Bombana Terapkan Presensi Digital untuk Tingkatkan Disiplin Pegawai

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus berinovasi dalam meningkatkan kedisiplinan dan efisiensi kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan menerapkan sistem presensi digital berbasis Android. Langkah ini merupakan bagian dari modernisasi manajemen kehadiran pegawai guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel. (21/1)

Aplikasi presensi ini memungkinkan pegawai melakukan absensi secara real-time di lokasi yang telah ditentukan menggunakan perangkat Android. Sistem ini juga didukung teknologi GPS dan pengenalan wajah (face recognition) untuk memastikan keakuratan data serta mencegah potensi kecurangan dalam pencatatan kehadiran. Selain itu, data absensi yang tersimpan secara digital memudahkan pemantauan dan evaluasi oleh pihak terkait tanpa harus melakukan rekap manual.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana, Deddy Fan Alva Slamet, menegaskan bahwa penerapan sistem ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan pegawai sekaligus meminimalisir potensi pelanggaran absensi. “Kami ingin menciptakan sistem yang lebih transparan dan efisien dalam pengelolaan kehadiran ASN. Dengan teknologi ini, pegawai tidak lagi bisa melakukan titip absen, sehingga kedisiplinan mereka benar-benar terukur,” ujarnya.

Meski menawarkan banyak manfaat, penerapan presensi digital ini juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur jaringan internet yang belum merata di beberapa wilayah Bombana. Selain itu, tidak semua pegawai memiliki perangkat Android yang kompatibel atau pemahaman teknologi yang cukup, sehingga diperlukan sosialisasi dan pelatihan lebih lanjut.

Deddy Fan Alva Slamet menambahkan bahwa keamanan data pegawai juga menjadi perhatian utama dalam implementasi sistem ini. “Kami memastikan bahwa data kehadiran ASN terlindungi dengan baik dan tidak disalahgunakan. Keamanan sistem akan terus kami evaluasi agar tetap sesuai dengan standar perlindungan data yang berlaku,” jelasnya.

Pemda Bombana optimistis bahwa dengan optimalisasi sistem ini, kinerja aparatur pemerintahan akan semakin meningkat. Tidak hanya menciptakan kedisiplinan dalam bekerja, tetapi juga mempermudah proses administrasi kepegawaian. “Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan profesionalisme ASN serta memberikan pelayanan publik yang lebih baik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, sistem presensi digital di Kabupaten Bombana diharapkan menjadi solusi efektif dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih modern dan transparan.




Pemkab Bombana dan Polri Tanam Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana bersama Kepolisian Resor (Polres) Bombana melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak satu juta hektare di lahan pertanian Kelompok Tani (Poktan) Mappadeceng, Desa Lomba Kasih, Kecamatan Lantari Jaya. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional yang dicanangkan dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. ( 21/1/2025)

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.IK, Asisten II Pemkab Bombana Musdalifa, perwakilan Dandim 1431 Bombana, perwakilan Danpospal Bombana, perwakilan Kejaksaan Negeri Bombana, Kepala Bulog Bombana, Sekretaris Dinas Pertanian Bombana Harno, S.KM., M.Kes., Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Penyuluhan, Kabid Perkebunan, Camat Lantari Jaya, Kepala Desa Lomba Kasih, serta para penyuluh pertanian dan anggota kelompok tani setempat.

Sebelum penanaman dimulai, kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan diskusi antara kelompok tani dengan perwakilan pemerintah daerah serta instansi terkait. Dalam diskusi tersebut, Ketua Kelompok Tani Mappadeceng, Musakir, mengungkapkan kekhawatiran petani mengenai harga jual jagung yang cenderung rendah.

“Kami berharap pemerintah dapat memastikan harga jagung yang layak saat panen. Saat ini, harga jagung di pasaran hanya sekitar Rp2.000 per kilogram, yang sangat rendah dibandingkan dengan biaya produksi kami,” ujar Musakir.

Keluhan serupa disampaikan oleh Kepala Desa Lomba Kasih yang menyoroti rendahnya harga jagung saat panen serta minimnya alat dan mesin pertanian (alsintan) yang tersedia bagi petani. “Selain harga yang anjlok, akses jalan ke lahan pertanian juga masih menjadi kendala utama bagi para petani di desa kami,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Harno, menyatakan bahwa program penanaman jagung serentak ini bukan hanya mendukung program nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bombana.

“Ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk menjalankan program swasembada pangan, khususnya tanaman jagung. Kami berupaya memberikan pendampingan agar hasil pertanian masyarakat semakin optimal,” kata Harno.

Setelah diskusi berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis oleh para undangan yang hadir. Penanaman ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Bombana serta memberikan manfaat ekonomi bagi para petani setempat.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus mendukung petani dengan berbagai program strategis, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang lebih memadai. Harapannya, produksi jagung di Kabupaten Bombana dapat meningkat secara signifikan dan membantu mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan nasional.




Dukung Swasembada Pangan, Disketapang Bombana Ikut Penanaman Jagung Serentak

Bombana, sultranet.com – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana turut berpartisipasi dalam program Penanaman Jagung Serentak Satu Juta Hektare yang dilaksanakan di lahan pertanian Kelompok Tani (Poktan) Mappadeceng, Desa Lomba Kasih, Kecamatan Lantari Jaya. Program ini merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/1) ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana, di antaranya Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.IK, Asisten II Pemkab Bombana, Dandim Kodim Bombana, Kaposal Bombana, serta perwakilan dari Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Bulog Bombana, dan Kabag Ekonomi Setda Bombana. Selain itu, kelompok tani dan sejumlah instansi terkait juga turut serta dalam kegiatan ini.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi jagung lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor. “Dengan adanya penanaman jagung serentak ini, kita berharap bisa meningkatkan ketahanan pangan di Bombana sekaligus berkontribusi dalam pencapaian target nasional,” ujarnya.

Selain sebagai bagian dari program nasional, penanaman jagung ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta fluktuasi harga pangan. “Kami mendorong para petani untuk lebih produktif dan inovatif dalam mengelola lahan mereka, sehingga hasil panen dapat maksimal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.IK, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan. “Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Oleh karena itu, kami dari pihak kepolisian siap mendukung upaya ini agar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi pertanian modern dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga panen jagung. Melalui pendampingan yang intensif, petani diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi mereka secara berkelanjutan.

Dengan adanya program ini, diharapkan Kabupaten Bombana dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pencapaian swasembada pangan nasional. Selain itu, pemerintah daerah akan terus mengawal pelaksanaan program ini agar dapat berjalan sesuai dengan rencana dan menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat tani di Bombana.




Sosialisasi Cegah Stunting, Ibu-Ibu di Pulau Sagori Antusias

Bombana, sultranet.com – Upaya pencegahan stunting terus digencarkan oleh berbagai pihak, termasuk melalui sosialisasi yang dilakukan oleh SDM Program Keluarga Harapan (PKH) Bombana, Jumianti Wahid, di Pulau Sagori, Kecamatan Kabaena Barat. Kegiatan ini menyasar para penerima manfaat PKH, khususnya ibu-ibu dengan anak balita, untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang penyebab, dampak, dan langkah-langkah pencegahan stunting. (20/1)

Dalam pemaparannya, Jumianti menjelaskan bahwa stunting bukan hanya soal tinggi badan anak yang kurang, tetapi juga berkaitan erat dengan perkembangan otak dan kesehatannya di masa depan. “Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini dengan memberikan asupan gizi seimbang, ASI eksklusif selama enam bulan pertama, serta menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya pemantauan kesehatan anak melalui posyandu dan pemeriksaan rutin guna memastikan tumbuh kembang yang optimal.

Antusiasme tinggi terlihat dari para peserta yang hadir. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait pola makan sehat dan cara mengatasi masalah gizi buruk di lingkungan mereka. Salah seorang ibu peserta mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan ini. “Saya jadi lebih paham bagaimana memberikan makanan bergizi untuk anak agar tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” katanya.

Selain memberikan materi sosialisasi, Jumianti juga membagikan tips sederhana dalam memilih bahan makanan bergizi yang mudah didapatkan di sekitar Pulau Sagori. Ia mengajak para ibu untuk memanfaatkan sumber daya lokal seperti ikan, sayuran, dan buah-buahan yang kaya nutrisi untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat karena memberikan wawasan baru tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, diharapkan kesadaran ibu-ibu di Pulau Sagori semakin meningkat dalam menerapkan pola hidup sehat bagi anak-anak mereka, sehingga mampu mencetak generasi yang lebih sehat dan cerdas di masa depan.




Pj. Bupati Bombana Hadiri Pendistribusian Zakat oleh BAZNAS

Bombana, sultranet.com – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., menghadiri acara pendistribusian dan pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bombana. Acara ini berlangsung di halaman Kantor BAZNAS Bombana dan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bombana, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, serta Ketua BAZNAS Bombana beserta jajarannya. (19/1)

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Bombana menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas terselenggaranya kegiatan ini yang diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat Bombana. Semoga upaya kita dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik selalu mendapatkan petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT,” ujar Edy Suharmanto.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung perekonomian lokal melalui bantuan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kualitas pendidikan agama di pesantren. Sebagai bentuk nyata kepedulian, BAZNAS Bombana menyerahkan bantuan berupa tenda lipat kepada pelaku UMKM dan dukungan pembinaan pendidikan bagi pesantren. Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah pengelolaan kegiatan usaha serta meningkatkan kualitas dakwah dan pengajaran di pesantren-pesantren setempat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Bombana, Syamsuddin, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa dana bantuan ini bersumber dari zakat, infak, dan sedekah yang dikumpulkan dari para aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bombana. “Kami berterima kasih kepada seluruh ASN yang telah berpartisipasi dalam pembayaran zakat dan infak. Dana yang terkumpul kami salurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Syamsuddin berharap pendistribusian zakat, infak, dan sedekah ke depan dapat semakin maksimal dan tepat sasaran. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Bombana akan terus berupaya mengelola dan menyalurkan dana umat dengan transparan serta bertanggung jawab untuk membantu mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Bombana bersama pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang terbantu, baik dari sektor ekonomi maupun pendidikan. Sinergi antara pemerintah dan lembaga zakat ini diharapkan dapat memperkuat program sosial dan keagamaan, sehingga memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bombana.




DPPKB Bombana Gelar Penilaian Lomba UPTD Balai Penyuluh KB

Bombana, sultranet.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana menggelar penilaian Lomba UPTD Balai Penyuluh KB yang melibatkan 22 kecamatan se-Kabupaten Bombana. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai Senin (13/01/2025) hingga Sabtu (18/01/2025), dengan tujuan meningkatkan kualitas pelayanan program Keluarga Berencana (KB) di tingkat kecamatan. (18/1)

Tim penilai dari DPPKB Bombana dibagi menjadi tiga kelompok yang bertugas mengevaluasi kinerja, administrasi, dan kesiapan Balai Penyuluh KB di setiap kecamatan. Mereka memeriksa berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administrasi, inovasi program, hingga dampak kegiatan terhadap masyarakat. Selain itu, setiap UPTD diminta mempresentasikan program unggulan mereka sebagai bagian dari penilaian.

Kepala DPPKB Bombana, Drs. H. Abdul Asiz, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga upaya untuk meningkatkan standar pelayanan di seluruh Balai Penyuluh KB. “Kami ingin memastikan bahwa administrasi di setiap UPTD tertib dan sesuai standar, serta pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdul Asiz berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi para penyuluh KB untuk berbenah dan berinovasi dalam mendukung keberhasilan program Bangga Kencana. “Dengan adanya penilaian ini, kami ingin memacu semangat para penyuluh KB agar lebih termotivasi dalam memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.

Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan menilai kesiapan sumber daya manusia, efektivitas program penyuluhan, hingga keterlibatan masyarakat dalam mendukung program KB. Inovasi yang diterapkan di masing-masing UPTD juga menjadi perhatian tim penilai, karena diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam meningkatkan efektivitas pelayanan KB.

Antusiasme para penyuluh KB terlihat dalam presentasi program unggulan yang mereka lakukan. Beberapa UPTD menampilkan inovasi berbasis digital dalam penyuluhan KB, sementara yang lain mengedepankan program pemberdayaan masyarakat melalui kelompok bina keluarga balita dan remaja.

Hasil dari penilaian ini akan diumumkan pada awal Februari 2025. UPTD Balai Penyuluh KB dengan kinerja terbaik akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

DPPKB Bombana berharap melalui kegiatan ini, kualitas pelayanan KB di seluruh kecamatan semakin baik, sehingga program Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga sejahtera di Kabupaten Bombana dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.




Dinsos Bombana salurkan Bantuan Korban Kebakaran Rumah di Desa Paria

Bombana, sultranet.com – Kebakaran hebat melanda Desa Paria, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana, pada Sabtu (18/1) sekitar pukul 11.45 WITA. Api dengan cepat menghanguskan dua unit rumah warga sebelum akhirnya berhasil dipadamkan. (18/1)

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran ini mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp110 juta. Korban pertama mengalami kerugian sekitar Rp60 juta, sementara korban kedua mengalami kerugian Rp50 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dugaan sementara, kebakaran ini dipicu oleh korsleting listrik. Kondisi cuaca yang panas serta bahan bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar. Warga sekitar, dibantu aparat desa dan kepolisian setempat, berupaya memadamkan kobaran api. Namun, si jago merah baru berhasil dijinakkan setelah menghanguskan dua rumah tersebut.

Menanggapi peristiwa ini, Dinas Sosial Kabupaten Bombana segera turun tangan dengan menyalurkan bantuan kepada para korban. Bantuan yang diberikan berupa sembako, perlengkapan tidur, dan peralatan rumah tangga untuk membantu meringankan beban mereka.

“Kami turut berduka atas musibah ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat membantu korban dalam memenuhi kebutuhan mendesak mereka,” ujar Andi Matahari, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bombana, saat menyerahkan bantuan kepada korban.

Sementara itu, Sekretaris Desa Paria, Sudirman, mengapresiasi perhatian dari pemerintah dan masyarakat yang turut memberikan dukungan kepada korban kebakaran.

“Kami berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik,” ungkapnya.

Pemerintah desa juga mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam penggunaan listrik dan memastikan instalasi listrik di rumah mereka dalam kondisi baik untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.




Inspektorat Bombana Lakukan Reviu Dana BOK di 22 Puskesmas

Bombana, sultranet.com – Inspektorat Kabupaten Bombana melaksanakan reviu terhadap pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2024. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Inspektorat Bombana sejak 6 hingga 16 Januari 2025 dengan objek pemeriksaan sebanyak 22 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. (17/1)

Inspektur Daerah Kabupaten Bombana, Ridwan, S.Sos., M.P.W., menjelaskan bahwa reviu ini dilakukan oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana BOK Tahun Anggaran 2024.

“Reviu ini bertujuan untuk memastikan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana BOK, yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban dana,” ujar Ridwan.

Ia menambahkan bahwa pengawasan internal ini dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk reviu, audit, pemantauan, dan evaluasi. Seluruh proses tersebut mengacu pada pedoman yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan agar penggunaan dana sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara itu, Pengendali Teknis dalam reviu Dana BOK, Samaruddin, S.Pd.SD., menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menguji keabsahan, keandalan, serta kesesuaian laporan realisasi dana dengan ketentuan perundang-undangan.

“Kami memastikan bahwa seluruh penggunaan Dana BOK sudah sesuai aturan. Selain itu, reviu ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya penyelewengan yang dapat berpotensi merugikan negara,” jelasnya.

Pelaksanaan reviu ini menjadi bagian dari komitmen Inspektorat Bombana dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana kesehatan. Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan penggunaan Dana BOK dapat berjalan efektif dan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan layanan kesehatan masyarakat.




Pj. Bupati Bombana Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional

Bombana, sultranet.com – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si., memimpin upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati Bombana. Upacara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, termasuk Asisten/Staf Ahli Setda Bombana, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, pejabat pelaksana, serta pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) dan pegawai harian tidak tetap (PHTT) lingkup Kabupaten Bombana. (17/1)

Dalam amanatnya, Pj. Bupati Bombana menekankan pentingnya peringatan HKN sebagai momentum untuk merefleksikan nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat persatuan dan kesatuan dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. “Hari Kesadaran Nasional ini menjadi momentum bagi kita semua untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kebangsaan dan komitmen kita dalam membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Edy Suharmanto.

Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk meningkatkan disiplin, profesionalisme, dan integritas dalam melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, kesadaran akan tanggung jawab serta dedikasi dalam melayani masyarakat adalah kunci dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan efisien.

Edy menegaskan bahwa aparatur sipil negara (ASN) memiliki peran strategis dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Kita semua memiliki tanggung jawab besar dalam membangun daerah ini. Kesadaran akan tugas dan fungsi sebagai pelayan masyarakat harus menjadi pegangan utama dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dengan semangat kebersamaan, mari kita wujudkan Bombana yang lebih maju dan sejahtera,” katanya.

Selain itu, Edy Suharmanto mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas daerah dengan meningkatkan koordinasi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Ia juga mengapresiasi kinerja seluruh ASN yang telah menunjukkan dedikasi dalam menjalankan tugasnya.

Upacara peringatan Hari Kesadaran Nasional ini menjadi agenda rutin yang bertujuan untuk memperkuat komitmen aparatur negara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan rasa nasionalisme serta kesadaran akan pentingnya peran setiap individu dalam pembangunan daerah dan negara semakin meningkat.




Pemkab Bombana Optimalkan Penagihan Retribusi Persampahan

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah melalui optimalisasi penagihan retribusi persampahan. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Pj. Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, berbagai langkah strategis dirumuskan guna memperbaiki sistem pengelolaan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban membayar retribusi. Kamis (16/1/2025)

Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Measa Laro, Kantor Bupati Bombana, dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta perwakilan kecamatan dan desa. Dalam pertemuan tersebut, Pj. Bupati menegaskan bahwa optimalisasi retribusi persampahan sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

“Optimalisasi penagihan retribusi ini sangat penting agar pendapatan daerah semakin meningkat dan bisa digunakan untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di masa depan,” ujar Edy Suharmanto dalam sambutannya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang masih kurang sadar akan kewajiban membayar retribusi persampahan. Padahal, kontribusi ini sangat diperlukan untuk mendukung operasional pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki sistem penagihan agar lebih transparan dan akuntabel.

Dalam rakor tersebut, berbagai strategi dikaji untuk memaksimalkan penagihan retribusi, termasuk penggunaan teknologi dalam sistem pembayaran agar lebih mudah dan praktis bagi masyarakat. Selain itu, Pj. Bupati juga menekankan perlunya evaluasi terhadap sistem pengumpulan data penerima layanan sampah untuk menghindari kesalahan dalam penagihan serta memastikan seluruh warga yang menerima layanan benar-benar terdata dengan baik.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi kekeliruan dalam penagihan, sehingga masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal dan retribusi yang dikumpulkan bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk kebersihan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Selain fokus pada aspek teknis, Pemkab Bombana juga berencana menggelar sosialisasi lebih intensif kepada masyarakat agar lebih memahami pentingnya retribusi persampahan. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan lebih baik.

Pj. Bupati Bombana berharap melalui langkah-langkah strategis yang dirancang dalam rakor ini, sistem pengelolaan sampah di daerahnya dapat lebih efisien dan pendapatan daerah dari sektor retribusi persampahan semakin meningkat. Hal ini diharapkan berdampak langsung pada kebersihan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat Bombana secara keseluruhan.