DPPKB Bombana Gelar Bimbingan Terpadu, Perkuat Implementasi Bangga Kencana 2025

Bombana, sultranet.com – Dalam upaya memperkuat pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana menyelenggarakan Pertemuan Bimbingan Terpadu Gelombang I Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Rahmat dan diikuti oleh seluruh Kepala UPTD Balai Penyuluh KB dari 22 kecamatan se-Kabupaten Bombana, masing-masing didampingi oleh satu staf. (30/4)

Kepala DPPKB Kabupaten Bombana, Drs. H. Abdul Azis, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) tahun 2025 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh tambahan beberapa kegiatan strategis, termasuk program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsyat). Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap kebijakan Bangga Kencana serta penguatan peran UPTD sebagai ujung tombak pelaksanaan program di tingkat kecamatan.

“Penyaluran Dana BOKB untuk kali ini mungkin tidak seperti tahun kemarin, yang langsung bisa digunakan setelah pertemuan. Tahun ini, kita menunggu proses pencairan dana dari pusat terlebih dahulu sebelum pelaksanaan kegiatan di lapangan,” jelas Abdul Azis.

Pertemuan ini juga menjadi ajang pembekalan bagi para peserta terkait petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan yang dibiayai BOKB, khususnya kegiatan Dahsyat. Dalam juknisnya, kegiatan Dahsyat bertujuan untuk mengajarkan keluarga sasaran, seperti ibu hamil, ibu dengan balita, calon pengantin, dan balita usia 0–23 bulan, untuk mengolah makanan bergizi dengan memanfaatkan sumber pangan lokal.

DPPKB menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan kegiatan Dahsyat, terutama koordinasi dengan petugas gizi di lapangan untuk memastikan jenis pangan yang sesuai dan layak di masing-masing wilayah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh lini pelaksana di lapangan memahami arah dan strategi pelaksanaan Program Bangga Kencana di tahun 2025, sehingga hasilnya bisa lebih maksimal dan tepat sasaran,” tambah Irna Rochatiningrum, S.TP., MM.

Kegiatan bimbingan ini juga diisi dengan penyampaian materi dari masing-masing bidang di DPPKB Kabupaten Bombana. Setiap bidang memberikan penjelasan teknis terkait pelaksanaan program, strategi operasional, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan sebelumnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi forum koordinasi yang efektif dan menjadi pemacu semangat seluruh penyuluh KB dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan kesejahteraan masyarakat Bombana melalui program Bangga Kencana.




Pemda Kolut Fokus Benahi Tata Kelola Aset Daerah

Lasusua, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara terus berupaya memperkuat tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan aset daerah. Bupati Kolaka Utara, Drs. Nur Rahman Umar, MH., memimpin rapat penting yang membahas secara khusus upaya inventarisasi aset milik pemerintah daerah. Rapat ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Kolaka Utara dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Selasa, 29 April 2025.

Dalam rapat yang berlangsung dinamis tersebut, Bupati Nur Rahman menekankan pentingnya kesadaran dan kolaborasi semua pihak untuk memastikan bahwa seluruh aset milik pemerintah daerah dapat tercatat dengan baik, tertata rapi, serta dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik.

“Kita perlu memastikan bahwa seluruh aset daerah tercatat dan dikelola dengan baik, karena hal ini sangat penting untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan publik,” tegas Bupati dalam arahannya di hadapan para peserta rapat.

Ia menyampaikan, inventarisasi aset bukan hanya soal pendataan semata, namun juga menyangkut upaya menjaga akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah. Menurutnya, tata kelola aset yang baik adalah fondasi penting bagi efektivitas pelaksanaan program pembangunan daerah ke depan.

Rapat ini juga menjadi wadah strategis untuk menghimpun masukan dari Forkopimda dan perangkat daerah, yang selama ini berperan langsung dalam pengelolaan serta pengawasan aset pemerintah. Dalam forum tersebut, sejumlah kepala OPD turut memberikan pandangan, saran, dan evaluasi terhadap kondisi aset yang dikelola masing-masing instansi.

Salah satu poin yang disoroti dalam rapat tersebut adalah pentingnya sinkronisasi data aset antar OPD. Bupati meminta agar setiap perangkat daerah memastikan validitas dan pembaruan data aset secara berkala, guna menghindari tumpang tindih atau kehilangan informasi penting.

“Kita tidak ingin ada aset daerah yang tidak jelas keberadaannya, atau tidak termanfaatkan dengan baik. Semua harus tercatat dan termonitor secara sistematis,” ujar Bupati menambahkan.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan agar ke depan, pemerintah daerah membangun sistem informasi yang terintegrasi, sehingga proses pelacakan, pemanfaatan, dan pemeliharaan aset dapat dilakukan secara lebih efisien dan transparan. Hal ini dinilai penting untuk mendukung semangat reformasi birokrasi yang sedang dijalankan di lingkungan Pemda Kolaka Utara.

Seluruh peserta rapat menyambut baik gagasan tersebut. Beberapa perwakilan Forkopimda menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bupati dalam mendorong keterbukaan dan efisiensi dalam pengelolaan aset daerah. Mereka juga berkomitmen untuk turut serta mengawasi dan memberikan dukungan demi terwujudnya tata kelola aset yang lebih baik.

Rapat juga membahas langkah-langkah taktis jangka pendek dan jangka panjang dalam proses inventarisasi dan sertifikasi aset, khususnya aset berupa tanah dan bangunan milik pemerintah. Beberapa OPD terkait diberi tugas untuk segera menyelesaikan verifikasi dan pembenahan dokumen aset yang masih belum lengkap atau belum terdokumentasi secara digital.

Menurut Bupati Nur Rahman, langkah ini penting agar pemerintah daerah memiliki pijakan yang kuat dalam perencanaan pembangunan, termasuk dalam aspek legalitas penggunaan lahan dan bangunan untuk fasilitas publik.

“Aset daerah adalah sumber daya strategis yang harus kita kelola secara profesional. Jangan sampai kita kehilangan aset karena kelalaian administratif atau pengelolaan yang tidak tertib,” ujarnya.

Di akhir pertemuan, Bupati berharap agar seluruh perangkat daerah bekerja lebih cepat dan lebih terukur, serta menjaga koordinasi lintas sektor agar pengelolaan aset daerah benar-benar dapat menjadi pilar penguatan pelayanan kepada masyarakat.

Rapat yang berlangsung selama beberapa jam itu diharapkan menjadi tonggak awal pembenahan serius terhadap sistem inventarisasi dan manajemen aset di Kabupaten Kolaka Utara. Pemerintah daerah menargetkan hasil nyata dari proses ini dapat dirasakan dalam waktu dekat, khususnya dalam mendukung efisiensi anggaran, optimalisasi pemanfaatan aset, serta penguatan pelayanan publik yang berbasis data dan transparansi.




Bombana Siapkan 5 Siswa Hadapi Seleksi Paskibraka Provinsi

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memfasilitasi latihan intensif bagi lima siswa-siswi terbaik untuk menghadapi Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2025. Persiapan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM Kes, yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Bombana. (29/4)

Kelima peserta terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai SMA dan SMK di Bombana, yakni Rayn Samudera (SMAN 14 Bombana), Muh. Reza Aris (SMAN 03 Bombana), Muh. Dewa (SMKN 05 Bombana), Farel (SMKN 03 Bombana), dan satu-satunya peserta putri, Reski Aulia (SMAN 09 Bombana).

Awalnya, panitia seleksi merencanakan pengiriman dua putra dan dua putri. Namun, tiga peserta putri harus dikembalikan ke tingkat kabupaten karena belum memenuhi syarat usia minimal 16 tahun. Hal ini mendorong panitia untuk melakukan evaluasi ulang dan akhirnya memutuskan memberangkatkan empat putra dan satu putri ke tingkat provinsi, dengan satu di antaranya disiapkan sebagai cadangan.

“Anak-anak ini adalah putra-putri terbaik yang telah lolos seleksi kabupaten. Kami siapkan mereka semaksimal mungkin agar bisa bersaing di provinsi, bahkan jika mungkin, tembus ke tingkat nasional,” ujar dr. Sunandar.

Latihan digelar selama sepekan, dari 21 hingga 28 April 2025, dengan melibatkan tim pelatih berpengalaman. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan fisik, kedisiplinan, serta mental peserta. Pelatihan meliputi peraturan baris-berbaris (PBB), lari, push-up, sit-up, back-up, hingga pembinaan karakter dan motivasi.

Menurut panitia pelatih, latihan ini tidak hanya ditujukan untuk menguji kemampuan fisik para peserta, tetapi juga untuk membentuk jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi. Seluruh aspek pembinaan disesuaikan dengan standar seleksi Paskibraka di tingkat provinsi dan nasional.

“Kami tidak hanya melatih gerakan mereka, tapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, dan semangat juang yang tinggi. Ini penting agar mereka tampil optimal di hadapan tim seleksi provinsi nanti,” ujar salah satu pelatih.

Pemkab Bombana memberikan perhatian penuh terhadap kegiatan ini. Selain dukungan moral dan fasilitas latihan, para peserta juga mendapat dukungan dari pihak sekolah dan orang tua. Kolaborasi ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menumbuhkan motivasi peserta.

Latihan yang berlangsung di Rumbia ini berjalan dengan intens dan penuh semangat. Para siswa terlihat antusias dan bersungguh-sungguh mengikuti setiap sesi latihan. Mereka menyadari bahwa kesempatan ini sangat berharga dan bisa menjadi awal dari perjalanan prestasi mereka di level yang lebih tinggi.

Harapan besar disematkan pada lima peserta ini agar mampu membawa nama Kabupaten Bombana bersinar di ajang seleksi tingkat provinsi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika mereka lolos ke tingkat nasional dan menjadi bagian dari Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera di Istana Negara.

“Doakan kami, semoga salah satu dari kami bisa mengangkat nama Bombana di tingkat nasional,” ujar Rayn Samudera penuh harap.

Dengan semangat dan persiapan yang matang, Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda berprestasi dan berkarakter. Melalui seleksi Paskibraka ini, nilai-nilai nasionalisme dan kepemimpinan ditanamkan sejak dini, demi mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh dan membanggakan.




Bupati Cup III Resmi Dibuka, Bombana Siap Cetak Atlet Berprestasi

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan olahraga daerah melalui pembukaan Open Turnamen Bola Voli Bupati Cup III yang digelar di Sarana Olahraga Rumbia (SOR), Selasa 29 April 2025.

Turnamen tahunan yang telah memasuki edisi ketiga ini dibuka secara resmi oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forkopimda, Ketua PBVSI Bombana Iskandar, S.P., Ketua KONI Bombana, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa turnamen ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan sportif. Ia juga menegaskan kesiapan Bombana menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara 2026.

“Turnamen ini bukan hanya sekadar pertandingan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persatuan, membangun mental juara, dan membina potensi atlet daerah. Kami berharap dari sini lahir atlet-atlet berbakat yang mampu bersaing pada Porprov nanti, yang insyaallah kita akan menjadi tuan rumah,” kata Burhanuddin di hadapan peserta dan penonton.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, dirinya berkomitmen mendukung kegiatan olahraga dari berbagai cabang, dengan harapan bisa melahirkan atlet-atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat lokal, tetapi juga nasional.

Turnamen Bupati Cup III diikuti oleh 13 tim voli, terdiri dari 7 tim putra dan 6 tim putri yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bombana, serta tim-tim tamu dari luar daerah. Pertandingan dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 29 April hingga 5 Mei 2025, setiap pukul 15.00 hingga 22.00 WITA.

Ketua PBVSI Bombana, Iskandar, mengungkapkan bahwa kualitas turnamen tahun ini meningkat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari kehadiran peserta dari berbagai klub nasional, termasuk dari Bank Jawa Barat, klub-klub di Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, hingga Sulawesi Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah daerah dan sponsor lokal. Komitmen kami adalah menjaga kualitas kompetisi ini dengan menjunjung tinggi fair play. Seluruh wasit yang bertugas adalah wasit bersertifikat dari PBVSI,” jelas Iskandar.

Ia juga menambahkan bahwa Bupati Cup pertama kali digelar pada tahun 2023 saat Ir. Burhanuddin masih menjabat sebagai Pj. Bupati. Turnamen berlanjut pada tahun 2024 di masa kepemimpinan Pj. Bupati Edy Suharmanto, dan kembali digelar tahun ini di bawah kepemimpinan definitif Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si.

Acara pembukaan berlangsung semarak. Selain parade peserta dan sambutan para pejabat, penonton juga disuguhkan dengan penampilan tari tradisional khas Bombana. Pertandingan ekshibisi antara tim voli Putri Utama Bombana dan tim voli Dua La Ode menjadi penutup yang menghibur, disambut antusias dan sorakan penonton yang memadati area pertandingan.

Bupati Cup III menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bombana untuk mendorong generasi muda agar aktif dalam kegiatan positif, menjauhi hal-hal negatif, dan terus mengembangkan potensi diri melalui olahraga. Pemerintah berharap, dari ajang seperti ini akan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

Turnamen ini sekaligus menjadi cerminan bahwa olahraga bukan sekadar ajang meraih medali, tetapi juga media pembangunan karakter, wadah menjalin persaudaraan, serta sarana membangun rasa cinta terhadap daerah. Pemerintah daerah pun optimistis, dengan dukungan penuh masyarakat dan stakeholder, cita-cita menjadikan Bombana sebagai pusat olahraga prestasi di Sulawesi Tenggara dapat terwujud.




Bupati Bombana Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2025

Bombana, sultranet.com – Kabupaten Bombana kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Top BUMD Awards 2025 yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin, 28 April 2025, Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., dinobatkan sebagai Top Pembina BUMD 2025. Penghargaan ini diterima langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bombana, dr. H. Sunandar Rahim, M.M.Kes, yang mewakili Bupati karena berhalangan hadir. (29/4)

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata dari dedikasi Bupati Burhanuddin dalam membina dan mengembangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bombana secara konsisten dan berkelanjutan sejak awal masa jabatannya.

“Penghargaan ini bukan hanya sebuah pengakuan, tapi menjadi cerminan nyata dari kerja-kerja serius Bapak Bupati dalam memperkuat peran BUMD sebagai motor penggerak ekonomi daerah,” ujar dr. Sunandar Rahim usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan bahwa komitmen Bupati dalam penguatan BUMD tidak hanya pada aspek manajerial, namun juga menyentuh tata kelola, transparansi, hingga inovasi pelayanan publik. “Bupati terus mendorong BUMD Bombana agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman, kompetitif dalam persaingan, dan tetap mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ungkapnya.

Top BUMD Awards merupakan ajang penghargaan tahunan yang diberikan kepada kepala daerah dan BUMD terbaik di Indonesia. Penilaian dilakukan oleh dewan juri independen dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan profesional, akademisi, serta praktisi pemerintahan dan keuangan.

Penghargaan ini diberikan atas dasar evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BUMD, inovasi layanan, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta keberhasilan kepala daerah dalam membina dan mendorong BUMD agar lebih berdaya saing.

Atas capaian tersebut, Kabupaten Bombana dinilai berhasil menunjukkan tata kelola BUMD yang sehat dan produktif. Dalam beberapa tahun terakhir, BUMD Bombana semakin menunjukkan kinerja positif dengan berbagai terobosan yang mampu meningkatkan layanan publik dan mendukung penguatan ekonomi lokal.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, dr. H. Sunandar Rahim, M.M.Kes
Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, dr. H. Sunandar Rahim, M.M.Kes

Bupati Burhanuddin sendiri selama ini dikenal sebagai sosok pemimpin yang aktif mendorong kolaborasi antar-perangkat daerah dan stakeholder dalam memperkuat posisi BUMD sebagai ujung tombak pembangunan daerah.

“Semoga prestasi ini bisa menjadi pelecut semangat seluruh jajaran Pemerintah Daerah dan BUMD Bombana agar terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tutup dr. Sunandar dengan penuh harapan.

Keberhasilan ini juga diharapkan mampu menginspirasi daerah lain dalam memperkuat peran strategis BUMD, tidak hanya sebagai penyumbang PAD, tetapi juga sebagai lokomotif kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan bisnis yang sehat dan bertanggung jawab.

Bombana tak hanya menunjukkan kemajuan dalam pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dalam pengelolaan ekonomi daerah berbasis institusi lokal yang kuat. Komitmen kepemimpinan yang ditunjukkan Bupati Burhanuddin menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi positif tersebut.

Konsistensi Pemerintah Kabupaten Bombana dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal melalui BUMD yang transparan, profesional, dan berdampak luas menjadi pondasi yang terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.




RSUD Bombana Lepas dr. Septian Yudo

Bombana, sultranet.com – Suasana haru mewarnai RSUD Kabupaten Bombana pada Senin, 28 April 2025. Salah satu dokter terbaik rumah sakit tersebut, dr. Septian Yudo Pradana, Sp.JP, FIHA, resmi dilepas setelah mengabdi memberikan layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Bombana.

Pelepasan ini menjadi momen penuh emosi, bukan hanya karena perpisahan, tetapi karena besarnya kesan dan kontribusi yang telah ditinggalkan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah itu selama bertugas di Bombana.

Direktur BLU RSUD Kabupaten Bombana, drg. Riswanto, M.KM, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan profesionalisme dr. Septian selama ini. Ia menyebut kehadiran dr. Septian membawa banyak perubahan positif, baik dalam pelayanan medis maupun suasana kerja di lingkungan rumah sakit.

“Selama bertugas di RSUD ini, dr. Septian telah memberikan kontribusi luar biasa. Tidak hanya dalam pelayanan medis, tetapi juga dalam membangun semangat profesionalisme, kerja sama, dan kekeluargaan di lingkungan rumah sakit kita tercinta,” ujar drg. Riswanto.

Menurutnya, banyak pasien yang merasa terbantu, bahkan sembuh, berkat tangan dingin dan ketulusan dr. Septian dalam merawat mereka. Ia pun mengakui bahwa perpisahan ini bukan hal yang mudah, mengingat hubungan yang telah terjalin erat antara dr. Septian dengan seluruh civitas RSUD Bombana.

“Banyak keluarga yang kembali tersenyum karena beliau. Ini bukan perpisahan biasa. Ini pelepasan dengan rasa bangga atas dedikasi luar biasa dari seorang dokter yang benar-benar hadir untuk pasien dan rumah sakit,” ucapnya.

Dalam momen perpisahan itu, seluruh keluarga besar RSUD menyampaikan ucapan terima kasih, doa, dan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama bekerja bersama. Mereka berharap dr. Septian selalu mendapatkan kesuksesan dan keberkahan di tempat tugas yang baru.

“Mohon maaf atas segala kekhilafan, baik dalam tutur kata maupun perbuatan. Doa terbaik kami menyertai dr. Septian. Semoga selalu diberikan kesuksesan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah,” ungkap drg. Riswanto mewakili jajaran manajemen dan staf RSUD Bombana.

dr. Septian Yudo Pradana, Sp.JP, FIHA sendiri dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan memiliki kepedulian besar terhadap pasien. Selama bertugas di RSUD Bombana, ia tak hanya fokus pada tugas klinis, tetapi juga turut mendorong peningkatan mutu pelayanan jantung dan menjadi inspirasi bagi tenaga medis lainnya.

Kepergian dr. Septian dari RSUD Bombana tentu meninggalkan ruang yang tak mudah untuk diisi. Namun, jejak kebaikan dan dedikasinya akan tetap hidup dalam semangat kerja para tenaga medis di Bombana, serta menjadi teladan dalam memberikan pelayanan yang humanis dan berkualitas bagi masyarakat.

RSUD Bombana pun berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang kardiologi, serta meneruskan semangat yang telah diwariskan oleh dr. Septian.

Momen perpisahan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian yang tulus akan selalu membekas, dan sosok seperti dr. Septian akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan penting pelayanan kesehatan di Bombana.




Busana Adat Moronene Warnai Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Bombana di HUT ke-61 Sultra

KOLAKA, sultranet.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi momentum istimewa bagi seluruh kepala daerah se-Sultra. Dalam upacara yang digelar di Alun-alun 19 November Kolaka, Minggu 27 April 2025, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si tampil memukau dalam balutan busana adat Moronene yang khas dan sarat makna budaya.

Didampingi istri masing-masing, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos dan Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM, keduanya menunjukkan kekompakan dan kebanggaan terhadap identitas lokal Bombana. Kehadiran mereka mencuri perhatian, bukan hanya karena keanggunan busana yang dikenakan, tetapi juga karena semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan melalui simbol-simbol adat.

Busana adat Moronene yang mereka kenakan memadukan warna khas dan motif tradisional yang menggambarkan keunikan suku asli Bombana. Tampil berwibawa dan percaya diri, Burhanuddin dan Ahmad Yani menjadi representasi daerah yang tidak melupakan akar budaya di tengah arus modernisasi.

“Peringatan HUT Sultra ke-61 ini adalah momentum untuk bersyukur dan memperkuat komitmen kita dalam membangun daerah. Tapi kita juga tidak boleh melupakan identitas kita sebagai masyarakat Bombana yang kaya akan budaya,” ujar Bupati Burhanuddin kepada awak media usai upacara.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur, dan menjadikan budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkarakter.

“Adat dan budaya bukan hanya warisan, tetapi juga kekuatan yang harus kita jaga dan perkuat. Ini juga menjadi bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tambahnya.

Upacara HUT Sultra ke-61 kali ini berlangsung semarak dengan menampilkan parade budaya dari seluruh kabupaten dan kota se-Sultra. Atraksi seni, pertunjukan tari tradisional, hingga pameran produk lokal turut memeriahkan suasana, memperlihatkan kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Ribuan masyarakat memadati lokasi upacara sejak pagi hari, ikut menyaksikan langsung prosesi yang dihadiri oleh Gubernur Sultra, para kepala daerah, pejabat Forkopimda, tokoh adat, dan pelajar. Acara juga menjadi ajang silaturahmi antara para pemimpin daerah dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Kehadiran para kepala daerah dalam balutan busana adat dari masing-masing daerah menjadi simbol keberagaman yang harmonis di Bumi Anoa. Tidak terkecuali penampilan Bupati dan Wakil Bupati Bombana yang menegaskan pentingnya menjunjung tinggi identitas daerah di ruang-ruang publik yang strategis.

Busana adat Moronene yang dikenakan Burhanuddin dan Ahmad Yani juga menjadi cerminan bahwa pemerintah daerah Bombana memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian budaya lokal. Sebagai suku asli Bombana, Moronene memiliki kekayaan adat dan tradisi yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.

Melalui partisipasi dalam kegiatan budaya tingkat provinsi seperti HUT Sultra ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap dapat terus mendorong semangat masyarakat dalam mencintai dan melestarikan budaya sendiri, sekaligus menunjukkan pada dunia bahwa Sulawesi Tenggara memiliki keragaman budaya yang luar biasa.

Peringatan HUT ke-61 Sultra menjadi bukti bahwa budaya tetap menjadi ruh dari setiap pembangunan yang dilakukan. Dengan semangat kebersamaan, Sultra diharapkan terus tumbuh menjadi provinsi yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada kearifan lokal.




Bupati dan Wakil Bupati Bombana Tampil Anggun dalam Balutan Adat Moronene di HUT Sultra ke-61

KOLAKA, sultranet.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi momen bersejarah yang dirayakan meriah oleh seluruh kepala daerah se-Sultra. Dalam upacara yang digelar di Alun-alun 19 November Kolaka, Minggu, 27 April 2025, kehadiran Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama istri Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos serta Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si bersama istri Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM mencuri perhatian publik.

Tampil anggun dan penuh wibawa dalam balutan busana adat Moronene, pasangan pimpinan daerah Bombana ini tak hanya menunjukkan penghargaan terhadap tradisi, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga kekayaan budaya lokal. Busana yang mereka kenakan didominasi warna khas Moronene dengan motif-motif tradisional yang kaya makna, menjadi simbol identitas suku asli Bombana yang hingga kini masih lestari.

“Ini bukan sekadar pakaian adat, tapi bentuk nyata penghormatan kami terhadap leluhur dan kearifan lokal Bombana yang harus terus dilestarikan,” ujar Burhanuddin usai upacara.

Ia menegaskan bahwa HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara bukan hanya tentang perayaan seremonial, tetapi juga refleksi bersama atas perjalanan panjang daerah ini menuju kemajuan. Burhanuddin mengajak seluruh masyarakat Sultra, khususnya Bombana, untuk terus menjaga persatuan, menggali potensi lokal, dan menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

“HUT Sultra ke-61 ini adalah momentum untuk bersyukur dan berkomitmen lebih kuat dalam membangun daerah dengan tetap menjunjung tinggi adat dan budaya kita,” kata Burhanuddin dengan semangat.

Rangkaian kegiatan peringatan HUT Sultra kali ini juga diwarnai dengan berbagai atraksi budaya dari seluruh kabupaten/kota, parade busana adat, hingga pameran hasil karya daerah. Kemeriahan tersebut tidak hanya menambah semarak suasana, tetapi juga memperkuat rasa bangga akan budaya Nusantara, terutama kekayaan etnik Sulawesi Tenggara yang beragam.

Bupati Bombana dan wakilnya tampak berbaur akrab dengan tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Kehangatan dan kedekatan itu menunjukkan komitmen mereka sebagai pemimpin yang tak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam berbagai momen penting.

Upacara yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara beserta seluruh kepala daerah itu juga menjadi panggung kebersamaan. Semua elemen, dari pejabat, tokoh adat, seniman, hingga pelajar, ambil bagian dalam menyemarakkan acara, menciptakan suasana khidmat sekaligus meriah.

Busana adat Moronene yang dikenakan Burhanuddin dan Ahmad Yani seakan menjadi cerminan semangat Bombana yang tetap berakar pada tradisi, namun terus bergerak maju dalam semangat pembangunan. Keduanya, bersama istri masing-masing, tampak percaya diri dan harmonis saat mengikuti jalannya acara dari awal hingga selesai.

“Busana adat Moronene sangat unik dan punya filosofi yang dalam. Saya merasa bangga bisa mengenakannya di panggung kehormatan ini,” ungkap Ahmad Yani.

Dukungan terhadap pelestarian budaya lokal memang menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Burhanuddin – Ahmad Yani di Bombana. Berbagai program untuk mendorong generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya sendiri terus digenjot melalui sektor pendidikan dan pariwisata budaya.

Upacara HUT Sultra ke-61 ini pun menjadi bukti nyata bahwa kekuatan budaya bisa menjadi elemen pemersatu dan penggerak pembangunan daerah. Di tengah era modernisasi, mempertahankan jati diri daerah melalui busana adat, bahasa, dan seni tradisi menjadi langkah strategis dalam menjaga kearifan lokal.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang ditunjukkan para kepala daerah, masyarakat Sulawesi Tenggara diharapkan dapat terus memperkuat persatuan dan mengambil bagian dalam setiap proses pembangunan. Momentum HUT ke-61 ini menjadi refleksi sekaligus langkah awal untuk masa depan Sultra yang lebih maju dan berdaya saing, tanpa melupakan akar budayanya.




Bupati Bombana Meriahkan Fun Run Kolaka Harmoni Sultra 61

KOLAKA, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si tampil menonjol dalam gelaran Fun Run Kolaka Harmoni Sultra 61 yang digelar Sabtu pagi, 26 April 2025. Didampingi sejumlah jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana, Burhanuddin berbaur bersama ribuan peserta dari berbagai daerah se-Sulawesi Tenggara, memeriahkan kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dengan mengenakan pakaian olahraga bernuansa daerah, Burhanuddin memimpin langsung rombongan peserta dari Bombana menyusuri rute lari yang melintasi jantung Kota Kolaka. Antusiasme masyarakat menyambut kehadiran orang nomor satu di Bombana itu terlihat dari banyaknya warga yang menyapa dan berfoto di sepanjang rute.

“Ini adalah momentum kebersamaan yang luar biasa. Saya sangat bangga bisa hadir dan ikut merayakan semangat HUT Sultra bersama masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Burhanuddin saat ditemui usai kegiatan.

Menurutnya, partisipasi aktif dalam agenda seperti ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat hubungan antardaerah serta membangun semangat persaudaraan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Burhanuddin menekankan pentingnya membina solidaritas antar kabupaten/kota dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

Kegiatan yang mengangkat tema harmoni ini dihadiri pula oleh Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, seluruh kepala daerah, jajaran pemerintah provinsi, tokoh masyarakat, dan ribuan warga. Fun Run menjadi ajang kolaboratif yang tak hanya menghadirkan olahraga massal, tapi juga ruang kebersamaan dan ekspresi budaya.

Sebagai kepala daerah yang dikenal aktif mendukung kegiatan sosial dan budaya, kehadiran Burhanuddin memberi warna tersendiri. Ia bahkan sempat menyapa peserta dari daerah lain dan mengajak untuk terus menjaga semangat kekeluargaan.

“Semangat Sultra itu bukan hanya ada dalam pidato, tapi juga dalam langkah kita bersama hari ini. Kita jaga terus rasa persatuan ini demi Sulawesi Tenggara yang lebih baik,” ucap Burhanuddin.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini turut diramaikan dengan berbagai atraksi hiburan, panggung budaya, hingga pembagian doorprize menarik seperti sepeda, perlengkapan elektronik, hingga hadiah utama berupa paket umrah. Kehadiran ribuan peserta menambah semarak suasana dan menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu momen paling meriah dalam rangkaian peringatan HUT Sultra tahun ini.

Tidak hanya sekadar olahraga, Fun Run juga menjadi media promosi daerah, di mana masing-masing kabupaten/kota menampilkan kekhasan budayanya. Kabupaten Bombana, melalui rombongan peserta yang dipimpin langsung oleh Bupati, juga memperlihatkan kekompakan dan antusiasme tinggi dalam memeriahkan acara.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT Sultra ke-61, Fun Run Kolaka Harmoni memberi ruang inklusif bagi seluruh kalangan, mulai dari pelajar, pegawai, komunitas, hingga keluarga. Rute yang dilalui peserta pun menyuguhkan sisi ikonik Kota Kolaka, sekaligus menjadi sarana interaksi yang hangat antara masyarakat dan para pemimpinnya.

Dengan berakhirnya kegiatan di titik finish, para peserta menikmati hiburan rakyat sambil menantikan pengundian hadiah. Kegiatan ini tak hanya menjadi bentuk perayaan, tapi juga penguat semangat kebersamaan yang dibawa pulang ke daerah masing-masing.




Stand Bombana Pikat Gubernur Sultra di Expo HUT ke-61

KOLAKA, sultranet.com — Stand pameran milik Kabupaten Bombana menyita perhatian dalam gelaran Expo Produk Unggulan Daerah yang menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang berlangsung di Stadion Gelora Kolaka, Jumat, 25 April 2025, menjadi ajang unjuk potensi daerah, di mana Bombana tampil memikat dengan ragam kekayaan lokal yang ditampilkan secara atraktif dan ramah.

Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yang akrab disapa ASR, didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sultra Arinta Nila Hapsari dan Ibu Wakil Gubernur Sultra Ratna Lada Hugua, menyempatkan diri mengunjungi stand Kabupaten Bombana. Dalam kunjungannya, ASR memberikan apresiasi atas penataan stand dan kekayaan produk lokal yang ditampilkan.

“Saya sangat bangga melihat antusias dan semangat dari Kabupaten Bombana. Produk-produk yang ditampilkan hari ini menunjukkan bahwa potensi lokal kita memiliki kualitas yang mampu bersaing, bahkan untuk pasar nasional dan internasional,” ujar ASR.

Stand Bombana menampilkan berbagai produk unggulan yang mencerminkan kekayaan alam sekaligus kreativitas masyarakatnya. Di antaranya hasil pertanian seperti kakao dan jagung, produk perikanan olahan, kerajinan tangan khas daerah, hingga kuliner tradisional dari pelaku UMKM lokal yang dikemas menarik.

Keberagaman produk ini menjadi cerminan dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Tak hanya sebagai ajang promosi, Expo ini juga menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah, serta peluang jejaring bisnis dengan berbagai pihak.

ASR menekankan pentingnya menjadikan momentum HUT Sultra ke-61 ini sebagai titik tolak memperkuat sinergi antar daerah untuk membangun ekonomi yang berakar dari budaya dan kearifan lokal. Ia berharap stand Bombana dan kabupaten lain dapat terus berkembang dan mendorong kualitas produk menuju pasar ekspor.

Pameran yang melibatkan seluruh kabupaten/kota di Sultra ini menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Stand Bombana tercatat sebagai salah satu yang paling ramai dikunjungi. Suasana semakin hidup dengan keramahan para pelaku usaha Bombana yang hadir langsung menyambut pengunjung serta memberi penjelasan tentang keunggulan produk yang mereka bawa.

Tidak hanya menarik secara visual, stand ini juga menyuguhkan cita rasa khas Bombana lewat kuliner lokal seperti sinonggi, bagea, dan olahan hasil laut yang mampu menggugah selera. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen kunjungan mereka dan membagikannya melalui media sosial.

Melalui partisipasi aktif di kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan keseriusan dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan membuka akses promosi yang lebih luas bagi produk lokal. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan wajah Bombana yang kreatif, ramah, dan kompetitif.