Ribuan Warga Desa Napalakura Sambut Antusias Kampanye Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan

Muna, Sultranet.com – Kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Muna, LM Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, mendapat sambutan luar biasa dari ribuan warga Desa Napalakura, Kecamatan Napabalano. Masyarakat antusias menyambut kedatangan pasangan calon nomor urut 2, yang dilihat sebagai harapan baru bagi masa depan daerah mereka. (14/11)

Mereka menyambut pasangan calon dengan sorak sorai, teriakan “Bupati!” dan yel-yel dukungan yang menggebu. Salah satu tokoh masyarakat setempat, Ardiansyah, menyatakan keyakinannya bahwa pasangan ini mampu membawa perubahan bagi Desa Napalakura dan Muna secara keseluruhan.

“Saya yakin, pasangan nomor 2, LM Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, bisa mewujudkan keinginan masyarakat Desa Napalakura. Pilkada 2024, RahmatNya Muna pasti menang,” ujar Ardiansyah, penuh harapan.

Di tengah antusiasme warga, LM Rajiun Tumada memberikan janji penting kepada masyarakat setempat. Dalam pidatonya, ia menegaskan akan memperhatikan pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan yang menghubungkan Napalakura dan Langumapo.

“InsyaAllah, akses jalan Napalakura dan Langumapo akan menjadi prioritas jika saya terpilih. Tanggung jawab saya adalah membangun dan memastikan pemerataan pembangunan di Kabupaten Muna,” tegas Rajiun.

Lebih lanjut, Rajiun mengajak warga untuk menyukseskan Pilkada 2024 dengan cara yang unik. Ia mengusulkan agar para pendukung pada 27 November nanti mengenakan pakaian seragam khas, seperti yang dikenakan oleh pasangan Prabowo-Gibran saat mencalonkan diri pada pemilihan presiden.

“Jangan lupa, pada 27 November nanti, semua calon akan mengenakan jas. Hanya pasangan RahmatNya Muna yang akan memakai pakaian Gemoy Prabowo-Gibran,” ujar Rajiun dengan penuh semangat.

Kampanye di Desa Napalakura ini merupakan bagian dari upaya pasangan Rajiun-Purnama untuk lebih dekat dengan masyarakat Muna dan menggalang dukungan demi mewujudkan visi mereka dalam pembangunan daerah.




Tim Milenial Berani Bersuara Ajak Generasi Muda Berkarya dan Berani Suarakan Pendapat

Bombana, Sultranet.com – Tim Milenial Berani Bersuara sukses menggelar kegiatan Milenial Gathering di Ex Aral MTQ, Kelurahan Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, pada Kamis malam (14/11).

Acara ini dihadiri oleh ratusan generasi muda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bombana. Selain menjadi ajang berkumpul, kegiatan ini juga dirancang untuk memupuk semangat kreativitas dan keberanian generasi milenial dalam menyuarakan pendapat dan berkarya.

Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan Ir. Burhanuddin, M.Si, sebagai pembicara utama. Dalam kesempatan itu, Burhanuddin memberikan motivasi kepada peserta untuk mengambil peran aktif dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

“Pemuda adalah pemilik masa kini dan masa depan. Kami berkomitmen untuk menjadikan anak muda sebagai generasi emas pada tahun 2045. Semua yang hadir malam ini, Insya Allah, akan menjadi bagian dari generasi tersebut,” ujar Burhanuddin

Selain mendengarkan pemaparan dari calon bupati bombana nomor urut satu itu, para peserta juga dihibur oleh penampilan grup band lokal, Zaka Entertaiment, yang menambah semarak suasana malam itu.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Tim Milenial Berani Bersuara dengan tujuan memperkuat peran kaum muda sebagai agen perubahan di masyarakat.

Ketua Panitia, Abdul Rahmat, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa acara ini merupakan langkah awal untuk menggugah semangat generasi muda untuk lebih percaya diri dan berani mengemukakan pendapat.

“Tujuan kami menyelenggarakan acara ini adalah untuk meningkatkan semangat berkarya dan keberanian generasi muda dalam menyuarakan pendapat. Kami sebagai kaum milenial adalah agen perubahan dan penentu citra masa depan,” ujar Abdul Rahmat.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mendorong generasi muda untuk lebih aktif dalam berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa. Tim Milenial Berani Bersuara berharap kegiatan seperti ini dapat menginspirasi dan memotivasi pemuda di Bombana untuk lebih berani tampil dan berpartisipasi dalam pembangunan.




Makan Siang Gratis dan Bergizi di Kolut Didukung 2 Perusahaan Tambang, Penyaluran Disaksikan Anggota DPR RI

Kolaka Utara, Sultranet.com – Program makan siang bergizi gratis untuk anak-anak dari tingkat TK hingga SMA resmi digelar di Kolaka Utara, Jumat (15/11). Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dengan dua perusahaan tambang, PT Fatwa Bumi Sejahtera (FBS) dan PT Kolaka Resource Industrial Park (KRIP). Penyaluran makanan disaksikan langsung oleh anggota DPR RI, Bahtra Banong, yang memberikan apresiasi penuh atas inisiatif tersebut.

Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H., menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sebagai langkah mendukung program pemerintah pusat dalam menekan angka stunting.

“Ini adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dengan dukungan pihak swasta, kita membangun sinergi untuk memperbaiki gizi generasi muda,” kata Yusmin.

Ia juga mengapresiasi kontribusi dua perusahaan tambang yang berperan besar dalam penyelenggaraan program ini.

“Kami sangat berterima kasih, terutama kepada KRIP yang akan mulai beroperasi di Kolaka Utara. Perusahaan ini kita sambut dengan baik, karena selain mendukung program pemerintah, mereka juga berkomitmen terhadap kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H saat memberikan paket makan siang gratis pada anak anak
Penjabat Bupati Kolaka Utara, Yusmin, S.Pd., M.H saat memberikan paket makan siang gratis pada anak anak

Menurut Yusmin, makanan yang disediakan dalam program ini dirancang dengan memperhatikan kebutuhan gizi anak-anak.

“Program ini tidak hanya sekadar memberikan makanan kenyang, tetapi juga memastikan makanan tersebut bergizi dan diawasi langsung oleh para ahli,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPR RI, Bahtra Banong, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam membangun generasi yang sehat dan unggul.

“Kalau anak-anak kita sehat, mereka bisa belajar dan berkembang dengan lebih baik. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa,” tegas Bahtra.

Bahtra juga menyoroti pentingnya memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk kepentingan masyarakat.

“Indonesia kaya raya, tetapi kita masih menghadapi masalah stunting. Program ini adalah salah satu cara nyata untuk mengatasi itu,” tambahnya.

Ia mengajak semua pihak untuk mendukung program pemerintah melalui semangat gotong-royong.

“Program ini tidak akan berjalan tanpa kerja sama antara pemerintah dan pihak swasta. Terima kasih kepada perusahaan yang telah berperan aktif. Semoga daerah lain bisa mencontoh Kolaka Utara,” ujar Bahtra.

Di akhir acara, Yusmin menyerahkan cinderamata kepada Bahtra Banong sebagai bentuk penghargaan atas dukungannya. Bahtra menutup dengan harapan agar program ini menjadi inspirasi nasional.

“Kolaka Utara sudah memulai langkah besar. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi seluruh Indonesia untuk memperjuangkan gizi dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.

Program ini diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kesejahteraan anak-anak Kolaka Utara dan menciptakan generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.

 

Sumber: Diskominfo Kolaka Utara




DPRD Bombana Sidak RSUD Tanduale, Warning Segera Pulihkan Pelayanan

Bombana, sultranet.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanduale, Bombana, Jumat (15/11/2024).

Sudah tersebut menyusul laporan terganggunya layanan kesehatan akibat aksi mogok tenaga medis.

Dalam sidak ini, DPRD menemukan bahwa layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tutup total, sementara beberapa poli, termasuk Poli Jantung, Bedah, dan Mata, juga tidak beroperasi.

Aksi mogok terjadi karena insentif dan gaji tenaga kesehatan (nakes) kontrak belum dibayarkan sejak Juni 2024.

Ketua DPRD Bombana, Iskandar, memberikan teguran keras kepada manajemen rumah sakit dan pemerintah daerah agar segera menyelesaikan masalah ini demi pemulihan layanan kesehatan di RSUD Tanduale.

“Tidak boleh kita bermain-main dengan pelayanan di IGD ini karena ini menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Keuangan Daerah untuk memastikan pembayaran insentif nakes segera direalisasikan.

Sekretaris RSUD Tanduale, Apt. Muh. Alwi, S.Si., MM., menjelaskan bahwa tertundanya pembayaran insentif nakes ini disebabkan oleh perubahan anggaran yang belum sepenuhnya terealisasi.

“Pembayaran gaji tenaga kontrak di RSUD Tanduale dari Juni hingga November 2024 masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), dan SK APBD-P dari Provinsi baru diterima pada 29 Oktober,” terangnya.

Pihak RSUD dan Badan Keuangan Daerah saat ini bekerja sama untuk mempercepat pembayaran, yang diharapkan terlaksana dalam satu hingga dua hari ke depan.

Anggota DPRD Bombana dari Partai Bulan Bintang (PBB), Yudi Utama Arsyad, juga menegaskan pentingnya pemulihan layanan di RSUD Tanduale agar masyarakat tidak lagi terlantar.

“Pelayanan di RSUD Bombana harus segera dipulihkan, apapun caranya. Hak nakes yang tertunda hingga enam bulan ini harus segera diselesaikan. Jika tidak, kami akan meminta semua pihak terkait untuk memberikan penjelasan tentang masalah ini,” tegas Yudi.

Dukungan juga disampaikan oleh anggota DPRD Bombana dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andi Muhammad Khaekal Atikurahman, yang menilai situasi ini sangat serius dan meminta semua pihak segera bergerak cepat menyelesaikannya.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kita sedang mempertaruhkan nyawa pasien dan kondisi darurat di RSUD Tanduale. Saya harap semua pihak bergerak cepat agar pelayanan bisa pulih,” kata Khaekal.

Ketua Lembaga Kajian dan Pengawasan Daerah (LKPD) Sulawesi Tenggara, Muh. Arham, yang turut hadir dalam sidak, mengapresiasi langkah DPRD Bombana yang cepat tanggap dalam merespons masalah ini.

“Masalah kemanusiaan ini sangat miris. IGD mempertaruhkan nyawa manusia, dan ini tidak bisa dibiarkan,” ujarnya.

Di tengah inspeksi, Ketua DPRD Bombana Iskandar menerima laporan dari Puskesmas Kabaena mengenai adanya pasien kritis yang akan dirujuk ke RSUD Tanduale.

“Ini darurat. Kita harus segera menuntaskan masalah ini agar pasien mendapatkan layanan medis sesegera mungkin,” tandasnya.

DPRD Bombana berharap, dengan adanya koordinasi antara RSUD Tanduale dan Badan Keuangan Daerah, pelayanan di RSUD Tanduale dapat segera pulih sehingga masyarakat kembali mendapat akses layanan kesehatan yang layak.




IGD RS Tanduale Tutup, Nakes Mogok, Keluarga Korban Kecelakaan Keliling Teriak Minta Tolong

Bombana, sultranet.com – Keluarga seorang pasien korban kecelakaan terpaksa berteriak minta tolong sambil berkeliling di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanduale, Bombana, Sulawesi Tenggara, setelah mendapati layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) tutup.

Layanan medis lumpuh akibat aksi mogok sejumlah tenaga medis, termasuk perawat dan dokter, yang menuntut pembayaran gaji yang sudah lima bulan belum diterima. Jumat (15/11/2024)

Rahman, seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut, mengisahkan kepanikan keluarga korban yang kebingungan mencari bantuan. “Saya melihat keluarga pasien berteriak keliling rumah sakit, meminta tolong. Mereka panik karena tidak ada perawat atau dokter yang melayani,” ujar Rahman.

Menurutnya, IGD RSUD Tanduale yang semestinya menjadi pusat pertolongan pertama justru kosong dari tenaga medis, membuat keluarga pasien semakin putus asa.

Setelah berusaha mencari pertolongan tanpa hasil, keluarga akhirnya terpaksa membawa korban ke Puskesmas terdekat, meski jaraknya cukup jauh dan kondisi pasien masih kritis.

“Kasihan sekali, mereka harus mencari bantuan di tempat lain padahal rumah sakit ini yang paling lengkap di Bombana,” kata Rahman prihatin.

Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini menciptakan keresahan di kalangan masyarakat yang bergantung pada RSUD Tanduale sebagai satu-satunya rumah sakit di daerah tersebut.

Aksi mogok tenaga medis ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap gaji yang sudah lima bulan tidak dibayarkan. Seorang perawat yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa para tenaga medis sudah berusaha bertahan, namun akhirnya merasa harus melakukan aksi ini agar tuntutan mereka diperhatikan.

“Kami bekerja siang malam, tapi hak kami tidak dibayar. Kami juga punya kebutuhan hidup,” ujarnya.

Situasi ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga, terutama jika terjadi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat. Rahman berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas agar layanan kesehatan di Bombana tidak semakin terganggu.

“Kami butuh rumah sakit yang berfungsi dengan baik. Kalau keadaan begini terus, akan semakin banyak korban terlantar tanpa pertolongan,” katanya penuh harap.

Masyarakat Bombana mendesak pemerintah daerah segera memenuhi hak tenaga medis agar layanan di RSUD Tanduale dapat segera pulih dan berjalan normal kembali, demi kesehatan dan keselamatan warga.




Rajiun-Purnama Disambut Meriah, Warga Sumbang Satu Ekor Sapi

MUNA, Sultranet.com – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Muna, La Ode M. Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan, yang dikenal dengan akronim “RahmaTnya Muna,” disambut meriah saat menggelar kampanye tatap muka di Desa Bangunsari, Kecamatan Lasalepa, Kamis (14/11/2024).

Kehadiran pasangan calon nomor urut 2 ini tidak hanya dimeriahkan dengan pengalungan bunga, tetapi juga diiringi antusiasme ribuan warga dari berbagai kalangan.

Pada kampanye tersebut, masyarakat Desa Bangunsari menunjukkan dukungan mereka dengan menyumbangkan seekor sapi yang disembelih untuk menjamu rombongan Rajiun-Purnama dan warga yang hadir.

Tokoh masyarakat Bangunsari, Tukiran, menjelaskan bahwa sumbangan sapi tersebut merupakan bentuk dukungan nyata dari warga terhadap paslon nomor 2.

“Ini bukan hanya sekedar simbol, tapi bukti konkret bahwa warga Bangunsari mendukung penuh pasangan Rajiun-Purnama untuk memimpin Muna ke depan. Kami berharap besar kepada pasangan ini untuk membawa perubahan yang nyata,” ujar Tukiran.

Dalam kesempatan tersebut, Tukiran juga mengungkapkan alasan utama dukungan masyarakat, yaitu rekam jejak Rajiun yang dinilai berhasil saat menjabat sebagai Bupati Muna Barat. Warga Bangunsari berharap Rajiun-Purnama dapat merealisasikan program-program prioritas yang mendukung pembangunan infrastruktur desa mereka, khususnya perbaikan jalan.

“Kami sangat menginginkan perubahan, terutama untuk perbaikan jalan di Desa Bangunsari yang sudah lama rusak. Kami yakin Rajiun bisa mengatasi ini, melihat pengalamannya yang sudah terbukti saat memimpin Muna Barat,” tambah Tukiran.

Menyambut sambutan hangat dari warga, La Ode M. Rajiun Tumada menyampaikan apresiasi yang mendalam. Ia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna melalui program-program pembangunan yang tepat sasaran.

“Ini adalah bentuk dukungan yang sangat berarti bagi kami. Insya Allah, kami akan berusaha keras membawa perubahan yang diharapkan masyarakat,” ucap Rajiun di hadapan warga yang hadir.

Dalam kampanye dialogis tersebut, Rajiun berjanji untuk memperbaiki infrastruktur jalan di daerah Muna, yang telah menjadi salah satu aspirasi utama warga Bangunsari. Menurutnya, jika terpilih, perbaikan jalan rusak akan menjadi prioritas utama pasangan RahmaTnya Muna.

Ia juga menyampaikan rencana pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan beberapa desa di wilayah tersebut.

“Kami ingin jalan di Muna tidak lagi berlubang dan rusak. Jika diberi amanah, kami berjanji memperbaiki jalan agar mulus dan layak dilalui. Kami akan buat jalan hitam dan mulus sehingga masyarakat bisa menikmati akses yang lebih baik,” ungkapnya dengan optimisme.

Rajiun menjelaskan bahwa Desa Bangunsari akan menjadi salah satu sentra pengembangan lingkar kota. Program ini mencakup pembangunan jalan lingkar yang meliputi wilayah Tampo, Lambiku, Sapa, Kombungo, Bangunsari, Lakoduma, hingga Wakdia. Pembangunan ini diharapkan dapat menghubungkan desa-desa strategis dan meningkatkan mobilitas warga.

“Program ini kami siapkan untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini belum mendapat akses infrastruktur yang memadai. Jalan lingkar ini akan menjadi akses utama yang memperkuat ekonomi masyarakat di berbagai desa,” tambahnya.

Koordinator kampanye Rajiun-Purnama, Anton Laeti, yang juga hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa dukungan masyarakat Bangunsari adalah bentuk kepercayaan atas kemampuan dan pengalaman paslon nomor urut 2. Anton menambahkan bahwa antusiasme ini menjadi dorongan semangat bagi RahmaTnya Muna dalam mengawal aspirasi masyarakat Muna Timur.

“Dukungan dari warga Bangunsari membuktikan bahwa masyarakat percaya pada kepemimpinan Rajiun-Purnama. Kami optimis dapat meraih suara signifikan di wilayah ini berkat dukungan warga yang solid,” jelas Anton.

Kampanye di Desa Bangunsari pun berakhir dengan harapan dari seluruh masyarakat akan terwujudnya pembangunan yang lebih baik di Kabupaten Muna. Dukungan masyarakat Bangunsari menjadi gambaran bahwa pasangan Rajiun-Purnama mendapatkan tempat di hati masyarakat dengan visi dan program-program yang berpihak pada kepentingan rakyat.




BERANI Komitmen Integrasikan ‘Artificial Intelligence’ untuk Tingkatkan Pendidikan dan Kesehatan Bombana

Bombana, sultranet.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana nomor urut 1, H. Burhanuddin dan Ahmad Yani (BERANI), menyampaikan visi besar mereka untuk memajukan Bombana melalui penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Usai debat kandidat yang berlangsung di GOR Bombana pada Kamis malam (13/11/2024), Burhanuddin mengungkapkan bahwa pasangan BERANI berkomitmen menjadikan Kabupaten Bombana berdaya saing berbasis konsep agrominapolitan, dengan memanfaatkan AI untuk meningkatkan mutu pelayanan publik.

“Di era digital 4.0 ini, kami bertekad menghadirkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih cerdas, cepat, dan efektif dengan dukungan teknologi AI,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, integrasi AI dalam sektor pendidikan akan membantu guru dalam mengoptimalkan metode pembelajaran tanpa batasan waktu dan lokasi. Pasangan ini berencana melibatkan AI dan platform digital seperti Google Classroom dan lainnya agar pembelajaran bisa diakses lebih luas.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Burhanuddin menggarisbawahi pentingnya pelatihan intensif bagi para guru agar tidak gagap teknologi. Selain itu, konektivitas internet akan diperkuat di seluruh wilayah Bombana guna menunjang akses digital yang merata.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap guru di Bombana mampu memanfaatkan teknologi untuk pendidikan yang lebih baik,” tegas Burhanuddin.

Di bidang kesehatan, Burhanuddin dan Ahmad juga memiliki program pelayanan kesehatan berbasis AI. Melalui teknologi ini, masyarakat yang hendak berobat akan dipermudah dalam proses antrean, yang selama ini sering menjadi kendala.

Selain itu, pasangan BERANI berencana meluncurkan layanan konsultasi kesehatan online yang memungkinkan warga untuk berdiskusi langsung dengan dokter terkait keluhan mereka, sehingga bisa mendapatkan penanganan lebih cepat.

“Saat ini, kita perlu lebih dari sekadar tenaga kesehatan, kita butuh sistem yang mampu mendukung mereka dengan teknologi mutakhir,” kata Burhanuddin.

Dia juga menambahkan bahwa masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tak perlu lagi menghabiskan waktu lama hanya untuk antrean.

“Dengan AI, waktu tunggu bisa kita pangkas, dan layanan menjadi lebih efisien,” tandasnya.

Di samping penerapan teknologi, pasangan BERANI turut memperkenalkan program unggulan lain untuk mengatasi tantangan Bombana. Program tersebut meliputi bantuan pendidikan untuk jenjang S1 hingga S3, alokasi Dana Desa sebesar Rp1 miliar untuk setiap desa dan kelurahan, serta pengembangan industri kreatif, peternakan, dan perikanan.

“Bombana yang maju dan berdaya saing adalah cita-cita kita bersama. Kami hadir untuk memastikan visi ini menjadi nyata melalui langkah konkret, dari pemanfaatan teknologi hingga pemerataan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.” tandasnya




Tata Pedagang Kaki Lima, BERANI Janji Jadikan Pasar Sentral Rumbia Bersih dan Nyaman

Bombana, Sultranet.com – Pada sesi tanya jawab debat kandidat Pilkada Bombana, pasangan calon nomor 1, Burhanuddin dan Ahmad Yani, yang mengusung slogan BERANI, menegaskan komitmen mereka untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dan menjaga keindahan Kota Rumbia. Rabu (13/11/2024)

Dalam pernyataannya merespon pertanyaan dan tanggapan Calon Nomor urut 2, Burhanuddin menekankan bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan paru-paru kota dan tempat masyarakat bersantai serta berkreasi. Menurutnya, mengubah fungsi RTH menjadi pasar akan merusak kenyamanan kota dan kesehatan masyarakat.

Burhanuddin, calon Bupati Bombana, mengkritik tajam rencana lawannya, pasangan calon nomor 2 Andi Nirwana Sebbu dan Heryanto, yang berjanji akan mengembalikan pasar sore ke area RTH jika terpilih.

Heryanto beralasan bahwa keputusan memindahkan PKL dari RTH ke pasar sentral telah berdampak pada mata pencaharian para pedagang yang kesulitan membayar utang dan membiayai pendidikan anak-anak mereka.

Heryanto berjanji, jika terpilih, dalam 100 hari pertama, mereka akan mengizinkan kembali aktivitas berjualan di RTH sebagai solusi bagi masyarakat kecil.

Merespons hal tersebut, Burhanuddin menegaskan bahwa RTH tidak cocok untuk dijadikan pasar.

“RTH itu adalah ruang untuk masyarakat bersantai dan berekreasi. Pasar, yang identik ada sampah, tidak seharusnya berada di tempat yang dirancang untuk kesehatan dan kenyamanan kota,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menyebut bahwa pemindahan PKL ke pasar sentral merupakan langkah strategis yang solutif dengan menyediakan tempat lebih aman dan layak bagi para pedagang dan pembeli.

Selain itu, Burhanuddin menyampaikan pandangan bahwa seorang pemimpin harus mempertimbangkan kepentingan seluruh masyarakat, bukan hanya satu kelompok.

“Kita ini tidak memperjuangkan satu kelompok, tapi memperjuangkan seluruh masyarakat Bombana. Jika kebijakan kita salah, yang dirugikan adalah nama baik Kabupaten Bombana,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa di RTH Bombana telah diatur penataan ruang yang jelas dan melarang aktivitas pasar di area tersebut dan harusnya ditaati oleh semua pihak terlebih lagi Pemerintah daerah yang tidak boleh memberi contoh buruk kepada masyarakatnya.

Sebagai solusi, Burhanuddin mengklaim bakal menyediakan fasilitas transportasi gratis bagi para pedagang yang berjualan di pasar sentral, sehingga mereka tetap bisa berjualan di tempat yang bersih dan nyaman tanpa mengganggu tata ruang kota.

Ia juga mengkritik rencana pengembalian pasar sore di RTH sebagai tindakan yang menunjukkan “kedangkalan berpikir” dalam penataan kota.

“Saya pastikan bahwa di manapun yang namanya kota, tidak pernah ada RTH lalu di situ ada pasar. Jika di situ ada pasar ikan, pasar sayur. Ini namanya sembrono,” tandasnya.




Pemprov Sultra Hadiri Syukuran HUT Ke-79 Korps Brimob Polri di Kendari

Kendari, sultranet.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Korps Brimob Polri yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Nuraga, Satbrimob Polda Sultra, pada Kamis (14/11/2024). Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi dari berbagai instansi, baik dari jajaran Polda Sultra, TNI, Kejaksaan, maupun lembaga terkait lainnya, serta masyarakat Sultra.

Dalam sambutannya, Komandan Satuan Brimob (Dansat Brimob) Polda Sultra, Kombes Pol. Sugianto Marweki, S.I.K., M.Si., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat dan instansi yang telah memberikan dukungan kepada Korps Brimob dalam melaksanakan tugas menjaga kedamaian di Sulawesi Tenggara. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung tugas kami. Dukungan ini sangat berarti untuk keberhasilan kami dalam menjalankan amanah menjaga keamanan dan ketertiban di Sultra,” ujar Kombes Sugianto.

Sekda Sultra, yang turut hadir dalam kesempatan itu, juga memberikan penghargaan atas kontribusi besar yang diberikan oleh Korps Brimob dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Sultra. “Kami menyambut baik dan mendukung penuh upaya yang telah dilakukan Korps Brimob Polri untuk menjaga kedamaian, keamanan, serta mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat,” kata Sekda.

Acara syukuran ini semakin meriah dengan hadirnya berbagai pejabat tinggi, antara lain Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sultra, Komandan TNI Angkatan Udara Haluoleo, Komandan Korem 143/HO, Komandan TNI AL Kendari, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sultra, Ketua Pengadilan Tinggi Sultra, Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sultra, serta sejumlah Kapolres dan jajaran Polda Sultra lainnya.

Dansat Brimob Polri berharap acara syukuran ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan dan meningkatkan kerjasama antara aparat keamanan dengan masyarakat dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban di Sulawesi Tenggara. “Semoga sinergi antara lembaga-lembaga ini terus terjalin dengan baik dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” imbuhnya.

Kombes Sugianto juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dalam pelaksanaan tugas selama ini. “Kami memohon maaf jika ada kekurangan, dan kami berharap terus mendapat dukungan dari semua pihak agar kami dapat terus memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Acara syukuran HUT ke-79 Korps Brimob Polri ini berakhir dengan doa bersama, berharap agar Korps Brimob Polri selalu diberi kekuatan dalam menjalankan tugas mulia dan menjaga kedamaian di seluruh penjuru Indonesia, khususnya di Sulawesi Tenggara.




Pemprov Sultra Dorong Efektivitas Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan

KENDARI, sultranet.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., membuka secara resmi rapat pengendalian administrasi pelaksanaan pembangunan APBN tahun anggaran 2024 lingkup Provinsi Sultra, Kamis (14/11/2024). Acara yang digelar di Kendari ini bertujuan untuk membahas evaluasi serapan anggaran dan pengawasan dana dekonsentrasi serta tugas pembantuan.

Dalam sambutannya, Asrun menegaskan pentingnya efektivitas pelaksanaan dekonsentrasi dan tugas pembantuan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta kualitas layanan kepada masyarakat. “Pelaksanaan ini mencerminkan sistem dan prosedur penugasan pemerintah pusat kepada daerah untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan dan pembangunan, yang harus dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan,” ujar Asrun.

Sekda Sultra menjelaskan bahwa dekonsentrasi adalah pelimpahan sebagian urusan pemerintahan pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Sementara tugas pembantuan adalah penugasan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaannya.

Asrun juga menyampaikan, Provinsi Sultra memperoleh alokasi anggaran APBN baik berupa dekonsentrasi yang dikelola oleh 25 satuan kerja (Satker) dan 14 perangkat daerah, serta tugas pembantuan yang dikelola oleh 13 Satker dan 5 perangkat daerah. “Saya berharap pengelola anggaran dapat memaksimalkan serapan anggaran dan progres fisik dalam waktu yang tersisa, mengingat kita telah memasuki akhir triwulan IV,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sekda Sultra mengimbau agar rapat ini menjadi wadah untuk berdiskusi dan menghasilkan rekomendasi konstruktif demi kemajuan pembangunan di Sultra. “Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan semua program berjalan sesuai dengan ketentuan, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Asrun menekankan bahwa pengelolaan dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan harus dilakukan dengan prinsip efisiensi, efektivitas, dan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. “Dengan kerja sama yang baik, kita dapat memastikan bahwa semua program yang telah direncanakan dapat terwujud dengan baik,” harapnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para kepala perangkat daerah selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan, pengelola anggaran lingkup Pemprov Sultra, serta berbagai pihak terkait lainnya. Rapat ini diselenggarakan oleh Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sultra.

Dengan sisa waktu sekitar satu bulan sebelum berakhirnya tahun anggaran 2024, rapat ini diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang mendukung keberlanjutan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Sultra.