Bombana Susun Rencana Pembangunan Industri 2024-2044: Sekda Resmi Buka Seminar Akhir

Bombana – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana, Drs. Man Arfa, M.Si, secara resmi membuka Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Industri Kabupaten/Kota (RPIK) Kabupaten Bombana Tahun 2024-2044, Jumat (23/8/2024). Acara strategis ini digelar di Ruang Rapat Tina Orima, Kantor Bupati Bombana, dengan dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat.

Seminar ini menjadi momen penting dalam upaya menyusun dokumen RPIK yang akan menjadi acuan pembangunan industri di Bombana selama dua dekade ke depan. Penyusunan dokumen ini merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, yang mewajibkan pemerintah daerah menyelaraskan rencana pembangunan industri dengan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) dan Kebijakan Industri Nasional (KIN).

Dalam sambutannya, Sekda Man Arfa menekankan pentingnya dokumen RPIK sebagai pedoman utama untuk memastikan pembangunan industri di Bombana berjalan sesuai arah, tepat sasaran, dan berdaya guna. Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara RPIK Kabupaten Bombana dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Sulawesi Tenggara dan RIPIN.

“Desain pembangunan industri Kabupaten Bombana dalam bentuk dokumen RPIK ini diharapkan tidak hanya selaras dengan kebijakan nasional dan provinsi, tetapi juga mampu menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bombana,” ujar Man Arfa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan industri harus mematuhi aspek tata ruang yang telah ditetapkan. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir dampak lingkungan dan menghindari konflik penggunaan lahan. Selain itu, implementasi kegiatan industri harus memenuhi prinsip kelayakan teknis dan ekonomis, mengingat industri adalah sektor bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.

Man Arfa juga menekankan bahwa RPIK akan memuat langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki Bombana. Dengan pendekatan berbasis potensi daerah, pemerintah daerah berharap mampu menciptakan industri yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga inklusif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Langkah-langkah strategis dalam dokumen RPIK akan menjadi panduan bagi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor industri. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersinergi untuk mendukung implementasi rencana ini,” tambahnya.

Seminar ini menjadi ruang diskusi yang produktif, di mana para peserta memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan dokumen RPIK. Masukan tersebut mencakup penguatan potensi lokal, inovasi teknologi, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan sumber daya manusia yang mendukung sektor industri.

Selain itu, dokumen RPIK juga diharapkan mampu memberikan arah pembangunan industri yang berkelanjutan, dengan memperhatikan prinsip-prinsip ekonomi hijau. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pengembangan industri di Bombana tidak hanya mendongkrak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Seminar ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk terus mendorong pembangunan yang terencana dan berkesinambungan. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, dokumen RPIK diharapkan mampu menjadi landasan kuat dalam mewujudkan visi Bombana sebagai salah satu pusat industri unggulan di Sulawesi Tenggara.

Acara yang berlangsung selama beberapa jam ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menyelesaikan dokumen RPIK sesuai jadwal, sehingga dapat segera ditetapkan sebagai peraturan daerah. Dengan dokumen RPIK yang komprehensif, Bombana optimis mampu menjawab tantangan pembangunan industri di masa depan, sekaligus memaksimalkan potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

“Penyusunan dokumen ini adalah langkah besar untuk memastikan bahwa Bombana siap menjadi salah satu pemain utama dalam pembangunan industri berkelanjutan. Kolaborasi semua pihak akan menjadi kunci keberhasilan implementasinya,” tutup Man Arfa.




Pj. Bupati Bombana Resmikan Lapangan Tenis Baru, Wujudkan Komitmen Pengembangan Olahraga

Bombana – Penjabat (Pj.) Bupati Bombana, Drs. Edy Suharmanto, M.Si, secara resmi meresmikan renovasi Lapangan Tenis yang berlokasi di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bombana, Kamis (22/8/2024). Peresmian ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta pihak-pihak terkait lainnya.

Renovasi ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bombana dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik sekaligus mendukung pengembangan olahraga, khususnya tenis, di daerah tersebut. Dalam sambutannya, Pj. Bupati Edy Suharmanto menegaskan pentingnya penyediaan sarana olahraga yang layak sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

“Renovasi lapangan tenis ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk menciptakan fasilitas olahraga yang lebih baik. Harapan kami, fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat berolahraga tetapi juga wadah bagi atlet lokal untuk mengasah kemampuan mereka,” ujar Edy Suharmanto.

Renovasi yang dilakukan meliputi perbaikan menyeluruh pada permukaan lapangan, pemasangan sistem pencahayaan modern untuk mendukung kegiatan olahraga di malam hari, serta penambahan fasilitas pendukung seperti tempat duduk penonton dan ruang ganti yang lebih representatif. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna dan mendorong minat masyarakat untuk lebih aktif berolahraga.

Selain itu, Edy Suharmanto juga mengungkapkan rencana pemerintah daerah untuk menjadikan lapangan tenis ini sebagai pusat kegiatan olahraga dengan menggelar berbagai turnamen. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menghidupkan atmosfer kompetisi, tetapi juga sebagai ajang unjuk bakat bagi para atlet tenis lokal, sekaligus memperkenalkan Kabupaten Bombana sebagai daerah yang peduli terhadap pengembangan olahraga.

“Kami ingin menjadikan lapangan ini lebih dari sekadar fasilitas. Kami berencana mengadakan turnamen, baik tingkat lokal maupun regional, untuk memberikan ruang bagi atlet-atlet kita bersinar. Hal ini sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dan meningkatkan semangat olahraga di Bombana,” tambahnya.

Acara peresmian berlangsung dengan suasana penuh antusiasme. Para tamu undangan turut memberikan apresiasi atas inisiatif pemerintah daerah dalam merenovasi fasilitas olahraga ini. Dalam kesempatan tersebut, Pj. Bupati Bombana juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya, sekaligus menjaga kelestariannya.

Renovasi lapangan tenis ini tidak hanya menjadi simbol komitmen pemerintah terhadap pengembangan olahraga, tetapi juga diharapkan dapat mendorong berbagai manfaat sosial lainnya, seperti mempererat silaturahmi di antara masyarakat dan meningkatkan pola hidup sehat.

Lapangan tenis ini kini menjadi salah satu ikon baru di Bombana, yang mencerminkan upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap, langkah ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana investasi pada sektor olahraga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Peresmian ditutup dengan kegiatan bermain tenis bersama yang melibatkan Pj. Bupati, Forkopimda, dan masyarakat, sebagai simbol dimulainya era baru dalam pengembangan olahraga di Kabupaten Bombana. Dengan semangat yang sama, Edy Suharmanto optimis bahwa Bombana dapat melahirkan atlet-atlet tenis yang mampu berkompetisi di kancah nasional maupun internasional.

“Lapangan tenis ini adalah awal dari cita-cita besar kita bersama. Mari kita jadikan olahraga sebagai bagian dari identitas Bombana, sebuah kabupaten yang aktif, sehat, dan penuh prestasi,” pungkasnya.




Kelompok Tani Success Together Cetak Prestasi Kakao di Mataiwoi

Kolaka Utara, sultranet. com – Sabtu (4/11/2023) – Penjabat Bupati Kolaka Utara mengunjungi Desa Mataiwoi untuk meninjau secara langsung pencapaian inovatif Kelompok Tani Success Together dalam mengembangkan budidaya kakao dengan sumber daya terbatas. Kunjungan ini sekaligus menggarisbawahi pentingnya penguasaan sektor hulu dan hilir serta pemasaran dalam industri kakao sebagai langkah strategis peningkatan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Dalam kunjungan yang dilaksanakan di tengah hamparan lahan pertanian seluas 3 hektar, pejabat daerah menyaksikan secara nyata metode pengolahan kakao yang mengandalkan inovasi sederhana. Dengan penggunaan teknologi terbatas, kelompok tani mampu menghasilkan 1.000 kg kakao per minggu atau sekitar 1,3 ton per bulan. Mengingat harga rata-rata Rp20.000 per kilogram, pendapatan petani mencapai Rp26 juta setiap bulannya, yang jika dihitung selama setahun, berpotensi menghasilkan sekitar Rp312 juta. Pencapaian ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa kreativitas dan kerja keras dapat mengoptimalkan potensi pertanian meski dengan dana yang terbatas.

Kelompok tani di Mataiwoi menerapkan metode inovatif seperti penggunaan insektisida dalam botol sebagai upaya sederhana mengusir hama pengganggu tanaman. Selain itu, mereka juga merancang sistem pembungkusan buah kakao secara cermat untuk menjaga kualitas dan nilai jual produk. Teknik-teknik sederhana tersebut telah membantu petani memaksimalkan hasil panen serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas, baik di pasar lokal maupun regional.

Penjabat Bupati menekankan pentingnya sinergi antara pengelolaan hulu dan hilir dalam rantai produksi kakao. Upaya kolaboratif antara petani dan pihak pembeli diharapkan dapat menciptakan stabilitas harga, meningkatkan daya saing, dan memastikan kesinambungan industri kakao di Kolaka Utara. Selain itu, pejabat daerah juga mendorong agar sektor pertanian semakin diminati oleh generasi muda melalui dukungan pendidikan dan pelatihan pertanian. Langkah ini dianggap penting untuk membangun regenerasi petani yang mampu melanjutkan tradisi serta menerapkan inovasi di masa mendatang.

Penjabat Bupati pun mengajak agar model kerja Kelompok Tani Success Together di Mataiwoi dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. “Kita perlu mengembalikan semangat gotong royong yang dulu menjadi kunci sukses dalam pertanian. Dengan sistem kerja bersama, potensi pertanian di setiap daerah bisa dikembangkan secara maksimal,” jelasnya dalam penjelasan singkat mengenai pentingnya kolaborasi antarwarga dalam mengelola sektor pertanian.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Success Together, Syamsuddin S.Ip, mengungkapkan bahwa lokasi di Mataiwoi telah berkembang menjadi pusat pembelajaran pengolahan kakao. Ia menambahkan bahwa kelompoknya membuka pintu bagi masyarakat Kolaka Utara yang ingin mendalami teknik budidaya kakao dengan metode yang telah terbukti efektif. Syamsuddin juga mengakui bahwa kendala sarana pendukung masih menjadi tantangan, terutama terkait ketersediaan pupuk yang sulit diperoleh tanpa persyaratan administrasi seperti kartu keluarga (KK) dan keanggotaan resmi dalam kelompok tani. Ia juga menyebutkan kebutuhan akan mesin pencacah organik untuk menghasilkan pupuk berkualitas sebagai salah satu prioritas peningkatan fasilitas.

Wakil Ketua DPRD Kolaka Utara, Agusdin S.Kom, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif kelompok tani tersebut. Ia menilai bahwa semangat gotong royong yang kini kembali tumbuh di antara petani adalah modal utama untuk merevitalisasi sektor pertanian. “Mereka yang tergabung dalam kelompok ini menjadi virus ke desa-desa lainnya, agar bisa mengadopsi sistem Success Together. Semangat gotong royong yang mereka tunjukkan adalah kunci untuk kesuksesan,” ujarnya dengan penuh semangat.

“Jika saya melihat hasil dari perkebunan masyarakat di lahan seluas 3 hektar yang mampu menghasilkan 1.000 kg per minggu, atau sekitar 1,3 ton per bulan, dengan harga rata-rata Rp20.000 per kilogram, maka pendapatan petani mencapai Rp26 juta per bulan. Dalam setahun, pendapatan tersebut mencapai sekitar Rp312 juta. Ini adalah pencapaian luar biasa,” ungkap Penjabat Bupati dengan antusias.

“Lokasi di Mataiwoi telah menjadi tempat belajar pengolahan kakao dengan teknologi yang telah terbukti. Kami terbuka untuk masyarakat yang ingin mempelajari pengembangan kakao, meskipun kami menghadapi kendala pada sarana pendukung seperti pupuk dan mesin pencacah organik,” tutur Syamsuddin S.Ip dengan penuh keyakinan.

“Mereka yang tergabung dalam kelompok ini menjadi virus ke desa-desa lainnya, agar bisa mengadopsi sistem Success Together. Semangat gotong royong yang mereka tunjukkan adalah kunci untuk kesuksesan,” tambah Agusdin S.Kom, menekankan pentingnya tradisi kerja bersama yang telah lama menjadi kekuatan dalam pertanian.

Kunjungan ke Desa Mataiwoi ini tidak hanya menginspirasi para petani untuk terus berinovasi dalam menghadapi keterbatasan sumber daya, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk belajar dan mengadopsi model pertanian yang berkelanjutan. Di tengah tantangan global dalam sektor pertanian, inisiatif seperti yang dilakukan Kelompok Tani Success Together di Mataiwoi menjadi harapan baru bagi peningkatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan sumber daya yang ada secara optimal. Pemerintah daerah diharapkan dapat terus mendukung inisiatif serupa, sehingga semangat gotong royong dan inovasi dalam pertanian dapat menyebar ke seluruh pelosok Kolaka Utara.

Kelompok tani ini telah membuktikan bahwa dengan inovasi sederhana dan kerja keras, keterbatasan dana bukanlah penghalang untuk mencapai hasil yang maksimal. Keberhasilan mereka menjadi contoh bahwa pertanian modern tidak selalu bergantung pada teknologi canggih, melainkan juga pada semangat, kreativitas, dan kerja sama yang solid antarwarga.




Yayasan Haji Maming Siapkan Makam untuk Perawat yang Gugur karena Corona

SultraNET. – BANJARMASIN | Peristiwa penolakan dari sebagian oknum masyarakat kepada jenazah perawat Covid-19 di sejumlah tempat di Indonesia memantik kepedulian dari Yayasan Haji Maming.

Menyikapi hal tersebut, Yayasan Haji Maming menyiapkan Komplek Pemakaman Alkah Haji Maming di Batulicin sebagai lokasi pemakaman jika ada dokter dan perawat pasien Corona asal Tanah Bumbu yang meninggal dunia.

Komplek pemakaman tersebut berada di kawasan Cappa Padang, Kelurahan Batulicin, Kecamatan Batulicin.

“Kalau ada warga Tanah Bumbu yang menolak, makam Haji Maming siap menerima untuk dokter dan perawat,” kata Mardani H. Maming yang mewakili pihak yayasan, Senin (13/4).

Peristiwa yang terjadi di sejumlah tempat di Pulau Jawa memang menciptakan keprihatinan di hati banyak orang, termasuk Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu. Karenanya, dia tidak ingin peristiwa serupa terjadi di kampung halamannya, Kabupaten Tanah Bumbu.

“Mereka yang meninggal dunia karena Corona itu bukan aib. Mestinya tidak perlu ada penolakan seperti itu,” sebut mantan Bupati Tanah Bumbu itu.

Selain mengizinkan Komplek Pemakaman Alkah Haji Maming menjadi tempat pemakaman tenaga medis yang gugur karena Corona, Mardani juga menyiapkan lokasi pemakaman umum untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Lokasinya berada di kawasan Desa Sungai Dua. Di sana, pihak Yayasan Haji Maming menyiapkan lahan seluas 2 hektare.

“Untuk yang umum di situ. Ada 2 hektare. 1 hektare untuk makam warga muslim, dan 1 hektare sisanya untuk warga Kristen dan Konghucu. Itu tanahnya hibah dari Yayasan Haji Maming,” kata Mardani.(*)




Forum Lintas Media Kembali Bagikan Sembako Gratis di Kolaka

Kolaka, SultraNET. | Forum Lintas Media (FLM) Sulawesi Tenggara kembali membagikan paket sembako gratis sebanyak 250 kantung di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (11/4/2020).

Selain tukang becak, pemulung dan ojek daring, pemberian sembako juga diberikan kepada warga yang masuk dalam kategori miskin yang terdampak ekonominya akibat wabah virus COVID-19.

Pembagian paket sembako gratis yang berisi diantaranya beras, minyak goreng, gula pasir, susu dan beberapa makan instan di sponsori oleh Forum Lintas Media Sulawesi Tenggara, PT Askrindo Cabang Kendari, AJI Kendari, IJTI Cabang Sulawesi Tenggara, Manggala Aqni Daerah Operasi Sulawesi Tenggara, Rektor USN Kolaka, PT Sino Indonikel Primaraya, PT Nabusa serta para donatur perorangan yang peduli dengan dampak virus corona.

Koordinator Forum Lintas Media Sulawesi Tenggara Suwarjono menjelaskan jika kegiatan pembagian paket sembako gratis tersebut merupakan aksi donasi kemanusianya kedua setelah sebelumnya dilakukan di kota Kendari.

“Kami melakukan kegiatan serupa di Kabupaten Kolaka karena aksi pemberian sembako gratis belum dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka. Kami berharap dengan kegiatan ini bisa berlanjut dilakukan oleh instansi pemerintah, perusahaan swasta dan perbankan serta pengusaha yang ada di Kabupaten Kolaka,” katanya, usai memberikan paket sembako gratis ke ojek daring.

Pada distribusi paket sembako gratis lanjut Suwarjono, untuk menghindari kerumunan besar maka mengunakan jasa ojek yang akan mengantarkan paket sembako sesuai dengan data warga yang telah disurvei. Para pengemudi ojek daring pun mendapatkan paket sembako gratis.

Paket Sembako saat akan dilakukan pengiriman kerumah penerima

Kepala PT Askrindo Cabang Kendari Syahruddin mengatakan kegiatan pemberian paket sembako gratis bagi warga yang terdampak dari virus COVID-19 merupakan wujud dari kepedulian sesama. Untuk memutus penyebaran virus sesuai instruksi pemerintah warga atau masyarakat harus berada di rumah dan dipastikan sebagian tidak bekerja dan tidak mendapatkan uang.

“Nah untuk itu dengan pemberikan sembako gratis ini bisa membantu meringankan para warga yang mengalami penurunan pendapatan ekonominya,” katanya.

Lanjut Syahruddin, ia berharap semoga dengan aksi bagi sembako ini bisa dilakukan oleh pihak lain yang peduli akibat dampak wabah virus COVID-19.

“Mari bersama melawan virus dan salah satu caranya yaitu tetap berada di rumah,” pungkasnya.

Laporan : Awal Kurniawan




Pemkab Bombana Siap Salurkan Bantuan Program Jaring Pengaman Sosial, Ini Kriterianya !

Rumbia, SultraNET – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 bentukan Pemerintah Kabupaten Bombana rupaya tidak setengah setengah dalam upaya memastikan setiap warganya tidak merasakan dampak terlalu parah akibat wabah covid-19.

Satgas yang dipimpin langsung Bupati H. Tafdil itu, saat ini tengah merampungkan kesiapan menyalurkan Program Jaring Pengaman Sosial yang dananya bersumber dari dana daerah.

Heryanto A Nompa, SKM. Juru Bicara Satgas Covid-19 Bombana, Sabtu (11/4/2020) mengungkapkan saat ini proses pendataan sedang dilakukan dengan melibatkan beberapa instansi teknis daerah untuk memastikan warga yang tidak terdaftar dalam penerima program pemerintah pusat seperti rastra atau bantuan pangan non tunai dan program keluarga harapan dapat diakomodir di Program Jaring Pengaman Sosial ini.

“Ini kita lakukan setelah Pemda dibolehkan melakukan intervensi kegiatan Jaring Pengaman Sosial,” Tutur bung HAN sapaan akrab Heryanto.

Ia menyebut ada tiga kriteria yang ditetapkan bagi calon penerima Program Jaringan Pengaman Sosial itu yaitu pertama berasal dari Keluarga Rumah Tangga Miskin, kedua Para Pekerja Rentan dan Ketiga Rumah Tangga yang sedang menjalani karantina mandiri, menjalani isolasi diri dan pemeriksaan lanjutan.

” Dari tiga poin itu semua akan didata dan diberikan kepada mereka dengan catatan mereka tidak masuk dalam daftar penerima rastra atau bantuan pangan non tunai dan program keluarga harapan,” Pungkasnya (Idris)




TP-PKK Muna Sediakan 10 Ribu Masker Untuk Pencegahan Covid-19

MUNA, SultraNET. |  Sebagai upaya membantu Pemerintah Daerah untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona (Covid 19), Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyediakan sebanyak 10.000 lembar masker.

Ketua TP-PKK Muna Yanti Setiawati Rusman, pada awak media ini. Jumat (10/4/2020) mengatakan, masker yang berasal dana patungan pengurus dan anggota TP-PKK tersebut nantinya bakal dibagikan kepada masyarakat yang sehari-seharinya terpaksa harus bekerja diluar rumah.

“Misalnya, tukang ojek, sopir angkutan dan nelayan kalau ada lebihnya, baru kita bagi ke warga lain,” Kata Yanti.

Istri Bupati Muna itu menambahkan masker yang akan dibagikan itu adalah masker kain yang dipesan melalui penjahit yang ada di dalam Kota Raha yang dibuat sesuai standarisasi kesehatan.

“Satu masker dibeli dari penjahit dengan harga 5.000 rupiah, kita berdayakan pejahit untuk pembuatanya,” Imbuhnya

Walau sesuai rencana pembagian masker direncanakan bakal dilakukan langsung pengurus TP-PKK namun karena penyebaran virus ini semakin meningkat, sehingga masker tersebut diserahkan ke Satgas.

“Nanti mereka yang bagikan. Intinya, kami sudah ikut ambil bagian membantu pemerintah untuk memutus mata rantainya,” Tutupnya.

Pewarta : Borju




Sopir Angkot di Bombana Bakal Terima Bantuan Langsung Tunai

SultraNET., Bombana | Kabar gembira untuk para Sopir Angkutan Umum (angkot) yang beroperasi di Kabupaten Bombana pasalnya untuk sedikit meringankan beban mereka akibat dampak pencegahan wabah covid-19, Pemerintah Setempat bakal memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada mereka.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bombana, Heryanto, S.KM kepada awak media HarapanSultra.COM., Selasa (7/4/2020) mengatakan pemberian BLT itu sebagai tindak lanjut dari kebijakan Pemkab Bombana yang bakal melakukan pembatasan sementara arus masuk dan keluar penumpang kendaraan umum dari dan arah darat yaitu dari Kabupaten Kolaka dan Kota Kendari sedangkan jalur laut dilakukan diseluruh pelabuhan yang ada di Bombana.

“Karena Kota Kendari saat ini sudah ditetapkan sebagai daerah transminisi lokal, sehingga kita betul betul melakukan pembatasan terhadap arus masuk dan keluar orang dan ini sangat berdampak bagi mereka (Supir angkutan umum.red),” Tutur Heryanto

Disamping Sopir angkutan umum, saat ini Satgas Covid-19 tengah berkoordinasi dengan jajaran Pemerintahan untuk melakukan pendataan terhadap seluruh masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak terakomodir pada program pemerintah pusat seperti Program Keluarga Harapan agar dapat pula diberikan BLT tersebut.

“Seluruh masyarakat yang berpenghasilan rendah juga saat ini sedang kita data, bagi mereka yang tidak mendapat bantuan dari program pemerintah pusat kita akan diberikan BLT pula,” Bebernya

Terkait besaran BLT yang akan diterima Para Sopir angkutan umum tersebut lanjut Mantan Anggota DPRD Bombana itu, ia menyebut besarannya itu tidak bakal sebanding dengan kerugian akibat tidak beroperasinya mereka.

“Ini tujuannya hanya untuk sedikit meringankan beban mereka,” Pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun media ini, berdasarkan Keputusan Bupati Bombana Nomor 211 Tahun 2020, tentang Penetapan Penerima Bantuan Langsung Tunai kepada Pemilik dan Sopir Angkutan / Kendaraan Umum dalam rangka pencegahan dan penanganan covid-19 dalam wilayah kabupaten bombana para Pemilik Angkutan Kendaraan Umum bakal menerima BLT sebesar 50.000 rupiah perhari sedangkan Sopir Angkutan Umum bakal menerima sebesar 150.000 rupiah perharinya. (Idris)

 




Ketua IKA FKM Butur Kecam Keputusan Rektor UMI Lantik Dekan Peraih Suara Terkecil

Kendari, SultraNET. | Ketua Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Kabupaten Buton Utara mengecam  Rektor UMI atas keputusannya melantik Dekan FKM UMI Pada (Rabu 1/4).

Hasiruddin SKM, Mantan Aktivis Universitas Muslim Indonesia menilai keputusan Rektor UMI merupakan perilaku otoriter dan tidak mencerminkan nilai ukhuwah islamiah.

“Saya sangat menyayangkan Rektor UMI yang berperilaku seperti itu, tidak mencerminkan pemimpin yang demokratis, keputusannya tidak berpihak pada azas keinginan banyak pihak dalam hal ini orang-orang yang memiliki hak suara”. Ungkap Hasiruddin (7/4)

Ketua Bidang Kesehatan, Himpunan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (HIMASULTRA) untuk wilayah Jakarta ini menambahkan keputusan Rektor UMI dengan menunjuk Dekan FKM yang memiliki suara terkecil di penjaringan adalah hal yang memalukan institusi, baginya UMI tidak pantas dipimpin oleh Rektor semacam itu.

“Kami malu ketika ditanya orang lain, katanya kenapa Rektor UMI begitu, dia lebih memilih orang yang sedikit suaranya, itukan dinilai otoriter dan bikin malu institusi” ujarnya

Mantan Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Buton Utara (Hipma-Butur) Makassar ini juga memperoleh informasi bahwa mekanisme pemilihan Dekan model baru itu tidak pernah dibicarakan di rapat Senat Universitas. Padahal menurutnya pemilihan Dekan adalah hal penting dan strategis.

“Aneh betul ini Rektor UMI sekarang, model baru pemilihan dekan tidak dibicarakan di Senat Universitas, padahal kan hal semacam itu harusnya dibicarakan di Rapat Senat Universitas, bukan ambil kebijakan sendiri, kemana itu ukhuwah dan nilai nilai Islami dalam mengambil keputusan,” Tegasnya.

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA) yang juga selaku Mantan Ketua umum HmI Komisariat FKM UMI Makassar menyebut Pihaknya bakal segera melayangkan surat kepada Ketua Umum IKA FKM dan Ketua Pengurus Pusat IKA UMI agar segera meminta kepada Pengurus Yayasan UMI untuk segera memecat Prof. Basri Modding sebagai Rektor UMI karena dinilai bersikap otoriter.

“Kami akan segera melayangkan surat pernyataan kepada Ketua IKA FKM dan Ketua Pengurus Pusat IKA UMI agar kiranya segera meminta kepada Pengurus Yayasan UMI untuk memecat Rektor UMI dari jabatannya karena sikapnya otoriter dan membuat malu institusi,” Tutupnya

Hingga berita ini dirilis, Rektor UMI Prof. Basri Modding belum terkonfirmasi.

Laporan : Awal Kurniawan




Ketum HIPMI Pinjamkan Satu, Hotel Tempat Isolasi dan Karantina

Kendari, SultraNET. | Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H. Maming, bersama Yayasan 69 meminjamkan Hotel Medina di Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, sebagai tempat isolasi dan karantina pasien Covid-19.

Hotel Medina merupakan salah satu hotel terbaik di Kabupaten Tanah Bumbu. Hotel yang berdiri di kawasan pesisir Pantai Pagatan itu memiliki 33 kamar ditambah beberapa ‘cotage’.

Mardani mengatakan hotel itu akan dipinjamkan selama masih dibutuhkan oleh pemerintah daerah dalam upaya penanganan Covid-19.

“Kami pinjamkan selama masih dibutuhkan. Mungkin sampai 3 bulan,” kata Mardani, Selasa (7/4).

Langkah Mardani untuk meminjamkan hotel tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus keprihatinan terhadap mewabahnya virus Covid-19 di Kabupaten Tanah Bumbu.

Mantan Bupati Tanah Bumbu itu sudah melakukan pertemuan dengan jajaran pemerintah daerah. Pertemuan dilakukan di kediaman pribadinya di Jalan Manggis, Batulicin, Selasa (7/4) hari ini.

Pertemuan itu dihadiri anggota DPR RI Syafruddin H. Maming, Bupati Tanah Bumbu Sudian Noor, Ketua DPRD Tanah Bumbu, Supiansyah, Kapolres Tanah Bumbu AKBP Sugianto Marweki, Sekda Rooswandi Salem dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.

Dalam pertemuan itu, Mardani dan sejumlah pejabat lainnya tampak mengenakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.

Mardani melanjutkan, saat ini juga Hotel Medina sedang dalam proses persiapan untuk disulap menjadi tempat isolasi dan karantina pasien Covid-19.

“Ini sedang dipersiapkan langsung dengan cepat dan mengikuti standart WHO dalam SOP nya supaya besok atau paling lambat lusa sudah bisa digunakan,” ungkapnya.

Ketua Harian Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanah Bumbu, Rooswandi Salem, memberikan apresiasi yang besar kepada Ketua Umum HIPMI dan Yayasan Haji Maming yang telah bersedia meminjamkan Hotel Medina.

“Ini bantuan yg sangat strategis dan sangat diperlukan oleh pemerintah dalam menangani Covid-19. Kami atas nama pemerintah daeerah dan masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Rooswandi Salem.

Rooswandi yang juga menjabat sebagai Sekda Tanah Bumbu mengatakan setiap ruangan di hotel tersebut akan diubah menjadi tempat karantina warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

“Ini akan digunakan untuk isolasi atau karantina mandiri bagi masyarakat berstatus ODP sampai selesai masa isolasi 14 hari. Kalau dinyatakan negatif akan dipulangkan,” katanya.

Tak sampai di situ, Hotel Medina juga akan difungsikan sebagai tempat isolasi mandiri petugas medis yang harus dikarantina 14 hari setelah melakukan pemeriksaan pasien yang memiliki potensi terpapar virus.

Selain Hotel Medina, Pemkab Tanah Bumbu sudah menyiapkan rumah susun di Gunung Tinggi yang akan dijadikan sebagai ruang isolasi.

“Dengan di berikannya bantuan hotel ini tentu akan lebih baik lagi pelayanan terhadap para ODP. Kalau mereka diminta isolasi tentu harus kita berikan fasilitas yang terbaik,” tutup Rooswandi.

Laporan : Awal Kurniawan