LKPD Sultra Apresiasi Kinerja Satgas Covid-19 Bombana, Arham : Mereka Bekerja 24 Jam

Rumbia, SultraNET | Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara mengapresiasi kinarja Satuan Tugas Penanganan Corona Virus (Satgas Covid-19) Kabupaten Bombana yang dinilai telah melakukan kerja kerja nyata yang dibutuhkan masyarakat.

 

Muh. Arham, Direktur Eksekutif LKPD Sultra mengungkapkan Kinerja Satgas Covid-19 Bombana saat ini perlu diapresiasi.

 

Ia menyebutkan Satgas yang dipimpin langsung Bupati H. Tafdil itu telah melakukan kerja kerja nyata untuk memastikan virus Corona tidak masuk di Kabupaten Bombana.

 

“Kinerja Satgas Covid-19 Bombana saat ini kita perlu apresiasi, mereka telah bekerja 24 Jam,” Tutur Alumni UIN Syarif Hidayatullah itu, Senin (6/4/2020).

 

Arham merinci beberapa kegiatan yang dilakukan satgas saat ini telah berorientasi pada kebutuhan mendesak masyarakat.

 

“Mereka telah lakukan sosialisasi, menjaga pintu pintu masuk dan pembagian masker  pada masyarakat,” Beber Arham

 

Kendati demikian Wakil Ketua KNPI Sultra itu menyebut masih banyak pula persoalan yang perlu dimaksimalkan dalam bentuk kerja kerja nyata satgas.

 

“Seperti memastikan Area Pertambangan dan pekerjanya juga steril,” Imbuhnya

 

Ia menyebut area pertambangan menjadi tantangan tersendiri dari satgas karena para pekerja yang masuk ke daerah itu tidak melalui pintu pintu masuk komersil umum yang dijaga satgas.

 

“Mereka ini masuk melalui pelabuhan pelabuhan khusus milik perusahaan dan disitu tidak melalui pemeriksaan satgas,” Bebernya

 

Arham juga menyarankan agar Satgas segera melakukan operasi pasar terhadap kebutuhan pokok masyarakat yang mendesak.

 

“Masyarakat kita saat ini sudah mulai merasakan dampak Covid-19 ini, saya harap satgas segera lakukan Operasi pasar menyeluruh untuk memastikan masyarakat tidak menderita,” Pungkasnya. (Sn1)

 

 

 

 

 

 




BUMN PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Persero Cabang Kendari Bergerak Cepat Antisivasi Wabah Covid-19

Kendari, SultraNET. | Sebagai salah satu perusahaan BUMN PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Persero Cabang Kendari  bergerak cepat untuk membantu mengantisipasi penyebaran wabah virus COVID-19 di Kota Kendari dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

Adapun Sasaran penyemprotan cairan disinfektan untuk tahap awal, diantaranya menyasar seluruh kantor media cetak, media online dan televisi.

Pimpinan Askrindo Cabang Kendari, Syahruddin menegaskan penyemprotan desinfektan ini dilakukan sebagai upaya perlingdungan atau pencegahan meluasnya wabah penularan virus corona serta memberikan perlindungan kepada awak media serta masyarakat yang datang berkunjung ke kantor media agar tenang dalam bekerja dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tujuan dilakukan penyemprotan desinfektan ini juga sebagai langkah pencegahan mengantisipasi meluasnya virus corona dan juga usaha meningkatkan kebersihan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) yang ada di lingkungan kerja wartawan di Kota Kendari.

“Ini adalah aksi PT Askrindo Peduli, semoga aksi ini bisa memberi keamanan masyarakat di Kota Kendari dan sekitarnya,” kata Syahruddin, Senin (23/3/2020).

Dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap mengikuti instruksi pemerintah agar penyebaran virus COVID-19 bisa ditekan.

“Ini merupakan tugas kita bersama antara pemerintah dan masyarakat serta para pekerja yang selalu berinteraksi dengan orang banyak dimana itu merupakan bagian dari pekerjaan mereka untuk sementara menjaga jarak dan patuhi himbauan pemerintah sampai wabah ini berakhir,” imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa penyebaran virus Covid-19 yang sudah sampai di Indonesia dan Sulawesi Tenggara merupakan daerah yang menjadi sangat rentan terlebih kota Kendari.

 ” Daerah kita ini menjadi sangat rentan karena menjadi daerah tujuan dan transit arus masuknya TKA Dari luar Sultra, jadi dibutuhkan kesadaran dari kita semua untuk menekan wabah ini terus berlanjut,” Tutupnya.

Laporan :Awal Kurniawan




HIPMALI-SULTRA : Langkah Yang Tepat Jika Kapolda Mundur

Kendari, SultraNET. | Tanggal 15 Maret 2020, Masyarakat Sulawesi Tenggara di gegerkan dengan Video yang memperlihatkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina baru tiba di bandara haluoleo yang direkam oleh seseorang.

Video tersebut langsung heboh dan diperbincangkan oleh masyarakat Sultra bahkan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Disaat seluruh dunia sedang gencarnya mengantisipasi virus Corona yang notabenenya berasal dari negeri tirai bambu tersebut, Sultra justru seolah menjadi tempat pelarian bagi WNA asal China

Menanggapi Hal Tersebut tak memakan waktu sehari, pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Sulawesi Tenggara bersama Ketua DPRD Provinsi Sulawesi tenggara dan Kapolda Sultra melakukan Konferensi pers dihadapan media.

Pada saat tersebut itu Kapolda Sultra mengatakan bahwa. 49 TKA asal China Tersebut merupakan pekerja yang memang telah lama berada di Sultra dan kemudian kejakarta untuk memperpanjang Visa lalu kembali ke Sultra.

Tetapi faktanya Penyampaian Kapolda Sultra justru bertolak belakang dangan apa yang di sampaikan Kepala Kantor Perwakilan kementerian Hukum dan Hak asasi manusia (Kemenkumham) Wilayah Sulawesi Tenggara yang mengatakan.

” TKA itu bukan dari Jakarta, Melainkan baru Dari Cina, yang Transit di Thailand dan kemudian terbang menuju Jakarta lalu ke sulwesi Tenggara,” Sebutnya kala itu.

Sehingga Hal tersebut mendapat kritikan keras dari berbagai kalangan.

Ketua Himpunan Mahasiswa Pecinta Literasi Indonesia Wilayah SULTRA (HIPMALI- SULTRA) , Enggi Indra Syahputra mengatakan Penyampaian Yang dilakukan Oleh Kapolda merupakan Hoax.

“Kapolda telah melakukan pembohongan publik yang justru membingungkan masyarakat” Sebutnya

Ditambah lagi lanjutnya, dengan penangkapan seseorang yang diduga sebagai penyebar video Kedatangan 49 TKA asal China tersebut yang dilakukan oleh Polda Sultra sangat tidak rasional

“Saya justru heran dengan pelaksanaan supermasi hukum saat ini terkhusus diwilayah kepolisian Sulawesi tenggara yang dipimpin oleh merdisyam. Menangkap rakyat yang menyebarkan video 49 TKA China Tersebut dengan dalil Hoax yang dapat meresahkan masyarakat Sultra. padahal video tersebut sangat membantu Masyarakat agar lebih waspada terhadap Corona tersebut. Tetapi kemudian ia Ditangkap dengan dalil Hoax. Sedangkan yang dilakukan oleh Kapolda merupakan Hoax yang betul betul Hoax”. Tegasnya .

Enggi Indra Syahputra yang juga Wakil Sekertaris Umum HMI Cabang Kendari juga menegaskan Bahwa dalam Hukum kita juga Tahu istilah “Equality Before The law yang berarti Semua Sama Dimata hukum”.

“Nah jika kemudian pelaku penyebar video tersebut ditangkap maka seharusnya Kapolda Sultra yang telah melakukan pembohongan publik juga harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang ada”. Imbuhnya

Sehingga menurutnya  Sangat tepat  jika kemudian banyak kalangan aktivis yang menyerukan Copot Kapolda Sultra dan akan bijak Kapolda memilih mundur atas kejadian tersebut.

“Dan saya rasa. KAPOLRI harus secepatnya mencopot KAPOLDA Sultra Agar hal ini tidak terjadi dikemudian hari, karena kita juga ingin menjaga nama baik POLRI sebagai pelaksana supermasi hukum. Tetapi jika KAPOLDA tak mendapatkan sanksi apapaun kami khawatir kepercayaan Masyarakat kepada instansi tersebut tidak ada lagi”. Ujarnya

Kemudian ketika ditanya apakah akan melakukan aksi atau tidak untuk mempresur hal ini. Aktivis ini juga mengatakan akan melakukan aksi dengan berkoalisi dengan beberapa lembaga yang ada diSultra

“kami jelas akan melakukan Aksi. Saya telah melakukan beberapa koordinasi dengan beberapa lembaga yang ada di Sulawesi Tenggara. Ini merupakan langkah konkret kami sebagai mahasiswa,” bebernya

Ia menyebut, sekalipun kewaspadaan  terhadap Corona sedang dalam vase siaga, namun persoalan ini tidak bisa pula didiamkan.

“seperti kata Lucius Capurnius Piso Caesoninus. “Fiat Justitia ruat caleum” yang artinya Hendaklah Keadilan Ditegakkan walaupun Langit akan runtuh”. Tutupnya

Pewarta : Awal Kurniawan




Kapolda dan Gubernur Sultra Dukung Terbentuknya Satgas Pemuda Covid 19

SultraNET., Kendari | Antisipasi penyebaran virus Covid-19 di Indonesia terus dilakukan termasuk di Sulawesi Tenggara, pihak pemerintah daerah dan kepolisian serta mahasiswa ikut bergerak membantu pemerintah dalam melawan virus tersebut, salah satunya dengan terbentuknya Satgas Pemuda Covid-19 sebagai salah satu upaya membantu pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi mengatakan sangat mendukung dengan terbentuknya Satgas (Pemuda Covid-19) tersebut Karena membawa misi bersama yaitu tentang pencegahaan penyebaran virus Covid-19.

“Mereka anak-anak mahasiswa, ada dari Kedokteran, Farmasi, Teknik, dan beberapa fakultas lainnya, termasuk dari HMI, ingin membantu pemerintah atau negara dalam melawan virus corona atau Covid-19,” terang Gubernur Sultra Ali Mazi usai rapat dengan tim Satgas Pemuda Covid-19 Sultra, di Rujab Gubernur Sultra, Sabtu, 21 Maret 2020.

Dukungan serupa terhadap Satgas Pemuda Covid-19 Sultra juga disampaikan Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam.

Merdisyam mengatakan Satgas Pemuda Covid-19 Sultra ini  nantinya akan bertugas membantu pemerintah, terutama dalam mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penyebaran virus Korona di wilayah Sulawesi Tenggara.

Sementara sistem edukasi yang akan dilakukan berdasarkan cara mereka sendiri dengan berkoordinasi dengan tim gugus tugas bentukan Pemprov Sultra yang saat ini telah berjalan.

Selain itu, kata Kapolda Sultra, Satgas Pemuda Covid-19 ini sesuai rapat juga akan membuat semacam produk yang dapat membantu mencegah penyebaran Covid-19.

“Kami dari  kepolisian sangat mendukung inisiatif positif para mahasiswa untuk membentuk Satgas Pemuda Covid-19,” kata Mardisyam.

Kapolda Sultra menambahkan, Satgas Pemuda Covid-19 Sultra dibentuk atas kesadaran mahasiswa dalam membantu tim gugus tugas melawan Covid-19.

Satgas Pemuda Covid-19 merupakan bagian dari gugus tugas penanganan Covid-19 yang dibentuk oleh Pemprov Sultra.

Pihak kepolisian diseluruh kabupaten di Sulawesi Tenggara telah bekerjasama dengan pemerintah setempat untuk mengantipasi penyebaran virus Covid-19.

“Kami meminta dukungan masyarakat demi Sulawesi Tenggara dan Indonesia bebas dari virus Covid-19 ini,” pungkas Mardisyam.

Sementara itu, Ketua Satgas Pemuda Covid-19 Sultra, Andi Baso Amirul Haq, berterima kasih kepada Gubernur Sultra bersama Kapolda Sulawesi Tenggara telah menyabut dan mendukung pembentukan Satgas Pemuda Covid-19 ini.

Satgas Pemuda Covid-19 ini natinya akan masuk pada Gugus Tugas Satgas Penanganan Covid-19 Sulawesi Tenggara.

Sekum Badko HMI Sultra ini menjelaskan, Covid-19 merupakan musuh bersama yang tak terlihat. Untuk itu Satgas Pemuda ini menyerukan pemuda untuk turut andil dalam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat Sulawesi Tenggara secara digital maupun langsung.

Peran pemuda, lanjut dia, sangat penting pada saat ini terkait Covid-19

“Karena dengan inisiatifnya dan ide-ide kreatifnya kita bisa membantu pencegahan Covid-19,” ujar mahasiswa Fakultas Farmasi UHO Kendari.

Laporan : Awal Kurniawan

 




WON Kembali Terpilih Pimpin Hanura Sultra

Wakatobi, SultraNET. | Wa Ode Nurhayati (WON) Kembali Terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pada Musyawarah Daerah III Partai Hanura Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berlangsung di Marina Togo Mowondu – Hotel Wisata Wakatobi, Minggu (23/2/2020).

Pada musda yang berlangsung meriah itu, WON mendapat dukungan penuh dari Seluruh DPC Kabupaten dan Kota se Sultra.

Samir, Ketua DPC Hanura Kabupaten Konawe Utara saat membacakan surat dukungan dari seluruh DPC menyebutkan, harapan diberikannya dukungan penuh tersebut kepada WON agar Mantan Anggota DPR-RI itu dapat membawa Hanura menjadi partai pemenang di Sultra pada pemilu mendatang.

“Seluruh DPC dari Kabupaten dan Kota se Sultra merekomendasikan Wa Ode Nurhayati untuk kembali memimpin Hanura di Sultra,” Tuturnya

Sementara itu, Wa Ode Nurhayati saat membawakan orasinya usai terpilih sebagai Ketua DPD Hanura  Sultra mengucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Partai Hanura yang telah  memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk mengemban amanah sebagai ketua DPD Hanura Sultra.

” Bagi saya jabatan ini bukan cuma kebanggaan tetapi juga menjadi pesan  untuk seluruh perempuan bahwa tidak perlu lahir dari elit politik agar dapat berkiprah di pentas politik,” tuturnya

“Insya Allah amanah ini saya akan jalankan sebaik baiknya,” Tambahnya

Ditemui disela sela kegiatan Musada, Suritman, Ketua DPC Hanura Bombana mengucapkan selamat atas terpilihnya WON kembali  sebagai ketua DPD Hanura Sultra

Menurut mantan anggota DPRD Bombana itu, WON dinilai sosok yang sangat tepat dapat membawa Hanura sebagai Partai Pemenang di Sultra.

“Kita yakin WON dapat membawa Hanura menjadi partai yang diperhitungkan di Sulawesi Tenggara,” Pungkasnya. (IS)




Undang Lisan Peserta RDP, DPRD Bombana Diminta Belajar Berlembaga

Rumbia, SultraNET. | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana Periode 2019-2024 disebut mulai menunjukkan rendahnya kualitas mereka dalam berlembaga.

Sorotan itu dilontarkan  Ansar Achmad,  Ketua Divisi Investigasi dan Advokasi LSM Perisai Kabupaten Bombana, Senin (20/1/2020).

Menurut Aktivis yang Fokus pada pendampingan masyarakat itu, Kualitas DPRD Bombana terlihat saat proses Pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Beberapa Desa yang  diduga bermasalah di Bombana.

Dimana saat pelaksanaan RDP tengah berlangsung Pihak DPRD Bombana baru menghubungi pihaknya sebagai salah satu pihak terkait atau pengadu.

“DPRD Bombana ini tidak paham berlembaga, masa kami sebagai Pihak Pengadu baru disampaikan terkait RDP itu setelah RDP berlangsung, ini sama saja membatasi kehadiran Pihak Kami,” Cetusnya

Belum lagi lanjutnya, penyampaian yang diterima Pihaknya hanya melalui saluran Telepon oleh salah satu Anggota DPRD Bombana.

” Ini parahnya lagi kami disampaikan dan diundang lisan saja melalui telepon, ini merendahkan wibawa DPRD selaku lembaga terhormat,” kesalnya

Mirisnya lagi tambah Ansar, Pihak teradu dalam hal ini Para Kepala Desa yang diundang tidak satu pun yang menghadiri undangan RDP dari DPRD tersebut.

” Ini kesannya DPRD gelar RDP hanya lepas kewajiban saja sehingga tidak ada kesan dan hasil sesuai harapan masyarakat yang dicapai,” keluh Ansar.

Untuk itu ia berharap agar Kejadian ini tidak terulang lagi dalam penyelenggaraan kegiatan DPRD dimasa mendatang karena dapat merugikan pihak masyarakat yang mengandalkan DPRD selaku lembaga terhormat perwakilan masyarakat.

“Anggota DPRD ini baiknya belajar lagi berlembaga yang benar biar tidak memalukan kayak begini,” Tutupnya

Dikonfirmasi usai RDP, Ketua DPRD Bombana. Arsyad, S.Pd menyebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan kejadian yang baru terjadi namun ia menampik tudingan bahwa lembaga yang dipimpinnya itu tidak paham berlembaga karena urusan persuratan merupakan kewenangan Sekretariat.

“Terkait pihak yang diundang prosedurnya itu kita menyurat ke Bupati kemudian ditindak lanjuti dengan menghadirkan pihak Pihak terkait melalui OPD Terkait,” Sebutnya

Untuk itu, ia meminta perhatian Pemkab melalui perpanjangan tangan OPD agar apa yang menjadi permintaan DPRD agar ditekankan untuk dihadirkan.

“Kami menekankan agar Bupati Bombana dalam pelaksanaan RDP dengan DPRD untuk menekankan OPD nya untuk menghadirkan semua pihak yang terkait agar persoalan yang terjadi di masyarakat dapat terselesaikan dengan baik,” Tutupnya.(IS)

 




Usai Demo Tambang, Mahasiswa UHO Ditebas Kepalanya

Kendari, SultraNET. | Usai menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara menyoal aktivitas perusahaan tambang yang beroperasi di Konawe Utara,  Kamis (2/1/2020), Muhammad Iksan (23) mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Haluoleo (UHO) Kendari harus menerima perlakuan beringas dari dua orang terduga preman yang tiba tiba datang dan menebas kepalanya.

Salah seorang saksi mata, MP yang juga teman korban saat aksi menceritakan, setelah kembali ke Fakultas Kehutanan UHO pukul 13.00 Wita, dia bersama lima orang lainnya termaksud korban kemudian duduk di halaman jurusan untuk menunggu staf akademik mengurus persiapan KKN.

“Kita semua ikut demo tadi, tiga orang duduk, dua orang berdiri, termaksud Irvan, tiba-tiba muncul dua orang lagi bawa motor vixion, yang bawa motor gemuk, yang pegang parang brewok, dia langsung datang tebas Irvan, dan kita sempat diburu baru kita lari,” terangnya.

Saat ditemui di Puskesmas Kemaraya.
AS saksi mata lainnya yang juga teman korban menambahkan, kedatangan dua orang yang diduga preman itu tidak lama sejak dirinya dan masa aksi lainnya berbalik arah pulang.

Dia menduga, korban (Iksan, red) dan yang lainnya sudah di target sejak aksi di DPRD tadi pagi.

“Kuat dugaan, mereka kiriman perusaahaan yang kita demo tadi, karena mereka langsung datangi kita lima yang sudah di kampus lama UHO tadi,” tudingnya.

Sementara, Wakil Ketua Tamalaki Sultra, Leo yang bersamaan menjenguk korban menegaskan, akan mencari pelaku sampai ketemu, sebab, korban adalah anggota Tamalaki Sultra.

Dia juga membeberkan jika perusahaan  yang di demo pagi tadi itu memang memelihara preman yang waktu mengaumnya ditentukan oleh bergemahnya sound sistem yang dialamatkan ke perusaahaan dimaksud.

“Ini yang didemo tadi perusahaan tambang  di Konut, makanya adik adik duga preman dari perusaahaan itu, tapi tunggumi kita cari pelakunya,” tegasnya.

Sampai berita ini tayang, korban sementara memperoleh perawatan di Puskesmas Kemaraya, Kota Kendari. Kepala korban mengalami luka parah hingga 24 jahitan. Beruntung korban masih selamat, dan Polisi hingga kini belum terlihat di TKP.

Laporan : AK/Sultrademo




Kecalakaan Maut di TNRAW, 1 Meninggal Dunia 2 Luka Luka

Rumbia, SultraNET. | Kecelakaan maut yang melibatkan 2 kendaraan roda empat terjadi di Jalan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) Kabupaten Bombana, Sabtu (30/11/2019). Sekitar Pukul 12:50.

Kendaraan yang terjadi kecelakaan tersebut berjenis Daihatsu Grand Max Pickup dengan nomor polisi DT 9157 AK dan mobil Merk Toyota Calya DT 1123 K,

Dari pantauan langsung dilokasi  kejadian, akibat kecelakaan  itu. Yudi warga Desa Tunas Baru, Kecamatan Rarowatu Utara yang mengendarai Mobil jenis AVP Grand Max, nomor polisi DT 9157 AK meninggal dunia.

Sedangkan Dua korban lainnya yaitu Amin, sopir Toyota Calya DT 1123 K, yang diketahui sebagai Mobil Dinas Dokter RSUD Bombana mengalami Cedera pada lengan kirinya dan dr. Rini Powatu yang menjadi penumpang mengalami luka pada bagian Pipi sebelah kiri dan dagu.

Kepala Puskesman Lombakasih, Amsal kepada awak media ini menyebutkan usai kejadian sekitar pukul 13:09 WITA pihaknya menerima 3 pasien korban kecelakaa,  salah satu diantaranya dalam kondisi meninggal dunia.

” Korban kecelakaan atas nama Yudi warga Desa Tunas Baru tiba dipuskesmas ini sudah dalam kondisi meninggal dunia,” Sebutnya

Setelah mengalami perawatan, Korban luka dirujuk ke RSUD Bombana, sedangkan korban meninggal dunia dijemput oleh keluarga.

Hingga berita ini dirilis, Satlantas Polres Bombana belum terkonfirmasi.

LAPORAN : ISMAN




Resah Listrik Tidak Stabil AMUBA Demo DPRD Bombana

Rumbia, SultraNET. | Pemadaman listrik bergilir yang menjadi langganan di sebagian wilayah Kebupaten Bombana nampaknya menjadi persoalan pelik yang tak kunjung diselesaikan.

Akumulasi  keresahan masyarakat akibat kerugaian yang dialami karena pemadaman  listrik kembali disuarakan Aktivis Muda Bombana (Amuba) dengan menggelar aksi demonstrasi, bertempat di Kantor DPRD Bombana, Selasa (26/11/2019)

Dalam orasinya, Aswan Djoker selaku Jenderal Lapangan Aksi menyebut masalah pelayanan listrik khususnya di Wilayah Poleang dan Pemekarannya sangat buruk.

Menurutnya PLN yang dikelola oleh BMUN Seharusnya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

” Namun yang terjadi justru pelayanan tidak memuaskan yang dialami masyarakat,” Sebutnya

Disisi lain tarif listrik yang tidak sesuai dengan pelayanannya dengan adanya pemadaman listrik masyarakat mengalami kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

” Akibat pemadaman itu, banyak alat elektronik warga yang rusak akibat listrik yang tidak stabil,” Bebernya

Untuk itu ia berharap agar Pihak Pemerintah Daerah dan PLN untuk segera menyelesaikan segala persoalan terkait pelayanan listrik di Kabupaten Bombana.

Pada kesempatan tersebut, tambahnya pihaknya menuntut Pihak PLN untuk melakukan pengadaan mesin Cadangan agar dapat mengatasi permasalahan terkait pelayanan listrik di Kabupaten Bombana

” Kita juga meminta agar Pihak PLN untuk bertanggung jawab atas kerugian/kerusakan yang dialami konsumen akibat tegangan listrik yang tidak stabil,” Pungkasnya

Hingga berita ini dirilis Aksi domonstrasi dari Amuba masih berlangsung di Gedung DPRD Bombana. (IS)




Ops Sikat Anoa, Polsek Rumbia Amankan Miras dari Warga

Rumbia, SultraNET. | Operasi dengan Sandi Sikat Anoa yang digelar oleh Anggota Polsek Rumbia, Kabupaten Bombana,  Rabu (20/11/2019) berhasil mengamankan berbagai jenis miras dari dua Rumah warga yang berbeda.

Berdasarkan rilis  yang diterima awak media ini, operasi dimulai Sekitar pukul 11.45 wita berhasil menyisir 2 rumah warga yang diduga kerap menjual miras.

Dirumah N (45) seorang Ibu Rumah Tangga warga Kel.  Lauru,   Kec. Rumbia Tengah , Kab. Bombana, polisi berhasil mengamankan (dua) botol  Miras Jenis  Jenever, 2 (dua) Botol Miras jenis Bir Bintang dan 1 ( satu) Botol Miras Jenis Anggur Merah

Sedangkan dikediaman  MY (50), warga, Kel.lauru ,   Kec. Rumbia Tengah , Kab. Bombana, polisi berhasil mengamankan 2 (dua) botol Miras Jenis miras  Bir Hitam, 2  (dua) Botol Miras jenis Bir Bintang.

Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Rumbia (IH)