Job Fit 21 Pejabat Eselon II, Pemkab Bombana Libatkan Akademisi dan Tokoh Masyarakat

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar uji kompetensi atau job fit and proper test terhadap 21 pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) sebagai bagian dari penataan birokrasi dan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kegiatan ini melibatkan akademisi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Inspektorat Provinsi serta unsur tokoh masyarakat sebagai penguji independen, guna memastikan proses berjalan objektif dan transparan. Uji kompetensi tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Bombana, Selasa (23/12/2025).

Ketua Kesekretariatan Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Bombana, Ludfi, ST, yang juga Pelaksana Tugas Sekretaris BKPSDM Bombana, mengatakan total peserta job fit berjumlah 21 orang. Sebanyak 17 peserta telah mengikuti uji kompetensi pada hari pertama, sementara empat peserta dijadwalkan mengikuti tahapan serupa pada hari kedua.

“Penguji berasal dari akademisi dua orang, unsur tokoh masyarakat satu orang, serta unsur Inspektorat provinsi. Ini sesuai dengan ketentuan dan petunjuk dari Badan Kepegawaian Negara,” kata Ludfi.

Menurut Ludfi, uji kompetensi tidak berhenti pada penilaian administratif semata. Tim penguji menggali kapasitas kepemimpinan, pemahaman kebijakan, inovasi program, serta kemampuan pejabat dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.

Foto Bersama Tim Penguji dan Panitia Job Fit
Foto Bersama Tim Penguji dan Panitia Job Fit

Selain job fit, Pemkab Bombana juga melaksanakan evaluasi kinerja terhadap enam pejabat pimpinan tinggi pratama yang telah menduduki jabatan selama lima tahun di dinas atau badan masing-masing. Evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari uji kesesuaian jabatan.

Penjabat Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun, M.PWK, selaku Ketua Pansel Evaluasi Kinerja, menjelaskan bahwa hasil evaluasi akan menjadi bahan pertimbangan strategis dalam penataan jabatan ke depan.

“Ada beberapa pejabat yang sudah mendekati masa pensiun. Evaluasi ini melihat kecocokan kompetensi mereka dengan jabatan yang ada. Jabatan yang kosong belum tentu langsung dilelang, semua akan disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dan hasil penilaian,” kata Syahrun.

Ia menegaskan, seluruh proses dilakukan berdasarkan prinsip merit system, dengan menempatkan pejabat sesuai kompetensi dan rekam jejak kinerja, bukan semata pertimbangan administratif.

Adapun pejabat yang mengikuti uji kompetensi berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah strategis, mulai dari kepala dinas, kepala badan, staf ahli bupati, hingga Sekretaris DPRD dan Inspektur Daerah. Di antaranya Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, Kepala BKD, Kepala BKPSDM, Kepala Diskominfo, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang, Kepala BPBD, hingga Kepala Kesbangpol Bombana.

Tim penguji diketuai Asisten I Setda Bombana, Ir. Rusdiamin, dengan anggota dari kalangan akademisi UHO Kendari yakni Dr. Arifin Uta, M.Si, Prof. Dr. Rosnawintang, SE, M.Si, dan Gusti Pasaru, S.Ak, M.Ak. Unsur masyarakat diwakili oleh Drs. Muh Subur, mantan Inspektur Daerah Bombana yang kini telah pensiun, guna memberikan perspektif publik dalam penilaian kinerja pejabat daerah.

Pelibatan akademisi dan tokoh masyarakat dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat objektivitas, transparansi, serta meminimalkan penilaian subjektif dalam proses penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana. (adv)




Pemkab Bombana Agendakan Job Fit Eselon II, Penyegaran Jabatan Strategis di Depan Mata

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana kembali menegaskan komitmennya dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kinerja. Salah satu langkah strategis yang segera dilakukan adalah mengagendakan uji kesesuaian jabatan atau job fit bagi seluruh pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa (23/12/2025) di Bombana.

Agenda job fit tersebut menjadi bagian dari upaya penataan dan penyegaran struktur pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), sekaligus sebagai instrumen evaluasi menyeluruh terhadap kompetensi, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan pejabat dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang terus berkembang.

Penjabat Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun, M.PWK, mengatakan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan job fit telah dipersiapkan dengan matang, baik dari sisi administrasi maupun teknis pelaksanaan oleh panitia seleksi.

“Rencananya besok job fit. Suratnya sudah ada dan seluruh persiapan sudah dilakukan,” ujar Syahrun saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/12/2025).

Menurut Syahrun, job fit bukan sekadar formalitas atau rutinitas birokrasi, melainkan sarana penting untuk memastikan setiap pejabat ditempatkan sesuai dengan kompetensi, pengalaman, dan kebutuhan organisasi. Ia menegaskan, seluruh pejabat eselon II akan mengikuti job fit tanpa pengecualian.

“Semuanya ikut. Eselon II semuanya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penyegaran jabatan merupakan hal yang lumrah dalam sistem pemerintahan. Pergeseran dan rotasi dilakukan bukan untuk menghukum, melainkan untuk memperluas wawasan, memberikan tantangan baru, serta menjaga dinamika organisasi agar tetap produktif dan responsif.

“Tujuannya untuk mengembangkan wawasan, memberi tanggung jawab baru, dan membuat pejabat lebih siap menghadapi tantangan ke depan,” kata Syahrun.

Pelaksanaan job fit ini juga dinilai strategis karena Pemerintah Kabupaten Bombana tengah bersiap menghadapi potensi kekosongan sejumlah jabatan penting mulai 1 Januari 2026. Kekosongan tersebut dipicu oleh pejabat yang memasuki masa pensiun maupun berakhirnya masa tugas.

Sejumlah posisi strategis yang disebut berpotensi kosong antara lain Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perindagkop, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Staf Ahli Bupati, serta Asisten Bupati.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Seleksi uji kompetensi JPT Pratama, Ludfi, ST, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas BKPSDM Bombana, menjelaskan bahwa job fit akan diikuti oleh 21 pejabat pimpinan tinggi pratama dari berbagai OPD strategis.

“Job fit ini diikuti 21 peserta. Tim penguji melibatkan akademisi, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah provinsi, termasuk dari Inspektorat Provinsi. Pelibatan unsur eksternal ini sesuai dengan petunjuk BKN,” jelas Ludfi.

Ia menambahkan, penilaian tidak hanya menitikberatkan pada aspek administratif, tetapi juga menggali kapasitas kepemimpinan, pemahaman kebijakan publik, inovasi program, serta kemampuan pejabat dalam menjawab persoalan riil pembangunan daerah.

“Ini bagian dari penyegaran birokrasi. Harapannya, jika seseorang sukses di tempat lama, maka ia juga bisa sukses ketika diberi amanah di tempat yang baru,” ujarnya.

Melalui agenda job fit ini, Pemerintah Kabupaten Bombana ingin memastikan bahwa setiap jabatan strategis diisi oleh figur yang tepat, kompeten, dan mampu bekerja secara profesional. Penataan jabatan dilakukan berdasarkan prinsip merit system, dengan mengedepankan kinerja, kapasitas, dan integritas.

Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa reformasi birokrasi di Bombana tidak berhenti pada wacana, melainkan dijalankan secara terencana dan terukur. Publik pun menaruh harapan besar agar job fit ini benar-benar melahirkan susunan pimpinan OPD yang solid, efektif, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas di masa mendatang. (adv)




Dituding Hina Suku Tanpa Bukti, Warga Bombana Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Polda Sultra

Bombana, sultranet.com – Asri Ramadhani, seorang perempuan muda asal Desa Palimae, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, memilih menempuh jalur hukum setelah menjadi sasaran perundungan dan persekusi di berbagai platform media sosial. Ia dituduh menghina salah satu suku di Bombana, meski tudingan tersebut disebutnya tanpa dasar dan bukti yang jelas. Demi menjaga martabat serta memulihkan kondisi psikologisnya, Asri melaporkan puluhan akun media sosial ke kepolisian, Jumat (19/12/2025).

Laporan resmi itu disampaikan Asri ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara. Ia menyerahkan setumpuk bukti berupa tangkapan layar unggahan dan komentar dari berbagai akun di Facebook dan Instagram yang menuding dirinya sebagai pelaku penghinaan suku.

“Setidaknya ada 40 akun yang saya laporkan. Mereka menuduh saya menghina suku di Bombana, padahal itu hanya asumsi dan tidak pernah dibuktikan,” kata Asri kepada wartawan.

Kasus ini bermula dari sebuah siaran langsung di aplikasi TikTok yang dilakukan akun berinisial JB pada 8 Desember lalu. Dalam kolom komentar siaran tersebut, muncul sebuah akun bernama “Tumpah dalam gugurko syg” yang menuliskan kalimat bernuansa penghinaan terhadap suku tertentu. Tanpa klarifikasi, sejumlah pihak kemudian mengaitkan akun tersebut sebagai milik Asri dan menyebarkan tudingan itu secara luas di media sosial.

Asri membantah tuduhan tersebut. Ia menegaskan tidak pernah memiliki akun dengan nama itu dan hanya menggunakan satu akun media sosial bernama “Srio”.

“Itu bukan akun saya. Saya sama sekali tidak tahu soal komentar penghinaan itu. Tapi tiba-tiba saya yang diserang, foto dan nama saya diviralkan. Secara psikis saya terganggu, tidak berani ke mana-mana, bekerja pun tidak tenang,” ujarnya.

Perempuan berusia 21 tahun itu mengaku tudingan tersebut berdampak luas, tidak hanya pada dirinya, tetapi juga pada keluarga. Menurutnya, tekanan sosial dan pandangan sinis dari lingkungan sekitar membuat ia merasa terpojok, sehingga memilih melapor ke polisi.

“Saya minta polisi mengusut siapa pemilik akun yang sebenarnya, dan memeriksa akun-akun yang telah menyebarkan fitnah terhadap saya,” tegas Asri.

Ia mengakui mengenal pemilik akun JB yang melakukan siaran langsung, namun menegaskan tidak pernah mengetahui atau berinteraksi dengan akun yang menuliskan komentar bernada penghinaan tersebut. Asri menyesalkan sikap sejumlah pihak yang langsung menuding tanpa pernah melakukan konfirmasi atau menempuh jalur hukum.

“Mereka seharusnya mencari tahu secara hukum, bukan main tuduh. Saya benar-benar difitnah,” katanya.

Dalam pelaporan itu, Asri didampingi oleh tim dari Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Advokat Muda Indonesia (LBH HAMI) Sulawesi Tenggara yang dipimpin Andre Darmawan, serta kuasa hukum Adi Rusman, SH.

“Walaupun pendidikan saya tidak tinggi, saya tidak mungkin melakukan hal ceroboh seperti menghina suku. Saya juga tidak setuju dengan penghinaan dalam bentuk apa pun,” ujar Asri.

Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengusut kasus ini secara profesional dan memanggil para pemilik akun yang telah menyebarkan tudingan disertai foto dirinya dengan narasi yang merugikan.

“Foto saya mereka sebar dengan label sebagai penghina suku. Entah mereka punya bukti atau hanya ikut-ikutan. Saya ingin semuanya dibuka secara terang,” tandasnya.

Asri menambahkan, 40 akun yang dilaporkan saat ini baru tahap awal. Berdasarkan penelusurannya, jumlah akun yang menyebarkan tudingan terhadap dirinya disebut lebih banyak dan akan dilaporkan secara bertahap. (IS)




Syahlan Launu Ambil Rapor Anak di SMAN 1 Lasusua, Dorong Peran Ayah dalam Pendidikan

Lasusua, sultranet.com – Peran ayah dalam pendidikan anak kembali ditegaskan melalui kehadiran Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH, yang secara langsung mengambil rapor anaknya di SMAN 1 Lasusua. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak Sekolah (GEMAR) sebagai tindak lanjut Surat Edaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 14 Tahun 2025, Sabtu (20/12/2025).

Syahlan datang ke sekolah tidak dalam kapasitas jabatan, melainkan sebagai seorang ayah. Ia berdialog langsung dengan wali kelas untuk mengetahui perkembangan akademik, sikap, serta potensi anaknya selama satu semester terakhir. Momen itu sekaligus menjadi pesan simbolik bahwa keterlibatan ayah dalam pendidikan anak harus dimulai dari tindakan nyata.

“Sebagai ayah, saya ingin memastikan anak merasa didampingi dan diperhatikan. Mengambil rapor adalah momen penting untuk membangun komunikasi antara orang tua, anak, dan guru,” kata Syahlan Launu.

Ia menjelaskan, GEMAR bertujuan mendorong kesadaran bahwa tanggung jawab pendidikan anak tidak hanya berada di pundak ibu atau sekolah. Ayah, menurutnya, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, disiplin, dan kepercayaan diri anak.

“Surat Edaran Kemendukbangga/BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 ini mengingatkan kita bahwa kehadiran ayah memiliki dampak psikologis yang besar bagi anak. Anak merasa dihargai dan termotivasi,” ujarnya.

Pelaksanaan GEMAR di SMAN 1 Lasusua diikuti oleh para orang tua siswa, dengan partisipasi ayah yang terlihat meningkat dibanding semester sebelumnya. Pihak sekolah mencatat, keterlibatan ayah dalam pengambilan rapor membuka ruang komunikasi yang lebih konstruktif antara keluarga dan sekolah.

Sejumlah guru menyebut, kehadiran ayah membantu penyamaan persepsi terkait pola pembinaan anak di rumah dan di sekolah. Informasi mengenai prestasi, kedisiplinan, hingga tantangan belajar dapat disampaikan secara langsung dan terbuka.

Diskominfo Kolaka Utara mendukung penuh implementasi GEMAR sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga. Pemerintah daerah berharap gerakan ini tidak berhenti pada seremoni pengambilan rapor, tetapi menjadi budaya baru dalam pendampingan pendidikan anak.

“Ketika ayah hadir sejak dini, anak tumbuh dengan rasa aman dan tanggung jawab. Ini fondasi penting untuk membangun generasi yang berkualitas,” tegas Syahlan Launu.

GEMAR diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan di Kolaka Utara sebagai upaya memperkuat peran keluarga dalam mendukung sistem pendidikan. (IS)




Tokoh Pemuda Moronene Desak Polisi Tangkap Pemilik Akun TikTok Diduga Hina Suku Moronene

Kendari, sultranet.com – Aparat penegak hukum (APH) didesak segera menangkap pemilik akun TikTok bernama “Tumpa Dalam” yang diduga melakukan penghinaan terhadap suku Moronene melalui ujaran kasar bernuansa rasis di media sosial. Tindakan tersebut dinilai melukai persatuan dan kesatuan bangsa. Pernyataan itu disampaikan Tokoh Pemuda Moronene sekaligus Ketua DPD Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Sulawesi Tenggara, Mardin Fahrun, kepada awak media di Kota Kendari, Jumat (19/12/2025).

Mardin menyampaikan keprihatinannya atas perilaku pemilik akun tersebut yang dinilai tidak memahami makna persatuan dalam keberagaman bangsa Indonesia. Ia menegaskan, penghinaan terhadap kelompok etnis tertentu tidak bisa dianggap sebagai persoalan sepele karena berpotensi memicu konflik sosial.

“Saya prihatin dengan perilaku seorang oknum yang masih belum paham arti persatuan dan kesatuan bangsa. Para pendiri negeri ini bersusah payah menyatukan seluruh anak bangsa untuk memerdekakan Indonesia,” ujar Mardin.

Menurutnya, komentar bernada kasar yang dilontarkan akun TikTok “Tumpa Dalam” bukan hanya menyerang martabat suku Moronene, tetapi juga mencederai semangat kebangsaan yang dijunjung tinggi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mardin menilai tindakan tersebut sudah memenuhi unsur pelanggaran hukum, khususnya terkait ujaran kebencian dan rasisme. Karena itu, ia mendesak agar aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas dengan memproses pemilik akun tersebut sesuai aturan yang berlaku.

“Jika masih ada yang bersikap rasis, menyebarkan ujaran kebencian, dan memecah belah persatuan, menurut saya harus diproses secara hukum. Termasuk pemilik akun tersebut, harus segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, perbuatan pemilik akun TikTok tersebut telah menyakiti perasaan masyarakat Moronene secara luas. Mardin menyebut hampir seluruh warga Moronene merasa tersinggung atas pernyataan yang beredar di media sosial itu.

“Saya rasa hampir semua orang Moronene pasti tersinggung,” kata Mardin yang juga dikenal sebagai aktivis muda Sulawesi Tenggara.

Meski demikian, Mardin mengimbau agar masyarakat tetap menahan diri dan tidak terpancing emosi. Ia meminta seluruh pihak menyerahkan penanganan kasus tersebut sepenuhnya kepada aparat penegak hukum agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Lebih baik diserahkan kepada penegak hukum supaya pelaku mendapatkan sanksi dan pembinaan sesuai peraturan yang berlaku, dan tidak berkembang menjadi sesuatu yang tidak baik,” ujarnya.

Mardin juga menegaskan akan mengambil langkah lanjutan jika dalam waktu dekat Polres Bombana belum menunjukkan tindakan konkret untuk mengamankan pelaku. Ia menyebut pihaknya siap melakukan konsolidasi besar bersama masyarakat adat Moronene di Sulawesi Tenggara.

“Jika dalam waktu dekat ini Kapolres Bombana tidak mengambil langkah konkret untuk segera mengamankan pelaku, kami akan melakukan konsolidasi akbar bersama keluarga besar masyarakat adat di Sulawesi Tenggara. Kami juga akan bersurat ke Mabes Polri untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Bombana,” pungkasnya. (IS)




Bupati Bombana Tutup HUT ke-22 dengan Malam Ramah Tamah Bersama Warga

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si secara resmi menutup seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Bombana melalui malam ramah tamah bersama masyarakat yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eks MTQ Rumbia, Kamis malam (18/12/2025).

Penutupan HUT Bombana ke-22 tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, Ketua DPRD Bombana Iskandar, S.P, Anggota DPR RI Jaelani, S.IP., M.Si, Anggota DPD RI Wa Ode Rabia Al Adawiyah Ridwan, jajaran Forkopimda, para asisten dan staf ahli bupati, kepala OPD, camat, atlet, seniman, serta ribuan warga Bombana.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta, serta masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyukseskan berbagai perlombaan olahraga dan seni selama rangkaian HUT ke-22 Bombana. Ia menegaskan bahwa perayaan hari jadi daerah bukan sekadar seremonial, tetapi momentum memperkuat kebersamaan dan persatuan masyarakat.

“Rangkaian kegiatan yang telah kita laksanakan, mulai dari olahraga hingga seni, alhamdulillah berjalan dengan baik. Pada malam ini seluruh rangkaian dapat kita tutup bersama. Saya juga memohon maaf apabila selama perayaan hari ulang tahun kabupaten ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan di hati bapak dan ibu,” kata Burhanuddin.

Penyerahan Piala kepada Juara Umum Lomba dalam Rangka HUT Bombana ke 22 Tahun 2025
Penyerahan Piala kepada Juara Umum Lomba dalam Rangka HUT Bombana ke 22 Tahun 2025

Sebagai puncak kegiatan, Bupati Bombana secara langsung menyerahkan piala bergilir juara umum kepada Kecamatan Kabaena Selatan. Kecamatan tersebut berhasil meraih prestasi terbaik dan ditetapkan sebagai juara umum pada perlombaan olahraga dan seni dalam rangka HUT ke-22 Kabupaten Bombana.

Malam ramah tamah penutupan berlangsung semarak dengan suguhan hiburan musik dari artis ibu kota yang disambut antusias oleh masyarakat. Ribuan warga memadati area RTH Eks MTQ Rumbia dan menikmati hiburan hingga akhir acara, menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Kegiatan penutupan ini menjadi simbol kebersamaan seluruh elemen masyarakat Bombana. Atlet, seniman, pelaku UMKM, serta warga dari berbagai kecamatan membaur tanpa sekat, menandai berakhirnya seluruh rangkaian peringatan HUT ke-22 Kabupaten Bombana.

Pemerintah Kabupaten Bombana berharap semangat kebersamaan, sportivitas, dan kreativitas yang terbangun selama peringatan hari jadi daerah dapat terus terjaga dan menjadi energi positif dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan tema HUT ke-22 Bombana, “Berani Berkarya, Agrominapolitan Berkembang, Bombana Maju.” (adv)




Gala Dinner HUT Bombana Jadi Ruang Silaturahmi dan Refleksi Pembangunan Daerah

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar gala dinner dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bombana sebagai bagian dari rangkaian kegiatan perayaan hari jadi daerah. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi lintas generasi kepemimpinan sekaligus refleksi perjalanan pembangunan Bombana sejak awal pemekaran, yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bombana, Rabu malam (17/12/2025).

Gala dinner tersebut dihadiri Bupati Bombana Ir. Burhanuddin, M.Si, para mantan bupati dan wakil bupati, tokoh pejuang pemekaran Kabupaten Bombana, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran para pendahulu dan tokoh pemekaran menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dan penghormatan atas jasa mereka dalam membangun fondasi daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Burhanuddin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada program dan anggaran, tetapi juga membutuhkan persatuan, komunikasi, serta kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kemajuan daerah akan sulit dicapai tanpa adanya rasa saling percaya dan pengertian.

“Pembangunan tidak akan berjalan cepat dan kuat tanpa persatuan, komunikasi, dan kebersamaan di antara kita semua. Pembangunan bisa maju, tetapi tidak akan kencang jika tidak dibarengi dengan kebersamaan dan saling pengertian,” ujar Burhanuddin.

Ia menyebut gala dinner tersebut memiliki makna khusus, karena menjadi ruang pertemuan yang jarang terjadi di tengah kesibukan masing-masing. Momentum kebersamaan ini, kata Burhanuddin, penting untuk merawat hubungan emosional dan memperkuat komitmen bersama membangun Bombana.

“Momentum ini berharga bagi saya pribadi. Tidak sering kita bisa berkumpul dan bertatap muka secara langsung seperti ini. Karena itu, saya mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu untuk hadir,” katanya.

Gala Dinner dalam rangka HUT Bombana ke 22 Tahun
Gala Dinner dalam rangka HUT Bombana ke 22 Tahun

Acara gala dinner dikemas sederhana dengan makan malam bersama dan diskusi santai yang berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Para mantan kepala daerah dan tokoh pemekaran tampak berbincang akrab, berbagi cerita dan pandangan tentang perjalanan Bombana sejak berdiri hingga tantangan pembangunan ke depan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antar generasi, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para tokoh yang telah berkontribusi dalam sejarah Bombana. Pemerintah Kabupaten Bombana menilai silaturahmi semacam ini penting untuk menjaga kesinambungan gagasan dan semangat membangun daerah.

Melalui gala dinner HUT Kabupaten Bombana, pemerintah berharap kebersamaan yang terjalin tidak berhenti pada acara seremonial, tetapi terus berlanjut dalam bentuk dukungan, kolaborasi, dan komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan Bombana yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. (adv)




Karnaval Budaya Meriahkan Hari Jadi ke-22 Bombana, Simbol Harmoni dan Keberagaman

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Karnaval Budaya sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kabupaten Bombana ke-22 Tahun 2025 yang berlangsung meriah di Alun-Alun Masjid Agung Bombana dan menampilkan keberagaman budaya masyarakat dari berbagai latar belakang suku, Rabu (17/12/2025).

Karnaval budaya tersebut diikuti oleh kontingen dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bombana, termasuk rukun adat dari berbagai suku yang hidup berdampingan di wilayah tersebut. Para peserta tampil dengan busana adat khas masing-masing daerah serta mempersembahkan berbagai kesenian tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya dan identitas lokal Bombana.

Bupati Bombana Ir. Burhanuddin, M.Si hadir langsung dan membuka kegiatan tersebut. Turut mendampingi Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si serta Ketua DPRD Kabupaten Bombana Iskandar, S.P, bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa karnaval budaya bukan sekadar hiburan atau perayaan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah. Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki Bombana merupakan kekuatan yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Karnaval budaya ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama untuk melestarikan, menjaga, dan mengembangkan kekayaan budaya daerah. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif lokal,” kata Burhanuddin.

Ia berharap karnaval budaya dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya lokal. Dengan mengenal budayanya sendiri, generasi muda diharapkan mampu menjadi penjaga nilai-nilai tradisi sekaligus agen promosi budaya Bombana ke tingkat yang lebih luas.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, karnaval ini juga dinilai memiliki dampak ekonomi. Kehadiran ribuan warga dan tamu dari berbagai wilayah turut menggerakkan sektor UMKM, kuliner, dan jasa kreatif yang tumbuh di sekitar lokasi kegiatan.

Sepanjang pelaksanaan karnaval, suasana berlangsung semarak dan tertib. Warga tampak antusias menyaksikan parade budaya yang menampilkan ragam tarian tradisional, musik daerah, hingga simbol-simbol adat yang menggambarkan harmoni kehidupan masyarakat Bombana yang majemuk.

Karnaval Budaya menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Bombana. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap semangat persatuan dalam keberagaman terus terjaga, sekaligus mendorong Bombana menjadi daerah yang maju dengan tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya lokal. (adv)




Bupati Bombana Tutup Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II 2025, Bukari FC Juara

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Tahun 2025 yang digelar di Stadion Sepak Bola Bombana, disaksikan ribuan pecinta sepak bola yang memadati stadion, Rabu sore (17/12/2025).

Penutupan turnamen tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, jajaran Askab PSSI Bombana, panitia pelaksana, wasit, official tim, serta masyarakat dari berbagai kecamatan.

Pada kesempatan itu, Bupati Bombana secara langsung menyerahkan hadiah kepada tim-tim terbaik yang berhasil meraih prestasi setelah melalui rangkaian pertandingan yang berlangsung selama beberapa pekan. Bukari FC dari zona Poleang keluar sebagai juara pertama, disusul Cappa Ujung FC dari zona Poleang sebagai juara kedua. Sementara itu, posisi juara ketiga diraih Puma Mega Buana FC dari zona Kabaena dan juara keempat ditempati Batuawu FC dari zona Kabaena.

Selain penghargaan tim, panitia juga menyerahkan apresiasi kepada pemain terbaik secara individu. Rahmat Hidayat dari Cappa Ujung FC dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak atau Top Score. Penghargaan Kiper Terbaik diraih Zulkifli Audillah, juga dari Cappa Ujung FC, sedangkan gelar Pemain Muda Terbaik disabet Muh. Haikal dari Bukari FC.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, Askab PSSI Bombana, wasit, official tim, serta para pemain yang telah berpartisipasi dan menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung. Ia menilai Bupati Cup bukan sekadar kompetisi, tetapi menjadi ajang pembinaan dan pemersatu masyarakat.

“Turnamen ini bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang semangat kebersamaan, sportivitas, dan pembinaan atlet sepak bola kita. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini dengan aman dan tertib,” ujar Burhanuddin.

Ia berharap turnamen sepak bola seperti Bupati Cup dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai ruang lahirnya talenta-talenta muda Bombana. Menurutnya, pembinaan sejak tingkat daerah menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.

Turnamen Sepak Bola Bupati Cup II Tahun 2025 diikuti oleh sejumlah tim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bombana. Seluruh pertandingan berjalan lancar, aman, dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang hadir langsung di stadion maupun yang mengikuti dari berbagai wilayah.

Pelaksanaan turnamen ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendukung pengembangan olahraga, khususnya cabang sepak bola. Selain meningkatkan prestasi atlet, kegiatan ini juga dinilai efektif dalam mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap daerahnya.

Dengan berakhirnya Bupati Cup II Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap semangat sportivitas dan kebersamaan yang terbangun selama turnamen dapat terus terjaga, sekaligus menjadi energi positif bagi kemajuan olahraga dan pembangunan sumber daya manusia di Bombana. (adv)




Pameran Pembangunan dan One Village One Product Meriahkan HUT ke-22 Bombana

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si secara resmi membuka Pameran Pembangunan dan Program Satu Desa Satu Produk atau One Village One Product (OVOP) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bombana ke-22, yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eks MTQ Rumbia, Senin malam (15/12/2025).

Pameran tersebut diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah serta perwakilan desa se-Kabupaten Bombana. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Bombana ke-22 dan turut dihadiri Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., Wakil Ketua TP PKK Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM., jajaran Forkopimda, asisten dan staf ahli bupati, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Usai membuka kegiatan, Bupati dan Wakil Bupati Bombana meninjau langsung sejumlah stand pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan desa. Produk yang dipamerkan meliputi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, olahan UMKM, hingga kerajinan khas daerah yang menjadi identitas masing-masing desa.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Burhanuddin menegaskan bahwa pameran pembangunan dan program Satu Desa Satu Produk merupakan wadah strategis untuk mempromosikan sekaligus mengembangkan potensi unggulan desa. Ia menilai setiap desa memiliki kekuatan lokal yang perlu terus didorong agar mampu bersaing dan memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Pameran ini menjadi ruang bagi desa untuk menampilkan potensi terbaiknya. Melalui program Satu Desa Satu Produk, kita mendorong inovasi, peningkatan kualitas produk, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di tingkat desa,” kata Burhanuddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian peringatan HUT Kabupaten Bombana ke-22. Menurutnya, rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak November 2025 tersebut menjadi cerminan semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, perangkat daerah, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah mendukung rangkaian HUT Bombana ke-22. Puncak perayaan akan kita laksanakan pada 18 Desember mendatang,” ujarnya.

Pameran pembangunan ini tidak hanya menampilkan capaian program pemerintah daerah, tetapi juga menjadi sarana promosi produk unggulan desa berbasis potensi lokal. Program Satu Desa Satu Produk dinilai sebagai langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendorong kemandirian ekonomi desa dan penguatan UMKM.

Melalui pameran ini, setiap desa didorong memiliki produk unggulan yang menjadi ciri khas dan daya saing wilayah. Kehadiran pameran tersebut juga memberi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai potensi desa sekaligus membuka peluang kemitraan usaha.

Selain sebagai sarana promosi dan edukasi, pameran pembangunan ini menjadi ajang silaturahmi dan hiburan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat. (adv)