HUT ke-61 Pemprov Usung Tema Harmoni Sultra

Kolaka, Sultranet.com – Dalam suasana khidmat dan penuh makna, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara yang digelar di Alun-Alun 19 November Kolaka, Minggu 27 April 2025. Peringatan ini dirangkaikan pula dengan Hari Otonomi Daerah ke-29 tahun 2025, menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan daerah yang penuh dinamika dan harapan ke depan.

Upacara dihadiri oleh berbagai elemen strategis, mulai dari keluarga tokoh pendiri Sultra, anggota DPR RI dan DPD RI Dapil Sultra, pimpinan DPRD Sultra, Forkopimda, para kepala daerah se-Sultra, hingga para Raja dan Sultan, tokoh adat, akademisi, instansi vertikal, serta masyarakat umum.

Dalam amanatnya, Gubernur menyampaikan rasa syukur atas usia Sulawesi Tenggara yang kini memasuki tahun ke-61 sejak terbentuk sebagai provinsi. Ia menegaskan bahwa capaian dan keberadaan Sultra saat ini tak lepas dari perjuangan para tokoh pejuang serta kerja keras para pemimpin terdahulu.

“Sudah sepantasnya kita memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendiri Sultra dan para pemimpin sebelumnya. Semoga segala amal dan jasa mereka diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Andi Sumangerukka.

Mengangkat tema “Harmoni Sultra”, Gubernur menekankan pentingnya menjadikan keberagaman budaya, suku, bahasa, dan adat istiadat sebagai kekuatan kolektif dalam pembangunan. Ia menegaskan bahwa harmoni bukan hanya semboyan, tetapi semangat dasar dalam menjaga kesatuan dan kolaborasi untuk kemajuan daerah.

“Perbedaan adalah keindahan yang harus dikelola dengan bijak. Karena itu saya memilih ‘Harmoni Sultra’ sebagai semangat pembangunan kita. Mari kita terus bersatu dan membangun Sultra dengan hati dan semangat kolaborasi,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga otonomi daerah yang bertanggung jawab dan produktif. Ia mendorong agar setiap elemen daerah mengembangkan potensi secara optimal dan bertanggung jawab demi kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, diberikan sejumlah penghargaan kepada daerah dan perangkat kerja terbaik. Kabupaten Muna Barat meraih nilai kategori A untuk klaster fiskal sedang, Kabupaten Konawe mendapat nilai kategori B untuk klaster fiskal rendah, dan Kabupaten Konawe Kepulauan meraih nilai kategori B untuk klaster fiskal tinggi.

Sementara itu, Innovation Governor Award Provinsi Sultra tahun 2025 diberikan kepada lima perangkat daerah atas kontribusi inovatif dalam tata kelola pemerintahan. Di antaranya adalah BRIDA dengan aplikasi “Adinda”, BKD dengan sistem pengelolaan ASN, Dinas Lingkungan Hidup melalui Klinik Ecobrick Lestari, Dinas Koperasi dan UMKM dengan Klingterasi UMKM dan Nomor Induk Usaha, serta Biro Administrasi Pembangunan dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa melalui inovasi E-Pengendalian dan Bosara.

Tak hanya penghargaan, Gubernur juga menyerahkan bantuan simbolis berupa seragam sekolah untuk siswa SMA, SMK, dan SLB di Kolaka. Ia juga menyerahkan lima kartu “Beramal” sebagai bentuk dukungan sosial dari Pemprov Sultra kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menutup upacara, Andi Sumangerukka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kedamaian dan semangat kekeluargaan dalam membangun Bumi Anoa.

“Dirgahayu ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara. Harmoni Sultra untuk Indonesia,” ujar Gubernur disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta upacara.

Semangat yang ditunjukkan dalam peringatan ini menegaskan komitmen Pemprov Sultra dalam melanjutkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pada nilai-nilai lokal yang kuat. Dengan kerja sama semua pihak, Sulawesi Tenggara optimis melangkah menuju masa depan yang lebih baik, mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.




Pemprov Sultra Dukung Pelestarian Budaya

Kolaka, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan lembaga adat dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka melalui Sekretaris Daerah Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Kabupaten Kolaka masa bhakti 2025–2030 yang digelar di Kolaka, Sabtu, 26 April 2025.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan selamat kepada pengurus baru MAKN Kolaka dan menegaskan pentingnya peran MAKN sebagai benteng terakhir pelestarian nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang diwariskan oleh kerajaan-kerajaan Nusantara.

“Selamat kepada Ketua DPD MAKN Kolaka dan seluruh jajaran. Amanah ini adalah panggilan untuk menjaga kelestarian budaya sebagai identitas luhur bangsa,” kata Asrun Lio mewakili Gubernur.

Ia mengingatkan, kemajuan teknologi digital membawa tantangan besar berupa krisis identitas budaya, terutama di kalangan generasi muda. Budaya global yang masif masuk lewat dunia digital sering membuat generasi saat ini mulai melupakan akar budayanya.

“Kita menyaksikan makin pudar pemahaman terhadap adat istiadat, bahasa daerah, hingga sejarah kerajaan dan tokoh lokal. Jika ini tidak segera disikapi, maka kita akan kehilangan jati diri,” ujarnya.

Sekda menegaskan pentingnya kehadiran MAKN dalam menjawab tantangan tersebut. MAKN dinilai sangat strategis karena mampu menjadi ruang edukasi dan dokumentasi budaya lokal, bahkan mendorong warisan budaya agar diakui secara nasional.

“Melalui MAKN, kita berharap lahir gerakan pelestarian dan pembaruan budaya yang lebih kontekstual. Budaya lokal kita perlu didokumentasikan secara serius agar tidak punah. Dari tarian, bahasa, hingga ritual adat—semuanya adalah kekayaan yang harus kita rawat,” jelasnya.

Ia juga mendorong agar MAKN turut aktif dalam menginisiasi proses pendaftaran warisan budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) ke tingkat nasional. Menurutnya, pengakuan tersebut penting untuk memberi perlindungan hukum dan memperkuat eksistensi budaya lokal.

“Jika budaya kita diakui secara nasional, maka akan terbuka ruang lebih luas untuk pembinaan, promosi, hingga penguatan ekonomi berbasis budaya,” tambahnya.

Gubernur juga menitipkan pesan agar pengurus baru MAKN Kolaka menjadikan pelestarian budaya sebagai gerakan yang hidup, membangkitkan semangat generasi muda agar kembali mencintai jati diri budaya mereka.

“Mari jadikan amanah ini sebagai panggilan perjuangan. Bangkitkan kembali kebanggaan terhadap budaya lokal, dan jadilah penggerak utama dalam pelestarian dan promosi budaya Sulawesi Tenggara,” ucapnya.

Pelantikan DPD MAKN Kolaka dihadiri sejumlah tokoh penting dan pemangku adat dari berbagai kerajaan. Di antaranya Bhontona Marusu selaku Bendahara DPW MAKN Sultra, YM. HJ. Wa Ode R.AY Yani Kusdidjoyo dari Kesultanan Sumenep, Dewan Pakar DPP MAKN Mayjen (Purn) H. Munif Prasodjo, Wakil Bupati Kolaka Anakia Husmaluddin yang juga Ketua MAKN Kolaka, serta Ketua DPRD Kolaka.

Selain itu, hadir pula PYM Bokeo Raja Mekongga XX Drs. H. Khaerun Dachlan, perwakilan Sultan Buton, Raja Laiwoi, Raja Poleang Moronene, Raja Muna, Datu Luwu, dan Karaeng Rumbia dari Jeneponto. Para tokoh adat, perangkat kerajaan, hingga Forkopimda Kabupaten Kolaka turut memberikan dukungan penuh atas pelantikan tersebut.

Acara berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan semangat kebudayaan, menandai sinergi kuat antara pemerintah dan lembaga adat untuk membangun Sultra yang berakar pada nilai-nilai lokal namun adaptif terhadap masa depan.




Gubernur Sultra Lepas Fun Run Harmoni, Ajak Warga Hidup Sehat

Kolaka, Sultranet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara resmi melepas kegiatan Fun Run Harmoni Sultra yang berlangsung di Kabupaten Kolaka, Sabtu, 26 April 2025. Event lari santai ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara, yang tahun ini mengusung tema “Harmoni Sultra”.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 2.000 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, yang turut memeriahkan suasana pagi di Kolaka. Ribuan warga terlihat antusias menyambut kegiatan yang tidak hanya bertujuan membangun kebugaran fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan antarmasyarakat Sultra.

Dalam sambutannya sebelum melepas peserta lari, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai investasi utama dalam hidup.

“Saya selalu katakan, sehat itu adalah investasi. Kalau kita sehat, kita bisa menikmati hidup. Tapi kalau kita tidak sehat, semua itu bisa habis,” ujarnya di hadapan peserta dan tamu undangan.

Menurutnya, gaya hidup sehat tidak hanya datang dari olahraga, tapi juga berpijak dari pikiran yang tenang dan pola makan yang seimbang. Pemerintah Provinsi Sultra, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur olahraga di seluruh wilayah kabupaten/kota, guna memperkuat fondasi pembinaan atlet dan menciptakan prestasi olahraga yang lebih baik.

“Ke depan, kita akan mulai menata venue olahraga di masing-masing daerah. Karena tanpa fasilitas, pembinaan sulit dilakukan. Dan dari sana pula lahir prestasi,” tambah Gubernur.

Acara ini juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sultra, Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, unsur Forkopimda, Kepala BIN Daerah dan Komandan Lanud, para bupati, wali kota, wakil bupati serta wakil wali kota se-Sulawesi Tenggara. Turut hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sultra dan tokoh-tokoh masyarakat Kolaka.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka yang hadir mewakili Pemerintah Daerah setempat menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi tuan rumah Fun Run tahun ini.

“Kegiatan ini bertujuan mempererat kebersamaan dan semangat sportivitas masyarakat Sultra. Kami senang bisa menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Ia menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini menjadi indikator kuat bahwa olahraga bisa menjadi perekat sosial yang efektif di tengah kehidupan masyarakat. Ia pun mengumumkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kolaka telah merancang agenda tahunan untuk menggelar lomba lari maraton.

“Untuk tahun ini, lomba maraton akan digelar pada 13 Juli 2025. Kami harap event ini bisa diikuti lebih banyak masyarakat dari seluruh penjuru Sulawesi Tenggara,” jelasnya.

Fun Run Harmoni Sultra menjadi penanda bahwa pembangunan daerah tidak semata soal infrastruktur fisik, namun juga pembangunan manusia yang sehat secara fisik dan mental. Semangat kolaboratif dan kebersamaan yang tercipta dari kegiatan ini sejalan dengan tema besar peringatan Hari Jadi ke-61, yakni “Harmoni Sultra”, yang ingin menguatkan persatuan dalam keragaman.

Pemerintah Provinsi Sultra juga menegaskan akan terus menjadikan olahraga sebagai bagian dari strategi pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat. Dukungan penuh terhadap kegiatan seperti ini akan terus diberikan agar gaya hidup aktif menjadi budaya masyarakat Sultra.




Sekda Sultra Kick Off Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025

Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara resmi memulai kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025. Kegiatan ini ditandai dengan pelepasan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, mewakili Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, bertempat di Dermaga Pelabuhan Lanal Kendari, Jumat, 25 April 2025.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank Indonesia serta TNI Angkatan Laut atas sinergi dalam pelaksanaan ekspedisi yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sultra. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi hingga ke pelosok negeri, khususnya wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).

“Dengan pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini, kita tentu berharap kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik mengedarkan uang layak edar kepada masyarakat, tetapi juga menjadi perjalanan nilai-nilai kedaulatan Rupiah,” ujar Asrun Lio.

Ia menegaskan, Rupiah bukan hanya alat tukar, melainkan simbol kepercayaan dan pondasi ekonomi nasional. Melalui ekspedisi ini, pemerintah ingin memastikan setiap warga negara, termasuk di wilayah terpencil seperti Wakatobi, mendapatkan hak yang sama terhadap akses uang yang berkualitas dan layak edar.

“Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki wilayah laut yang sangat luas, sekitar 110.000 km². Tantangan geografis seperti ini tidak menyurutkan semangat untuk menjangkau masyarakat di daerah 3T,” tambahnya.

Sekda juga menyebutkan bahwa Ekspedisi Rupiah Berdaulat tahun ini akan menyasar lima pulau utama di Wakatobi, yakni Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko, dan Runduma. Dalam ekspedisi tersebut, layanan kas keliling akan digelar untuk mendistribusikan uang baru sekaligus mendukung kebijakan clean money policy dari Bank Indonesia.

Selain layanan peredaran uang, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi bertema Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelayakan fisik uang, sekaligus menanamkan nilai nasionalisme melalui mata uang negara.

“Kegiatan ini adalah wujud bela negara tanpa senjata. Tim ekspedisi membawa misi penting untuk memastikan masyarakat mengenal, menggunakan, dan mencintai Rupiah sebagai bagian dari identitas bangsa,” tegasnya.

 

Asrun Lio juga menjelaskan bahwa Pemprov Sultra dan Bank Indonesia akan terus mengeksplorasi peluang kerja sama strategis untuk mendorong potensi ekonomi daerah. Ia mencontohkan upaya yang telah dilakukan tahun ini, seperti digitalisasi transaksi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dan pengolahan rumput laut di Kabupaten Wakatobi.

“Melalui sinergi seperti ini, kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat eksistensi Rupiah di tengah masyarakat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Sekda mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh tim ekspedisi yang terdiri dari personel gabungan Bank Indonesia dan TNI AL.

“Kami yakin masyarakat Wakatobi akan menyambut tim ekspedisi dengan suka cita. Teruslah menebarkan semangat cinta pada Rupiah dan jadikan perjalanan ini sebagai pengabdian terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.

Kegiatan kick off tersebut turut dihadiri Direktur Eksekutif Pengedaran Uang Rupiah Bank Indonesia, M. Anwar Bashori, Paban II Ops Sopsal Kolonel Laut (P) Andri Kristanto MHan, serta jajaran Forkopimda Sultra. Hadir pula pimpinan perbankan, Otoritas Jasa Keuangan, perwakilan media, serta tim onboard dari berbagai Kantor Perwakilan Bank Indonesia.




Gubernur ASR Buka HUT ke-61 Sultra

Kolaka, Sultranet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka (ASR) secara resmi membuka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara yang dipusatkan di Kabupaten Kolaka. Dalam pidato pembukaannya, Gubernur menekankan pentingnya membangun daerah dengan semangat kebersamaan dan integritas yang lahir dari hati. Sabtu, 27 April 2025.

“Membangun Sultra tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Kita butuh harmoni, kerja sama, dan kerja hati. Hanya dengan itu, kita bisa sejajar dengan provinsi-provinsi maju di Indonesia,” ujar Gubernur dalam sambutan resminya yang disambut riuh tepuk tangan tamu undangan.

Rangkaian pembukaan HUT yang sarat makna ini turut dihadiri para tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Sultra bersama istri, Anggota DPR RI Ahmad Safei, Anggota DPD RI La Ode Umar Bonte, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, para Bupati/Wali Kota se-Sultra bersama istri, jajaran Forkopimda Provinsi Sultra dan Kabupaten Kolaka, serta tokoh masyarakat, agama, adat, dan pimpinan instansi vertikal dan perguruan tinggi.

Momentum HUT ke-61 Provinsi Sultra mengangkat tema “Harmoni Sultra” yang menjadi semangat kolektif untuk menyatukan potensi dan kekuatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah secara inklusif.

Gubernur juga mendorong agar produk unggulan Sultra, khususnya dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), dapat menembus pasar internasional. “Sultra memiliki budaya dan sumber daya luar biasa. Jika kita kelola dengan hati dan kebersamaan, kita bisa memperkenalkan karya kita ke dunia,” ucapnya penuh optimisme.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sultra sekaligus Ketua Panitia, Belli Harli Tombili, dalam laporannya menyebutkan bahwa rangkaian HUT dimulai sejak 23 hingga 27 April 2025. Kegiatan utama mencakup Rapat Paripurna DPRD di Kendari, Gala Dinner dan Pembukaan Harmoni Sultra, Tabligh Akbar dan Doa Bersama, Kolaka Fun Run, serta Upacara Puncak HUT dan Penutupan Harmoni Sultra.

Tak hanya itu, area utama kegiatan juga dipadati oleh pameran dan pelayanan publik seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan, bursa kerja, gerakan pangan murah, serta beragam lomba seni dan budaya. Kegiatan ini menyedot antusiasme masyarakat dan menciptakan dampak ekonomi yang langsung terasa.

“Tingkat hunian hotel di Kolaka dilaporkan penuh 100 persen. Ini membuktikan bahwa event seperti ini turut menggerakkan ekonomi lokal,” jelas Belli.

Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada masyarakat, Gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan sosial. Bantuan yang diserahkan meliputi bantuan pembangunan masjid, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk masyarakat kurang mampu, serta bantuan modal usaha bagi ibu-ibu yang ingin mengembangkan usaha kecil mereka.

“Bantuan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk terus hadir dan memberi manfaat nyata kepada masyarakat,” kata Gubernur.

Ia berharap semangat HUT ke-61 bisa menjadi titik balik bagi Sultra menuju masa depan yang lebih cerah. Menutup sambutannya, Gubernur menyatakan secara resmi pembukaan HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara resmi dibuka,” ucapnya disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.

Peringatan HUT ini bukan hanya seremonial, melainkan panggung untuk menyatukan energi, semangat, dan harapan dari seluruh penjuru Sultra. “Harmoni Sultra” menjadi simbol kekuatan kolaborasi, menunjukkan bahwa kemajuan daerah hanya bisa dicapai jika seluruh elemen bergerak bersama.




Pemprov Sultra Ikuti Rakor Inflasi Bersama KEMENDAGRI

Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan sosialisasi program Sekolah Rakyat. Kegiatan yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ini digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dan diikuti jajaran Pemprov Sultra dari Ruang Rapat Biro Perekonomian Setda Provinsi Sultra. Senin, 21 April 2025.

Dalam arahannya, Mendagri Tito menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif baru yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada masyarakat kurang mampu.

“Sekolah Rakyat ini berbentuk asrama. Kebutuhan makan, tempat tinggal, bahkan fasilitas olahraga siswa ditanggung negara. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin, dari jenjang SD sampai SMA,” jelas Tito.

Ia menambahkan bahwa program ini berbeda dengan Sekolah Unggulan Garuda yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi. “Kita ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera tidak mewarisi kemiskinan orang tuanya. Sekolah Rakyat adalah jembatan sosial menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Mendagri juga meminta para kepala daerah segera merespons peluang ini dengan melakukan koordinasi lintas OPD. Ia menekankan pentingnya kesiapan legalitas dan lahan dalam pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat di tiap daerah.

Turut hadir dalam rakor ini Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang ditunjuk sebagai koordinator utama program. Ia menjelaskan bahwa dasar hukum program ini mengacu pada Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“Pendidikan adalah alat paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan. Sekolah Rakyat merupakan langkah afirmatif untuk menciptakan keadilan akses pendidikan dan menjadi bagian dari visi Indonesia Emas 2045,” ujar Saifullah.

Hingga April 2025, tercatat sebanyak 356 titik usulan pembangunan Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, dengan target 200 lokasi dibangun tahun ini.

Selain sosialisasi program pendidikan, rakor juga membahas perkembangan inflasi nasional. Mendagri menyampaikan bahwa inflasi year-on-year Maret 2025 terhadap Maret 2024 tercatat sebesar 1,03%, sedangkan month-to-month dari Februari ke Maret 2025 sebesar 1,65%.

“Target inflasi nasional kita adalah 2,5 persen plus minus 1 persen. Angka saat ini berada dalam kategori aman dan menggembirakan bagi masyarakat,” ujar Tito.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan bahwa pada minggu ketiga April 2025, terdapat 23 provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), 14 provinsi mengalami penurunan, dan satu provinsi tetap stabil. Dua komoditas utama penyumbang inflasi adalah bawang merah dan cabai merah.

“Secara nasional, harga bawang merah naik sebesar 9,18 persen dan bawang putih naik 1,69 persen dibanding bulan sebelumnya. Keduanya juga berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP),” jelas Amalia.

Rakor ini diikuti oleh berbagai unsur penting di Sultra, termasuk perwakilan dari BPS, Biro Perekonomian, Dinas Sosial, Dinas Tanaman Pangan, serta instansi teknis lainnya. Pemerintah pusat mengajak daerah untuk meningkatkan sinergi dalam menekan inflasi serta menyukseskan program-program strategis yang berpihak pada masyarakat.

Dengan dukungan penuh seluruh unsur pemerintahan, program Sekolah Rakyat diharapkan segera direalisasikan di Sultra. Tak hanya sebagai wujud kehadiran negara bagi masyarakat kecil, tetapi juga sebagai bentuk komitmen dalam menyiapkan generasi masa depan yang mandiri dan berkualitas.




Gubernur Sultra: Semangat Kartini Adalah Api yang Tak Pernah Padam

Kendari, Sultrant.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2025. Apel yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Sultra ini dirangkaikan dengan tema besar pembangunan daerah, yaitu “Mewujudkan ASTA CITA dengan menghadirkan 1000 Profesi Perempuan dan Gen Z.” Senin, 21 April 2025.

Apel tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur, para Kepala OPD, Sekretaris Dinas, para Kabid, serta ratusan ASN dan PPPK yang tampak antusias mengenakan busana adat dan pakaian ala Kartini. Semangat emansipasi dan penghormatan terhadap perjuangan perempuan begitu terasa dalam suasana yang penuh warna dan budaya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Hari Kartini adalah momen refleksi untuk terus menghidupkan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini, yang tidak hanya memperjuangkan hak perempuan, tetapi juga memajukan bangsa.

“Kartini adalah simbol keberanian untuk berpikir melampaui zamannya. Ia menyuarakan ketidakadilan terhadap perempuan dan bangsanya, serta meyakini bahwa kemajuan bangsa tidak mungkin dicapai tanpa kemajuan perempuan,” kata Gubernur saat membacakan sambutan.

Lebih lanjut, sambutan itu menyoroti tantangan yang masih dihadapi perempuan di berbagai bidang, mulai dari akses pendidikan, kesempatan kerja, perlindungan hukum, hingga keterlibatan dalam pengambilan keputusan publik. Meski begitu, semangat Kartini tetap menyala dalam diri setiap perempuan Indonesia.

“Tak ada kata terlalu muda atau terlalu tua untuk menyalakan semangat Kartini. Tak ada peran yang terlalu kecil untuk menciptakan perubahan,” lanjutnya.

Menambahkan pandangannya secara pribadi, Gubernur Sultra menyampaikan rasa bangga atas antusiasme peserta apel, khususnya para perempuan yang tampil mengenakan busana daerah dan pakaian khas Kartini dengan penuh semangat sejak pagi hari.

“Saat saya datang, saya melihat semua berjalan dengan gaya masing-masing. Saya cukup tersentuh, karena pasti ada yang sudah bersiap dari subuh. Ini adalah bentuk nyata dari perjuangan ibu-ibu dalam menghormati nilai-nilai Kartini,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa perjuangan untuk kemajuan daerah masih jauh dari kata selesai. “Masih banyak perjuangan yang harus kita lanjutkan untuk kemajuan Sulawesi Tenggara yang kita cintai. Saya tahu, di hadapan saya ini ada generasi penerus—Kartini-kartini masa kini—yang siap berkontribusi bagi bangsa dan daerah,” ujar Gubernur.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta apel yang telah hadir dengan penuh semangat, menjunjung nilai budaya, dan menghormati semangat emansipasi perempuan yang telah diwariskan Kartini.

“Terima kasih atas kesediaan mengikuti apel ini dengan memakai busana Kartini. Ini bukan hanya simbol semata, tapi juga bentuk semangat dan dedikasi untuk terus melangkah maju,” tutupnya.

Peringatan Hari Kartini tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga ruang untuk menegaskan kembali komitmen daerah dalam mewujudkan keadilan gender dan pembangunan inklusif yang memberdayakan perempuan dari seluruh latar belakang dan generasi.




Kendari Run Sultra, Perpaduan Olahraga dan Promosi Wisata Daerah

Kendari, Sultranet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi membuka kegiatan Kendari Run Sultra, sebuah event lari yang tak hanya mengajak masyarakat hidup sehat tetapi juga mempromosikan potensi pariwisata daerah. Acara berlangsung meriah di kawasan MTQ Kendari, Senin, 21 April 2025.

Event ini disambut antusias oleh berbagai kalangan, termasuk para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sultra dan komunitas pelari. Tercatat peserta menempuh dua kategori jarak: rute utama sejauh 10 kilometer dan rute pendek 1,8 kilometer yang mengelilingi kawasan MTQ.

“Alhamdulillah, ini medali pertama saya di event lari Kota Kendari. Meski hanya 1,8 kilometer, semangatnya luar biasa,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sultra dengan wajah penuh semangat, sesaat setelah mencapai garis finis.

Kepala Dinas Pariwisata menjelaskan bahwa ini merupakan kali ketiga event lari tersebut diselenggarakan pihaknya. Dua kegiatan sebelumnya diadakan di Pantai Toronipa. Kali ini, Kendari Run digelar dengan dukungan dan kolaborasi media lokal Kendari Pos, yang menjadi mitra strategis dalam publikasi dan penyelenggaraan kegiatan.

“Kami menargetkan event berikutnya digelar lebih besar pada 7 September 2025, bahkan akan kami undang pelari internasional. Rutenya akan menjelajahi destinasi unggulan Sultra,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak, termasuk Direktur Kendari Pos, Iwan Zainuddin, yang dianggap memiliki kontribusi besar atas keberhasilan kegiatan ini.

“Kegiatan seperti ini jangan hanya sekali. Saya ingin agar event olahraga seperti ini menjadi bagian tetap dalam kalender promosi wisata Sulawesi Tenggara,” kata Gubernur.

Ia mengusulkan agar ke depan Kendari Run digelar di berbagai destinasi wisata Sultra seperti Wakatobi atau wilayah lain yang memiliki daya tarik alam dan budaya. Menurutnya, konsep sport tourism menjadi salah satu strategi potensial untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Gubernur juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. “Kesehatan itu investasi. Kalau kita sakit, pendapatan bisa hilang. Untuk sehat, kita harus jaga pikiran, jaga makanan, dan rajin berolahraga,” tegasnya.

Selain sebagai ajang olahraga, Kendari Run Sultra 2025 juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas, media, dan pelaku pariwisata untuk membangun citra positif daerah. Ratusan masyarakat umum turut bergabung, menandakan besarnya antusiasme terhadap gaya hidup sehat yang juga mempererat hubungan sosial.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Sultra, unsur Forkopimda, Wali Kota Kendari, Ketua Pengendali Program 100 Hari ASR-Hugua Mayjen TNI (Purn) Purnomo, para pimpinan OPD, komunitas pelari, dan masyarakat umum dari berbagai kalangan. Suasana kebersamaan terasa hangat di sepanjang lintasan, mulai dari garis start hingga garis finish.

Dinas Pariwisata Sultra menyatakan akan terus mengembangkan event ini ke berbagai kota dan kabupaten sebagai bagian dari gerakan pariwisata berbasis komunitas. “Semakin banyak masyarakat terlibat, semakin kuat pula identitas daerah yang ingin kita bangun,” pungkas Kepala Dinas Pariwisata.

Kendari Run Sultra menjadi contoh bagaimana sebuah event sederhana dapat menjembatani gaya hidup sehat dengan promosi pariwisata. Dengan komitmen berkelanjutan dari pemerintah daerah dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Sultra optimistis menjadi tujuan wisata olahraga yang dikenal luas, baik nasional maupun internasional.

Tag:
Frasa kunci:
Topik:




BKMT Sultra Resmi Dilantik, Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan Umat

Kendari, Sultranet.com – Pengurus Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (PW BKMT) Provinsi Sulawesi Tenggara periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah acara khidmat yang berlangsung di Hotel Sahid Azizah Syahriah, Kendari, Sabtu, 19 April 2025. Gubernur Sultra diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Setda Provinsi Sultra, Iwan Susanto, hadir memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi pelantikan.

Pelantikan kali ini mengusung tema “BKMT Kita Bangun Pendidikan Karakter Mandiri untuk Memperkokoh Persatuan dalam Meraih Ridho Allah SWT Demi Mewujudkan Sultra Aman, Sejahtera, dan Religius.” Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Gubernur Sultra Arinta Andi Sumangerukka dan Ibu Wakil Gubernur Ratna Lada Hugua yang juga bertindak sebagai penasehat organisasi, serta Ketua Umum BKMT Pusat Dr. Hj. Syifa Fauziah, tokoh agama, tokoh perempuan, dan perwakilan BKMT dari seluruh kabupaten/kota di Sultra.

Dalam sambutan Gubernur Sultra yang dibacakan Iwan Susanto, disampaikan bahwa BKMT memiliki peran strategis dalam pembangunan spiritual dan karakter masyarakat, khususnya perempuan. “BKMT bukan sekadar ruang silaturahmi, tetapi wadah penguatan karakter, pendidikan akhlak, dan peningkatan kualitas SDM umat. Peran perempuan di organisasi ini sangat besar, bahkan bisa dikatakan sebagai tiang negara,” ujarnya.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Pusat BKMT Nomor: 002/SK/PP.BKMT/I/2025 oleh Sekretaris Umum BKMT, Hj. Andalusia Eka Setiawati, dan dilanjutkan dengan pelantikan resmi oleh Ketua Umum BKMT Pusat. Prosesi sakral tersebut disaksikan langsung oleh para tamu kehormatan, termasuk Ibu Gubernur dan Ibu Wagub.

Ir. Rachmawati Badallah resmi dilantik sebagai Ketua PW BKMT Sultra periode 2025–2030. Dalam sambutannya, Rachmawati menyatakan komitmennya untuk membawa BKMT lebih aktif dalam pemberdayaan perempuan lintas profesi. “Kami ingin menjadikan BKMT sebagai rumah bersama bagi perempuan dari berbagai latar—ibu rumah tangga, pelaku UMKM, hingga akademisi. Kami akan hadir di seluruh 17 kabupaten/kota di Sultra dengan menjalin sinergi bersama pemerintah daerah,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, BKMT memberikan penghargaan khusus (Special Awards) kepada lima tokoh perempuan Sultra yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam perkembangan organisasi. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum BKMT Pusat kepada Hj. Nurlin Surunuddin, Hj. Muniarty M. Ridwan, Ir. Hj. Masyhura Ilah Ladamay, Nurponirah Ruksamin, dan Nani Indriyanti Ningsih.

Ketua Umum BKMT Pusat, Dr. Hj. Syifa Fauziah, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa BKMT telah menjangkau lebih dari 400 ribu majelis taklim di Indonesia dengan jutaan anggota aktif. Ia menyebut pentingnya menjaga semangat gotong royong dan inklusivitas dalam pengembangan organisasi. “BKMT berdiri sejak 1 Januari 1981 dan kini berusia 44 tahun. Ini bukti bahwa BKMT adalah kekuatan sosial yang perlu terus berkembang, menyesuaikan kebutuhan umat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjadikan BKMT sebagai mitra aktif pemerintah dalam pembangunan, tidak hanya di bidang spiritual, tetapi juga sosial dan ekonomi, khususnya melalui penguatan peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.

Acara pelantikan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi dan penguatan jaringan antarpengurus wilayah dan daerah. Atmosfer kebersamaan dan semangat perubahan terasa hangat di sepanjang rangkaian acara yang ditutup dengan doa bersama.

PW BKMT Sultra kini memasuki babak baru dengan kepengurusan yang lebih solid dan visi yang lebih luas. Sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat ikhtiar mewujudkan masyarakat Sulawesi Tenggara yang aman, sejahtera, dan religius.




Musypimwil Muhammadiyah Sultra, Menteri Mu’ti: Jadilah Gerakan Peradaban

Kendari, Sultranet.com – Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) Muhammadiyah Sulawesi Tenggara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam suasana khidmat di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kamis malam, 17 April 2025.

Acara ini menjadi momentum penting bagi Muhammadiyah dalam memperkuat peran strategisnya sebagai mitra pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan dakwah sosial. Sejumlah tokoh nasional dan daerah hadir, termasuk Sekretaris Jenderal Kementerian Dikdasmen, unsur Forkopimda, pimpinan perguruan tinggi, hingga Ketua DPRD Kota Kendari.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, melalui Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang telah konsisten dalam membangun daerah, bahkan jauh sebelum kepemimpinan saat ini.

“Pemerintah memandang Muhammadiyah sebagai pilar pembangunan. Kami mengajak Muhammadiyah terus menjadi mitra dalam pemberdayaan ekonomi, menjaga kerukunan sosial, dan memperkuat peran di sektor pendidikan serta kesehatan,” ujar Asrun Lio.

Ketua PWM Sultra, H. Akhmad Aljufri, menegaskan bahwa Muhammadiyah selalu bergerak untuk umat. Ia menyoroti perkembangan pesat sektor pendidikan Muhammadiyah di wilayah Sultra. Saat ini terdapat delapan perguruan tinggi Muhammadiyah, tiga di antaranya berstatus universitas.

“Universitas Muhammadiyah Kendari sedang bersiap membuka Fakultas Kedokteran secara mandiri. Gedung dan fasilitasnya telah siap. Semuanya dibangun murni dari kekuatan persyarikatan Muhammadiyah,” kata Aljufri.

Ia juga menyampaikan rencana hibah dari Bupati Buton Tengah berupa sarana pendidikan dan sepuluh bidang tanah kepada Muhammadiyah. Di saat yang sama, pembangunan Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kendari akan dimulai pada bulan Juni, berbarengan dengan peresmian gedung delapan lantai Universitas Muhammadiyah Kendari oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir.

Dukungan masyarakat juga tampak dalam penyerahan sertifikat tanah wakaf kepada Ketua PWM Sultra sebagai simbol kepercayaan dan partisipasi dalam gerakan dakwah Muhammadiyah.

Menteri Abdul Mu’ti dalam sambutannya mengungkapkan rasa bahagianya bisa kembali hadir di Kendari setelah satu dekade. “Saya atur jadwal sepadat apa pun karena kecintaan dan tanggung jawab saya terhadap Muhammadiyah,” ungkapnya.

Dalam pesannya, Prof. Mu’ti mengajak peserta Musypimwil untuk tetap menjaga semangat ibadah meski Ramadhan telah usai. Ia menyelipkan pesan melalui pantun:

“Bunga flamboyan berwarna merah,
Jatuh di rumput tanah yang basah,
Walaupun Ramadhan paripurna sudah,
Jangan berhenti beramal ibadah.”

Ia juga menegaskan bahwa tema Musypimwil “Bersama Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua” sejalan dengan semangat Tanwir Muhammadiyah yang belum lama digelar di Kupang dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Dalam konteks kepemimpinan, Menteri Mu’ti mengangkat kisah Nabi Shalih dari Al-Qur’an sebagai teladan pemimpin yang hidup dekat dengan rakyatnya. “Pemimpin tidak boleh berjarak dengan masyarakat yang dipimpinnya,” tegasnya.

Ia menutup sambutannya dengan menyerukan agar Muhammadiyah terus berperan aktif dalam membangun peradaban melalui pendidikan, dakwah, dan kontribusi nyata untuk umat dan bangsa.

Musypimwil Muhammadiyah Sultra tahun ini menjadi simbol sinergi kuat antara kekuatan keumatan dan komitmen kebangsaan. Kehadiran tokoh-tokoh nasional dan daerah memperkuat harapan agar Muhammadiyah terus menjadi kekuatan moral dan intelektual dalam membentuk masyarakat yang adil, makmur, dan berkemajuan.