Pemprov Sultra Genjot Kinerja Jelang Akhir Tahun Anggaran 2024

KENDARI, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong pencapaian target kinerja yang optimal menjelang akhir Tahun Anggaran 2024. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio., M.Hum., Ph.D, mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya di lingkup Sekretariat Daerah, untuk fokus pada pencapaian hasil kerja yang memuaskan dalam sisa waktu pelaksanaan anggaran yang kini hanya tersisa sekitar 20 hari.

Dalam rapat evaluasi capaian kinerja program dan kegiatan semester II Tahun 2024 yang dilaksanakan di Kendari, Minggu (24/11/2024), Asrun Lio menekankan pentingnya sinergitas antar biro di lingkungan Pemprov Sultra. “Rapat evaluasi ini bertujuan untuk memantau sejauh mana progres capaian kinerja kita, serta memperkuat sinergitas agar kinerja pemerintah semakin optimal,” ujarnya.

Sekda Sultra menjelaskan, pencapaian kinerja yang baik dapat terwujud melalui koordinasi dan komunikasi yang baik antar unit kerja. Selain itu, pelaksanaan program dan kegiatan harus dilakukan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran, serta diimbangi dengan administrasi yang tertib dan pengendalian internal yang ketat. “Kami berharap pengendalian internal yang dilakukan secara sistematis mulai dari Sekda selaku pengguna anggaran hingga pejabat pengadaan dapat memastikan semua kegiatan berjalan sesuai ketentuan,” tambahnya.

Laode Fasikin, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemprov Sultra yang hadir mewakili Sekda, menambahkan bahwa evaluasi capaian kinerja ini penting untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang ada dan mencari solusi terbaik. “Menggunakan sisa waktu sebaik-baiknya sangat penting untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggaran, mengingat kita telah memasuki triwulan IV atau akhir semester II 2024,” ujarnya.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Pemprov Sultra, LM Martosiswoyo SE M.Si, menyampaikan bahwa evaluasi ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antar pejabat terkait, termasuk kuasa pengguna anggaran, PPK, dan PPTK, guna mempercepat penyerapan anggaran. Ia juga menyatakan bahwa rapat evaluasi ini sangat penting untuk mengetahui kendala yang dihadapi dan mencari solusi bersama.

Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, Kepala Biro, serta sejumlah kepala bagian dan fungsional madya lingkup Sekretariat Daerah Provinsi Sultra ini, Ketua Panitia Rapat Evaluasi Capaian Kinerja Pembangunan Daerah Biro Lingkup Setda Provinsi Sultra, Yakop Udi SE M.Si, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan berdasarkan sejumlah peraturan perundang-undangan, termasuk UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Gubernur Sultra Nomor 19 Tahun 2021.

Yakop juga menegaskan bahwa tujuan dari rapat ini adalah untuk meningkatkan efektivitas program dan kegiatan Biro Setda Provinsi Sultra agar dapat diselesaikan tepat waktu, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, sehingga hasil pembangunan dapat segera dinikmati oleh masyarakat.

Dengan adanya evaluasi ini, Pemprov Sultra berharap agar percepatan realisasi anggaran dan kualitas pelaksanaan program kegiatan dapat tercapai dengan baik di penghujung Tahun Anggaran 2024.




Pemprov Sultra Ajak Dunia Kembangkan Kecerdasan Buatan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

KENDARI, sultranet.com  – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H Asrun Lio., M.Hum., Ph.D, mendapat kehormatan untuk menjadi pembicara utama dalam International Conference on Augmenting Artificial-Human Intelligence (ICAAHI) 2024 yang digelar di Kendari pada Sabtu, (23/11/2024). Pada kesempatan tersebut, Asrun Lio mewakili Pj. Gubernur Sultra, Komjen Pol. (P) Dr. (H.C) Andap Budhi Revianto., S.I.K., M.H, yang juga turut berpartisipasi dalam konferensi internasional ini.

Dalam pidatonya yang disampaikan menggunakan Bahasa Inggris, Sekda Sultra menyampaikan bahwa tema konferensi kali ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, yakni mengenai peningkatan kecerdasan buatan manusia. Ia menjelaskan, Augmented AI atau kecerdasan buatan yang ditingkatkan adalah konsep yang berfokus pada peningkatan kecerdasan manusia dengan memanfaatkan sistem kecerdasan buatan (AI).

“Augmented AI adalah konsep yang berfokus pada peningkatan kecerdasan manusia, dengan memanfaatkan sistem kecerdasan buatan. Tujuannya adalah untuk menciptakan sinergi, dimana sistem AI memberdayakan manusia untuk mencapai hasil lebih baik daripada yang dapat dicapai manusia atau AI itu sendiri,” ujar Asrun Lio.

Sekda Sultra yang juga merupakan mantan Kepala Pusat Studi Eropa di Universitas Halu Oleo (UHO) ini menjelaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk diterapkan di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, bisnis, industri kreatif, dan teknik. Di sektor kesehatan, AI dapat meningkatkan kemampuan dalam diagnostik, perawatan yang dipersonalisasi, serta bedah robotik. Dalam pendidikan, AI dimanfaatkan sebagai platform pembelajaran adaptif dan tutor digital. Sementara itu, di bidang bisnis, AI bisa memperbaiki pengambilan keputusan melalui analitik prediktif dan wawasan tren pasar.

“AI juga dapat dimanfaatkan pada industri kreatif untuk seni, menulis, dan produksi multimedia. Di sektor teknik, AI yang ditingkatkan dapat membantu dalam optimasi dan simulasi desain,” tambahnya.

Meski memiliki potensi besar, Asrun Lio juga menyoroti tantangan yang muncul seiring implementasi Augmented AI. Beberapa pertanyaan penting harus dijawab bersama, seperti bagaimana memastikan sistem AI berfungsi secara adil dan tanpa bias, membangun kepercayaan pengguna terhadap sistem AI, serta menghindari ketergantungan berlebihan pada teknologi yang mengancam kemampuan manusia dalam pengambilan keputusan.

“Ini adalah sejumlah pertanyaan penting yang perlu kita jawab bersama-sama. Menatap ke depan, ditambah lagi dengan keberadaan AI yang sangat menjanjikan maka beberapa bidang pengembangan yang perlu diperhatikan termasuk: sistem simbiotik, komputasi neuromorfik, antarmuka otak-komputer, dan kebijakan serta kerangka kerja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda Sultra menjelaskan bahwa di Sultra, pemerintah daerah sudah mengambil beberapa langkah konkret untuk mendukung pengembangan dan penerapan Augmented AI di berbagai sektor. Di bidang pendidikan, perguruan tinggi di Sultra diminta untuk mengintegrasikan teknologi AI ke dalam proses pembelajaran, seperti yang telah dilakukan oleh Universitas Halu Oleo yang mengembangkan platform pembelajaran online berbasis AI. Pemerintah juga menyelenggarakan program pelatihan coding dan robotik bagi siswa sekolah untuk menyiapkan generasi muda menghadapi era digital.

Di sektor kesehatan, RSUD Bahteramas di Kendari telah menerapkan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) yang terintegrasi dengan teknologi AI. Beberapa klinik dan puskesmas di Sultra juga mulai menggunakan aplikasi telemedis untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah terpencil. Di sektor pertanian, teknologi AI dimanfaatkan dengan penggunaan drone untuk pemetaan lahan pertanian dan pemantauan hama serta penyakit tanaman.

“Saat ini, beberapa tempat wisata di Sultra juga mulai memanfaatkan teknologi AI yang ditingkatkan, seperti aplikasi berbasis augmented reality (AR) untuk mempromosikan tempat wisata, serta penggunaan virtual reality (VR) untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih menarik,” kata Asrun Lio.

Meski begitu, ia mengakui bahwa implementasi Augmented AI di Sultra masih dalam tahap awal dan menghadapi berbagai tantangan. Namun, ia optimis bahwa dengan kerja keras dan dukungan berbagai pihak, Augmented AI dapat memberikan kontribusi besar untuk kemajuan Sultra dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap konferensi ini dapat menjadi forum yang produktif untuk berbagi ilmu, bertukar gagasan, dan membangun jaringan. Semoga konferensi ini dapat menghasilkan rekomendasi dan solusi inovatif yang dapat diterapkan untuk kemajuan Sultra dan Indonesia secara umum,” harapnya.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pakar internasional, antara lain Prof. DR. Ir. H. Andi Bahrun, M.Sc. Agric, Rektor Universitas Sulawesi Tenggara, serta dosen-dosen dari berbagai universitas ternama seperti DR. Ahmed J. Obaid dari Universitas Kufa Irak, dan DR. Dalwinder Kaur dari Universitas Globalnxt Manipal, Malaysia.

Pemerintah Daerah Sultra berkomitmen untuk mendukung pengembangan Augmented AI secara bertanggung jawab demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

 




Lautan Manusia Padati Kampanye Akbar BERANI di Pilkada Bombana

Bombana, sultranet.com – Sekitar dua puluh ribu pendukung memadati lapangan eks MTQ di Kelurahan Lauru, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, dalam kampanye akbar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana nomor urut 1, Burhanuddin dan Ahmad Yani (BERANI), Sabtu (23/11).

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Bombana. Massa memadati lapangan utama hingga ke area sekitar, menciptakan lautan manusia yang penuh semangat mendukung pasangan BERANI. Kehadiran mereka tidak hanya menunjukkan dukungan politik, tetapi juga harapan besar akan perubahan di Bombana.

Ketua DPRD Bombana, Iskandar, SP, yang juga merupakan salah satu tokoh politik pendukung pasangan BERANI, tampil memberikan orasi. Dalam pidatonya, Iskandar menyampaikan keyakinannya bahwa pasangan nomor urut 1 ini akan keluar sebagai pemenang dalam Pilkada 2024. Keyakinan itu, menurutnya, didasarkan pada respon positif masyarakat selama kunjungannya ke berbagai desa dan kelurahan di Bombana.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak takut terhadap intimidasi yang mungkin mereka alami. Iskandar juga menekankan pentingnya menjaga netralitas, khususnya bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), agar pemilih dapat menggunakan hak pilihnya secara bebas tanpa tekanan apa pun.

“Jangan takut dengan intimidasi! Pilihlah sesuai hati nurani. ASN juga harus netral, jangan sampai ada yang mempengaruhi pilihan rakyat. Kapal besar perubahan sebentar lagi tiba di dermaga tujuan, dan dermaga itu adalah kemenangan untuk Bombana yang lebih baik bersama BERANI,” serunya dengan lantang.

Calon Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, turut memberikan orasi yang membakar semangat massa. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran ribuan pendukung yang rela datang meski di bawah terik matahari. Ahmad Yani menyebut dukungan ini adalah bentuk nyata dari semangat dan solidaritas masyarakat Bombana.

“Kami berkomitmen membawa Bombana keluar dari ketertinggalan. Ini bukan janji kosong, tapi tekad kuat kami untuk menjadikan Bombana daerah yang lebih maju. Bersama, kita wujudkan perubahan yang diharapkan masyarakat,” ungkapnya.

Calon Bupati Bombana, H. Burhanuddin, dalam orasinya mengungkapkan visi dan misinya untuk membawa Bombana menuju perubahan besar. Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam Pilkada bukan sekadar ambisi politik, melainkan panggilan hati untuk mengabdi kepada masyarakat Bombana.

“Sisa hidup saya akan saya abdikan sepenuhnya untuk melayani masyarakat Bombana. Kami berkomitmen membangun infrastruktur, meningkatkan mutu pendidikan, pelayanan kesehatan, dan mendorong kemajuan ekonomi serta kebudayaan daerah. Bombana harus bangkit dan sejajar dengan daerah maju lainnya,” ucapnya dengan penuh semangat.

Burhanuddin juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pendukung yang hadir. Ia mengajak masyarakat untuk memilih pasangan BERANI pada 27 November 2024 di TPS masing-masing sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perubahan yang diimpikan bersama.

Kampanye akbar ini juga dihadiri dua anggota DPR RI, yakni Rusda Mahmud dari Partai Demokrat dan Jaelani dari Partai Kebangkitan Bangsa. Kehadiran mereka memberikan energi tambahan bagi pasangan BERANI.

Rusda Mahmud dalam orasinya menyebut pasangan Burhanuddin dan Ahmad Yani sebagai sosok pemimpin dengan visi yang jelas untuk Bombana. Menurutnya, keduanya adalah harapan baru bagi daerah yang selama ini dinilai masih membutuhkan banyak pembenahan.

“Pasangan BERANI adalah harapan baru bagi Bombana. Mereka memiliki tekad yang kuat dan program kerja yang terarah untuk membawa perubahan besar di daerah ini,” ujar Rusda Mahmud.

Jaelani menambahkan bahwa pasangan BERANI adalah kombinasi sempurna antara pengalaman dan keberanian untuk mewujudkan perubahan di Bombana.

“Burhanuddin dan Ahmad Yani adalah pemimpin yang tepat. Mereka punya komitmen dan pengalaman untuk menjadikan Bombana lebih maju. Kami yakin mereka akan membawa daerah ini ke arah yang lebih baik,” tegas Jaelani.

Ribuan massa yang hadir dalam kampanye tersebut menjadi bukti nyata bahwa pasangan BERANI memiliki dukungan yang besar dari masyarakat Bombana. Dengan semangat tinggi dan antusiasme yang meluap, Pilkada 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan masa depan daerah mereka.




Ganti Bupati Dinilai Jadi Solusi Masyarakat Wakatobi Sejahtera

WAKATOBI, sultranet.com – Kelompok pemuda yang tergabung dalam Barisan Milenial Harum Mola Raya menyerukan pentingnya pergantian kepemimpinan di Kabupaten Wakatobi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Mereka menilai, program-program yang dijalankan Bupati Haliana selama menjabat dinilai gagal memenuhi harapan masyarakat.

Patto, salah satu perwakilan kelompok, menyampaikan kritik tajam terhadap kepemimpinan Haliana dalam orasinya pada kampanye akbar pasangan calon (paslon) Hamiruddin dan Muhammad Ali di Bundaran Mandati, Wangi-Wangi, Sabtu (23/11/2024).

“Tidak ada alasan untuk tidak mengganti bupati. Program yang dijanjikan, seperti penciptaan lapangan kerja dan satu miliar per desa, hanya tinggal janji. Faktanya, masyarakat Bajo masih harus merantau untuk mencari pekerjaan,” serunya di hadapan ribuan warga yang hadir.

Ia juga menyoroti pentingnya seorang pemimpin menjaga stabilitas sosial, politik, dan budaya di daerahnya. Menurutnya, berbagai langkah yang diambil Bupati Haliana justru mencederai nilai-nilai tersebut.

“Segala kesalahan dalam pengelolaan anggaran, termasuk APBD, serta gagalnya sejumlah program malah dialihkan dengan menyalahkan DPRD. Ini jelas pembodohan publik dan merusak nilai sosial budaya kita,” ujarnya.

Patto menambahkan, program pembangunan seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang saat ini berjalan, sebenarnya merupakan warisan perencanaan dari kepemimpinan Bupati Arhawi. Hal ini, katanya, menunjukkan bahwa pemerintahan saat ini tidak memiliki inovasi baru yang signifikan.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih pemimpin. Menurutnya, pergantian bupati bukan hanya soal mencari yang terbaik, tetapi juga mencegah potensi kerusakan lebih lanjut.

Iring iringan massa pendukung Hamiruddin dan Muhammad Ali
Iring iringan massa pendukung Hamiruddin dan Muhammad Ali

“Memilih pemimpin seperti Hamiruddin dan Muhammad Ali adalah solusi agar Wakatobi tidak terus terpuruk seperti sekarang,” tegasnya.

Seruan ini mendapat respons positif dari massa yang hadir. Mereka mengungkapkan dukungannya terhadap paslon Hamiruddin-Muhammad Ali, yang dinilai mampu membawa perubahan bagi Wakatobi.

Kampanye tersebut menjadi salah satu momen penting dalam menjelang Pilkada Wakatobi, di mana masyarakat semakin aktif menyuarakan aspirasi dan harapannya.

Pasangan Hamiruddin dan Muhammad Ali menawarkan sejumlah program unggulan yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Mereka optimistis dapat membawa Wakatobi menuju era baru yang lebih sejahtera dan bermartabat.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemimpin yang kompeten, pemilihan bupati mendatang diharapkan menjadi momentum perubahan besar bagi Kabupaten Wakatobi.




Pemprov Sultra Rayakan HUT KORPRI ke-53 dengan Jalan Santai dan Senam Massal

Kendari, sultranet.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-53, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menggelar kegiatan jalan santai dan senam massal di Halaman Kantor Gubernur Sultra, Jumat (22/11/2024). Acara ini diikuti oleh ribuan pegawai negeri sipil (PNS) dan masyarakat umum.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., yang membuka acara ini, menyampaikan apresiasi terhadap tema HUT KORPRI tahun ini, yakni “KORPRI untuk Indonesia”. Tema tersebut memiliki makna pentingnya kebersamaan serta semangat sehat di lingkungan KORPRI.

“Kegiatan ini menjadi momen bagi kita untuk bergerak bersama, sehat bersama, sekaligus kesempatan untuk mendapatkan doorprize. Semua hadiah ini merupakan kontribusi dari perangkat daerah dan sponsor yang mendukung perayaan HUT KORPRI ke-53 tahun 2024,” ujar Sekda Asrun.

Acara dimulai pukul 07.05 WITA dengan peserta yang mengikuti jalan santai. Rute dimulai dari halaman depan Kantor Gubernur, melewati Kantor Polda Sultra, dan berakhir di belakang Kantor Gubernur. Selama perjalanan, peserta diminta menjaga kebersihan dengan memungut sampah yang dijumpai sepanjang rute. Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang, dan peserta yang berhasil mengumpulkan sampah terbanyak berhak mendapatkan hadiah menarik.

Setelah jalan santai, kegiatan dilanjutkan dengan senam massal yang juga diikuti oleh peserta dengan antusias. Senam bersama ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh dan mempererat kebersamaan di lingkungan Pemprov Sultra.

Di akhir acara, Sekda Provinsi Sultra mengumumkan undian hadiah utama, yaitu satu unit sepeda motor. Hadiah tersebut dimenangkan oleh Ariyasti Nur P3K dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sultra.

Sekda Asrun mengingatkan bahwa puncak perayaan HUT KORPRI ke-53 akan dilaksanakan pada tanggal 29 November 2024. “Semoga HUT KORPRI ini dapat semakin memperkuat semangat kebersamaan dan dedikasi kita dalam melayani masyarakat,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif dari seluruh peserta, kegiatan ini berjalan lancar dan sukses, memberikan kesan mendalam bagi para pegawai negeri dan masyarakat yang turut hadir.




Pemprov Sultra Apresiasi Upaya Kantor Bahasa dalam Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik

Kendari, sultranet.com – Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen Pol. (P) Dr. Andap Budhi Revianto, melalui Sekda Sultra Drs. H. Asrun Lio.,M.Hum., Ph.D, memberikan apresiasi kepada Kantor Bahasa Provinsi Sultra atas upaya mereka dalam mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumen lembaga. Apresiasi ini disampaikan pada acara evaluasi dan apresiasi yang digelar pada Jumat (22/11/2024) di Kendari.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta rasa cinta terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Sekda Sultra yang mewakili Pj. Gubernur mengungkapkan bahwa Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara, yang diatur dalam pasal 36 UUD 1945, harus dijaga dan dipromosikan sebagai bahasa persatuan.

“Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa yang harus kita banggakan. Sebagai bahasa resmi negara, Bahasa Indonesia menjadi sarana pemersatu bangsa dan juga berfungsi sebagai alat komunikasi antarbudaya, pengantar pendidikan, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Sekda Sultra.

Dalam kesempatan ini, Sekda Sultra juga menyoroti pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang benar dan baik di ruang publik dan dokumen lembaga. Menurutnya, pengutamaan Bahasa Indonesia sangat penting untuk meningkatkan kualitas literasi kewarganegaraan sepanjang hayat dan menjaga martabat bahasa negara. Ia menekankan pentingnya pemerintah dan masyarakat bekerja sama dalam menertibkan penggunaan bahasa asing di ruang publik.

“Semua ini memerlukan peran serta masyarakat, terutama pemerintah dalam menegakkan penggunaan Bahasa Indonesia. Saya mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk lebih aktif dalam menggunakan bahasa negara, serta meningkatkan kualitas penggunaan Bahasa Indonesia dalam dokumen resmi, sesuai dengan amanat UU No. 24 Tahun 2009,” tambahnya.

Sekda Sultra juga menegaskan bahwa pengutamaan bahasa negara merupakan bagian dari upaya memartabatkan Bahasa Indonesia, baik dalam lingkungan pemerintah, pendidikan, maupun sektor swasta. Pemerintah, lanjutnya, memiliki kewajiban untuk mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa Indonesia agar tetap relevan dan dapat memenuhi fungsi sosial, budaya, serta ekonomi di masyarakat.

“Mari kita jadikan Bahasa Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Dengan penuh rasa cinta dan bangga, kita harus selalu mengutamakan bahasa negara dalam setiap aktivitas, baik di ruang publik maupun dalam dokumen lembaga,” pesannya.

Dalam acara tersebut, Sekda Sultra juga mengucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Sultra yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Ia berharap Kantor Bahasa Provinsi Sultra terus bersinergi dengan Pemprov Sultra serta lembaga dan instansi terkait dalam upaya pengutamaan Bahasa Indonesia.

Sebagai bagian dari puncak acara, penghargaan diberikan kepada tiga lembaga terbaik yang telah menunjukkan komitmen dalam mengutamakan penggunaan Bahasa Indonesia di ruang publik dan dokumen lembaga. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi lembaga lainnya untuk lebih memperhatikan penggunaan bahasa negara dalam aktivitas mereka.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sultra, narasumber berkompeten, serta berbagai pihak terkait lainnya yang mendukung program pengutamaan bahasa negara.




Rumah Orang Tua Kades Bungi di Muna Diserang OTK

MUNA, Sultranet.com – Rumah milik orang tua Kepala Desa (Kades) Bungi di Desa Bungi, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, diserang oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada Jumat dini hari (22/11/2024). Penyerangan tersebut mengakibatkan beberapa kaca rumah pecah.

Kades Bungi, Rahmat Riadi, mengungkapkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 02.00 WITA. Ia mengatakan dirinya dibangunkan oleh keluarganya yang memberitahukan adanya kerusakan di rumah orang tuanya.

“Saya dibangunkan karena ada kejadian pemecahan kaca. Setelah saya cek, ternyata benar, kaca rumah sudah pecah berhamburan. Kami langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kontunaga,” ujarnya saat ditemui awak media di lokasi kejadian.

Meski begitu, Rahmat mengaku belum mengetahui motif maupun identitas pelaku. “Belum ada yang tahu siapa yang melakukannya. Menurut informasi dari tetangga, sempat ada motor berhenti di depan rumah sebelum terdengar suara kaca pecah. Namun, tidak ada yang melihat langsung pelaku atau jumlahnya,” jelasnya.

Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini. “Kami berharap pelakunya segera ditemukan, supaya jelas apa penyebab kejadian ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kontunaga, Ipda La Ode Musyair, S.Sos., saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan tim identifikasi Polres Muna akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Nanti setelah unit identifikasi Polres selesai olah TKP, kami akan kabarkan lebih lanjut,” ujar Ipda La Ode Musyair singkat.

Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak keluarga berharap agar situasi segera kondusif dan pelaku segera tertangkap.




Tolea Jufri Masua Mantapkan Dukungan ke Paslon BERANI di Pilkada Bombana 2024

Bombana, sultranet.com – Tokoh adat Moronene yang selalu bertindak sebagai Tolea, Jufri Masua, secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana nomor urut 1, H. Burhanuddin dan Ahmad Yani (BERANI), dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bombana 2024.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan perhatian besar pasangan BERANI terhadap pelestarian adat dan budaya Moronene yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Untuk diketahui, Tolea dalam Suku Moronene merupakan salah satu komponen dalam kehidupan adat istiadat masyarakat yang bertugas dalam prosesi adat, khususnya dalam hal lamaran dan pernikahan yang biasa bertugas membawa lamaran, menyusul lamaran, membicarakan, memutuskan, dan mengantar pokok adat dan biaya perkawinan.

Kepada awak media ini, Jufri Masua, menilai pasangan Burhanuddin dan Ahmad Yani memiliki visi yang jelas untuk melestarikan adat istiadat Moronene. Hal ini tercermin dalam visi-misi mereka yang secara khusus mencantumkan pengembangan budaya lokal sebagai salah satu prioritas utama.

Baginya, dukungan ini adalah bentuk harapan agar adat dan budaya Moronene dapat terjaga dan terus diwariskan kepada generasi mendatang.

“Pasangan BERANI sangat peduli terhadap budaya Moronene. Mereka memasukkan pelestarian adat dan budaya di kampung-kampung, desa, dan kecamatan sebagai bagian dari visi misi mereka. Kalau tidak diperhatikan pemerintah, adat dan budaya Moronene bisa punah. Inilah yang membuat saya mantap mendukung mereka,” ujar Jufri Masua.

Ia juga menilai sosok Burhanuddin sebagai pemimpin yang mudah dijangkau dan bersikap terbuka. Menurutnya, sikap tersebut sangat penting untuk membangun komunikasi yang baik antara masyarakat adat dan pemerintah daerah.

“Pak Burhanuddin orangnya sederhana, tidak neko-neko, dan gampang ditemui. Kami merasa aspirasi kami sebagai masyarakat adat akan lebih didengar dan diperhatikan jika beliau memimpin Bombana,” tambahnya.

Jufri berharap jika pasangan BERANI terpilih, mereka dapat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan adat dan budaya Moronene, termasuk dengan menghadirkan program nyata untuk mendukung pelestarian adat.

“Saya sebagai tokoh adat mendukung penuh pasangan BERANI. Kami berharap jika mereka terpilih, adat dan budaya Moronene akan menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak punah dan bisa terus lestari di daerah ini,” pungkasnya.

Pasangan Burhanuddin dan Ahmad Yani sendiri telah menunjukkan komitmen mereka terhadap pengembangan budaya lokal melalui program unggulan yang mencakup penguatan budaya lokal. Dalam berbagai kesempatan, Burhanuddin menegaskan bahwa melestarikan budaya Moronene adalah salah satu langkah penting untuk membangun identitas daerah yang kuat.

“Pelestarian budaya adalah bagian dari pembangunan manusia dan daerah. Kami berkomitmen untuk memastikan adat dan budaya Moronene tetap menjadi kebanggaan Bombana,” ujar Burhanuddin dalam salah satu kampanyenya.

Dukungan dari tokoh adat Moronene ini menjadi dorongan kuat bagi pasangan BERANI dalam upaya mereka memenangkan Pilkada Bombana 2024. Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat, pasangan ini optimis dapat merealisasikan visi mereka untuk membawa Bombana menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing.




Gotong Royong Bersihkan TPS Ilegal, Plt. Camat Kodeoha Gandeng Warga dan DLH

Kolaka Utara, sultranet.com – Pemerintah Kecamatan Kodeoha menggelar aksi Jumat Bersih dengan membersihkan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal yang berada di perbatasan Desa Koroha dan Kelurahan Mala-Mala, Jumat (22/11/2024). Kegiatan ini melibatkan aparatur sipil negara (ASN) dan aparatur sipil honorer (ASH) Kecamatan Kodeoha, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat setempat, dengan dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kolaka Utara.

Plt. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, SH, memimpin langsung gotong royong tersebut bersama staf kecamatan. Turut hadir Kepala Desa Koroha, Aldi Nugraha, ST, dan Lurah Mala-Mala, Lewi, SE, yang memobilisasi warga setempat untuk membersihkan lokasi TPS ilegal yang selama ini mengganggu lingkungan.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap lingkungan. Gotong royong seperti ini penting untuk memastikan kebersihan dan kesehatan masyarakat, sekaligus memberikan contoh tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Syahlan Launu.

Aksi ini didukung oleh DLH Kolaka Utara yang menyediakan dua unit truk pengangkut sampah untuk membawa hasil pembersihan ke tempat pembuangan akhir (TPA) resmi di Desa Totallang, Kecamatan Lasusua. Plt. Camat Kodeoha menyampaikan terima kasih atas dukungan DLH dalam memastikan sampah dari lokasi tersebut diangkut dan dikelola dengan baik.

“Terima kasih kepada DLH Kolaka Utara atas dukungannya. Dengan bantuan armada pengangkut sampah, kami bisa menuntaskan pembersihan TPS ilegal ini. Kami harap, warga tidak lagi membuang sampah sembarangan di lokasi ini,” tambahnya.

Kegiatan Jumat Bersih ini tidak hanya fokus pada pembersihan sampah, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Camat Kodeoha berharap kegiatan serupa dapat dijadikan agenda rutin untuk mencegah penumpukan sampah di lokasi yang tidak semestinya.

“Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak semua pihak untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya yang terus kita lestarikan,” tutup Syahlan.

Kepala Desa Koroha, Aldi Nugraha, ST, menyatakan pihaknya akan terus mensosialisasikan pentingnya membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan secara rutin agar lokasi tersebut tidak kembali digunakan sebagai TPS ilegal.

“Kami akan memastikan lokasi ini tetap bersih dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan harus dihentikan karena dampaknya sangat merugikan,” kata Aldi Nugraha.

Senada dengan itu, Lurah Mala-Mala, Lewi, SE, memuji antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini. Ia menyebut partisipasi tinggi dari warga menunjukkan semangat gotong royong yang masih terjaga di tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang turun langsung membantu. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat seperti ini harus terus kita jaga demi lingkungan yang lebih baik,” ujar Lewi.

Kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam ini berhasil membersihkan TPS ilegal yang selama ini menjadi permasalahan lingkungan. Sampah yang terkumpul langsung diangkut menuju TPA Desa Totallang. Warga setempat menyambut baik kegiatan ini dan berharap pemerintah tetap konsisten menjaga lokasi tersebut agar tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah ilegal.




Pemprov Sultra Dukung Penuh Asta Cita Presiden RI Bidang Kesehatan

KENDARI, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan dukungan penuh terhadap Asta Cita Presiden RI di bidang kesehatan melalui inisiasi Focus Group Discussion (FGD) Kepala Puskesmas se-Sultra.

Kegiatan yang digelar di Kendari, Kamis (21/11/2024), ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Pj. Gubernur, Komjen Pol (P) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H.

Dalam sambutannya, Sekda Asrun Lio menegaskan pentingnya pertemuan ini untuk menyukseskan enam pilar transformasi kesehatan yang menjadi program prioritas nasional.

Pilar tersebut meliputi transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.

“Pertemuan ini adalah langkah awal yang strategis untuk menyatukan visi, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, dan memastikan implementasi program kesehatan berjalan optimal di tingkat puskesmas,” ujar Asrun.

Ia menyoroti peran kepala puskesmas sebagai penggerak pembangunan kesehatan di kecamatan.

“Kepala puskesmas harus menjadi pemimpin yang mengarahkan dan mengawasi pelayanan kesehatan, terutama yang berfokus pada upaya promotif dan preventif. Selain itu, mereka harus memastikan keselamatan pasien, petugas, dan pengunjung di fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Sulawesi Tenggara saat ini memiliki 308 puskesmas yang tersebar di 17 kabupaten/kota. Rasio puskesmas terhadap penduduk adalah 3,34 per 30.000 penduduk. Namun, kondisi geografis yang beragam membuat rasio yang lebih relevan adalah 1 puskesmas per kecamatan.

“Dengan 231 kecamatan, kita sudah mencapai rasio 1,33. Ini menunjukkan setiap kecamatan telah memiliki minimal satu puskesmas, bahkan ada yang memiliki dua,” jelasnya, mengacu pada Permenkes No. 43 Tahun 2019 yang mengatur kebutuhan puskesmas berdasarkan kecamatan.

Sekda juga menekankan perlunya peningkatan sinergi antara layanan kesehatan primer di puskesmas dan rujukan ke rumah sakit.

“Layanan kesehatan harus cepat dan tepat, tanpa kendala administrasi yang berbelit-belit, terutama bagi pasien pengguna Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” tuturnya.

Para kepala puskesmas diminta aktif memberikan masukan terkait kebutuhan fasilitas, tenaga kesehatan, dan upaya perbaikan pelayanan di wilayah masing-masing.

“Transformasi layanan primer harus diperkuat melalui edukasi, pencegahan primer, dan sekunder untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan Provinsi Sultra ini turut dihadiri Direktur Peningkatan Mutu Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Kepala BPJS Cabang Kendari, kepala dinas kesehatan, serta kepala puskesmas se-Sultra.

Mengakhiri sambutannya, Sekda Asrun Lio menyampaikan pantun motivasi:
“Mencari buah di dalam kulkas,
Yang ada hanya si buah talas.
Menjadi nakes profesional dalam bertugas,
Melayani pasien dengan hati yang ikhlas.”

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, meningkatkan aksesibilitas layanan, dan mendukung tercapainya derajat kesehatan masyarakat yang lebih merata di Sultra.