Pemprov Sultra Gelar Rapat TPID, Bahas Strategi Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ekonomi Daerah

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada Selasa, 19 November 2024, di ruang pola Kantor Gubernur Sultra. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Sultra, Komjen Pol (P) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., yang menekankan pentingnya pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Andap Budhi Revianto menyampaikan bahwa pengendalian inflasi adalah kunci mendukung visi nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor melalui 8 misi strategis (Asta Cita) dan 17 program prioritas nasional, termasuk peningkatan gizi masyarakat dengan pemberian makan siang gratis untuk pelajar dan bantuan gizi bagi balita serta ibu hamil.

“Kita harus satu visi dalam memandang pengendalian inflasi sebagai langkah strategis untuk menjaga kestabilan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh Forkopimda Sultra, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra selaku Ketua Pelaksana Harian TPID, pimpinan OPD, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra, para bupati dan wali kota, serta sejumlah narasumber seperti Kepala BPS Sultra, Kepala Perum Bulog, dan akademisi dari perguruan tinggi di Sultra.

Rakorda membahas sejumlah langkah strategis, termasuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta memastikan ketahanan stok beras di Sultra. Dalam diskusi, beberapa tantangan ekonomi di Sultra juga diungkapkan, seperti angka inflasi Sultra yang berada di 0,71%, lebih rendah dari target nasional 1,5%–3,5%, serta pertumbuhan ekonomi yang sedikit melambat dengan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada kuartal ketiga 2024 tumbuh 4,95%, lebih rendah dibandingkan kuartal kedua. Selain itu, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 6,25% untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Pj. Gubernur juga mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi infrastruktur sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

“Konsumsi domestik yang stagnan harus diatasi segera karena menjadi salah satu pilar utama PDB,” tegasnya.

Rakorda menghasilkan beberapa rekomendasi strategis untuk mendukung Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan,” seperti penguatan daya beli masyarakat melalui program subsidi pangan dan intervensi harga, optimalisasi ekspor dan investasi guna mendongkrak perekonomian daerah, serta implementasi kebijakan moneter dan fiskal yang selaras dengan kondisi global dan domestik. Langkah kontijensi juga disiapkan untuk menghadapi potensi kedaruratan ekonomi.

Dalam arahannya, Pj. Gubernur meminta seluruh peserta memahami dan melaksanakan hasil Rakorda secara maksimal. Ia menekankan perlunya sinergi antar-stakeholder untuk menjawab tantangan ekonomi Sultra.

“Satukan hati, pikiran, dan komitmen kita untuk pengendalian inflasi yang efektif demi Sultra yang lebih sejahtera,” tutupnya.

Rakorda ditutup dengan diskusi panel yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan. Hasil rapat diharapkan menjadi landasan strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sultra yang stabil dan berkelanjutan.




Arus Dukungan Semakin Kuat ke RahmaT-nya Muna

MUNA, Sutranet.com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada 27 November 2024, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muna, LM Rajiun Tumada-Purnama Ramadhan (RahmaT-nya Muna), terus menunjukkan kekuatannya dengan arus dukungan yang semakin besar.

Sejumlah pendukung dari berbagai latar belakang kini menyatakan sikap bergabung ke barisan RahmaT-nya Muna. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan di kediaman LM Rajiun Tumada, Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu, pada Senin malam, 18 November 2024.

Andong, salah satu pendukung baru, menyatakan bergabungnya ia dan rekan-rekannya didasari oleh nurani tanpa tekanan atau paksaan. Ia merasa bangga dapat bergabung dan optimis kemenangan dapat diraih.

“Semoga dengan bergabungnya kami, barisan RahmaT-nya Muna yang sudah kuat menjadi semakin solid dan mampu memenangkan Pilkada 27 November nanti,” ujar Andong disambut sorak semangat dari para simpatisan.

Hal senada disampaikan oleh Zulkifli, Anton, dan Hj. Nunuk Hermansyah, yang kini mendukung penuh RahmaT-nya Muna. Nunuk, seorang pedagang di Pasar Sentral Laino Raha, menyampaikan harapan besar agar Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan dapat membawa perubahan signifikan, khususnya dalam penataan pasar yang dinilai sudah tidak teratur.

“Sebagai putra daerah terbaik, kami yakin Rajiun Tumada dan Purnama Ramadhan mampu mensejahterakan masyarakat Muna dan menjadikan daerah ini lebih baik ke depannya,” ungkap Nunuk.

LM Rajiun Tumada menyambut baik dukungan baru ini dengan penuh rasa syukur. Ia menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan merupakan tanggung jawab besar yang akan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

“Tentu RahmaT-nya Muna sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas dukungan yang lahir dari hati nurani ini. Bersama-sama kita akan berjuang untuk kemajuan Muna,” ujar Rajiun dalam sambutannya.

Bergabungnya pendukung baru ini semakin memperkokoh posisi RahmaT-nya Muna dalam kontestasi politik, sekaligus menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat terhadap pasangan ini.




Pj. Gubernur Sultra Pimpin Upacara HKN ke-60, Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045

Kendari, sultranet.com – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 tahun 2024 dengan tema “Gerak Bersama, Sehat Bersama” digelar pada Senin (18/11/2024) di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra). Upacara yang dipimpin langsung oleh Pj. Gubernur Sultra, Komjen Pol (P) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPRD Provinsi Sultra, Forkopimda, Kapolda Sultra, Danrem, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, serta kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Sultra dan para pimpinan lembaga kesehatan.

Upacara ini juga dihadiri oleh Komandan TNI se-Sultra, Danlanud, Danlanal, serta pimpinan perguruan tinggi di Sultra, di antaranya Rektor Universitas Mandala Waluya, Ketua STIKES Pelita Ibu, Ketua STIKES Budi Mulia Kendari, dan Direktur Poltekkes. Tak ketinggalan, Ketua organisasi profesi kesehatan dan berbagai pimpinan rumah sakit pemerintah maupun swasta turut memeriahkan acara ini.

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Andap Budhi Revianto mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat Sultra. “Saya ucapkan selamat memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-60. Mari kita terus berkolaborasi untuk menjaga kesehatan, karena dengan tubuh yang sehat, kita bisa membangun Sulawesi Tenggara yang lebih baik, menuju generasi emas 2045,” kata Andap.

Pj. Gubernur juga menekankan pentingnya kesehatan sebagai dasar bagi pembangunan sumber daya manusia yang cerdas dan tangguh. “Sering saya katakan, kesehatan bukan segalanya, namun tanpa kesehatan, segalanya menjadi tidak berarti,” tambahnya.

Upacara tersebut turut dibacakan sambutan resmi Menteri Kesehatan RI, yang menyoroti keberhasilan Indonesia keluar dari masa sulit pandemi Covid-19 dan masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah ke atas. “Ini adalah bukti bahwa bangsa kita adalah bangsa pejuang. Meski demikian, kita harus tetap bekerja keras untuk menghadapi tantangan di masa depan,” ungkap Menteri Kesehatan dalam pesan tersebut.

Dengan melihat periode bonus demografi yang tengah dialami Indonesia, pemerintah menargetkan capaian ambisius dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2045, seperti pendapatan per kapita setara negara maju, pengurangan kemiskinan hingga 0%, dan pengurangan emisi karbon menuju Net Zero Emissions. Tiga prioritas utama dalam transformasi kesehatan juga telah ditetapkan, yakni pemeriksaan kesehatan gratis, penurunan kasus Tuberkulosis (TB), dan pembangunan rumah sakit berkualitas di daerah terpencil.

Upacara HKN ke-60 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem kesehatan yang berkelanjutan. Di akhir acara, Pj. Gubernur Sultra mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kesehatan, mulai dari diri sendiri hingga lingkungan sekitar.

“Mari kita bangun budaya sehat demi tercapainya Indonesia Emas 2045,” tutupnya, mengakhiri rangkaian upacara yang penuh makna ini.




Pemprov Sultra Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi dan Sosialisasi Bencana Hidrometeorologi

Kendari, 18 November 2024 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Potensi Bencana Hidrometeorologi. Acara yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting. Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan diikuti oleh sejumlah kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sultra. Dalam rapat ini, hadir narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga, seperti Wakil Menteri Sosial, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kepala Badan SAR Nasional, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), serta Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kemendagri. Dari pihak Pemprov Sultra, turut hadir Kepala Biro Perekonomian Setda Sultra, perwakilan Bulog, Karantina Kendari, dan dinas-dinas terkait lainnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya kesiapan menghadapi dua agenda besar, yaitu potensi bencana hidrometeorologi dan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dijadwalkan pada Rabu, 27 November 2024. “Kita perlu mengantisipasi potensi lonjakan mobilitas masyarakat, khususnya pada masa kampanye hingga hari tenang (24–26 November). Koordinasi dengan Bulog dan distributor pangan juga sangat penting, mengingat adanya fenomena aksi borong bahan pokok selama masa pemilu. Selain itu, kita juga harus bersiap menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru,” ujar Tito.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan bahwa fenomena La Nina lemah diprediksi memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia hingga Maret 2025. Hal ini bersamaan dengan musim hujan yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada Januari–Februari 2025. “Potensi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, banjir pesisir (rob), tanah longsor, angin kencang, dan kilat/petir, perlu diwaspadai. Sebanyak 15% wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Tenggara bagian timur dan utara, diprediksi mengalami curah hujan di atas normal,” jelas Dwikorita.

Sementara itu, Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas selama Oktober 2024. “Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah telur ayam ras, cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, dan emas perhiasan,” ungkap Amalia. Ia juga menyebutkan bahwa Kabupaten Buton Utara menjadi salah satu wilayah dengan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi di Sulawesi Tenggara, mencapai 2,60%. “Komoditas yang memberikan andil terbesar adalah daging ayam ras, cabai rawit, ikan gembung, dan berbagai jenis ikan lainnya,” tambahnya.

Dalam Rakor tersebut, Pemprov Sultra melalui Kepala Biro Perekonomian menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan Bulog, distributor pangan, dan dinas-dinas terkait untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok. Selain itu, pemerintah daerah juga akan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kita akan memastikan seluruh langkah mitigasi dilakukan dengan baik, termasuk menjaga stok bahan pokok di pasaran agar masyarakat tidak terdampak secara ekonomi,” ujar Kepala Biro Perekonomian Setda Sultra.

Rakor ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi tantangan akhir tahun. Dengan kolaborasi yang solid, masyarakat di Sulawesi Tenggara dapat melewati periode ini dengan aman, meskipun dihadapkan pada berbagai dinamika, baik dari sisi ekonomi maupun potensi bencana alam.




Pencegahan Korupsi di Desa, Pemprov Sultra Gelar Lokakarya Desa Antikorupsi 2024

KENDARI, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Lokakarya Perluasan Desa Antikorupsi Tahun 2024. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman kepala desa terkait pengelolaan keuangan ini berlangsung di Kendari, Senin malam (18/11/2024).

Lokakarya tersebut dibuka oleh Penjabat Gubernur Sultra, Komjen Pol. (P) Dr. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H., yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara virtual.

Dalam sambutannya, Asrun Lio menyebutkan bahwa desa merupakan unit pemerintahan terdepan yang memiliki kewenangan besar untuk mengelola pembangunan berbasis masyarakat. Sejak diterapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, perhatian pemerintah terhadap desa terus meningkat, salah satunya melalui alokasi Dana Desa.

“Tahun 2024, alokasi Dana Desa mencapai Rp71 triliun, di mana Rp69 triliun untuk APBDes induk, dan Rp2 triliun untuk desa berprestasi,” ungkapnya.

Namun, Asrun juga menggarisbawahi berbagai tantangan yang dihadapi desa dalam pengelolaan keuangan. Ia menyebut rendahnya tingkat pendidikan kepala desa menjadi salah satu penyebab pengelolaan dana desa sering tidak efektif dan rawan penyalahgunaan. Sekitar 40 persen kepala desa di Sultra diketahui hanya berpendidikan setara SLTA.

“Banyak yang salah persepsi, menganggap Dana Desa adalah milik pribadi, sehingga penggunaannya tidak sesuai regulasi,” tegas Asrun.

Ia menambahkan, lokakarya ini menjadi langkah strategis Pemprov Sultra untuk mencegah potensi korupsi di tingkat desa. Korupsi yang melibatkan kepala desa atau perangkatnya dinilai dapat menghambat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dari lokakarya ini dapat diterapkan di wilayah masing-masing, sehingga tidak ada lagi kepala desa yang tersandung kasus korupsi,” pesannya.

Lokakarya tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa dalam menciptakan tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel. Sekda Sultra juga mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk berperan aktif mengawasi pengelolaan keuangan desa demi terwujudnya Sulawesi Tenggara yang maju dan bebas korupsi.

Acara ini turut dihadiri Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra, Kepala BPKP Perwakilan Sultra, Kepala Dinas PMD Sultra, Inspektur Daerah Sultra, serta perwakilan dari dinas dan kepala desa se-Sultra. Lokakarya ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam mendukung visi nasional membangun desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan bangsa.




Diduga Tekan Warga untuk Dukung Paslon, Kades Ghonebalano Bantah Tuduhan

MUNA, Sultranet.com – Kepala Desa (Kades) Ghonebalano, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, La Ode Muhammad Ery, angkat bicara soal dugaan dirinya menekan warga untuk mendukung pasangan calon (Paslon) tertentu dalam Pilkada 2024.

Ia dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai fitnah yang tidak berdasar.

“Tidak benar. Semua itu hanya fitnah,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (17/11).

Ery menilai isu tersebut sengaja dihembuskan untuk menjatuhkan nama baiknya sebagai kepala desa.

Ia menegaskan, tidak pernah memaksa warganya dalam menentukan pilihan politik, apalagi mengancam pencoretan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Soal pilihan, itu urusan pribadi mereka. Saya tidak pernah mengancam warga atau mengatakan BLT akan dihapus jika tidak mendukung calon tertentu,” katanya.

Namun, tuduhan ini mencuat setelah salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku keluarganya mendapatkan tekanan.

Ia menyebutkan, Kades Ery datang ke rumahnya dan meminta agar orang tuanya mendukung Paslon nomor urut 01, dengan ancaman pencoretan BLT jika tidak mengikuti arahan tersebut.

“Pak Desa datang ke rumah, suruh bapak dan ibu saya pilih 01. Kalau tidak, katanya BLT kami akan dicoret,” ungkap warga itu.

Meskipun merasa tertekan, warga tersebut menegaskan tetap memilih berdasarkan hati nurani dan meminta orang tuanya tidak takut kehilangan bantuan.

“Saya bilang ke orang tua, pilihlah dengan hati. Jangan biarkan suara kita dipengaruhi oleh orang lain,” tambahnya.

Kasus ini memicu keresahan di tengah masyarakat, terutama bagi keluarga yang mengandalkan bantuan pemerintah desa.

Dugaan intervensi politik semacam ini dianggap mencederai asas demokrasi dan kebebasan memilih.

Sejumlah pihak mendesak agar aparat terkait segera turun tangan untuk menyelidiki kasus ini demi menjaga integritas Pilkada.




Pemprov Sultra Gelar Rakor Investasi PLTN untuk Dukung Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) pada Senin (18/11/2024) untuk membahas rencana investasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Sultra. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., dan dihadiri oleh delegasi Federasi Rusia serta sejumlah pejabat daerah.

Delegasi Rusia dipimpin oleh Duta Besar Rusia, Mr. Sergei Gennadievich Tolcenov, didampingi oleh Mr. Alexander Masaltsev (Perwakilan Perdagangan Rusia) dan Anna Belokoneva (Perwakilan Rosatom). Turut hadir dalam pertemuan ini, Dr. Ir. Musri Ma’waleda, M.T., anggota Dewan Energi Nasional, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sultra, perwakilan kabupaten, perguruan tinggi, dan UPTD PLN Persero Kendari.

Dalam sambutannya, Sekda Asrun Lio menjelaskan bahwa Sultra memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, seperti nikel, emas, dan aspal. Potensi ini sedang diarahkan untuk hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah dan mendukung pembangunan industri berbasis nikel. Asrun menekankan bahwa hilirisasi industri membutuhkan pasokan energi yang besar, sementara saat ini pasokan energi di Sultra masih didominasi oleh batu bara (76%), minyak bumi (19%), dan gas bumi. Sumber energi terbarukan hanya menyumbang 5% dari total kebutuhan.

“Dengan proyeksi kebutuhan listrik industri pertambangan yang mencapai 4,02 MW, pembangunan PLTN akan menjadi solusi penting untuk menyediakan energi bersih, stabil, dan efisien,” ungkap Asrun.

Rencana investasi PLTN oleh Rosatom di Sultra tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi jangka panjang, tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan energi, ketahanan ekonomi, dan mendukung target global pengurangan emisi karbon.

Duta Besar Rusia, Sergei Gennadievich Tolcenov, mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah positif untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Rusia, yang telah terjalin selama lebih dari 70 tahun. Ia menekankan pentingnya kolaborasi di bidang energi dan pengembangan sumber daya manusia, serta menyampaikan bahwa dalam pertemuannya dengan Presiden RI terpilih, Prabowo Subianto, di Moskow pada Juli 2024, telah dibahas peluang kerja sama di bidang energi nuklir, termasuk transfer teknologi dan pendidikan.

Tolcenov juga menyampaikan bahwa Pemerintah Rusia menawarkan peluang beasiswa untuk mahasiswa Indonesia, khususnya dari Sultra, guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang energi nuklir.

Sementara itu, Anna Belokoneva, perwakilan Rosatom, menjelaskan bahwa perusahaannya telah membangun 33 reaktor nuklir skala besar di berbagai negara, termasuk India, Cina, dan Bangladesh. Rosatom juga menawarkan teknologi reaktor kecil dengan kapasitas 55 hingga 110 MW yang teruji keamanannya, termasuk perlindungan dari risiko bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.

Dr. Ir. Musri Ma’waleda, M.T., anggota Dewan Energi Nasional, menegaskan bahwa pengembangan energi nuklir sejalan dengan kebijakan energi nasional yang baru, yang menggantikan PP No. 79 Tahun 2014. Energi nuklir diproyeksikan menjadi bagian dari bauran energi nasional untuk mencapai target Indonesia pada 2060 untuk mencapai nol emisi karbon.

Rakor ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, serta penyerahan cendera mata dari anggota Dewan Energi Nasional kepada Duta Besar Rusia. Acara ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan investasi PLTN yang mendukung hilirisasi industri dan meningkatkan ketahanan energi di Sulawesi Tenggara.




PLT Camat Kodeoha Tekankan Netralitas ASN dan Disiplin Kerja Jelang Pilkada

Kolaka Utara, sultranet.com – Apel pagi di Kecamatan Kodeoha pada Senin (18/11/2024) berlangsung khidmat di halaman kantor kecamatan. Dipimpin oleh PLT. Camat Kodeoha, Syahlan Launu, S.H., apel diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Aparatur Sipil Harian (ASH) dari Kecamatan Kodeoha dan Kelurahan Mala-Mala.

Hadir mendampingi Syahlan dalam apel tersebut, Sekretaris Camat (Sekcam) Zakaria Kasim, S.H., dan Lurah Mala-Mala, Lewi, S.E., sementara Darusman, S.Sos., bertindak sebagai komandan apel.

Dalam arahannya, Syahlan kembali mengingatkan seluruh peserta apel untuk menjaga netralitas sebagai ASN menjelang pelaksanaan Pilkada yang akan digelar pada 27 November 2024.

“ASN harus netral. Tidak boleh terlibat dalam politik praktis atau menjadi bagian dari tim sukses salah satu pasangan calon. Tugas kita adalah menjaga integritas, stabilitas, dan fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Syahlan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan hubungan baik antarsesama ASN maupun dengan masyarakat selama proses Pilkada berlangsung.

“Pilkada ini harus menjadi momentum menjaga persatuan. Stabilitas keamanan adalah tanggung jawab bersama. Kita harus saling mengingatkan dan menjaga kondusivitas di tengah masyarakat, sehingga pelaksanaan Pilkada berjalan lancar dan damai,” ujarnya.  P

Selain netralitas, Syahlan menyoroti kedisiplinan ASN dan ASH, terutama bagi mereka yang bertugas dalam piket harian.

Ia meminta seluruh pegawai mematuhi jadwal kerja dengan baik dan menjalankan tugas sesuai aturan.

“Kedisiplinan adalah cerminan profesionalitas. Saya ingin memastikan semua ASN dan ASH menjalankan tugas dengan tanggung jawab penuh, termasuk hadir tepat waktu saat bertugas,” tambahnya.

Dalam arahannya, Syahlan juga meminta agar ASN dan ASH di Kecamatan Kodeoha saling bersinergi, menjaga kerja sama, dan terus memberikan pelayanan terbaik.

“Sinergi adalah kunci. Kita harus saling mendukung, saling menasihati, dan menjaga semangat kebersamaan. Hanya dengan cara itu, kita bisa menghadapi tantangan-tantangan yang ada,” katanya.

Melalui apel ini, PLT. Camat Kodeoha berharap ASN dan ASH semakin sadar akan pentingnya menjaga integritas dan netralitas dalam situasi politik seperti Pilkada.

“Mari kita bersama-sama menjadikan Pilkada ini sebagai ajang untuk mempererat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Semangat gotong-royong dan netralitas ASN adalah kunci utama suksesnya Pilkada,” tutup Syahlan.

Suasana apel pagi di kecamatan Kodeoha
Suasana apel pagi di kecamatan Kodeoha

Sekcam Kodeoha, Zakaria Kasim, S.H., menambahkan bahwa apel pagi ini merupakan momen penting untuk memperkuat koordinasi menjelang Pilkada.

“Pilkada adalah agenda besar yang membutuhkan peran kita semua. ASN adalah garda terdepan dalam menjaga netralitas dan memberikan pelayanan terbaik. Jangan sampai ada yang mencederai kepercayaan masyarakat karena tindakan yang tidak sesuai dengan aturan,” jelas Zakaria.

Sementara itu, Lurah Mala-Mala, Lewi, S.E., menyampaikan bahwa netralitas ASN adalah wujud profesionalitas dalam menjalankan tugas.

Ia juga mendukung langkah PLT. Camat Kodeoha untuk memperkuat disiplin kerja di lingkungan ASN dan ASH.

Apel pagi ini diakhiri dengan doa bersama agar pelaksanaan Pilkada di Kecamatan Kodeoha dan Kabupaten Kolaka Utara secara umum berjalan aman dan lancar.

Peserta apel menunjukkan komitmen untuk menjalankan arahan pimpinan dengan penuh tanggung jawab.

Dengan arahan yang jelas dan tegas, apel pagi ini diharapkan menjadi pendorong semangat bagi ASN dan ASH untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Kecamatan Kodeoha. (*)

 




Sulawesi Tenggara Resmi Tuan Rumah Pra Popnas Zona IV 2024

Kendari, sultranet.com – Pra Popnas (Pekan Olahraga Pelajar Nasional) Zona IV 2024 resmi dibuka pada Minggu malam (17/11/2024) di Hotel Claro Kendari. Acara pembukaan ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, yang mewakili Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara, serta perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Dr. M. Aziz Arianto, Ketua DPRD Provinsi Sultra, Forkopimda Sultra, dan sejumlah kepala daerah serta kontingen dari tujuh provinsi peserta.

Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sultra, La Ode Hidayat, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan ajang seleksi dan evaluasi bagi atlet muda dari delapan cabang olahraga. Pra Popnas ini juga menjadi langkah awal menuju Popnas ke-17 tahun 2025 yang akan berlangsung di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Melalui ajang ini, para atlet akan berlomba memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu, sekaligus mempererat persatuan antar pelajar di seluruh Indonesia.

Pra Popnas Zona IV 2024 diikuti oleh tujuh provinsi, yaitu Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan tuan rumah Sulawesi Tenggara, yang mengirimkan 168 peserta. Kegiatan ini mempertandingkan delapan cabang olahraga, yakni bola basket, bola voli, bulu tangkis, pencak silat, sepak takraw, sepak bola, tinju, dan teknis lapangan. Pertandingan akan diselenggarakan di berbagai lokasi di Kota Kendari, seperti GOR Eks Koni Sultra untuk bola basket, GOR Sport Center Universitas Haluoleo untuk sepak takraw, dan beberapa tempat lainnya.

Dalam sambutannya, Dr. M. Aziz Arianto menekankan pentingnya ajang ini sebagai sarana persiapan menuju Popnas 2025. Ia berharap kegiatan ini akan melahirkan atlet-atlet potensial yang siap dibina lebih lanjut melalui Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dengan tujuan utama mengharumkan nama bangsa di ajang Olimpiade.

Sekda Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini dan menyambut hangat seluruh peserta. “Ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan saling mengenal antarbudaya,” ujarnya.

Dalam pesan yang disampaikan oleh Sekda atas nama Pj. Gubernur Sultra, disampaikan beberapa arahan penting untuk kelancaran acara, termasuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana, koordinasi yang baik antara panitia dan aparat keamanan, serta penerapan protokol kesehatan yang ketat. Ia juga mengingatkan untuk melakukan evaluasi pasca acara guna memperbaiki kekurangan di masa mendatang.

Dengan tema “Berprestasi untuk Negeri,” Pra Popnas Zona IV 2024 diharapkan dapat menjadi titik awal bagi atlet muda untuk meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 24 November 2024 di Kota Kendari, Bumi Anoa.




Paslon Berani Sukses Kampanye Dialogis di 41 Titik, Siap Sambut Kemenangan

Bombana, sultranet.com – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bombana nomor urut 1, H. Burhanuddin dan Ahmad Yani (BERANI), terus menunjukkan dominasinya di Pilkada Bombana 2024 dengan sukses menggelar kampanye dialogis di 41 titik.

Salah satu kampanye meriah berlangsung di Lapangan Merdeka, Kelurahan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, pada Sabtu  (16/11), yang dihadiri ribuan warga dari berbagai pelosok wilayah Poleang Timur.

Ketua Tim Pemenangan BERANI, H. Rasyid, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dalam setiap kampanye menunjukkan kepercayaan besar terhadap pasangan Burhanuddin-Ahmad Yani. Ia menekankan bahwa pasangan ini memiliki rekam jejak dan kapasitas untuk membawa perubahan besar bagi Bombana.

“Pak Burhanuddin adalah birokrat yang berpengalaman. Selama memimpin Bombana, beliau sudah memberikan bukti nyata, seperti meningkatkan listrik 24 jam di Kabaena, memperbaiki jalan, dan mempercantik wajah ibu kota kabupaten. Bersama Ahmad Yani yang memiliki pengalaman sebagai politisi senior, mereka adalah pasangan pemimpin yang tepat untuk daerah ini,” ujar H. Rasyid.

Tak hanya dari tim pemenangan, dukungan terhadap pasangan BERANI juga datang dari berbagai tokoh masyarakat, termasuk mantan Ketua DPRD Bombana, Andi Firman. Ia sebelumnya merupakan bagian dari tim pemenangan kepala daerah sebelumnya, tetapi kali ini memutuskan untuk mendukung pasangan Burhanuddin-Ahmad Yani.

“Saya memilih BERANI karena pasangan ini jujur, amanah, dan tidak hanya memberikan janji, tetapi menghadirkan solusi nyata untuk masyarakat Bombana,” ujar Andi Firman dalam orasinya.

Dalam setiap kampanye, pasangan BERANI selalu menegaskan visi mereka untuk menjadikan Bombana sebagai daerah yang “Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan.” Untuk mendukung visi tersebut, mereka telah menyiapkan lima misi utama, yaitu meningkatkan sektor pertanian dan industri kreatif, memperkuat kualitas SDM, meningkatkan konektivitas wilayah, mengembangkan kearifan lokal, dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Pasangan ini juga menawarkan 11 program unggulan, seperti alokasi Dana Desa Rp 1 miliar per desa/kelurahan, bantuan pendidikan hingga jenjang S3, layanan kesehatan berbasis NIK, pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi, serta program “One Village, One Product” untuk mendorong potensi lokal.

Burhanuddin dalam orasinya mengajak masyarakat untuk bersama-sama memilih pasangan BERANI pada 27 November 2024 demi mewujudkan Bombana yang lebih maju dan berdaya saing.

“Program-program ini adalah janji nyata yang kami hadirkan untuk masyarakat. Dengan dukungan dari seluruh rakyat Bombana, kita bisa mewujudkan masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Kesuksesan kampanye di 41 titik menjadi bukti kuat antusiasme masyarakat terhadap pasangan BERANI. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari berbagai elemen, pasangan ini optimis dapat memenangkan Pilkada Bombana 2024 pada 27 November 2024.

Usai melaksanakan Kampanye Dialogis terlihat antusias masyarakat silih berganti melakukan foto bersama Calon Bupati dan Wakil Bupati serta sejumlah tokoh yang hadir menggambarkan dukungan terhadap semangat perubahan yang selalu digaungkan oleh Paslon ini.