DPRD Bombana Sahkan Propemperda dan APBD 2026, Pemerintah Daerah Mantapkan Arah Pembangunan

Bombana, sultranet.com – DPRD Kabupaten Bombana resmi mengesahkan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Bombana Tahun 2026 serta Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2026 menjadi Peraturan Daerah. Pengesahan tersebut dilakukan melalui Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang DPRD Bombana dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP, Kamis (27/11/2025).

Rapat paripurna dihadiri oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., Wakil Ketua II DPRD, para anggota dewan, serta kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana. Agenda ini menjadi tahap final setelah sebelumnya dilakukan penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap pidato pengantar Bupati mengenai Rancangan APBD 2026.

Pengesahan Propemperda 2026 dan APBD Tahun Anggaran 2026 menandai selesainya rangkaian pembahasan panjang antara legislatif dan eksekutif. Proses tersebut bertujuan memastikan seluruh kebijakan pembangunan dan regulasi daerah tersusun secara akuntabel, terukur, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP menegaskan bahwa penetapan agenda paripurna kali ini merupakan wujud sinergi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah dalam memantapkan dokumen perencanaan pembangunan. “Propemperda 2026 adalah dasar penting bagi penyusunan regulasi daerah tahun mendatang. Sedangkan APBD 2026 menjadi instrumen utama untuk menjalankan program pembangunan secara berkesinambungan,” ujarnya.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si mengapresiasi kerja sama seluruh unsur DPRD dalam menyelesaikan pembahasan APBD dan Propemperda tahun 2026. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan penetapan dua dokumen strategis tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah.

“Pengesahan Propemperda dan APBD 2026 ini akan memberikan kepastian arah pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen menjalankan seluruh program dengan efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Bupati dalam kesempatan tersebut.

Lebih jauh, Bupati Burhanuddin menilai dokumen APBD 2026 akan mendorong percepatan pembangunan berbagai sektor mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan bekerja maksimal untuk memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran.

Rapat paripurna ini juga menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Bombana untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam melaksanakan program pembangunan. Penetapan Propemperda 2026 menjadi fondasi bagi pemerintah daerah dalam menyusun regulasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung implementasi visi pembangunan jangka panjang.

Di sisi lain, pengesahan APBD 2026 memastikan keberlanjutan program prioritas daerah yang telah direncanakan, termasuk kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat, layanan dasar pendidikan dan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur strategis. Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan implementasi APBD 2026 dapat berjalan lebih efektif dan memberi dampak positif bagi pertumbuhan daerah.

Dengan disahkannya kedua dokumen tersebut, DPRD dan Pemkab Bombana memiliki landasan hukum yang kuat untuk menjalankan program kerja di tahun 2026. Pemerintah daerah berharap dukungan seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat pelaksanaan pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Bombana. (IS)




Bombana Sinkronkan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Lewat Forum Nasional

Bombana, sultranet.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana mengikuti Zoom Meeting Sinkronisasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Daerah yang dilaksanakan bersama pemerintah pusat. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor DPPKB Bombana, dihadiri perwakilan Bappeda dan tim teknis DPPKB pada Rabu (27/08/2025).

Dalam forum strategis tersebut, pemerintah daerah, mitra kerja, dan pemangku kepentingan lainnya memperoleh penguatan teknis terkait penyusunan PJPK. Agenda ini juga menghadirkan sesi konsultasi serta diskusi interaktif bersama Tim Parameter dan Tim Kerja Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Nasional.

Kepala DPPKB Bombana, Drs. H. Abdul Azis, M.Si, mengatakan bahwa keikutsertaan daerah dalam forum nasional sangat penting untuk memastikan arah kebijakan pembangunan kependudukan berjalan sejalan dengan kebijakan pusat. “Partisipasi aktif dalam forum seperti ini sangat penting untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan kependudukan daerah dengan arah kebijakan nasional,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa ruang diskusi seperti ini membantu memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi antarpemangku kepentingan.

Menurut Abdul Azis, sinkronisasi PJPK menjadi fondasi penting agar roadmap pembangunan kependudukan Bombana memiliki arah yang jelas, terukur, dan terintegrasi. Ia mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk memanfaatkan forum ini sebagai momentum memperkuat data, analisis, serta strategi kebijakan yang akan dituangkan dalam dokumen resmi daerah.

Melalui kegiatan ini, pemerintah Kabupaten Bombana berharap dapat menyusun PJPK yang lebih terarah dan berbasis data mutakhir, sehingga mampu menjawab kebutuhan serta tantangan pembangunan kependudukan di masa mendatang. Pemerintah daerah menilai bahwa kolaborasi dan keselarasan kebijakan merupakan kunci menghadapi dinamika kependudukan yang semakin kompleks.

Partisipasi Bombana dalam kegiatan nasional ini menandai komitmen daerah dalam memperkuat tata kelola pembangunan kependudukan secara berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap langkah kebijakan tetap berada dalam koridor perencanaan yang komprehensif dan responsif terhadap perubahan.




Kesbangpol Bombana Gelar Apel Penghormatan Merah Putih

Bombana, sultranet.com, – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana kembali melaksanakan apel lengkap penghormatan Bendera Merah Putih di halaman kantor yang diikuti seluruh ASN dan staf sebagai wujud kedisiplinan serta pembinaan karakter aparatur. Kegiatan berlangsung pada Senin pagi dan digelar pada 24 November 2025.

Dalam apel tersebut, Sekretaris Badan Kesbangpol, Drs. Budiman, MM., bertindak sebagai pembina upacara. Ia menegaskan bahwa penguatan integritas dan loyalitas menjadi fondasi penting bagi setiap ASN dalam menghadapi tantangan pemerintahan maupun pelayanan publik yang semakin kompleks. “Apel penghormatan Merah Putih bukan hanya rutinitas, tetapi sarana membangun kedisiplinan, solidaritas, serta komitmen kebangsaan. Setiap ASN Kesbangpol harus menjadi contoh teladan dalam menjalankan tugas dan menjaga persatuan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Drs. Budiman juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebangsaan dan profesionalitas kerja. Menurutnya, kesadaran kolektif aparatur untuk memelihara nilai-nilai kebangsaan akan berdampak pada kualitas pelayanan dan stabilitas sosial di daerah. Ia menekankan bahwa ASN memiliki peran strategis dalam membina harmoni masyarakat, terutama di tengah meningkatnya dinamika sosial dan isu-isu kebangsaan.

Pelaksanaan tugas upacara kali ini sepenuhnya dipercayakan kepada Bidang Penanganan Konflik. Para petugas menjalankan beberapa peran sekaligus, meliputi pengibaran bendera, pemimpin upacara, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, dan pengatur barisan. Seluruh rangkaian tugas dijalankan dengan tertib, rapi, dan penuh tanggung jawab.

Kegiatan apel berjalan khidmat sejak awal hingga akhir. Barisan peserta tertata rapi, sementara prosesi penghormatan bendera berlangsung tanpa kendala. Para ASN menunjukkan sikap disiplin sebagai bentuk penghargaan terhadap simbol negara dan komitmen terhadap tugas pemerintahan.

Selain sebagai agenda seremonial, apel penghormatan Merah Putih menjadi bagian dari pembinaan internal yang rutin dilakukan Kesbangpol Bombana. Melalui kegiatan ini, institusi berupaya menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, menumbuhkan etos kerja, serta memperkuat karakter aparatur agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Kesbangpol menilai bahwa pembinaan mental dan kedisiplinan ASN sangat penting untuk menjaga stabilitas dan kualitas tata kelola pemerintahan di daerah.

Dengan pelaksanaan apel yang konsisten, Kesbangpol Bombana berharap seluruh ASN semakin memahami peran strategisnya dalam menjaga persatuan serta menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik. Disiplin dalam mengikuti apel diharapkan dapat tercermin dalam disiplin kerja sehari-hari, sehingga memberi dampak positif bagi pelayanan pemerintahan maupun kehidupan sosial masyarakat.




Pemkab Bombana dan UHO Resmi Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Pembangunan Daerah

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Halu Oleo (UHO) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UHO, Jumat, 21 November 2025.

Langkah kolaboratif ini disaksikan langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama jajaran Pemkab Bombana, serta Plt. Rektor Universitas Halu Oleo, Dr. Herman, SH., LL.M beserta jajaran. MoU tersebut menjadi dasar penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan terhadap pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa peningkatan kualitas masyarakat harus dimulai dari pendidikan dan penguatan sektor penting yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Bombana. Ia menyebut hampir 70 persen masyarakat bekerja di sektor pertanian dan perikanan, sehingga penguatan sektor tersebut menjadi prioritas jika ingin mendorong kesejahteraan masyarakat. “Ini tantangan sekaligus peluang. Kalau kita ingin masyarakat lebih sejahtera, maka sektor-sektor ini harus diperkuat,” ujarnya.

Bupati menekankan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis jangka panjang yang manfaatnya berkelanjutan. Ia menilai pemanfaatan sumber daya alam tidak dapat menjadi satu-satunya harapan pembangunan. “Potensi sumber daya alam, termasuk tambang, memiliki masa habis. Karena itu harus ada kompensasi berupa investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Kita ingin anak-anak kita bersekolah setinggi-tingginya dan kembali membangun daerah,” ucapnya.

Menurut Bupati, UHO dipilih sebagai mitra strategis karena dianggap memiliki kapasitas akademik yang kuat dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. “Banyak pakar berada di UHO yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Tanpa konsep dan perencanaan yang baik, pembangunan tidak akan optimal,” jelasnya.

Burhanuddin juga membuka ruang seluas-luasnya bagi para akademisi UHO untuk melakukan penelitian dan kajian langsung di Bombana. Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi landasan ilmiah dalam perumusan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, sekaligus melindungi potensi daerah. Pemkab Bombana, lanjutnya, juga telah menyiapkan program beasiswa bagi pelajar daerah dan berkomitmen memperluas cakupannya seiring membaiknya kondisi APBD. “Bagi kami, membantu pendidikan berarti melakukan investasi jangka panjang,” tuturnya.

Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dan mengundang pimpinan UHO untuk berkunjung ke Bombana. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah menjadikan UHO sebagai mitra pembimbing dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal menuju penyusunan perjanjian kerja sama lebih teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang semakin luas antara dunia akademik dan Pemkab Bombana.




Bupati Bombana Tutup UKW, Tekankan Pentingnya Kompetensi dan Etika Jurnalistik

Bombana sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si resmi menutup pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) UPN “Veteran” Yogyakarta bekerja sama dengan DPD PJS Sulawesi Tenggara di Aula Dinas Kominfo dan Statistik Bombana, Sabtu (21/11/2025).

Kegiatan UKW yang berlangsung sejak Jumat, 21 November tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kabupaten Bombana, Abdul Muslikh, S.Pd., M.P.W. Sebanyak 15 peserta dari berbagai jenjang mengikuti uji kompetensi sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan di daerah. Seluruh peserta dinyatakan lulus dan berstatus wartawan kompeten.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi jurnalis dalam mendukung pembangunan daerah. “Wartawan berkompeten adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap etika jurnalistik harus menjadi fondasi utama bagi setiap jurnalis dalam menjalankan tugasnya. “Dengan adanya uji kompetensi ini, kami yakin rekan-rekan wartawan semakin memahami etika jurnalistik dan standar kerja yang benar. Wartawan berkompeten sangat penting untuk memastikan informasi publik tersampaikan secara tepat,” katanya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya verifikasi dalam setiap pemberitaan agar tidak terjadi kesalahan informasi yang dapat memicu kesalahpahaman publik. “Kami berharap seluruh wartawan terus menyajikan informasi yang dikonfirmasi dan tidak provokatif. Verifikasi dan cross-check menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahan informasi,” jelasnya.

Selain itu, Burhanuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana tetap terbuka terhadap kritik yang membangun. Ia menyebut kritik sebagai bagian penting dari dinamika pemerintahan. “Kami tidak anti kritik. Pemerintah justru membutuhkan masukan yang objektif untuk perbaikan pelayanan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan insan pers harus terus diperkuat,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta UKW yang dinyatakan lulus. Ia berharap pelaksanaan UKW di Bombana dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas jurnalisme daerah sekaligus memperkuat peran pers sebagai pilar penting pembangunan. Baginya, peningkatan kompetensi wartawan akan mendorong lahirnya ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.




Pemkab Bombana Raih Penghargaan Tertinggi Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Pengawasan

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Pemerintah Daerah dengan jumlah penyelesaian rekomendasi tindak lanjut tertinggi hasil pengawasan Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si yang hadir bersama Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Bombana, Ridwan, S.Sos., M.P.W., pada kegiatan Rapat Koordinasi Daerah Pembinaan dan Pengawasan (Rakorda Binwas) di Phinisi Ballroom Claro Hotel Kendari, Kamis (20/11/2025).

Penghargaan ini diberikan karena Kabupaten Bombana dinilai berhasil mencapai tingkat penyelesaian rekomendasi tindak lanjut tertinggi untuk tahun 2024 dan tahun-tahun sebelumnya. Capaian tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Bombana dalam memperkuat tata kelola pemerintahan melalui tindak lanjut berkelanjutan atas hasil pengawasan internal maupun eksternal.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, selaku pemberi penghargaan, menegaskan pentingnya peran Inspektorat dalam menjaga integritas dan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. “Inspektorat tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan intern, tetapi juga menjadi unsur pembinaan, penguatan integritas, dan pendamping perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Gubernur menyampaikan bahwa keberadaan Inspektorat sangat dibutuhkan untuk memastikan proses pengambilan keputusan, pelaksanaan program, dan pengelolaan anggaran berjalan sesuai ketentuan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia berharap seluruh daerah memperkuat mekanisme pengawasan internal agar program prioritas dapat berjalan efektif. “Saya mengimbau seluruh peserta Rakorda untuk memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), meningkatkan fungsi pencegahan, serta mengoptimalkan manajemen risiko dalam pelaksanaan program nasional dan daerah,” tambahnya.

Rakorda Binwas dihadiri oleh seluruh Bupati dan Wali Kota se-Sulawesi Tenggara, pejabat pemerintah daerah, serta anggota Asosiasi Aparatur Inspektorat Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi ruang koordinasi bagi seluruh pihak dalam menyamakan langkah pengawasan, pembinaan, dan peningkatan integritas birokrasi di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.

Penghargaan yang diterima Pemkab Bombana diharapkan semakin memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pelaksanaan program pembangunan melalui tindak lanjut pengawasan yang konsisten dan terukur.




Bimtek SIAK Dorong Percepatan Aktivasi IKD di Poleang

Bombana, sultranet.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi operator Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) UPTD Dukcapil Poleang di kantor UPTD setempat. Kegiatan yang diikuti Kepala UPTD dan para staf pelayanan ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis para operator dalam menghadapi perkembangan sistem administrasi kependudukan. Kegiatan tersebut berlangsung pada 20 November 2025.

Bimtek dibuka oleh Kepala Disdukcapil Bombana. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai langkah memperkuat pelayanan publik, terutama di bidang administrasi kependudukan yang terus berkembang secara digital. “Kami ingin seluruh operator memahami betul bagaimana sistem bekerja, termasuk pembaruan terbaru. Ini penting agar pelayanan kita semakin cepat dan akurat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih rendahnya angka aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di wilayah Poleang, meskipun sosialisasi telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Menurutnya, percepatan aktivasi IKD menjadi fokus pemerintah pusat sehingga daerah harus mampu menyesuaikan langkah. “Hasil aktivasi IKD belum menunjukkan lonjakan yang signifikan. Saya berharap bimtek ini bisa menjadi momentum bagi UPTD Poleang untuk memperbaiki strategi dan mempercepat capaian IKD,” kata Kepala Dinas.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) yang menjadi panitia pelaksana. Pimpinan Disdukcapil menilai kerja keras tim PIAK menjadi salah satu faktor penting sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan efektif. “Bidang PIAK telah bekerja luar biasa. Tanpa persiapan yang matang, kegiatan seperti ini tidak mungkin berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Tiga Administrator Database ditunjuk sebagai narasumber utama. Mereka memberikan pemaparan teknis mengenai pengelolaan SIAK, terutama terkait pembaruan pada SIAK Update 12.2.2. Para peserta mendapatkan penjelasan mendalam tentang alur kerja sistem, penyelesaian masalah teknis, serta cara memaksimalkan fitur-fitur terbaru yang mendukung peningkatan layanan harian.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan selama sesi diskusi. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali penjelasan langsung dari para ahli, terutama terkait permasalahan teknis yang kerap ditemui dalam pelayanan. Bagi peserta, berdialog dengan narasumber teknis merupakan pengalaman berharga yang jarang mereka dapatkan.

Melalui bimtek ini, Kepala Disdukcapil Bombana berharap kompetensi seluruh operator UPTD Dukcapil Poleang dapat meningkat, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan administrasi kependudukan di wilayah Poleang dan sekitarnya. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan yang lebih efektif, responsif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.




Bupati Cup 2025 Zona Rumbia Resmi Dibuka di Lombakasih

Bomban, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana kembali menggelar Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2 Tahun 2025. Kompetisi zona Rumbia ini resmi dibuka oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si di Lapangan Suryabakti, Desa Lombakasih, Kecamatan Lantari Jaya, Sabtu (16/11/2025).

Bupati hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bombana dan didampingi Pj. Sekda Bombana Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K. Acara turut dihadiri anggota DPRD, kepala OPD, Forkopimcam, serta ratusan pelajar dan masyarakat yang memadati area lapangan. Pembukaan turnamen diawali penampilan Tari Gamprek sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus penyambutan bagi para tamu dan peserta.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa turnamen ini merupakan komitmen pemerintah untuk terus menghadirkan ruang pembinaan olahraga bagi generasi muda. “Turnamen sepak bola ini diharapkan dapat meningkatkan minat olahraga di kalangan masyarakat serta menjadi bagian dari pembinaan atlet daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa gelaran ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi antartim, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. Menurutnya, aktivitas pertandingan memberi peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan melalui perdagangan makanan, minuman, dan produk lokal. “Ini bagian dari perputaran ekonomi rakyat. Event olahraga harus menjadi momentum meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati.

Turnamen ini juga menjadi bagian dari rangkaian jelang Hari Jadi Kabupaten Bombana ke-22 pada 18 Desember 2025. Untuk teknis pertandingan, empat tim terbaik dari zona Rumbia akan melaju ke babak berikutnya di Stadion Kasipute. Mekanisme ini memberi kesempatan bagi pemain untuk tampil pada level kompetisi lebih tinggi dan dipantau langsung oleh ASKAB PSSI Bombana.

Pemerintah daerah juga mendorong panitia untuk memberi perhatian pada pemain-pemain muda potensial yang akan diproyeksikan menghadapi Porprov 2026. Seleksi dan pembinaan atlet daerah menjadi bagian penting agar Bombana mampu bersaing dalam ajang olahraga tingkat provinsi.

Bupati Burhanuddin kemudian melakukan tendangan bola pertama sebagai tanda resmi dimulainya rangkaian pertandingan Bupati Cup 2 Tahun 2025 Zona Rumbia. Suasana lapangan langsung disambut riuh tepuk tangan penonton dan yel-yel dari para pendukung tim peserta. Antusiasme masyarakat dinilai menjadi bukti bahwa olahraga masih menjadi ruang pemersatu dan hiburan publik yang sehat.

Penonton dari berbagai desa tampak hadir bersama keluarga, siswa-siswi sekolah membawa atribut dukungan, sementara pelaku UMKM menyiapkan lapak-lapak dagangan di sekitar lapangan. Pemerintah menilai kondisi ini menjadi bukti bahwa event olahraga, ketika dikelola serius, mampu memberi manfaat sosial dan ekonomi secara langsung.

Turnamen Bupati Cup 2 Tahun 2025 Zona Rumbia diharapkan berjalan tertib, sportif, dan menjadi ajang munculnya bibit atlet sepak bola Bombana. Pemerintah menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kompetisi ini, baik dari sisi fasilitas, keamanan, maupun pembinaan.




Bupati Cup 2 Resmi Dibuka, Burhanuddin Tekankan Sportivitas Atlet

Bombana, sultranet.com – Turnamen Sepak Bola Bupati Cup 2 resmi dibuka oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, Sabtu (15/11/2025). Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi Kabupaten Bombana ke-22.

Pembukaan berlangsung meriah. Bupati Burhanuddin hadir bersama Ketua TP PKK Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos dan didampingi anggota DPRD Bombana, Pj. Sekda, Asisten dan Staf Ahli, sejumlah kepala OPD, Forkopimcam Poleang Timur, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memenuhi area lapangan. Suasana semakin semarak saat Bupati melakukan tendangan bola pertama sebagai tanda dimulainya pertandingan.

Turnamen Bupati Cup 2 tahun ini diikuti 14 tim yang akan bersaing memperebutkan tiket ke babak lanjutan di Kasipute. Panitia menyebut kompetisi ini dirancang menjadi ajang pembinaan olahraga sekaligus hiburan masyarakat. Pada laga pembuka, dukungan penonton tampak memenuhi tribun darurat dan sisi lapangan, menghadirkan atmosfer kompetisi yang hidup dan kompetitif.

Dalam arahannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa nilai sportivitas harus menjadi pegangan utama para pemain. Menurutnya, kemenangan tanpa kejujuran bukanlah prestasi. “Tujuan kita tentu ingin menang, tapi kemenangan tidak berarti apa-apa kalau tidak disertai kejujuran. Jagalah sportivitas sebagai atlet. Bermainlah dengan disiplin dan teknik yang baik agar menjadi tontonan yang menghibur,” ujarnya.

Bupati menyampaikan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan masyarakat Bombana. Ia berharap momentum ini dapat menumbuhkan karakter positif generasi muda dan melahirkan atlet berbakat.

“Turnamen ini bukan sekedar bermain bola. Kita berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang kuat, sehat, dan mampu mengharumkan nama Bombana pada Porprov 2026,” katanya.

Selain menjadi agenda olahraga, Bupati Cup 2 juga memiliki dampak ekonomi dan sosial. Pelaku UMKM tampak memanfaatkan momen ini dengan membuka lapak makanan dan minuman di sekitar arena. Pemerintah menilai kegiatan semacam ini menjadi bagian dari perputaran ekonomi lokal yang memberi ruang keterlibatan masyarakat secara langsung.

Panitia menyampaikan bahwa pertandingan akan digelar selama beberapa pekan ke depan, sebelum empat tim terbaik wilayah ini dipertemukan di level final regional. ASKAB PSSI Bombana juga menurunkan tim pemantau untuk melihat potensi pemain muda yang dapat dibina lebih lanjut sebagai persiapan menuju kejuaraan tingkat provinsi.

Masyarakat terlihat antusias mengikuti jalannya pertandingan, baik sebagai penonton maupun pendukung klub kebanggaan daerah. Sorak yel-yel, bendera tim, hingga teriakan motivasi menjadi warna dalam pertandingan pembuka. Pemerintah berharap antusiasme ini dapat terus terjaga hingga babak final.

Penyelenggaraan Bupati Cup setiap tahun telah menjadi tradisi dalam perayaan hari jadi Kabupaten Bombana. Selain menjadi ruang kompetisi, turnamen ini diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sebagai wilayah yang peduli pengembangan potensi atlet muda.




Bombana Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Usai Dugaan Keracunan Makanan

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar rapat koordinasi percepatan evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca dugaan keracunan makanan yang terjadi di Kecamatan Poleang Utara pada 11 November 2025. Rapat dipimpin Pj. Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, di Ruang Rapat Measa Laro, Kantor Bupati Bombana, Jumat (14/11/2025).

Rapat tersebut melibatkan Koordinator Wilayah BGN Bombana, Kepala SPPG Poleang Utara, Kepala Dinas Kesehatan Bombana, OPD teknis, pihak sekolah, penyedia makanan MBG, serta unsur kecamatan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat dan evaluasi menyeluruh untuk memastikan program MBG berjalan aman, higienis, dan sesuai standar keamanan pangan.

Investigasi Dinas Kesehatan Bombana telah dilakukan sehari setelah kejadian, yaitu pada 12 November 2025. Pemeriksaan lapangan dilakukan untuk menelusuri sumber awal dugaan kontaminasi makanan yang menyebabkan sejumlah peserta didik mengalami gejala keracunan. Hasil sementara menjadi rujukan utama dalam rapat evaluasi.

Kepala SPPG Poleang Utara, Rahmat Romadon, menjelaskan langkah teknis yang telah dilakukan pihaknya dalam memperbaiki sistem pengolahan dan distribusi makanan. Ia menegaskan bahwa pola memasak kini diubah agar sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan.

“Untuk pengetahuan cara packing-nya dan cara masaknya, kami sudah melakukan perubahan. Sistem memasaknya kami ubah. Yang sebelumnya dimasak bersamaan semuanya, kini sudah kami pisahkan. Sehingga makanan yang terakhir kami hantarkan MBG itu disesuaikan dengan jadwal masaknya. Dengan begitu, arahan Dinas Kesehatan terkait batas waktu 4 jam konsumsi makanan dapat terpenuhi dan tidak lagi terlewati,” ujarnya.

Rahmat juga memaparkan kendala geografis sebagai faktor lambatnya distribusi makanan ke beberapa sekolah. Menurutnya, kondisi wilayah membuat pendistribusian tidak dapat dilakukan sekali antar.

“Kondisi di Poleang Utara itu jalurnya bercabang menjadi empat. Ini menyulitkan kami karena idealnya distribusi dilakukan sekali antar. Namun itu tidak bisa dilakukan karena struktur jalannya. Wilayah yang kemarin mengalami KLB juga menjadi titik terakhir yang kami antarkan karena aksesnya sulit. Jadi percepatan distribusi tidak dapat maksimal seperti di wilayah lain yang lebih mudah dijangkau,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bombana menilai evaluasi ini penting sebagai upaya perbaikan sistemik. Selain faktor pengolahan makanan, aspek distribusi, pelatihan penyedia, hingga ketepatan waktu konsumsi menjadi fokus pembahasan. Rapat tersebut juga menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah. Karena itu, pemerintah menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi syarat mutlak, termasuk ketentuan suhu, sanitasi, dan batas durasi konsumsi sejak makanan selesai dimasak.

Pj. Sekda Bombana menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin kejadian ini mengurangi kepercayaan masyarakat. Ia meminta seluruh pelaksana program memperbaiki prosedur dan memastikan seluruh standar keamanan diterapkan secara konsisten.

“Saya ingin setiap tahapan MBG diperhatikan dengan serius. Jangan sampai lalai. Kita ingin memastikan anak-anak kita mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga aman dikonsumsi,” tegasnya dalam rapat.

Pemerintah juga mendorong peningkatan koordinasi antara penyedia makanan dan pihak sekolah agar pengawasan distribusi berjalan lebih efektif. Badan terkait diminta melakukan monitoring rutin dan evaluasi berkala untuk menjaga kualitas program.

Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap adanya langkah konkret memperkuat pelaksanaan MBG, termasuk peningkatan kapasitas penyedia, pemetaan ulang wilayah distribusi, serta penyusunan SOP tambahan yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis.