TP PKK Kolaka Utara Bagikan Susu Gratis untuk Balita, Upaya Cegah Stunting di Kodeoha

Kolaka Utara, sultranet.com – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kolaka Utara, Ny. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., memimpin kegiatan pembagian susu gratis kepada balita di Desa Jabal Kubis, Kecamatan Kodeoha.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting yang menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara. Minggu, 15 Desember 2024

Dalam kunjungannya, Ny. Nurhayati didampingi oleh Sekretaris TP PKK Kolaka Utara, Dra. Nurjaya, serta beberapa pengurus TP PKK lainnya. Kehadiran rombongan ini disambut langsung oleh Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, S.H., yang juga menjabat sebagai Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolut, Ketua TP PKK Kecamatan Kodeoha beserta pengurus, Kepala Desa Jabal Kubis beserta istri, Kepala Puskesmas Kodeoha, dan petugas gizi Kecamatan Kodeoha.

Penjabat (Pj) TP. PKK Kabupaten Kolaka Utara,Ny.Nurhayati Yusmin,S.Pd.,MM (Menggendong Bayi) Didampingi Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, SH
Penjabat (Pj) TP. PKK Kabupaten Kolaka Utara,Ny.Nurhayati Yusmin,S.Pd.,MM (Menggendong Bayi) Didampingi Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, SH

Dalam sambutannya, Ny. Nurhayati menekankan pentingnya peran masyarakat, terutama para ibu, dalam mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan optimal.

“Kasus stunting bukan hanya persoalan kurang gizi, tetapi juga berdampak pada masa depan anak-anak kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong para orang tua untuk memahami pentingnya asupan gizi yang seimbang, seperti susu, demi tumbuh kembang anak yang maksimal,” katanya.

Ny. Nurhayati juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kolaka Utara.

Selain pembagian susu, TP PKK juga memberikan edukasi tentang pola hidup bersih dan sehat serta pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan.

Pj Ketua TP PKK Kolut, Ny. Nurhayati Yusmin, saat menyerahkan susu kepada Balita yang hadir penimbangan berat badan saat pelaksanaan posyandu.
Pj Ketua TP PKK Kolut, Ny. Nurhayati Yusmin, saat menyerahkan susu kepada Balita yang hadir penimbangan berat badan saat pelaksanaan posyandu.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Desa Jabal Kubis. Para ibu hadir membawa anak-anak mereka untuk menerima susu gratis sekaligus mendapatkan penyuluhan langsung dari TP PKK dan petugas gizi.

Melalui langkah-langkah ini, Pemkab Kolaka Utara berharap dapat menciptakan generasi yang bebas dari stunting, sekaligus mewujudkan tata kelola kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan.

Komitmen untuk mencegah stunting ini, menurut Ny. Nurhayati, adalah bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kolaka Utara.

Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, S.H., menyampaikan apresiasi atas kunjungan TP PKK Kabupaten Kolaka Utara ke pelayanan posyandu di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Kolut dan seluruh pengurus yang telah berkunjung. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian nyata untuk mewujudkan Indonesia Emas 2024,” ujarnya.

Syahlan juga menambahkan bahwa pemberian susu gratis kepada balita akan terus dilakukan secara berkelanjutan di posyandu-posyandu Kecamatan Kodeoha sebagai upaya meningkatkan gizi anak.

“Selain itu, kami akan fokus pada langkah-langkah preventif seperti edukasi tentang pentingnya ketercukupan gizi kepada ibu hamil, penyuluhan untuk mencegah pernikahan dini, serta kerja sama dengan Kementerian Agama dalam memberikan kursus kepada calon pengantin,” jelasnya.

Dengan pendekatan yang komprehensif ini, Kecamatan Kodeoha diharapkan menjadi salah satu wilayah percontohan dalam penerapan langkah-langkah preventif dan inovatif untuk menekan angka stunting di Kolaka Utara.




PKK Kolaka Utara Gandeng Swasta, Anak Sekolah Dapat Makanan Bergizi Gratis

Kolaka Utara, sultranet.com – Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Kabupaten Kolaka Utara, Ny. Nurhayati Yusmin, S.Pd., M.M., memantau langsung pemberian makanan bergizi gratis di Kecamatan Batu Putih, Sabtu (14/12).

Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka Utara dengan PT Tambang Mineral Maju sebagai upaya meningkatkan pemenuhan nutrisi bagi anak-anak sekolah.

Kegiatan tersebut menyasar siswa SMP 3 Satap Kolaka Utara dan PAUD/TK Binaan Batu Putih. Para siswa menerima makanan bergizi yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal.

Dalam sambutannya, Ny. Nurhayati Yusmin menyampaikan pentingnya perhatian terhadap gizi anak sebagai investasi masa depan bangsa.

“Anak-anak yang sehat dan tercukupi gizinya adalah generasi emas kita. Kami berterima kasih atas peran swasta yang turut mendukung program ini. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut,” ujar Ny. Nurhayati.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menegaskan komitmennya untuk mendorong program serupa di berbagai wilayah guna memastikan anak-anak bebas stunting dan memiliki masa depan cerah.

Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., sebelumnya juga menyampaikan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan bagian dari agenda prioritas pembangunan di bidang kesehatan.

Sementara itu, A. Jafar, perwakilan manajemen PT Tambang Mineral Maju, menyatakan pihaknya mendukung penuh inisiatif tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi program pemberian makanan bergizi ini. PT Tambang Mineral Maju siap berkolaborasi dengan pemerintah demi kesuksesan program nasional di bidang kesehatan,” ujarnya.

Antusiasme para siswa terlihat saat menikmati makanan yang disediakan. Salah satu guru di PAUD Batu Putih,  menyebut kegiatan ini sangat membantu anak-anak di daerah tersebut.

“Ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami, terutama di wilayah yang sulit mendapatkan akses makanan bergizi setiap hari,” ungkapnya.

Kolaka Utara terus mengupayakan kerja sama yang melibatkan berbagai pihak untuk memastikan kesejahteraan masyarakat, khususnya generasi muda, tetap terjaga.

Program pemberian makanan bergizi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung target nasional menurunkan angka stunting di Indonesia.




KPU Bombana Umumkan Hasil Audit Dana Kampanye Pilkada 2024

Bombana, sultranetcom – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bombana secara resmi mengumumkan hasil audit Laporan Dana Kampanye (LDK) pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Berdasarkan berita acara penerimaan hasil audit, dua pasangan calon dinyatakan patuh, sementara satu pasangan calon dinyatakan belum memenuhi kepatuhan terhadap ketentuan pelaporan tersebut.

Ketua KPU Bombana, Hasdin Nompo, menyampaikan bahwa laporan audit dana kampanye merupakan kewajiban bagi setiap pasangan calon yang berpartisipasi dalam Pilkada. “Laporan ini menjadi wujud transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana kampanye. Kami memastikan setiap pasangan calon mematuhi aturan yang berlaku,” ujar Hasdin, Jumat (13/12)

Berdasarkan hasil audit yang diumumkan, pasangan calon Ir. Burhanuddin, M.Si – Ahmad Yani, S.Pd., M.Si melaporkan penerimaan dana kampanye sebesar Rp3.200.000.000,00 dengan pengeluaran Rp3.198.980.000,00. Saldo akhir yang tercatat sebesar Rp1.020.000,00, dan pasangan ini dinyatakan patuh terhadap aturan pelaporan dana kampanye.

Pasangan calon kedua, Hj. Andi Nirwana S., SP., MM – Heryanto, SKM, melaporkan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye masing-masing sebesar Rp744.352.000,00. Dengan saldo akhir Rp0,00, pasangan ini juga dinyatakan patuh oleh KPU Bombana.

Namun, pasangan calon Hasrat Haji Nabi, SH – Ir. H. M. Rifai Gunawas, M.Si mengalami ketidaksesuaian dalam laporan mereka. Berdasarkan audit, pasangan ini melaporkan penerimaan sebesar Rp248.660.000,00 dengan pengeluaran Rp249.601.000,00, sehingga saldo akhir mengalami defisit sebesar Rp-941.000,00. KPU menyatakan pasangan ini tidak patuh terhadap ketentuan pelaporan dana kampanye.

Hasdin menegaskan bahwa audit dana kampanye ini menjadi bagian penting dari proses pemilihan yang transparan. “Hasil ini harus menjadi perhatian semua pihak, bahwa pengelolaan dan pelaporan dana kampanye wajib dilakukan sesuai aturan. Kepatuhan adalah cerminan integritas,” tegasnya.

Lebih lanjut, KPU Bombana menyampaikan bahwa tahapan ini merupakan proses akhir dari pengawasan terhadap penggunaan dana kampanye. “Kami mengapresiasi pasangan calon yang telah mematuhi ketentuan pelaporan. Bagi yang belum patuh, hasil ini akan menjadi catatan penting dalam evaluasi,” kata Hasdin.

Pengumuman ini sekaligus menjadi penutup rangkaian proses pelaporan dana kampanye Pilkada Bombana 2024. KPU berharap hasil pemilihan yang telah ditetapkan menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga demokrasi yang sehat dan berintegritas. Selain itu, KPU mengajak masyarakat untuk tetap mengawal hasil pemilihan dan memastikan pemimpin terpilih menjalankan amanah dengan baik.

Dengan selesainya audit dana kampanye ini, KPU Bombana menegaskan komitmennya untuk menyelenggarakan pemilihan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip demokrasi yang berkualitas. (ADV)

Link Pengumuman dibawah ini:

PENGUMUMAN HASIL AUDIT LAPORAN DANA KAMPANYE PILKADA BOMBANA 2024-1

 




Pj Gubernur Sultra Terima Penghargaan Pelayanan Publik Terbaik dari Mendagri

Jakarta, sultranet.com – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andap Budhi Revianto, menerima penghargaan Pelayanan Publik Terbaik untuk Provinsi dengan Fiskal Rendah dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Tahun 2024 yang digelar di Jakarta, Kamis (12/12/2024).

Acara ini merupakan kerja sama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Tempo Media Group, Ombudsman Republik Indonesia (ORI), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Penilaian dilakukan melalui proses yang mendalam, melibatkan berbagai indikator, dan metode triangulasi data yang dianggap kredibel.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap daerah yang terus berupaya meningkatkan kinerja pemerintahan.

“Kriteria yang digunakan Tempo sangat ketat dengan metode triangulasi, melibatkan data objektif dan survei publik. Penghargaan ini bukan sekadar formalitas,” tegas Tito.

Penghargaan ini diberikan setelah melalui serangkaian tahapan, mulai dari analisis data sekunder kementerian/lembaga, survei persepsi publik, hingga wawancara langsung dengan kepala daerah. Indikator yang dinilai meliputi pelayanan publik di bidang pendidikan, kesehatan, tata ruang, administrasi kependudukan, serta ketertiban dan perlindungan masyarakat.

Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, juga mempresentasikan capaian dan inovasi pemerintah provinsi di hadapan Dewan Juri pada Rabu (4/12/2024).

Presentasi tersebut menjadi penentu terpilihnya Sultra sebagai provinsi dengan pelayanan publik terbaik meskipun memiliki keterbatasan fiskal.

Usai menerima penghargaan, Pj Gubernur menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pencapaian ini.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras kita bersama. Namun, ini bukan akhir dari perjuangan. Kita harus terus meningkatkan pelayanan publik demi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujar Andap.

Ia juga mengajak seluruh kabupaten/kota di Sultra menjadikan penghargaan ini sebagai motivasi untuk terus berinovasi.

“Jangan cepat berpuas diri. Meskipun fiskal terbatas, kita harus tetap bersemangat melayani masyarakat dengan kualitas terbaik,” tambahnya.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Ombudsman RI, Peneliti Utama BRIN, dan Direktur Utama Tempo Media Group, serta para kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Penghargaan ini menegaskan komitmen Sultra di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Andap Budhi Revianto dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas meski di tengah tantangan keterbatasan anggaran. (Rls)

 




Plt. Camat Kodeoha Bagikan Susu Gratis untuk Anak Stunting

Kolaka Utara, sultranet.com – Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kodeoha, Syahlan Launu, S.H., memimpin kegiatan Posyandu di Desa Jabal Nur, Kecamatan Kodeoha, dengan membagikan susu gratis kepada balita dan anak-anak terdampak stunting. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kecamatan dalam meningkatkan gizi anak-anak dan menurunkan angka stunting di wilayah tersebut. Jumat, 13 Desember 2024

Dalam kegiatan tersebut, Syahlan didampingi oleh jajaran perangkat kecamatan, termasuk Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial, Meliyawardana, S.Pd., M.M.; Kepala Seksi Pemerintahan, Wildania, S.T.; Kepala Seksi Administrasi Pelayanan Terpadu, Radiah, S.Pd.I; dan Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban, Rahwana, S.P.

Pada kesempatan ini, dua anak terdampak stunting menerima susu formula SGM, sementara balita lainnya mendapatkan susu Ultra Milk yang diserahkan langsung oleh Syahlan.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami untuk mendukung perbaikan gizi anak-anak di Kecamatan Kodeoha. Dengan pemberian susu ini, kami berharap anak-anak, khususnya yang terdampak stunting, dapat memperoleh asupan nutrisi tambahan yang mendukung tumbuh kembang mereka,” ujar Syahlan, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik dan Kehumasan di Dinas Kominfo Kabupaten Kolaka Utara.

Selain di Desa Jabal Nur, kegiatan serupa akan dilaksanakan secara bergilir di enam desa dan kelurahan lainnya yang belum melaksanakan Posyandu bulan ini. Jadwal Posyandu selanjutnya adalah sebagai berikut:

  • Kelurahan Mala-Mala, Sabtu, 14 Desember 2024
  • Desa Jabal Kubis, Minggu, 15 Desember 2024
  • Desa Korooha, Senin, 16 Desember 2024
  • Desa Meeto, Selasa, 17 Desember 2024
  • Desa Kamisi, Rabu, 18 Desember 2024

Posyandu di Kecamatan Kodeoha rutin dihadiri oleh rata-rata 30 balita setiap sesi, kecuali pada bulan-bulan tertentu seperti Februari, yang biasanya mencatat peningkatan jumlah kehadiran karena adanya program pemberian vitamin.

Kecamatan Kodeoha secara konsisten melaksanakan berbagai program kesehatan melalui Posyandu untuk menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor terus diupayakan untuk memastikan bahwa anak-anak di wilayah tersebut tumbuh sehat dan terbebas dari masalah gizi buruk.

Melalui kegiatan ini, diharapkan target penurunan stunting di Kabupaten Kolaka Utara dapat tercapai, sekaligus memperkuat kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.




Pemkab Kolaka Utara Verifikasi Data Kemiskinan Ekstrim

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bidang Sosial Budaya melaksanakan Musyawarah Desa/Kelurahan terkait verifikasi dan validasi data kemiskinan ekstrem tahun 2024.

Acara yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Katoi ini dihadiri oleh Camat Katoi, Kodeoha, dan Lasusua, serta kepala desa/kelurahan dari tiga kecamatan tersebut.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda Kolaka Utara, Syamsuddin, S.H., yang menyampaikan sambutan mewakili Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H.

Dalam sambutannya, Syamsuddin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem.

“kita berharap dengan kegiatan ini akan terwujud data tentang kuantitas dari keluarga yang masuk kategori miskin ekstrim atau keluarga yang rentan miskin ekstrim di kolaka utara” Ungkap syamsuddin.

Untuk di ketahui pelaksanaan musdes ini merupakan kali ke-4 dimulai dari batu putih, pakue tengah, Ngapa, kodeoha dan terakhir besok 13 desember 2024. di kecamatan wawo. Yang setiap pelaksanaannya melibatkan 3 kecamatan.

Plt Camat Kodeoha, Syahlan Launu, yang turut hadir menyampaikan bahwa musyawarah ini menjadi bagian penting untuk memastikan validitas data yang akan digunakan dalam program penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Kegiatan ini adalah langkah strategis untuk menghasilkan data yang akurat dan relevan. Dengan begitu, kita dapat memastikan program pemerintah tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Musyawarah ini merupakan bagian dari tahap ketiga dalam proses verifikasi dan validasi Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat dan menurunkan jumlah kantong-kantong kemiskinan.

Sebagai informasi, data kemiskinan ekstrem didasarkan pada standar Bank Dunia (2023), di mana garis kemiskinan ekstrem ditetapkan sebesar Rp15.571 per orang per hari atau Rp467.137 per orang per bulan.

Jika kemampuan pengeluaran sebuah keluarga dengan empat anggota di bawah Rp1.868.548 per bulan, maka keluarga tersebut tergolong miskin ekstrem.

Musyawarah kali ini berfokus pada pembaruan data di tingkat desa dan kelurahan untuk memastikan program pemerintah dapat lebih inklusif, sinergis, dan tepat sasaran.

“Kami berharap melalui proses ini, data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat sehingga program yang dirancang pemerintah dapat dijalankan secara efektif,” tambah Syahlan.

Proses verifikasi dan validasi data ini telah dimulai sejak Oktober hingga November 2024, dan saat ini memasuki tahap musyawarah. Data yang telah diverifikasi kemudian akan dibahas di tingkat kabupaten sebagai langkah akhir.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani masalah kemiskinan ekstrem melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi lintas sektor.

 




20 Lansia di Kolaka Utara di Wisuda S1

Kolaka Utara, sultranet.com – Sebanyak 20 lansia dari Sekolah Lansia Husnul Khatimah di Desa Ujung Tobaku, Kecamatan Katoi, Kabupaten Kolaka Utara, mengikuti wisuda Standar Satu (S1) dalam rangkaian kegiatan Sosialisasi 7 Dimensi Lansia Tangguh, Rabu (11/12).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan dan SDM Nurjaya, SE., MM mewakili Pj. Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya yang dibacakan Nur Jaya, Pj. Bupati Yusmin menegaskan pentingnya perhatian terhadap lansia, mengingat proses penuaan sering kali membawa tantangan baik secara fisik, mental, maupun sosial.

“Sekolah Lansia Husnul Khatimah menjadi percontohan yang membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk belajar. Kami sangat mengapresiasi semangat para lansia yang terus ingin meningkatkan kualitas hidup mereka,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara Drs. Asmar, M.Si., Plh. Sekretaris Daerah Kolaka Utara Dra. Nurjaya yang mewakili Pj. Bupati Kolaka Utara, Ketua TP PKK Kolaka Utara, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kolaka Utara, serta tokoh masyarakat lainnya.

Sekolah Lansia Husnul Khatimah di Desa Ujung Tobaku menjadi salah satu inovasi untuk membekali lansia dengan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung kehidupan mereka.

Kurikulum sekolah ini meliputi materi tentang kesehatan, gizi, penanganan stres, keagamaan, dan keterampilan khusus.

Dari 20 peserta, 12 di antaranya aktif mengikuti kegiatan rutin, seperti senam lansia dan pembelajaran di Posbindu Lansia.

“Melalui program ini, kami ingin lansia tetap produktif dan mandiri, sehingga mereka bisa memberikan dampak positif bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” Pesan Yusmin.

Para lansia yang mengikuti wisuda juga mendapatkan apresiasi atas dedikasi dan semangatnya dalam menyelesaikan program tersebut.

Dengan toga yang dikenakan, mereka menjadi simbol keberhasilan program Bangga Kencana yang dijalankan di Kolaka Utara.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup lansia di Kabupaten Kolaka Utara sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan lansia.

“Semoga dengan upaya ini, kita dapat menciptakan lansia yang tangguh, mandiri, dan bahagia,” harap Yusmin.

Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan, menandai komitmen pemerintah dalam mendukung program pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.




Bombana Raih Skor 38,85, Masuk Kategori Inovatif dalam Indeks Inovasi Daerah 2024

Bombana, sultranet.com – Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam penilaian indeks inovasi daerah. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 400.10.11-4898 Tahun 2024 tentang Indeks Inovasi Daerah, Bombana berhasil meraih skor 38,85 dan masuk dalam kategori “Inovatif”. Rabu (11/12/2024)

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Bombana, Sumarni, S.ST., M.Kes menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut. Menurutnya, hasil ini merupakan bukti nyata dari kerja keras pemerintah daerah dalam mendorong inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Skor 38,85 ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan bagaimana upaya dan komitmen kami dalam menciptakan berbagai inovasi, baik di bidang pelayanan publik, pengembangan ekonomi, maupun pemberdayaan masyarakat,” ujar Sumarni dalam keterangannya, Senin (16/12/2024).

Sumarni menambahkan, BRIDA Bombana terus berkolaborasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sektor swasta, serta masyarakat untuk menghasilkan inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

“Kami berfokus pada inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Misalnya, pengembangan digitalisasi pelayanan administrasi, penguatan teknologi pertanian dan perikanan, serta pemberdayaan ekonomi kreatif. Semua ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bombana,” tambahnya.

Penilaian indeks inovasi daerah dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai bentuk pengukuran atas berbagai kebijakan dan program inovasi yang dilakukan pemerintah daerah. Evaluasi ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, yang menekankan pentingnya inovasi dalam pembangunan daerah.

Sumarni menjelaskan bahwa inovasi menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan. “Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pemerintah daerah harus mampu menghadirkan solusi kreatif dan inovatif untuk menjawab tantangan pembangunan,” tegasnya.

Hasil ini juga menjadi pemacu semangat bagi BRIDA Bombana untuk terus mengembangkan inovasi di berbagai sektor. Ke depan, Sumarni berharap Bombana bisa meraih skor lebih tinggi dan mempertahankan posisinya sebagai daerah inovatif di Sulawesi Tenggara.

Sementara itu, Pemkab Bombana melalui BRIDA terus memberikan dukungan penuh terhadap upaya inovasi di daerah tersebut. Bupati Bombana, melalui berbagai kebijakan strategis, mendorong inovasi yang bersifat inklusif dan partisipatif. Program unggulan yang menjadi fokus antara lain peningkatan layanan publik berbasis teknologi, optimalisasi potensi ekonomi lokal, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang inovasi dan teknologi.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja sama kita semua. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi demi menjadikan Bombana sebagai daerah yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Sumarni.

Dengan skor 38,85, Bombana berhasil membuktikan diri sebagai salah satu daerah yang mampu beradaptasi dan menciptakan solusi inovatif. Penetapan kategori “Inovatif” ini menjadi bukti bahwa Bombana memiliki potensi besar dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih baik.

Keputusan Mendagri tentang Indeks Inovasi Daerah juga diharapkan dapat memotivasi kabupaten/kota lain di Sulawesi Tenggara untuk mengikuti jejak Bombana dalam menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat. (adv)




Polres Muna Gagalkan Peredaran 104,25 Gram Sabu

MUNA, Sultranet.com – Kepolisian Resort (Polres) Muna berhasil menggagalkan peredaran 104,25 gram narkotika jenis sabu yang siap edar di wilayah Kabupaten Muna. Dalam operasi ini, polisi turut mengamankan seorang pria berinisial LS (34), warga Jalan Wamelai, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu.

Wakapolres Muna, Kompol Andi Usri, dalam konferensi pers, Selasa (11/12), mengungkapkan penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya pengiriman sabu dari Kota Kendari ke Kota Raha menggunakan kapal malam.

Berdasarkan laporan tersebut, tim Satres Narkoba Polres Muna bergerak cepat melakukan penyelidikan dan penangkapan.

“Setelah kapal malam sandar, kami langsung mengamankan LS bersama barang bukti berupa 104,25 gram kristal bening jenis sabu, sebuah handphone iPhone 13, uang tunai sebesar Rp575 ribu, serta satu ransel biru navy,” jelasnya.

“Ini adalah pengungkapan terbesar peredaran narkotika di Muna. Jika dirupiahkan, nilai barang bukti mencapai Rp200 juta. Dengan pengungkapan ini, kami berhasil menyelamatkan sekitar 1.000 orang dari ancaman penyalahgunaan narkoba,” kata Kompol Andi Usri.

Pelaku LS kini mendekam di tahanan Polres Muna untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

LS dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman bagi LS adalah pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Polres Muna mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan terkait peredaran narkoba.

Kerja sama antara masyarakat dan pihak kepolisian dinilai penting untuk memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Muna.




Pelatihan Tenun Kolaka Utara Resmi Dibuka, Fokus Cetak Perajin Unggul

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar Pelatihan Tenun bagi penenun pemula, yang resmi dibuka pada Rabu (11/12/2024).

Pelatihan ini berlangsung selama 15 hari, mulai 11 hingga 25 Desember 2024, dengan tema “Pengrajin Unggul, Kolaka Utara Maju”.

Pelatihan ini diikuti oleh sepuluh peserta dari berbagai kecamatan di Kolaka Utara. Instruktur yang dihadirkan, H. Abd. Samad Bado, berasal dari Sengkang, Sulawesi Selatan, yang dikenal sebagai daerah sentra tenun.

Acara pembukaan awalnya direncanakan dihadiri oleh Pj. Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., MH., namun karena ada tugas di luar daerah, pembukaan diwakilkan kepada Plh. Sekda Kolaka Utara, Dra. Nurjaya.

Dalam sambutannya, Dra. Nurjaya menyampaikan apresiasi kepada Dekranasda dan seluruh pihak terkait atas inisiatif mengadakan pelatihan ini.

“Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk melestarikan budaya lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Kami harap para peserta dapat menguasai teknik-teknik tenun yang berkualitas sehingga produk tenun Kolaka Utara bisa bersaing hingga tingkat nasional,” ungkap Dra. Nurjaya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Dekranasda Kolaka Utara, Ny. Hj. Nurhayati Yusmin, S.Pd., MM., selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mencetak perajin unggul yang dapat berkontribusi dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Tenun bukan hanya sekadar warisan leluhur, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai produk ekonomi kreatif. Kami berharap para peserta bisa menjadi garda terdepan dalam memperkenalkan dan memasarkan tenun khas Kolaka Utara,” kata Nurhayati.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai instansi terkait, seperti Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Koperasi Kolaka Utara.

Dalam pelatihan ini, peserta akan mempelajari berbagai aspek seni tenun, mulai dari teknik dasar hingga pengembangan corak yang bernilai jual tinggi.

Dengan pelatihan ini, Kolaka Utara diharapkan mampu memperkuat eksistensi tenun lokal di tengah arus modernisasi, sekaligus mencetak perajin yang mampu bersaing di tingkat nasional.