Fokus Penanganan Covid-19, HUT ke-56 Sultra Tanpa Perayaan

Kendari, SultraNET. | Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-56 Provinsi Sulawesi Tenggara yang jatuh pada Senin 27 April besok, yang biasanya digelar di halaman Kantor Gubernur Sultra dengan menggelar berbagai pertandingan Olah raga dan lomba Kesenian antara OPD, Pameran Pembangunan dan lainnya ditiadakan atau tanpa perayaan.

Berdasarkan rilis Diskominfo Sultra yang diterima media ini, Minggu, (26/4/2020) menyebutkan, keputusan tersebut diambil atas pertimbangan Percepatan Penanganan Covid 19.

Gubernur Ali Mazi saat memimpin Rapat pembentukan panitia HUT ke-56 Sultra menyebutkan bahwa sebagai ungkapan rasa syukur Pemerintah Sulawesi Tenggara yang telah berusia 56 tahun, dan bertepatan bulan suci Ramadhan 1441 H, maka Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua DPRD, anggota Forkopimda Sulawesi Tenggara, dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Akan Fokus pada kegiatan – kegiatan yang bersifat sosial dan pelayanan kesehatan.

“Pelayanan kesehatan dimaksud dalam rangka upaya Pencegahan, Percepatan, dan Penanganan Covid 19 di Bumi Anoa Provinsi Sulawesi Tenggara yang kita cintai dan banggakan,” ungkap Gubernur Ali Mazi.

Sekertaris Gugus Tugas Covid 19 Sultra, Laode Ahmad merinci Adapun kegiatan sosial HUT Sultra Ke 56 adalah berupa pemberian bantuan Sembako berdasarkan data dari Dinas Sosial, Dinas Nakertrans, dan Dinas Catatan Sipil Prov Sultra.

“Mekanisme penyalurannya tetap mengacu pada protokol kesehatan Covid 19,” Singkatnya.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Sultra H. Ali Mazi, SH. dan Wakil Gubernur Sultra Dr. H. Lukman Abunawas, SH. MSi., Ketua DPRD Sultra, dan Anggota Forkopimda Sultra mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke 56 Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2020.

(Awal Kurniawan)




Bupati Tafdil Dituding Tak Beri Contoh Baik, Kelola Satgas Seperti Panitia HUT

Rumbia, SultraNET. | Bupati Bombana H. Tafdil dituding tidak memberikan contoh baik kepada masyarakat Bombana, pasalnya saat orang nomor satu di daerah penghasil emas itu baru tiba setelah melakukan perjalanan kezona merah covid-19 ia tidak mengisolasi diri sebagaimana yang di gembar semborkan Satgas, ia justru sempat berada di Kantor Satgas Kabupaten.

Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP menyebut tindakan Bupati Bombana selaku Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten yang mengabaikan prosedur orang tiba dari zona merah dapat membahayakan keselamatan orang banyak.

“Karenanya saya mengajak Ketua Satgas Kabupaten untuk tidak mengelola Satgas ini seperti kegiatan kepanitian HUT (Hari Ulang Tahun.red), sebab ini hidup orang dipertaruhkan,” Cetusnya

Politisi sekaligus Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Bombana itu menyebut apa yang dilakukan satgas seperti memberikan himbauan untuk sosial distance, patroli masker, hindari kerumunan, himbauan tidak ibadah jamaah dimasjid semuanya hanya bersifat lokalistik atau mengikat bagi orang dalam kampung Bombana saja.

“Faktanya beberapa dari anjuran tersebut dilanggar oleh pemerintah sendiri,” Bebernya.

Iskandar memberi contoh, Kedatangan Kapal pengangkut Ratusan Kendaraan, Alat berat dan helikopter milik PT. Jhonlin yang diduga mengabaikan prosedur penanganan covid-19 tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun.

“Kalau benar bahwa tidak ada pemeriksaan dengan alasan karena mereka sudah di rapit tes dari daerah asal atau di kapal oleh mereka sendiri ini sejatinya, mereka datang di kita jadi protokoler kita yang atur dan menyesuaikan aturan kita,” Geramnya.

Ia menyebut perlakuan terhadap orang datang atau pelaku perjalanan yang ditangani hanya dengan sistim mencatat nama, tes suhu tubuh lalu diperintahkan isolasi mandiri yang konon akan dikontrol tim satgas atau medis tujuan sudah tidak relevan lagi dengan tingkat keseriusan ancaman covid-19 saat ini.

“Sejak awal DPRD Bombana telah mendorong dilakukan isolasi 14 hari yang terkontrol, apa lagi kejadian dipelabuhan itu pelaku perjalanan lintas propinsi, lintas zona merah dan lintas tansmisi lokal sudah seharunya di Isolasi dulu,” Tegasnya.

Untuk itu Aleg asal Kabaena ini menghimbau agar kerja satgas yang dipimpin Bupati Tafdil langsung ini lebih bekerja konprehensif dan tidak amatiran karena masyarakat sebutnya butuh dibangkitkan optimismenya melalui kerja kerja yang terukur dan serius.

“Semua itu terpulang kepada Bupati sebagai Ketua Satgas karena kita tahu persis bahwa di Bombana ini semua hal tergantung Bupati,” Imbaunya.

“Jangan hanya berpaku pada ritme anjuran pemerintah pusat, gunakan kewajiban sebagaimana amanat UUD 45 yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah”, Pungkasnya (IS).




Sandar di Pelabuhan Kasipute, Awak Kapal Pengangkut Kendaraan PT. Jhonlin Luput dari Pemeriksaan Medis

Rumbia, SultraNET. | Kapal berjenis Roro dengan panjangnya diperkirakan lebih dari 100 meter yang mengangkut berbagai jenis kendaraan milik perusahaan PT. Jhonlin sandar di pelabuhan Rakyat Kasipute, Sabtu (25/4/2020).

Pantauan awak media ini, Proses menurunkan puluhan kendaraan dari kapal tersebut mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian setempat.

Sayangnya tidak nampak pemeriksaan medis dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 terhadap awak kapal maupun para sopir yang akan membawa kendaraan tersebut.

kapal Pengangkut Kendaraan milik PT. Jhonlin saat sandar di Pelabuhan Rakyat Kasipute
kapal Pengangkut Kendaraan milik PT. Jhonlin saat sandar di Pelabuhan Rakyat Kasipute

Salah seorang petugas Satgas Covid-19 yang juga berasal dari instansi Dinas Perhubungan, Rusman membenarkan bahwa kapal tersebut memuat kendaraan dan peralatan milik PT. Jhonlin.

“Iya pak kapal ini infonya dari Kalimantan memuat kendaraan PT. Jhonlin,” Tutur Rusman dikonfirmasi via Telpon.

Ketika ditanya kapasitasnya sebagai pegawai perhubungan, ia mengaku tidak mengetahui secara persis perihal kapal tersebut.

“Kami bertugas jaga sebagai satgas Covid-19 disini Jadi mengenai kapal itu mungkin komunikasinya ke Pimpinan,” Imbuhnya.

Rusman juga membanarkan bahwa saat di telpon tersebut, pihak Satgas Covid-19 belum melakukan pemeriksaan medis terhadap seluruh awak kapal.

“Sampai sekarang belum pak, ini sementara kendaraan mereka turunkan mungkin jalannya sekaligus bersamaan,” Bebernya

  1. kapal Pengangkut Kendaraan milik PT. Jhonlin saat sandar di Pelabuhan Rakyat Kasipute

Sementara itu Kepala Pelabuhan Kasipute, Fadli saat dikonfirmasi terkait izin sandar labuh kapal perusahaan di pelabuhan rakyat Kasipute menolak untuk diwawancarai.

“Maaf pak saya lagi sibuk atur kendaraan turun,” Singkatnya sembari langsung menutup telponnya. 

Hingga berita ini dirilis pihak PT. Jhonlin maupun Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana belum terkonfirmasi. (IS)

 




Jelang Ramadhan SI Dan SEMMI SULTRA Berbagi Ke Mualaf Centre Kendari

Kendari, SultraNET. |  Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1441 H/2020 M, Pengurus Wilayah Syarikat Islam (SI) dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Provinsi Sulawesi Tenggara berkunjung ke Kantor Mualaf Centre di Jl. Khairil Anwar Lorong Mandiri pada Rabu, 23/04/2020

Selain bersilaturahmi kepada saudara yang baru masuk Islam, Sekretaris Umum Syarikat Islam Sultra Dr. Ir. H. Ruksamin M.Si melalui Pengurus SEMMI juga mendistribusikan bantuan ke Mualaf Center yang langsung diterima oleh pimpinan Mualaf Center Dr. H. Wayan Wiana, SH., SE, MM.

Ketua Bidang Politik dan Sosial Budaya PW. SEMMI Sulawesi Tenggara Ulil Makhfud mengungkapkan bantuan yang didistribusikan tersebut merupakan bentuk dukungan bagi mualaf yang membutuhkan ditengah wabah covid- 19 dan Memasuki Bulan Suci Ramadhan.

” SEMMI terus membuka posko dan menyalurkan bantuan untuk berbagi kepada masyarakat yang terdampak wabah covid-19 sampai wabah covid 19 berakhir,” Imbuhnya

Ia menyebuh sebelumnya telah menyalurkan bantuan kepada Mahasiswa yang memilih menetap di Kost dan tidak pulang kekampung halaman.

Ditempat yang sama, Pimpinan Mualaf Center Dr. H. Wayan Wiana, SH., SE, MM merinci untuk Mualaf yang terdata oleh Mualaf Center berkisar 5.000 orang untuk seluruh wilayah Sulawesi Tenggara dan khusus di Kota Kendari berjumlah 421 orang.

“Mualaf yang terdata oleh Mualaf Center rata-rata berada dibawah angka kemiskinan, namun bantuan ini kita akan salurkan terlebih dahulu pada mualaf baru yang sangat membutuhkan.” Singkatnya.

Laporan : Asbar P




Jelang Ramadhan, Bulog Sultra Sebar Sembako Gratis

Kendari, SultraNET. | Kantor Wilayah Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Sulawesi Tenggara membagikan sebanyak 200 paket semboko gratis ke warga yang berprofesi sebagai pembersih kuburan di TPU Punggolaka dan pemulung sebagai upaya meminimalisir dampak wabah Corona virus disease (Covid-19) terhadap ekonomi mereka menjelang bulan suci Ramadhan, Rabu (22/4/2020).

Kepala Bidang Administrasi Keuangan Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Tenggara, Eko Setiahadi mengatakan aksi bagi sembako gratis ini dilakukan sebagai wujud kepedulian kepada kaum dhuafa di Kota Kendari yang akan menjalakan ibadah puasa Ramadhan dan pembagiannya dilakukan secara mobile .

“Saat kami berjalan melihat warga yang layak menerima maka kami langsung memberikan paket sembako agar paket sembako ini tepat pada sasaran,” katanya.

Eko Setiadi menambahkan setelah dilakukan pembagian sembako di TPU. Punggolaka, selanjutnya akan dilakukan pembagian langsung di daerah daerah perbatasan Kota Kendari.

“Kami akan mobile didaerah perbatasan kota Kendari karena informasi dari karyawan kami bahwa ada sebagian warga disana yang belum mendapat paket sembako sejak merebaknya wabah virus COVID-19,” ungkapnya.

Karyawan Perum Bulog saat membagikan Paket Sembako Gratis

Pantauan awak media ini, karyawan Bulog melakukan pembagian Paket sembako yang berisi beras, gula pasir, minyak kepala serta telur ayam, dengan mensasar jalan Made Sabara di Kelurahan Korumba, Mandonga yang biasa digunakan para pemulung beristirahat setelah mencari sampah plastik dan gardus dan dilanjutkan kepenjual Bunga musiman serta pekerja pembersih kubur di TPU Punggolaka. (Awal Kurniawan).

 

 

 




Anggota DPRD Bombana Ini Usulkan Pemkab Segera Gratiskan Air PDAM

Rumbia, SultraNET. | Anggota DPRD Bombana Asal Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Firman, mengusulkan agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dikelola perusahaan daerah agar segera  menggratiskan biaya penggunaan air kepada seluruh pelanggannya.

Usul tersebut dicetuskan mantan Ketua DPRD Bombana itu, Rabu (22/4/2020). Menurutnya saat ini seluruh elemen masyarakat Bombana merasakan dampak yang besar terhadap pandemi Covid-19 ini.

“Semua masyarakat kita terdampak, sehingga kita harap Pemkab Segera mengambil upaya meringankan beban mereka dengan menggratiskan biaya penggunaan air mereka,” Imbuhnya

Ia menilai penggratisan biaya air PDAM tidak ubahnya dengan penggratisan Biaya Listrik yang dilakukan pemerintah pusat yang tujuannya agar beban ekonomi masyarakat berkurang.

“Kita mendorong agar ini segera diterapkan dan DPRD siap membackup kebijakan itu,” Tuturnya

Dengan keresediaan anggaran tambahnya, sangat memungkinkan Pemkab mengambil kebijakan ini, tentu dengan memberikan subsidi kepada PDAM agar kegiatan operasional dan pelayanan tetap berjalan optimal.

“Skenarionya Pemkab bisa mengambil langkah subsidi ke PDAM apalagi PDAM kan perusaahaan milik daerah juga,” Pungkasnya (1sn)




“Konstruksi Sosial Perempuan Indonesia”

Penulis : Musriati Saidu / Ketua Umum KOHATI BADKO SULTRA

 

Kendari-Hari ini, Selasa 21 April adalah hari yang sangat dinanti-natikan oleh kaum perempuan di Indonesia, sejak ditetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini (hari nasional) oleh Presiden RI Pertama Ir. Soekarno sejak itu pula sosok Kartini banyak diidolakan bagi para perempuan di Indonesia sehingga diberbagai medya akan bermunculan pemberitaan tentang perayaan Hari Kartini.

Raden Adjeng Kartini adalah seorang tokoh jawa dan pahlawan Nasional Indonesia yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi, R.A. Kartini Lahir 21 April 1879 di Kabupaten Rembang. Kartini merupakan perempuan pertama Indonesia yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Seperti yang telah diketahui banyak orang bahwa yang diperjuangkan kartini adalah hak-hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan sebagaiamana seorang laki-laki bebas mengenyam pendidikan.

Kartini yang dikenal dengan “Emansispasi Wanita” aktif dalam menulis tentang  kondisi sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi. Kartini menulis ide dan ceritanya, seperti: Zelf Vertrouwen dan Zelf Werkzaamheid serta Solidariteit atas dasar Ketuhanan dan Kemanusiaan.

Pada zaman penjajahan kolonial Belanda perempuan tidak diizinkan untuk mengenyam pendidikan. Perempuan selalu diposisikan dibawa laki-laki artinya bahwa perempuan lebih rendah dibanding laki-laki secara kasta sosial.

Hal ini tidak bisa dipungkiri hingga saat ini masih ada beberapa dikalangan masyarakat yang mengatakan “percuma sekolah tinggi-tinggi toh juga nantinya berakhir didapur” ucapan seperti itulah yang membuat telinga kami dikalangan perempuan berdengung hingga membuat semangat kami berkobar untuk membuktikan ucapan tersebut bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam menentukan pilihannya apakah akan tetap didapur ataukah akan melahirkan gebrakan baru untuk tampil diranah public.

“Konstruksi Sosial Perempuan Indonesia” yang merupakan bangunan yang dibentuk masyarakat yang telah menjadi budaya. Konstruksi sosial untuk perempuan Indonesia memaksa perempuan agar selalu berada dibawa laki-laki dalam strata sosial. Disinilah perempuan selalu terkungkung dengan budaya patriarki.

Perempuan tidak boleh berpendidikan tinggi. Perempuan tidak boleh beraktifitas di luar rumah, perempuan hanya diizinkan beraktifitas dalam lingkungan saja, bahkan perempuan dipaksa menikah pada usia belia. Makadengan ini saya berpesan kepada semua pihak agar menyampaikan pesan ini pada generasi kita “Kokohkan dirimu sejak masa kecil dengan cara belajar agar masa muda hingga tua nanti tetap tegar dalam menghadapi ujian kehidupan”.

Ibarat sebuah pohon bila akarnya belum kuat untuk menopang beban pohon, tanpa hembusan anginpun pohon tersebut bias saja tumbang. Saya berpesan demikian dengan harapan agar generasi penerus bangsa dapat lebih berani menentukan pilihan hidupnya dan memperjuangkan pilihan tersebut tanpa mengabaikan nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan..

Selamat Hari Kartini 21 April 2020 semoga para perempuan dibumi pertiwi bisa memaknai peringatan hari bersejarah ini, mari saling mendukung dan saling menguatkan sesama perempuan untuk mengentaskan ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan yang setiap saat kita temukan dikalangan masyarakat.

Sebagai perempuan muda saya berterimakasih pada Ibu Kartini sebagai perempuan yang telah memperjuangkan hak perempuan untuk mengenyam pendidikan yang sama dengan laki-lak, meski perjuangan itu dilakukannya secara mandiri dan tidak sedikit yang menentangnya.

Perjuangan Kartini yang patut dicontoh oleh generasi hari ini adalah keberanian dalam menentukan pilihan lalu memperjuangkannya dengan gigih sehingga hasil perjuangan tersebut dapat dinikmati oleh perempuan-perempuan muda saat ini.

SALAM PERJUANGAN UNTUK PEREMPUAN INDONESIA




Putus Mata Rantai Covid-19, Pemerintah dan Pemuda Desa Mataiwoi Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Kendari, SultraNET. | Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah dan Pemuda Desa Mataiwoi, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa Fasilitas Umum , Minggu (19 April 2020).

Selain fasilitas layanan umum, penyemprotan desinfektan yang dipimpin langsung Kepala Desa Mataiwoi dan masing masing kepala dusun itu juga dilakukan pada Rumah warga dan disetiap kendaraan yang melintas masuk di desa.

Suheri, Kepala Desa Mataiwoi mengatakan Penyemprotan disinfektan tersebut merupakan upaya pencegahan dari pihak Desa Mataiwoi dan didukung antusias masyarakat, terbukti, warga khususnya para pemuda spontan ikut membantu proses penyemprotan pencegahan penyebaran Covid 19.

“Sejak Keluarnya himbuan dari pihak Kecamatan Terkait Pencegahan Covid-19 di seluruh wilayah Kecamatan Angata, kami langsung melakukan gerakan sosial yakni dengan melakukan penyemprotan desinfektan ke beberapa kawasan umum,” Sebutnya.

Dukungan yang diberikan masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid 19 tak hanya dukungan moral. Sejumlah warga juga Bersedia meminjamkan beberapa fasilitas penyemprotan di anataranya Tangki dan bantuan tenaga lainnya.

“Karena dalam pandemik covid 19 ini perlu adanya pencegahan, karena lebih baik mencegah daripada mengobati,” Singkatnya.

Sementara itu Sarman salah satu tokoh pemuda setempat mengaku sangat antusias dalam agenda pencegahan ini, Ia menyebut sebagai masyarakat sekaligus Anggota LPM ia berharap gerakan seperti ini  terus berlanjut guna memutus rantai penyebaran covid-19.

“Semoga kegiatan sosial ini terus berlanjut untuk memastikan virus itu tidak menular disini,” Tutur Sarman

Senada dengan Sarman, Kepala Dusun 4 Sailwan, mengaku sangat berterimah kasih kepada para pemuda yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyemprotan ini, ia berharap apa yang dilakukan itu dapat bernilai ibadah.

“Karena apa yang menjadi kegiatan hari ini murni untuk kemanusiaan dan kita berharap seluruh warga Desa Mataiwoi dapat aman dan bebas dari Virus Corona ini,” Pungkasnya (Awal Kurniawan)




Wujud Kebersamaan Atasi Covid-19, PT. Almharig Bombana Bantu Satgas Kabupaten

Rumbia, SultraNET |Pencegahan penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun penanganannya merupakan tanggung jawab semua pihak, baik masyarakat terlebih lagi perusahan.

Seperti halnya yang di lakukan oleh Perusahan Tambang Nikel asal Kabaena PT Almharig, Kamis (16/4/2020) di aula gedung serbaguna,perusahan tambang yang berkedudukan di desa Langkema Kecamatan Kabaena Selatan itu menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan alat pengukur suhu tubuh (Termogen)

Andri Ananta humas PT Almharig saat di konfirmasi pasca kegiatan tersebut menyebutkan bantuan yang di serahkan berupa Masker N 95 sebanyak 50 Pcs
Masker kain 252 Pcs, Masker 3ply (Masker Bedah) 700 Pcs, Dan Termogan (alat pengukur suhu tubuh) lima buah.

Andri menyebut penyerahan bantuan tersebut tidak hanya di tujukan pada posko induk satgas Covid saja, akan tetapi pihaknya juga menyerahkan bantuan di luar dari Posko seperti yang di serahkan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang mana bantuan tersebut berupa masker kain 100 Pcs

Tidak cuma itu saja, pria berkepala plontos itu menyampaikan kalau belum lama ini pihaknya juga memberikan bantuan pada pemerintah kecamatan Kabaena Selatan berupa sepatu boot sefty 6 pasang Termogan 1 buah

“Itu jenis bantuan yang kami berikan di kecamatan Kabaena Selatan, tetapi tidak cukup itu saja masih ada
Masker 100 Pcs yang akan menyusul dan sementara ini pesanan masker itu sementara dalam proses pengiriman ke perusahan untuk diserahkan ke kecamatan nantinya,”u

Rencananya bantuan akan di serahkan pula ke pemerintah Kecamatan Kabaena Induk berupa masker kain 50 Pcs
Masker 3 ply atau masker bedah 150 Pcs.

“bantuan tersebut akan kami serahkan setelah bantuan tiba di perusahan dan kemungkinan waktunya tidak akan lama lagi,” ungkapnya

Karena perusahaan tersebut berkedudukan di desa Langkema, perusahaan juga tidak lupa memberikan bantuan di desa tersebut seperti
Masker kain 50 Pcs, Masker 3 ply (masker bedah) 100 Pcs. (ZKR)




SK Satgas Rancu, LKPD Sultra Minta Bupati Tafdil Revisi !

Rumbia, SultraNET. | Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) meminta Bupati Bombana, H. Tafdil segera merevisi Surat Keputusan Bupati Bombana Nomor 201 Tahun 2020.

Muh. Arham, Direktur Eksekutif LKPD Sultra menyebut keputusan Bupati tentang Perubahan Atas Keputusan Bupati Bombana Nomor 186 Tahun 2020 tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Bombana  dinilai Rancu.

Pasalnya dalam Surat Keputusan itu Memasukkan Unsur Pimpinan DPRD Setempat sebagai Wakil Ketua 4.

“SK itu rancu, kan lucu Pimpinan DPRD ditempatkan sebagai Bawahan Bupati padahal lembaga Eksekutif dan Legislatif adalah lembaga setara dengan fungsi berbeda dan tidak saling membawahi,” Tutur Arham.

Wakil Ketua KNPI Sultra itu menyebut, Produk hukum tersebut dikonsep oleh orang yang tidak paham terhadap Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Daerah.

“Di Surat Edaran itu tidak ada nomenklatur Pimpinan DPRD sebagai bagian dari Satgas karena fungsinya adalah pengawasan. Bagaimana DPRD bisa mengawasi Satgas jika ia adalah bagian dari Satgas, Bukankah itu Jeruk minum jeruk,” Cetusnya

Terlebih lagi lanjutnya, dalam keputusan tersebut tugas unsur Pimpinan DPRD selaku Wakil Ketua Satgas adalah mewakili Bupati dalam Melaksanakan tugas Ketua Gugus Tugas Tingkat Kabupaten.

“Ini adalah kerancuan berpikir dari konseptor SK yang dibuat secara amatiran,” Imbuhnya.

Untuk itu, mantan Ketua IKAMI Sulsel Cabang Ciputat itu meminta dengan tegas agar Kepala Bagian Hukum Pemkab Bombana segera memberikan klarifikasi kepada DPRD.

” Ini kesalahan yang tidak seharusnya terjadi jika Kabag Hukum cerdas,  SK harus direvisi secepatnya agar kita tidak larut dalam kesalahan,” Pungkasnya.(IS)