Bupati Burhanuddin Buka PORSENI PGRI Bombana 2025

B0mbana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bombana dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025, di Lapangan Merdeka Rumbia, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju – Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas” ini diikuti ratusan guru dan tenaga pendidik dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bombana. Acara turut dihadiri Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos serta jajaran pengurus PGRI Kabupaten Bombana.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar PGRI Bombana yang dinilai berhasil menghadirkan ruang silaturahmi dan pengembangan potensi pendidik melalui kegiatan olahraga dan seni.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bombana, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PGRI Bombana yang telah melaksanakan kegiatan mulia ini. Semoga PORSENI berjalan lancar, membawa hasil maksimal, dan memberi manfaat besar bagi solidaritas para pendidik,” ujar Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa guru merupakan pilar penting dalam membangun karakter dan masa depan bangsa. Menurutnya, pendidikan berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui guru yang profesional dan berdaya saing.

“Guru harus mampu memberi inspirasi tentang pentingnya pendidikan. Untuk memajukan bangsa, kita membutuhkan pendidikan bermutu, dan pendidikan bermutu hanya lahir dari guru yang profesional,” tegasnya.

Bupati Burhanuddin juga mengingatkan dua isu strategis di sektor pendidikan, yaitu penyelesaian pendidikan dasar 12 tahun serta pencegahan pernikahan usia dini. Ia meminta seluruh tenaga pendidik turut menjadi garda terdepan dalam memberi edukasi kepada masyarakat.

“Tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah. Dan generasi muda hendaknya menikah ketika cukup dewasa dan siap secara mental agar mampu membangun keluarga yang berkualitas,” tambahnya.

PORSENI PGRI Bombana 2025 menampilkan berbagai cabang olahraga dan seni, antara lain bola voli, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, senam PGRI, catur, lomba lagu solo, melukis, tari kreasi, baca puisi, salawat badar, paduan suara, hingga lomba inovasi pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang ekspresi, kreativitas, dan penguatan karakter bagi para pendidik.

Bupati Burhanuddin menutup sambutannya dengan harapan agar PORSENI menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kontribusi guru dalam memajukan pendidikan di Bombana.




Kesbangpol Bombana Gelar Apel Penghormatan Merah Putih, Sunandar Tekankan Disiplin dan Nasionalisme

Bombana, sultranet.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana melaksanakan apel penghormatan Bendera Merah Putih di halaman kantor setempat, Senin (27/10/2025). Kegiatan rutin yang digelar setiap hari Senin ini berlangsung khidmat dan diikuti seluruh pegawai Kesbangpol.

Apel dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, yang bertindak sebagai pembina apel. Sementara itu, Budu dipercayakan sebagai pemimpin upacara. Sejumlah pejabat dan staf turut bertugas dalam pelaksanaan apel, di antaranya Azlina Febriani sebagai pembawa acara, Nursia Sinaga sebagai pembaca Pembukaan UUD 1945, St. Amarwangi sebagai pembaca Korps Pegawai Republik Indonesia, serta Sudirman sebagai pembaca doa.

Dalam amanatnya, Sunandar menekankan bahwa apel penghormatan Bendera Merah Putih bukan hanya seremonial, melainkan wujud nyata disiplin dan nasionalisme aparatur sipil negara, terlebih bagi Kesbangpol yang menjadi garda depan menjaga ketertiban umum dan kehidupan berbangsa.
“Dengan sikap disiplin melaksanakan apel penghormatan Merah Putih, maka kita dapat merawat nasionalisme tetap terpatri dalam diri setiap ASN,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kecerdasan dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, ASN harus hadir sebagai teladan dalam menyebarkan konten positif.
“Media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk merawat demokrasi dan menebarkan nilai-nilai positif. Mari kita isi media sosial dengan konten yang membangun, mencerdaskan, serta memperkuat persatuan bangsa,” kata Sunandar.

Kegiatan apel ini menjadi pengingat bahwa semangat nasionalisme harus hadir dalam tindakan sederhana dan konsisten, termasuk menghormati bendera negara setiap pekan. Selain memperkuat kedisiplinan, apel juga menjadi refleksi bagi pegawai Kesbangpol dalam meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan publik.

Sebagai OPD yang memiliki tugas strategis menjaga kehidupan berbangsa, Kesbangpol Bombana menempatkan edukasi kebangsaan dan pembinaan karakter ASN sebagai bagian dari kerja kelembagaan. Melalui apel rutin, nilai loyalitas, integritas, dan tanggung jawab terus ditegaskan agar selaras dengan semangat pelayanan kepada masyarakat.

Apel yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan ini diakhiri dengan pembacaan doa dan penyampaian arahan internal kepada seluruh pegawai untuk memperkuat koordinasi tugas.




Mentan Amran Beri Sepeda Motor untuk Penyuluh Berprestasi di Bombana

Bombana, sultranet.com – Kementerian Pertanian memberikan apresiasi berupa sepeda motor kepada tiga penyuluh pertanian berprestasi di Kabupaten Bombana sebagai bentuk penghargaan atas kinerja mereka dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan perluasan tanam. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada penerima di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Senin (27/10/2025).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menyebut mereka sebagai ujung tombak transformasi pertanian Indonesia dan memastikan pemerintah memberikan perhatian khusus bagi penyuluh berkinerja tinggi.

“Penyuluh adalah pahlawan bangsa. Mereka bekerja langsung mendampingi petani di lapangan. Penghargaan ini bukan hadiah, tapi apresiasi atas kerja nyata yang membawa hasil,” ujar Menteri Pertanian dalam pernyataan tertulisnya.

Di Bombana, penerima penghargaan masing-masing adalah Ari Sadayanto, SP dan Salmon, S.Pt dari Kecamatan Lantari Jaya, serta Yuliana, SP dari Kecamatan Rumbia. Ketiganya dinilai berhasil meningkatkan luas tambah tanam, produktivitas, dan indeks pertanaman di wilayah binaan masing-masing.

Program apresiasi ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk memperkuat pendampingan petani berbasis meritokrasi. Selain 10 penyuluh terbaik di tingkat nasional, Kementerian Pertanian juga menyiapkan sebanyak 10.000 unit sepeda motor tambahan untuk penyuluh berprestasi di seluruh Indonesia.

Menurut Kementerian Pertanian, penilaian dilakukan berdasarkan capaian kinerja terukur, termasuk kemampuan menggerakkan kelompok tani, penguatan data lapangan, serta keberhasilan meningkatkan produksi komoditas strategis.

“Sepeda motor ini bukan hanya alat transportasi, tapi simbol percepatan layanan dan mobilitas penyuluh agar lebih dekat dengan petani,” lanjut Amran.

Selain penghargaan individu, program ini juga menjadi strategi pemerintah mempercepat pencapaian target peningkatan produksi pangan nasional. Penyuluh didorong tidak hanya menjadi pendamping teknis, tetapi juga fasilitator kemitraan dan inovasi teknologi pertanian modern.

Di Bombana sendiri, peningkatan produktivitas pertanian terus digenjot melalui perluasan tanam, penggunaan varietas unggul, hingga pemanfaatan alsintan berbasis mekanisasi. Pemerintah daerah menyambut baik program ini sebagai penguatan sumber daya manusia pertanian yang berkelanjutan.

“Ini sangat memotivasi penyuluh untuk terus bekerja maksimal di lapangan,” ujar salah satu penerima usai penyerahan bantuan.

Pemerintah berharap apresiasi ini dapat memperkuat komitmen penyuluh dalam mendampingi petani, meningkatkan kesejahteraan, serta mempercepat capaian kedaulatan pangan nasional.

Kementerian Pertanian memastikan program penghargaan bagi penyuluh akan berlanjut setiap tahun sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam mendukung pembangunan pertanian Indonesia di tingkat paling dasar. Senin, 27 Oktober 2025.




Ketua PBVSI, Iskandar, Saksikan Langsung Tim Voli Bombana Taklukkan Muna 3-0 di Final POPDA Sultra

Kendari, sultranet.com – Tim voli putra Kabupaten Bombana berhasil menorehkan prestasi gemilang di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Sulawesi Tenggara 2025. Bertanding di Lapangan TVRI Kendari, Minggu malam (26/10/2025), Bombana tampil perkasa dan menundukkan tim kuat Kabupaten Muna dengan skor telak 3–0 tanpa balas.

Sejak awal pertandingan, tim Bombana langsung menunjukkan dominasi di lapangan. Serangan cepat, servis tajam, dan pertahanan kokoh membuat Muna kesulitan mengembangkan permainan. Set demi set, Bombana terus unggul hingga menutup laga dengan kemenangan sempurna.

Pertandingan final tersebut turut disaksikan langsung oleh Ketua PBVSI Kabupaten Bombana yang juga Ketua DPRD Bombana, Iskandar, S.P. Ia tampak berdiri dan mengepalkan tangan tinggi saat tim Bombana meraih poin terakhir yang memastikan kemenangan.

Usai pertandingan, Iskandar menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan para pemain muda Bombana. “Mereka bukan hanya bermain voli, tapi bertarung membawa nama baik Bombana,” ujarnya dengan nada tegas. Ia menyebut kemenangan ini sebagai bukti bahwa Bombana memiliki potensi besar di bidang olahraga. “Anak-anak ini menunjukkan semangat luar biasa. Bombana bisa sejajar bahkan lebih unggul dari daerah lain,” tambahnya.

Kemenangan ini menjadi sejarah tersendiri bagi Bombana. Tim voli putra menjadi satu-satunya cabang olahraga yang berhasil mempersembahkan medali emas untuk daerah tersebut di ajang POPDA Sultra 2025.

Pelatih tim voli Bombana, Saidin, mengaku terharu atas hasil yang diraih anak asuhnya. Ia menjelaskan bahwa kemenangan ini merupakan buah dari latihan keras dan kerja sama tim yang solid. “Anak-anak bermain penuh semangat. Setiap bola mereka persembahkan untuk Bombana,” kata Saidin.

Ia menambahkan, sejak awal pihaknya datang ke Kendari dengan tekad kuat untuk menang. “Kami tidak ingin hanya menjadi peserta. Kami datang untuk juara, dan hari ini mereka membuktikan itu,” ujarnya.

Ratusan warga Bombana yang hadir langsung di Kendari turut merayakan kemenangan tersebut. Mereka bersorak gembira, mengibarkan bendera, dan meneriakkan “Bombana Juara!” berulang kali sebagai ungkapan bangga atas prestasi anak-anak daerah mereka.

Iskandar menegaskan, kemenangan ini akan menjadi motivasi bagi pembinaan olahraga di Bombana ke depan. “Kita akan terus mendukung dan memperkuat pembinaan atlet muda agar olahraga Bombana semakin maju,” tutupnya.

Kemenangan telak 3–0 atas Muna menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah mampu mengantar Bombana berdiri di podium tertinggi POPDA Sultra 2025.

Pewarta: Makrum




Bupati Bombana Terima Penghargaan OJK, Bukti Nyata Gerakan Literasi Keuangan yang Masif di Daerah

Bombana, sultranet.com – Semangat membangun kesadaran keuangan masyarakat kembali membuahkan hasil manis bagi Kabupaten Bombana. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, menerima Penghargaan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Award 2025 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai “Pemerintah Daerah Penggerak Literasi Keuangan Termasif” di Sulawesi Tenggara. Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, pada Opening Ceremony Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Pelataran ex MTQ Kendari, Sabtu (25/10/2025).

Penghargaan ini menempatkan Bombana sejajar dengan Kabupaten Wakatobi dan Konawe Selatan yang juga menerima apresiasi dari OJK atas kategori berbeda. Ketiganya dinilai sebagai daerah yang konsisten mendorong literasi keuangan, menjadi contoh bagi kabupaten lain di Sulawesi Tenggara dalam memperkuat kesadaran dan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya literasi keuangan dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terjebak pada pola konsumsi, tetapi juga mengarahkan keuangan untuk hal yang produktif.
“Ekonomi mikro harus bergerak serentak, tapi butuh pendampingan agar manfaatnya dirasakan luas,” ujarnya.

Pernyataan itu sejalan dengan visi OJK Sultra yang terus memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan hingga ke desa-desa. Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, mengatakan bahwa lembaganya berkomitmen menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai daerah dengan masyarakat yang cerdas finansial.
“Dengan semangat gerakan nasional cerdas keuangan, kami menargetkan Sultra cerdas finansial, Sultra sejahtera,” tegas Bismi.

Bulan Inklusi Keuangan 2025 mengusung tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju.” Kegiatan ini menjadi momentum nasional untuk mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya akses keuangan yang merata. Tak hanya seremonial, kegiatan ini juga menghadirkan pameran layanan keuangan, gerakan pangan murah, edukasi UMKM, BIK Night Run, senam zumba, serta berbagai layanan finansial bagi masyarakat dari berbagai lapisan.

OJK menggandeng sejumlah lembaga keuangan, perbankan, dan pemerintah daerah agar kegiatan literasi keuangan tidak berhenti di kota besar. Kabupaten Bombana, misalnya, menjadi salah satu contoh sukses karena aktif melibatkan masyarakat desa, pelajar, pelaku UMKM, hingga komunitas perempuan dalam program inklusi keuangan.

Upaya tersebut sejalan dengan visi Bupati Burhanuddin yang menempatkan literasi keuangan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Bombana melalui berbagai dinas teknis terus menggencarkan edukasi keuangan berbasis masyarakat agar warga semakin melek finansial, mampu menabung, berinvestasi, dan mengelola usaha dengan bijak.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tapi bukti nyata bahwa gerakan literasi keuangan di Bombana berjalan dan dirasakan masyarakat,” ujar Burhanuddin usai menerima penghargaan. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan OJK dan lembaga perbankan dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan.

Acara pembukaan BIK 2025 berlangsung meriah dan penuh semangat. Hadir pula Anggota DPD RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ketua FKIJK Sultra, unsur Forkopimda, serta para kepala daerah dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tenggara.

Momentum BIK 2025 diharapkan menjadi titik tolak untuk memperkuat budaya melek finansial di masyarakat. Dari desa hingga kota, semangat literasi keuangan kini tumbuh menjadi gerakan bersama demi mewujudkan masyarakat Sultra yang mandiri dan sejahtera.

 

Pewarta: Makrum




Bombana Raih Penghargaan Literasi Keuangan Termasif di BIK 2025

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana kembali mencatat prestasi pada ajang Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 setelah Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si menerima BIK Award 2025 kategori “Pemerintah Daerah Penggerak Literasi Keuangan Termasif” dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, pada Opening Ceremony BIK di Pelataran eks MTQ Kota Kendari, Sabtu (25/10/2025).

Penghargaan serupa juga diberikan kepada Kabupaten Wakatobi dan Kabupaten Konawe Selatan dengan kategori berbeda. Ketiganya dinilai berhasil mendorong inklusi keuangan di daerah masing-masing melalui program edukasi dan peningkatan akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan fondasi penguatan ekonomi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa masyarakat perlu diarahkan untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan.

“Jangan hanya konsumtif. Arahkan keuangan pada hal yang produktif seperti investasi dan pengembangan usaha,” ujarnya.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai daerah dengan masyarakat yang cerdas mengelola keuangan.

“Dengan semangat gerakan nasional cerdas keuangan, kami menargetkan Sultra cerdas finansial, Sultra sejahtera. Tidak ada satu pun keluarga yang tertinggal. Semangat kami adalah dari rakyat, untuk rakyat, dan bersama rakyat,” tegas Bismi.

BIK 2025 mengusung tema “Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera Indonesia Maju.” Agenda tahunan OJK ini digelar selama dua hari dengan rangkaian kegiatan seperti pameran layanan keuangan, gerakan pangan murah, edukasi UMKM, BIK Night Run, Zumba, hingga layanan pembukaan rekening dan akses pembiayaan.

Acara pembukaan dihadiri oleh Anggota DPD RI, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Ketua FKIJK Sultra, unsur Forkopimda, para bupati dan perwakilan pemerintah daerah se-Sulawesi Tenggara.

Penghargaan yang diterima Bombana dinilai sebagai capaian penting dalam upaya pemerintah daerah memperkuat budaya melek keuangan. Selama dua tahun terakhir, Bombana aktif menggandeng lembaga jasa keuangan, perguruan tinggi, hingga kelompok UMKM untuk memperluas akses layanan keuangan digital, mendorong pembentukan rekening pelajar, dan memperkuat literasi investasi masyarakat.

Sebagai daerah dengan potensi sektor pertanian dan UMKM yang berkembang, penguatan edukasi keuangan dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Bombana.




BRMP Sultra Bentuk Brigade Pangan di Bombana Dorong Kedaulatan Pangan Daerah

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan bersama Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sultra mulai membentuk Brigade Pangan (BP) di Kabupaten Bombana sebagai langkah percepatan kedaulatan pangan daerah. Pendampingan dilakukan sejak 21–24 Oktober 2025.

Program ini merupakan bagian dari agenda nasional penumbuhkembangan Brigade Pangan Lahan Rawa dan CSR sesuai Petunjuk Teknis Kementerian Pertanian. Di Bombana, BRMP Sultra berkolaborasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra serta KJF Dinas Pertanian Bombana sebagai pelaksana lapangan.

Secara keseluruhan, Sulawesi Tenggara menargetkan pembentukan 35 Brigade Pangan di enam kabupaten. Bombana mendapat alokasi empat BP dengan total lahan CSR seluas 755 hektare. Hasil pendampingan tahap awal telah membentuk dua BP, yaitu Brigade Pangan Mataoleo dengan wilayah kelola 192 hektare dan Brigade Pangan Wumbubangka seluas 168 hektare. Tahapan pendampingan dimulai dari Kecamatan Mataoleo dan dilanjutkan ke Kecamatan Rarowatu Utara.

Brigade Pangan didefinisikan sebagai kelompok petani muda milenial beranggotakan 15 orang yang memiliki semangat kewirausahaan, berbasis keterampilan teknis, dan berorientasi pada bisnis pertanian modern. Anggota direkrut dari petani lokal berusia 17–39 tahun, berpendidikan minimal SD, dan terbuka bagi lulusan pertanian dari luar daerah bila kuota belum terpenuhi.

“Brigade Pangan hadir untuk memperkuat regenerasi petani dan menjadikan pertanian sektor yang menarik dan menguntungkan bagi anak muda,” ujar salah satu pendamping teknis BRMP Sultra di Bombana.

Program ini menekankan sistem pertanian maju, mandiri, dan modern melalui kemitraan antara Brigade Pangan dan kelembagaan ekonomi petani. BP berperan sebagai integrator dalam manajemen usaha tani mulai dari perencanaan, produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Di Bombana, BP akan mengelola kawasan Oplah dan CSR dengan sistem Indeks Pertanaman (IP) 300.

“Dengan IP 300, tanah diolah tiga kali dalam setahun. Ini akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani,” kata perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra.

Untuk menjamin keberlanjutan usaha, Kementerian Pertanian memberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, benih unggul, dolomit, pupuk NPK, pestisida, dan sarana produksi lainnya. Brigade Pangan juga diarahkan untuk membangun jejaring kemitraan dengan off-taker dan lembaga keuangan.

Pemerintah berharap program ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga melahirkan petani-pengusaha muda yang mampu menggerakkan rantai pasok pangan daerah.Jika seluruh target terpenuhi, Bombana diharapkan menjadi salah satu daerah lumbung pangan berbasis anak muda di Sulawesi Tenggara.




Bupati Burhanuddin Buka Jalan Santai Expo UMKM Poleang: Dorong Kreativitas Anak Muda dan Kebangkitan Ekonomi Lokal

Bombana, sultranet.com – Suasana penuh semangat menyelimuti Kecamatan Poleang pada Minggu (19/10/2025). Ratusan warga, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta anak-anak muda kreatif tumpah ruah di jalanan mengikuti kegiatan Jalan Santai Expo UMKM yang dibuka langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Didampingi Ibu Bupati, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, Burhanuddin secara resmi melepas peserta dengan pengibaran bendera start, menandai dimulainya kegiatan yang sarat makna tersebut.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang olahraga bersama, melainkan bentuk nyata dukungan Pemerintah Kabupaten Bombana terhadap kemajuan UMKM. Beragam produk lokal turut ditampilkan—mulai dari makanan khas daerah, hasil kerajinan tangan, hingga karya-karya kreatif anak muda Poleang yang memamerkan inovasi mereka di hadapan masyarakat.

Expo UMKM ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka sekaligus menjalin interaksi langsung dengan konsumen. Tidak hanya menumbuhkan semangat berwirausaha, kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga serta mendorong kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada para pemuda yang telah berinisiatif menggagas kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara generasi muda dan pelaku UMKM merupakan kunci keberhasilan dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Ini ide yang brilian dan patut kita hargai bersama,” ujar Burhanuddin. “Anak-anak muda kita sudah menunjukkan keseriusannya dalam membantu pemerintah mengangkat UMKM di Bombana,” tambahnya dengan penuh semangat.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi para pelaku usaha kecil untuk berkembang. Melalui kegiatan seperti ini, Bupati berharap semangat kebersamaan dan gotong royong dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat.

“Membangun Bombana bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegasnya. “Saya berkomitmen untuk selalu hadir bersama masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, dan memberikan solusi atas setiap persoalan yang ada,” pungkasnya.

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti Jalan Santai Expo UMKM menjadi bukti nyata bahwa semangat membangun daerah tidak hanya datang dari kebijakan, tetapi juga dari partisipasi dan kreativitas warga. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Bombana perlahan meneguhkan langkah menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Kegiatan yang berlangsung meriah itu ditutup dengan pembagian doorprize dan sesi foto bersama Bupati Bombana bersama para pelaku UMKM serta peserta jalan santai. Senyum dan tawa lepas warga menandai keberhasilan acara yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi.




Bupati Burhanuddin Tuntaskan Kunker di Kabaena: Tegaskan Komitmen Layani Warga Pulau dan Perkuat Peran Posyandu

Bombana, sultranet.com – Kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana di Pulau Kabaena resmi berakhir pada Sabtu (18/10/2025). Rangkaian kunjungan selama empat hari itu ditutup di Desa Tedubara, Kecamatan Kabaena Utara, dengan agenda peninjauan pemeriksaan kesehatan gratis serta pembukaan kegiatan Sosialisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat Kabupaten Bombana Tahun 2025.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, didampingi Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, serta rombongan pemerintah daerah, tampak menyapa warga dengan penuh kehangatan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan di Puskesmas Desa Tedubara menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya yang berada di wilayah kepulauan.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menjelaskan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendeteksi dini potensi penyakit. Ia menilai, kesehatan menjadi modal utama dalam mewujudkan kesejahteraan.

“Kegiatan ini penting agar kita dapat mengetahui sedini mungkin apa yang terjadi dalam tubuh kita,” ujar Burhanuddin. “Dengan begitu, kita bisa segera mengantisipasi dan mengobatinya sebelum mengganggu kenyamanan,” tambahnya.

Lebih jauh, Burhanuddin menegaskan komitmennya untuk terus memperhatikan pembangunan Pulau Kabaena, termasuk sektor infrastruktur jalan, meski pemerintah daerah menghadapi keterbatasan anggaran. Menurutnya, kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat menjadi bukti keseriusan untuk memastikan setiap kebijakan menyentuh kebutuhan warga.

“Walau dengan keterbatasan, kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabaena,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran vital sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Ia menekankan bahwa kegiatan sosialisasi Posyandu dengan enam bidang SPM menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan dasar dapat diterima secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Enam bidang SPM ini menjadi tolok ukur pemerintah dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan dasar yang layak dan merata,” jelas Fatmawati. Ia menyebutkan enam bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.

Menurutnya, keberhasilan program Posyandu tak lepas dari sinergitas antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, dan masyarakat. Kolaborasi semua pihak diyakini menjadi kunci terwujudnya masyarakat Bombana yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

“Para kader adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” ungkap Fatmawati. “Peran mereka sangat vital bagi keberhasilan program Posyandu di tingkat desa,” tambahnya dengan penuh apresiasi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu, karena keterlibatan masyarakat menjadi kunci menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan sekitar.

Kegiatan di Desa Tedubara juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari Pemerintah Kabupaten Bombana kepada masyarakat kurang mampu, kelompok tani, dan kelompok nelayan. Suasana haru dan bahagia mewarnai penutupan kunjungan kerja tersebut, menandai sinergi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Bombana.




Bupati Burhanuddin Buka Pasar Murah dan Sosialisasi Posyandu di Kabaena Barat: Wujud Kepedulian Pemerintah untuk Masyarakat Pulau

Bombana, sultranet.com – Rangkaian kunjungan kerja hari ketiga Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si di Pulau Kabaena berlangsung hangat dan penuh makna. Pada Jumat (17/10/2025), rombongan Pemerintah Kabupaten Bombana melanjutkan agenda di Kecamatan Kabaena Barat dengan membuka secara resmi pelaksanaan Operasi Pasar Murah yang dipusatkan di halaman Terminal Pelabuhan Sikeli.

Masyarakat tampak antusias menyambut kegiatan tersebut. Bupati Burhanuddin hadir langsung dan menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah merupakan langkah nyata pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Kita semua tahu, harga bahan pokok, terutama beras, sempat naik cukup tinggi. Karena itu pemerintah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah menghadirkan pasar murah ini agar masyarakat bisa membeli kebutuhan dengan harga terjangkau,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, kegiatan pasar murah bukan hanya bertujuan menekan inflasi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh produk yang dijual tetap memiliki kualitas baik, karena mendapat subsidi langsung dari pemerintah daerah.

“Pasar murah ini tidak sekadar tentang harga, tapi tentang empati dan kepedulian. Produk yang dijual sudah disubsidi agar tetap berkualitas. Jadi manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,” tutur Burhanuddin di hadapan warga.

Lebih lanjut, Bupati berharap kegiatan semacam ini bisa mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga kestabilan ekonomi daerah, terutama di wilayah kepulauan seperti Kabaena.

Usai meresmikan pasar murah, Bupati Burhanuddin dan rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta membuka Sosialisasi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) berbasis enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) tingkat Kabupaten Bombana.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Posyandu kini bertransformasi menjadi pusat layanan masyarakat yang terintegrasi. Program ini tidak hanya fokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga memperluas cakupan pelayanan pada berbagai bidang yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Posyandu saat ini tidak lagi hanya tentang timbang bayi atau imunisasi. Kita integrasikan dengan enam bidang SPM agar pelayanan masyarakat bisa lebih luas dan menyeluruh,” jelas Fatmawati.

Ia merinci keenam bidang tersebut mencakup kesehatan, pendidikan, sosial, perumahan rakyat, pekerjaan umum, serta ketenteraman dan perlindungan masyarakat. Posyandu diharapkan mampu menjadi simpul pelayanan dasar yang menjangkau hingga pelosok desa.

Sebagai bentuk dukungan, Hj. Fatmawati juga melakukan pemasangan pin secara simbolis kepada Ibu Camat Kabaena Barat sebagai Tim Pembina Posyandu Kecamatan. Ia berharap pembentukan tim tersebut mampu menjadi motor penggerak dalam mendukung program-program kesehatan masyarakat.

“Peran kader Posyandu dan Tim Pembina sangat penting karena mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dari merekalah pelayanan dasar bisa benar-benar dirasakan manfaatnya,” ucapnya penuh apresiasi.

Rangkaian kegiatan di Kabaena Barat juga diramaikan dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis dari berbagai perangkat daerah. Mulai dari kartu BPJS ketenagakerjaan dari Dinas Nakertrans, bantuan sosial dari Dinas Sosial, bantuan sarana pendidikan, hingga bantuan alat pertanian dan perikanan kepada kelompok tani dan nelayan setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Setda Bombana, para kepala OPD, camat dan jajaran pemerintahan kecamatan, kader Posyandu, serta masyarakat yang menyambut dengan penuh antusias.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat kepulauan. Kabaena bukan sekadar pulau, tetapi bagian penting dari wajah pembangunan Bombana yang terus digerakkan dengan semangat gotong royong dan pelayanan tulus.