang dinding benteng berdiri pada ujung tebing gunung. Posisi struktur bastion pada benteng tutuntari terdapat pada sisi barat benteng yang berjumlahkan dua struktur bastion yang berposisikan agak berdekatan. Di sisi timur terdapat gerbang utama benteng yang di dilengkapi dengan tangga batu untuk naik keatas benteng. Di sisi barat benteng juga terdapat struktur menyerupai pintu gerbang benteng pada dinding benteng. Di dalam benteng juga terdapat satu makam kuno dengan struktur bangunan makam terbuat dari susunan batu alam berbentuk pipih yang saling tumpang tindih berbentuk persegi panjang. Orientasi dari makam kuno itu sendiri sudah berorientasi ke arah utara selatan yang menandakan makam kuno ini sudah mengenal prosesi penguburan secara islam, akan tetapi jika diliat dari segi pembangunan makamnya maka dapat disimpulkan bahwa makam tersebut merupakan hasil akluturasi budaya antara tradisi islam dan pra islam.

Benteng Tawulagi terletak pada jarak 2 kilometer arah utara Desa Tangkeno Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Benteng tersebut berbentuk trapesium. Desainnya mengikuti kontur puncak pegunungan yaitu miring dan pada sisi utara merupakan tebing batu kecuraman 30-50 meter.

Untuk memasuki kawasan Benteng Tawulagi di sisikiri jalan terdapat tumpukan batu yang diduga adalah 3 unit maqam tua dan pada sisi kanan adalah jalur pendakian sepanjang 30 meter menuju pintu utama. Di pintu utama benteng  memiliki ukuran setinggi 200 centimeter dan lebar 80 centimeter dengan posisi menghadap ke arah selatan. Secara menyeluruh, tinggi benteng bervariasi antara 150-180 centimeter dengan garis lingkar sepanjang 280 meter bujur sangkar.

Bangunan benteng Tawulagi itu sendiri memperlihatkan artifisial atau sengaja dibuat yang seluruh bahan batuannya diperoleh dari daerah sekitarnya, yang memiliki sumber batuan yang cukup memadai. Struktur bangunan merupakan bentuk bangunan dari susunan batu yang tiap sisinya memiliki ukuran tinggi yang berbeda-beda hal ini dipengaruhi oleh keadaan kontur tanah yang tidak rata. Didalam benteng tersebut tidak ditemukan tinggalan berupa fragmen ataupun artefak pada permukaan benteng, dikarenakan kondisi dalam benteng tawulagi sudah ditumbuhi tumbuhan liar yang menjulang tinggi hingga keatas permukaan dinding benteng. Selain warisan sejarah tersebut diatas, kita juga bisa menyempatkan diri untuk berkunjung di kel. Taubonto yang merupan pusat beradaban dan kerajaan Moronene.

  1. Kesenian Daerah, sepertihalnya daerah-daerah wisata lain yang berada diluar Sulawesi Tenggara, kesenian daerah adalah suatu hal yang bisa menjadikan motifasi pengunjung untuk melakukan perjalanan wisata. Bombana juga memiliki berbagai kesenian daerah yang tidak kalah unik dan menariknya bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Tarian khas pulau Kabaena Lumense, Momaani sebagai tari penyambutan tamu bisa disaksikan penampilannya pada setiap adanya hajatan budaya.
  2. Tradisi Ritual, beberapa tradisi adat kebiasaan yang secara teratur dan rutin dilakukan adalah pesta rakyat yang dilaksanakan di Kawasan desa adat hukaea lama. Dalam pelaksanaannya berbagai atraksi tradisi ritual bisa kita saksikan diantaranya adalah tradisi montasu, moncotu dan mooliwita.
  3. Benda Warisan Budaya, Sebagai pusat peradaban dan sejarah Kerajaan Moronene Kel. Taubonto, Kec. Rarowatu masih menyimpan berbagai barang warisan budaya diantaranya senjata tradisional, benda-benda kerajaan, replika rumah adat moronene dan kompleks pemakaman raja-raja moronene terdahulu.

Ancaman dan Peluang Pengembangan Pariwisata Bombana (Sebuah Kerangka Pikir)

Bombana adalah negeri masa depan, oleh kalanganterpelajarungkapan itu sangat tepat dan berdasar sebab Bombana dengan segala kekayaan sumberdaya laut dan daratnya hampir tidak kita jumpai didaerah lainnya. Namun kekayaan itu akan menjadi sia-sia bila kita tidak mampu mengambil peran secara optimal dalam pemanfaatannya. Dalam kondisi kekikinian sangat disadari dan dirasakan bahwa Bombana berada dalam kepungan aktifitas tambang, begitu banyak dan massivenya eksplorasi dan eksploitasi disetiap jengkal tanahnya yang secara perlahan dan bertahap  memberi dampak ekologis, sosial dan budaya yangpada akhirnya juga akan mengancam keberlangsungan pariwisata. Pada tataran kebijakan pemerintahan, dapat dilihat pada minimnya peran leading sektor untuk mempromosikan potensi pariwisata Bombana. Sinergitas instansi – instansi teknis seperti Dinas Pariwisata, Dinas PU dan Perindustrian Perdagangan dalam perbaikan dan pembenahan infrastruktur penunjang untuk mendukung pengembangan pariwisata belum maksimal.

Realistis dan objektif serta berkontribusi mencari dan menemukan alternatif penyangga negeri masa depan ini dalam bentuk dan wujud yang lainnya adalah keharusan bagi generasi untuk melakukan promosi dan mengampanyekan keelokan alamnya.Wonua Bombana secara sederhana dapat digambarkan sebagai sebuah daerah yang memiliki sejuta potensi pariwisata alam yang bila dieksplor dengan arif dan bijaksana dapat menjadi keunggulan utama daerah ini. walaupun sangat disadari bahwa pengembangan kepariwisataan Bombana saat ini belum optimal, tapi jika dilakukan tindakan rehabilitasi, koreksi maupun aplikasi model pengembangan yang tepat dengan komitmen dan konsistensi yang tinggi, sangat diyakini daerah ini akan mampu bersaing baik ditatanan lokal, nasional maupun internasional.

Sinergi dan Perencanaan dari semua elemen adalah hal vital dan urgent karena menjadi salah satu syarat keberhasilan pengembangan kepariwisataan suatu daerah. Oleh karena itu kontribusi pikir yang dapat ditawarkan adalah Tujuan Kepariwisataan dan Formulasi Kebijakannya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Tujuan haruslah ditentukan secara spesifik dan dinyatakan dalam istilah yang luas dan umum, dengan demikian dapat ditentukan elemen-elemen pendukung yang dibutuhkan untuk mendesain pembangunan kepariwisataan yang tepat untuk Kabupaten Bombana. Tujuan kepariwisataan umumnya selalu terkait dengan berbagai keuntungan ekonomi, ekologi maupun sosial. Orientasi peningkatan pendapatan daerah dan perlindungan/ pelestarian alam harus menjadi target utama dan lebih spesifik haruslah terukur dan terperinci dalam sebuah kebijakan daerah (PERDA) pariwisata.

Upaya lain yang juga dapat dilakukan adalah menggalakan ProgramKemitraan/partnership. Program ini penting diimplementasikan guna meminimalisir masalah yang dapat terjadi dikawasan pengembangan wisata. peningkatkan kapasitas dan menumbuhkan rasa memiliki kepada penggiat wisata (kelompok sadar wisata) Pelibatan masyrakat lokal yang berada dikawasan wisata adalah langkah konstruktif untuk mengurangi sikap apatis dan kurang peduli. Pelibatan secara langsung untuk menjadi bagian penyedia produk dan jasa kepariwisataan kepada mitra (penyedia jajanan dan kuliner, pengelola wahana bermain), mengintensifkan dialog tentang formulasi, regulasi dan mekanisme pengelolaan kawasan wisata dapat dilaksanakan secara partisipatif dan kolaboratif. Dengan cara demikian menumbuhkan kesadaran kolektif yang kuat bagi pihak-pihak mitra dapat diwujudkan secara maksimal.

Pilihan ada pada kita semua, menjadi bagian yang berkontribusi untuk penguatan potensi atau hanya menjadi “penikmat” pariwisata. Sebagai anak negeri saya mengajak kepada kita semua agar dapat mengambil peran yang maksimal. Bahwa kampanye danpromosi wisata bombanatidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi peran generasinya.Memantaskan wonua bombana sebagai TOURIST DESTINATION membutuhkan perhatian dan energi besar dari semua elemen anak negeri. Saya, anda dan kita semua.

 _________________________________________*pemerhati budaya dan  pariwisata bombana




Aksi Sosial Relawan ASR Bombana Sasar Pondok Pesantren

Bombana, SultraNET. | Setelah sebelumnya melakukan aksi sosial terhadap masyarakat pesisir di Kelurahan Lampopala dan Bakti Sosial di Masjid Al-Khairat Talabente beberapa waktu lalu, kali ini Relawan Aku Sahabat Rakyat (ASR) Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali menggelar aksi sosial di Pesantren Hidayatullah, Kecamatan Rumbia, Kamis (04/3/2021).

Aksi sosial Relawan ASR berupa pembagian masker, sosialisasi penegakan prokes, pemeriksaan kesehatan gratis, pembersihan lingkungan Ponpes yang meliputi masjid, tempat wudhu, kamar mandi para santri dan diakhiri dengan penyerahan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako).

Kordinator Relawan ASR Kabupaten Bombana, Muh Anis mengatakan aksi sosial relawan binaan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka itu bertujuan selain untuk mempererat silaturahmi juga sekaligus memberikan dukungan moril serta melihat secara langsung kondisi para santri yang berada di pesantren ditengah pandemi covid-19.

Ia menyebut bantuan yang diserahkan itu merupakan bantuan yayasan binaan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka yang disalurkan melalui relawan ASR Kabupaten Bombana.

“Semoga bantuan yang diberikan ini dapat diterima dengan baik dan dapat membantu atau meringankan beban adik-adik yang tengah menuntut ilmu di Pesantren Hidayatullah ini,” ujar Muh. Anis

Pada kesempatan tersebut Anis juga menyampaikan pesan Pangdam agar warga pondok pesantren Hidayatullah tetap disiplin dengan senangtiasa menjaga kesehatan, kebersihan diri dan lingkungan sehingga dapat membentengi diri serta mencegah penyebaran covid-19.

Ditempat yang sama, Pimpinan Pesantren Hidayatullah Cabang Bombana, Ustad Sulaeman menyambut baik kedatangan para relawan ASR Bombana dan menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan yang diberikan.

“Atas nama Pondok Pesantren Hidayatullah kami ucapkan terimakasih kepada Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, yang telah memberikan bantuan kepada santri, somoga bantuan ini menjadi amal ibadah di sisi Allah. SWT,” tuturnya.

Sulaeman berharap Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka dapat turun langsung dan melihat para santri di pondok Pesantren Hidayatullah itu dan kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut khususnya di Kabupaten Bombana.

“Saya juga berharap Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, dapat membantu kami, anak-anak disini masih kekurangan tempat tidur, kalau tidak bisa kasur paling tidak tikar, itu yang kami butuhkan saat ini,” harap Ustad Sulaeman.

Pewarta : Efendi




Solopos Kembali Agendakan UKW Mandiri Gelombang IV dan V

Surabaya, SultraNET. | Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Mandiri gelombang IV dan V bakal di gelar 27 – 28 Maret dan 10-11 April 2021 dengan lembaga penguji Solopos.

Ketua tim inisiator UKW Mandiri, Agung Santoso kepada awak media menjelaskan UKW Mandiri yang akan berlangsung sepanjang tahun 2021 dengan mengambil waktu setiap akhir bulan.

UKW Mandiri Sudah berjalan tiga gelombang yaitu gelombang pertama 26-27 Desember 2020 dengan jumlah peserta 23 wartawan, gelombang kedua 30-31 Januari 2021, peserta 29 wartawan, gelombang ketiga 27-28 Februari, 26 orang. Total para peserta UKW Mandiri 78 jurnalis.

Para peserta gelombang pertama sampai ketiga berasal dari Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta.

Peserta juga datang dari berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur diantaranya Ngawi, Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya, Malang, Pamekasan, Sampang, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, Trenggalek, Tulungagung, Blitar.

‘’UKW Mandiri tidak terikat dari organisasi pers, organisasi perusahaan pers, komunitas wartawan di berbagai daerah di Indonesia, yang ingin meningkatkan mutu untuk karya jurnalistiknya, silakan mengikuti UKW Mandiri dengan biaya satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah, fasilitasnya mengikuti Pra UKW gratis yang di selenggarakan lembaga penguji Solopos. Selain itu juga selama mengikuti UKW dua hari mendapat makan dua kali dan snack empat 4 kali, ’’ ujarnya.

Dikatakan UKW Mandiri kita diikuti bagi jurnalis yang ikut mengikuti UKW jenjang Muda, Madya dan Utama. Penyelanggaraan bersamaan tapi untuk muda, madya dan utama materi ujinya berbeda sesuai jenjang yang akan di pilih.

Tentang kelulusan UKW Mandiri, Agung sapaan akrab pria yang juga dikenal Ketua DPW UKM IKM Nusantara ini, menandaskan semua di kembalikan kepada penguasaan materi setiap wartawan yang mengikuti ujian.

“Yang diujikan itu pekerjaan kita sehari-hari sebagai seorang wartawan, jadi saya yakin setiap wartawan tidak mengalami kesulitan ketika mengikuti UKW,’’ujarnya meyakinkan.

Dijelaskan Agung, 12 materi pokok UKW yang diujikan dari setiap gelombang-ke gelombang di antaranya Pengetahuan Umum (membuat esai profesionalisme jurnalistik, sejarah pers, hukum pers), Prinsip Jurnalistik, UNJ (Unsur, Nilai, Jenis Berita).

Selain itu Bahasa Jurnalistik, Komunikasi dengan Narasumber, Rapat Redaksi, Reportase, Menyusun Berita, Menyunting Berita, Penggunaan Teknologi Informasi, Rapat Evaluasi Redaksi, Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik. (R)




Opini : Pusaran Polemik ‘’KONTRAKTOR vs UKPBJ’’ di Bombana

Oleh : Rahman Hasbi, SH *

Maraknya isu di Kabupaten Bombana belakangan ini tentang lapor melapor antara Bupati Bombana dan Salah satu Kontraktor terkait pencemaran nama baik dimana hal itu tidak lepas dari sebuah video yang di unggah pada laman facebook yang di share oleh akun Yudi Sandrego, dimana isi video tersebut di katakan oleh saudara Hasanuddin kurang lebih “Toh bos  satu batang rokoknya H. Tafdil saya tidak pernah ambil apalagi uangnya, tetapi tafdil itu bos pernah ambil uangku“, berawal dari persoalaan itu terbitlah beberapa berita yang tidak lain poin berita itu dugaan terjadi mahar dalam proses tender, UKPBJ curang dalam menentukan penyedia sebagai pemenang dan berbagai topik lainnya.

Menyikapi persoalan yang telah terjadi itu, dikarenakan beredarnya isu kontraktor lokal dan non lokal sehingga muncullah data tentang angka jumlah perusahaan lokal yang mati akibat perusahaan non lokal yang merajalela dan memenangkan paket di Bombana, sehingga saya secara pribadi mendengar kabar ini merasa miris namun saya mencoba melihat dari sisi keilmuan dan pengalaman  saya tentang proses pengadaan barang jasa pemerintah.

Pertama, Pengusaha lokal dalam hal ini kontraktor lokal harus meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya agar dapat bersaing dengan pengusaha dari luar daerah.

Kedua, Ketika mengikuti proses tender itu agar memenuhi semua kriteria atau persyaratan yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu, tentunya kriteria dan persyaratan kembali lagi tentang kompetensi para pelaksananya dan sumber daya manusianya, sub klasifikasi atau sub bidang juga harus disesuaikan dengan kebutuhan di daerah jangan sampai pemerintah daerah membutuhkan sub klasifikasi atau sub bidang tertentu tetapi pengusaha di daerah tidak memiliki sub klasifikasi dan bidang yang diinginkan oleh pemerintah daerah.

Tentunya memang diperlukan singkronisasi antara kontraktor lokal dan Pemda, kemudian pada saat pelaksanaan tender proses pengadaan barang jasa dan ditentukan pemenang pada saat proses pelaksanaannya tentu dalam hal ini kontraktor lokal benar-benar melaksanakan pekerjaan sesuai klausul-klausul kontrak yang sudah di sepakati jangan ada mengurangi spesifikasi teknis, mengurangi kualitas pekerjaan.

Jadi bagaimana caranya kontraktor lokal ini pada saat pelaksaan pekerjaan meyerahkan barang atau jasa kepada pengguna jasa ataupun pejabat pembuat komitmen tepat mutu  artinya kualitas pekerjaan itu sesuai kontrak kemudian tepat waktu barang jasa itu diserahkan  telah disepakati dalam kontrak artinya tidak lewat dari yang telah disepakati.

Ketiga, tepat biaya yaitu anggaran digunakan untuk memperoleh barang atau  jasa pemerintah harus sesuai   dengan kualitas barang jangan sampai barangnya harga 100 ribu ternyata kualitas barangnya harga 20 ribu, itu yang harus diperhatikan oleh kontraktor lokal. Jadi pada saat pelaksanaan itu harus tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya. barulah kontraktor  lokal dapat bersaing dengan pengusaha luar daerah.

Biasanya kontraktor dari luar daerah peralatannya dan sumber daya manusia atau personilnya itu lengkap dibuktikan dengan sertifikat artinya berkompetenlah, karena mempunyai sertifikasi dengan keahlian dan dalam melaksanakan pekerjaan mereka punya track record yang bagus sehingga terus di percaya oleh pemerintah manapun untuk mengerjakan pengadaan barang atau jasa pemerintah.

Berdasarkan analisa, saya berharap  pihak UKPBJ menyikapi persoalan ini paling tidak di dalam dokumen lelang menambahkan syarat kualifikasi tentang KSO kerja sama operasi antra kontraktor lokal dan kontraktor non lokal agar dapat bersinergi dan berimbang, karena pengusaha dari luar daerah ketika dia menang tender perlu juga dipastikan apakah ia mempunyai sumber daya atau SDM dan peralatan dimana ia menang tender, seumpama pemenang tender dari Makassar dia ada atau tidak perlu adanya kerja sama operasi.

*. Penulis adalah Pengacara Pengadaan dan Ahli Hukum Kontrak Pengadaan




Bank Sultra Pilihan Terbaik Investasi, Catat 12 M Deviden untuk Pemkab Bombana

Bombana, Sultranet | Penyertaan modal (investasi) yang ditawarkan Bank Sultra sangat menjanjikan untuk menambah dan meningkatkan pertumbuhan Pendapatan Asli  daerah (PAD) Kabupaten Bombana.

Kepala Cabang Bank Sultra Kabupaten Bombana, Hasmirat menjelaskan dengan penyertaan modal Pemkab sebanyak 30 Milyar saat ini, telah menghasilkan keuntungan 12 Milyar ditahun 2020 lalu, keuntungan (Deviden) tersebut masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dapat membantu peningkatan pencapaian target PAD Kabupaten Bombana.

“Dengan memberdayakan Bank Sultra sebagai mitra-mitra usaha baik itu pemerintah maupun sektor swasta, secara tidak langsung membantu PAD Kabupaten Bombana.” Ujar Hasmirad Rabu, (3/3/2021).

Dengan pencapaian itu pihak Bank Sultra telah mengajukan ke Pemkab untuk dilakukan penambahan modal investasi, apabila tawaran yang diberikan itu diamini Pemkab Bombana, maka PAD yang dihasilkan dari kerjasama tersebut akan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Penambahan Modal Pemkab saat ini dibutuhkan mengingat aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Tahun 2024 seluruh Bank diwajibkan melakukan penyetoran modal inti minimal sebesar 3 Triliun, sehingga jika pemerintah daerah yang terdiri dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota se Sulawesi Tenggara tidak mampu memenuhi itu, maka pihak manajemen Bank Sultra akan membuka ruang kepada sektor swasta yang dapat menyertakan modal sesuai dengan permintaan dari OJK.

“Regulasi ditahun 2024 nanti bank Sultra wajib menyetor modal inti kurang lebih 3 triliun, misalkan seluruh Pemda se-Sultra tidak menyetor tambahan modal otomatis BPD membuka ruang untuk swasta.” Jelasnya

Ia berharap Pemkab Bombana dapat melakukan penambahan modal agar keuntungan (Deviden) tidak beralih kepihak swasta dan secara langsung jika Modal ditambahkan otomatis PAD Kabupaten Bombana ditahun berikutnya bakal lebih meningkat lagi. (Ibo AM)

 

PERHATIAN !!!

Jurnalis SultraNET. dilengkapi tanda pengenal saat menjalankan tugas peliputan, demi menjaga independensi wartawan, diharapkan untuk tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun.

 




Defisit APBD 14,8 M, Pemkab Bombana Ajukan 3 Opsi ke DPRD

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Keuangan Daerah setempat mengajukan tiga opsi kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk disetujui sebagai solusi menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2021 sebesar 14,8 Milyar.

Kepada awak media SultraNET., Selasa (02/03/2021) Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan ketiga opsi dimaksud yaitu opsi pertama dilakukan rasionalisasi anggaran dengan mengurangi program dan belanja atau refocusing anggaran, kedua meningkatkan target pendapatan daerah dan ketiga dilakukan pinjaman jangka pendek sebesar nilai defisit.

Dari hasil Rapat Kerja bersama DPRD lanjut Darwin Ismail, mayoritas Anggota DPRD lebih condong mengambil opsi dilakukan upaya peningkatan PAD sehingga rapat di skor dan diagendakan ulang dengan menghadirkan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada senin, 8 maret 2021 mendatang.

” Karena kalau opsi peningkatan PAD yang diambil maka kalau kami dari BKD opsinya pasti menaikkan pajak dan kalau OPD opsinya pasti dengan menaikkan target retribusi, untuk opsi ini sehingga dijadwalkan ulang senin depan dengan menghadirkan pimpinan OPD,” ujar Darwin Ismail

Lebih lanjut ia menjelaskan jika opsi menaikkan pajak sangat berat dilakukan karena bakal semakin membebani masyarakat sedangkan opsi meningkatkan retribusi menjadi opsi sulit bagi OPD ditengah pandemi covid-19 saat ini yang mempengaruhi berbagai sektor.

“Tawaran yang saya andalkan tadi yaitu pinjaman daerah jangka pendek, dimana akan diselesaikan tahun berjalan sembari memaksimalkan potensi pendapatan daerah dan pinjaman jangka pendek ini sebenarnya tidak membutuhkan persetujuan DPRD,” jelasnya.

Selain ketiga opsi tersebut tambahnya, untuk menutupi defisit anggaran sebenarnya masih ada opsi lain lagi yaitu dilakukan relaksasi atau perpanjangan jangka waktu pinjaman daerah yang diambil sebelumnya pada Bank Jateng namun hal ini membutuhkan persetujuan DPRD.

“Jika pinjaman yang lalu di relaksasi maka kita masih bisa menerima dana segar sebesar 60 hingga 70 milyar dan ini bukan saja bisa menutupi defisit namun ada dana yang bisa digunakan untuk mengerjakan berbagai program,” Pungkasnya. (IS)




Pesawat Kargo Jayawijaya Dirgantara Mengudara, Layani Indonesia Timur dan Tengah

Surabaya, SultraNET. | Pesawat Jayawijaya Dirgantara yang khusus melayani cargo atau pengiriman barang, saat ini telah siap melayani semua konsumen di wilayah Nusantara khususnya Indonesia Bagian Timur dan Indonesia Bagian Tengah.

Tasyakuran untuk penerbangan perdana pesawat cargo PT Jayawijaya yang berlangsung tanggal 26 Februari 2021 di Merpati Maintenance Facility Jalan Raya Juanda Sedati Sidoarjo dihadiri Direktur PT. Nusantara Pratama Logistik, Hendry Affandi, Perwakilan Jayawijaya Dirgantara Airlines Capt.Bambang Hermanto, Direktur Utama PT. Merpati Maintenance Facility, Rowin Hardjoprakoso Mangkoesoebroto dan Ketua Kadin Jatim, Basa Alim Tualeka.

Ketua Kadin Jawa Timur, Basa Alim Tualeka dalam sambutannya mengatakan bahwa semua bisnis itu membutuhkan sinergi antara transportasi, pasar dan pengusaha.

” Pengusaha berupaya untuk membuat perekonomian bisa maju harus ada pasar, kemudian setelah ada pasar didukung dengan sarana transportasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, hadirnya Pesawat Cargo Jayawijaya Dirgantara bertujuan mendorong peningkatan perdagangan Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi lain terutama dimasa pandemi saat ini.

Adapun rute yang ditempuh oleh pesawat cargo Jayawijaya Dirgantara Airline di antaranya Makkasar, Kendari, Manado, Denpasar, Sorong, Timika dan Jayapura. (AG)




Baksos di Bombana, Relawan ASR sasar Rumah Ibadah

Bombana, SultraNET.  |  Kembali menggelar Bakti Sosial (Baksos) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Relawan Aku Sahabat Rakyat (ASR) setempat kini menyasar Rumah Ibadah yaitu Masjid Al-Khairat Talabente, di Desa Persiapan Talabente, Kecamatan Rumbia, Kamis (25/2/2021).

Relawan binaan Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, SE., MM itu melakukan pembersihan dinding masjid, mencuci perangkat sholat, tempat wudhu, serta diakhiri penyerahan bantuan berupa uang tunai serta sejumlah alat sholat lengkap pria maupun wanita yang diterima langsung Ketua Panitia Pembangunan Masjid setempat.

Relawan ASR saat Baksos di Masjid Al-Khairat Talabente
Relawan ASR saat Baksos di Masjid Al-Khairat Talabente

Koordinator Relawan ASR Bombana, Muh Anis mengatakan kegiatan yang dilakukan bersama masyarakat setempat merupakan kegiatan yang kedua setelah sebelumnya dilakukan kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan dan sosialisasi penegakan prokes di Kelurahan Lampopala pekan lalu.

“Baksos yang kami lakukan hari ini merupakan kegiatan kedua dan akan terus berlanjut, kami tinggal menunggu arahan Pangdam,” ujar Bang Anis sapaan akrabnya.

Pada kesempatan itu, Muh Anis menyampaikan pesan Pangdam XIV/Hasanuddin untuk senantiasa berbuat baik untuk kepentingan orang banyak.

“Sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, kalau tidak bisa berbuat baik paling tidak jangan menyusahkan orang lain,” ucap Anis mengutip pesan Pangdam XIV/Hasanuddin.

Mengingat pembangunan masjid yang saat ini belum rampung, ia berharap kepada masyarak agar kiranya ikut membantu menyisipkan rezkinya untuk kelangsungan pembangunan mesjid Al Khairat Talabente agar secepatnya bisa rampung dan dapat digunakan pada bulan suci ramadhan tahun ini.

“Sekiranya ada donatur yang siap membantu keberlangsungan pembangunan mesjid agar kira bisa meluangkan waktunya terutama dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan yang tidak lama lagi,” harap Anis.

Sebagai penutup Anis menyampaikan pesan Pangdam agar masyarakat tidak lengah terhadap pandemi covid-19 dengan senantiasa menjaga kebersihan dimulai dari diri sendiri, lingkungan tempat tinggal serta tempat ibadah.

“Yang tujuannya selain agar terhindar dari covid-19, juga membantu pemerintah memutus mata rantai penyebaran wabah covid-19 ini,”. tutupnya.

Salah satu warga Desa Persiapan Talabente, Muchlis Asfian menyambut baik kegiatan bakti sosial yang di lakukan Relawan ASR di masjid Al- Khairat, ia menuturkan sebagai masyarakat ia merasa senang dengan adanya baksos serta bantuan dari Relawan ASR terutama saat ini masjid dalam proses pembangunan yang membutuhkan banyak biaya.

“Kegiatan seperti ini jarang dilakukan terutama bakti sosial di masjid, kami sebagai masyarakat sangat berterimakasi adanya bantuan dari Bapak Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka,” singkat Muchlis Asfian .

Pewarta : Fendy