Peran Media Massa Sebagai Kontrol Sosial

Oleh : Maryam, S.P

Media massa sebagai salah satu saluran komunikasi massa, secara sederhana memiliki fungsi menginformasikan (to inform ), mendidik (to educate), menghibur (to entertaint ), dan kontrol sosial (social control ).Dengan fungsinya yang begitu kompleks, media massa dapat berperan dalam segala aktivitas individual, maupun organisasi, termasuk sebagai salah satu sumber informasi dalam pengambilan keputusan manajerial. Di sinilah dibutuhkan pemahaman yang benar tentang fungsi dan peran media massa itu sendiri, sehingga segala keputusan yang diambil tepat adanya.
Media massa sebagai wadah penyampaian informasi, media hiburan, dan pendidikan, juga berfungsi sebagai kontrol sosial.Media massa mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan sosial. Karena perannya yang sangat potensial untuk mengangkat dan membuat opini publik sekaligus sebagai wadah berdialog antar lapisan masyarakat.Pada dasarnya, efektivitas yang dihasilkan dari fungsi ini (kontrol sosial) bergantung pada integritas media itu sendiri.Selain itu, juga bergantung pada tingkat kepercayaan publik terhadap media yang bersangkutan. Untuk itu, sebagai pranata sosial yang menjadi corong informasi utama masyarakat, media pun harus memerhatikan integritasnya sendiri.
Jenis-jenis informasi yang disajikan oleh media massa antara lain :
  1. Informasi di bidang ekonomi : tingkat pertumbuhan ekonomi, penanaman modal, kondisi pasar berbagai komoditi, kebijaksanaan keuangan dan moneter pemerintah, pasar modal, arah industrialisasi, prosedur ekspor-impor, dan bahkan informasi perkembangan ekonomi regional maupun global.
  2. Informasi di bidang politik : sistem pemerintahan negara, percaturan kekuatan politik, kecendrungan peta politik saat pemilu, struktur birokrasi  pemerintahan,  kecendrungan   perumusan   kebijakan   oleh
  3. Parpol tertentu, perkembangan hukum dan perundang-undangan, dan politik luar negeri pemerintah di mana preusan/organisasi bergerak.
  4. Informasi di bidang sosial budaya : kultur/budaya masyarakat, tradisi-tradisi masyarakat tertentu, hari besar keagamaan, kebiasaan masyarakat suku tertentu, dsb. Semuanya bisa menjadi bahan dalam pengambilan keputusan, baik dalam konteks produksi barang/jasa atau sebaliknya untuk tidak mengambil keputusan yang tak sejalan dengan nilai-nilai kultur masyarakat.
  5. Informasi tentang situasi keamanan dan ketertiban umum : estimasi gangguan keamanan/ketertiban, baik oleh factor domestik maupun asing, baik yang berupa hambatan maupun ancaman. Hal ini berdampak langsung terhadap ketenangan berusaha.
  6. Informasi tentang lingkungan : potensi sumber daya alam, kebijaksanaan pemerintah tentang pemanfaatan sumber daya, kebijaksanaan nasional dalam pelestarian lungkungan, kebijakan tentang pencemaran, daur ulang limbah industri, reboisasi, peruntukan lahan, dan sebagainya.
  7. Informasi tentang pemasokan bahan mentah dan bahan baku untuk diolah menjadi produk tertentu : bagaimana ketersediaannya, siapa yang menguasainya, terdapat dimana, dan sebagainya.
  8. Informasi tentang bentuk persaingan yang mungkin akan dihadapi : perkiraan prilaku pesaing, berpegang pda prinsip moral dan etika atau tidak.
  9. Informasi tentang target groups di masyarakat yang menjadi target pemasaran : tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat penghasilan, kecendrungan preferensi penggunaan produk tertentu, pandangan yang dominan terhadap produk baru.
  10. Informasi tentang kriteria yang dapat digunakan sebagai benchmark kepuasan konsumen : apakah konsumen gemar atau tidak mengajukan komplin atau tuntutan bila mereka tidak puas dan dirugikan producen tertentu.
  11. Informasi tentang infrastruktur fisik : jalan, sarana transportasi, jeringan telekomunikasi, dan sebagainya yang dibutuhkan dalam kelancaran  kegiatan bisnis.
  12. Informasi tentang tahap dan jenis teknologi yang sudah dikuasai dan dapat diterapkan, termasuk teknologi informasi.
Pengertian Media Massa
Menurut Leksikon Komunikasi, media massa adalah “sarana penyampai pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas misalnya radio, televisi, dan surat kabar”.
Menurut Cangara, media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi.
Media adalah bentuk jamak dari medium yang berarti tengah atau perantara.Massa berasal dari bahasa Inggris yaitu mass yang berarti kelompok atau kumpulan. Dengan demikian, pengertian media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya  satu sama lain (Soehadi, 1978:38).
Media Massa adalah sarana komunikasi massa dimana proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak. Media massa mempunyai tugas dan kewajiban, selain menjadi sarana dan prasarana komunikasi untuk mengakomodasi segala jenis isi dunia dan peristiwa-peristiwa di dunia ini melaui pemberitaan atau publikasinya. Dengan pemberitaan atau publikasi ini, media massa di katakana sebagai agen perubahan karena memberikan informasi tentang perubahan, bagaimana hal itu bekerja dan hasil yang dicapai atau yang akan dicapai, dapat merubah pola pikir dan pandangan manusia terhadap suatu masalah tertentu.
Media massa sebagai agen perubahan dan sebagai control social masyarakat harus dapat memberikan informasi yang tepat dan juga berguna. Peran sebagai control social disini dikatakan sebagai watchdog dalam konteks sebagai pemberi penilaian, kritik dan saran kepada penguasa, parlemen, lembaga peradilan/penegak hokum dan masyarakat.
Peran dan Kekuatan Media Massa
Media massa mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Peran komunikasi sangat menentukan dalam penyampaian informasi maupun dalam suatu kebijakan pemerintah. Media massa dapat merubah gaya hidup ataupun budaya lokal  suatu daerah, dengan cara mempengaruhi cara berfikir suatu kelompok atau kalangan masyarakat.
Peran media massa dalam kehidupan sosial, terutama dalam masyarakat modern  tidak  ada  yang  menyangkal,  menurut  McQuail  dalam  bukunya   Mass Communication Theories(2000 : 66), ada enam perspektif dalam hal melihat peran media.
Pertama , melihat  media  massa seabagai window on event and experience  Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yang sedang terjadi di luar sana.Atau media merupakan sarana belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa.
Kedua ,      media juga sering dianggap sebagai a mirror of event in society and the world, implying a faithful reflection. Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya. Karenanya para pengelola media sering merasa tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik, pornografi dan berbagai keburukan lain, karena memang menurut mereka faktanya demikian, media hanya sebagai refleksi fakta, terlepas dari suka atau tidak suka. Padahal sesungguhnya, angle, arah dan framing dari isi yang dianggap sebagai cermin  realitas tersebut diputuskan oleh para profesional media, dan khalayak tidak sepenuhnya bebas untuk mengetahui apa yang mereka inginkan.
Ketiga ,   memandang media massa sebagai filter, atau gatekeeper yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Media senantiasa memilih issue, informasi atau bentukcontent yang lain berdasar standar para pengelolanya. Di sini khalayak “dipilihkan” oleh media tentang apa-apa yang layak diketahui dan mendapat perhatian .
Keempat ,  media massa acapkali pula dipandang sebagai guide , penunjuk jalan atauinterpreter , yang menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternatif yang beragam.
Kelima ,   melihat media massa sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkin terjadinya tanggapan dan umpan balik.
Keenam , mediamassa sebagai interlocutor yang tidak hanya sekadar tempt berlalu lalangnya informasi, tetapi juga partner komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif.
Peran media massa seperti pisau bermata dua, berperan positif sekaligus juga berperan negatif. Peran positif media massa berupa kontribusi dalam menyebarluaskan informasi kepada  khalayak sekaligus  juga  sebagai  alat  kontrol publik masyarakat dalam menyikapi informasi yang sedang berlangsung. Lain halnya dengan negatif misalnya pemberitaan yang mereduksi fakta sehingga menghasilkan kenyataan semu (false reality), yang dapat berakibat menguntungkan kepentingan tertentu dan sekaligus merugikan pihak lain.
Pemberitaan media sangat berdampak terhadap psikologi, gaya hidup, dan opini masyarakat. setiap perilaku dan pola pikir masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh pemberitaan di media massa. Sehingga jika pemberitaan itu tidak baik maka secara tidak langsung opini dan perilaku masyarakat juga akan terpengaruh. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa peran media cukup sentral dalam perkembangan perilaku masyarakat.
Fungsi Media Massa
Domininick (2001) menyebutkan beberapa fungsi media massa bagi masyarakat, yaitu :
  • Fungsi pengawasan (surveillance).Fungsi ini terdiri dari  2 bentuk utama, yaitu pengawasan peringatan dan pengawasan instrumental. Media massa menjalankan fungsi pengawasan peringatan, jika menginformasikan tentang ancaman yang disebabkan oleh beberapa hal, misalnya bencana alam, serangan militer, inflasi dan krisis ekonomi. Fungsi pengawasan instrumental dari media massa jika informasi yang disampaikan memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari.
  • Fungsi penafsiran (interpretation). Fungsi ini dijalankan jika media selain menyampaikan fakta dan data kepada khalayak, juga memberi penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting.Media memilih dan memutuskan peristiwa-peristiwa mana yang layak dan yang tidak layak disajikan.
  • Fungsi keterkaitan (linkage). Media massa dapat menjadi alat pemersatu anggota masyarakat yang beragam sehingga membentuk pertalian berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu.
  • Fungsi penyebaran nilai (transmission of values). Fungsi ini disebut juga sosialisasi. Media massa memperlihatkan kepada khalayak tentang bagaimana seharusnya mereka bertindak dan apa yang diharapkan mereka.
  • Fungsi hiburan (entertainment). Fungsi hiburan selalu dijalankan oleh setiap media massa. Media yang sangat jelas menjalankan fungsi ini adalah televisi,  radio dan tabloid.
Selain fungsi-fungsi di atas, ada beberapa fungsi yang bersifat umum lain dari media massa, yaitu fungsi informasi, pendidikan, memengaruhi, fungsi proses pengembangan mental, adaptasi lingkungan dan fungsi memanipulasi lingkungan. Secara lebih khusus media massa mempunyai fungsi, yaitu fungsi meyakinkan, menganugerahkan status, membius, menciptakan rasa kebersatuan, privitasi dan hubungan parasosial. (Karlina, dkk, 2002).
Pelaksanaan fungsi kontrol sosial oleh pers sebagian besar ditujukan kepada pemerintah dan aparat negara. Karenanya, fungsi ini selalu membela kepentingan masyarakat. Namun, sesungguhnya kontrol sosial ini juga dapat diberikan kepada masyarakat sebagai bagian dari sistem kemasyarakatan.
Dalam fungsi kontrol sosial ini, terdapat beberapa unsur pendukung, yaitu: (i) Social participation (keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan), (ii) Social responsibility (pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat), (iii)  Social  support (dukungan  rakyat  terhadap  pemerintah), dan terakhir (iv) Social control (kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah)
Dalam perannya sebagai control social, kondisi pers Indonesia memang mengalami pasang surut. Hal ini sangat tergantung pada kepemimpinan pemerintah. Pada masa orde baru, misalnya peran social pers hamper-hampir tidak tampak. Hal ini disebabkan pemerintah tidak mau borok-boroknya di ketahui public. Dalam hal ini  pers hanya berperan sebagai media pendidikan yang memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan serta wawasan dan media hiburan, bahkan menjadi corong pemerintah untuk memberikan informasi yang berbau positif yang telah dilakukan pemerintah, seperti keberhasilan dalam pembangunan dan tidak boleh memberitakan hal hal yang negative yang dilakukan pejabat pemerintah, pada masa orde baru kebebasan pers hampir tidak dapat dirasakankan sesuai dengan fungsinya, banyak pers yang khawatir bahwa keberadaannya akan terancam di saat mereka tidak mengikuti sitem yang berlaku, cara inilah yang sering mendorong pers terpaksa harus bersikap mendua terhadap suatu masalah yang berkaitan dengan kekuasaan.
Sedangkan pada era reformasi, kebebasan pers semakin di akui sesuai dengan di keluarkannya Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers pasal 2 bahwa “kemerdekaan pers adalah salah satu wujud kedaulatan rakyat yang berasaskan prinsip prinsip demokrasi, keadilan dan supremasi hokum, sedangkan pasal 3 ayat 1 pers nasional berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial.  Itu berarti selain sebagai media yang memiliki kebebasan untuk mencari dan menyebarkan informasi, pers juga memikul tanggung jawab sebagai penjaga demokrasi dengan aktif melakukan pengawasan terhadap lingkungan di manapun ia berada. Di era reformasi semua obyek tersentuh baik perorangan, instansi pemerintah, pejabat Negara atau presiden sekalipun.
Pemberitaan media sangat berdampak terhadap psikologi, gaya hidup, dan opini masyarakat. setiap perilaku dan pola pikir masyarakat salah satunya dipengaruhi oleh pemberitaan di media massa. Sehingga jika pemberitaan itu tidak baik maka secara tidak langsung opini dan perilaku   masyarakat   juga   akan    terpengaruh.    Beberapa    penelitian  telah membuktikan bahwa peran media cukup sentral dalam perkembangan perilaku masyarakat.



Panglima TNI Cek Kesiapan Prajurit Yonif 132/BS Jaga Perbatasan RI-RDTL

Pekanbaru, SultraNET. |  Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melaksanakan Kunjungan Kerja di Batalyon Infanteri 132/BS, Salo Bangkinang dalam rangka mengecek kesiapan prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – RDTL dari kesatuan Batalyon Infanteri (Yonif) 132/BS , Jumat (26/7/2019)

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadhilah, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI M. Fadjar MPICT, para Kasi Korem 031/Wira Bima ,seluruh Dan/Kasat Disjan jajaran korem 031/Wira Bima beserta Tamu Undangan .

Kunjungan Panglima TNI ini bertujuan untuk memeriksa kesiapan pasukan dan logistik, serta perlengkapan senjata prajurit yang akan menjaga perbatasan. Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga memberikan pengarahan kepada prajurit Satgas. Dalam arahannya Panglima menyampaikan bahwa tugas Satgas Pamtas tidak hanya menjaga perbatasan, namun harus jadi pelopor untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat

“Saya pesan kepada perwira kesehatan ya, perwira kesehatan di samping melaksanakan tugas menjaga kesehatan para prajurit juga harus membantu masyarakat. Perwira kesehatan juga mendata, apakah di wilayah tersebut masih terjadi stanting adanya gizi buruk. Apabila ada segera laporkan ke komando atas dan akan kita bantu dengan cara berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.

Bukan hanya patok tapi situasi masyarakat di sekitar juga menjadi tanggung jawab kita. Tugas Satgas Pamtas tidak hanya menjaga perbatasan, namun harus jadi pelopor untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat”, kata Panglima TNI.

Beliau juga menyampaikan, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI, sehingga kualitas prajurit menjadi perhatian serius dan saya yakin prajurit TNI bisa mengatasi segala rintangan yang akan dihadapi di Medan tugas nanti,” kata Panglima. Menurut Panglima misi untuk menjaga wilayah perbatasan RI – RDTL bukan satu-satunya misi yang diembankan kepada pasukan Satgas Pamtas, namun yang lebih penting adalah bagaimana bisa merebut hati rakyat di sana.

lebih lanjut disampaikan Panglima bahwa kunjungan ini untuk melihat kesiapan prajurit TNI yang akan ditugaskan di perbatasan RI-RDTL, terutama mengenai peralatan dan bekal, serta memberikan tambahan peralatan terutama untuk menghadapi persoalan di luar pengacau keamanan, sehingga prajurit berangkat dengan lengkap dan selamat, pulangpun dalam keadaan lengkap dan selamat,” Pungkas Panglima TNI.(Pen031) Tribunsatu.com




Jelang Hari Raya Idul Adha, Ini Tips Memilih Hewan Kurban

SultraNET. | Pelaksanaan  lebaran kurban kian dekat, tidak sampai sebulan lagi  yaitu  jatuh pada tanggal 10 dzulhijjah 1439 Hijriyah bertepatan dengan 22 Agustus 2018 pada hari Rabu.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, banyak lapak-lapak penjualan hewan kurban yang bertebaran di berbagai sudut kota untuk memudahkan konsumen membeli dan memilih ternak terbaik untuk dikurbankan.

Umat Islam berusaha sebaik mungkin untuk meneladani perintah Allah SWT dengan mengikuti perintah Nabi Ibrahim AS melaksanakan perintah Kurban. Ibadah kurban sesungguhnya merupakan bentuk kepasrahan seorang hamba kepada Allah untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Kata kurban berasal dari bahasa Arab, yakni qaraba yang berarti dekat. selain bentuk pendekatan diri kepada Allah dan syukur atas karunia yang diberikan-Nya, kurban adalah bentuk ketakwaan seorang Muslim dan melaksanakan segala perintah Allah. Seperti yang telah ditulis dalam surat Al-Hajj [22] ayat 34

Bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Mahaesa. Karena itu, berserah dirilah kamu kepada-Nya dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah”.

Dalam pelaksanaan teknisnya, tidak ada salahnya jika kita semua  mulai mencari tahu kriteria hewan yang layak untuk menjadi tanda wujud cinta kasih kepada Allah SWT. Pada prinsipnya, hewan yang layak dikonsumsi dagingnya dapat dilihat dari sifat fisik hewan kurban itu sendiri.

Memang tak bisa sembarangan dalam memberikan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha kali ini. Hewan kurban terbaik yang Anda berikan tentu juga menjadi amalan terbaik.

Bayangkan saja andai ini menjadi kurban terakhir, tentu kita telah memberikan yang terbaik untuk amalan terbaik. Nah apa tips memilih hewan kurban pada tahun ini.

Berikut tips memilih hewan ternak untuk kurban yang layak ada beberapa langkah yang harus diperhatikan:

Langkah pertama, hewan kurban  yang akan diberikan pada umumnya di Indonesia adalah hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, atau kerbau seperti yang telah menjadi ketentuan.

Langkah Kedua, Sudah memenuhi syarat umur. Karena ketentuan setiap jenis hewan ternak yang akan kita kurbankan  berbeda-beda. Untuk kambing atau domba adalah berusia satu tahun, sapi atau kerbau dua tahun, dan untuk unta lima tahun.

Ketiga, hewan kurban  sudah mengalami pergantian gigi seri depan dan bawah. Karakter gigi susu kecil dan runcing, sedangkan gigi tetap dari hasil pergantian adalah besar dan rata.

Keempat, hewan kurban harus dalam kondisi sehat tidak dalam kondisi sakit bisa dilihat dari matanya yang bersinar, gerakan hewan lincah, bulu-bulunya halus tidak kusam. Tanda hewan yang sakit bisa dilihat dari  demam, kurang nafsu makan, kudis atau scabies, ada ekskreta (buangan) dari lubang hidung, bulu badannya banyak yang keriting, kusam dan berdiri, mata cekung dan kotor, diare, serta lemas.

Kelima, jangan memilih hewan kurban yang  kurus dan cacat (pincang, buta, daun telingan tidak ada). Pilihlah dengan pilihan terbaik gemuk terlihat dari pantatnya yang berisi , perutnya juga tidak terlihat tulang iganya,  Karena dengan memberikan hewan kurban yang terbaik, tentu kita akan meraih hasil terbaik pula.

Keenam, ini menjadi tambahan saja karena hewan kurban  yang sehat cuping hidungnya basah (bukan karena flu), bulunya bersih dan mengilap, nafas dan detak jantung normal, nafsu makan normal, lubang kumlah bersih dan berwarna merah muda.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia bahwa sifat-sifat hewan yang tidak boleh dijadikan kurban, antara lain adalah:  buta sebelah mata dan butanya nampak jelas. Berpenyakitan yang jelas sakitnya, seperti penyakit kurap yang dengan sebab itu kulitnya tidak dapat dimanfaatkan. Pincang salah satu kakinya, dimaafkan pincang yang ringan dan tidak mengganggu jalannya untuk mencari makan.

Binatang ternak yang kurus kering, seperti tidak ada taknya atau sumsum pada tulang kosong, tanda-tandanya malas tidak ada keinginan untuk makan tumbuhan.  Ada sebagian dagingnya yang hilang walaupun  sedikit.

Makruh tapi memadai seperti ada sebagian yang kurang dari kelengkapan anggota tubuhnya semenjak lahirnya, tapi tidak mengurangi kadar daging seperti: Tidak punya peler atau hanya satu biji, tidak bertanduk, atau kupingnya kecil, atau kantung susunya sudah mengecil. Namun tetap yang terbaik dan lebih afdhal jika semuanya sempurna.

Hewan betina sah dan memadai untuk dijadikan qurban selama memenuhi syarat. Tidak memadai qurban atau menjadi sedekah biasa jika ada yang kurang dari tubuhnya yang sudah ada semenjak lahir, seperti: Terpotong kupingnya, terputus tanduknya atau kukunya atau luka, namun dimaafkkan jika itu terjadi bukan karena kelalaian atau kurang perhatian. (Thetanjungpuratimes.com)

Penulis : Duta Setiawan, Dosen Prodi Peternakan UNTAN




Bupati Kudus Terjaring OTT KPK Diduga Terkait Pengisian Jabatan

Jakarta, SultraNET. | Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT), pada Jumat (26/7). Operasi kali ini dilakukan KPK di Kabupaten Kudus, ‎Jawa Tengah.

“Benar, KPK mengkonfirmasi telah melakukan kegiatan tangkap tangan di Kabupaten Kudus sejak Jumat siang ini,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, saat dikonfirmasi, Jumat (26/7).

Dari operasi senyap itu KPK mengamankan sembilan orang, termasuk Bupati Kudus Muhammad Tamzil, Staf dan ajudan Bupati, serta calon Kepala Dinas setempat.

Basaria mengatakan OTT tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat.

“Setelah dilakukan pengecekan di lapangan terhadap bukti-bukti awal sehingga KPK segera melakukan tindakan cepat,” katanya.

Basaria mengatakan transaksi suap itu dilakukan terkait dengan pengisian jabatan di Kabupaten Kudus. Tim juga mengamankan sejumlah uang, dalam OTT tersebut.

” Ada uang yang sudah diamankan oleh Tim KPK, yang masih dihitung. Kami menduga terjadi sejumlah pemberian terkait pengisian jabatan ini,” kata Basaria.

Saat ini, lanjut dia, pihak-pihak yang diamankan dalam operasi senyap itu dibawa ke kantor kepolisian setempat untuk proses lebih lanjut. Saat ini, pemeriksaan intensif sedang dilakukan.

“Sesuai dengan mekanisme dan hukum acara yang berlaku, maka KPK diberikan waktu 24 jam untuk menentukan status perkara dan status hukum pihak-pihak yang diamankan, apakah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai tersangk ataupun saksi,” katanya. (cnnindonesia)

 

 

 

 

 

Sumber Berita dan judul asli : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190726170639-12-415834/kpk-tangkap-bupati-kudus-dan-8-orang?tag_from=wp_wm_cnn




Pukat Sultra Harap CSR Perusahaan Tambang di Pulau Kabaena Dievaluasi

“Khususnya di Pulau Kabaena, terdapat banyak  perusahaan yang melakukan Investasi, namun masih saja ada orang tua yang tidak bisa menyekolahkan anaknya, hal seperti ini mestinya harus dijemput oleh investor”, ujarnya.

Kendari, SultraNET. | Pusat Kajian dan Advokasi Tambang (Pukat) Sulawesi Tenggara (Sultra) berharap agar pengelolaan Dana Coorprate Sosial Responsibility (CSR) dari puluhan perusahan Tambang di Kepulauan Kabena Kabupaten Bombana untuk di pantau dan dievaluasi oleh seluruh stakeholder terkait.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif Pukat Sultra, Muh. Amsar pada acara Launcing Diskusi Tematik dan Cofee Morning yang digelar oleh Forum Kemitraan CSR pada Senin (22/7/2019) disalah satu Kadai Cofee di Kota Kendari.

Menurutnya kehadiran Perusahan tambang di sekitar masyarakat diberbagai derah seluruh Indonesia seharusnya memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan juga Sumber daya manusia masyarakat sekitar.

“Khususnya di Pulau Kabaena, terdapat banyak  perusahaan yang melakukan Investasi, namun masih saja ada orang tua yang tidak bisa menyekolahkan anaknya, hal seperti ini mestinya harus dijemput oleh investor”, ujarnya.

Mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam itu berharap agar penolakan masyarakat di Kabupaten Konawe Kepulauan terhadap aktifitas pertambangan yang dinilai tidak membawa manfaat bagi masyarakat sekitar menjadi pelajaran penting bagi para investor untuk memperhatikan tanggung jawab sosial masyarakatnya.

Sehingga diharapkannya dengan terbentuknya Forum Kemitraan CSR tersebut dapat menjadi sarana untuk mengevaluasi penyaluran CSR pertambangan khususnya di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana.

“Saya titip, kedepannya melalui forum kemitraan ini, pengelolaan dan penyaluran CSR kepada masyarakat dipulau kabaena dipantau dan dievaluasi”, pungkasnya.




Kisah Nenek Bungadia, Harap “Baruga Moico” Dari Pemerintah

Rumbia, SultraNET.com | Nenek Bungadia, Seorang Lansia Warga Desa Ladumpi, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, menjadi saksi potret kemisikinan di sekitar kita.

Bahkan untuk menyambung hidup, wanita yang diperkirakan berumur hampir satu abad itu, kini hanya mengandalkan belas kasih dari warga sekitar.

Sebagaimana dilansir sultratopzone.com, Pondok berukuran kecil tempat nenek berlindung merupakan hasil dari patungan warga sekitar, sedangkan untuk penerangan nenek bunga medapatkan bantuan dari seorang dermawan.

Saat orang lain berbahagia menanti hari raya idul adha tahun ini, nenek yang hidup sebatang kara ini  justru memanjatkan doa yang tidak biasa.

“Mungkin saya berdosa, tapi mau diapa. Saya minta doa supaya saya dipanggil Allah secepatnya”. Tutur sang nenek dengan lirih disertai cucuran air mata, seolah lelah dengan nasib yang dialaminya, sabtu (01/7/19).

Diusianya tua membuat fisiknya sudah tidak sejalan dengan keinginannya, tidak jarang nenek bunga menembus pagi karena menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.

“ saya tidak sanggupmi kasian, sakit sekali saya rasa. Sering saya tidak tidur sampai pagi karena saya tahan sakitnya”. Keluhnya.

Ditanya persiapannya untuk hari lebaran, nenek bunga kembali tertunduk dan hanya mengucapkan beberapa kalimat yang penuh dengan iba.

“saya bisa apa kasian, saya tidak punya apa-apa, mau lebaran saya hanya bisa liat orang lain senang tapi saya hanya tinggal diam di sini”. Tuturnya dengan tersedu sembari menghapus air matanya.

Tak sampai di situ, nenek yang hidup dengan beberapa ekor kucing peliharaannya ini memiliki satu permintaan, ia berharap dapat diberi bantuan rumah yang layak untuk tempat ia berteduh.

Bungadia, Warga Desa Ladumpi, Kec. Rarowatu saat dikunjungi awak media baru-baru ini dipondok tempat tinggalnya
Bungadia, Warga Desa Ladumpi, Kec. Rarowatu saat dikunjungi awak media baru-baru ini dipondok tempat tinggalnya

“kalau bisa kasian saya hanya mau supaya tempat tinggalku ini supaya bagus, di sini saya sama-sama tidur dengan ayam, di tempat tidurku kotor karena tai (kotoran) ayam, karena di atas tempatnya bermalam ayam”. Pintanya.

Terlebih lagi tutur nenek Bungadia, rumah layak huni yang oleh Pemerintah Kabupaten Bombana dinamai Baruga Moico itu pernah dijanjikan pemerintah kepada nenek Bungadia sekitar satu tahun yang lalu namun hingga kini belum ada kejelasan terkait bantuan itu.

“kalau bisa bantu saya kasian, dulu ada yang pernah bersihkan di samping katanya mau dibikinkan rumah bantuan, tapi sudah adami satu tahun belum ada juga”. Tambahnya. 

Hingga berita ini dirilis, belum ada konfirmasi dari pemerintah setempat maupun dinas terkait (TS)




BPS : Pertumbuhan Ekonomi Wakatobi Lebih Baik Dibanding Ekonomi Nasional

Wakatobi, SultraNET. | Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara Towedy Marthinus Layico menyampaikan, dari data (BPS) beberapa tahun belakangan perekonomian kabupaten Wakatobi masih lebih baik dibanding ekonomi nasional, Selasa (23/07/2019).

Mantan pegawai BPS Sultra tersebut mengungkapkan, jika pertumbuhan perekonomian indonesia pada tahun 2017 hanya mencapai 5,07% Wakatobi justru mengalami pertumbuhan diangka presentase yang lebih tinggi yakni mencapai 5,96%.

Belum lagi kata Dia, dihitung dari berbagai sektor pada tahun 2018 ini Perekonomian Wakatobi diprediksikan Badan Pusat Statistik bakal mengalami pertumbuham mencapai 6,5%.

“Memang jika dibandingkan dengan angka presentase provinsi Sultra Wakatobi masih lebih rendah. tercatat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara Tahun 2017 sebesar 6,81 Persen,”ungkapnya.

Towedy Marthinus Layico menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Wakatobi dapat dilihat berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Katanya, ada dua faktor besar yang mempengaruhi perekonomian, yaitu faktor kinerja produksi dan kinerja retribusi.

Dengan melihat presentase pertumbuhan perekonomian Wakatobi tersebut, Kepala BPS menambahkan bahwa perekonomian di daerah pimpinan Arhawi ini tidak bisa dikatakan anjlok. Pasalnya, angka-angka tersebut bukan merupakan presentase yang terbilang negatif melainkan masih merupakan angka presentase ekonomi yang positif.

“Perekonomian kita ini tumbuh. yang tidak bisa dibilang tumbuh hanya terjadi pada tahun 98 yang mana terjadi inflasi secara besar-besaran dan jika wakatobi dibilang anjlok saya tidak setuju” pungkasnya.

Laporan : Samidin




Diduga Karena Cemburu, 2 Warga di Jeneponto Tewas, Ini Kronologinya

SultraNET. | Peristiwa berdarah terjadi di Dusun Batu Le’leng Barat, Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Rabu (24/07/2019), sekitar pukul 04.30 WITA.

Dua orang warga setempat tewas, masing masing bernama Mappaence berusia 73 tahun, pekerjaan Nelayan dan Bisa Dg Kulle berusia 71 tahun.

Kronologi kejadian sesuai informasi yang diperoleh dari Kasubbag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul, awalnya pelaku Bisa Dg Kulle mendatangi rumah Korban Mappaence yang sedang membersihkan alat penangkap ikan yang rumahnya berhadapan dengan rumah pelaku dengan membawa sebilah Parang yang terhunus dan langsung memarangi Korban beberapa kali.

“Setelah Korban jatuh dan tidak berdaya lagi pelaku meninggalkan korban dan kembali kerumahnya lalu mengunci pintu rumahnya,” ungkap Syahrul, Rabu pagi (24/07/2019).

Sekitar pukul 06.00 Wita, lanjut Syahrul, keluarga korban berdatangan mengepung rumah pelaku dan hendak melakukan pembalasan namun pelaku bertahan sehingga massa semakin banyak berdatangan melempari rumah pelaku serta membongkar dinding rumah pelaku sehingga pelaku turun dari rumah lalu melarikan diri sambil membawa parang sehingga dikejar oleh massa dan dilempari batu yang mengakibatkan pelaku terjatuh,

“Saat itulah pelaku (Bisa Dg Kulle) dianiaya oleh beberapa orang massa dengan cara dipukul menggunakan kayu balok beramai-ramai dan sehingga pelaku tidak sadarkan diri,” kata AKP Syahrul, mengurai kronologi kejadian.

Bisa Dg Kulle mengalami luka di kepala bagian bawah kanan, luka pada bibir dan hidung serta bengkak pada kepala dan di rujuk ke RSU Lanto Dg. Pasewang Jeneponto.

“Namun sekitar pukul 09.20 WITA, Bisa Dg Kulle meninggal dunia di RS Lanto Dg Pasewang,” imbuh Syahrul.

Sementara itu korban Mappaence yang meninggal dunia di lokasi kejadian mengalami luka terbuka pada Leher Kanan, Luka terbuka pada Dada Kanan, luka terbuka pada pelipis kiri, luka terbuka pada lengan kanan, dan jari tangan kiri putus.

“Adapun motif pada kejadian itu, diduga pelaku BISA DG KULLE merasa dendam dengan Korban MAPPAENCE karena merasa cemburu karena mencurigai korban (Mappaence) menjalin hubungan asmara dengan istri Pelaku,” pungkas Syahrul. (AB/Britasulsel.com)

 

Sumber Asli :

https://beritasulsel.com/baca/terjadi-pembunuhan-di-jeneponto-2-warga-tewas-begini-kronologinya




Bupati Muna Letakkan Batu Pertama Proyek SPAM di Desa Pentiro

Raha, SultraNET. | Bupati Muna LM. Rusman Emba ST meletakkan batu pertama pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan menandatangani Akta Hibah di Desa Pentiro, Kecamatan Napabalano, Kabupenten Muna, Sulawesi Tenggara ( Sultra ) Rabu 23 Juli 2019.

Dalam sambutannya, Mantan anggota DPD RI itu mengatakan bahwa ia tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya ketika Usulannya diterima Pemerintah Pusat, karena menurutnya proyek yang terletak di Desa Pentiro  ini sangat dirindukan keberadaannya oleh masyarakat.

Orang nomor satu dibumi sowite ini menceritakan perjalanan panjang untuk mendapatkan bantuan ini pada kesempatan tersebut pula, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Anggota DPR RI, Ridwan BAE yang telah memfasilitasi hingga bantuan tersebut dapat berwujud.

Terlebih lagi proyek serups diprediksi bakal diterima Kabupaten Muna di tahun berikutnya dengan nilai anggaran sebesar 25 Milyar Penempatan proyek berlokasi di Kecamatan Kontunaga.

“Saya meminta kepada tokoh-tokoh masyarakat Napabalano untuk menjaga aset ini sebagai bentuk syukur kepada Tuhan yang maha kuasa, ketika kita bersyukur maka Tuhan menjanjikan rejeki berikutnya,”Tutur Rusman

Sementara itu, PPK Program Air Minum dinas PU Prov. Sultra, Eka Agus Subiantoro menyampaikan bahwa proyek dengan nilai 10 Milyar lebih ini terwujud berkat kerja keras Pemda Muna menarik bantuan untuk turun di Muna. Hal ini diakui Kepala Balai PPW Dirjen Cipta Karya, KemenPUPR.

Menurut Eka, peran aktif Pemda Muna mengusulkan kegiatan-kegiatan strategis untuk kemajuan masyarakat di Muna adalah aksi nyata terbukti

“Pembangunan SPAM sudah dimulai tahun sebelumnya dan tahun ini turun lagi dengan kapasitas air 10 Liter / detik,” bebernya.

Diprediksi proyek yang dimulai sejak bulan Juli ini, diperkirakan usai pada Desember 2019, setelahnya bangunan tersebut bakal dihibahkan Pemda Muna dan dikelola PDAM.

Acara tersebut turut hadir, Plt Sekda Muna Ali Basa, Para Asisten staf ali, Dirut PDAM, Kepala UPD, Ketua DPRD Kabupaten Muna, Camat dan Tokoh Masyarakat setempat. (BORJU)

Borju.




Hadiri HUT Ke-5 Buteng, Rusman Emba Tekankan Persaudaraan Muna-Buteng

Labungkari, SultraNET. | Bupati Muna LM. Rusman Emba, ST menekankan nilai persaudaraan antara Kabupaten Muna dan Kabupaten Buton Tengah, hal itu disampaikan orang nomor satu di Bumi Sowite itu usai mengikuti pelaksanaan upacara perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-5, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah yang diselenggarakan di Lapangan J Wayong Lombe, Kelurahan Watulea, Kecamatan Gu, Selasa (23 Juli 2019).

Mantan senator DPR-RI itu mengaku kedatanganya untuk menghadiri hari jadi Kabupaten Buteng bertujuan untuk mempererat silahturahmi kekeluaragaan antara kedua kabupaten tersebut .

“Kabupaten Muna dan Buteng adalah saudara yang tidak bisa dipisahkan, kita akan terus jaga suasana kekeluargaan ini dengan terus menjalin silaturahmi,” kata Rusman.

Pada kesempatan itu juga Rusman Emba turut mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Kabupaten Buteng, ia berharap agar di hari jadi yang ke-5 Tahun ini, Buteng dapat menjadi Kabupaten yang maju, aman, damai dan berkembang.

Sementara itu, Bupati Buteng H. Samahudin saat bertindak sebagai Inspektur Upacara menyampaikan harapannya agar momentum hari jadi ke-5 Kabupaten Buteng sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) agar masyarakat senantiasa mengingat sejarah panjang perjuangan pemekaran yang digagas sejak tahun 2003 lalu oleh para perintis dan akhirnya baru berhasil dengan disahkannya Kabupaten Buteng sebagai DOB berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2014.

Orang nomor satu di Buteng ini mengakui keberhasilan pemekaran ini juga tidak terlepas dari dukungan seluruh masyarakat Buteng secara keseluruhan dengan satu keyakinan masyarakat yakni dengan adanya pemekaran itu, percepatan pembangunan dan kesejahteraan yang merata dapat tercipta melalui kebersamaan.

“saya yakin dengan kebersamaan itu kita akan mampu menyelesaikan persoalan dan tantangan pembangunan. Saya berharap semua elemen masyarakat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kebersamaan dan kerjasama dalam pembangunan diberbagai bidang,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut H. Samahudin menghaturkan terimakasih kepada Bupati Muna LM Rusman Emba ST dan seluruh tamu undangan lainnya yang telah hadir secara langsung untuk merayakan peringatan hari jadi Buteng yang Ke- 5 tahun.

Upacara perayaan HUT Buteng itu turut di hadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkipinda) Kabupaten Buton Tengah Turut hadir Pula, Bupati Muna LM Rusman Emba ST bersama jajarannya, Wakil Bupati Muna Barat dan rombongan, Bupati busel dan jajaran, yang mewakili walikota Bau-Bau bersama rombongannya, pimpinan anggota DPRD Buteng, kepala Kejaksaan negeri Bau-Bau atau yang mawakili, Kapolres Bau-Bau dan jajaran, Komdam Kodim 1413 buton bersama jajarannya, tokoh agama dan tokoh pemekaran. (Borju)