Kerja Bakti di Lokasi Rumah Adat Moronene, Anggota TNI-AD Sosialisasikan Prokes

Bombana, SultraNET. | Dua Anggota Babinsa Koramil 1413-06/Rumbia yaitu Serda TNI Nursan dan serda TNI Abd azis usai membantu warga bergotong royong mendirikan rumah adat suku Moronene di Kelurahan taubonto, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, menyempatkan melakukan komunikasi sosial (Komsos) tentang pentingnya menerapkan protokol covid-19, Kamis (28/1/2020).

Kepada awak media ini, Serda TNI Nursan mengatakan kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan instruksi Pangdam XIV/ Hasanuddin, Mayjend TNI Andi Sumangerukka, SE., MM sebagai upaya mencegah penularan Covid-19 di kalangan masyarakat.

Ia menyebut penularan Covid-19 dapat dicegah dengan mematuhi protokol kesehatan setiap menjalankan aktivitas di luar rumah.

“Kita adakan sosialisasi supaya masyarakat bisa sadar dan patuh dengan instruksi pemerintah tentang pencegahan Covid-19,” ungkapnya.

Protokol kesehatan dimaksud yaitu menerapkan 3 M, memakai masker bila beraktivitas di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun anti septic, kemudian selalu menjaga jarak bila mereka berada di tempat orang banyak.

“Masyarakat juga kita imbau supaya tidak perlu ragu dengan vaksin anti Covid-19, karena tujuan pemerintah tidak lain hanya untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin banyak masyarakat yang terpapar,” tutupnya.




Instruksi Pangdam XIV / Hasanuddin, Babinsa Sosialisasi Prokes di Pasar Lombe

BUTON TENGAH, SultraNET. | Menindaklanjuti instruksi Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, SE., MM tentang upaya pencegahan Covid-19, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Watulea Pelda TNI Jamil mengadakan sosialisasi di pasar Lombe, Rabu (27/01/2021).

Kepada media ini, Pelda TNI Jamil menuturkan bahwa sosialisasi tersebut diadakan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melakukan upaya pencegahan terhadap serangan virus Corona.

“Saya sengaja lakukan sosialisasi di pasar Lombe, karena itu pusat keramaian. Saya mengimbau kepada para penjual dan pembeli yang lalu lalang di pasar untuk selalu gunakan masker saat beraktivitas di pasar, rajin cuci tangan memakai sabun dan air mengalir, juga saya sampaikan supaya masyarakat bisa saling menjaga jarak sekitar 1,5 meter,” tuturnya.

Anggota Koramil 1413-10/Gu ini juga mengajak masyarakat Watulea untuk menyukseskan program vaksinasi anti Covid-19 yang dicanangkan oleh Pemerintah pusat.

“Program vaksinasi dari Pemerintah pusat itu sangat penting, karena berfungsi sebagai menciptakan anti body atau kekebalan tubuh terhadap virus Corona,” ucapnya.

Pelda TNI Jamil juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu ragu untuk menjalani program vaksinasi anti Covid-19.

“Masyarakat sebaiknya jangan terlalu percaya dengan isu-isu miring yang berkembang di masyarakat tentang vaksin anti Covid-19, karena Pemerintah pasti punya tujuan baik dengan semua programnya,” imbuhnya.




Imbau Masyarakat Lantari Disiplin Terapkan Prokes, Babinsa Gunakan Komsos Ala TNI-AD

Bombana, SultraNET. | Babinsa Koramil 1413-06/Rumbia Serda TNI Musriadi gelar sosialisasi penerapan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan persebaran covid-19 secara disiplin dengan menggunakan pendekatan Komunikasi Sosial (Komsos) ala Tentara Nasional Indonesia Anglatan Darat (TNI-AD).

Kepada awak media SultraNET., Rabu (27/01/2020) Serda TNI Musriadi  mengatakan kegiatan sosialisasi langsung ke masyarakat tersebut merupakan tindak lanjut pelaksanaan perintah Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, SE., MM agar jajarannya terus mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 langsung kepada masyarakat.

“Materi sosialisasi penerapan protokol kesehatan yang disosialisasikan kepada warga yaitu kebiasaan menerapkan 3 M,” Ujar Serda TNI Musriadi.

Tiga M dimaksud yaitu memakai masker setiap keluar rumah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak minimal 1,5  saat beraktifitas diluar.

“Kita berharap masyarakat bisa disiplin dan tidak lengah,” Jelasnua

Disamping itu lanjutnya salah satu upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 yaitu dengan terus menjaga kesehatan jasmani dan meningkatkan imun tubuh dengan cara mengkonsumsi makanan bergizi serta berolahraga secara teratur.

“Tentunya juga dengan senantiasa berdo’a pada Allah SWT agar diberi kesehatan sambil terus berikhtiar untuk menjaga keselamatan dalam beraktifitas,” Pungkasnya.

Pantauan awak media ini, masyarakat sangat antusias menerima pengarahan dari Babinsa Koramil 1413-06/Rumbia dan secara tertib melakukan social distancing serta tertib memakai masker (rls)




Kampanye Prokes, Babinsa Watulamburi Terapkan Pendekatan Komsos

Bombana, SultraNET. | Sebagai wujud pembinaan teritorial di masa pandemi covid-19, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1413-06/ Rumbia secara rutin mengkampanyekan penerapan protokol kesehatan menggunakan pendekatan Komunikasi Sosial (Komsos) sebagai salah satu dari lima  fungsi organik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yaitu fungsi intelejen, fungsi operasi, fungsi logistik, fungsi personel dan fungsi teritorial dimana TNI membina dan memberdayakan unsur-unsur geografi, demografi dan kondisi sosial.

Salah satunya adalah kegiatan Komsos sosialisasi penerapan 3 M yaitu memakai masker saat beraktifitas diluar rumah, selalu menjaga menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang lain dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin menggunakan air mengalir yang dilaksanakan Babinsa Desa Watulamburi, Kecamatan Masaloka Raya, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (26/1/2020).

Babinsa Desa Watulamburi, Serda TNI La Aswan mengatakan kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Panglima TNI melalui Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Sumangerukka, SE., MM sebagai upaya lebih mendekatkan TNI kepada masyarakat.

“Kita tidak bosan bosannya mengingatkan masyarakat kami agar selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 demi kebaikan diri, keluarga dan warga sekitar,” Ujar Serda TNI La Aswan

Selain menerapkan protokol kesehatan ia juga mengharapkan agar masyarakat senantiasa meningkatkan imun tubuh dengan rutin berolahraga dan berdo’a kepada Allah SWT agar diberi kesehatan dan dijauhkan dari wabah covid-19 yang hingga kini belum ada tanda tanda akan berakhir.

“Jika kita disiplin menerapkan prokes saya yakin potensi penularan covid-19 dapat diminimalisir,” Pungkasnya

Pantauan awak media ini setelah mendengar sosialisasi dari Serda TNI La Aswan, masyarakat Desa Watulamburi yang tadinya tidak memakai masker kembali menggunakannya dan mengaku siap melaksanakan prokes covid-19 secara disiplin. (HRD)




Muh. Ikbal Buka-Bukaan Terkait Pinjaman Pemda 200 Milyar

Wakatobi, SultraNET. | Rencana pinjaman pemerintah daerah kabupaten Wakatobi sebesar 200 milyar yang telah termuat dalam KUA dan PPAS rancangan APBD 2021 mencuat ke publik dan menjadi perdebatan alot dikalangan anggota dewan.

Sebanyak 5 (lima) anggota dewan dari fraksi partai PDIP dan sekretaris Fraksi Gebar, Erniwati Rasyid Walk Out (Keluar) dari forum karena menilai pinjaman tersebut tidak mampu dirasionalisasikan.

Sikap dari 6 orang anggota dewan yang keluar tanpa mengikuti lebih lanjut diskusi mengenai pinjaman tersebut sangat disayangkan oleh ketua fraksi Gebar, Muhammad Ikbal. 

“Seharusnya kita berdiskusi dulu secara rasional. Bagaimana kita tau bahwa pinjaman itu bermanfaat dan tidak cacat aturan atau tidak sebelum mengikuti semua prosesnya”,ucapnya, ditemui, Kamis (26/11/2020).

Putra kelahiran Runduma ini menjelaskan, rencana pinjaman yang tertuang dalam KUA dan PPAS APBD 2021 itu, tidak ada sangkut pautnya dengan persoalan politik. Justru menurutnya pinjaman itu terbilang sangat rasional karena dipagukkan untuk pembangunan jalan di Kaledupa, Tomia, Binongko dan beberapa kebutuhan untuk kesehatan.

Lagian kata Dia, yang akan menjalankan anggaran tersebut bukan bupati yang akan berakhir masa jabatannya dalam beberapa bulan kedepan, tetapi bupati Wakatobi yang terpilih dan dilantik pertengahan tahun 2021 nanti.

“Jadi jelas jika alasannya karena nanti anggaran tersebut dijalankan oleh bupati Wakatobi di sisa beberapa bulan masa jabatannya, sudah terbantahkan. Anggaran ini perlu persetujuan bupati terpilih, anggota dewan, serta kementerian dalam negeri”, jelasnya.

Senada dengan hal itu, anggota dewan besutan partai Golkar, Haerudin Buton menambahkan, dalam proses agar pinjaman Pemda tersebut tidak menyalahi aturan yang tertuang dalam PP nomor 56 tahun 2018 maka sudah benar apa yang dilakukan saat ini dengan menggelar rapat terkait pembahasan KUA dan PPAS APBD 2021.

“Apabila dikatakan bahwa pinjaman itu cacat aturan, dimana lagi letak cacatnya?. Di peraturan itukan dikatakan bahwa harus melalui persetujuan DPR, sekarang hal itu sudah dilakukan”, paparnya.

Selain itu, hasil dari rapat tersebut, rancangan pinjaman anggaran yang diparipurnakan bukan sebanyak 200 milyar melainkan hanya berjumlah 100 milyar.

“Dari hasil diskusi panjang di DPR yang pada akhirnya anggaran pinjaman yang disetujui hanya sebesar 100 milyar”, pungkasnya.

Laporan; Samidin




Menata Kembali Air Terjun Sangkona Yang Terlantar

Rumbia, SultraNET. | Adalah Sukaji Ramang sosok yang menjadi penggerak kembali dibukanya objek wisata Air Terjun Sangkona yang terletak di perbatasan Desa Lantawonua dan Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara tempat ia menjabat sebagai Lurah.

Kepada media SultraNET., Minggu (22/11/2020) Sukaji bercerita dahulu  objek wisata air terjun Sangkona merupakan objek wisata andalan masyarakat Rumbia sebelum daerah tersebut mekar dari Kabupaten Buton  menjadi daerah otonom Kabupaten Bombana.

Karena debit air yang berkurang menjadikannya sepi pengunjung hingga tidak terurus lagi.

Hal tersebutlah yang menjadi salah satu motivasi dirinya untuk kembali menata dan mengembalikan citra Air Terjun Sangkona agar mampu menarik wisatawan lokal untuk datang berkunjung.

 “Objek wisata air terjun ini adalah satu satunya objek wisata alam yang berada di tengah ibu kota Bombana dan akses masyarakat kesini juga sangat mudah, sehingga inilah salah satu motivasi kita untuk menatanya kembali,” Ujar Lurah Doule itu.

Disamping hal tersebut lanjutnya, dengan Kembali dibukanya objek wisata ini, ia berkeyakinan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat dengan pola pemberdayaan dan pelibatan masyarakat dalam pengelolaannya.

” Warga disini sangat mendukung dan antusias membantu kami, walaupun saat ini untuk menata kita masih menggunakan dana pribadi  namun untuk tenaga kerja kita tidak susah memanggil masyarakat,” Jelasnya

Melihat antusias Masyarakat setempat yang sangat tinggi tambahnya, ia optimis kedepan dapat menjadikan Lingkungan Sangkona sebagai kampung wisata.

” Disini Akan dibuka tempat kuliner, tujuannya untuk memanjakan pengunjung dan memberdayakan masyarakat lokal yang berada di Sangkona ini,” Urainya

Untuk mempercepat penataan area air terjun Ia berharap agar Pemerintah Kabupaten turun tangan memberikan sentuhan pembangunan infrastruktur pendukung.

” Salah satunya yang dibutuhkan untuk segera dibenahi yaitu Akses jalan agar permanen dan pembuatan gazebo serta pembenahan kolam tempat jatuhnya air,” Rinci Sukaji

Pantauan awak media ini dilokasi Air Terjun telah ramai dikunjungi wisatawan lokal.

(IS)