Kades Lantari Jaya Himbau Warga Tak Takut Di Vaksin

Bombana, SultraNET. | Kepala Desa Lantari, Ovi Asrofi menghimbau seluruh warga untuk tidak takut di vaksin karena vaksin telah di uji oleh pemerintah tentang manfaatnya serta halal bagi ummat islam sesuai Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

Hal itu disampaikan Ovi Asrofi usai menjadi satu di antara pejabat publik yang kembali menerima suntikan vaksin dosis kedua pada program pekan vaksin ke dua yang di laksanakan di Balai Desa Lantari, Kecamatan Lantari Jaya.

“Tidak usah takut di vaksin ini sudah di uji pemerintah, vaksin ini aman dan halal,” ujar Ovi, Rabu (04/08/2021).

Usai di Vaksin tahap ke dua, Ovi Asrofi mengakui dirinya tidak merasakan gejala apapun bahkan sejak dari suntikan dosis pertama, seluruh aktivitasnya dapat berjalan normal tanpa kendala.

“Yang saya alami tidak ada gejala apapun, aktivitas normal, mudah-mudahan seterusnya tetap sehat,” ujar Ovi. (IS)




Pariwisata Lapandewa Makmur Ramai Pengunjung, BPD Siapkan Raperdes

Batauga, SultraNET. | Dalam rangka mendukung pengelolaan Wisata di Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Lapandewa Makmur, Kecamatan Lapandewa Kabupaten Buton Selatan Provinsi Sulawesi Tenggara, tengah menyusun rancangan peraturan Desa.

Ketua BPD Desa Lapandewa Makmur, Safarudin, S.Kep,Ners saat dihubungi melalui saluran teleponya, Kamis (4/8/2020) mengatakan saat ini obyek wisata Mangrove di Desa itu mulai banyak dikunjungi wisatawan sehingga Badan Permusyawarayan Desa memandang penting untuk segera menyusun Rancangan peraturan Desa.

” Saat ini obyek wisata Mangrove sudah dapat dikelola dan sudah mulai banyak pengunjungnya sehingga kami memandang penting untuk segera menyusun Rancangan peraturan Desa,” ujar Safar sapaan akrab pria yang juga sebagai survailens Puskesmas Gerak Makmur itu.

Sementara itu, salah satu Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Buton Selatan, Abady Makmur merespon positif langkah yang dilakukan Badan Permusyawaratan Desa Lapandewa Makmur dalam melakukan penyusunan Rancangan Perdes Pengelolaan Wisata di Desanya.

” Untuk itu, kami telah melakukan penguatan kapasitas melalui On the job training yang dihadiri oleh anggota BPD yang dilalukan pada tanggal 4 Agustus 2021 lalu,” Singkat bang AM sapaan akrabnya. (Red)




Warga Rarowatu Utara Puji Pelayanan Pekan Vaksin Tahap II

Bombana, SultraNET. | Pelaksanaan pekan vaksin ke dua, dosis kedua untuk wilayah Kecamatan Rarowatu Utara yang digelar di Aula Desa Marga Jaya, mendapat pujian dari warga setempat.

Tini (35) salah satu warga setempat mengatakan pekan vaksin tersebut berlangsung dengan tertib dan lancar kendatipun dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Untuk di vaksin kita tidak menunggu lama, jadi setelah di vaksin hanya menunggu ssetengah jam untuk melihat reaksinya kalau tidak ada bisa langsung pulang,” katanya Selasa (3/8/2021)

Ia menyebut petugas yang ada di lapangan bersikap ramah saat melayani warga dan mengatur jalannya proses vaksinasi COVID-19.

“Petugasnya membantu kami untuk mengikuti tahapannya, jadi semuanya lancar,” bebernya.

Petugas juga mengarahkan peserta vaksinasi yang kebingungan mencari tempat screening maupun lokasi penyuntikan vaksin

“Ini sangat membantu kami, sehingga tidak ada antrean panjang,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Puskesmas Rarowatu Utara, Satar, SKM.,M.Kes menjelaskan berdasarkan pembagian jatah vaksin untuk dosis ke dua ini, wilayah Kecamatan Rarowatu Utara mendapat target 831 orang.

“Pelaksanaan vaksinasi dosis kedua di mulai dari Senin tanggal 02 Agustus sampai Sabtu 07 Agustus, hari kedua ini total yang sudah di vaksin dosis kedua mencapai 303 orang,” jelas Satar

Ketua PPNI Bombana itu mengimbau kepada warga yang sudah disuntik vaksin dosis pertama maupun kedua agar tidak lengah dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebab, meski sudah divaksin tidak menutup kemungkinan untuk terpapar COVID-19.

“Saya sampaikan kepada yang sudah vaksin jangan menjadi euforia, karena sudah vaksin jadi abai dan melanggar protokol kesehatan. Kalau melanggar prokes bisa terpapar Covid-19 walaupun sudah divaksin,” Pungkasnya




Tanggal 2 hingga 7 Agustus 2021, Bombana Kembali Gelar Pekan Vaksin ke II, Ini Daftar Lokasinya

Bombana, SultraNET.  | Setelah sukses dengan program percepatan vaksinasi covid-19 melalui Pekan Vaksin tahap pertama dosis pertama, Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Kesehatan kembali melaksanakan pelaksanaan Pekan vaksinasi tahap kedua untuk dosis kedua.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin Ismail mengatakan Pekan Vaksin kali ini hanya menyasar lima kecamatan dengan target 4.712 dosis untuk kalangan masyarakat umum.

“Pekan kedua ini kita laksanakan mulai tanggal 2 hingga 7 agustus 2021” ujar Darwin Ismail

Adapun target dosis masing-masing kecamatan yaitu, Kecamatan Rumbia sebanyak 1.349 dosis, Rumbia Tengah 1.020 dosis, Lantari Jaya 908 dosis, Rarowatu Utara 831 dosis dan Kabaena 604 dosis.

“Mudah mudahan masyarakat dapat memanfaatkan pekan vaksin yang kedua ini dengan baik seperti pada pekan pertama,” tutupnya (IS)

 

 

 

 

 

 

 

 




10 Pedagang Eks Pasar Lama Kasipute Tolak Bangunannya Digusur Pemkab

Bombana, SultraNET. | Sebanyak 10 orang pedagang eks Pasar Lama Kasipute, Kecamatan Rumbia, memilih menolak bangunan pasar milik mereka digusur oleh Pemerintah Kabupaten Bombana.

Kepada awak media SultraNET., Salah satu perwakilan pedagang, Darwis Bafadal mengatakan ia dan kesepuluh rekannya memilih menolak dilakukan penggusuran karena menilai ada ketidak adilan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten dalam proses penilaian besaran ganti kerugian terhadap mereka.

“Tim yang dibentuk untuk menilai harga bangunan kami hanya turun foto foto saja sambil jalan, tidak ada proses yang melibatkan kami selaku pemilik bangunan,” ujar Darwis Bafadal.

Salah satu contoh lanjut Darwis salah satu pedagang mendapatkan ganti kerugian sebesar lebih dua puluh juta padahal pedagang tersebut sudah tidak memiliki bangunan.

“Sedangkan ada yang lain yang masih ada bangunan berdiri tapi dihargai lebih rendah dari itu, nah kalau seperti itu dimana letak adilnya,” jelasnya.

Ia menyebut pada prinsipnya tidak ada niatan untuk menghalangi program pembangunan yang sedang digalakkan oleh pemerintah, hanya saja ia meminta agar sebelum ditemukan kata sepakat oleh pemilik bangunan pasar dan pemerintah agar tidak dilakukan dulu penggusuran.

“Silahkan digusur bangunan yang pemiliknya sudah setuju, tapi saya minta agar bangunan kami yang sepuluh orang ini agar tolong jangan digusur dulu,” tegasnya.

Kepada pemerintah Kabupaten Bombana ia berharap agar kembali dibuka ruang diskusi dengan pemilik bangunan agar ditemukan solusi yang memberi rasa keadilan kepada semua pihak.

“Kita berharap pemerintah tidak asal main gusur dan mau mendengarkan aspirasi kami,” harapnya.

Satu Unit alat berat diturunkan untuk melakukan penggusuran di lokasi Eks pasar lama Kasipute
Satu Unit alat berat diturunkan untuk melakukan penggusuran di lokasi Eks pasar lama Kasipute

Sementara itu, Abdul Rauf salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bombana saat ditemui di lokasi penggusuran mengatakan, selaku anggota DPRD ia memastikan akan mengawal dan memperjuangkan aspirasi para pedagang pasar agar dalam proses penggusuran dapat mendapat keadilan.

Ia menyebut telah mendapat banyak keluhan terkait besaran nilai ganti rugi yang dinilai tidak transparan dan tidak adil.

“Mereka sebenarnya tidak menolak digusur bangunannya hanya saja mereka belum sepakat dengan nilai ganti kerugiannya,” jelas Politisi Partai Amanat Nasional itu.

Untuk itu ia berharap agar Pemerintah Kabupaten Bombana mau bersabar dan tidak serta Merta menggusur bangunan yang pemiliknya belum memberikan persetujuan.

“Kita meminta Pemkab tidak menggunakan cara cara kekerasan dalam penggusuran ini, dan bagi bangunan yang pemiliknya belum setuju agar dipending dulu penggusurannya,” harap Abdul Rauf.

Sebagaimana diketahui dari 62 pemilik bangunan eks pasar lama Kasipute terdapat 10 orang pedagang yang menolak menerima uang ganti kerugian yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bombana (IS)

 

 

 

 

 

 

 

 




Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1442 H pada 20 Juli 2021

SultraNET.COM | Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021. Sedangkan, awal Zulhijah jatuh pada Minggu, 11 Juli 2021, setelah hilal atau bulan baru terlihat pada hari ini, Sabtu (10/7/2021).

Adapun hal itu diputuskan dalam sidang isbat penentuan awal Zulhijah yang dipimpin oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Sabtu (10/7/2021). Baca juga: Cegah Penularan Covid-19, MUI Imbau Umat Islam Tidak Lakukan Takbir Keliling Jelang Idul Adha

“Hilal terlihat atau teramati secara mufakat sehingga 1 Zulhijah 1442 Hijirah ditetapkan jatuh pada Ahad 11 Juli 2021. Dengan begitu hari raya Idul Adha jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021,” ujar Yaqut.

Dia menjelaskan, sidang isbat mendapatkan laporan bahwa ketinggian hilal di atas ufuk, antara 2 derajat 21 menit sampai 4 derajat 14 menit. Hal itulah yang menyebabkan peserta sidang secara mufakat menyepakati bahwa bulan baru sudah terlihat, sehingga 1 Zulhijah ditetapkan pada 11 Juli 2021.

Adapun sidang isbat digelar secara daring dan terbagi dalam tiga tahap. Sesi pertama dimulai pukul 17.00 WIB berupa pemaparan posisi hilal awal Dzulhijjah Sesi kedua, dimulai setelah magrib dan dipimpin oleh Menag secara daring dengan peserta terbatas atau tidak untuk umum.

Sidang diawali dengan penyampaian laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal dari sejumlah titik di Indonesia. Adapun, pada sesi ketiga Menteri Agama mengumumkan hasil sidang isbat 1 Zulhijah 1442 Hijirah. (kompas)




Pulau Basa di Bombana Bakal Dikembangkan Menjadi Objek Wisata

Bombana, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Bombana terus berupaya mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut. Salah satu kawasan yang saat ini tengah didorong pengembanganya oleh Pemerintah setempat yakni Pulau Basa.

Pulau tak berpenghuni itu menyajikan keindahan air laut yang jernih, rencananya bakal dikembangkan menjadi pusat industri wisata unggulan dan perikanan serta kelautan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, Drs Man Arfah mengungkapkan, Pulau Basa ini akan menjadi salah satu kawasan pusat industri wisata yang berkelas. Sebab, Pulau tersebut nantinya bakal dilengkapi beberapa resor, restoran, hingga kolam berenang serta fasilitas wisata lainya.

“Pulau Basa ini nantinya akan menyerupai Gili Trawangan yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat,” Ungkap Nya kepada Awak media, Senin (12/07/2021)

Lanjut dia, Pulau Basa yang terletak di Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana tersebut, memiliki luas kurng lebih 5 Hektar. Namun, untuk menunjang pulau tersebut menjadi kawasan industri wisata unggulan, maka kawasan tersebut bakal dikembangkan hingga 100 Hektar, dengan cara reklamasi oleh pihak ketiga.

“Rekomendasi perizinan administrasinya sudah saya tandatangani. Sehingga, proses pengembanganya bakal segera berjalan,” katanya.

Diakuinya, sebelum mengeluarkan rekomendasi kelanjutan perizinan pengelolaan tersebut, Pemkab Bombana telah melakukan beberapa kajian. Khususnya, terkait kesesuaian tata ruang.

Sekda Bombana, Drs. Man Arfa., M.Si
Sekda Bombana, Drs. Man Arfa., M.Si

“Dalam kajian yng kita lakukan tidak ada masalah. Sehingga, rekomendasi untuk kelanjutan perizinan administrasi tersebut sudah disetujui,” tuturnya.

Mantan Kepala Inspektorat Bombana tersebut mengatakan, bahwa Pulau Basa merupakan pulau yang belum dimanfaatkan potensinya. Pulau kecil nan indah tersebut selama ini hanya dijadikan sebagai tempat persinggahan nelayan setempat.

Untuk itu, melalui pengembangan Pulau Basa yang bakal dijadikan sebagai pusat industri wisata unggulan dan perikanan dan kelautan, tentu bakal memiliki banyak manfaat, mulai pemberdayaan, penyerapan tenaga kerja, menambah PAD untuk pembangunan daerah, hingga meningkatkan kunjungan turis yang pastinya bakal bermuara pada penggerakan ekonomi lokal.

“Pemkab Bombana senantiasa terus membuka krang investasi, guna menggerakkan ekonomi daerah dengan lebih maksimal,” pungkas Mantan Kadis PU ini.




Positif Covid-19 di Bombana Meningkat Drastis, 2 Pasien di Isolasi Khusus

Bombana, SultraNET. | Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara meningkat dastis hingga mencapai 21 orang, 2 orang diantaranya harus mendapat perawatan intensif di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 di BLUD RSUD Bombana.

Kepada awak media SultraNET, Selasa (6/7/2021), Direktur BLUD RSUD Bombana, drg. Riswanto mengatakan kedua orang pasien positif Covid-19 yang dirawat memiliki gejala sesak nafas.

Ia menyebut salah satu pasien merupakan karyawan perusahaan tambang yang beroperasi di Kecamatan Kabaena Utara sedang satu lagi merupakan warga Kecamatan Rumbia Tengah.

“Kedua pasien positif Covid-19 yang dirawat ini gejalanya sama yaitu sesak,” ujar Riswanto.

Ia menjelaskan saat ini RSUD Bombana memiliki 6 ruang perawatan khusus pasien Covid-19 sekaligus Unit Gawat Darurat tersendiri untuk memastikan penanganannya terpisah dengan pasien umum.

Hanya saja ia mengkhawatirkan jika lonjakan positif Covid-19 khususnya yang memiliki gejala terus meningkat sedangkan jumlah ruang perawatan yang tersedia hanya 6 ruangan maka dapat dipastikan selebihnya akan dirujuk ke RSU Bahteramas Kendari.

” Harapannya jangan sampai full, karena tidak mungkin pasien Covid-19 ini kita rawat diluar ruangan yang ada,” Ungkapnya.

Mengingat fasilitas yang ada di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Bombana masih terdapat berbagai kekurangan ia berharap agar warga Bombana secara umum dapat menaati anjuran pemerintah khususnya pemberlakuan protokol kesehatan dan vaksinasi.

“Fasilitas kita jauh berbeda dari yang ada di kota kota besar yang saat ini rata rata sudah mulai kolaps juga, nah jika ini terjadi di Bombana yakin saja siapa yang kuat dia yang bertahan,” tegasnya.

Terkait vaksin ia meyakinkan bahwa tidak mungkin Pemerintah mau mengorbankan masyarakatnya sendiri sehingga masyarakat tidak perlu ragu dan takut untuk di vaksin.

“Semua profesi yang kompeten sudah mengakui bahwa vaksin ini aman dan Halal,” pungkasnya.

Pasien Covid-19 yang saat ini dirawat di BLUD RSUD Bombana mendapat perawatan khusus dari dokter spesialis paru-paru dibantu beberapa dokter spesialis lain yang ada. (Is)

 




Sambut Kedatangan Presiden RI di Sultra, Ratusan Warga Bombana Divaksin Massal

Bombana, SultraNET. | Dalam rangka menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo di Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Vaksinasi Covid-19 secara massal yang diikuti  365 warga, bertempat di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana, Rabu (30/6/3021).

Ditemui disela sela kegiatan, Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Bombana, Heryanto A Nompa mengatakan pemerintah Kabupaten berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bombana yang begitu antusias mengikuti program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.

Menurutnya hal itu tidak lepas dari peran serta seluruh stakeholder yang bahu membahu mensosialisasikan dan mengedukasi manfaat vaksin Covid-19 kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Dari target Nasional yang diberikan, Bombana sudah mencapai 70 persen lebih, ini tidak lepas dari peran teman-teman Media, Pemerintah Kabupaten dan Jajarannya hingga ke Desa, teman-teman TNI dan Polri yang mensosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Ketua DPW PPNI Provinsi Sulawesi Tenggara itu.

Ratusan warga antri untuk di vaksin
Ratusan warga antri untuk di vaksin

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bombana itu optimis dengan tingginya animo masyarakat untuk di vaksin, target vaksinasi kepada masyarakat Bombana dapat dicapai lebih cepat.

” Masyarakat Bombana sudah teredukasi dengan baik tentang manfaat vaksin sehingga secara suka rela datang mendaftarkan diri untuk di vaksin seperti yang kita saksikan hari ini,” Tutupnya.

Pantauan awak media ini hingga pukul 15:30 para petugas masih sibuk melayani warga yang antri untuk di Vaksin Covid-19 (IS)

 

 




Pekan Vaksin di Bombana Berjalan Sukses, Jauh lebihi Target

Rumbia, SultraNET – Program Pekan vaksinasi covid-19 tahap pertama untuk masyarakat umum kepada warga Kabupaten Bombana yang telah berjalan selama sepekan ini yaitu dimulai dari tanggal 19 Juni hingga 26 Juni 2021 terlaksana dengan sukses bahkan melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Melihat tingginya antusias warga untuk di vaksin, Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana melalui Kepala Dinas Kesehatan, Darwin Ismail memberikan apresiasi sekaligus ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat Bombana.

“Kami Mewakili Pemerintah Kabupaten mengucapkan terimakasih kepada masyarakat atas antusias yang sangat tinggi sehingga pekan vaksin berjalan dengan sukses dan melampaui target yang telah di canangkan,” ujar Mantan Kadis Badan Keuangan Daerah Bombana itu.

Ia menjelaskan dari target 14.504 untuk di vaksinasi tahap pertama, telah selesai dilaksanakan di 22 Kecamatan yang ada di Bombana.

“Dari 22 Kecamatan itu terdiri dari Masyarakat Umum dengan jumlah 15.192, pelayanan publik 680, Lansia 763 dan Nakes berjumlah 56 orang,” beber Darwin.

“Sementara berdasarkan rekapitulasi pekan Vaksin pada tanggal 26 Juni ini, total sudah mencapai 16.721 orang dengan presentase 118.72%,” tutupnya.