Hasil Melimpah, Panen Raya Rumput Laut Libatkan Pemda Wakatobi

Wakatobi, SultraNET. | Panen Raya rumput laut Masyarakat yang di gelar di lapangan desa Liya Bahari indah turut melibatkan pemerintah Daerah Wakatobi, Senin (29/07/2019).

Panen rumput laut seliya raya ini merupakan keinginan masyarakat petani rumput laut sebagai rasa syukur kepada Allah dengan besarnya peningkatan hasil produksi, jumlah pembudidaya, meningkatnya pendapatan dan pengetahuan pola taman serta adanya dukungan pemda wakatobi dan stekholder.

Jumlah pembudidaya rumput laut ini setelah dua tahun terakhir yang sebelumnya hanya 87 rumah tangga nelayan sekarang menjadi 176 rumah tangga nelayan. Peningkatan hingga capai seratus persen tersebut dipengaruhi oleh bibit yang digunakan. Jika sebelumnya menggunakan bibit spinosum dengan hasil produski hanya capai 100 ton, kini dengan menggunakan bibit kotoni para pembudidaya mampu menghasilkan 201 ton rumput laut.

“Sebelumnya hasil produksi dibawah 100 ton perbulan dimasa puncak panen seperti ini sekarang lebih dari 200 ton perbulan. Sebelumnya hanya menggunakan bibit spinosum dengan harga yang lebih murah sekarang mulai menggunakan bibit kotoni yang lebih mahal”ujar kepala dinas kelautan dan perikanan, Jalaluddin saat membawakan sambutannya.

Bupati wakatobi di waktu yang sama mengatakan, pemerintah daerah akan terus mensuport tiga klaster visi misi kabupaten wakatobi yaitu maritim, sejahtera dan berdaya saing. Hal itu diutarakan sebab wakatobi pada potensinya memiliki luas lautan yang capai 97 persen sedang daratan hanya 3 persen.

“Tiga kekuatan untuk dapat mensejahterakan masyarakat kita yaitu potensi dipermukaan laut yakni pedagangan antara pulau, tengah laut seperti budidaya rumput laut dan dasar laut yaitu pariwisata,”jelasnya.

Selain besarnya motivasi masyarakat dalam mengembangkan potensi rumput laut, disisi lain bupati wakatobi juga terus mengapresiasi dan mendukung berbagai pihak khususnya yang berorientasi pada pertumbuhanan Ekonomi pembudidaya rumput laut baik berupa modal, bibit dan pelatihan pemasaran terhadap stekholder.

“Kita perlu meningkatkan sumber daya manusia dalam pengelolaan sumber daya rumput laut ini. Alhamdulillah dengan adanya NSLIC dan WWF masuk ke daerah kita, akhirnya dapat membuahkan hasil seperti yang sedang kita lihat bersama-sama ini,”ucapnya.

Besarnya peningkatan hasil rumput laut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, dalam panen raya rumput laut, NSLIC turut memakerkan rumput laut yang dinamakan F1. Jenis ini dihasilkan melalui hasil kultur jaringan yang diberikan PT. Baruna Sejahtera sebanyak 150 Kilogram. Alhasil, dari tiap 1 Kg bibit rumput laut mampu menghasilkan 5 Kg rumput laut tiap panennya.

Setelah menggelar kegiatan secara seremonial pemda wakatobi yang dipimpin bupati wakatobi turut terlibat melakukan panen rumput laut bersama masyarakat.

Diketahui dalam kegiatan tersebut turut hadir wakil direktur National Support Local investment Climate (NSLIC) Feri Junifer, Perwakilan WWF, serta perwakilan dari kampus kelautan dan perikanan Wakatobi.

Laporan ; Samidin




Tidak Butuh Lama, Pemkab Bombana Siap Bangunkan Rumah Nenek Bungadia

Rumbia, SultraNET. | Keluhan Nenek Bungadia, warga Desa Ladumpi, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara yang mengharap dapat menerima bantuan perumahan Baruga Moico dari pemerintah akhirnya direspon cepat Dinas Perumahan setempat dengan memastikan bantuan rumah tersebut dikerjakan tahun 2019 ini.

Kabar gembira tersebut disampaikan oleh Sulaiman Fachrani, SH., MM. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Bombana saat dihubungi awak media SultraNET.via Whattshap, Senin (29/7/2019).

“Kami sudah lakukan ferivikasi lapangan dan semua tidak ada kendala,” Ungkap Sulaiman Fachrani

Untuk itu, pihaknya tinggal menunggu proses pengadaan bahan bangunan saja setelah itu pekerjaan rumah baruga moico sudah dapat dikerjakan.

“Kita tinggal menunggu pengadaan bahan saja, prosesnya semua sudah dilelang dan pemenang juga sudah ada, tinggal menunggu bahan ada dan langsung dikerjakan,” bebernya

Bukan itu saja, untuk tahun ini juga tambah Sulaiman, Rumah Korban Kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu yang membakar habis beberapa rumah yang berada di Desa Lantawonua, Kecamatan Rumbia dan Rumah Korban Kebakaran yang terletak di Desa Mawar, Kecamatan Mataoleo juga bakal dikerjakan.

“Tahun ini juga baik Rumah nenek bungadia maupun rumah korban kebakaran akan kami kerjakan,” Pungkasnya (Efendy)




PBI Sultra Nilai Rusman Emba Lebih Ideal Pimpin PDIP Sultra

Kendari, SultraNET. | Pergantian tampuk kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD-PDIP) Provinsi Sulawesi Tenggara untuk periode 2019-2024 mengundang berbagai spekulasi terkait Regenerasi Kepemimpinan Partai itu di bumi anoa.

Spekulasi yang banyak bermunculan dikalangan pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) tersebut menyusul keluarnya hasil Konferensi Daerah (konferda) PDIP, Sabtu (27/7/2019) yang mengejutkan banyak pihak karena menyepakati Bupati Buton Utara Abu Hasan, yang selama ini tidak diperhitungkan namun berhasil terpilih sebagai Ketua DPD PDIP Sultra menggatikan Ir. Hugua yang telah menahkodai Partai Berlambang Banteng selama sepuluh tahun itu.

Organisasi Masyarakat Putra Bangsa Indonesia (PBI) Provinsi Sulawesi Tenggara kepada Awak media ini turut berspekulasi atas hasil Konferensi Daerah yang berlangsung di Hotel Same Kendari itu.

Melalui Ketua Ormas PBI Sultra, Abady Makmur menilai meskipun ia tidak meragukan kapasitas dan kapabilitas Abu Hasan sebagai Ketua DPD PDIP yang terpilih namun menurutnya Sosok Bupati Muna Rusman Emba lah sebagai sosok yang seharusnya paling ideal untuk memimpin Partai Besutan Megawati Soekarno Putri itu untuk lima tahun kedepan di Sulawesi Tenggara.

“Rusman Emba itu merupakan sosok yang saya nilai paling ideal seandainya beliau dipercaya dan diamanatkan sebagai ketua DPD PDIP Sultra untuk lima tahun kedepan bahkan sepuluh tahun kedepan. Sebab dia itu sangat berpengalaman dalam politik,” Tutur Abady Makmur.

Menurut Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Buton Selatan itu, penilaiannya itu bukan tak berdasar, karena jika dilihat dari riwayat karir Politiknya, Rusman Emba dinilai memiliki segudang pengalaman Politik yang mumpuni mulai dari politik lokal hingga pada level Nasional.

Dimana diketahui Bupati yang tengah mempersiapkan diri untuk maju sebagai kandidat calon Bupati Muna untuk periode kedua ini telah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Muna pada tahun 2004-2009, selanjutnya dipercaya sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara untuk periode 2009-2014 dan kemudian melenggang ke senayan sebagai anggota DPD RI pada tahun 2014-2015 hingga akhirnya dia memutuskan kembali calon Bupati Muna dan terpilih sejak tahun 2015 hingga saat ini.

Rusman Rmba, Bupati Muna
Rusman Rmba, Bupati Muna

Sementara Abu Hasan lanjut Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bombana dua periode ini diketahui sebelum menjalani karir politik sebagai Bupati Buton utara berkiprah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“indikatornya adalah beliau telah menduduki berbagai jabatan politik mulai dari anggota DPRD Kabupaten, Anggota DPRD Provinsi, Anggota DPD RI hingga dia kembali menjabat sebagai Bupati Muna. Nah dengan pengalaman berpolitik yang mumpuni itu beliau akan akomodatif terhadap berbagai kepentingan organisasi karena jika seseorang lama berkarir di panggung politik akan lebih dinamis dalam membangun komunikasi antara pengurus partai. sebab politik itu adalah identik dengan komunikasi,” bebernya.

Dengan demikian, lanjutnya, dengan segudang pengalaman yang dimiliki oleh Rusman Emba sangat berpotensi untuk dapat membangun komunikasi yang ideal antara Semua pihak, utamanya dalam memimpin partai dibanding Abu Hasan.

Sementara itu ditempat terpisah Bupati Muna, Rusman Emba, ST saat dikonfirmasi, Minggu (28/7/2019) mengatakan bahwa apapun yang menjadi keputusan Partai yang telah dihasilkan melalui Konferensi Daerah itu merupakan hal yang harus dipatuhi dan dilaksanakan apalagi semuanya telah diputus melalui mekanisme partai.

Atas amanah Konferda padanya sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) atau yang lebih dikenal sebagai Ketua Desk Pilkada untuk Partai PDIP se-sulawesi Tenggara, dirinya merasa berkewajiban membantu Ketua DPD PDIP dalam menjalankan roda Organisasi dan memastikan bahwa dalam pencalonan Kepala Daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara senantiasa memberi kesempatan yang seluas luasnya kepada kader partai.

” apa yang sudah diputuskan partai melalui konferda wajib saya laksnakan. Tugas saya adalah membantu Pak Ketua (Abu Hasan.red) dalam menjalankan roda Organisasi Partai dan tugas saya berikutnya adalah bagaimana saya memastikan diakomodirnya kader partai dalam bursa pencalonan sebagai Calon Kepala Daerah pada pemilukada tahun 2020 yang akan datang. “tuturnya (IS)

 




Fokkermapi Mendorong Terciptanya Peradilan Khusus Pemilu

Muhammad Resky, S.IP yang menjabat di Bidang Sosial Politik dan Pemerintahan Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi dan Kerjasama Mahasiswa Pemerintahan Se-Indonesia (DPP FOKKERMAPI) mengharapkan melalui KONGRES FOKKERMAPI lahir rekomendasi kepada pemerintah agar terciptanya Peradilan Khusus Pemilu.

Dalam negara yang menganut sistem demokrasi, pemilihan umum (pemilu) dianggap sebagai salah satu sarana yang menjadi tolok ukur dari demokrasi itu sendiri. Pemilihan Umum merupakan prinsip dasar demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Prinsip dasar kehidupan kenegaraan yang demokratis adalah setiap warga negara berhak ikut aktif dalam proses politik.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut demokrasi yang menerapkan sistem pemilihan umum. Sejak era reformasi hingga saat ini demokrasi indonesia kian membaik, pemilihan umum yang di terapkan di yakini akan membawa perubahan yang signifikan di berbagai sektor oleh aktor-aktor politik yang langsung diberi mandat oleh rakyat itu sendiri.

Didalam setiap perhelatan PEMILU di indonesia masih saja kita dihadapkan dengan berbagai masalah yang mewarnai pemilihan umum, untuk itu dalam rangka menjamin kepastian hukum didalam proses pemilihan umum di indonesia sudah seharusnya indonesia mendirikan satu lembaga independen khusus yang menangani berbagai masalah yang timbul dalam proses pemilihan umum.

Pengadilan khusus Pemilu sebenarnya salah satu komponen terpenting dalam azas-azas penyelengaran pemilu diantaranya adalah “kepastian hukum”. Dalam konteks kepastian hukum, adalah bahwa antara penyelenggara pemilu, pengawas pemilu, pemantau pemilu dan peserta pemilu menerima secara baik dari proses tahapan, program dan jadwal waktu penyelenggaran pemilu. Apabila ada pihak-pihak yang belum puas atas hasil kerja yang diberikan oleh Komisi Pemilihan Umum sebagai Penyelenggara Pemilu, dapat mengajukan sengketanya di Pengadilan Khusus Pemilu.




LSM Perisai Tuding PT. AMI Bangun Jetty Tanpa Pemberitahuan Ke Dishub

Rumbia, SultraNET. | Lembaga Swadaya Masyarakat Pemersatu Barisan Anti Korupsi  (LSM-Perisai) Kabupaten Bombana menuding Pembangunan Terminal Khusus (jetty) oleh PT. Artha Mining Industry (AMI) di Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (sultra) dilakukan tanpa prosedur yang sesuai.

Kepada awak media SultraNET.com, Ansar Ahmad selaku Ketua Devisi Investigasi LSM-Perisai, Minggu (28/7/2019) menuturkan bahwa setelah pihaknya melakukan investigasi lapangan, terungkap bahwa PT. AMI belum menyampaikan penetapan lokasi dan izin pembangunan Terminal Khusus dari Menteri Perhubungan ke Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kami menduga kuat bahwa PT. AMI dalam membangun pelabuhan khusus (jetty.red) mengabaikan prosedur yang berlaku, dan ini tidak bisa dibiarkan,” Tutur Ansar.

Terlebih lagi lanjut Ansar Ahmad, Pembangunan Terminal Khusus (Jetty) PT. AMI di area yang merupakan zona tangkap ikan nelayan lokal yang terkenal sebagai pemasok ikan terbesar di Kabupaten Bombana itu telah meresahkan nelayan sekitar.

“Jetty itu dibangun dalam wilayah zona tangkap ikan, sehingga dapat dipastikan mata pencarian nelayan di daerah tersebut terancam punah,” Urainya.

Dikonfirmasi terpisah, salah seorang warga setempat yang berprofesi sebagai nelayan menuturkan bahwa akibat pembangunan Jetty tersebut, para nelayan di area tersebut sangat terganggu karena saat hilir mudik kapal tongkang di area tersebut, mereka diharuskan menjauh terlebih dahulu.

“wilayah tangkap ikan di sini sangat sempit pak, kalau kapal tongkangnya datang, kita harus menjauh dulu, dan sebenarnya kalau kami dimintai pendapat jelas kami menolak pak,” Singkatnya sembari meminta identitasnya untuk tidak dipublikasi.

Hingga berita ini kami rilis, belum ada pihak perusahaan yang dapat dikonfirmasi. (IS)




IPW : Orang Tua dan Pelaku Tawuran harus Jadi Tersangka Penembakan Sesama Polisi

Jakarta, SultraNET. | Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menilai pelaku tawuran dan orang tuanya yang mendatangi Polres Cimanggis, Depok bersama oknum polisi penembak polisi itu harus ikut dijadikan tersangka karena menjadi penyebab penembakan yang menyebabkan seorang polisi tewas.

“Penyebab terjadinya penembakan itu kan akibat penangkapan pelaku tawuran. Sebab itu, pelaku tawuran, orang tuanya, harus dijadikan tersangka karena turut serta yang menyebabkan terjadinya penembakan,” katanya, saat dihubungi Antara, di Jakarta, Jumat.

Kasus penembakan polisi oleh polisi kembali terjadi. Kali ini di Polres Cimanggis, Depok, Kamis (25/7) malam yang dilakukan Brigadir RT terhadap Bripka RE karena kesal permintaannya tak dituruti korban RE.

Perselisihan bermula dari RE yang juga anggota Samsat Polda Metro Jaya mengamankan seorang pelaku tawuran berinisial FZ, pada Kamis malam.

Kemudian datang orang tua pelaku berinisial Z bersama dengan Brigadir RT ke Polsek Cimanggis, yang meminta dengan nada keras agar FZ dibina oleh orang tuanya.

Bripka RE menolak dengan nada keras sembari menjelaskan bahwa proses sedang berjalan. Brigadir RT yang naik pitam kemudian menembak Bripka RE hingga meninggal di lokasi.

Dalam kronologis yang beredar di sejumlah media, ada satu polisi lain yang ikut mendampingi Brigadir RT, selain orang tua pelaku tawuran, saat mendatangi Polsek Cimanggis.

Jika benar, Neta memastikan satu polisi lain yang mendampingi Brigadir RT saat itu juga bisa terseret sebagai tersangka karena turut serta hingga menyebabkan terbunuhnya seseorang.

“Kedua polisi itu sudah berperan menjadi ‘backing’ untuk membebaskan tersangka tawuran yang ditangkap,” kata dia.

Seharusnya, kata Neta, siapa pun tidak boleh mengintervensi saat polisi menangani sebuah masalah, apalagi undang-undang memberi hak pada polisi untuk memeriksa tersangka dua kali 24 jam. (ANTARA)

 

Sumber asli  dan telah terbit di :

https://bengkulu.antaranews.com/berita/74256/orang-tua-dan-pelaku-tawuran-harus-jadi-tersangka-penembakan-sesama-polisi#.XTuqdSD0U7M.facebook




Pembangunan Jetty PT. AMI Ancam Rusak Zona Tangkap Ikan Nelayan Bombana

Rumbia, SultraNET. | Pembangunan Pelabuhan Khusus (Jetty) yang diduga dilakukan oleh PT. Artha Mining Industry (PT.AMI) sebuah perusahaan konsorsium yang saat ini dalam proses pembangunan Pabrik Pemurnian Biji Nikel di Desa Liano, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara itu dinilai dapat merusak lingkungan serta zona tangkap ikan nelayan setempat.

Hal tersebut disampaikan Ansar Ahmad selaku Ketua Divisi Investigasi LSM Pemersatu Barisan Anti Korupsi (LSM-Perisai) Kabupaten Bombana, Sabtu (27/07/2019), menurutnya pembangunan yang dilakukan di Area Zona Tangkap Nelayan itu berpotensi menghilangkan mata pencaharian nelayan setempat.

“Kalau pembagunan Jetty di area itu terus dilanjutkan pembangunannya, yakin saja bahwa Zona tangkap ikan dan pencaharian nelayan pasti hilang disitu,” Ucap Aktivis Pegiat Lingkungan dan Anti Korupsi itu.

Apalagi lanjut Ansar, setelah pihaknya bersama beberapa awak media dan aktivis Aliansi Pemerhati Masyarakat Mataoleo (APMM) melakukan investigasi langsung di Area pembangunan Jetty tersebut, ditemukan banyak kejanggalan bahkan ketika hendak memasuki area tersebut mereka tidak diberikan izin masuk dengan alasan yang tidak jelas

“Kami mohon maaf, kami sudah telpon direktur dan kami diperintahkan agar tidak memberikan izin untuk masuk,” Tutur Ansar menirukan penolakan security penjaga pos masuk.

Untuk itu, pihakya berharap agar Pemerintah khususnya Kementerian Perikanan Republik Indonesia dapat mengambil sikap untuk mencegah terjadi kerusakan ekosistem laut diwilayah zona tangkap ikan terbesar di Kabupaten Bombana itu.

“Saya harap kementerian Perikanan khususnya Ibu Menteri Perikanan, Susi Pudjiastuti agar dapat turun diarea ini, karena ini sebenarnya sangat fatal membangun di Zona Tangkap Ikan bisa mematikan penghasilan Nelayan.” Pungkasnya. (IS)




Mengejutkan, Abu Hasan Gantikan Hugua Nahkodai PDIP Sultra

Kendari, SultraNET. | Bursa pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya mendapat titik terang.

Mengejutkan sebab, Hugua yang diperkirakan bakal kembali memimpin partai besutan Megawati itu ternyata tak sesuai prediksi. Justru Abu Hasan yang tak pernah terfikirkan sebelumnya justru keluar sebagai jawara.

Abu Hasan diketahui telah terpilih menjadi Ketua DPC PDIP Buton Utara melalui Konfercab pekan lalu, belakangan muncul informasi bahwa Bupati Butur itu justru melengser posisi Hugua sebagai Ketua DPD PDIP Sultra.

Hal itu dibenarkan, Ahmad Afif Darvin, Ketua DPC PDIP Butur yang menggantikan posisi Abu Hasan.

Melalui sambungan telepon, Afif mengaku telah mengganti posisi Abu Hasan sebagai Ketua DPC PDIP Butur, karena Abu Hasan dipilih DPP PDIP sebagai Ketua DPD PDIP Sultra.

“Ia benar sudah terpilih, saya yang menggantikan dia (Abu Hasan, red),”

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Anggota DPRD Sultra dari PDIP, Nursalam Lada, masih melalui telepon seluler, Wakil DPRD Sultra itu membenarkan jika Abu Hasan memang telah menggantikan posisi Hugua.

“Ia tadi pagi sudah ada info valid dari DPP, kalau Abu Hasan menahkodai PDIP Sultra,” singkatnya. Sabtu 27/7.




Diduga Karena Emosi, Anggota Polisi ini Tembak Sesama Anggota

Kota Depok, SultraNET. | Aksi main tembak kembali terjadi, kali ini antara sesama anggota Polri, korban penembakan yaitu Bripka Rahmat Effendi yang tewas seketika saat dihujani peluru dari pistol milik Brigadir Rangga Tianto. Kejadian itu terjadi diruangan SPKT Polsek Cimanggis, Kamis (25/07/19) sekitar pukul 20.50 Wib.

Menurut infomasi yang dilansir suaraaktual.co, kejadian tersebut berawal saat Bripka Rachmat Effendi (Anggota Samsat PMJ) mengamankan pelaku tawuran atas nama Fahrul.

Kemudian mengantarkan pelaku ke SPKT Mako Polsek Cimanggis pada hari Kamis, 25 Juli 2019, jam : 20.30 Wib, dengan Barang Bukti Clurit. Tidak lama kemudian datang orang tua pelaku atas nama Zulkarnaen bersama Brigadir Rangga Tianto.

Saat itu, Brigadir Rangga meminta agar Fahrul agar dapat dibina oleh orang tuanya. Namun Bripka Rahmat Effendi langsung menjawab bahwa proses sedang berjalan dan Rahmatlah yang bakal menjadi pelapor atas perbutan dengan barang bukti sebilah Clurit itu.

” Saya sebagai Pelapornya,” kata Rahmat saat itu dengan nada agak keras bicaranya. Sehingga membuat Brigadir Rangga emosi karena tidak terima.

Mendengar ucapan itu, kemudian Rangga pergi keruang sebelah dan mengeluarkan senjata dan langsung menembak Senjata Api (Senpi) jenis HS 9 Ke arah Bripka Rahmat sebanyak 7 kali tembakan (isi magazin 9 butir) selongsong sesuai dengan yang di temukan 7 selongsong.

Naas, tembakan itu mengenai bagian dada, leher, paha dan perut sehingga korban meninggal di tempat. Dalam aksi penembakan ini yang menjadi saksi yakni KSPK I Polsek Cimanggis Ipda Adhi Wibowo.

Dan terkait masalah ini pelaku berikut dengan barang bukti telah diamankan oleh Polisi setempat. Dan juga perkara masih dalam penyelidikan.**

Sumber : m.suaraaktual.co




Kisah Inspirasi Subro, Pedangdut Tunanetra Pergi Haji

SultraNET. | Subro merasa takjub ketika tubuhnya bisa memeluk Ka’bah. Padahal, ini musim haji. Umat dari berbagai penjuru bumi berkumpul di Masjidil Haram. Area tawaf sesak dengan manusia. Mereka bertasbih, berzikir dan berdoa sepanjang 7 kali putaran tawaf.  

Entah tangan siapa yang menarik Subro dalam pusaran manusia bertawaf di Baitullah. Semakin dekat, semakin dekat, sampai tangannya bisa menjamah sisi dinding Ka’bah. Subro mengaku ada yang memberinya jalan. Tangan itu terus menarik, seolah mengarahkan tangannya menyentuh dinding Ka’bah.

“Ini Ka’bah cepat pegang..Saya pegang, saya peluk Ka’bah. Jadi alhamdulillah saya dipermudah untuk ibadah apalagi untuk menyentuh kabah,” kata Subro, jemaah haji tunanetra Embarkasi JKG-25, asal Serang, Banten, saat ditemui usai Salat Jumat di Masjidil Haram, Jumat, 26 Juli 2019.

Subro sangat bersyukur, meskipun kebesaran Allah itu tak bisa dia saksikan langsung dengan indra pengelihatan, namun begitu terasa dalam batin dan lubuk sanubarinya. Jika dulu Ka’bah, katanya dilihat orang-orang di gambar sajadah, sekarang bisa dirasakan keagungannya. “Itu yang buat saya bangga,” ucapnya.

Sebagai jemaah haji tunanetra, Subro tidak merasa keterbatasan fisiknya sebagai penghalang untuk beribadah. Justru, kata dia, Ia sangat yakin dan berserah diri kepada Allah, agar dipermudah dalam menjalankan semua prosesi ibadah haji, mulai dari wukuf hingga melempar jumrah.

“Saya tetap yakin walaupun Engkau berikan saya keterbatasan, tapi kalau menurut saya, sama dengan yang lain, sama dengan orang lain. Insya Allah saya tidak merasa khawatir, bahkan sangat yakin, insya Allah, Allah mempermudah memperlancar ibadah kita nanti,” ujar jebolan kompetisi dangdut di salah satu stasiun tv swasta ini.

Keyakinan yang tulus bahwa setiap niat baik dan usaha pasti akan diijabah Allah, selalu dipegang teguh pria 31 tahun ini. Dia tak punya cara yang muluk untuk bisa sampai ke titik ini, hanya berusaha dan memasrahkan segalanya pada Allah.

“Pokoknya hidup kita Allah yang mengatur, jadi kalau semuanya ditegakkan, tauhid tetap, Allah bersama kita, insya Allah perjalanan kita semuanya, baik haji atau yang lainnya pasti diluluskan, pasti dipermudah,” terang Subro.

Lupa Daftar Haji

Pergi haji tahun ini, bagi Subro, merupakah perjalanan keduanya ke Tanah Suci. Sebelum ini, tahun 2016, Ia bersama istri pernah berangkat umrah. Salah satu doa yang dia panjatkan saat itu adalah berharap diizinkan kembali ke Tanah Suci untuk berhaji.

Karenanya, bisa berangkat haji tahun ini, merupakan nikmat yang sangat luar biasa bagi Subro. Apalagi, bersama dengan istrinya, Rinalasari. Walau di awal-awal, Subro sempat lupa apakah sudah pernah mendaftar haji atau belum.

“Jujur tahun 2012 saat mendaftar itu saya lupa, apakah sudah daftar apa belum. Karena mungkin banyak aktifitas. Paling saya doanya, berikan izin ya Allah saya kembali lagi ke Tanah Suci. Pas pulang ke Indonesia (pulang umrah) lalu mendadak dapat surat, bahwa saya berangkat 2019,” ungkapnya.

Meskipun pernah umrah, Subro mengakui ibadah haji memang jauh berbeda. Tak hanya waktu dan prosesi ibadahnya yang panjang, ibadah haji juga menuntut kesabaran. Karena banyak pengalaman spiritual yang bisa dialami orang-orang yang pergi haji.

Dalam setiap doanya di Tanah Suci, Subro berhajat agar keluarga dan anak-anaknya bisa melaksanakan ibadah haji, diberikan kesehatan, kekuatan dalam menjalani hidup, dan diberikan ketabahan dan kesabaran jiwa. Dan, Ia selalu merindukan untuk kembali lagi ke Tanah Suci. “Saya ingin sekali kembali ke sini lagi, haji kedua kali, haji ketiga kali, terutama panjang umur. Hanya itu saja.” [mus/viva.co.id] 

 

 

Judul yang sama pada :  https://www.viva.co.id/haji/kisah-haji/1169818-kisah-inspirasi-subro-pedangdut-tunanetra-pergi-haji-nbsp