PKB Bombana Ucapkan Selamat kepada Burhanuddin-Yani, Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan

Jakarta, sultranet.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bombana secara resmi mengucapkan selamat kepada Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si atas pelantikannya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bombana periode 2024-2029. Sebagai partai pengusung utama sekaligus pemenang Pemilu 2024 di Kabupaten Bombana, PKB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemerintahan yang baru, terutama dalam merealisasikan program 100 hari kerja pasca pelantikan. Jumat (21/2)

Ketua DPC PKB Bombana, Iskandar, S.P., yang juga merupakan Ketua DPRD Bombana periode 2024-2029, menyatakan bahwa PKB akan berperan aktif dalam memastikan kebijakan yang diambil oleh Burhanuddin-Yani berjalan sesuai visi-misi yang telah dicanangkan sejak awal pencalonan. Menurutnya, kemenangan pasangan ini adalah hasil dari kerja keras seluruh tim dan dukungan penuh masyarakat Bombana yang menginginkan perubahan.

“Kami mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Bombana yang baru dilantik. Ini adalah kemenangan rakyat Bombana yang menginginkan perubahan dan kemajuan daerah. Sebagai partai pengusung utama, PKB akan terus berkomitmen membantu merealisasikan program-program strategis, terutama dalam 100 hari kerja pertama pasca pelantikan,” ujar Iskandar, yang juga merupakan anggota DPRD Bombana dari daerah pemilihan (Dapil) Kabaena.

Pasangan Burhanuddin-Yani mencatat kemenangan signifikan dalam Pilkada Bombana 2024 dengan meraih suara terbanyak, mengungguli kandidat lain yang juga bersaing ketat dalam kontestasi politik daerah. Sejak awal, PKB memainkan peran kunci dalam mengusung dan mengawal pasangan ini, baik dalam proses pencalonan, strategi kampanye, hingga pengawalan suara di tingkat KPU. Dengan basis suara yang kuat dan mesin politik yang solid, PKB menjadi salah satu faktor utama yang membawa pasangan Burhanuddin-Yani meraih kemenangan mutlak.

Selain PKB, pasangan Burhanuddin-Yani juga diusung oleh Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo, Partai Ummat, dan Partai Garuda. Gabungan kekuatan politik dari sembilan partai pengusung ini menjadi fondasi utama dalam pemenangan, yang terlihat dari solidnya dukungan di berbagai kecamatan selama masa kampanye.

Setelah melalui tahapan Pilkada yang panjang, KPU Bombana akhirnya menetapkan Burhanuddin-Yani sebagai pemenang Pilkada 2024. Momentum ini kemudian disusul dengan pelantikan resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Jakarta serentak dengan ratusan kepala daerah lainnya di Indonesia, menandai dimulainya era baru kepemimpinan di Bombana.

Sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak di Bombana, PKB menegaskan bahwa sinergi antara eksekutif dan legislatif akan terus diperkuat guna memastikan program-program pembangunan berjalan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Iskandar menekankan bahwa PKB akan tetap menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan-kebijakan pemerintah daerah agar tetap berpihak kepada rakyat.

“Sebagai Ketua DPRD Bombana, saya pastikan bahwa seluruh kebijakan yang diambil harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Kami akan mengawal setiap program pembangunan agar berjalan sesuai visi-misi yang telah disusun sejak awal,” tambahnya.

PKB juga menegaskan komitmennya dalam membantu pemerintah daerah mencapai target-target pembangunan, terutama dalam 100 hari pertama pasca pelantikan. Program-program prioritas seperti peningkatan infrastruktur, kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan kesehatan akan menjadi fokus utama yang akan dikawal oleh PKB bersama eksekutif.

Dengan dukungan penuh dari PKB dan partai-partai pengusung lainnya, serta sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif, diharapkan kepemimpinan Burhanuddin-Yani mampu membawa perubahan positif dan kemajuan yang signifikan bagi Kabupaten Bombana dalam lima tahun ke depan.




Desa Wisata Bombana Siap Berkembang, Dispar Gelar Workshop Penguatan

Bombana, sultraenet.com  – Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana menggelar Workshop Pengembangan Desa Wisata Tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Vila Tanjung Tapulaga, Kabupaten Konawe, selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Februari 2025, dengan melibatkan perwakilan desa, pelaku usaha pariwisata, serta pemangku kepentingan terkait. Kamis (20 Februari 2025 )

Workshop ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, Belli Harli Tombili, SE., M.Si, yang menekankan pentingnya pengelolaan desa wisata yang profesional dan berkelanjutan. “Pengembangan desa wisata harus dilakukan dengan pendekatan strategis agar mampu menarik wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” ujarnya dalam sambutan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan strategi pengelolaan desa wisata yang berkelanjutan serta meningkatkan daya saing pariwisata lokal.

“Kami ingin desa-desa di Bombana menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Sinergi antara pemerintah, pelaku wisata, dan masyarakat sangat diperlukan dalam mewujudkan hal ini,” kata Anisa.

Workshop ini menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya, antara lain:

  1. Dr. Zulfadly Urufi, ST., M.Eng (Ahli Utama Perencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Institut Teknologi ITENAS Bandung),
  2. Muh Amari Amrin, STP., M.Si (Kepala Bidang Industri dan Destinasi Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara),
  3. Ahmad Nizar, S.Kom (Ketua Asosiasi Desa Wisata Sulawesi Tenggara),
  4. A. Mujur, SH (Kepala Desa Sani-Sani yang mewakili Sulawesi Tenggara dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023).

Materi yang disampaikan mencakup strategi pemasaran digital, pengelolaan homestay, penguatan ekonomi kreatif, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi dan berharap agar program pelatihan serta pendampingan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Salah satu peserta, Andi, perwakilan dari desa wisata di Bombana, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Workshop ini sangat bermanfaat bagi kami yang sedang mengembangkan desa wisata. Kami berharap ada pendampingan lebih lanjut agar ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan di desa kami,” ujarnya.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan desa wisata di Kabupaten Bombana dapat berkembang lebih pesat dan menjadi destinasi yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong inovasi di sektor pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi berbasis wisata.




Dinas Ketahanan Pangan Bombana Dukung Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bhabinkamtibmas

Bombana, sultranet.com – Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Safruddin Ratta, S.P., M.A.P., menjadi narasumber dalam Pelatihan Peningkatan Kemampuan Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas Polres Bombana guna mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini berlangsung di Café Grand Lampusui dan dihadiri oleh Kapolres Bombana, Wakapolres, para Kabag, Kasat, serta Kanit dan Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah Polsek Bombana. Kamis, 20 Februari 2025.

Dalam pemaparannya, Safruddin Ratta menjelaskan bahwa ketahanan pangan memiliki empat pilar utama, yaitu kecukupan ketersediaan pangan, stabilisasi ketersediaan pangan, keterjangkauan pangan, dan kualitas atau mutu pangan. Ia menekankan bahwa keluarga dapat berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan cara memanfaatkan lahan pekarangan, mengatur ekonomi keluarga agar mampu memenuhi kebutuhan pangan, melakukan diversifikasi pangan, serta memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur untuk pertanian dan peternakan.

“Pemanfaatan lahan pekarangan sangat penting dalam menjamin ketersediaan pangan yang beragam. Selain itu, masyarakat dapat menanam tanaman pangan dan hortikultura, serta memelihara ternak dan ikan air tawar untuk mendukung ketahanan pangan keluarga,” ujar Safruddin Ratta.

Ia juga menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah bertanggung jawab dalam mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.

Lebih lanjut, Safruddin menjelaskan bahwa kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan bagi masyarakat. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui budidaya tanaman yang berorientasi pasar.

Para peserta pelatihan menyambut baik materi yang disampaikan dan berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan peran Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas dalam mendukung ketahanan pangan semakin optimal, sehingga dapat membantu pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dalam hal pangan. Pemerintah Kabupaten Bombana pun berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan kebijakan yang memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.




Pelatihan Ketahanan Pangan, Polres Bombana Siap Dukung Budidaya Jagung

Bombana, sultranet.com – Polres Bombana menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan bagi Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas dalam mendukung ketahanan pangan. Kegiatan ini berlangsung di Cafe Grand Lampusui, Kasipute, pada Kamis, 20 Februari 2025.

Pelatihan tersebut menghadirkan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan Bombana, Hasbi, SP., M.M., sebagai narasumber utama. Acara dibuka langsung oleh Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., serta dihadiri oleh Wakapolres, para kabag, kasat, kanit, dan personel Bhabinkamtibmas dari seluruh wilayah Polsek Bombana.

Dalam pemaparannya, Hasbi menekankan pentingnya keterlibatan aparat kepolisian dalam mendukung program ketahanan pangan, khususnya dalam budidaya tanaman jagung. “Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, tetapi juga perlu didukung oleh semua pihak, termasuk kepolisian sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Materi yang disampaikan mencakup tahapan budidaya jagung, mulai dari pemilihan varietas unggul, persiapan lahan, teknik penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen yang optimal. Menurut Hasbi, pemilihan varietas sangat menentukan hasil panen, sehingga diperlukan seleksi yang cermat berdasarkan ketahanan terhadap hama, penyakit, serta kondisi tanah dan cuaca.

“Dalam menyiapkan lahan, kita bisa menggunakan dua metode, yaitu olah tanah sempurna (OTS) untuk tanah dengan kadar liat tinggi dan tanpa olah tanah (TOT) bagi lahan yang lebih gembur. Pemupukan organik juga penting untuk meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen,” jelasnya.

Selain itu, Hasbi juga menjelaskan strategi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dengan penggunaan herbisida yang tepat serta teknik penyemprotan yang aman. Penyakit utama yang sering menyerang tanaman jagung, seperti bulai dan jamur fusarium, dapat dicegah dengan perlakuan benih menggunakan pestisida khusus serta aplikasi fungisida pada waktu yang tepat.

Pada sesi diskusi, sejumlah peserta menyampaikan berbagai pertanyaan terkait tantangan yang dihadapi petani di wilayah Bombana, termasuk kendala cuaca dan ketersediaan pupuk. Salah satu peserta, Bripka Andi, Bhabinkamtibmas dari Polsek Rumbia, menanyakan solusi terhadap serangan hama penggerek batang yang kerap mengurangi hasil panen.

“Serangan penggerek batang dapat dikendalikan dengan pemberian insektisida jenis carbofuran pada pucuk tanaman. Selain itu, pemantauan rutin juga diperlukan untuk memastikan tidak ada penyebaran hama dalam skala luas,” jawab Hasbi.

Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif pelatihan ini. Menurutnya, program ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap setelah pelatihan ini, Bhabinkamtibmas dapat menjadi penggerak dan pendamping bagi para petani dalam mengembangkan usaha pertanian, khususnya jagung, yang menjadi salah satu komoditas andalan di Bombana,” kata Kapolres.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Polres Bombana dapat semakin aktif dalam mendukung sektor pertanian melalui peran Bhabinkamtibmas di setiap wilayah binaannya. Sinergi antara kepolisian dan petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.




Resmi Dilantik, Burhanuddin-Ahmad Yani Siap Wujudkan Harapan Masyarakat

Jakarta, sultranet.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi melantik kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pelantikan tersebut, sebanyak 961 pejabat daerah diambil sumpahnya, termasuk 33 gubernur dan wakil gubernur, 363 bupati dan wakil bupati, serta 85 wali kota dan wakil wali kota. Salah satu yang dilantik adalah Bupati dan Wakil Bupati Bombana terpilih, Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, yang akan memimpin Bombana untuk periode 2025-2030. Kamis, 20 Februari 2025.

Pelantikan ini menandai awal kepemimpinan baru di Kabupaten Bombana setelah sebelumnya dipimpin oleh Penjabat (Pj.) Bupati Drs. Edy Suharmanto, M.Si. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diawali dengan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Dalam pidatonya, Presiden menegaskan pentingnya peran kepala daerah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat di atas segala kepentingan politik.

“Para kepala daerah harus bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas terhadap rakyat. Jangan hanya mengedepankan kepentingan politik, tetapi utamakan kesejahteraan masyarakat,” ujar Prabowo.

Usai pelantikan, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin menyampaikan rasa syukurnya atas amanah yang diberikan oleh masyarakat. Ia berkomitmen untuk mewujudkan Bombana yang lebih maju dan berdaya saing dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, sektor pertanian, dan perikanan.

“Kami ingin Bombana menjadi kabupaten yang mandiri. Pembangunan infrastruktur, peningkatan sektor pertanian dan perikanan, serta optimalisasi pelayanan publik akan menjadi prioritas utama kami,” kata Burhanuddin.

Wakil Bupati Ahmad Yani menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi-misi yang telah mereka susun.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat, tokoh adat, serta generasi muda akan menjadi kekuatan utama kami dalam menjalankan program pembangunan,” tuturnya.

Pelantikan serentak ini menjadi momen bersejarah, karena untuk pertama kalinya seluruh kepala daerah dilantik bersamaan di Istana Kepresidenan. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, serta tamu undangan lainnya.

Setelah pelantikan, seluruh kepala daerah dijadwalkan mengikuti program retret di Lembah Tidar, Akademi Militer Magelang, mulai 21 hingga 28 Februari 2025. Program ini bertujuan untuk memperkuat integritas dan komitmen mereka dalam mengemban amanah yang telah dipercayakan oleh rakyat.

Dengan pelantikan ini, diharapkan kepemimpinan Burhanuddin dan Ahmad Yani dapat membawa perubahan positif serta kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Bombana. Program-program strategis yang telah dirancang diharapkan dapat diwujudkan secara nyata demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan.




Distan, Ketapang dan Polres Bombana Kolaborasi Gelar Pelatihan Ketahanan Pangan

Bombana, sultranet.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Kepolisian Resor (Polres) Bombana menggelar pelatihan peningkatan kapasitas untuk jajaran Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas. Kegiatan ini berlangsung di Café Grand Lampusui, Kamis, 20 Februari 2025.

Pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Bombana, Wakapolres, para Kabag, Kasat, Kanit serta seluruh Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah hukum Polres Bombana.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Bombana, Safruddin Ratta, S.P., M.A.P., hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

“Ada empat pilar utama dalam ketahanan pangan, yaitu kecukupan ketersediaan, stabilisasi, keterjangkauan, dan mutu pangan. Semua pihak, termasuk aparat keamanan, punya peran strategis dalam memastikan hal ini berjalan dengan baik,” ujar Safruddin di hadapan peserta pelatihan.

Ia juga menjelaskan bahwa keluarga menjadi garda terdepan dalam menciptakan ketahanan pangan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan, mengatur pengeluaran rumah tangga agar bisa memenuhi kebutuhan pangan yang sehat, melakukan diversifikasi konsumsi, serta mengelola lahan tidur untuk pertanian dan peternakan skala kecil.

Lebih lanjut, Safruddin mengutip Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi yang menjadi dasar hukum kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, tetapi perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat termasuk aparat kepolisian.

Kapolres Bombana juga menyampaikan dukungannya atas pelatihan ini. Ia menilai peran Bhabinkamtibmas di tingkat desa sangat vital dalam mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya lokal untuk mencukupi kebutuhan pangan.

“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor seperti ini. Harapannya, personel kami bisa ikut mengedukasi warga dalam menjaga kemandirian pangan, terutama di desa-desa yang punya potensi pertanian dan peternakan,” katanya.

Pelatihan ini juga menjadi sarana diskusi bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan. Dalam sesi tanya jawab, beberapa Bhabinkamtibmas mengusulkan agar pelatihan serupa dilakukan secara rutin agar pemahaman mereka terhadap program ketahanan pangan semakin mendalam.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para aparat desa memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mengedukasi masyarakat, sekaligus berperan aktif sebagai pendamping dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah tugas masing-masing.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam mendukung agenda besar nasional di bidang pangan, dengan pendekatan yang edukatif dan partisipatif.




Presiden Prabowo Lantik Bupati dan Wakil Bupati Bombana Periode 2025-2030

Jakarta, sultranet.com – Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Prabowo Subianto, secara resmi melantik Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bombana periode 2025-2030 bersama kepala daerah lainnya hasil Pilkada 2024. Prosesi pelantikan serentak ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang Kepala Negara melantik secara langsung 961 kepala daerah dari 481 wilayah di Indonesia. Rinciannya, sebanyak 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati dan 362 wakil bupati, serta 85 wali kota dan 85 wakil wali kota. Kamis, 20 Februari 2025.

Pelantikan ini menandai dimulainya masa jabatan bagi pasangan terpilih di Bombana, yakni Ir. H. Burhanuddin, M.Si sebagai Bupati dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si sebagai Wakil Bupati. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat negara serta tamu undangan dari berbagai kalangan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo berpesan agar para kepala daerah yang baru dilantik menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan komitmen untuk memajukan daerah masing-masing serta mensejahterakan rakyat. Ia menegaskan bahwa kepala daerah adalah pelayan rakyat yang harus bekerja tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat.

“Saudara-saudara, saya ingin ingatkan atas nama Negara dan Bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih untuk menjadi pelayan rakyat, abdi rakyat. Saudara harus membela kepentingan rakyat, menjaga kesejahteraan mereka, dan berjuang untuk kehidupan yang lebih baik. Walaupun kita berasal dari partai, agama, dan suku yang berbeda-beda, kita tetap satu dalam keluarga besar Nusantara, Republik Indonesia. Kita adalah keluarga besar Merah Putih, keluarga besar Bhinneka Tunggal Ika,” tegas Presiden dalam pidatonya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes., turut hadir menyaksikan pelantikan tersebut. Ia menyatakan optimismenya bahwa kepemimpinan Burhanuddin dan Ahmad Yani akan mampu menjalankan amanah yang diberikan Presiden untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bombana.

“Insya Allah, kepemimpinan Bapak Burhanuddin dan Ahmad Yani akan membawa kemajuan bagi Bombana dengan tetap menjaga keharmonisan dalam keberagaman masyarakatnya,” ujar Sunandar. Ia juga mengucapkan selamat kepada pasangan tersebut atas pelantikan mereka sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bombana periode 2025-2030.

Dengan pelantikan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana memasuki era baru dalam kepemimpinan daerah. Harapan besar disematkan pada pasangan Burhanuddin dan Ahmad Yani untuk menghadirkan kebijakan yang pro-rakyat serta membawa perubahan positif bagi daerah tersebut. Program pembangunan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan sektor ekonomi lokal menjadi tantangan utama yang diharapkan dapat diwujudkan selama masa jabatan mereka.

Masyarakat Bombana pun menyambut pelantikan ini dengan harapan besar. Berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, pemuda, dan pelaku usaha, menaruh ekspektasi agar pemimpin baru ini mampu merealisasikan visi dan misinya untuk kemajuan daerah. Dukungan penuh diharapkan dari seluruh elemen masyarakat agar pemerintahan yang baru berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat Bombana.




Talenta Digital dan Keamanan Siber: Pilar Daya Saing Indonesia

Jakarta, sultranet.com – Dalam menghadapi tantangan global di era digital, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa pengembangan talenta digital dan penguatan keamanan siber merupakan fondasi utama untuk melindungi data pribadi dan meningkatkan daya saing Indonesia. (19/2/2025)

Pemerintah telah menetapkan strategi komprehensif guna memastikan bahwa Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) tidak hanya menjadi payung hukum, melainkan juga diimplementasikan secara nyata melalui tata kelola yang efektif.

Meutya Hafid menyampaikan bahwa komitmen manajemen, pembentukan tim khusus PDP, dan peningkatan kompetensi SDM merupakan langkah krusial untuk menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks. Dalam upaya menciptakan budaya sadar perlindungan data, pendekatan data protection by design and by default harus diterapkan di setiap sistem digital. Hal ini diharapkan agar keamanan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi bagian integral dari inovasi teknologi yang berkelanjutan.

Selain itu, Menteri Komunikasi dan Digital menyoroti pentingnya membangun ekosistem talenta digital yang mumpuni. Kerjasama strategis dengan perusahaan teknologi global seperti Google dan Microsoft telah menghasilkan puluhan ribu talenta lokal yang kini berkontribusi di berbagai sektor, khususnya di bidang keamanan siber.

Program-program pengembangan seperti workshop, seminar, dan pelatihan intensif telah dijalankan untuk memastikan bahwa talenta digital Indonesia tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga di kancah internasional. Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan data sebagai aset strategis yang, menurut Harvard Business Review, memiliki peran penting dalam kelangsungan bisnis dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Upaya pemerintah dalam memperkuat sistem keamanan siber juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Langkah ini tidak hanya melibatkan penguatan infrastruktur digital, tetapi juga penyusunan regulasi yang responsif terhadap dinamika ancaman siber.

Dengan peningkatan kapasitas teknis dan sumber daya manusia yang handal, Indonesia diharapkan dapat menciptakan ruang digital yang aman dan terpercaya. Peningkatan keamanan data akan meningkatkan kepercayaan publik serta mendorong investasi di sektor teknologi, yang pada gilirannya mendongkrak daya saing bangsa di era digital global.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan, “Indonesia telah memiliki UU PDP, dan dengan strategi konkret serta tata kelola yang baik, kita dapat memastikan perlindungan data yang lebih kuat dan terpercaya. Dibutuhkan komitmen manajemen, pembentukan tim khusus PDP, serta peningkatan kompetensi SDM agar kita benar-benar siap menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.”

Dalam kesempatan yang sama, beliau menambahkan, “Dulu, hanya segelintir orang yang bisa meretas sistem. Sekarang, keahlian dalam meretas telah berkembang pesat. Orang Indonesia dikenal kreatif dan cepat beradaptasi dengan teknologi, dan potensi ini harus diarahkan untuk membangun ekosistem digital yang lebih aman.”

Lebih lanjut, Meutya Hafid menekankan, “Mengamankan data bukan sekadar kebutuhan teknis, ini adalah strategi bertahan hidup di era digital. Jika kita gagal menjaga aset data, kita bisa kehilangan lebih dari sekadar informasi—kita berisiko kehilangan masa depan bisnis dan bangsa.”

Sebagai penutup, sinergi antara pengembangan talenta digital dan penguatan keamanan siber menjadi kunci bagi Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan digital dan meningkatkan kepercayaan publik. Dengan dukungan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis bahwa ekosistem digital yang inklusif dan inovatif akan terwujud, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan keamanan siber dan SDM yang unggul, Indonesia siap menghadapi tantangan global dan meraih keunggulan kompetitif di era digital yang terus berkembang.




Sekda Sultra Hadiri Silaturahmi Pemprov Bersama Kepala Daerah Terpilih 2025-2030

JAKARTA, sultranet.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, mewakili Pj. Gubernur Sultra, Komjen Pol (P) DR. (H.C.) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H, menghadiri acara silaturahmi Pemerintah Provinsi Sultra bersama kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih periode 2025-2030, Rabu malam (19/2/2025), di Jakarta.

Acara ini diinisiasi oleh Gubernur Sultra terpilih, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, yang hadir bersama istrinya. Turut hadir pula Wakil Gubernur Sultra terpilih, Ir. Hugua, M.Ling, beserta istri, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sultra, serta para bupati dan wali kota terpilih beserta pasangan masing-masing. Sejumlah pejabat Pemprov dan Pemkab/Pemkot se-Sultra juga mengikuti kegiatan ini.

Sekda Sultra menyambut baik acara tersebut sebagai ajang bagi para kepala daerah terpilih untuk bertemu dan menjalin koordinasi sebelum pelantikan. Menurutnya, setelah dilantik, para kepala daerah akan langsung menghadapi padatnya agenda pemerintahan.

“Setelah pelantikan, mereka akan mengambil alih kendali pemerintahan dengan jadwal yang sangat sibuk. Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi momen penting untuk membangun sinergi,” ujar Asrun Lio.

Ketua panitia kegiatan, yang juga Kepala Biro Pemerintahan Setda Pemprov Sultra, menjelaskan bahwa acara berlangsung di Nusantara Ballroom, Hotel Sari Pacific Jakarta. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat koordinasi dalam pembangunan daerah.

Rangkaian acara mencakup santap malam bersama, laporan panitia, sambutan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra terpilih, serta perkenalan para kepala daerah terpilih. Acara ditutup dengan doa dan foto bersama.

Gubernur Sultra terpilih, Andi Sumangerukka, mengapresiasi panitia atas penyelenggaraan acara yang memungkinkan para kepala daerah terpilih untuk bertemu sebelum pelantikan dan orientasi di Magelang.

“Setelah ini, kita semua akan kembali ke daerah masing-masing dengan tugas yang padat. Karena itu, silaturahmi ini penting untuk membangun kebersamaan dan koordinasi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kekompakan dalam menghadapi tantangan pembangunan di Sultra. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Saya dan Pak Hugua siap membuka diri dan bekerja sama dengan semua kepala daerah. Dengan adanya penghematan anggaran dari pusat, kita perlu membentuk klaster pembangunan agar lebih efektif,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra terpilih, Ir. Hugua, menegaskan komitmennya untuk mendukung gubernur dalam membangun Sultra. Ia juga mengajak semua kepala daerah terpilih untuk bersinergi dalam menjalankan program pemerintahan.

Beberapa kepala daerah terpilih turut memberikan pernyataan kesiapan mendukung program Pemprov Sultra. Wali Kota Kendari terpilih, Hj. Siska Karina Imran, menyampaikan apresiasi atas fasilitasi yang diberikan selama di Jakarta. Bupati Wakatobi terpilih berharap daerahnya mendapat perhatian khusus karena merupakan wilayah terluar Sultra. Bupati Konawe terpilih menyoroti pentingnya koordinasi antara daerah dengan Pemprov, sedangkan Bupati Buton Selatan terpilih menutup dengan pantun yang mengajak untuk menjaga kebersamaan.

Acara ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara Pemprov dan kepala daerah terpilih demi pembangunan Sulawesi Tenggara yang lebih maju.




DPPKB Bombana Ikuti FGD Finalisasi Data Kabupaten Dalam Angka 2025

Bombana, sultranet.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana turut serta dalam Forum Group Discussion (FGD) Finalisasi Data Kabupaten Bombana Dalam Angka dan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I Tahun 2025. Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bombana ini berlangsung di Aula Rapat Kantor BPS Bombana pada Rabu (19/02/2025).

FGD ini diikuti oleh 15 admin data sektoral dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana. Tujuannya adalah untuk memastikan akurasi dan sinkronisasi data yang akan disajikan dalam publikasi resmi “Kabupaten Bombana Dalam Angka 2025” yang dijadwalkan terbit pada 28 Februari 2025.

Kepala BPS Kabupaten Bombana, Musdin, S.ST, yang membuka langsung kegiatan tersebut menegaskan pentingnya FGD sebagai bagian dari implementasi program Satu Data Indonesia yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019. “FGD ini merupakan pertemuan penting untuk memastikan keseragaman dan validitas data sebelum diterbitkan secara resmi. Sebagai wali data, kami bekerja sama dengan OPD untuk melakukan kroscek dan finalisasi agar tidak terjadi perbedaan data dalam publikasi nantinya,” ujar Musdin.

Selain diskusi dan validasi data, kegiatan ini juga mencakup sesi pemaparan materi dari BPS Bombana terkait standar penyusunan statistik sektoral. Setiap OPD, termasuk DPPKB, memiliki peran strategis sebagai penghasil data yang bertanggung jawab dalam menyajikan informasi yang akurat dan berkualitas sesuai dengan standar nasional.

Dalam diskusi yang berlangsung, para peserta membahas berbagai tantangan dalam pengelolaan data sektoral, termasuk upaya meningkatkan integrasi dan keterpaduan data antar-instansi. Keterlibatan DPPKB Bombana dalam FGD ini menjadi bagian dari komitmen instansi tersebut dalam mendukung program Satu Data Indonesia, khususnya dalam penyajian data kependudukan dan program keluarga berencana.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pengelolaan data statistik di Kabupaten Bombana semakin optimal, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah yang berbasis data. Dengan koordinasi yang kuat antara BPS, OPD, dan instansi terkait, publikasi “Kabupaten Bombana Dalam Angka 2025” diharapkan dapat memberikan gambaran statistik yang akurat dan komprehensif mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan demografi di daerah ini.