Pemda Kolaka Utara Akhiri Safari Ramadan dengan Pendistribusian Zakat

Sultranet.com, Lasusua – Pemerintah Daerah (Pemda) Kolaka Utara menutup rangkaian Safari Ramadan 1446 H dengan kunjungan terakhir di Kecamatan Pakue, Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini menjadi momen silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus ajang berbagi melalui pendistribusian zakat bagi fakir miskin yang disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kolaka Utara.

Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nurrahman Umar, MH., menghadiri kegiatan di Masjid Raya Kelurahan Olo-Oloho, sementara Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE., melaksanakan safari di Masjid Raya Desa Sipakainge. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 231 penerima manfaat menerima zakat yang disalurkan langsung oleh Baznas.

Selain menyalurkan zakat, Safari Ramadan ini juga menjadi wadah untuk menguatkan persatuan pasca-Pilkada Kolaka Utara. Dalam sambutannya, Bupati Nurrahman Umar mengajak masyarakat untuk kembali bersatu membangun daerah setelah melalui dinamika demokrasi.

“Kita baru saja sama-sama melalui proses Pilkada. Saat ini, saya dan H. Jumarding telah diberi amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Utara. Riak-riak demokrasi yang terjadi kemarin telah selesai, kini saatnya kita bahu-membahu membangun Kolaka Utara,” ujarnya di hadapan jamaah Masjid Raya Olo-Oloho.

Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi lokal dengan mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan.

“Jika kita tidak meningkatkan produksi sementara kebutuhan terus bertambah, maka harga bisa melonjak drastis. Oleh karena itu, kita harus memperkuat sektor ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas perkebunan agar ekonomi Kolaka Utara lebih stabil,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Jumarding menegaskan bahwa zakat memiliki peran penting dalam menciptakan keseimbangan sosial di tengah masyarakat.

“Harta yang kita miliki bukan hanya milik kita sendiri, tetapi ada hak orang lain di dalamnya. Dengan menyalurkan zakat melalui Baznas, kita memastikan bantuan ini sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya saat menyerahkan zakat kepada warga di Masjid Raya Sipakainge.

Momentum Ramadan, menurut Wakil Bupati Jumarding, juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan keimanan dan mempererat kebersamaan.

“Mari kita manfaatkan bulan suci ini untuk mempererat kembali silaturahmi yang mungkin sempat renggang. Dengan persatuan dan kebersamaan, kita bisa membawa Kolaka Utara ke arah yang lebih baik,” tandasnya.

Rangkaian Safari Ramadan ditutup dengan buka puasa bersama, shalat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah.




Yayasan Politeknik Bombana Tunggak Gaji Dosen Sampai 25 Bulan, Nasib Ratusan Mahasiswa Terancam!

Sultranet.com, Rumbia – Puluhan dosen dan staf Politeknik Bombana kembali menghadapi keterlambatan pembayaran gaji yang belum terselesaikan sejak Januari 2025. Masalah ini bukan kali pertama terjadi, tetapi telah berulang setiap tahunnya tanpa solusi yang jelas. Kondisi ini membuat para tenaga pendidik dan pegawai kampus menggelar aksi protes di halaman kampus menuntut hak mereka. Jumat (21/3)

Dampak dari ketidakpastian ini dikhawatirkan akan berdampak pada proses perkuliahan yang ada di Yayasan dimana mantan Bupati Bombana dua periode H. Tafdil menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan itu menjadi tidak efektif yang pada akhirnya dapat mengancam nasib ratusan mahasiswa yang berkuliah di kampus itu.

Seorang dosen yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa berbagai upaya komunikasi telah dilakukan dengan pihak yayasan dan direktorat kampus, tetapi tidak membuahkan hasil konkret.

“Kami sudah mencoba berdialog, tapi hasilnya nihil. Mereka selalu beralasan bahwa dana dari pemerintah daerah belum cair, padahal sebagai yayasan, seharusnya mereka yang bertanggung jawab penuh terhadap gaji dosen dan staf,” ujarnya.

Keterlambatan pembayaran gaji yang terjadi selama dua hingga tiga bulan bahkan disebut telah mencapai akumulasi hingga 25 bulan bagi beberapa dosen.

Kondisi ini membuat banyak tenaga pendidik mengalami kesulitan finansial. Beberapa di antaranya terpaksa berutang atau menjual aset pribadi demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami bekerja secara profesional, tetapi hak kami tidak diberikan tepat waktu. Bagaimana kami bisa bertahan jika setiap tahun harus menghadapi masalah yang sama?” ujarnya.

Tak hanya itu, para dosen juga menyoroti dugaan penyimpangan anggaran dalam pengelolaan keuangan kampus. Mereka menilai tidak adanya transparansi terkait penggunaan dana, sementara setiap kali meminta kejelasan, pihak yayasan selalu berdalih bahwa anggaran telah habis.

Dalam aksi protes ini, para dosen dan staf menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pihak yayasan, yakni pembayaran penuh atas seluruh gaji yang tertunggak, pembayaran semua tunjangan dosen dan jabatan sesuai hak mereka, serta pengalihan status kampus dari swasta ke negeri agar sistem keuangan lebih stabil dan tidak lagi terjadi penyimpangan anggaran.

Menanggapi permasalahan ini, Anggota DPRD Bombana dari Partai Bulan Bintang (PBB), Yudi Utama Arsyad, meminta pihak yayasan untuk segera menyelesaikan kewajiban mereka terhadap para dosen agar tidak menyebabkan proses pendidikan ratusan mahasiswa terganggu.

“Bahkan ada honorer yang resign beberapa tahun lalu dan karena tidak menerima upahnya. Padahal Sudah puluhan miliar yang masuk ke Politeknik itu, tapi mereka tidak mampu mengelolanya dengan baik. Setiap tahunnya hampir lima miliar diinjeksikan Pemkab Bombana ke Politeknik itu, bagaimana proses manajemennya sehingga 25 bulan dosen tidak terbayar dan karyawan ataupun staf yang telah resign beberapa tahun lalu juga belum dibayar gajinya?” tegas Yudi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak yayasan terkait tuntutan para dosen dan staf. Sementara itu, ketidakpastian mengenai pembayaran gaji masih terus berlanjut, mengancam keberlangsungan pendidikan di Politeknik Bombana.

Pewarta : Idris Hayang




Patroli Tambang Ilegal di Bombana, Polisi Temukan Penambang Tradisional Lakukan Pendekatan Persuasif

Bombana, sultranet.com – Menjelang Hari Raya Besar Umat Muslim, jajaran Polres Bombana dan Polsek Lantari Jaya menggelar patroli di wilayah pertambangan Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana, pada Jumat (21/3) sekitar pukul 14.00 WITA. Patroli ini bertujuan untuk mencegah tindak pidana, termasuk aktivitas tambang ilegal, serta menciptakan situasi aman dan kondusif di masyarakat.

Dalam patroli tersebut, aparat kepolisian menemukan aktivitas penambangan tradisional yang dilakukan warga setempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tidak ditemukan aktivitas tambang besar-besaran atau penggunaan alat berat di lokasi tersebut. Selain itu, ditemukan juga lubang-lubang bekas penambangan yang telah ditinggalkan.

Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Prasetyo Nento, SH, CPM, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga stabilitas keamanan dengan pendekatan persuasif terhadap masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan aktivitas tambang ilegal yang dapat merugikan lingkungan. Pendekatan persuasif tetap kami kedepankan agar masyarakat lebih sadar akan dampak aktivitas tambang yang tidak sesuai aturan,” ujar IPDA Prasetyo Nento.

Dalam kesempatan itu, kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan praktik tambang ilegal yang dapat merusak lingkungan. Mereka mengingatkan para penambang tradisional untuk tidak menggunakan alat yang dapat berdampak negatif terhadap kelestarian alam.

Ketua Karang Taruna Desa Wumbubangka, Hamdan S.IP, menyampaikan apresiasinya kepada aparat kepolisian atas kegiatan patroli yang dilakukan dengan pendekatan persuasif. Menurutnya, mayoritas masyarakat yang melakukan aktivitas tambang tradisional adalah warga asli desa yang hanya mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami sangat berterima kasih kepada kepolisian yang telah melakukan patroli di wilayah kami. Pendekatan persuasif yang dilakukan sangat kami apresiasi karena masyarakat merasa dilindungi, bukan diintimidasi,” kata Hamdan.

Ia berharap pola pendekatan seperti ini terus diterapkan agar masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan tanpa merasa terbebani.

“Kami berharap pendekatan ini bisa terus dilakukan sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga lingkungan dan menaati aturan,” tandasnya

 

Pewarta : Idris Hayang




Wings Air Kembali Terbang di Bandara Sugimanuru, Dorong Mobilitas dan Ekonomi Muna Barat

Sultranet.com, Mubar  | Penerbangan komersial di Bandara Sugimanuru, Kabupaten Muna Barat, kembali beroperasi setelah lebih dari satu tahun vakum. Maskapai Wings Air dengan pesawat ATR 72-600 sukses mendarat di bandara tersebut pada Jumat, 21 Maret 2025, pukul 14.45 WITA, membawa 72 penumpang dari Bandara Hasanuddin, Makassar.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyambut langsung kedatangan penerbangan ini. Ia menegaskan bahwa kembalinya Wings Air merupakan langkah penting dalam meningkatkan konektivitas daerah, memacu pertumbuhan ekonomi, serta mendukung pengembangan pariwisata di Muna Barat.

“Operasional kembali penerbangan dari Bandara Sugimanuru ke Bandara Hasanuddin ini sejalan dengan program 100 hari kerja kami. Dalam visi dan misi kepemimpinan kami, Muna Barat sebagai Liwu Mokesa harus memiliki konektivitas yang baik, terutama dalam transportasi udara,” ujar La Ode Darwin dalam sambutannya.

Di sisi lain, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sugimanuru, Muh Khusnuddin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan berbagai pihak dalam upaya menghidupkan kembali aktivitas penerbangan di bandara ini.

“Kami bersyukur Wings Air kembali beroperasi. Harapan kami, layanan penerbangan ini dapat terus berkelanjutan dan semakin berkembang ke depannya,” kata Khusnuddin.

Saat ini, penerbangan Wings Air rute Sugimanuru-Hasanuddin dijadwalkan beroperasi empat kali seminggu, yaitu pada Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Untuk memastikan keberlanjutan layanan ini, Pemkab Muna Barat telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak bandara, termasuk kebijakan yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) menggunakan Bandara Sugimanuru untuk perjalanan dinas ke luar daerah.

Perwakilan Manajemen Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, juga mengapresiasi dukungan Pemkab Muna Barat dalam mewujudkan penerbangan perdana ini. Ia menuturkan bahwa maskapai tersebut berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam memperkuat konektivitas udara di Sulawesi Tenggara.

“Di Sulawesi Tenggara, Wings Air melayani tiga rute utama, yakni Pulau Muna-Hasanuddin, Morowali-Haluoleo, dan Haluoleo-Wangi-Wangi atau Wakatobi. Kami berharap kehadiran Wings Air di Bandara Sugimanuru dapat terus berjalan dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Danang.

Dengan kembali beroperasinya penerbangan di Bandara Sugimanuru, diharapkan aksesibilitas masyarakat Muna Barat semakin mudah dan mobilitas menuju pusat ekonomi maupun daerah lain semakin lancar.




Arinta Nila Hapsari Lantik Ketua TP PKK Buton Tengah

Kendari, Sultranet.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu, Ny. Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, melantik Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Buton Tengah, Ny. Umi Noranah, S.Pd., dalam sebuah seremoni di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Jumat (21/3/2025).

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Bupati Buton Tengah, Wakil Bupati Buton Tengah beserta istri, Ketua Dekranasda Buton Tengah, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sultra, Staf Ahli Ibu Ratna Hugua, serta jajaran pengurus TP PKK dan Dekranasda Provinsi Sultra.

Dalam sambutannya, Ny. Arinta menyampaikan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah yang telah resmi dilantik oleh Gubernur Sultra atas nama Presiden RI pada hari yang sama. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, PKK, dan Posyandu dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Saya yakin dan percaya bahwa di bawah kepemimpinan Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu yang baru, gerakan PKK dan pembinaan Posyandu di Buton Tengah akan semakin maju serta berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Ny. Arinta.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan PKK, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota dijabat oleh istri atau suami bupati/wali kota. Sementara itu, Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 menetapkan bahwa Ketua Tim Pembina Posyandu juga diemban oleh pendamping kepala daerah atau ditunjuk langsung jika kepala daerah tidak memiliki pasangan.

Lebih lanjut, Ny. Arinta menyoroti perubahan besar dalam fungsi Posyandu yang kini mencakup enam bidang pelayanan standar, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban, serta perlindungan sosial.

Dorongan untuk Dekranasda dan UMKM Buton Tengah

Selain pelantikan TP PKK dan Tim Pembina Posyandu, Ny. Arinta juga menyinggung peran strategis Dekranasda dalam pengembangan industri kerajinan daerah. Ia berharap Dekranasda Buton Tengah dapat membawa perubahan positif bagi sektor UMKM, terutama dalam melestarikan budaya lokal seperti tenun.

“Buton Tengah memiliki lebih dari 1.300 perajin tenun, ini aset berharga yang harus dijaga dan dikembangkan. Saya mengajak Dekranasda Buton Tengah untuk terus bersinergi dengan OPD terkait guna meningkatkan sektor kerajinan daerah,” tuturnya.

Ia juga menginformasikan bahwa pada Juli mendatang akan digelar perayaan Hari Ulang Tahun Dekranas Nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam acara tersebut, berbagai produk tenun dari kabupaten/kota di Sultra akan dipamerkan sebagai bagian dari upaya mempromosikan kekayaan budaya daerah.

Komitmen Bupati Buton Tengah untuk PKK dan Posyandu

Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, S.STP, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung program PKK dan Posyandu. Ia menyoroti peran PKK dalam memberdayakan keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui 10 program pokok PKK.

“PKK bukan hanya organisasi, tetapi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami akan memastikan program PKK berjalan maksimal dengan dukungan penuh dari Pemda,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran krusial dalam menangani masalah stunting di Buton Tengah. Meskipun daerah ini kaya akan sumber daya alam seperti ikan dan daun kelor yang tinggi nutrisi, masih banyak ibu yang perlu mendapatkan edukasi tentang pola makan yang baik bagi anak-anak mereka.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi kasus stunting di Buton Tengah. Posyandu harus hadir bukan hanya untuk rumah tangga, tetapi juga membimbing calon orang tua agar lebih siap dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dini,” tegasnya.

Acara pelantikan ini menjadi momentum penting bagi Buton Tengah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, PKK, dan Posyandu. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat serta budaya dan industri kerajinan daerah semakin berkembang.




Gubernur Sultra Lantik Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah 2025-2030

Kendari, sultranet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Komjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, resmi melantik Dr. Azhari, S.STP, M.Si sebagai Bupati Buton Tengah dan Muh. Adam Basan, S.Sos sebagai Wakil Bupati Buton Tengah periode 2025-2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra pada Jumat, 21 Maret 2025.

Pelantikan ini merujuk pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 100.2.1.3-1997 Tahun 2025 yang merupakan perubahan kedua atas Keputusan Mendagri Nomor 100.2.1.3-221 Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah hasil Pilkada Serentak 2024.

Dalam acara tersebut, Gubernur Sultra memandu pengucapan sumpah jabatan yang diikuti oleh Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah. Keduanya berjanji untuk menjalankan tugas dengan penuh amanah, berpedoman pada konstitusi, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi awal dari tanggung jawab besar dalam memimpin daerah. Masyarakat Buton Tengah menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru untuk membawa perubahan yang lebih baik,” ujar Andi Sumangerukka dalam sambutannya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun Buton Tengah ke arah yang lebih maju. “Jangan terlalu melihat ke belakang. Mari bersama-sama fokus pada masa depan dan menghadapi tantangan yang ada dengan semangat kebersamaan,” tambahnya.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam pelantikan tersebut, termasuk Anggota DPR RI dan DPD RI, Ketua serta anggota DPRD Sultra, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sultra, Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Ketua KPU dan Bawaslu Sultra, serta tokoh masyarakat, adat, dan pemuda.

Dengan dilantiknya Dr. Azhari dan Muh. Adam Basan, diharapkan kepemimpinan mereka dapat membawa kemajuan bagi Kabupaten Buton Tengah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada pelayanan publik.




Azhari-Adam Resmi Dilantik, Gubernur Sultra: Awal Tanggung Jawab Besar

Kendari, SultraNet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara Komjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka resmi melantik Dr. Azhari, S.STP, M.Si sebagai Bupati dan Muh. Adam Basan, S.Sos sebagai Wakil Bupati Buton Tengah periode 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Jumat (21/3/2025).

Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.3-1997 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Mendagri Nomor 100.2.1.3-221 Tahun 2025 tentang Pengesahan Pengangkatan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada Kabupaten dan Kota Hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024.

Gubernur Sultra memandu langsung pengucapan sumpah jabatan. Dalam sumpahnya, Bupati dan Wakil Bupati berkomitmen menjalankan tugas secara jujur, adil, dan penuh tanggung jawab sesuai konstitusi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Buton Tengah.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi awal dari tanggung jawab besar dalam menjalankan pemerintahan yang lebih baik,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka dalam sambutannya. “Masyarakat menaruh harapan besar kepada kepemimpinan baru untuk membawa perubahan positif,” lanjutnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan.

“Jangan terlalu melihat ke belakang. Mari fokus ke depan. Tantangan ke depan masih banyak, dan semua elemen masyarakat harus bersatu untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut menyampaikan ucapan selamat kepada Azhari dan Adam Basan atas amanah yang mereka emban. Ia berharap kepemimpinan keduanya menjadi titik awal bagi kemajuan Buton Tengah dalam berbagai sektor.

Dr. Azhari dan Muh. Adam Basan merupakan pasangan hasil Pilkada Serentak 2024 yang dipercaya oleh masyarakat Buton Tengah untuk membawa perubahan dan inovasi dalam lima tahun mendatang. Dalam sambutannya usai pelantikan, Bupati Azhari menyatakan kesiapannya menjalankan amanah rakyat dengan sepenuh hati.

“Kami akan bekerja keras untuk menjawab harapan masyarakat. Insyaallah, kami akan berjuang bersama seluruh jajaran dan masyarakat Buton Tengah membangun daerah ini menjadi lebih maju dan sejahtera,” ujar Azhari.

Wakil Bupati Muh. Adam Basan juga menyampaikan komitmennya untuk mendampingi Bupati dalam mewujudkan pemerintahan yang inklusif dan partisipatif. Ia menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat menjadi dasar dalam setiap kebijakan yang kami ambil. Pemerintahan ini akan terbuka terhadap kritik dan masukan,” kata Adam.

Acara pelantikan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Anggota DPR RI, Anggota DPD RI, Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Sultra, unsur Forkopimda Sultra, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sultra, Sekda Sultra, serta Ketua KPU dan Bawaslu Sultra. Selain itu, tampak hadir tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, serta jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sultra.

Kehadiran para tokoh dan pemangku kepentingan ini menandai dukungan kolektif terhadap pemerintahan baru di Buton Tengah. Masyarakat pun berharap pelantikan ini menjadi langkah awal pembangunan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.

Pelantikan ini membawa harapan besar bagi warga Buton Tengah. Dalam lima tahun ke depan, berbagai program prioritas di bidang infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta peningkatan ekonomi berbasis potensi lokal diharapkan mampu terwujud di bawah kepemimpinan Azhari dan Adam.

Dengan amanah yang telah resmi diemban, pasangan kepala daerah ini diharapkan segera tancap gas menyusun program kerja jangka pendek dan panjang yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret.




Pembinaan Statistik Sektoral 2025, Sultra Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2025 guna memperkuat implementasi Satu Data Indonesia (SDI) di daerah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Utama Lantai 4 Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra ini dibuka secara virtual oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M. Ling., melalui Zoom Meeting pada Kamis, 20 Maret 2025.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Hugua mengapresiasi sinergi antara BPS, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam mengintegrasikan berbagai data sektoral. Menurutnya, pengelolaan data yang akurat dan mutakhir sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

“Saya berharap dengan sinergi ini, data sektoral kita semakin berkualitas. Dalam 100 hari pertama Quick Win ASR-Hugua, kita harus mulai membangun dasar-dasar penting untuk sistem satu data ini. Paling tidak, pada akhir 2025 nanti, peringkat Sulawesi Tenggara yang saat ini berada di posisi keenam bisa meningkat ke level yang lebih baik,” ujar Hugua.

Ia menekankan bahwa sinergitas yang kuat antar instansi akan menjadi kunci keberhasilan implementasi Satu Data Indonesia di Sulawesi Tenggara. Selain itu, data yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan akan membantu perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sultra, Dr. M. Ridwan Badallah, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa pembinaan statistik sektoral menjadi bagian penting dalam Evaluasi Penyelenggaraan Sistem Statistik (EPSS). Menurutnya, nilai EPSS Sultra tahun lalu mencapai 2,9 dan harus terus ditingkatkan.

“Implementasi Perpres Satu Data Indonesia di Sultra hingga saat ini masih belum maksimal. Oleh karena itu, saya berharap OPD, walidata, dan sekretariat forum dapat bekerja sama dalam membangun data sektoral yang lebih baik. Satu Data menjadi salah satu program 100 hari Gubernur dan Wakil Gubernur, yang harus menjadi penguat bagi kita semua untuk bekerja lebih optimal,” kata Ridwan.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Menurutnya, setiap data publik yang dimiliki pemerintah daerah harus dipublikasikan secara umum agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Bappeda, serta 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi target pembinaan statistik sektoral. Di antaranya adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, serta Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Di akhir acara, Wakil Gubernur Hugua secara resmi membuka kegiatan secara virtual dan mengajak seluruh OPD untuk berkolaborasi dalam membangun sistem data yang lebih baik. Ia berharap sinergi yang terjalin dapat memberikan manfaat besar bagi pembangunan daerah.




Kolaka Utara Gencarkan Aksi Bersih, Sukseskan Program 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati

Lasusua, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat terus menggencarkan aksi kebersihan dalam rangka mempertahankan predikat sebagai daerah kecil terbersih di Indonesia. Kamis (20/3), aksi bersih digelar di Masjid Agung Lasusua dengan melibatkan 100 petugas kebersihan. Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kolaka Utara, Patehuddin, SH, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Aksi ini merupakan bagian dari program kerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Kolaka, Drs. Nur Rahman Umar, SH, dan H. Jumardin, SE, yang menargetkan percepatan kebersihan Kota Lasusua. Langkah ini diambil sebagai persiapan menghadapi penilaian Adipura sekaligus mengembalikan kejayaan Kolaka Utara yang telah tujuh kali meraih trofi Adipura sebagai daerah kecil terbersih.

Patehuddin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung Gerakan Nasional Indonesia Bersih yang dicanangkan Presiden RI.

“Gerakan Nasional Indonesia Bersih yang dicanangkan Presiden RI ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui aksi bersih. Kami melakukan pembersihan di berbagai area yang telah ditentukan untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Ini bukan hanya tentang Adipura, tetapi juga demi kesehatan dan kenyamanan kita bersama,” tambahnya.

Kabid IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH, mengapresiasi langkah cepat Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kolaka Utara dalam merespons program nasional ini.

“Kami sangat mengapresiasi respons cepat DLH Kolaka Utara dalam menindaklanjuti Gerakan Nasional Indonesia Bersih. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam mendukung program kerja 100 hari bupati dan wakil bupati,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Upaya ini tidak hanya untuk mempertahankan predikat kota kecil terbersih, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan sehat bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Dengan adanya aksi bersih ini, Pemkab Kolaka Utara berharap tidak hanya mempertahankan predikat kota kecil terbersih, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya kebersihan. Program serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi seluruh masyarakat.




Penulisan Mushaf Nusantara, Sekda Sultra Dorong Pelestarian Seni dan Budaya Islam

KENDARI, sultranet.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menghadiri secara virtual kegiatan Penulisan Mushaf Nusantara yang dilaksanakan serentak di 29 provinsi di Indonesia, Rabu, 19 Maret 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Semarak Ramadan yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk memperkuat literasi baca-tulis Al-Qur’an serta melestarikan seni dan budaya Islam Nusantara.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI sekaligus Sekretaris MTQ Nasional, Ahmat Zayadi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa Penulisan Mushaf Nusantara bukan sekadar proyek penulisan, tetapi juga menjadi bagian dari program prioritas Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan.

“Kegiatan ini bukan hanya menulis mushaf, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan Al-Qur’an di Indonesia. Dengan melibatkan para juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), kita ingin memastikan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga ditulis dan dipahami dengan baik oleh masyarakat luas,” ujar Ahmat Zayadi.

Ia juga menekankan bahwa aspek seni dan budaya menjadi bagian penting dalam penulisan Mushaf Nusantara. Mushaf yang dihasilkan nantinya akan menampilkan corak khas budaya Indonesia melalui iluminasi dan ragam hias kaligrafi yang mencerminkan kekayaan seni Islam di Nusantara.

“Ke depan, kita ingin Mushaf Nusantara tidak hanya dikenal dari segi isinya, tetapi juga dari segi seni dan budaya yang menjadi bagian dari identitas Islam di Indonesia. Inilah bentuk nyata bagaimana agama dan budaya bisa berjalan seiring dalam membangun peradaban yang lebih maju,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekda Sultra Drs. Asrun Lio memberikan apresiasi kepada para peserta terbaik dari Provinsi Sulawesi Tenggara yang telah berprestasi dalam MTQ VIII Korpri Tingkat Nasional 2024 di Kalimantan Tengah.

“Kami bangga dengan pencapaian ini. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa Sulawesi Tenggara memiliki potensi besar dalam bidang literasi Al-Qur’an dan seni kaligrafi Islam,” kata Asrun Lio.

Berikut daftar peserta terbaik dari Sulawesi Tenggara:

  • Lalu Suharja Hambali, S.Pd.I., M.Pd. (Juara I Cabang Hifzh Al-Qur’an Golongan Surah An-Nisa) – Dinas Pendidikan Kota Baubau.
  • Dr. Danial, Lc., M.Th.I. (Juara I Cabang Dakwah Al-Qur’an Kategori Da’i) – IAIN Kendari.
  • Sitti Syahali, S.Pd. (Harapan III Cabang Dakwah Al-Qur’an Kategori Da’iyah) – Kantor Pemda Buton Utara.
  • H. Syafuddin Mustaming, S.Ag., MA (Juara III Cabang Khutbah Jumat) – Kantor Kesra Pemda Kolaka.
  • Syamsu Alam (Harapan I Cabang Hifzh Al-Qur’an Golongan 7 Surah Pilihan) – Kemenag Kolaka Utara.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sultra, H. Muhamad Saleh, yang turut hadir secara virtual, mengungkapkan bahwa progres penulisan Mushaf Nusantara di Sulawesi Tenggara berjalan dengan baik dan melibatkan delapan peserta dari berbagai kabupaten.

“Kegiatan ini mencerminkan kolaborasi erat antara LPTQ, Kementerian Agama, serta para pegiat seni kaligrafi Islam. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan tradisi keislaman berbasis budaya lokal,” ujar Muhamad Saleh.

Penulisan Mushaf Nusantara di Sulawesi Tenggara diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta memperkuat identitas Islam di Indonesia melalui karya seni yang bernilai tinggi.