Malam Ulang Janji Warnai Peringatan HUT Pramuka ke-64 di Bombana

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bombana menggelar Malam Ulang Janji dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64. Kegiatan berlangsung khidmat di halaman Rumah Jabatan Bupati Bombana dan dipimpin langsung oleh Bupati Bombana selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Kegiatan ini diikuti pengurus Kwarcab, kwartir ranting, pembina, serta anggota pramuka penegak dan pandega dari berbagai gugus depan. Rabu (13/8/2025).

Pada prosesi awal, seluruh peserta mengucapkan ulang Janji Tri Satya dan Dasa Dharma sebagai bentuk peneguhan komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai luhur gerakan pramuka. Momen tersebut menjadi pengingat bersama bahwa gerakan pramuka bukan hanya organisasi kepanduan, tetapi wadah pembinaan karakter yang menanamkan kedisiplinan, kepedulian sosial, dan sikap tangguh dalam menghadapi perubahan zaman.

Upacara dilanjutkan dengan penyalaan obor yang dipimpin Bupati Bombana. Cahaya obor yang menyala serentak di tangan para peserta menciptakan suasana khusyuk dan simbolis, menandai tekad generasi muda Bombana dalam menjaga semangat persatuan. Usai prosesi penyalaan obor, seluruh anggota pramuka melaksanakan pawai mengelilingi wilayah Ibu Kota Rumbia sebelum kembali ke halaman Rumah Jabatan Bupati Bombana.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana menegaskan pentingnya pramuka sebagai ruang pembentukan karakter. “Pramuka bukan hanya belajar tali-temali atau baris-berbaris, tetapi membentuk insan yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh keikhlasan,” ujarnya. Ia juga mengajak para anggota pramuka untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Bupati menambahkan bahwa generasi muda pramuka memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui kegiatan kepramukaan, para pemuda diharapkan mampu mengasah kepemimpinan, memperkuat solidaritas sosial, dan menanamkan nilai tanggung jawab sejak dini.

Kegiatan Malam Ulang Janji ditutup dengan doa bersama, menegaskan harapan agar gerakan pramuka di Bombana terus berkembang dan melahirkan generasi muda yang kuat, peduli, dan berkarakter. Peringatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian HUT Pramuka ke-64 yang digelar di Kabupaten Bombana.




RSUD Bombana Tampilkan Aksi Yel-Yel Edukasi Kesehatan pada Defile HUT ke-80 RI

Bombana, sultranet.com – BLU RSUD Kabupaten Bombana turut ambil bagian dalam defile dan upacara pembukaan pertandingan olahraga, kesenian, dan kebersihan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia lingkup Kabupaten Bombana. Kegiatan berlangsung meriah di Alun-Alun Kasipute dan dipimpin langsung Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, Selasa (12/8/2025).

Rumah sakit daerah tersebut tampil penuh semangat dengan barisan peserta yang dipimpin Direktur RSUD Bombana, drg. Riswanto, M.KM. Seluruh jajaran civitas rumah sakit ikut berbaris kompak, menghadirkan energi positif di tengah ribuan peserta dari organisasi perangkat daerah lainnya.

Partisipasi RSUD tidak hanya sebatas kehadiran. Pada kesempatan itu, rumah sakit juga menampilkan atraksi yel-yel bertema Bantuan Hidup Dasar atau Basic Life Support (BLS) serta edukasi momen cuci tangan. Aksi tersebut menggambarkan upaya pelayanan kesehatan yang profesional sekaligus menjadi bentuk kampanye kesehatan publik kepada masyarakat.

Direktur RSUD Bombana menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen rumah sakit dalam memperkuat nilai kebersamaan dan semangat nasionalisme. “Kami hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga ingin memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui cara yang menarik dan mudah dipahami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa momen peringatan kemerdekaan menjadi ruang penting bagi seluruh unsur pemerintahan untuk mempererat sinergi. “Semangat HUT RI mengingatkan kita bahwa pelayanan publik, termasuk kesehatan, harus terus berkembang. Solidaritas dan profesionalisme adalah nilai yang kami bawa dalam setiap aktivitas,” kata drg. Riswanto.

Atraksi tim RSUD Bombana mendapat apresiasi dari peserta dan penonton karena memadukan kreativitas dengan pesan kesehatan yang relevan. Penampilan tersebut juga menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam layanan kesehatan masyarakat Bombana.

Melalui momentum ini, RSUD Bombana mengajak seluruh masyarakat merayakan kemerdekaan dengan semangat persatuan dan kepedulian terhadap kesehatan bersama. Dengan motto “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, rumah sakit berharap nilai-nilai tersebut semakin mengakar di lingkungan pelayanan publik.




Porseni Bombana 2025 Resmi Dibuka, Pawai Defile Warnai Semarak HUT ke-80 RI

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana membuka Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui pelaksanaan Defile dan Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) antar perangkat daerah di Alun-Alun Kasipute, Kecamatan Rumbia. Kegiatan dengan tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” itu diikuti seluruh ASN, P3K, dan tenaga honorer dari seluruh perangkat daerah, Selasa (12/8/2025).

Rangkaian kegiatan diawali pawai defile yang menampilkan berbagai perangkat daerah serta dua kecamatan, Rumbia dan Rumbia Tengah. Peserta berjalan dengan pakaian adat, kostum tematik, hingga yel-yel kreatif yang memeriahkan jalannya pawai. Suasana semakin meriah saat barisan defile menampilkan atraksi khas masing-masing instansi yang disambut tepuk tangan warga.

Usai pawai, acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan penyerahan piala bergilir kepada perwakilan pemenang tahun sebelumnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, Wakil Ketua TP PKK Bombana Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM., Ketua DPRD Bombana Iskandar, SP, perwakilan Forkopimda, Pj. Sekda, para asisten dan staf ahli bupati, serta para kepala perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang memperkuat persatuan dan meningkatkan kontribusi positif dalam pembangunan daerah. “Kita wajib mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan dan melanjutkan cita-cita mereka, yaitu tetap bersatu dalam bingkai Negara Republik Indonesia. Walau banyaknya corak perbedaan kita, mari tetap berada dalam satu kesatuan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa semangat persaudaraan dan kreativitas harus menjadi landasan perayaan kemerdekaan tahun ini. “Mari kita rayakan kemerdekaan ini dengan semangat persatuan, kedaulatan, kreativitas, dan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia,” kata Bupati.

Porseni tingkat kabupaten tahun ini sekaligus menjadi wadah mempererat hubungan antarlembaga pemerintahan, masyarakat, dan pelajar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya talenta baru di bidang olahraga dan seni, serta menjadi ruang pembinaan karakter yang kompetitif dan berdaya saing.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan Porseni dapat menjadi agenda rutin yang semakin berkualitas setiap tahunnya serta mampu memperkuat solidaritas dan kebersamaan pegawai pemerintah daerah.




Disdukcapil Bombana Tampil Kompak di Defile Pembukaan PORSENI HUT RI ke-80

Bombana, sultranet.com — Suasana Alun-Alun Kasipute dipenuhi antusiasme dan warna perayaan saat Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) antar Perangkat Daerah digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana hadir dengan formasi lengkap dalam defile pembukaan, menampilkan kekompakan dan semangat yang mencuri perhatian peserta lain (Bombana, 12 Agustus 2025).

Kegiatan dibuka resmi oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Ketua TP PKK Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos melalui pemukulan gong sebagai tanda dimulainya gelaran PORSENI tahun ini. Upacara pembukaan turut dihadiri Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si bersama Wakil Ketua TP PKK Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM, Ketua DPRD Bombana Iskandar, SP, unsur Forkopimda, Pj. Sekda, dan deretan kepala perangkat daerah lainnya.

Di bawah komando Kepala Dinas Firdaus, S.Pd., MM, seluruh jajaran Disdukcapil — mulai dari PNS, P3K, hingga tenaga honorer — tampil rapi dan penuh percaya diri dalam barisan defile. Mereka mempersembahkan yel-yel yang menggambarkan semangat pelayanan publik sekaligus komitmen membangun budaya kerja yang solid.

Firdaus menegaskan bahwa keterlibatan Disdukcapil bukan hanya sebagai bentuk partisipasi, tetapi juga wujud kebersamaan antar instansi. “Momentum seperti ini penting untuk memperkuat rasa kebersamaan antar ASN lintas perangkat daerah. Kita bukan hanya bekerja melayani masyarakat, tapi juga menjadi bagian dari energi positif pembangunan daerah,” ujarnya usai kegiatan.

Gelaran PORSENI tahun ini menjadi ruang kolaborasi bagi perangkat daerah untuk memperkuat sportifitas dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Disdukcapil Bombana menjadi salah satu instansi yang tampil menonjol dengan kekompakan tim dan antusiasme tinggi dari seluruh pegawai.

Mengusung semangat “Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju”, Disdukcapil Bombana menyatakan kesiapan untuk terus memberikan pelayanan terbaik sekaligus ikut mewarnai perayaan kemerdekaan dengan energi positif, kebersamaan, dan semangat kompetitif yang sehat.




Pemkab Bombana Gelar Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat sebagai bagian dari Program Nasional Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih. Kegiatan ini dipusatkan di area Tugu Munajah, Kecamatan Rumbia, pada Minggu (10/8/2025).

Gerakan yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri tersebut bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air melalui pemasangan bendera Merah Putih secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, khususnya menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Penyerahan bendera dilakukan secara simbolis oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, yang didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bombana, dr. H. Sunandar, MM.Kes, bersama jajaran Kesbangpol serta calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Bombana.

“Kegiatan ini bukan sekadar membagikan bendera, tetapi mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi menghiasi lingkungan dengan Merah Putih. Ini menjadi wujud kebanggaan dan cinta kita pada tanah air,” ujar Syahrun.

Menurutnya, gerakan ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semangat gotong royong, pemasangan bendera di setiap rumah, kantor, dan fasilitas umum diharapkan mampu menciptakan suasana meriah dan penuh semangat kemerdekaan di seluruh pelosok Bombana.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. H. Sunandar, MM.Kes, menegaskan pihaknya telah menyiapkan ribuan bendera untuk dibagikan kepada masyarakat. “Bendera ini akan kami distribusikan secara bertahap melalui kecamatan, desa, dan kelurahan agar seluruh wilayah terjangkau,” katanya.

Ia juga menambahkan, pembagian bendera melibatkan partisipasi aktif para calon Paskibraka Bombana. Keterlibatan mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan menjaga simbol negara.

Suasana pembagian bendera di Tugu Munajah berlangsung meriah. Warga yang hadir tampak antusias menerima bendera, sebagian langsung memasangnya di rumah masing-masing. Tidak hanya menjadi ajang pembagian atribut, acara ini juga menjadi wadah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana penuh keakraban.

Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih merupakan program nasional yang dilaksanakan setiap tahun sejak 2022. Tujuannya adalah menggelorakan semangat kemerdekaan di seluruh penjuru negeri, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap simbol negara.

Dengan gerakan ini, Pemkab Bombana berharap masyarakat semakin menghayati makna kemerdekaan dan menjaga persatuan bangsa. Pemasangan bendera di setiap sudut kota dan desa diharapkan menjadi simbol nyata bahwa semangat kemerdekaan terus hidup di hati rakyat.




Pemprov Sultra Rayakan Harvetnas dan HUT RI ke-80 dengan Launching Pembagian Bendera Merah Putih

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) yang dirangkaikan dengan Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025 di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (11/8/2025). Upacara dipimpin Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik yang juga Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, La Ode Fasikin, mewakili Gubernur Sultra.

Acara ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, anggota DPRD Sultra, para asisten Sekda, kepala perangkat daerah dan biro lingkup Pemprov Sultra, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sultra, serta para anggota LVRI Provinsi Sultra.

Dalam sambutannya, La Ode Fasikin membacakan pesan Ketua Dewan Pimpinan Pusat LVRI, Letjen TNI (Purn) HBL Mantiri, yang menegaskan bahwa Harvetnas merupakan penghargaan negara bagi para pejuang yang merebut kembali kedaulatan NKRI melalui peristiwa Penghentian Pertempuran Empat Hari pada 7–10 Agustus 1949 di Kota Surakarta, yang dipimpin Letkol Ignatius Slamet Riyadi. Pertempuran itu berakhir dengan kemenangan Indonesia dan memukul mundur pasukan Belanda.

“Mulai hari ini kamu-kamu para pejuang saya namakan veteran,” kata Presiden Soekarno saat itu, yang kemudian menegaskan pada 1965 bahwa 10 Agustus menjadi Hari Veteran Nasional. Gelar veteran menjadi simbol penghormatan rakyat kepada pejuang revolusi fisik.

Tahun ini, Harvetnas mengangkat tema “Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa” yang merefleksikan peran veteran di luar medan tempur: menjaga nilai kebangsaan, menanamkan semangat juang kepada generasi muda, dan menjadi penopang moral kehidupan berbangsa. Ketua DPP LVRI mengajak masyarakat mewarisi nilai perjuangan 1945 seperti cinta tanah air, pantang menyerah, setia kawan, rela berkorban, dan percaya diri, serta mewaspadai pengaruh negatif yang mengancam persatuan.

Usai membacakan pesan Ketua DPP LVRI, Plh Sekda melanjutkan sambutan Gubernur Sultra yang menegaskan bahwa kegiatan ini dirangkaikan dengan Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih untuk menyambut HUT ke-80 RI.

“Bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara, tetapi lambang persatuan dan kesatuan bangsa. Gerakan ini diharapkan membangkitkan kesadaran nasional, semangat kebangsaan, dan patriotisme,” kata La Ode Fasikin saat membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat menyambut HUT ke-80 RI dengan semarak. “Mari gelorakan semangat kemerdekaan di dalam jiwa kita masing-masing dan mengisinya dengan hal-hal positif,” ujarnya.

Launching gerakan ini ditandai penyerahan bendera secara simbolis kepada anggota Paskibraka Sultra 2025 oleh Plh Sekda didampingi Forkopimda, Kepala Badan Kesbangpol Sultra, dan Ketua LVRI Sultra. Acara ditutup dengan pekikan yel-yel “Dirgahayu Republik Indonesia” dan “Dirgahayu Hari Veteran Nasional” oleh seluruh peserta sebagai ungkapan cinta tanah air dan penghormatan kepada para pejuang.




Bau-Bau Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Wisata Kepulauan Buton

Bau-Bau, sultranet.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Wagub Sultra) Ir. Hugua, M.Ling, mendorong pembangunan ekosistem pariwisata yang matang di Kota Bau-Bau sebagai pusat pertumbuhan sektor wisata di kawasan Kepulauan Buton. Hal itu ia sampaikan dalam audiensi bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan pelaku industri pariwisata, Sabtu malam, 9 Agustus 2025, di Hotel Zenith Bau-Bau.

Menurut Hugua, kemajuan pariwisata Bau-Bau kini memiliki momentum baru berkat peningkatan akses transportasi udara yang semakin mudah dan terjangkau. “Saat ini cara masuk ke Bau-Bau sudah jauh lebih mudah dan murah. Maskapai dengan pesawat berbadan legal sudah melayani rute ini dengan harga tiket sekitar satu jutaan ke bawah. Ini modal awal yang selama ini kita harapkan,” ujarnya.

Ia menilai infrastruktur bukan lagi hambatan utama. Justru, modal sejarah dan budaya menjadi kekuatan yang harus dimaksimalkan. Kota Bau-Bau, yang memiliki peradaban sejak abad ke-18, menyimpan warisan berharga seperti Keraton Buton. “Keraton Buton adalah simbol dan kekayaan budaya yang menjadi identitas Kota Bau-Bau. Kemajuan kota ini akan menjadi tolok ukur bagi kemajuan seluruh kawasan kepulauan,” kata Hugua.

Wagub menegaskan posisi strategis Bau-Bau sebagai pusat perkembangan yang dapat mendorong pertumbuhan pariwisata di kabupaten sekitar. Untuk itu, dibutuhkan kerja sama erat antara Pemerintah Kota Bau-Bau, pemerintah kabupaten di wilayah Kepulauan Buton, dan pelaku usaha. Sinergi ini, menurutnya, menjadi kunci menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang solid dan saling terhubung. Setiap unsur—mulai dari pelaku usaha, pengelola destinasi, masyarakat, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis)—perlu memiliki kesiapan yang matang. “Tidak cukup hanya menyiapkan SDM atau membangun infrastruktur tanpa mendatangkan wisatawan. Kalau turis tidak datang, pelatihan yang diberikan tidak akan bermanfaat, hotel yang dibangun tidak terpakai, dan fasilitas tidak dimanfaatkan. Kuncinya adalah kebersamaan dalam membangun,” tegasnya.

Hugua juga menekankan perlunya dialog berkelanjutan antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah untuk menyatukan visi. Ia menilai keberhasilan pariwisata tidak hanya bergantung pada peran pemerintah, melainkan juga pada kontribusi aktif semua pihak. “Pemerintah bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Keberhasilan itu lahir dari kerja bersama, saling percaya, dan satu tujuan,” ujarnya.

Audiensi tersebut menjadi forum strategis untuk membahas langkah konkret pengembangan destinasi di Bau-Bau. Harapannya, kota ini dapat menjadi lokomotif pertumbuhan wisata yang memberi dampak positif bagi seluruh Kepulauan Buton, sekaligus memperkuat identitas budaya dan sejarah kawasan.




Bombana Luncurkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih untuk Semarak HUT ke-80 RI

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi meluncurkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai bagian dari program nasional pembagian 10 juta bendera yang diinisiasi Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri. Peluncuran dipusatkan di Tugu Munajah dan ditandai pembagian bendera secara simbolik oleh Penjabat Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, bersama Kepala Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM Kes, kepada perwakilan TNI/Polri dan masyarakat, Minggu (10/8/2025).

Gerakan tersebut tidak berhenti pada seremoni simbolik. Pj Sekda bersama Kepala Kesbangpol juga turun langsung membagikan bendera kepada warga yang melintas di kawasan Tugu Munajah. Aksi itu menjadi ajakan nyata agar masyarakat mengibarkan Merah Putih menjelang peringatan 17 Agustus.

Hingga saat ini, sekitar 3.300 bendera telah terkumpul dan sebagian besar telah didistribusikan. Pengumpulan dilakukan melalui sumbangan Organisasi Perangkat Daerah, kecamatan, serta sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Bombana. Kesbangpol sebagai pelaksana teknis juga menyalurkan bendera secara langsung kepada masyarakat serta bekerja sama dengan TNI/Polri untuk meneruskan pembagian hingga ke pelosok desa melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kepala Kesbangpol Bombana menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi panggilan kebangsaan. “Melalui gerakan ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan cinta tanah air, khususnya di kalangan masyarakat Kabupaten Bombana,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembagian bendera merupakan upaya memperluas partisipasi publik dalam menyemarakkan HUT ke-80 RI, sekaligus mempertegas identitas nasional di ruang-ruang domestik. Pemerintah daerah berharap warga ikut ambil bagian dengan memasang bendera Merah Putih di rumah, kantor, hingga lingkungan sekitar.

Gerakan ini juga dipandang sebagai simbol kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan. Pemerintah Kabupaten Bombana menekankan pentingnya persatuan di tengah masyarakat, sejalan dengan tema perayaan HUT RI ke-80 tahun ini. Dengan pembagian bendera yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, pemerintah berharap momentum ini mempererat solidaritas sosial dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Kesbangpol memastikan pendistribusian bendera akan terus berlanjut hingga seluruh stok tersalurkan. Aparat kecamatan, sekolah, serta perangkat desa juga dilibatkan agar gerakan ini menjangkau seluruh wilayah secara merata. Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk menindaklanjuti semangat ini dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa.




Sultra Dukung Penuh Koperasi Merah Putih, Siapkan 328 Pegawai P3K

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menghadiri Rapat Konsolidasi Nasional dan Percepatan Operasionalisasi Koperasi Merah Putih di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (8/8/2025).

Rapat yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan ini dihadiri para gubernur dari berbagai provinsi, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, wakil menteri, serta pejabat tinggi lintas kementerian. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Menteri Hukum dan HAM, serta Menteri PAN-RB turut hadir memberikan arahan.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, konsolidasi semacam ini penting dilakukan secara berjenjang. “Jangan hanya di pusat, tetapi harus menyentuh hingga tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito Karnavian memaparkan perkembangan regulasi pembentukan koperasi merah putih. Ia menegaskan, surat keputusan percepatan pembentukan koperasi sudah dalam tahap finalisasi agar bisa segera diimplementasikan di seluruh daerah.

Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa Sultra telah menuntaskan seluruh regulasi yang diperlukan, baik melalui surat keputusan maupun peraturan gubernur. “Kami sudah merampungkan semua aturan untuk mendukung koperasi merah putih. Sekarang tinggal mendorong pelaksanaan di lapangan,” katanya.

Sebagai wujud dukungan nyata, Pemprov Sultra menyiapkan 232 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di berbagai dinas terkait. Selain itu, ada 96 tenaga P3K yang ditempatkan di 17 kabupaten/kota untuk memperkuat operasional koperasi. Menurut Gubernur Andi, langkah ini akan mempercepat pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dirancang sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, memperkuat kedaulatan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, diharapkan model koperasi ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan.

Para kepala daerah yang hadir dalam rapat tersebut sepakat untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, memastikan dukungan anggaran, serta mengawal proses pendampingan dan edukasi bagi pengelola koperasi di lapangan. Dukungan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor kunci agar koperasi ini tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar memberikan dampak pada peningkatan pendapatan masyarakat.

Bagi Sultra, langkah ini bukan hanya soal memenuhi target nasional, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan daerah berbasis potensi lokal. Melalui jaringan koperasi, hasil pertanian, perikanan, dan produk unggulan desa diharapkan bisa terserap pasar lebih cepat dengan harga yang lebih menguntungkan bagi petani dan nelayan.

Dengan regulasi yang telah siap, dukungan tenaga lapangan, dan komitmen politik dari pimpinan daerah, Sultra optimistis menjadi salah satu provinsi terdepan dalam mengimplementasikan program Koperasi Merah Putih secara efektif.




Wagub Sultra Tinjau Proyek RSUD Buton Tengah, Minta Percepatan Pembangunan

Kendari, sultranet.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ir. Hugua, M.Ling., meninjau langsung proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buton Tengah yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Kunjungan ini berlangsung pada Jumat, 8 Agustus 2025, dan turut dihadiri Bupati Buton Tengah bersama jajaran pemerintah daerah serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam tinjauannya, Hugua menegaskan pentingnya menjaga kualitas pembangunan sekaligus memastikan pengerjaan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Ia menyebut RSUD Buton Tengah merupakan bukti nyata visi Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan akses layanan kesehatan yang merata hingga ke daerah terpencil.

“Ini kesempatan penting yang harus dimanfaatkan maksimal. Dua hambatan utama yang harus segera diatasi adalah birokrasi dan transportasi. Progres proyek harus dihitung dan dipacu agar selesai tepat waktu,” kata Hugua di lokasi pembangunan.

Menurutnya, dengan sisa waktu sekitar empat bulan hingga akhir tahun, percepatan pekerjaan menjadi kunci. Ia menegaskan bahwa hambatan teknis maupun administratif harus segera diselesaikan agar target pembangunan tidak meleset. “Saya, mewakili Pak Gubernur bersama Pak Bupati, mendorong agar hambatan transportasi dan birokrasi segera diselesaikan sehingga target penyelesaian proyek dapat tercapai,” ujarnya.

Pembangunan Gedung Pelayanan Terpadu RSUD Buton Tengah masuk dalam program Quick Wins Kementerian Kesehatan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan mutu layanan rumah sakit dari tipe D menjadi tipe C, sehingga masyarakat mendapatkan fasilitas kesehatan yang lebih lengkap, tenaga medis yang memadai, serta layanan spesialis yang selama ini sulit dijangkau.

Di lapangan, pembangunan RSUD ini diproyeksikan tidak hanya menjadi fasilitas kesehatan modern, tetapi juga menjadi pusat rujukan medis di wilayah kepulauan. Dengan peningkatan tipe rumah sakit, masyarakat Buton Tengah tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke daerah lain untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Bupati Buton Tengah menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan dukungan penuh, termasuk koordinasi lintas instansi untuk mengurai hambatan yang ada. “Pembangunan ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi soal hak masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” katanya.

Selain aspek teknis, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya memastikan kelengkapan alat medis, ketersediaan dokter spesialis, dan sistem manajemen rumah sakit yang profesional. Hal ini dinilai akan memperkuat peran RSUD Buton Tengah sebagai rumah sakit rujukan sekaligus mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Hugua berharap percepatan pembangunan RSUD ini dapat menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dalam mewujudkan layanan publik yang merata. “Kita ingin proyek ini selesai sesuai target, tepat mutu, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Proyek RSUD Buton Tengah menjadi salah satu fokus pembangunan di sektor kesehatan di Sulawesi Tenggara, sejalan dengan program strategis pemerintah pusat untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.