Bea Cukai Kendari Janji Investigasi Ulang Penjualan Besi PT. SSU, Libatkan Media, KP3KP dan Penegak Hukum

Kendari, SultraNET. | Merespon aksi demonstrasi dari Koalisi Pemuda Pemerhati Pulau Kabaena Bersatu (KP3KB) di Kantor Bea Cukai Kendari (6/8/2019), Pihak Bea Cukai memastikan segera melakukan investigasi ulang terkait penjuan besi dan alat pembangunan Smelter PT. Surya Saga Utama (SSU).

Kepada awak media SultraNET., Kepala Bea Cukai Kendari. Benny Benhar. Usai dengar pendapat dengan koalisi KP3KB menegaskan pihaknya bakal bertindak cepat mengamankan barang milik perusahaan yang masih berada di area perusahaan.

“Kami merasa terbantu dengan informasi dari teman teman media dan kehadiran kawan kawan Pemuda Pemerhati Pulau Kabaena di Kantor ini, Kami segera bentindak dalam waktu dekat ini,” Tutur Benny Benhar

Nantinya ketika turun kelapangan, pihaknya bakal melibatkan aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti laporan masyarakat atas dugaan Pelanggaran yang di lakukan PT SSU bahkan diakuinya juga bakal melibatkan awak media dari dari Koalisi Pemuda Pemerhati Pulau Kabaena Bersatu.

“Kami akan libatkan pihak Penegak hukum, Media dan kawan kawan untuk kita turun sama sama memastikan apakah barang yang di segel itu sudah di angkut atau tidak,” Tegas Benny

Menanggapi pernyataan Kepala Bea Cukai Kendari, Ketua Dewan Pembina Lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (LKPD) Muh. Arham, berharap agar wacana investigasi yang melibatkan beberapa unsur dan pihak penegak hukum itu dapat terealisasi secepatnya.

Hal tersebut menurut Arham penting karena pihak bea cukai kendari telah terburu buru mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada kerugian negara atas penjualan besi dan alat smelter yang dijual kiloan oleh PT SSU dan dilakukan perusahaan hingga berkali kali.

“apa ia tidak ada kerugian negara. Beacukai itu bukan BPKP, juga bukan ispektorat yang bisa memastikan tidak ada kerugian. Ini bukan wewenan bea cukai untuk mengeluarkan penyataan itu,” Geram arham

Ia berharap agar pihak bea cukai tidak main main dan agar bekoordinasi dengan beberapa pihak untuk bersama sama ke lapangan meninjau lansung untuk memastika mana barang milik perusahaan yang masuk kategori BKPN dan non BKPN

“Aneh memang ini beacukai tiga kali pemuatan besi yang jumlahnya puluhan miliar masih mengatakan tidak ada kerugian negara, sehingga penting semua pihak berkompeten turun untuk memastikan itu.” Pungkasnya (Efendi)




Diduga Ikut “Bermain” Penjualan Besi PT SSU, Bea Cukai Kendari Didemo

Kendari, SultraNET. | Polemik penjualan besi dan alat pembangunan Smelter PT. Surya Saga Utama (SSU) yang beroperasi di Kabaena, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara terus berlanjut, pasalnya pasca penyegelan yang dilakukan Bea Cukai TMP C Kendari beberapa waktu lalu justru tidak diindahkan pihak perusahaan.

Hal tersebut terungkap saat Massa dari Koalisi Barisan Muda Pulau Kabaena Bersatu (BMPKB) menggelar unjuk rasa di Kantor Bea Cukai Kendari , Jumat (16/8/2019).

Muh. Amsar, Jendral Lapangan dalam aksi tersebut menyebut adanya dugaan pemufakatan jahat yang terjadi pada proses penjualan besi dan alat smelter yang sebelumnya telah disegel oleh Bea Cukai namun kemudian perusahaan justru terus melakukan penjualan dengan mengabaikan segel bea cukai.

“Saya malah bertanya tanya ada apa dengan beacukai, sudah turun menyegel besi di PT SSU tapi nyatanya proses pemuatan terus saja berjalan,” Sebut Amsar

Saat menerima massa aksi, Kepala Kantor Bea Cukai Kendari, Benny Benhar membantah tudingan yang menyebut terjadi kongkalikong antara pihaknya dan perusahaan dalam proses penjualan besi secara kiloan tersebut.

 “Kewenangan bea cukai sangat terbatas pada persoalan tersebut, saya bisa pastikan tidak ada pihak kami yang terlibat penjualan barang milik PT SSU,” bantah Denny

Lanjut Denny Setelah mengetahui aktifitas pemuatan besi milik perusahan terus berlanjut dari pemberitaan yang ramai dimedia, pihaknya langsung mengambil tindakan mengirim surat ke perusahaan agar segera menghentikan seluruh upaya pemindahan barang milik Perusahaan sekecil apapun yang berada di konsensi wilayah PT SSU.

“Kami sudah mengirim surat ke perusahan agar jangan lagi ada barang milik PT. SSU Yang keluar dari perusahan sekecil apapun,” Bebernya.

Ditempat yang sama, Mayon Susanto yang juga direktur LSM Gerhana, mempertanyakan pernyatan kepala bea cukai yang menyebut bahwa tugas bea cuakai hanya mengamankan aset negara yang sifatnya bernilai uang.

“Saya berasumsi bahwa pihak beacukai tidak menyadari bahwa mereka melibatkan diri dalam permainan ini, karena dengan macetnya investasi tersebut merupakan kerugian negara yang sangat besar,” Ungkap Mayon

Laporan : Efendi




Opini : Membaca Tanda-Tanda Siapa Lawan Imbang Petaha di Pilkada Konsel ?

[su_dropcap style=”default” size=”3″ class=””]P[/su_dropcap]Pilkada Konawe Selatan 2015 lalu, telah mengantarkan Surunuddin Dangga sebagai jawara hajatan ruang kedaulatan rakyat saat itu. Waktu berlalu terlalu cepat, hingga Pilkada yang rasanya baru kemarin terjadi, esok hari kembali akan terulang.

Berbagai figur dari jazira Konawe Selatan mulai unjuk kebolehan dan nampak ke permukaan menyambut Pilkada 2020. Mereka datang dari berbagai profesi, dari politisi, birokrat, pengusaha, hingga anak jalanan. Meminjam kata “Dari yang tidak laku, yang dipaksa laku, hingga yang laris manis,” (istilah nitizen). Kendati begitu Istilah tersebut kurang santun digemahkan, sebab konstitusi memberi ruang kepada siapapun yang memiliki kompetensi, dan memuhi syarat dan kriteria, selebihnya sebagai konsekwensi dari kedaulatan, maka rakyat menjadi juri yang berhak memberi mandat dan daulat.

Mengamati konstalasi politik pra tahapan, sedikitnya ada puluhan figur yang sudah dijagokan dan digadang-gadang turut menjadi peserta Pilkada 2020 di Konawe Selatan. Mereka adalah Surunuddin Dangga, Arsalim, Irham Kalenggo, Muh Endang, Senawan Silondae, Nadira, Samsu, Mukhlis, Nurmantasya, Beangga Hariyanto, Ahmad Baso, Tasman Lamuse, Sjarif Sajang dan Rasyid.

Sekian nama tersebut diatas, posisi Surunuddin sebagai incumbent atau petahana tentu masih sangat kuat dan berpotensi kembali memandu jalannya pemerintahan Konsel.

Hal itu dapat diukur dari kekuatan struktural birokrasi. Pilkada 2015 lalu, Surunuddin yang diback up kekuatan birokrasi melalui tangan Imran, (mantan Bupati Konsel ) berhasil mengantarnya pada puncak kemenangan. Kata lain, meski saat itu Surunuddin masih mengandalkan tangan kedua untuk menekan struktural pemerintahan hingga tingkatan desa, cara itu rupanya cukup ampuh, apalagi saat ini, tidak perlu meminjam power orang lain, Surunuddin justru sudah memiliki kekuatan itu sendiri untuk menekan birokrasi dan struktural hingga ke tingkat bawah.

Bukan rahasia umum lagi, setiap petahana, dipastikan mengandalkan kekuatan kekuasaannya untuk menekan birokrasinya. Tak perduli aturan membolehkan, asal ambisi kekuasaan kembali terpenuhi.

Belum lagi, loyalitas dan simpatisan Surunuddin yang bisa jadi kian bertambah akibat keberhasilan dan track record kepemimpinannya. Tentu ini menjadi ukuran tersendiri yang harus dihitung matang oleh penantang petahana.

Menurut penulis, dari sekian nama yang muncul, maksimal hanya akan ada empat pasang yang mengerucut sebagai calon bupati.

Surunuddin Dangga, Irham Kalenggo, Arsalim, dan Muh Endang.
Empat nama tersebut penulis perkirakan akan tarung dengan pasangannya masing-masing, karena tidak satupun pernyataan dari mereka untuk mendur, menjadi wakil, ataupun jadi pendukung, berbedah dengan yang lainnya. Demikian halnya jika dilihat daru tingkat keinginan rakyat, keempat nama tersebut menjadi sering disebut sebut.

Tidak hanya itu, penulis juga mengamati bahwa ke empat nama itu sulit untuk bersatu, Sebab tidak akan ada yang mau jadi wakil, entah karena gengsi, dan bisa jadi posisi jabatan yang saat ini diemban sulit dilepas. Kalaupun itu terjadi maka Pilkada Konsel hanya akan menyisahkan dua Pasang Calon. (head to head) selebihnya akan memilih tetap pada posisinya dan memilih bargening.

Yang pasti Surunuddin tetap bakal maju dengan pasangan baru, bisa jadi pasangan lama, penantangnya besar kemungkinan ketiga nama diatas, namun bisa juga hanya satu dari tiga nama, apakah Endang, arsalim, atau Irham.

Lalu siapa lawan imbang Surunuddin pada Pilkada 2020 jika terjadi empat pasang, atau head to head??

Apakah Arsalim yang tak lain adalah “istri” Surunuddin yang menceraikannya baru-baru ini? Yah, Arsalim adalah wakil Surunuddin pada Pilkada 2015 lalu. Dua bulan lalu, melalui Imran, (Ketua Gerindra Sultra, dia dengan tegas menyatakan Arsalim bakal maju sebagai calon bupati melawan petahana, entah apa alasannya, yang pasti, kata Imran, Surunuddin mulai tidak loyal,dan tidak sejalan dengan alur fikir Imran yang diketahui adalah Bupati Pertama di Konsel yang telah menorehkan estapet kepemimpinan dan meninggalkan bibit unggul SDA, SDM dan potensi Konsel lainnya untuk dikembang dan dilanjutkan Surunuddin.

Arsalim sebagai petugas Partai Gerindra, sekaligus kader loyal Imran nampak tak ragu, dia bahkan sudah mulai bekerja menyusun renstra melawan petahana. Organ pemuda pejuangnya pun sudah terbentuk dan mulai bekerja menjual dan mengukur pupularitas dan elektabilitas.

Figur lainnya Ada Irham Kalenggo, Ketua DPRD Konsel dari partai Golkar yang belakangan muncul sebagai penantang, bahkan hampir setiap sudut desa, baliho dengan tagelain “anak daerah” itu sudah bertebaran, menjadi jawara terbanyak baliho pra tahapan masuk.
Mungkinkah Irham adalah lawan petahana yang kuat?

Atau Justru Endang yang pada Pilkada Lalu menempati posisi kedua pemilik suara terbanyak dari empat pasang calon. Endang hingga kini masih diselimuti rasa malu untuk berkata jujur, maju atau tidak, namun pada akhrinya Endang pasti akan menyatakan sikap.

Mari kita amati.

Kehadiran, Irham Kalenggo dan Arsalim sebagai Penantang yang sebelumnya adalah satu gerbong dengan Surunuddin tentu banyak menyisahkan tanya kepada publik, Irham adalah kader Surunuddin di Golkar, tidak bisa dinapikan, jejak karier politik Irham banyak dicampuri dan ditopang oleh Surunuddin. Pilkada Lalu, Irham menjadi ketua Tim Surunuddin.

Sedang Arsalim adalah Wakil Surunuddin, tentu ini mengagetkan dan melahirkan kebingungan berjamaa, apa sebenranya yang terjadi ditubuh gerbong Surunuddin.

Yang beredar di Publik, Irham Kalenggo dan Arsalim masing masing memisahkan diri dari gerbong sebab alasan yang irasional menurut penulis. Mereka (Irham dan Arsalim) memilih memisahkan diri dan menantang karena tidak seiring sejalan dengan Surunuddin selama bergandengan lima tahun terakhir ini. Baik Arsalim sebagai wakil, maupun Irham sebagai Ketua DPRD. Lebih tepatnya Surunuddin dinilai gagal membawa perubahan untuk Konsel.

Tidak sedikit yang menyederhanakan maksud keduanya dilatarbelakangi oleh kekecewaan atas “bagi-bagi piring” yang tidak merata. Tapi apapun dalilnya, dan andaipun Surunuddin dianggap gagal memimpin Konsel, maka Arsalim dan Irham Kalenggo tidak bisa dipisahkan dari kegagalan itu. Sebab mereka adalah bagian dari rezim dan kebijakan.

Penulis masih sulit membaca apakah itu semua adalah manuver politik, dan strategi dari ketiganya untuk membaca dinamika politik, atau memang benar ketiga bercerai derai. Tapi dalam politik apapun bisa terjadi, bisa berkawan kapan saja, bisa jadi rival kendati itu saudara sendiri.

Tapi bukan itu akhir dari tulisan ini. Andaipun terjadi empat pasang seperti dimaksud penulis, ataupun head to head, maka penulis menyimpulkan Endang akan kembali menjadi penantang Petahana yang harus di Waspadai.

Kenapa demikian, Pada Pilkada lalu, Imran yang diketahui adalah konsultan politik Surunuddin-Arsalim, dan Irham Kalenggo adalah ketua tim pemenangan berhasil meraup suara terbanyak dengan pencapaian 38, 01 persen atau 57.099 suara. Disusul Endang- Nurfa yang tanpa backingan dari tokoh besar berhasil mendulang keberuntungan dengan menempati posisi ke dua, 30, 74 persen atau perolehan suara 46.204 disusul paslon Asnawi Syukur–Rustam Tamburaka (Harum) diback up oleh Nur Alam (gubernur Sultra) meraup 40.186 suara atau 26,75 persen, dan posisi paling buncit paslon nomor urut 4 Rusmin Abdul Gani–Muhlis (Beragam) dengan perolehan suara hanya 6.723 suara atau 4,48 persen.

Dalam kaitannya, Perolehan suara pada pilkada 2015 lalu itu tentu masih bisa menjadi dasar berhitung untuk Pilkada 2020 nanti. Bisa dibayangkan, ketika angka 38, 01 peresen, atau 57.099 suara terbagi ke masing masing tiga nama yang dulunya satu kekuatan.

Ketika Surunudin, Arsalim dan Irham berpisa, maka angka itu akan mereka bagi, dan andaipun kembali bersatu akan berada disekitar angka itu.

Sementara Endang, hanya seorang diri, perolehan suaranya waktu lalu tentu masih akan stabil diangka itu, bahkan berpotensi bertambah dari suara atau perolehan pasangan Asnawi-rustam, dan RAG- Mukhlis. Dan bahkan bisa jadi pemilih Surunudin- arsalim saat itu akan berpindah ke Endang, hal itu bisa jadi karena faktor ketidakpuasan hasil kepemimpinan Surunudin Arsalim (SUARA) selama lima tahun terkahir, atau faktor lainnya.

Endang tentu masih sangat seksi, dan “suci” jika dipandang dari sudut kebijakan, jika terdapat Kegaduhan, dan kegagalan kepimpinan atau pemerintahan, maka tidak terkait dengannya, sehingga pemilih atau militansi dan simpatisan dari Surunuddin, Arsalim, dan Irham Kalenggo besar Kemungkinan berpindah ke Endang.

Sebab itulah Endang dinilai penulis sebagai satu satunya lawan yang imbang dan berpotensi menumbangkan Petahana.

Sekian, dan terimakasih, nantikan tulisan tulisan berikutnya.

Penulis adalah Pendiri Organisasi Akademisi Mahasiswa Islam (OASIS) Sulawesi Tenggara
Pendiri Gerakan Mahasiwa Konsel Menginspirasi (GMKM)
Founder Rumpun Yatim Piatu Menginspirasi Sultra.
Selama Bermahasiwa Penulis sudah aktif sebagai presenter, dan sampai hari ini aktif sebagai Jurnalis khusus bidang politik, hukum dan kriminal. Juga Kader tulen Kesatuan Aksi mahasiswa muslim Indonesia (KAMMI).

Alumni Tahun 2015, /Mantan Ketua Senat Mahasiswa 2 Periode Institut Agama Islam Negeri IAIN Kendari




Musim Kemarau Panjang, Polres Bombana Gelar Apel Siaga Karhutla

SultraNET., Bombana | Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada musim kemarau tahun ini, Polres Bombana beserta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar apel dan simulasi kesiapan pengendalian Karhutla di Taman Nasional Rawa Aopa Watumohau (TNRAW), pada Kamis (15/8/2019).

Kepada awak media, Kapolres Bombana Andi Adnan Syafruddin mengharapkan agar semua pihak  serius menyikapi persoalan kebakaran hutan dan lahan, karena hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat.

“Asap dari kebakaran hutan dan lahan itu dapat mengakibatkan polusi udara dan lebih parahnya lagi dengan kebakaran dapat merusak ekosistem lingkungan yang tumbuh dan hidup didalamnya,” Ungkapnya

Untuk itu, sebagai bentuk sikap dan tanggap pencegahan pihaknya bakal bekerja maksimal bersama dengan dengan pihak BKSDA dengan melakukan sosialisasi dan patroli rutin disemua titik yang dianggap rawan.

“Kami siap menurunkan personil sebanyak mungkin sesuai permintaan BKSDA,” Tambahnya

Mantan Kasat Reskrim  Polres Metro Jakarta Barat mengharapkan agar kejadian ditahun 2018 lalu dimana pihaknya bersama BKSDA melakukan tangkap tangan terhadap satu pelaku pembakaran hutan tidak terjadi lagi di tahun ini.

“Saya berharap tidak ada lagi pelaku pelaku yang sengaja ataupun tidak sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan karena itu akan dikenakan sanksi dimana jelas menyalahi undang undang dan banyak pasal yang dilanggar ” tambahnya

Untuk itu ia berharap agar masyarakat dapat sadar hukum dalam hal membantu pemerintah, TNI dan Polri dalam menjaga lingkungan “Jangan ada lagi masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.” Tutupnya (IS)




Bayi Kembar Siam, Akila dan Azila, Berhasil Dipisahkan

SultraNET. | Selvina Dewi tak bisa menahan tangis ketika dr. Purwadi SpB SpBA (K) mengabarkan kalau jantung Akila Dewi Syabila dan Azila Dewi Sabrina berhasil dipisahkan tepat pukul 11.55 WIB. Sekitar satu jam sebelumnya, rongga perut dan lever Akila dan Azila juga sudah berhasil dipisahkan tepat pukul 10.20 WIB.

Dilansir Kumparan, Melalui sambungan telepon, dr. Purwadi yang berada di kamar operasi 405 juga mengabarkan kalau kondisi Akila dan Azila terpantau stabil. “Alhamdulillah,” kata Selvina Dewi, ibu Akila dan Azila, sambil terisak.
Menurut pengamatan Basra, selama operasi pemisahan lever dan jantung hanya sedikit pendarahan yang terjadi. Hal ini dibenarkan dr. Purwadi yang menyatakan perdarahan tak sampai 10 cc.
“Kantong darah yang kami siapkan belum terpakai. Kami harap sampai akhir operasi tidak ada yang terpakai,” kata dokter Purwadi.
Mengenai perdarahan minimal selama operasi, dr Agus Hariyanto SpA, Ketua Tim Kembar Siam RSUD Dr Soetomo Surabaya, menjelaskan penyebabnya.
“Salah satunya karena kami pakai pisau bedah harmonik atau harmonic scalpel yang digunakan untuk memotong sekaligus langsung membekukan perdarahan,” kata dr Agus.
Sejak 2005, RSUD Dr Soetomo menggunakan pisau bedah harmonik untuk memisahkan kembar siam. Saat di meja operasi, baru diketahui jika Akila mengalami hernia umbilikalis.
Berdasarkan penjelasan dr. Purwadi, hernia umbilikalis adalah kondisi bagian usus menonjol keluar dari pusar. Kondisi ini umumnya terjadi pada bayi, dan tidak berbahaya.
“Nanti tali pusar akan kami beri ke Akila, yang Azila dibuatkan tali pusar pengganti,” kata dokter Purwadi yang sempat memberi keterangan pada media pasca pemisahan lever.
Kini Akila dan Azila telah terpisah secara fisik. Keduanya kini sedang menjalani operasi tahap penutupan defect kulit oleh tim bedah plastik.
Berikut rangkuman Operasi Pemisahan Akila dan Azila
05.00: Akila dan Azila dipasang infus
05.30: Akila dan Azila dimandikan
06.15: Transfer dari Irna Bobo ke kamar operasi GBPT menggunakan brankar
06.30: Sampai di kamar operasi 405 GBPT
07.40: Diberi anestesi
08.20: Dipasang central line atau CVC oleh dokter anestesi
09.05: Tim bedah plastik menggambar area operasi
09.10: Tim bedah anak masuk kamar operasi untuk disinfeksi
09.45: Mengiris bagian rongga perut
10.20: Berhasil memisahkan lever
10.40: Selesai pemisahan lever
11.55: Berhasil memisahkan jantung.  (kumparan)
Link Asli : https://kumparan.com/beritaanaksurabaya/update-bayi-kembar-siam-akila-dan-azila-berhasil-dipisahkan-1rfC0NEVQQ1



Arhawi : HUT RI ke 74 Momentum Wakatobi Lebih Maju

SultraNET., wakatobi | Bupati Kabupaten Wakatobi, H. Arhawi mengharapkan agar momentum peringatan hari jadi Republik Indonesia ke 74 tahun, tanggal 17 agustus 2019 sebagai momen merefleksi diri untuk menata indonesia khusunya Wakatobi agar semakin maju dan siap menghadapi tantangan dimasa mendatang.

Hal tersebut disampaikan Arhawi usai menyaksikan peserta lomba gerak jalan indah SD dan SMP di rujab bupati, Rabu (15/08/2019).

“Merdeka bukan hanya terlepas dari penjajah tetapi kita harus merdeka dalam arti luas yakni tidak ada penindasan, tidak ada kekerasan dan penyelenggaraan pemerintah harus melibatkan masyarakat sehingga kemerdekaan ini benar-benar utuh,” ucapnya.

Kemerdekaan lanjutnya juga harus diikuti dengan semangat membangun Indonesia yang telah menjadi cita-cita bersama bahwa menjelang 100 tahun kemerdekaan yang diharapkan dapat menjadi negara keempat termaju dari lima negara maju didunia.

Terlebih di tahun 2019 ini tambahnya baru saja dihelat pemilihan umum Pilpres dan Pilcaleg sehingga mengakibatkan terjadi sekat-sekat diantara masing-masing pendukung sehingga momen ini diharapkan dapat menjadi alat perekat untuk persatuan bangsa.

“Polarisasi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat saat pileg dan pilpres kemarin Insya Allah akan menyatu kembali untuk kepentingan Indonesia yang lebih besar yaitu menyongsong indonesia Emas.” pungkasnya.

Laporan : Samidin




Diduga Gelapkan Barang PT. SSU, Mykhailo Gubanov. CS Dipolisikan

SultraNET., rumbia | Direktur PT. Surya Saga Utama (SSU), H. Kasra Jaru Munara mempolisikan Mykhailo Gubanov. CS yang merupakan salah satu Direksi diperusahaan itu, atas dugaan tindak pidana penggelapan barang perusahaan.

Laporan yang dimasukkan Kasra ke Polres Bombana tersebut bernomor STLLP/33/VIII/2019/SPKT Res Bombana tertanggal 7 Agustus 2019.

Kepada awak media SultraNET.com (13/8/2019) mantan calon Bupati Bombana tersebut mengakui bahwa hal tersebut merupakan buntut polemik penjualan ribuan ton besi bahan pembangunan pabrik smelter milik perusahaan secara kiloan layaknya penjualan besi tua yang diduga kuat dilakukan Mykhailo Gubanov. CS tanpa melalui prosedur sehingga berpotensi merugikan Negara dan perusahaan.

“Saya Sudah melaporkan pelaku penjarahan besi bahan bangunan smelter PT SSU Ke Polres Bombana atas dugaan Pencurian dan penggelapan Serta pemalsuan dekumen perusahaan untuk melancarkan aksi penjualan barang-barang perusahaan,” Tutur Kasra

Menurutnya Pencurian dan penjarahan barang milik perusahaan itu sudah di lakukan berkali kali dengan menggunakan kapal tongkang dan menjualnya ke PT Asri Jaya Mandiri (AJM) di Surabaya, Jawa Timur.

“Ini sudah yang kesekian kalinya orang Rusia itu mencuri barang milik perusahaan,” Bebernya

Untuk itu, Kasra berharap agar kepolisian segera memproses laporannya tersebut agar kerugian negara yang ditimbulkan akibat penjualan asset yang masuk ke Indonesia dengan Pajak yang ditanggung Negara tersebut tidak semakin besar.

“Saya berharp masalah ini bisa cepat ditangani dan diungkap oleh polisi,” Pungkasnya. (Fendi)

 




Rusmin Abdul Gani Mundur dari VDNI berikut Alasannya

SultraNET., kendari | Rusmin Abdul Gani secara mengejutkan mengeluarkan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Deputy Site Manager PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), sebuah Perusahaan pengolah nikel yang beroperasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Perusahaan ini digadang-gadang akan menjadi yang terbesar dalam industri pengolahan dan pemurnian nikel atau smelter di Indonesia.

Rusmin menyatakan mundur dari jabatan yang baru enam bulan didudukinya tersebut pada Minggu (11/8/2019)

Terdapat tujuh hal yang menjadi pertimbangan Rusmin sehingga memilih mengundurkan diri dari jabatannya tersebut sebagaimana tertuang dalam surat pengunduran dirinya yang ditujukan kepada Presiden Direktur PT VDNI.

Pertama. Sejak bulan Maret 2019, Rusmin Abdul Gani telah menjalankan tugas sebagai Deputy Site Manager PT VDNI, PT OSS dan PT PMS, selanjutnya poin Kedua. Selama menjalankan tugas, Rusmin telah berkoordinasi dengan banyak pihak untuk mengurus semua hal tentang perusahaan terkait dengan perizinan dan hal-hal lain yang berkaitan dengan perusahaan.

Ketiga. Dalam kurun waktu menjalankan tugas dan fungsi utamanya sebagai Deputy Site Manager, ia selalu berkoordinasi dengan pimpinan perusahaan, baik dengan direktur maupun tingkat site manager, poin Keempat. Dalam setiap koordinasi, Rusmin selalu menyampaikan rekomendasi-rekomendasi untuk perusahaan.

Kelima, dari setiap rekomendasi yang disampaikan, ia mengaku tidak pernah mendapat respon maksimal sehingga semua masalah yang ada tidak pernah selesai dengan tuntas, Keenam. Respon yang dimaksud adalah dukungan dan komitmen dari manajemen untuk menyelesaikan tanggung jawabnya dengan mematuhi prinsip-prinsip kepatuhan yang ada di wilayah Republik Indonesia.

Ketujuh. Kondisi inilah yang memposisikan Rusmin sebagai pihak yang dirugikan. Sebab dalam jabatannya, ia menghadapi berbagai macam resiko pekerjaan dan jabatan yang berhadapan dengan penegak hukum dan pejabat negara. (rl)




Proyek Miliaran “Negeri Diatas Awan” Terbengkalai

SultraNET., rumbia | Proyek pembangunan Homestay di Desa Tangkeno, Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bernilai lebih dari dua milyar rupiah yang diharapkan menjadi fasilitas penunjang pariwisata andalan Bombana yang terkenal dengan sebutan Negeri Diatas Awan itu terindikasi terbengkalai dan terancam tidak dapat dimanfaatkan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Tangkeno. Majid Ege saat ditemui awak media SultraNET. (4/8/19).

Menurutnya kondisi pekerjaan yang menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah itu sangat memprihatinkan serta terancam tidak dapat difungsikan sama skali.

Kendati demikian dirinya tidak dapat memastikan apakah pekerjaan tersebut telah selesai pengerjaannya atau belum namun ia memastikan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi proses pekerjaan di proyek tersebut.

“Saya tidak bisa pastikan apakah pekerjaan itu sudah selesai atau belum, namun yang pasti bahwa pekerjaan itu mereka sudah tinggalkan,” Tutur Majid Ege

Apalagi lanjutnya, sejak pekerjaan proyek itu dimulai, pihak kontraktor atau pekerja proyek tersebut tidak pernah melakukan koordinasi kepada pihak pemerintah desa hingga pekerjaan tersebut ditinggalkan.

gambar proyek Homestay di Desa Tangkeno, Kabaena Tengah

“Bagaimana kami bisa berkomentar selesai atau tidak, mereka hanya berkoordinasi dengan pemdes saat mereka meminta menunjukan lokasi,” Ungkapnya

Namun ia menduga, selain faktor pekerjaan yang tidak sesuai, faktor alam sangat berpengaruh sehingga bangunan itu tidak bisa fungsikan sama sekali.

“Soalnya di tangkeno ini faktor alam juga sangat berpengaruh terutama angin,” Pungkasnya

Hingga berita ini dirilis pihak kontraktor atau pelaksana proyek belum terkonfirmasi. (Efendi)

gambar proyek Homestay di Desa Tangkeno, Kabaena Tengah




Ramai Dibicarakan Warganet, Keluarga di La Ea ini Butuh Perhatian Pemkab Bombana

SultraNET., rumbia | Satu keluarga warga desa La Ea, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara ramai diperbincangkan warganet setelah diposting akun facebook Yudi Utama Arsyad di grup facebook Perwakilan Rakyat Bombana.

Dalam postingan tersebut disebutkan Tony (59) yang berprofesi sebagai nelayan tersebut mengharapkan agar  ia dan keluarganya dapat diberikan bantuan Listrik dari Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Program gembira terang.

Ayah dengan tujuh orang anak itu juga sangat berharap kiranya rumah yang ditempatinya bersama keluarganya itu dapat dilakukan perbaikan melalui Program baruga moico.

Yudi Utama Arsyad saat dikonfirmasi awak media SultraNET. via telpon, Sabtu (10/8/2019) membenarkan perihal postingannya tersebut.

Menurutnya, keluarga Tony sangat layak mendapatkan bantuan melalui program program andalan pemerintah Kabupaten yang dinahkodai H. Tafdil tersebut baik gembira terang maupun baruga moico.

“Saya melihat langsung kondisi keluarga itu, dan memang sangat layak untuk dibantu. jadi saya harap ini dapat diperhatikan oleh Pemerintah,” Bebernya

Setelah memposting melalui akun Facebooknya Yudi kemudian mengkordinasikan hal tersebut kepada pemerintah kabupaten agar persoalan itu dapat segera diberikan solusi.

“Alhamdulillah sudah mulai ada titik terang, semoga hal ini bisa segera diperhatikan.” Singkatnya (idris)

Gallery Gambar Berita

Rumah yang ditempati Tony dan Kedelapan Anggota Keluarganya