Pj. Sekda apresiasi GERAK CEPAT Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Tes Dinkes Prov. Sultra.

Kendari, SultraNET. | Pj. Sekda Prov. Sultra, Laode Ahmad selaku sekertaris Gugus Tugas Covid 19 Prov. Sultra memberikan apresiasi tak terhingga kepada tim medis Surveilans dan Sampling Rapid Tes Dinad Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang telah bekerja caepat dan tak kenal lelah, Minggu 5 April 2020.

“Kita bayangkan saja saat ini hari minggu adalah hari libur atau istirahat bertemu keluarga, tapi tim satgas kesehatan khususnya tim sampling rapid tes mereka masih mengabdi dan bekerja untuk masyarakat dan daerahnya,” Tutur Laode Ahmad

Ia menyebut dedikasi tersebut merupakan wujud kepedulian dan pengabdian sebagai garda terdepan menolong nyawa manusia.

“Menurut saya selaku Pj. Sekda sangat pantas mereka diberikan reward atau insentif yang Insya Allah menunggu Peraturan Gubernur (Pergub) berdasarkan Permendagri yang kemarin telah terbit,” Bebernya.

Sebagaimana diketahui, hari ini Minggu 5 April 2020 Tim Surveilans dan Tim Sampling Rapid Tes berjumlah 6 orang dari Dinkes Prov. Sultra dipimpin oleh ibu Kartina, SKM, M.Kes. menuju RT. 02 / RW. 03 masjid Nurul Yaqin Kel. Pondambea Kec. Kadia Kota Kendari, untuk segera melakukan Rapid Tes kepada warga sekitar rumah keluarga dekat yang telah kontak erat resiko tinggi yang 4 orang positif covid 19.

Salah satu tim medis yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan setelah melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 4 jam tim Surveilans dan Tim sampling Rapid Tes yang bekerja dengan melakukan Rapid Tes kepada 62 orang warga, terdapat 1 orang anak umur 1 tahun 4 bulan positif covid (hasil Rapid Tes) dan langsung di ambil Swab nya (air liur tenggorokan) untuk selanjutnya akan dikirim ke laboratorium makassar, sedangkan yang 61 orang dinyatakan negatif.

“Bahwa anak tersebut yang positif corona hasil Rapid Tes adalah keluarga dekat dari ke 4 orang yang sementara terpapar positif corona,” Singkatnya.

Laporan : Awal Kurniawan




Jurnalis Kendari Berbagi Sembako Gratis

Kendari, SultraNET. | Forum Lintas Media Sulawesi Tenggara bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Independen Kota Kendari, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Cabang Sulawesi Tenggara, Kanwil Bulog Sulawesi Tenggara, Geo Gea Mineralindo, Stiker Karya Kesehatan Kendari, Politeknik Bina Husada Kendari, PT Askrindo Cabang Kendari dan beberapa donator perorangan memberikan paket sembako gratis ke puluhan pemulung dan ojek online (Ojol) di Kendari, Jumat (3/4/2020).

Aksi pemberian donasi tersebut dilakukan untuk membantu meringgan kebutuhan rumah tangga bagi para penerima sembako yang berdampak turunnya pendapatan ekonomi akibat wabah virus Covid-19 .

Koordinator Forum Lintas Media, Suwarjono mengatakan aksi membagikan paket sembako tersebut bagian dari upaya membantu pemerintah dalam meringankan beban warga yang tidak mampu di masa tanggap bencana nasional penanggulangan wabah virus Covid-19.

“Kami berharap sembako yang berisi beras, gula pasir, minyak goring dan beberapa jenis bumbu dapur rumah tangga tersebut bisa membantu meringankan Ojol, pemulung dan beberapa pondok pesanteren di Kendari,” katannya.

Aksi bagi bagi sembako gratis ini lanjut Suwarjono, tidak mendatangkan penerima paket sembako melainkan mengunakan jasa Ojol. Bagi ojol yang menerima mendapatkan orderan pesanan maka dirinya berhak mendapatkan paket sembako dan berkewajiban mengantarkan satu paket ke lokasi yang telah ditentukan oleh pelaksana kegiatan berbagi sembako.

Hal itu sengaja dilakukan, untuk menghindari kumpul-kumpul warga dan mengikuti ajuran pemerintah setempat.

Untuk sumber dana lanjut Jojon sapaan akrab Suwarjono yang bekerja di Kantor Berita RI Antarafoto, berasal dari sumbangan dana jurnalis yang ada di Kendari, seperti AJI Kendari dan IJTI Cabang Sulawesi Tenggara. Sponsor lain juga ikut membantu, seperti PT Askrindo, Bulog Sultra, Geo Gea Mineralindo (GGM), Yayasan Politeknik Bina Husada, Stikes Karya Kesehatan Kendari serta sponsor perorangan.

“Kami akan selalu bersedia jika ada yang membutuhkan jasa kami (jurnalis) untuk mendistribusikan sembako ke warga yang sangat membutuhkan. Kami akan melakukan pembagian sembako tahap kedua minggu kedua di bulan April 2020,” terang Jojon sembari menambahkan jumlah penerima paket sembako sekitar 300 orang.

Ketua Yayasan Politeknik Bina Husada Kendari Tuti Dharmawaty mengatakan seharusnya kegiatan aksi sosial seperti pembagian sembako gratis bukan hanya dari Jurnalis di media cetak, televisi dan online saja yang bergerak namun alangka bagusnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Kendari atau di Sulawesi Tenggara.

“Kami salut dengan forum lintas media Kendari dan teman-teman wartawan telah mengajak kami Yayasan Politeknik Bina Husada Kendari dan Stikes Karya Kesehatan Kendari untuk andil dalam aksi kemanusian yang sebagian orang tidak ingin menyibukkan dirinya dengan berbuat kebaikan ke masyarakat yang memang sangat membutuhkan,” katanya.

Bagi sekolah perguruan tinggi atau universitas yang ada di Kendari lanjut Tuti, berharap bisa tergerak melakukan hal serupa yang dilakukan rekan-rekan jurnalis. Paling tidak kegiatan aksi bagi sembako ini bisa meringan beberapa pekan misal Ojol dan pemelung akibat wabah virus COVID-19.

“Ojol ini harusnya dimasa tanggap darurat virus berada di rumah namun karena kebutuhan ekonomi keluarga maka dengan berat dan takut terjangkit virus mereka tetap bekerja dan tentunya hasil mereka dimasa saat ini berkarung karena penumpang berkurang,” pungkas Tuti sembari berharap Ojol tetap menjaga kesehatan mengunakan masker dan sarung tangan.

Laporan : Awal Kurniawan




Distan Bombana Salurkan Ribuan Bibit Kopi Pada Kelompok Tani

Rumbia, SultraNET. | Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan bibit tanaman kopi jenis arabika pada kelompok tani Measa Mpoawa Kelurahan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Selasa (31/3/2020)

Penyerahan ribuan bibit kopi dilakukan secara simbolis oleh Rimbu SP selaku Kepala Bidang Perkebunan, mewakili Kepala Dinas Pertanian  Kabupaten Bombana dan diterima langsung oleh Sukardin selaku Ketua Kelompok Tani Measa Mpoawa

Rimbu SP. kepada awak media ini mengatakan bahwa pengembangan komoditas kopi arabika di Bombana telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya kelompok tani di beberapa Desa yang menggeluti pengembangan kopi tersebut.

“Sebenarnya sudah banyak kelompok yang mengembangkan usaha perkebunan kopi arabika ini karena jenis ini menjadi komoditas unggulan di berbagai daerah ,” Tutur Rimbu

Untuk itu, ia berharap agar kelompok tani yang dapat bantuan bibit kopi itu dapat memanfaatkan dengan baik sehingga kedepannya dapat meningkatkan ekonomi mereka.

“Pengembangan komoditas ini diharapkan memicu ekonomi para petani kopi membaik dan menggairahkan budaya minum kopi,” Harapnya.

Ketua Kelompok Tani Measa Mpoawa. Sukardin mengatakan bahwa dengan adanya bantuan bibit kopi arabika tersebut pihaknya betul betul bakal memanfaatkan sesuai harapan pemerintah.

“Saya akan kerahkan tenaga saya untuk mengontrol anggota saya agar betul betul bibit ini di manfaatkan dengan baik, jangan sampai barang yang sudah di datangkan pemerintah dari jauh jauh justru mubazir begitu saja,” Singkatnya

 

Laporan : Efendi




Polres Lakukan Penyemprotan Jalan dan Pemukiman Warga Bombana

Rumbia, SutraNET. | Kepolisian Resot Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan penyemprotan disinfektan ke Jalan Poros dan Lorong setra Kawasan Pemukiman Warga Ibu Kota Rumbia Kabupaten Bombana.

Kapolres Bombana, AKBP Andi Herman mengatakan, penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di daerah itu.

Pada penyemprotan disinfektan yang melibatkan TNI  dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana. tersebut pihaknya mengerahkan Mobil Water Cenon milik Polres Bombana serta Mobil Pemadam Kebakaran Pemkab Bombana.

” Penyemprotan ini juga melibatkan traktor penyiraman milik salah satu perusahaan,“ Tutur Andi Herman.

Penyemprotan tersebut lanjut Andi Herman merupakan langkah menindak lanjuti intruksi Kapolri, yaitu pada 31 Maret 2020 ini, seluruh Polda dan Polres melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak.

 “Penyemprotan ini dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia,” Tutupnya




IJTI Sultra : Hentikan Konferensi Pers Tatap Muka, Bahayakan Jurnalis

SultraNET. Kendari | Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi   Sulawesi Tenggara meminta semua pihak agar menghentikan Konferensi Pers secara Tatap Muka, karena hal tersebut dapat Bahayakan Jurnalis.

Asdar Zuula, Ketua IJTI Sultra mengatakan Semua pihak saat ini sedang berupaya mencegah laju penyebaran Covid-19 melalui berbagai langkah seperti physical distancing, melarang kerumunan, serta menghentikan berbagai aktivitas di luar rumah dan menggantinya dengan work from home atau bekerja dari rumah.

Namun Pemerintah Kota Kendari, justru menggelar konferensi pers tentang kebijakan “Pengawasan Wilayah Perbatasan Kota Kendari” guna menanggulangi dan upaya pencegahan Covid-19, di ruang rapat rumah jabatan Walikota Kendari, Senin (30/3/2020) pagi.

“Konferensi pers ini digelar secara langsung mengundang dan melibatkan puluhan jurnalis dari berbagai media, elektronik, cetak maupun online tanpa diatur jarak aman antara jurnalis yang satu dengan yang lain,” Sebutnya.

“Konferensi pers yang digelar justru menciptakan kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19. Hal ini, sangat membahayakan jiwa para jurnalis yang meliput,” Imbuhnya.

Sementara itu, seperti yang disampaikan IJTI Pusat tambahnya, saat ini, seluruh stasiun televisi sudah bertindak dengan melakukan pembagian tugas TV Pool untuk mempermudah proses pengambilan materi.

“Hal ini untuk memperkecil kerumunan Jurnalis dan mendukung program pemerintah dalam physical distancing dan mencegah laju virus corona,” Pungkasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kembali Konferensi Pers yang dapat membahayakan jurnalis, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan pernyataan Sikap sebagai berikut

Pertama IJTI menyesalkan penyelenggaraan konferensi pers Wali Kota Kendari, yang tidak mengindahkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Kedua Jika masih ada konferensi pers tatap muka, dalam kondisi darurat virus corona, tidak dibenarkan newsroom menugaskan jurnalisnya.

Ketiga IJTI mendesak semua instansi pemerintah dalam memberikan keterangan pers dilakukan secara live streaming, TV pool, atau aplikasi streaming lainnya, tanpa mengundang Jurnalis untuk hadir.

Mengingat mengundang Jurnalis hadir dan berkerumun akan membahayakan nyawa serta keselamatan jurnalis.

Keempat Mengimbau seluruh perusahaan media untuk memastikan keselamatan para jurnalis saat menjalankan tugas. Jika tugas liputan dinilai membahayakan jurnalis, perusahaan media wajib membatalkan penugasan tersebut

Kelima Mengimbau para jurnalis mengutamakan keselamatan saat menjalankan peliputan dengan mematuhi protokol kesehatan serta mitigasi peliputan Covid-19

Keenam Mengimbau semua pihak untuk mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan sebagai bagian dari kesungguhan memerangi penyebaran Covid-19

(Awal Kurniawan)




Pasien Diduga Suspect Corona Bantah Lari, RSUD Bombana Siapkah ?

SultraNET., Bombana | Pasien terduga suspect corona warga Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara karena mengalami gejala mirip pengidap wabah mematikan itu dan memiliki riwayat perjalanan di Pulau Bali dua pekan lalu yang sebelumnya diberitakan oleh sejumlah media Kabur dari Badan Layanan Umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bombana membantah tudingan yang dialamatkan padanya.

Menurutnya, ia pulang meninggalkan RSUD Bombana karena perawat yang mengarahkan dirinya menunggu di Ruang Isolasi tidak kunjung datang dan ia menunggu sangat lama diruangan yang menurutnya berbau dan pengab.

“Karena terlalu lama menunggu dan tidak ada tindakan apa apa saya pamit pulang, jadi tidak benar saya lari karena yang namanya melarikan diri itu tanpa pamit, pertimbangannya ada anak dirumah,” Sebutnya

Ia juga meminta agar pemberitaan yang menyebutkan dirinya lari agar diluruskan karena ia juga memahami dan merasa perlu memastikan apakah gejala yang dialaminya itu adalah corona virus atau hanya merupakan deman biasa.

” Kalau ada cctv nya (RSUD) bagus dilihat apakah saya lari atau tidak, saya pulang karena lama sekali saya menunggu dan saya pamit,” bebernya.

Sebelumnya drg. Riswanto, Direktur RSUD Bombana menyebutkan salah satu pasien terduga suspect corona yang telah dimasukkan diruang isolasi memilih pulang meninggalkan RSUD, Selasa (17/3/2020) kemarin.

Saat itu Pihaknya tengah mempersiapkan Alat perlindungan Diri (APD) untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasien terduga corona.

“Iya memang ada, jadi posisinya pasien sekarang sementara di observasi di rumahnya oleh petugas kesehatan, pasiennya sementara dikontrol, tapi kami sudah lakukan pemantauan,” Tutur Riswatu sebagaimana dilansir Detiksultra.com. (AB)

 

 

 




Polda Sultra Lepaskan Perekam Video 49 TKA China di Kendari

Kendari, SultraNET. | Harjono, perekam video viral 49 TKA China tiba di Kendari. Perekam video viral kedatangan 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Harjono (39 tahun), dilepas oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra).

Diketahui, Harjono adalah warga Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Sultra. “Dia sudah dilepas, sudah dipulangkan juga, kemarin,” jelas Kepala Bidang Humas Polda Sultra, AKBP La Ode Proyek, saat dihubungi kendarinesia, Selasa pagi (17/3).

Menurut La Ode, Harjono hanya dikenakan wajib lapor di Polda Sultra sebagai bentuk kontrol dari kepolisian. “Yang jelas sudah dipulangkan, hanya wajib lapor saja,” ujarnya.

La Ode mengatakan alasan Polda melepas Harjono karena selama proses pemeriksaan tak ditemukan adanya unsur kesengajaan dalam perekaman video tersebut. “Kemarin itu kan tahapan pemeriksaan, setelah pemeriksaan, dipelajari motifnya, di situ kan tidak ada unsur kesengajaan, nah setelah itu kemudian di kembalikan oleh keluarganya,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, Harjono diamankan Polda Sultra pada Minggu malam (15/3), atau sesaat setelah video kedatangan TKA China di Bandara Kendari yang ia rekam viral di media sosial. Setelah diamankan, Harjono membuat video klarifikasi di Polda Sultra bahwa dia merekam video tersebut secara spontan, dan tanpa kesengajaan. Harjono dalam video klarifikasi itu juga meminta maaf kepada masyarakat Sultra telah membuat gaduh. (kumparan/Red)

Sebelumnya, Video puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tiba di Bandara Haluoleo Kendari, pada Minggu malam (15/3), viral di media sosial. Diketahui, puluhan TKA itu berkerja di perusahaan pemurnian nikel yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) yang ada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Eksternal Affairs Manager PT VDNI, Indrayanto, membenarkan bahwa TKA tersebut berkerja di PT VDNI, dan jumlah TKA yang tiba di Bandara itu sebanyak 49 orang. Indrayanto juga menegaskan bahwa puluhan TKA itu baru tiba dari Jakarta setelah mengurus perpanjangan visa kerja. Sebelum tiba di Kendari, lanjut dia, para TKA itu juga memiliki kondisi sehat dan bebas dari Virus Corona atau Covid-19 setelah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan sesuai standar WHO di Jakarta.

Indrayanto menambahkan, puluhan warga Tiongkok itu juga sudah mengantongi surat keterangan sehat dari balai karantina kesehatan pelabuhan (KKP) di Jakarta. Meski begitu, kata Indra, setibanya di kawasan industri smelter di Morosi, mereka tak akan langsung bekerja. “Jumlahnya ada 49 orang. Setelah tiba di area perusahaan, mereka harus menjalani karantina selama 14 hari. Setelah itu baru bisa bekerja kembali,” jelas Indrayanto, Senin (16/3).

Jika selama masa karantina 14 hari ada yang dicurigai memiliki gejala COVID-19, maka pihaknya langsung membawa ke ruang isolasi di Rumah Sakit Bahteramas Kendari. “Mereka juga sudah membuat pernyataan, kalau merasa ada gejala klinis Virus Corona mereka akan dipulangkan, tentu sesuai dengan rekomendasi pemerintah,” katanya.

Saat ini, kata Indra, seluruh TKA itu sedang dikarantina di area perusahaan dengan pengawasan ketat dari tim dokter khusus dari RS Bhayangkara Kendari. (kumparan/red)




Tetapkan Status Keadaan Darurat, Bupati Ruksamin Bentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona

SultraNET., Wanggudu | Dengan menyebarnya secara cepat Corona virus desease 2019 atau virus corona dihampir seluruh belahan bumi bahkan di Indonesia telah menyebar hingga di beberapa kota, Bupati  Konawe Utara, H. Ruksamin mengambil langkah cepat dan antisipatif dengan menetapkan keadaan Tertentu Darurat  Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Korona di Konawe Utara.

Penetapan tersebut sesuai keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 125 Tahun 2020, Tanggal 16 Maret 2020 dan diberlakukan selama 14 hari yaitu dari Tanggal 17 Maret sampai dengan 30 Maret 2020.

Setelah menetapkan Keadaan Tertentu Darurat  Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Korona, Bupati Ruksamin juga membentuk Gugus tugas Percepatan Penanganan Virus Corona melalui surat keputusan Bupati Konawe Utara Nomor 126 Tahun 2020 dimana ia sendiri bertindak selaku Komandan Gugus Tugas sedangkan Ketua Gugus Tugas diemban Kepala BPBD setempat.

Dikonfirmasi via telepon terkait surat keputusannya, Bupati Konawe Utara Dr. Ir. H. Ruksamin. M.Si., IPM., ASEAN Eng. menyebutkan bahwa dikeluarkannya keputusan tersebut sebagai bentuk upaya preventif oleh pemerintah daerah agar masyarakat Konawe Utara semaksimal mungkin dapat terlindungi dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap dengan keluarnya surat keputusan ini seluruh stakeholder bekerjasama saling melindungi satu sama lain dan agar masyarakat Konawe Utara dapat terhindarkan dari ancaman Corona Virus Desease 2019,” Tutur Orang nomor satu Dibumi Oheo itu.

Dengan surat keputusan bupati ini pula lanjut Ruksamin, Pemerintah Daerah sebagai perpanjangan tangan dari Pemerintah Pusat telah melakukan upaya pencegahan agar seluruh masyarakat terhindar dari virus mematikan ini.

“Ini merupakan upaya pencegahan karena menyadari bahwa virus ini disamping mematikan juga penyebarannya sangat cepat,” Tutupnya

Sebagaimana diketahui, setelah dikeluarkannya pengumuman dari world health organization (WHO) pada tanggal 11 maret 2020 bahwa corona virus desease 2019 atau Covid 19 merupakan pendemic serta keputusan darurat kepala BNPB Pusat Terkait adanya bencana covid 19 di indonesia.

Corona virus desease 2019 atau virus corona merupakan virus yang berasal dari Kota Wuhan, Cina. Covid 19 ini telah menyerang dan menyebar hampir diseluruh negara didunia, termasuk indonesia. (Asbar)




V’s Boxing Promotions Gelar pertandingan tinju WO-MAN Infinite Fight, Fearless Soul 2020

JAKARTA, SultraNET. | Setelah sukses menggelar kejuaraan tinju profesional perdana “Magelang Big Fights 2018”, V’s Boxing Promotions dibawah kepemimpinan promotor wanita yang juga seorang low profile business woman yang sudah malang melintang di dunia perbankan dan di Fintech, Milasari Kusumo Anggraini, kembali akan meramaikan geliat tinju profesional di Tanah Air dengan menghadirkan pertandingan professional keduanya  yang di kolaborasi dengan musik entertainment yang bertajuk “WO-MAN Infinite Fight, Fearless Soul 2020” (enam partai), pada tanggal 19 April 2020, di The Pallas, SCBC, Jakarta, dalam rangka menyambut Hari Kartini sebagai salah satu ajang inspirasi a woman empowerment.

Menariknya, ajang tinju ini akan merupakan ajang tinju yang pertama di Indonesia sebagai Boxingtaiment, kolaborasi antara tinju dan pertunjukan entertainment, dimana Milasari akan mempertandingkan 2 partai utama yakni tinju wanita kelas Bantam Junior 52,2 KG (8 ronde), memperebutkan sabuk emas Kartini antara Felmi Sumahe (Nainggolan Gym Jakarta) versus Febriyanti Lubis (Amanatun So’e Depok) dan satu partai pria professional no 1 di Indonesia saat ini di kelas Ringan Junior 58,9 KG (10 Ronde) antara James Mokoginta, Juara WBC Asia (Nainggolan Gym, Jakarta) yang akan melawan Jason Butar Butar, Juara ATI Nasional (Kodam Jaya Jakarta) untuk memperebutkan Sabuk Emas GR (Goro) Tidak hanya itu, acara ini juga di sertai juga dengan hiburan musik kolaborasi musisi ternama Indonesia yakni Ari Lasso dan Paul Latumahina (T five). Ajang tinju ini juga menjadi debut profesional dua petinju amatir yakni Serda Abdul Sada dan Serda Ali Ridwam Songut, keduanya dari BPR 3/Kostrad Maros, Makassar.

“Latar belakangnya antara lain dalam rangka menyambut hari Kartini, selain itu kami ingin mencari potensi petinju profesional di Indonesia yang bisa berprestasi dunia. V’s Boxing Promotions juga ingin menggairahkan dan memajukan tinju profesional kedepannya. Konsepnya kami ingin mengangkat pertandingan tinju tidak hanya sebagai tontonan yang seru dan menarik, tapi juga ada unsur seninya. Jadi anak muda, orang tua atau keluarga bisa fun dan happy menyaksikan olahraga yang identik dengan image keras, diselingi dengan penampilan musik Paul Latumahina dan Ari Lasso. Untuk kali ini kami ingin sesuatu yang berbeda, diadakan didekat pusat perkantoran Jakarta dan juga tempat orang hangout di The Pallas SCBD, (19 April) ” jelas Milasari, dalam keterangan resminya Selasa (3/3/2020).

Berkecimpungnya Milasari di dunia tinju bermula terinspirasi oleh almarhum sang ayah dimasa kecilnya. Ditambah lagi, salah satu putranya yang bernama Verrel Dylastra juga menekuni dunia tinju amatir saat menempuh pendidikan di Amerika. Verrel bahkan menyabet prestasi terbaik salah satunya sebagai runner up Golden Gloves California, Negara Bagian Amerika dan beberapa pencapaian lainnya.

“Almarhum Papa saya yang memberikan influence awal. Idolanya adalah Muhammad Ali dan saya dulu suka menemaninya nonton tinju. Namun jujur saya makin jatuh cinta didunia tinju, setelah saya melihat perkembangan anak saya Verrel baik karakter keseharian maupun pendidikannya sangat bagus berkat kedisiplinan dalam latihan tinju. Nilai akademisnya bahkan naik, padahal latihan tinju itu berat dan menyita waktu. Jadi saya ingin image seorang petinju di Indonesia itu harus sukses dalam pendidikan dan mempunyai karakter atau attitude yang bagus juga” imbuh Milasari, yang juga seorang pebisnis.

Pemerhati tinju nasional Martinez dos Santos yang terlibat juga di tim V’s Boxing Promotions menambahkan, event tinju profesional WO-MAN Infinite Fearless Soul 2020 nanti tidak hanya berbicara menyuguhkan laga enam partai yang berkualitas semata. Tapi ia juga melihat potensi para petinju lainnya untuk bisa mencuat dan berprestasi dunia layaknya Ellyas Pical, Nico Thomas, Mohamad Rachman, Chris John, atau Daud Yordan.

“Saya pikir konsep promotor Milasari sudah tepat, melihat jauh ke depan bagaimana bisa mengangkat prestasi tinju Indonesia. Disamping menampilkan petinju-petinju berpengalaman yang sudah punya prestasi di nasional dan internasional, juga menampilkan dua petinju amatir yang baru masuk tinju pro: Abdul Sada (kelas welter), Ali Ridwan Songut (kelas bantam). Ini dua petinju yang punya masa depan cerah karena mereka punya prestasi bagus di amatir. Terpenting mereka terus diberi panggung untuk bertanding, dan diarahkan dengan baik dan profesional. Jika itu dilakukan, bukan tak mungkin akan seperti Ellyas Pical, Chris John, dan lain-lain. Juga partai utama James Mokoginta vs Jason Butar-Butar, serta Felmi Sumahe vs Febriyanti Lubis, dapat dipastikan menjadi daya tarik yang luar biasa. Mereka akan menyajikan pertarungan yang seru, menarik, dan menegangkan. Pun empat partai tambahan lainnya takkan kalah serunya. Saya optimistis dengan komitmen ibu Milasari, apalagi beliau punya relasi yang sangat luas, baik di tanah air dan luar negeri, terutama dengan dunia tinju di AS, seperti dengan promotor kondang Bob Arum,  pelatih kenamaan Freddie Roach, Mike Tyson, dan lain-lain, suatu saat impian Indonesia untuk melahirkan juara dunia lagi bisa terwujud,” pungkas Martinez, yang juga dikenal sebagai komentator tinju tersebut.

Penjualan tiket pertandingan tinju WO-MAN Infinite Fearless Soul 2020 yang merupakan kolaborasi pertandingan tinju dan pertunjukan musik Ari Lasso dan Paul Latumahina dapat di pesan melaui layanan tiket bookmyshow.

Susunan Partai WO-MAN Infinite Fearless Soul 2020

1. Kejuaraan memperebutkan Sabuk Emas GR Kelas Ringan Junior 58,9 KG (10 Ronde)
James Mokoginta (Nainggolan Gym Jakarta) v Jason Butar Butar (Kodam Jaya Jakarta)

2. Kejuaraan memperebutkan Sabuk Emas Kartini Kelas Ringan Junior 52,2 KG (8 Ronde)
Felmi Sumahe (Nainggolan Gym Jakarta) v Febriyanti Lubis (Amanatun So’e BC Depok)

Kejuaraan memperebutkan Sabuk Emas V’s Boxing Promotions
3 Kelas Bantam 53,5 KG (8 Ronde)
Flasidus Nuno, Juara Nasional ATI (Victory Target BC Jakarta) v Samuel Tehuayo Mantan Juara UBO (BSA Martial Arts Tangsel)

4.Kelas Ringan Junior 58,9 KG (8 Ronde)
Jufti Kakahue, Juara Nasional KTPI (Aquase Boxing Camp Tangsel) v Nur Ramajang Arkiang, Peringkat 4 Nasional (KPJ Bulungan BC Jakarta)

5. Kelas Welter 66,6 KG (6 Ronde)
Doni Sikumbang, Peringkat 6 Nasional (Nainggolan BC Jakartw) v Serda Abdul Sada (BPR 3/Kostrad Maros, Makassar)

6.Kelas Bantam 53,5 KG (6 Ronde)
Asyer Aluman, Peringkat 3 Nasional (Germindo BC Jakarta) v Serda Ali Ridwan Songut, Juara Amatir (BPR 3/Kostrad Maros, Makassar)

(rls)




Ruksamin Kukuhkan Tim Relawan Desa dan Kecamatan se Kecamatan Molawe

Wanggudu, SultraNET. – | Bupati  Konawe Utara DR.H.Ruksamin, mengukuhkan Tim Relawan Kecamatan dan Desa se Kecamatan Molawe, Di Molawe. Minggu (1/3/2020).

Tim Relawan yang dikukuhkan tersebut merupakan pendukung yang telah menyatakan dukungan serta kesiapannya secara penuh untuk mensukseskan majunya ia untuk periode kedua pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 ini.

Dalam sambutannya Ruksamin mengharapkan agar Tim Relawan yang terbentuk untuk mendukung dirinya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Konawe Utara Tahun 2020 ini dapat meniru sifat Lebah.

Sifat lebah yang ia maksud yaitu sifat hewan penghasil madu tersebut selalu berada dalam satu barisan, bersatu dan saling tolong menolong ia mengharapkan Tim relawan juga dapat saling membantu di masyarakat.

” Lebah juga selalu menghasilkan yang baik, dan sebagai Tim Relawan kita juga selalu mengedepankan kata kata dan perilaku yang baik di Masyarakat,” Tutur Ruksamin.

Setelah mengukuhkan Tim Relawan, Ruksamin juga sekaligus meresmikan Posko Tim Relawan yang bakal digunakan sebagai pusat kegiatan Tim menjelang Pilkada 2020.

Laporan : Asbar