RPJMD Sultra 2025–2029 Resmi Diserahkan, Wagub Hugua: Ini Tonggak Transformasi Daerah

Kendari, Sultranet.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., secara resmi menyerahkan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025–2029 kepada DPRD Sultra dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Sultra, Kamis, 8 Mei 2025.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala, tersebut memuat tiga agenda penting: penetapan perubahan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2025, penyerahan dan penjelasan Rancangan Awal RPJMD 2025–2029, serta penyerahan dokumen Ranperda perubahan bentuk badan hukum Bank Pembangunan Daerah Sultra dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Terbatas (PT).

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Hugua menegaskan bahwa penyusunan dokumen RPJMD menjadi kewajiban konstitusional yang diamanatkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2025, yang mengharuskan RPJMD disusun dan ditetapkan paling lambat enam bulan setelah kepala daerah dilantik.

“Rancangan awal RPJMD ini kami susun dengan pendekatan holistik, partisipatif, dan akuntabel. Harapannya, dokumen ini mampu menjawab tantangan pembangunan, baik dari aspek sosial, ekonomi, lingkungan, maupun tata kelola pemerintahan,” kata Hugua dalam pidatonya.

Hugua mengungkapkan bahwa Sulawesi Tenggara tengah menghadapi sejumlah tantangan struktural dan dinamika global, seperti ketimpangan sosial dan antarwilayah, perubahan iklim, serta transformasi digital dan industri. Tak kalah penting, masyarakat kini menuntut layanan publik yang cepat, inklusif, dan berkeadilan.

Untuk itu, RPJMD 2025–2029 mengusung visi pembangunan: “Terwujudnya Sulawesi Tenggara yang Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius.” Visi tersebut diturunkan ke dalam tiga misi pembangunan utama.

“Misi pertama adalah mewujudkan masyarakat yang terjamin hak dan perlindungan sosialnya. Kedua, menumbuhkan perekonomian melalui konektivitas serta penguatan sektor pertanian dalam arti luas, kemaritiman, dan dunia usaha. Dan yang ketiga adalah menguatkan birokrasi yang akuntabel dan berintegritas dengan nilai budaya dan religiusitas,” jelas Hugua.

Ia menambahkan, penyerahan dokumen RPJMD ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses kolaboratif antara eksekutif dan legislatif.

“Kami berharap dokumen ini akan dibahas secara konstruktif bersama DPRD agar dapat disempurnakan dan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, DPRD Provinsi Sultra juga menetapkan Propemperda 2025 yang mencakup 21 Rancangan Peraturan Daerah. Ketua Komisi I DPRD, La Isra, menyatakan bahwa penyusunan Propemperda harus disusun secara sistematis dan mendukung prioritas pembangunan daerah.

“Propemperda adalah alat perencanaan hukum yang wajib mematuhi aturan perundang-undangan dan bersinergi dengan arah pembangunan daerah,” ucap La Isra dalam laporannya.

Selain itu, turut diserahkan Ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2012 mengenai perubahan status hukum Bank Pembangunan Daerah Sultra dari perusahaan daerah menjadi perseroan terbatas. Perubahan ini didasarkan pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 yang mengatur modal inti minimum perbankan sebesar Rp3 triliun.

“Perubahan status badan hukum ini langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan peran BPD dalam pembangunan daerah,” ujar Hugua.

Rapat paripurna ini turut dihadiri oleh Forkopimda Sultra, Ketua Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Agama, Kabinda, Kepala BNNP, Danlanal Kendari, Danlanud Haluoleo, Kepala Kanwil Kemenkumham, Sekda Provinsi Sultra, pimpinan instansi vertikal, dan seluruh kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sultra.

Acara ditutup dengan penyerahan dokumen Rancangan Awal RPJMD 2025–2029 yang dilakukan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Hugua kepada Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala, didampingi Wakil Ketua DPRD Sultra, Hj. Hasmawati.




Buka TMMD ke-124, Bupati Burhanuddin Tegaskan Komitmen Bangun Desa

Bombana, sultranet.com  –  Pemerintah Kabupaten Bombana bersama TNI terus memperkuat sinergi dalam mendorong percepatan pembangunan desa. Hal ini kembali ditegaskan Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, saat membuka secara resmi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Kodim 1431/Bombana yang dipusatkan di Desa Wia-Wia, Kecamatan Matausu, Selasa, 6 Mei 2025.

Dalam upacara pembukaan, Bupati Burhanuddin bertindak sebagai inspektur upacara. Ia hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, dan jajaran Forkopimda, serta disambut antusias masyarakat dan tokoh lokal.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa program TMMD merupakan bagian dari 100 hari kerja dirinya bersama Wakil Bupati Bombana. Program ini selaras dengan visi misi daerah, yakni “Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan.”

“TMMD ini adalah wujud nyata semangat gotong royong antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Ini bagian dari komitmen kami untuk membuka konektivitas antarwilayah, memperluas akses ekonomi, dan memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 1431/Bombana atas kontribusi aktif dan konsistennya dalam mendukung pembangunan di wilayah terpencil. Bupati mengajak seluruh elemen—pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga masyarakat—untuk bersama-sama mensukseskan program tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga membangun nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat kohesi sosial masyarakat desa. Ia berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan.

“Saya berharap TMMD tidak hanya menyentuh jalan atau bangunan, tapi juga menyentuh hati masyarakat. Nilai gotong royong dan solidaritas sosial harus tumbuh bersama infrastruktur,” tambahnya.

Komandan Kodim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., selaku Dansatgas TMMD ke-124, menjelaskan bahwa program ini akan menyasar pembangunan fisik dan nonfisik yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

“Selain membuka akses jalan dan memperbaiki sarana umum, kami juga menyelenggarakan kegiatan nonfisik seperti penyuluhan narkoba, bela negara, wawasan kebangsaan, lingkungan hidup, hingga layanan kesehatan keluarga,” kata Letkol Andi.

Ia menekankan bahwa seluruh kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi infrastruktur tapi juga kesadaran sosial dan wawasan kebangsaan.

Pembukaan TMMD ke-124 turut dihadiri Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, Camat Matausu, kepala sekolah, siswa-siswi, dan tokoh masyarakat setempat. Suasana upacara berlangsung khidmat namun penuh semangat, menandai dimulainya kerja bersama antara TNI dan Pemkab Bombana untuk membangun dari desa.

TMMD ke-124 di Desa Wia-Wia diharapkan menjadi momentum penting untuk mempercepat pembangunan berbasis potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah. Dengan fokus pada sektor pertanian, kelautan, dan penguatan desa, Pemerintah Kabupaten Bombana optimistis bisa mendorong daerah menjadi lebih berdaya saing dan mandiri.

Langkah nyata ini menjadi cermin dari komitmen Burhanuddin yang tidak hanya fokus pada pembangunan kota, tetapi juga memprioritaskan desa sebagai poros utama pembangunan berkelanjutan. Ke depan, sinergi seperti TMMD diharapkan dapat terus berlanjut di wilayah lain di Bombana.




Hugua: Disiplin adalah Mahkota ASN

Kendari, Sultranet.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Lapangan Kantor Gubernur, Senin (5/5/2025). Kegiatan ini menjadi momen reflektif yang sarat makna, sekaligus menyatukan semangat ASN dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional serta hari jadi sejumlah daerah di Sultra.

Dalam apel yang diikuti ribuan ASN dari berbagai instansi itu, hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, para pejabat pimpinan tinggi pratama, staf ahli gubernur, asisten Sekda, kepala OPD, kepala biro, serta pejabat struktural dan fungsional. Hugua membuka sambutan dengan menyampaikan pentingnya momentum ini sebagai ajang refleksi bersama.

“Baru saja kita rayakan 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional, sekaligus Hari Ulang Tahun Sulawesi Tenggara, Konawe Selatan, dan Kota Kendari. Ini momentum penting bagi kita semua untuk merefleksikan makna dari pendidikan dan pembangunan daerah,” kata Hugua.

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak semata-mata tentang kecerdasan intelektual, namun lebih luas menyangkut pembentukan karakter, spiritualitas, akhlak, dan kepribadian. “Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, hanya satu dari enam tujuan pendidikan yang menyangkut aspek intelektual. Lima lainnya menekankan pembentukan kepribadian, spiritual keagamaan, akhlak mulia, serta kecerdasan emosional,” jelasnya.

Hugua juga menyoroti pentingnya semangat belajar dan sikap pantang menyerah dalam menjalani tugas sebagai ASN. “Dalam pendidikan tidak ada kata gagal, yang ada hanyalah belajar dan sukses. Ini juga harus menjadi prinsip dalam bekerja sebagai ASN,” ujarnya menegaskan.

Salah satu hal yang turut disorot dalam apel tersebut adalah peningkatan signifikan tingkat kedisiplinan ASN sejak Hugua dilantik pada 20 Februari 2025. Menurutnya, angka kehadiran ASN di awal hari kerja pukul 07.45 melonjak dari 8-10 persen menjadi sekitar 50-60 persen dalam dua bulan terakhir.

“Disiplin adalah mahkota ASN, karena di dalamnya ada komitmen dan dedikasi terhadap tugas,” katanya. Hugua menambahkan bahwa kedisiplinan bukan hanya menyangkut kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga berdampak positif pada kondisi psikologis dan fisik ASN. “Disiplin mampu memicu hormon positif seperti endorfin, dopamin, oksitosin, dan serotonin, yang semuanya meningkatkan semangat dan produktivitas,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat kedisiplinan tersebut, Pemerintah Provinsi Sultra berencana memberikan penghargaan dan evaluasi berkala. “Setiap tanggal 17 bertepatan dengan Hari Kesadaran Nasional, akan diumumkan ASN serta instansi dengan tingkat kehadiran terbaik dan terendah. Penghargaan akan diberikan berdasarkan prestasi masing-masing,” ungkapnya.

Ia berharap, peningkatan disiplin ini tidak hanya bersifat sesaat, tetapi menjadi budaya kerja yang tertanam kuat di lingkungan birokrasi Pemprov Sultra. Hugua menutup sambutannya dengan mengajak seluruh ASN untuk menjadikan disiplin dan semangat belajar sebagai bekal utama dalam membangun daerah yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing.

“Kita adalah pelayan masyarakat. Disiplin dan semangat belajar bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk tanggung jawab kita terhadap pembangunan Sulawesi Tenggara,” pungkas Hugua.




Pemprov Sultra Ikuti Rakor Inflasi Bahas Strategi Kendali Harga Pangan

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) kembali ambil bagian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara rutin oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI). Rakor ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan dipusatkan di Ruang Rapat Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sultra pada Senin, 5 Mei 2025.

Rakor dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) di Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga, di antaranya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Puji Ismartini; Deputi III Kantor Staf Presiden, Edy Priyono; serta Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi.

Pemprov Sultra diwakili oleh Sekretaris Daerah Sultra, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala Biro Perekonomian, serta perwakilan dari BPS, Bank Indonesia, dan sejumlah OPD terkait lainnya.

Dalam arahannya, Tomsi Tohir menegaskan bahwa rakor mingguan ini menjadi sarana penting untuk memantau dan mengevaluasi perkembangan inflasi daerah. Ia meminta pemerintah daerah lebih aktif dalam menangani laju inflasi, terutama di daerah-daerah yang mencatatkan angka tinggi.

“Kami berharap daerah-daerah dengan inflasi tinggi dapat memaparkan langkah-langkah yang sudah dilakukan dan kendala apa saja yang mereka hadapi,” ujar Tomsi.

Ia menambahkan bahwa pada minggu pertama Mei 2025, sejumlah harga komoditas pangan mengalami penurunan. “Bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, gula pasir, daging ayam, dan telur ayam mengalami penurunan harga. Ini merupakan sinyal positif, namun upaya pengendalian tetap harus diperkuat,” kata Tomsi.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus menjalin koordinasi dengan BPS setempat, serta merencanakan penanaman komoditas strategis, terutama cabai rawit, untuk pengendalian inflasi jangka menengah. “Daerah harus aktif memantau harga, memperkuat cadangan pangan, dan bergerak cepat mengambil langkah konkret,” tegasnya.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, menurut Tomsi, menjadi kunci keberhasilan dalam menekan inflasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk Satgas Pangan, Kementerian Perdagangan, Bulog, hingga pelaku usaha di tingkat lokal.

Sementara itu, Deputi BPS Puji Ismartini menyampaikan bahwa inflasi pada April 2025 tercatat sebesar 1,17 persen secara bulanan (month-to-month) dan 1,95 persen secara tahunan (year-on-year). Menurutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi ketiga terbesar terhadap inflasi, yakni sebesar 0,02 persen.

“Komoditas penyumbang utama inflasi bulan April adalah bawang merah, cabai merah, tomat, bawang putih, dan jeruk. Sedangkan cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras justru menahan laju inflasi,” jelas Puji.

Ia juga memaparkan data penurunan harga pada awal Mei 2025. “Harga bawang merah turun 6,11 persen, cabai merah turun 5,06 persen, dan cabai rawit turun signifikan sebesar 15,30 persen. Minyak goreng merek Minyakita juga turun 0,21 persen, dan gula pasir turun 0,08 persen,” sebutnya.

Dalam forum ini, setiap daerah diberikan kesempatan untuk menyampaikan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam rangka pengendalian inflasi, serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Rakor ini menjadi media strategis untuk mendiskusikan berbagai inisiatif kebijakan daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya beli masyarakat.

Pemerintah berharap, melalui rakor yang konsisten, setiap daerah dapat memperbaiki koordinasi antarinstansi dan menyusun langkah lebih terukur dalam menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok yang cenderung fluktuatif. Termasuk mendorong produktivitas pertanian lokal dan memperkuat sinergi antarsektor.

Rakor ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui peran aktif semua level pemerintahan, termasuk pemerintah daerah, untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok.




Gubernur Buka Seleksi Paskibraka Sultra 2025: Ajang Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Nasionalisme

Kendari, Sultranet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi membuka kegiatan Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025, Senin pagi, 5 Mei 2025. Pembukaan kegiatan ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., bertempat di Hotel Qubah 9 Kendari.

Kegiatan seleksi ini diikuti oleh para siswa-siswi terbaik dari 17 kabupaten dan kota se-Sultra yang telah lolos tahapan awal di tingkat daerah. Acara turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, Danlanal Kendari, Danlanud Halu Oleo, Kepala Badan Kesbangpol kabupaten/kota, panitia seleksi, serta perwakilan instansi dan dinas-dinas terkait.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan oleh Sekda Sultra, ditegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar tugas seremonial, melainkan kehormatan besar dan bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara.

“Menjadi anggota Paskibraka adalah sebuah kehormatan. Ini adalah amanah besar untuk mengibarkan Bendera Pusaka Sang Merah Putih dalam momentum-momentum bersejarah seperti Hari Kemerdekaan RI, Hari Lahir Pancasila, dan peringatan nasional lainnya,” ujar Asrun Lio saat membacakan sambutan gubernur.

Ia juga mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi atas semangat para peserta yang telah melewati seleksi di tingkat kabupaten/kota dan kini siap bersaing secara sehat di tingkat provinsi.

“Seleksi ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah bagian penting dalam membentuk karakter, integritas, jiwa kepemimpinan, serta nasionalisme generasi muda kita,” jelas Asrun Lio.

Menurutnya, Paskibraka bukan hanya soal baris-berbaris atau pengibaran bendera. Lebih dari itu, proses seleksi ini menjadi ruang pembinaan kepribadian, pembentukan mental tangguh, dan penanaman wawasan kebangsaan bagi para peserta.

Ia menekankan bahwa peserta yang terpilih nantinya harus memiliki keunggulan jasmani dan rohani, mampu menunjukkan kedisiplinan, kepemimpinan, dan semangat persatuan.

“Terpilih atau tidak, kalian semua adalah putra-putri terbaik daerah yang punya potensi besar untuk menjadi pemimpin bangsa di masa depan,” tambahnya.

Selain itu, Sekda juga mengingatkan pentingnya membangun rasa kasih sayang, persaudaraan, dan kerukunan antarsesama generasi muda. Ia berharap, semangat seleksi ini menjadi fondasi kokoh bagi penguatan persatuan bangsa.

Kepada tim seleksi, ia berpesan agar menjalankan tugas secara objektif, adil, transparan, dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap proses penilaian.

“Saya percaya panitia dan tim seleksi akan mengedepankan kejujuran dan profesionalisme dalam memilih yang terbaik. Jangan pernah abaikan aspek karakter dan nasionalisme,” katanya.

Menutup sambutannya, Asrun Lio menyampaikan harapan agar kegiatan seleksi ini dapat berjalan lancar dan menjadi momentum positif dalam pembinaan generasi muda Sultra.

“Selamat mengikuti seleksi. Tunjukkan semangat terbaik kalian, jaga kesehatan, dan semoga kegiatan ini diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya penuh semangat.

Seleksi Calon Paskibraka tingkat Provinsi Sultra ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan berbagai tahapan penilaian mulai dari aspek fisik, mental, hingga wawasan kebangsaan. Para peserta yang lolos nantinya akan mewakili Sulawesi Tenggara di tingkat nasional maupun dalam upacara kenegaraan tingkat provinsi.

Acara ini diharapkan menjadi sarana pembentukan generasi muda yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki jiwa nasionalisme tinggi dan kesadaran penuh akan tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Dengan atmosfer semangat dan kebersamaan, seleksi ini bukan hanya mencari sosok pengibar bendera, melainkan juga menyiapkan calon pemimpin masa depan yang cinta tanah air dan menjunjung tinggi nilai persatuan.




Pemda Sultra Siapkan Aset dan Program Strategis Bangun Pramuka

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan Gerakan Pramuka melalui sejumlah langkah strategis. Hal itu disampaikan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Sultra yang digelar di Kendari, Minggu, 4 Mei 2025.

Asrun Lio yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sultra menyebutkan, pemerintah daerah akan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan karakter generasi muda melalui penguatan kelembagaan Gerakan Pramuka. Menurutnya, Pramuka memiliki posisi strategis sebagai elemen pembina generasi yang unggul dan berkarakter.

“Sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah terhadap pembinaan dan pengembangan organisasi Gerakan Pramuka di Sultra, maka Pemda akan menempuh beberapa langkah strategis ke depan. Di antaranya terkait legalitas aset kantor, penyediaan bumi perkemahan, dan peningkatan kegiatan kesakaan,” ujar Asrun Lio dalam sambutannya.

Tiga fokus utama yang disiapkan Pemprov Sultra meliputi penataan aset kantor Kwarda, pembangunan fasilitas bumi perkemahan, serta penguatan satuan karya Pramuka atau saka.

Pertama, pemerintah akan menyelesaikan legalitas aset tanah dan bangunan kantor Kwarda Sultra yang saat ini belum memiliki akta hibah. “Kami akan menghibahkan secara resmi aset tersebut untuk dikelola sepenuhnya oleh Kwarda Pramuka Sultra,” jelasnya.

Kedua, Pemda berkomitmen menyediakan areal khusus untuk bumi perkemahan. Fasilitas ini menjadi sarana utama bagi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepramukaan serta mendukung keberlanjutan pembinaan generasi muda di wilayah Sulawesi Tenggara.

Ketiga, Pemda akan mendorong kembali peran satuan karya Pramuka (saka) di berbagai instansi dan lembaga teknis. Menurut Asrun Lio, kehadiran saka sangat penting untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah cepat.

“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar mengambil langkah sinergis guna membangkitkan keberadaan saka di berbagai dinas dan instansi, mulai dari Saka Bhayangkara, Saka Wira Kartika, hingga Saka Kalpataru,” katanya.

Berikut daftar saka yang akan diperkuat ke depannya:

  • Saka Bhayangkara (Kepolisian)
  • Saka Bahari (Angkatan Laut)
  • Saka Dirgantara (Angkatan Udara)
  • Saka Wira Kartika (Angkatan Darat)
  • Saka Wana Bhakti (Dinas Kehutanan)
  • Saka Taruna Bumi (Dinas Pertanian dan Hortikultura)
  • Saka Bakti Husada (Dinas Kesehatan)
  • Saka Kencana (BKKBN)
  • Saka Widya Budaya Bakti (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Saka Pariwisata (Dinas Pariwisata)
  • Saka Kalpataru (Dinas Lingkungan Hidup)

Ia juga menekankan bahwa Gerakan Pramuka adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia, karena selama ini terbukti mampu membentuk karakter dan keterampilan generasi muda melalui sistem pendidikan khas Pramuka, yaitu sistem among, prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.

“Gerakan Pramuka telah memberikan bukti nyata bagaimana organisasi ini tetap berdiri kokoh dalam pengabdiannya kepada bangsa dan tanah air,” ujarnya.

Asrun Lio meyakini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka akan menciptakan sinergi kuat dalam mendukung pembangunan Sulawesi Tenggara yang berkelanjutan. Ia menyebut sinergi ini sebagai modal sosial yang sangat berharga bagi daerah.

“Demikian pokok-pokok pikiran ini kami sampaikan sebagai gambaran arah dan kebijakan Kwartir Daerah Sultra terhadap pengembangan potensi Gerakan Pramuka di seluruh wilayah Sultra,” pungkasnya.

Pembukaan Rakerda tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan andalan Kwarda Gerakan Pramuka Sultra, Kepala Pusdiklatda dan Puslitbangda, para Ketua dan Pimpinan Kwartir Cabang, Kepala Pusdiklatcab, Dewan Kerja Daerah, Dewan Kerja Cabang, serta seluruh peserta Rakerda Gerakan Pramuka Sultra 2025.




Kwarda Pramuka Sultra Resmi Dilantik, Komitmen Bangun Generasi Muda Tangguh

Kendari, Sultranet.com — Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara memasuki babak baru dalam perjalanannya setelah pelantikan Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan masa bakti 2024–2029. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra ini menjadi momen penting dalam memperkuat peran Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembentukan karakter generasi muda. Acara ini digelar pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Budi Waseso. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran Kwarda Sultra sebagai garda terdepan dalam membina generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

“Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah wadah pendidikan nonformal yang sangat penting untuk membentuk karakter, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan mengembangkan kepemimpinan pemuda. Di tengah arus perubahan global, Pramuka harus adaptif dan mengambil peran strategis,” ujar Budi Waseso.

Ia menegaskan bahwa pengurus baru harus bekerja dengan semangat kebersamaan, penuh tanggung jawab, dan pengabdian. “Pramuka harus tetap relevan di tengah tantangan zaman. Saya dorong Kwarda Sultra menghadirkan program-program nyata yang menyentuh kebutuhan generasi muda, terutama dalam era digital,” tegasnya.

Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua, M.Ling, yang hadir sebagai Wakil Ketua Mabida Pramuka Sultra dan membacakan sambutan Gubernur Sultra, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Andi Sumangerukka. Dalam sambutan tersebut, Pemprov Sultra menegaskan dukungan penuhnya terhadap seluruh program kepramukaan yang fokus pada pembangunan sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

“Pramuka harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi pembentukan karakter generasi cinta tanah air, tangguh menghadapi tantangan, dan siap jadi pemimpin masa depan. Pemerintah siap bersinergi dengan seluruh jajaran Pramuka untuk mewujudkannya,” kata Hugua.

Ketua Kwarda Sultra yang baru dilantik, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan. Ia menyatakan komitmennya untuk membawa Pramuka Sultra menjadi organisasi yang dinamis dan inovatif.

“Kami akan segera menyusun langkah strategis yang selaras dengan kebutuhan generasi muda hari ini. Pramuka tidak boleh tertinggal. Kegiatan harus edukatif, partisipatif, dan mendukung literasi digital serta kepemimpinan berwawasan global,” ujar Asrun Lio.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pengurus sebelumnya, yakni Drs. H. Masyhur Masie Abunawas (periode 2001–2012) dan H. Irawan Laliasa, SE., M.Si (periode 2013–2023), atas kontribusi mereka dalam memperkuat fondasi organisasi.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Jenderal Kwarnas, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Bachtiar, S.I.P., M.A.P.; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sultra; para bupati dan wali kota se-Sultra selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab); kepala OPD lingkup Pemprov Sultra; serta para pembina, pelatih, pamong, dan Dewan Kerja Daerah dan Cabang.

Pelantikan ini menjadi simbol kesiapan Kwarda Pramuka Sultra untuk melangkah maju, memperkuat barisan, dan bersatu dalam semangat pengabdian membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, siap menghadapi tantangan zaman, dan memiliki daya saing global.




Asrun Lio Resmi Pimpin Pramuka Sultra, Komitmen Bangun Generasi Tangguh dan Inovatif

Kendari, Sultranet.com – Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara resmi memasuki babak baru dengan dilantiknya Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan untuk masa bakti 2024–2029. Pelantikan ini berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Jumat (3/5/2025), menandai semangat baru dalam pembinaan generasi muda di Bumi Anoa.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Budi Waseso. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran Pramuka sebagai ujung tombak pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda di era yang penuh tantangan ini.

“Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah ruang pendidikan nonformal yang membentuk karakter, menumbuhkan nasionalisme, dan menyiapkan pemimpin masa depan. Pramuka harus adaptif dan relevan dengan tantangan zaman,” tegas Budi Waseso di hadapan ratusan undangan.

Ia juga mendorong pengurus baru untuk bekerja dengan semangat kebersamaan dan rasa pengabdian tinggi. Menurutnya, sinergi antara Pramuka dan pemerintah daerah sangat penting untuk menciptakan program yang menjawab kebutuhan generasi muda, terutama di era digital saat ini.

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Mabida, hadir mewakili Gubernur Sultra, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Andi Sumangerukka. Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, Hugua menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi dalam mendukung program kepramukaan sebagai bagian dari upaya strategis membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Pramuka harus menjadi solusi dalam pembentukan karakter generasi yang cinta tanah air, tangguh, dan siap menghadapi masa depan. Pemprov Sultra siap bersinergi dalam setiap langkah,” ucap Hugua.

Ketua Kwarda Sultra yang baru, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk membawa Gerakan Pramuka Sultra menjadi lebih profesional dan inovatif.

“Kami akan menyusun program strategis berbasis kebutuhan generasi muda hari ini. Pramuka harus hadir dengan kegiatan yang edukatif, partisipatif, dan mendorong literasi digital serta kepemimpinan global,” kata Asrun Lio dalam sambutannya.

Ia juga mengapresiasi pengurus sebelumnya yang telah meletakkan fondasi organisasi dengan baik. Asrun berharap kepengurusan yang baru mampu melanjutkan sekaligus mengembangkan capaian yang telah dirintis.

Acara pelantikan ini turut dihadiri tokoh nasional dan daerah, seperti Sekretaris Jenderal Kwarnas, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Bachtiar, S.I.P., M.A.P.; unsur Forkopimda Sultra seperti Kapolda, Danrem, Danlanal, dan Danlanud; para kepala daerah se-Sultra sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab); serta mantan Ketua Kwarda Sultra Drs. H. Masyhur Masie Abunawas, M.Si (periode 2001–2012) dan H. Irawan Laliasa, SE., M.Si (periode 2013–2023).

Hadir pula jajaran Mabida, pengurus Kwarda, Ketua Kwartir Cabang se-Sultra, para pembina, pelatih, pamong, serta Dewan Kerja Daerah dan Cabang yang menjadi bagian penting dalam struktur organisasi Gerakan Pramuka di daerah.

Momentum pelantikan ini tidak hanya menjadi prosesi seremonial, tetapi juga penanda kesiapan Pramuka Sultra dalam memperkuat barisan dan bersatu dalam semangat pengabdian. Semangat ini diarahkan untuk melahirkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menyambut tantangan zaman dengan jiwa kepemimpinan yang kokoh.

Dengan kepemimpinan baru yang berkomitmen pada inovasi dan kolaborasi, Gerakan Pramuka Sultra diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membina generasi penerus bangsa di Sulawesi Tenggara.




LKPD Sultra Apresiasi Tabligh Akbar UAS di PESRI Kendari

KENDARI, sultranet.com – Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Sulawesi Tenggara mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar Pesantren Ummusshabri (PESRI) Kendari dengan menghadirkan dai kondang Ustadz Dr. H. Abdul Somad, Lc., MA (UAS). Jumat (2/5/2025/

Direktur Eksekutif LKPD Sultra, Muh. Arham, yang juga alumni PESRI angkatan 2000, mengungkapkan kekagumannya atas keberhasilan pihak pesantren menghadirkan UAS, sosok pendakwah nasional yang sangat dinanti-nanti masyarakat.

“Informasi dari panitia, upaya menghadirkan UAS ini sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu. Dan hari ini, bertepatan dengan Hardiknas, akhirnya terealisasi. Ini pencapaian luar biasa,” ujar Arham saat ditemui di Bandara Haluoleo, Sabtu (3/5/2025) pagi.

Direktur Eksekutif LKPD Sultra, Muh. Arham
Direktur Eksekutif LKPD Sultra, Muh. Arham

Menurut Arham, momen spesial ini membuat UAS memberikan durasi ceramah lebih lama dari biasanya.

“Kalau di tempat lain biasanya hanya satu jam, tadi malam di PESRI beliau ceramah sampai satu setengah jam sebagai bentuk penghargaan atas penantian panjang civitas akademika Ummusshabri,” tambahnya.

Tabligh Akbar yang berlangsung meriah ini dihadiri ribuan jamaah dari berbagai penjuru kota yang memadati kompleks Pesantren Ummusshabri Kendari sejak sore hari.

Antusiasme warga begitu tinggi menyambut kehadiran sang ustadz yang selama ini hanya mereka saksikan lewat media sosial dan tayangan TV.

Sejumlah pejabat penting tampak hadir dalam acara tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Sultra, Kapolda Sultra, Danrem 143/Haluoleo, Kepala Kejaksaan Tinggi, dan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pimpinan Pesantren Ummusshabri Kendari menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan ini.

“Ini adalah hadiah Hardiknas untuk santri dan masyarakat Sultra,” ungkap salah satu pengurus pesantren.

Tabligh Akbar bersama UAS ini bukan hanya menjadi momen religius, tetapi juga simbol penguatan pendidikan karakter dan spiritual di lingkungan pesantren dan masyarakat luas.




Pendidikan spiritual, Pendidikan modern

Kendar,Sultranet.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025 dengan cara yang penuh makna melalui pelaksanaan Tabligh Akbar di Kompleks Pesantren Ummusshabri Kendari, Jumat malam, 2 Mei 2025. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua, M.Ling., dan menghadirkan Da’i Nasional Prof. KH. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (UAS) sebagai penceramah utama.

Mengusung tema “Mendidik dengan Hati, Mencerahkan dengan Ilmu,” kegiatan ini dirancang sebagai ruang refleksi dan motivasi bagi dunia pendidikan, khususnya di Sulawesi Tenggara. Hadir pula dalam acara ini jajaran pimpinan Yayasan Ummusshabri, Ketua dan Anggota DPRD Sultra, Forkopimda, Kanwil Kemenag Sultra, Ketua MUI Sultra, pimpinan ormas Islam se-Sultra, serta para anggota BKMT Sultra.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Ir. Hugua menyampaikan bahwa pemerintah daerah menempatkan pendidikan sebagai kunci strategis untuk mewujudkan Sultra yang maju, sejahtera, aman, dan religius. Ia menyambut hangat kehadiran UAS sebagai bentuk apresiasi Pemprov Sultra terhadap nilai-nilai spiritual dalam pendidikan.

“Malam hari ini sangat relevan karena bertepatan dengan peringatan ulang tahun Sulawesi Tenggara dan Hari Pendidikan Nasional. Ini adalah amanat konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami harap tausiah dari Pak Kiai dapat memberi pencerahan, membentuk masyarakat Sultra yang terdidik dan tercerahkan,” ujar Hugua.

Hugua juga menanggapi kekhawatiran yang disampaikan pimpinan Ummusshabri tentang pendidikan masa kini yang kerap mengabaikan nilai-nilai emosional dan etika. Ia menilai, pendidikan berbasis hati dan akhlak adalah elemen yang tak boleh terabaikan dalam pembangunan sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Dr. H. Supriyanto, MA, menekankan pentingnya pendidikan yang menyentuh dimensi spiritual dan emosional anak. Ia menyoroti kecenderungan orang tua yang lebih memilih pendekatan material dalam mendidik anak-anak mereka.

“Sekarang ini, banyak orang tua mendidik anak dengan materi. Dikasih HP supaya tenang, dibelikan kue agar tidak menangis. Tapi itu perlahan menjauh dari esensi pendidikan yang sesungguhnya: mendidik dengan hati,” ujar Supriyanto.

Ia menjelaskan bahwa Ummusshabri membangun model pendidikan yang mempertemukan peradaban Barat dan Timur. Di satu sisi, ilmu sains dan teknologi diperkenalkan dalam kelas internasional dan digital yang menggunakan Bahasa Inggris dan kurikulum Cambridge. Di sisi lain, pendidikan Islam dengan Bahasa Arab tetap menjadi fondasi utama.

“Di Ummusshabri, kami punya kelas kebrit yang full English, kelas Cambridge yang dievaluasi langsung oleh lembaga Cambridge, dan kelas digital AI untuk anak-anak belajar coding dan berpikir komputasional. Tapi semua itu berdiri kokoh di atas spiritualitas, dengan hafalan dan pendidikan agama sebagai dasar,” terangnya.

Ia menyebut model pendidikan Ummusshabri sebagai “pertemuan dua peradaban yang diislamkan,” karena keberhasilan teknologi dan ilmu pengetahuan tetap dibingkai dalam nilai-nilai keimanan.

Kegiatan Tabligh Akbar ini berlangsung khidmat dan hangat, dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati area pesantren. Tausiah Ustadz Abdul Somad menjadi puncak acara yang ditunggu-tunggu, menyampaikan pesan-pesan keagamaan dan pentingnya menyeimbangkan ilmu dunia dan akhirat dalam pendidikan anak.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Sulawesi Tenggara tahun ini bukan hanya seremoni, tetapi juga menjadi ajakan kolektif untuk membangun pendidikan yang lebih utuh — yang menyentuh akal, hati, dan jiwa.